Kontrol Komputer pada Motor Bensin
Kontrol Komputer pada Motor Bensin
ENGINE CONTROL
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Garis Besar Sistem Kontrol motor Kontrol Komputer atas motor Bensin
REFERENSI:
Toyota menggunakan sistem kontrol komputer yang disebut
TCCS (Toyota Computer-Controlled System) untuk secara
optimal mengontrol injeksi bahan bakar, waktu pengapian,
drive train, sistem rem, dan sistem lain sesuai dengan
kondisi pemakaian motor dan kendaraan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor Atuator
Agar komputer bekerja dengan baik, diperlukan
sistem yang komprehensif yang terdiri dari berbagai
alat-alat input dan output. Pada mobil, sensor-
sensor seperti water temperature sensor atau air
flow meter berhubungan dengan alat input. Dan
aktuator semacam injektor atau igniter berhubungan
dengan alat output. Di Toyota, komputer yang
mengontrol sebuah sistem disebut ECU (Electronic
Control Unit). Komputer yang mengontrol motor
disebut ECU motor (atau ECM*: Engine Control
Module). Sensor, aktuator, ECU motor
dihubungkan dengan wiring harness. Hanya setelah
Wire harness ECU motor memproses sinyal input dari sensor dan
output mengontrol sinyal ke aktuator, seluruh
sistem dapat beroperasi sebagai sistem kontrol
komputer.
*ECM adalah istilah SAE (Society of Automotive
Engineers) .
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem EFI (Electronic Fuel
Injection)
Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem ESA (Electronic Spark
Advance)
Supercharger
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem ISC (Idle Speed Control)
Kecepata
Idle-up
n motor
Deskripsi
Sistem kontrol motor terdiri dari tiga grup, termasuk sensor-sensor (dan
sinyal output sensor), ECU motor, dan aktuator. Bab ini menjelaskan
tentang sensor (sinyal), rangkaian daya dan rangkaian ground, dan
Sensor Actuator tegangan-tegangan terminal sensor.
Fungsi-fungsi ECU motor dibedakan menjadi kontrol EFI, kontrol ESA,
Sensor ECU motor Actuator
kontrol ISC, fungsi diagnosis, fungsi fail-safe dan backup, dan fungsi-
Sensor Actuator fungsi lain. Fungsi-fungsi ini dan fungsi-fungsi aktuator dijelaskan dalam
bab yang berbeda.
ECU motor
Other
function
Fail-safe
Diagnosis & backup Other
function
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Daya
Engine ECU
EFI BATT
Ignition +B
switch
+B1*
EFI E1
main
relay
Hanya beberapa
model
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Daya
Rangkaian Daya
[Link] oleh ignition switch
Sebagaimana tampak pada gambar, diagram menunjukkan tipe dimana relay
utama EFI dioperasikan langsung dari ignition switch.
Pada saat ignition switch dinyalakan, arus mengalir ke kumparan relay utama
EFI, dan menutup kontak. Ini akan mensuplai daya ke terminal-terminal +B
Engine ECU dan +B1 dari ECU motor.
Tegangan batere selalu disuplai ke terminal BATT dari ECU motor untuk
EFI BATT mencegah kode diagnostik dan data lain dalam memori terhapus ketika ignition
Ignition switch dimatikan.
switch +B
+B1*
EFI main relay
E1
REFERENSI:
rasio udara-bahan
bakar sensors Pada model-model dimana ECU motor mengontrol sistem engine
immobiliser, relay utama EFI juga dikontrol dengan sinyal switch peringatan
membuka kunci (key unlock warning switch).
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Ground
E2
E1
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor
[Link] Hot-wire
5V
Output voltage (VG)
0 20 60 100 kPa
PETUNJUK SERVIS:
(760) (610) (310) (10) (mmHg Apabila vacuum hose yang terhubung ke sensor lepas, volume injeksi
Intake manifold pressure [Vacuum]) bahan bakar akan mencapai maksimum, dan motor tidak bekerja dengan
(tekanan absolut)
baik. Sebagai tambahan, bila konektor lepas, motor ECU akan berganti
ke fail-safe mode.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Throttle
Hall IC
Magnets
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Tipe On-Off
Tipe On-Off
Tipe throttle position sensor ini menggunakan
PSW
E idle (IDL) contact dan power (PSW) contact
IDL
untuk mendeteksi apakah motor idling atau
bekerja dengan beban berat. Ketika throttle
ECU motor
sensor posisi
throttle valve tertutup sepenuhnya, IDL contact dalam
IDL +B or 5V
ON dan PSW contact dalam OFF.
E
ECU motor menentukan motor dalam
PSW +B or 5V
keadaan idling. Ketika pedal gas ditekan, IDL
contact mati, dan ketika throttle valve terbuka
On
di atas titik tertentu, PSW contact berubah
IDL E Off
ON, di waktu itu ECU motor menentukan
Off
On
motor bekerja dalam beban berat.
