0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan114 halaman

Kontrol Komputer pada Motor Bensin

Sistem kontrol mesin bensin modern menggunakan komputer untuk mengontrol injeksi bahan bakar, waktu pengapian, dan parameter lainnya berdasarkan sinyal dari berbagai sensor untuk menjamin kinerja mesin yang optimal secara berkelanjutan.

Diunggah oleh

agung setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan114 halaman

Kontrol Komputer pada Motor Bensin

Sistem kontrol mesin bensin modern menggunakan komputer untuk mengontrol injeksi bahan bakar, waktu pengapian, dan parameter lainnya berdasarkan sinyal dari berbagai sensor untuk menjamin kinerja mesin yang optimal secara berkelanjutan.

Diunggah oleh

agung setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

ENGINE CONTROL
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Kontrol Komputer atas motor Bensin

Kontrol Komputer atas motor Bensin


motor bensin menghasilkan tenaga melalui ledakan
campuran bensin dan udara.
Tiga elemen penting motor bensin Tiga elemen penting agar motor bensin menghasilkan
tenaga:
1. Campuran udara-bahan bakar yang baik
1. Campuran udara-bahan 2. Kompresi yang baik 3. Loncatan api
2. Kompresi yang baik
bakar yang baik (spark) yang baik
3. Loncatan api (spark) yang baik

Untuk mendapatkan ketiga elemen ini secara simultan,


perlu dilakukan kontrol secara tepat terhadap formasi
campuran udara-bensin dan waktu loncatan api.

Sebelum tahun 1981, satu-satunya sistem kontrol motor


yang ada adalah EFI (Electronic Fuel Injection), yang
menggunakan komputer untuk mengontrol volume injeksi
bahan bakar. Selain EFI, sekarang terdapat sistem-sistem
kontrol komputer lain, termasuk ESA (Electronic Spark
Advance), ISC (Idle Speed Control), sistem diagnostik, dll.

REFERENSI:
Toyota menggunakan sistem kontrol komputer yang disebut
TCCS (Toyota Computer-Controlled System) untuk secara
optimal mengontrol injeksi bahan bakar, waktu pengapian,
drive train, sistem rem, dan sistem lain sesuai dengan
kondisi pemakaian motor dan kendaraan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Proses dari Kontrol Komputer

Proses dari Kontrol Komputer

Sensor Atuator
Agar komputer bekerja dengan baik, diperlukan
sistem yang komprehensif yang terdiri dari berbagai
alat-alat input dan output. Pada mobil, sensor-
sensor seperti water temperature sensor atau air
flow meter berhubungan dengan alat input. Dan
aktuator semacam injektor atau igniter berhubungan
dengan alat output. Di Toyota, komputer yang
mengontrol sebuah sistem disebut ECU (Electronic
Control Unit). Komputer yang mengontrol motor
disebut ECU motor (atau ECM*: Engine Control
Module). Sensor, aktuator, ECU motor
dihubungkan dengan wiring harness. Hanya setelah
Wire harness ECU motor memproses sinyal input dari sensor dan
output mengontrol sinyal ke aktuator, seluruh
sistem dapat beroperasi sebagai sistem kontrol
komputer.
*ECM adalah istilah SAE (Society of Automotive
Engineers) .
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem EFI (Electronic Fuel
Injection)

Garis Besar Sistem EFI (Electronic Fuel


Injection)
Sistem EFI menggunakan beragam sensor untuk
mendeteksi kondisi kerja motor dan kendaraan.
Sesuai dengan sinyal dari sensor-sensor ini, ECU
mengkalkulasikan volume injeksi bahan bakar yang
optimal dan mengoperasikan injektor untuk
menginjeksikan volume bahan bakar yang cukup.
Selama berkendara dengan normal, ECU motor
menentukan volume injeksi bahan bakar untuk
mencapai rasio teoritis udara-bahan bakar, untuk
memastikan tenaga, konsumsi bahan bakar, dan level
gas buangan yang baik secara simultan. Pada saat
lain, seperti selama pemanasan motor, akselerasi,
deselerasi, atau membawa beban berat, ECU motor
mendeteksi kondisi-kondisi tersebut dengan berbagai
sensor dan mengatur volume injeksi bahan bakar
untuk menjamin campuran udara-bahan bakar yang
Starting danwarm- Pengemudian Pengemudian optimal sepanjang waktu.
up constant-speed beban berat
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem ESA (Electronic Spark
Advance)

Garis Besar Sistem ESA (Electronic Spark Advance)


Sistem ESA mendeteksi kondisi motor berdasarkan sinyal
yang diberikan bebagai sensor, dan mengontrol busi untuk
menghasilkan loncatan api pada waktu yang tepat.
Berdasarkan putaran dan beban motor, ESA secara tepat
mengontrol waktu pengapian agar motor dapat
menghasilkan tenaga yang lebih baik, memurnikan gas
buangan, dan mencegah ketukan dengan cara yang efektif.