PSW E
5 5
menyertakan model tanpa IDL contact atau model
IDL output
VTA2
tpu
t yang mempunyai IDL contact tapi tidak terhubung
ou
VT
A VTA1 dengan ECU motor. Model tersebut menggunakan
Idling Terbuka Tertutup Terbuka VTA signal untuk melakukan learned control dan
Closed Throttle Open Closed Open
Throttle penuh
valve
penuh penuh
valve mendeteksi kondisi idling. Beberapa model
menggunakan output 2-sistem (VTA1, VTA2) untuk
meningkatkan kemampuan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Throttle
[Link] type
Accelerator Pedal Position Sensor
Sensor ini mengkonversi banyaknya
tekanan pada pedal (sudut) ke sinyal
listrik yang lalu dkirim ke ECU motor.
Untuk menjamin keakuratan, sensor
Sensor Sensor ini meng-output sinyal dari dua
operational operational
Sensor Posisi Pedal
Gas range Tertutup range sistem dengan output yang berbeda.
Terbuka
Jangkauan penuh
penuh Jangkauan Ada dua tipe sensor ini, tipe linear
operasionalP operasionalP
edal edal dan tipe hall element.
Tertutup
[Link] Linear
Terbuka
penuh penuh Rancangan dan cara kerja sensor ini
pada dasarnya sama dengan throttle
position sensor tipe linear.
EP2 VPA2 VCP2 EP1 VPA VCP1 Dari sinyal kedua sistem, satu adalah
5V sinyal VPA yang secara linear meng-
Output voltage
VPA2
output tegangan di dalam rentang
penekanan pedal gas. Satunya lagi
VPA
adalah sinyal VPA2, yang meng-
0 Tertutup Terbuka output tegangan offset dari sinyal
penuh penuh
pedal gas depressed angle
VPA.
PETUNJUK SERVIS:
Sensor ini harus dicocokkan dengan
sangat hati-hati dan akurat. Ganti
rakitan pedal gas apabila sensornya
rusak.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Pedal Gas
EPA VPA2
Hall VCPA diberikan untuk tiap-tiap
C Engine
Hall
VPA2 ECU
VPA
sistem.
C EPA2 0
VCP2 Tertutu Terbu
p ka
Magnet penuh
Sudut penekanan pedal gas penuh
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Generator Sinyal G dan NE
Tipe In-distributor
G signal timing rotor
Pada gambar, tipe ini memiliki
NE signal timing rotor
timing rotor dan kumparan
G pickup coil NE pickup coil pickup pada distributornya
Distributor NE pick-up coil untuk sinyal G dan NE.
shaft
NE signal timing
Jumlah gigi pada rotor dan
G signal timing
rotor rotor jumlah kumparan pickup
berbeda tergantung model
G pickup coil
motor. ECU motor
1 turn of timing rotor
1/2 turn of timing rotor mendapatkan informasi sudut
180CA (crankshaft angle) crankshaft, yang berfungsi
NE signal sebagai standar, dari sinyal G,
G signal
dan informasi putaran motor
30CA
dari sinyal NE.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Generator Sinyal G dan NE
4 ECU motor
2 THW pendingin dan intake udara.
1
0.8
(THA) 5V
Pada gambar, resistor terpadu ECU
0.6 E2
0.4
THW
(THA) E2 E1
motor dan thermistor pada sensor
0.2
dihubungkan secara serial dalam
-20 0 20 40 60 80 100 120
rangkaian listrik supaya tegangan
(-4) (32) (68) (104) (140) (176) (212) (248)
sensor temperatur air sinyal dideteksi oleh ECU motor
Temperatur C(F) (sensor temperatur intake air)
berubah sesuai dengan perubahan
resistasi thermistor. Saat suhu
pendingin atau intake udara rendah,
resistansi thermistor besar,
menghasilkan tegangan tinggi pada
sinyal THW dan THA
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Suhu Air/ Sensor Suhu Intake Udara
Tak ada Bnyak OX apabila campuran kaya, hampir tidak ada oksigen di gas buangan. Dan ada perbedaan
udara ke udara ke
dalam gas dalam gas sensor
konsentrasi yang besar di luar dan didalam sensor, sehingga elemen menghaslkan
R
buangan buangan oksigen tegangan yang cukup besar (sekitar 1 V).
E1 Berdasarkan sinyal putput OX oleh sensor, ECU motor menaikkan atau menurunkan
0
volume injeksi bahan bakar agar rasio udara-bahan bakar rata-rata dekat dengan rasio
Lebih Lebih teoritis.
kaya sedikit
rasio udara- Beberapa sensor oksigen zirkonium memiliki pemanas untuk memanaskan elemen.
bahan bakar Pemanas ini dikontrol oleh ECU motor. Saat jumlah intake udara rendah (atau suhu gas
buangan rendah), arus dikirim ke pemanas untuk memanaskan sensor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Rasio Udara-Bahan bakar (A/F)
3.3V
sensor output
sensor tegangan output cenderung berubah secara drastis di batasan rasio
Oxygen
Air fuel
oksigen
ratio teoritis. Sebagai perbandingan, sensor rasio memberikan tegangan
sensor konstan untuk mendapatkan tegangan yang hampir proporsional
3.0V dengan konsentrasi oksigen. Ini meningkatkan akurasi deteksi
2.2 0.1 AF -
11 14.7 19 rasio.
rasio udara-bahan
bakar Gambar output menunjukkan rasio udara-bahan bakar pada
Output characteristics display tester genggam. Rangkaian yang menjaga tegangan
High konstan pada terminal AF+ dan AF- dari ECU motor dibuat.
(rich) Karenanya, kondisi output sensor rasio tidak bisa dideteksi
OX sensor
output
voltmeter. Harap gunakan tester genggam.