Supercharger
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem ISC (Idle Speed Control)

Garis Besar Sistem ISC (Idle Speed Control)


Sistem ISC mengontrol idle speed agar selalu cocok di
berbagai kondisi (pemanasan, beban listrik, dll.). Untuk
Fast idle meminimalisir konsumsi bahan bakar dan suara, motor
harus bekerja pada kecepatan serendah mungkin dan
menjaga kondisi idling yang stabil. Dan lagi, idle speed
harus ditingkatkan untuk menjamin pemanasan yang
memadai saat motor dingin atau AC sedang digunakan.

Kecepata
Idle-up
n motor

START Idle setelah


warm-up
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Garis Besar Sistem Kontrol motor Garis besar Sistem Diagnostik

Garis Besar Sistem Diagnostik

motor ECU memiliki sistem diagnostik. ECU secara


konstan memonitor sinyal-sinyal yang di-input oleh
berbagai sensor. Bila ECU mendeteksi kerusakan
pada sinyal input, ECU merekam kerusakan dalam
CHECK bentuk DTCs (Diagnostic Trouble Codes) dan
menyalakan MIL (Malfunction Indicator Lamp). Bila
perlu, ECU dapat meng-output DTCs dengan
menyalakan MIL atau menampilkan DTCs atau data
lain pada layar tester genggam. Fungsi diagnostik
yang meng-output DTCs dan data kerusakan pada
tester genggam adalah bentuk sistem elektronik yang
canggih dan rumit. Karena sebuah sistem diagnostik
harus menuruti peraturan yang berlaku di suatu
negara, isinya pun berbeda sesuai negaranya.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Sistem kontrol motor terdiri dari tiga grup, termasuk sensor-sensor (dan
sinyal output sensor), ECU motor, dan aktuator. Bab ini menjelaskan
tentang sensor (sinyal), rangkaian daya dan rangkaian ground, dan
Sensor Actuator tegangan-tegangan terminal sensor.
Fungsi-fungsi ECU motor dibedakan menjadi kontrol EFI, kontrol ESA,
Sensor ECU motor Actuator
kontrol ISC, fungsi diagnosis, fungsi fail-safe dan backup, dan fungsi-
Sensor Actuator fungsi lain. Fungsi-fungsi ini dan fungsi-fungsi aktuator dijelaskan dalam
bab yang berbeda.

ECU motor

EFI ESA ISC

Other
function
Fail-safe
Diagnosis & backup Other
function
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Daya

[Link] oleh ignition switch


[Link] oleh ECU motor
Rangkaian Daya
Rangkaian daya adalah rangkaian listrik yang mensuplai daya ke ECU
motor. Rangkaian ini termasuk ignition switch, relay utama EFI. dll.
Rangkaian daya yang digunakan kendaraan terdiri dari dua tipe berikut.

Engine ECU
EFI BATT

Ignition +B
switch
+B1*

EFI E1
main
relay

Hanya beberapa
model
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Daya

[Link] oleh ignition switch

Rangkaian Daya
[Link] oleh ignition switch
Sebagaimana tampak pada gambar, diagram menunjukkan tipe dimana relay
utama EFI dioperasikan langsung dari ignition switch.
Pada saat ignition switch dinyalakan, arus mengalir ke kumparan relay utama
EFI, dan menutup kontak. Ini akan mensuplai daya ke terminal-terminal +B
Engine ECU dan +B1 dari ECU motor.
Tegangan batere selalu disuplai ke terminal BATT dari ECU motor untuk
EFI BATT mencegah kode diagnostik dan data lain dalam memori terhapus ketika ignition
Ignition switch dimatikan.
switch +B

+B1*
EFI main relay
E1

* Some models only


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Daya

[Link] oleh motor ECU

[Link] oleh motor ECU


Rangkaian daya pada gambar adalah tipe dimana operasi relay utama EFI
Ignition dikontrol oleh motor ECU.
ECU motor
switch Untuk tipe ini, daya harus disuplai ke ECU motor beberapa detik setelah
IGSW ignition switch dimatikan. Karenanya, ON dan OFF dari relay utama EFI
dikontrol oleh motor ECU. Ketika ignition switch diset ke ON, tegangan
EFI BATT
batere disuplai ke terminal IGSW dari motor ECU,dan rangkaian kontrol
+B relay utama EFI pada ECU motor mengirimkan sinyal ke terminal M-REL
M-REL
dari ECU, dan menyalakan relay utama EFI. Sinyal ini menyebabkan arus
A/F HTR relay mengalir ke kumparan, menutup kontak relay utama EFI dan mensuplai daya
E1
EFI ke terminal +B dari motor ECU.
Key
main relay
unlock
Tegangan batere selalu disuplai ke terminal BATT dengan alasan yang sama
warning untuk tipe yang dikontrol ignition switch.
switch Selain itu, beberapa model mengikutsertakan relay khusus untuk sensor rasio
udara-bahan bakar rangkaian pemanas, yang membutuhkan arus dalam
jumlah besar.