Low Karakteristik output sensor rasio udara-bahan bakar
( lean) memungkinkan koreksi segera setelah ada perubahan dalam rasio,
Hig ( lean) akselerasi deselerasi
keras keras yang menyebabkan koreksi feed back rasio udara-bahan bakar
A/F sensor lebih cepat dan akurat. Seperti pada beberapa oxygen sensor,
data sensor rasio udara-bahan bakar juga memiliki pemanas ntuk
menjaga performa pendeteksian saat suhu buangan rendah.
Low
(rich) Namun, heater sensor rasio memiliki lebih banyak arus dibanding
pemanas di dalam oxygen sensor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Kecepatan Kendaraan
[Link] type
Magnetic rings
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Kecepatan Kendaraan
ke ECU ke ECU
lain lain
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sinyal Komunikasi
Knock Sensor
Sensor ini menempel pada blok silinder, dan
mengirimkan sinyal KNK ke ECU motor saat
ketukan motor terdeteksi. ECU motor menerima
sinyal KNK dan memundurkan waktu pengapian
High
untuk menekan ketukan.
Knock sensor
Sensor ini memiliki elemen piezoelectric, yang
keECU motor menghasilkan tegangan AC ketika ketukan
menyebabkan vibrasi dalam blok silinder dan
Voltage
merubah bentuk elemen.
Frekuensi ketukan motor ada dalam kisaran 6
Rendah Frekwensi Tinggi hingga 13 kHz tergantung model motor. Sensor
Diaphragm
digunakan sesuai dengan ketukan yang
dihasilkan tiap motor.
Ada dua tipe knock sensor. Dari grafik, satu tipe
KNK signal waveforms menghasilkan tegangan tinggi dalam kisaran
Piezoelectric element
ECU motor
0.5V/Division frekuensi vibrasi yang tipis. Yang lainnya, dalam
kisaran frekuensi vibrasi lebar.
dengan Open/short 5V
Akhir-akhir ini, beberapa jenis sensor yang
circuit detection type
KNK1 0V or 2.5V mendeteksi rangkaian terbuka dan arus pendek
(lihat gambar) mulai digunakan. dalam
EKNK rangkaian jenis ini, 2,5 V diberikan dengan
konstan agar sinyal KNK juga di output dengan
frekuensi dasar 2,5 V.
5 msec./Division
Piezoelectric Resistor 2.5V: dengan Open/short circuit detection type.
element
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sinyal STA (Starter)/Sinyal NSW (Neutral
Start Switch)
Variable Resistor
Idle mixture adjusting screw Variabel resistor digunakan untuk mengubah rasio udara-bahan bakar
L: Lean side selama idling dan untuk mengatur CO idling.
R: Rich side Resistor ini dipasang pada model tanpa oxygen sensor atau sensor rasio
udara-bahan bakar.
Idle mixture Saat idle mixture adjusting screw diputar ke arah R, kontak di dalam
Connector adjusting resistor bergerak untuk meningkatkan tegangan terminal VAF.
screw
Sebaliknya, bila diputar ke arah L, tegangan terminal VAF berkurang.
Saat tegangan terminal VAF bertambah, ECU motor sedikit
Resistor
menambahkan volume injeksi bahan bakar agar campuran udara-bahan
Connector bakar sedikit lebih gemuk.
PETUNJUK:
ECU motor
Variable Karena air flow meter tipe vane memiliki idle mixture adjusting screw di
resistor
VC 5V rangkanya, variabel resistor tidak dibutuhkan walaupun tidak terdapat
Rich oxygen sensor.
VAF
Lean E2
E1
Lain-lain
4. Switch suhu air 5. Clutch switch 4. Water temperature switch
Water temperature switch ditempelkan ke blok silinder, dan
ECU motor ECU motor
Switch suhu air diset ke ON saat suhu pendingin menjadi tinggi.
Clutch switch
TSW N/C 5. Clutch switch
+B +B
Clutch switch ada dibawah pedal kopling dan mendeteksi
apakah pedal kopling ditekan penuh.
6. Sensor HAC (High-Altitude Compensation)
Sensor HAC mendeteksi perubahan tekanan atmosfir.
Konstruksi dan cara kerja sama dengan pada manifold
6. sensor HAC
pressure sensor.
sensor HAC ECU motor Sensor ini kadangkala ada di dalam ECU motor dan
VC
5V kadangkala diluarnya.
HAC Saat mengemudi pada ketinggian tinggi, tekanan atmosfir
E2 dan densitasnya berkurang. motor EFI tipe L, kecuali yang
E1 menggunakan air flow meter tipe hotwire, cenderung
membuat campuran udara-bahan bakar gemuk. Sensor HAC
tekanan atmosferis mengkompensasinya dengan rasio udara-bahan bakar.
Silicon chip
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Lain-lain
[Link]-down switch
Lain-lain
ECU motor
Kick-down
switch
[Link] kick-down
KD Switch kick-down juga disebut switch full-throttle, dan langsung
pedal gas +B
dipasang dibawah panel lantai dari pedal gas.
Kick-down
switch
pedal gas
Item
Tertutup Terbuka Terbuka
Throttle valve
penuh penuh penuh
Terminal Diagnostik
Ketika ECU motor menyimpan DTC
(Diagnostic Trouble Code) di dalam
memori, DTC harus diperiksa dan
DLC1 ECU motor
diperbaiki. DLC ( Data Link Conector )
mengandung terminal DLC3 yang
E1
diperlukan untuk menampilkan DTC
DLC3
TE1 TE1 untuk berkomunikasi langsung dengan
ECU motor saat menggunakan tester
DLC2
genggam.
TE2
E1
TE1
Tetapi kalau tidak punya tester gengam
TE2
E1 bisa dilakukan dengan cara
DLC1
SIL SIL menghubunkan terminal-terminal TE1,
TC TC TE2, E1, TC dan CG yang
DLC3
menyebabkan MIL ( Malfuntion Indicator
Lamp ) yag ada di combination meter
CG
menyala.
DLC2
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Main components
Deskripsi
Bahan bakar diambil dari tangki bahan bakar
Pressure regulator
oleh pompa bahan bakar dan disemprotkan
dengan tekanan oleh injektor.
Fuel pump Tekanan bahan bakar dalam jalur bahan
bakar harus diatur untuk menjaga injeksi
Fuel pump filter
bahan bakar yang stabil dengan pressure
regulator dan pulsation damper.
Fuel filter
Komponen Utama
• Tangki bahan bakar
Delivery pipe
• Rakitan pompa bahan bakar
•Pompa bahan bakar
•Saringan pompa bahan bakar
Pulsation
damper Fuel tank •Saringan bahan bakar
Injector •Pressure regulator
Pressure regulator
• Delivery pipe
• Injektor
Fuel tank
Delivery pipe
• Pulsation damper
Pulsation Fuel filter
damper Fuel pump Fuel pump
assembly
Fuel pump filter
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Pompa Bahan Bakar
1. Type 1
Pressure Regulator
Pressure regulator tekanan mengontrol tekanan bahan bakar
ke injektor pada 324 kPa (3.3 kgf/cm2). (Nilai bisa berbeda
tergantung pada model kendaraan)
To Injector Sebagai tambahan, pressure regulator menjaga tekanan
residual dalam jalur bahan bakar dengan cara yang sama
dengan check valve pompa bahan bakar.
Ada dua tipe metode regulasi bahan bakar.
Valve
[Link] 1
Tipe ini mengontrol tekanan bahan bakar pada tekanan
konstan.
Saat tekanan bahan bakar melewati gaya pegas pressure
regulator, katup terbuka untuk mengembalikan bahan bakar
To fuel pump ke tangki dan meregulasi tekanan.
PETUNJUK:
Port injeksi dari injektor divakum oleh vacuum manifold, yang
menarik keluar bahan bakar. Kevakuman ini selalu berubah
tergantung dari kondisi motor. Karena itu, untuk tipe ini ECU
Pressure regulator
motor menghitung injeksi jumlah bahan bakar per durasi
injeksi sesuai dengan perubahan dalam vacuum intake
Fuel filter
manifold untuk menjamin bahwa injektor menginjeksikan
bahan bakar secara benar.
2. Tipe 2
Pressure Regulator
[Link] 2
Tipe ini dilengkapi oleh pipa penyaluran yang terus mengatur
ke Intake manifold
Diaphragm tekanan bahan bakar untuk menjaga tekanan bahan bakar
lebih tinggi dari tekanan yang ditentukan tekanan manifold.
Cara kerja dasar sama dengan pada tipe 1, tetapi karena
vacuum manifold diberikan ke ruang atas diafragma, tekanan
Katup bahan bakar dikontrol dengan mengubah tekanan ketika
katup dibuka sesuai dengan vacuum manifold. Bahan bakar
dari Delivery
pipe dikembalikan ke tangki melalui fuel return pipe.
PETUNJUK:
Kevakuman ini selalu berubah tergantung dari kondisi motor.
ke Tangki bahan bakar Karenanya, untuk tipe tekanan bahan bakar terus diregulasi
Tangki bahan bakar sesuai dengan vacuum intake manifold untuk menjaga
Pulsation damper tekanan di atas tekanan yang ditentukan. Ini untuk menjaga
jumlah injeksi per durasi injeksi.
Pulsation Damper
Pulsation damper menggunakan diafragma untuk menyerap
sedikit denyut tekanan bahan bakar yang dihasilkan oleh injeksi
bahan bakar dan kompresi pompa bahan bakar.
PETUNJUK SERVIS:
Tekanan bahan bakar dapat diperiksa dengan mudah dengan
skrup pulsation damper.
PETUNJUK:
Beberapa jenis motor tidak memiliki pulsation damper .
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Injektor
Injektor
Injektor menginjeksi bahan bakar ke dalam intake
port cyilinder sesuai dengan sinyal dari ECU
motor. Sinyal dari ECU motor menyebabkan arus
mengalir dalam kumparan solenoid, yang
menyebabkan plunger ditarik, dan membuka katup
untuk menginjeksikan bahan bakar.
Injektor Karena ketukan plunger tidak berubah, jumlah
injeksi bahan bakar dikontrol pada saat arus
O-ring dialirkan ke solenoid.
PETUNJUK:
• Beberapa pompa bahan bakar dipasang di
Saringan pompa bahan bakar
bagian luar tangki.
Saringan bahan bakar • Pada beberapa model, baut union atau
beragam tipe konektor cepat (quick
connector) digunakan untuk
menghubungkan jalur bahan bakar.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
1. Basic operation
IG
ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor
E1
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
IG
ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor
E1
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
E1
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
IG
ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor
E1
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor
E1
Bahan bakar
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
IG
ST motor ECU
Ignition
FC Microprocessor
switch
E1
STA
NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
E1
STA
Sinyal NE NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar
GSFC
GSW
Simultan
360 720
sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian
1
3
4
2
0 360 720 1080
sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian
1
8
4
4 grup 3
6
5
7
2
0 360 720 1080
sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian
1
2
3
4
0 360 720 1080
sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Kontrol Durasi Injeksi Bahan bakar.
Berbagai koreksi
Durasi
Koreksi
Sensor Signal injeksi
Start Warm-up feedback Acceleration Fuel cut-off Power
dasar
enrichment enrichment Rasio udara- enrichment enrichment
bahan bakar
Meteran aliran udara/
Manifold pressure VG / PIM
sensor
Sensor posisi
NE
Crankshaft
Sensor posisi
camshaft G
IDL
Sensor posisi
Throttle
VTA
Berbagai koreksi
1. Start enrichment
[Link] enrichment
Durasi dasar tidak dapat dihitung dari jumlah intake udara karena
putaran motor rendah dan perubahan dalam jumlah intake udara
START besar di saat starter. Karenanya, durasi saat starter ditentukan
ON oleh suhu pendingin. Suhu pendingin dideteksi oleh water
temperature sensor.
Semakin rendah suhu air, penguapan bahan bakar semakin buruk.
Karenanya, campuran udara-bahan bakar diperkaya dengan
memperlama durasi. ECU motor menentukan bahwa motor
Long sedang distarter saat putaran motor adalah 400 rpm atau kurang.
Saat putaran tiba-tiba turun di bawah 400 rpm akibat penambahan
beban mendadak, hysteresis digunakan untuk mencegah ECU
durasi
injeksi motor mendeteksi motor yang sudah di starter, starter kembali,
kecuali putaran motor jatuh hingga di bawah 200 rpm.
Short
PETUNJUK SERVIS:
Rend Coolant temp.(C) Tingg Apabila ada kerusakan dengan water temperature sensor, dapat
ah i dianggap kondisi starter paling buruk.
400rpm kondisi
normal
REFERENSI:
Untuk meningkatkan kemampuan starter saat motor dingin, tipe
keadaan lama EFI memiliki injektor starter dingin dan switch time-nya selain
200rpm start injektor biasa untuk meningkatkan volume bahan bakar saat
Hysteresis starter.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi
2. Warm-up enrichment
Berbagai koreksi
[Link]-up enrichment
Jumlah injeksi bahan bakar ditingkatkan karena penguapan
bahan bakar buruk selama motor dingin. Saat suhu
pendingin rendah, durasi ditambah agar campuran udara-
bahan bakar lebih gemuk untuk mendapatkan kemampuan
Besar
berkendara selama motor dingin. Koreksi maksimum adalah
dua kali lebih panjang dari suhu normal.
Jumlah koreksi
durasi injeksi PETUNJUK SERVIS:
Apabila ada kerusakan dengan water temperature sensor,
dapat dianggap kondisi berkendara buruk.
Kecil
0
Rendah Coolant temp.(C) Tinggi
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi
Berbagai koreksi
motor ECU Variable
resistor (3)Koreksi kontrol emisi CO bagi kendaraan tanpa oxygen
Volume injeksi
Menurun
Richer sensor atau sensor A/F:
Untuk kendaraan tanpa oxygen sensor atau sensor A/F,
Meningkat
Leaner resistor variabel digunakan untuk mengatur konsentrasi CO
(%) selama idling.
Injektor Rich mixture Memutar resistor ke sisi R mempergemuk konsentrasi, dan
memutarnya ke sisi L membuatnya kurus. Dengan
kendaraan yang memiliki oxygen sensor atau sensor A/F,
penyesuaian CO tidak diperlukan karena kendaraan ini
Lean mixture
melakukannya secara otomatis ke rasio udara-bahan bakar
menggunakan sinyal sensor.
SST
180
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi
4. Acceleration enrichment
Berbagai koreksi
[Link] enrichment
Rasio menjadi lebih tipis, terutama selama awal akselerasi
karena kekurangan suplai bahan bakar terjadi selama
akselerasi akibat perubahan intake udara saat pedal gas
Besar
diinjak.
Volume Karenanya, durasi injeksi ditambah untuk menambah
koreksi volume. Akselerasi ditentukan oleh kecepatan perubahan
pada sudut bukaan throttle valve. Koreksi selama
Kecil
Perubahan jumlah
akselerasi meningkat tajam pada awal akselerasi dan
Kecil
intake air
Besar berkurang sampai peningkatan berakhir.
Semakin besar akselerasi, volume injeksi juga bertambah.
Akselerasi tiba-tiba
Besar
Volume
koreksi
Akselerasi pelan
Kecil
Waktu
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi
Injection resumption
throttle valve tertutup. Injeksi bahan bakar dilanjutkan saat
( Injeksi lagi )
motor
6. Power enrichment
Berbagai koreksi
[Link] enrichment
Saat beban berat, ada intake udara yang besar, seperti
pada jalan menanjak Karenanya sulit untuk mencampur
bahan bakar dengan intake udara. Sebagian intake udara
tidak digunakan dalam pembakaran.
Karena itu, lebih banyak bahan bakar diinjeksikan agar
semua intake udara terpakai dan meningkatkan kekuatan.
Beban berat ditentukan dari bukaan throttle position sensor,
putaran motor, dan massa intake udara (VG atau PIM).
Semakin besar VG atau PIM atau lebih besar kecepatan,
rasio pertambahan bertambah.
Jumlah juga ditambah saat sudut bukaan throttle valve
mencapai nilai tertentu atau lebih.
Koreksi pertambahan berkisar 10% hingga 30%.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi
Berbagai koreksi
7. Koreksi suhu intake udara
Densitas udara berubah tergantung suhu udara.
Karenanya, koreksi dilakukan untuk meningkatkan atau
mengurangi volume bahan bakar sesuai dengan suhu intake
udara untuk mengoptimalkan rasio campuran. Suhu intake
udara dideteksi oleh intake air temperature sensor. ECU
motor diset ke suhu standar 20°C (68°F).
Koefisien koreksi
8. Voltage correction
14
Rend Battery voltage Tingg
ah (V) i
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi
Sistem ESA (Electronic Spark Advance) adalah sistem
yang menggunakan ECU motor untuk menentukan
waktu pengapian berdasarkan sinyal dari barbagai
Ignition timing (advanced angle)
High
Peta ESA
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi
Konstruksi
Sistem ESA terdiri dari berbagai
sensor, ECU motor, igniter, ignition coil,
IDL dan busi.
Sensor posisi throttle
Meteran aliran udara
VG
PIM
ECU Sensor Manifold
KNK
G pressure
IGT Kumparan Ignition
IGF dengan igniter sensor posisi camshaft
THW
NE OX1A
sensor Oksigen
Konstruksi
Peranan sensor
Camshaft position sensor (sinyal G):
Ini mendeteksi sudut crank standar dan
IDL
Throttle position sensor
camshaft timing.
Meteran aliran udara
Crankshaft position sensor (sinyal NE):
Ini mendeteksi sudut crank dan putaran
VG
motor.
PIM
ECU sensor Air flow meter atau manifold pressure
KNK
G Manifold sensor (sinyal VG atau PIM):
IGT Ignition coil
IGF
pressure Ini mendeteksi massa intake udara atau
denfan igniter
THW manifold pressure.
Throttle position sensor (sinyal IDL):
NE OX1A Ini mendeteksi kondisi engine idling.
Water Temperature sensor (sinyal THW):
Sensor oksigen Ini mendeteksi suhu pendingin.
No.1
sensor ketukan Knock sensor (sinyal KNK):
Sensor temperatur air Ini mendeteksi kondisi ketukan.
sensor posisi camshaft Oxygen sensor (sinyal OX):
Ini mendeteksi konsentrasi oksigen dalam
gas buangan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi
IDL Konstruksi
Throttle position sensor
Meteran aliran udara Peranan ECU motor
ECU motor menerima sinyal dari
VG
sensor
sensor, menghitung waktu pengapian
PIM
ECU KNK Manifold
optimal untuk kondisi motor, dan
G pressure mengirim sinyal (IGT) ke igniter.
IGT
IGF Ignition coil Camshaft
THW with igniter
position
sensor
NE OX1A
Sensor oksigen
No.1
sensor ketukan
Sensor temperatur air
Konstruksi
IDL
Peranan igniter
Throttle position sensor
Meteran aliran udara Igniter merespon sinyal IGT yang di
output ECU motor untuk sewaktu-
VG waktu memberikan tegangan ke
sensor
ECU
PIM ignition coil. Ia juga mengirim sinyal
KNK Manifold
G pressure
konfirmasi pengapian (IGF) ke ECU
IGT Ignition coil motor.
IGF with igniter
THW Sensor posisi camshaft
NE OX1A
Sensor oksigen
No.1
Water sensor ketukan
temperature sensor
Deskripsi
Ignetion coil
ECU motor menentukan waktu
with igniter +B pengapian berdasarkan sinyal G,
ECU
sinyal NE dan sinyal dari sensor
Constant IGT lain. Saat waktu pengapian sudah
voltage
circuit Drive ditentukan, ECU motor mengirim
G
circuit sinyal IGT ke igniter. Ketika sinyal
Micro- IGT yang dikirim ke igniter adalah
Sinyal IGF
processor
generation ON, arus primer mengalir ke
NE
IGF
circuit ignition coil. Ketika sinyal IGT mati,
arus primer juga terputus. Pada
Spark plug saat yang sama, sinyal IGT dikirim
ke ECU motor. Saat ini, rangkaian
ECU Ignition order
pengapian utama yang digunakan
Ignition coil with igniter
adalah DIS (Direct Ignition
IGT1 IGT1 ON
No.1 cylinder OFF System). ECU motor
IGT3 IGT3 ON
No.3 cylinder OFF
mendistribusikan arus tegangan
IGT4
IGT4 ON tinggi ke silinder dengan mengirim
No.4 cylinder OFF
IGT2 tiap sinyal IGT ke igniter dengan
No.2 cylinder IGT2 ON
IGF OFF urutan pengapian. Ini
IGF ON memungkinkan didapatkannya
DIS (Direct Ignition System) OFF
kontrol waktu pengapian yang
sangat akurat.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Rangkaian Pengapian Sinyal IGTdan IGF
1. Sinyal IGT /
2. Sinyal IGF
TDC TDC TDC Sinyal IGTdan IGF
Ignition
1. Sinyal IGT
IGT ECU motor mengkalkulasikan waktu pengapian optimal
180 (4 cylinders) sesuai dengan sinyal dari berbagai sensor dan
120 (6 cylinders)
Ignition mengirim sinyal IGT ke igniter. Sinyal IGT diset ke ON
segera sebelum waktu pengapian yang dikalkulasi oleh
TDC
ECU motor, kemudian dimatikan. Saat sinyal IGT
IGT
Advance angle dimatikan, busi menyulut api.
Initial ignition timing 5, 7 or 10 BTDC
(tergantung model motor)
2. Sinyal IGF
Ignition order Igniter mengirim sinyal IGF ke ECU motor dengan
menggunakan gaya counter-electromotive yang
IGT1 ON
OFF dihasilkan saat arus primer ke kumparan diputus atau
IGT3 ON menggunakan volume arus primer. Saat ECU motor
OFF
menerima sinyal IGF, ia menentukan bahwa pengapian
IGT4 ON telah terjadi (walaupun mungkin tidak terjadi penyulutan
OFF
IGT2 ON api). Apabila ECU motor tidak mendapat sinyal IGF,
OFF
fungsi diagnosis bekerja dan DTC disimpan dalam ECU
IGF ON
OFF motor dan fungsi fail-safe bekerja dan menghentikan
injeksi bahan bakar.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Garis Besar Kontrol Waktu Pengapian
[Link]
ignition control/
[Link]-start
ignition control Garis Besar Kontrol Waktu
Pengapian
[Link] pengapian awal
sudut waktu pengapian awal
At starting Kontrol pengapian awal dilakukan
(initial ignition timing angle)
pada sudut crankshaft yang
sudut waktu pengapian dasar ditentukan sebelumnya apapun
(Basic ignition advance angle) kondisi operasi motor. Sudut
After starting crankshaft ini disebut “sudut waktu
pengapian awal”.
Corrective ignition advance angle
[Link] pengapian setelah start
waktu pengapian aktual Kontrol pengapian setelah start
(Actual ignition timing dilakukan dengan sudut waktu
Ignition Starting ignition control sudut waktu pengapian awal pengapian awal, sudut waktu
timing pengapian dasar, yang
control After-start ignition
control
sudut waktu pengapian awal dikalkulasikan dengan beban dan
sudut waktu pengapian dasar putaran motor, dan koreksi lain.
Warm-up correction
Corrective
ignition Over-temperature correction
advance Stable idling correction
control Knocking correction
Other correction
Maximum and minimum advance
angle control
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Starting Ignition Control dan After-start
Ignition Control
Microprocessor
motor. Sebagai tambahan, sinyal NE digunakan untuk menentukan
G kapan motor di starter, dan putaran motor 500 rpm atau kurang
NE menunjukkan sedang terjadi starter.
IGT PETUNJUK:
sudut waktu pengapian awal
Tergantung dari model motor,ada beberapa tipe yang menentukan
signal generation circuit motor sedang starter saat ECU motor menerima sinyal starter
(STA).
Engine ECU
2. Kontrol pengapian setelah start
Kontrol pengapian setelah start adalah kontrol yang diaktifkan
Back-up IC ketika motor bekerja setelah starter. Kontrol ini dilakukan dengan
Microprocessor
Various
melakukan berbagai koreksi ke sudut waktu pengapian awal dan
G
signals sudut waktu pengapian dasar. Waktu pengapian = sudut waktu
NE (VG, PIM etc.) pengapian awal + sudut waktu pengapian dasar + corrective
IGT ignition advance angle. Saat kontrol pengapian setelah start
diaktifkan, sinyal IGT dikalkulasikan oleh mikroprosesor dan di
output melalui IC backup.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Sudut Waktu Pengapian Dasar
Saat sinyal IDL ON, waktu pengapian dilanjutkan sesuai dengan putaran
Basic ignition
motor.
PETUNJUK:
Pada beberapa model motor, sudut basic ignition advance diubah baik
0 rendah kecepatan motor tinggi pada kondisi AC ON atau OFF. (Lihat area bertitik di kiri.) Sebagai
tambahan, untuk model ini, beberapa memiliki sudut lanjut 0 selama
idling speed standar.
(advanced angle)
[Link]-up correction
[Link] over-temperature Corrective Ignition Advance Control
[Link]-up correction
1 Sudut lanjut digunakan untuk waktu pengapian saat suhu
pendingin rendah untuk meningkatkan kemampuan
Advance angle
REFERENSI:
Minus 0 Plus
Beberapa model motor melakukan pemajuan sudut (angle
Perbedaan dari target idle speed advancement) sesuai kondisi AC menyala atau mati.
Sebagai tambahan, beberapa model hanya melakukan
koreksi ini apabila putaran motor dibawah target.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Corrective Ignition Advance Control
[Link] ketukan
DLC3
CG Saat waktu pengapian standar tidak cocok, penyesuaian diperlukan.
Initial Fixed ignition Standard
Model motor ignition timing advance angle ignition timing PETUNJUK:
Type 1 10 BTDC 0 BTDC 10 BTDC Saat sinyal IDL mati, walaupun ada arus pendek antara terminal TE1 (TC) dan
E1 (CG), waktu pengapian tidak bisa diset. Untuk model-model akhir, waktu
Type 2 5 BTDC 5 BTDC 10 BTDC
pengapian tidak bisa disesuaikan karena sensor untuk sinyal G dan NE sudah
Type 3 7 BTDC 0 BTDC 7 BTDC tetap di motor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi
Turbocharger
Starter
Sistem ISC (Idle Speed Control) diberikan
STA IDL
sensor posisi throttle
dengan rangkaian yang mem-bypass throttle
valve, dan volume udara yang ditarik dari
Neutral start switch NSW
rangkaian bypass yang dikontrol oleh ISCV
SPD ECU ISCV (Idle Speed Control Valve).
ELS
A/C THW
ISCV menggunakan sinyal dari ECU motor
NE untuk mengontrol motor pada idling speed
optimal sepanjang waktu.
sensor kecepatan
kendaraan
Electric load Sensor Sistem ISC terdiri dari ISCV, ECU motor, dan
Supercharger temperatur air beragam sensor dan switch.
A/C amplifier
Deskripsi
Starter
STA IDL 1. Saat starter
sensor posisi throttle
Rangkaian bypass dibuka untuk meningkatkan
Neutral start switch NSW
kemampuan starter.
SPD ECU ISCV
ELS
A/C THW
NE
A/C amplifier
Deskripsi
Starter 2. Saat memanaskan motor
STA IDL
sensor posisi throttle Saat suhu pendingin rendah, idling speed
Neutral start switch NSW bertambah agar motor bekerja dengan baik
ECU (fast idle).
SPD ISCV Bila suhu pendingin naik, idling speed
ELS
berkurang.
A/C THW
NE
A/C amplifier
Deskripsi
Starter 3. Kontrol feedback dan kontrol estimasi
STA IDL
sensor posisi throttle • Saat menggunakan A/C
Neutral start switch NSW • Saat lampu depan menyala
SPD ECU ISCV • Saat gigi dipindah dari N ke D atau dari D
ELS ke N saat kendaraan dihentikan.
A/C THW
A/C amplifier
ISCV Throttle
control
2. Tipe yang mengontrol jumlah intake
motor udara menggunakan throttle valve:
Dengan tipe ini, katup proper throttle mengontrol
ECU ECU jumlah intake udara selama idling. Sistem ini
disebut ETCS-i (Electronic Throttle Control
ETCS-i System-intelligent), dan melakukan fungsi
Rotary solenoid type Tipe Stepper Motor kontrol lain selain kontrol jumlah intake udara
Supercharger
selama idling. Lihat "ETCS-i" pada kelompok
“Other Control System” pada bab untuk
detailnya.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Rotary Solenoid
[Link] Kerja
Tipe Rotary Solenoid
ISCV tipe rotary solenoid terdiri dari
kumparan, IC, magnet permanen, katup, dan
ditempelkan ke throttle body. IC menggunakan
duty signal dari ECU motor untuk mengontrol
A arah dan jumlah arus yang mengalir dalam
kumparan dan mengontrol jumlah udara yang
kumparan melewati throttle valve, merotasikan katup.
1. Cara Kerja
magnetpermanen A Valve Saat duty ratio tinggi, IC menggerakkan katup
ke Air intake dari Air cleaner
chamber ke arah bukaan, dan ketika duty rasio rendah,
buka IC menggerakkan katup ke arah menutup.
A-A cross section
Tinggi ISCV melakukan pembukaan dan penutupan
dengan cara ini.
Duty ratio kum
par
RSO IC an PETUNJUK:
Apabila ada masalah, misalnya rangkaian
ECU terbuka, yang menyebabkan listrik berhenti
Tutup mengalir ke ISCV, katup dibuka pada posisi
Rendah
tertentu oleh gaya magnet permanen. Ini akan
menjaga idling speed rata-rata 1000 hingga
1200 rpm.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Stepper Motor
[Link] Kerja
Tipe Stepper Motor
ISCV tipe motor stepper ditempelkan ke ruang intake. Katup yang
Valve
dipasang di ujung rotor masuk atau keluar akibat rotasi rotor untuk
Stopper pin
mengontrol volume udara yang mengalir dalam rangkaian bypass.
Ke Air intake
chamber
1. Cara Kerja
[Link] kerja
Motor step menggunakan prinsip menarik dan memantulkan magnet
permanen (rotor) ketika medan magnet dihasilkan listrik yang mengalir
Dari Air cleaner
dalam kumparan. Pada gambar di kiri bawah, arus mengalir pada C1
Rotor menyebabkan magnet tertarik. Ketika arus ke C1 diputus disaat yang
kumparan Stator sama, arus dibuat mengalir ke C2, dan magnet ditarik ke C2. Pergantian
Valve shaft
arus dari C3 dan C4 dengan cara yang sama digunakan untuk merotasi
magnet. Magnet juga dapat berotasi ke arah berlawanan dengan
mengubah arah arus dari C4 ke C3, C2, dan C1. Pengaturan digunakan
untuk memindahkan magnet ke posisi yang ditentukan sebelumnya.
TERIMAKSIH
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System