REFERENSI:
rasio udara-bahan
bakar sensors Pada model-model dimana ECU motor mengontrol sistem engine
immobiliser, relay utama EFI juga dikontrol dengan sinyal switch peringatan
membuka kunci (key unlock warning switch).
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Rangkaian Ground

[Link] untuk operasi ECU motor (E1)


[Link]-ground sensor (E2, E21)
[Link]-ground untuk operasi aktuator (E01,
E02)
Rangkaian Ground
ECU motor memiliki rangkaian ground dasar berikut ini.
ECU motor [Link] untuk operasi ECU motor (E1)
Sensors Terminal E1 adalah terminal ground unit ECU motor, dan biasanya
terkoneksi tertutup ke ruang intake udara motor.
[Link]-ground sensor (E2, E21)
Terminal-terminal E2 dan E21 adalah terminal-terminal ground
Actuators
sensor, dan mereka terkoneksi ke terminal E1 dari ECU motor.
E2 +B Mereka mencegah sensor dari mendeteksi nilai tegangan yang salah
dengan cara menjaga potensial ground sensor dan potensial ground
E21 ECU motor pada level yang sama.
+B
E1 [Link]-ground untuk operasi aktuator (E01, E02)
E01 Terminal-terminal E01 dan E02 adalah terminal-terminal ground
aktuator, misalnya untuk aktuator, katup ISC, dan heater sensor rasio
udara-bahan bakar, dan, seperti dengan terminal E1, mereka
E02 terkoneksi tertutup ke ruang intake udara motor.

Air intake chamber


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

Tegangan Terminal Sensor


ECU
BATT Sensor mengkonversikan berbagai informasi
Constant-voltage menjadi perubahan tegangan yang dapat
+B circuit dideteksi oleh ECU motor. Ada banyak tipe
sinyal sensor, tetapi ada lima tipe metode utama
sensor posisi throttle untuk mengkonversikan informasi menjadi
5V 5V
tegangan. Dengan memahami karakteristik
VC
tipe-tipe ini, kita dapat menentukan selama
pengukuran apakah tegangan terminal benar
0-5V
atau tidak.
Microprocessor

E2
E1
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

Tegangan Terminal Sensor


• Menggunakan tegangan VC (VTA, PIM)
Tegangan konstan 5 V (tegangan 5 V) untuk
mengoperasikan mikroprosesor diciptakan
di dalam ECU motor oleh tegangan batere.
Tegangan konstan ini, yang disuplai sebagai
ECU sumber daya sensor, adalah tegangan
BATT terminal VC.
Constant-voltage Pada sensor tipe ini, tegangan (5 V)
+B circuit
diberikan di antara terminal-terminal VC
dan E2 dari rangkaian tegangan konstan
sensor posisi throttle pada ECU motor sebagaimana terlihat pada
5V 5V
gambar. Kemudian, sensor ini
VC
menggantikan bukaan throttle valve yang
terdeteksi atau tegangan intake manifold
0-5V
untuk perubahan tegangan antara 0 dan 5 V
Microprocessor
agar dapat meng-output.
PETUNJUK SERVIS:
E2
Apabila rangkaian tegangan konstan rusak
E1
atau terjadi arus pendek pada rangkaian VC,
suplai daya ke mikroprosesor akan diputus,
menyebabkan ECU motor berhenti
berfungsi dan motor berhenti.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

2. Using a thermistor (THW, THA)


Tegangan Terminal Sensor
2. Menggunakan thermistor (THW, THA)
Nilai resistansi thermistor berubah sesuai
dengan suhu. Karenanya, thermistor digunakan
pada alat-alat seperti water temperature sensor
ECU
dan intake air temperature sensor, untuk
mendeteksi perubahan suhu.
5V Constant-voltage Sebagaimana tampak dalam gambar, tegangan
circuit disuplai ke thermistor sensor dari rangkaian
tegangan konstan (5 V) pada ECU motor
R melalui resistor R. Properti thermistor
A digunakan oleh ECU motor untuk medeteksi
Microprocessor suhu dengan menggunakan perubahan
tegangan pada titik A pada gambar.
Sensor Ketika thermistor atau rangkaian wire harness
(Thermistor)
terbuka, tegangan pada titik A menjadi 5 V, dan
E2 ketika terjadi arus pendek dari titik A ke sensor,
tegangan menjadi 0 V. Dan, ECU motor akan
E1
mendeteksi kerusakan dengan menggunakan
fungsi diagnosis.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

Tegangan Terminal Sensor


ECU 3. Menggunakan tegangan ON/OFF
(1)Peralatan yang menggunakan switch (IDL,
NSW)
5V Constant-voltage Saat tegangan diset ON dan OFF, sensor akan
circuit
mendeteksi kondisi switch ON/OFF.
Sensors Tegangan 5 V diberikan ke switch oleh ECU
(Transistor (Switch motor. Tegangan terminal ECU motor adalah 5
used) digunak
an) Microprocessor V saat switch OFF, dan 0 V saat switch ON.
ECU motor menggunakan perubahan pada
tegangan ini untuk mendeteksi kondisi sensor.
Sebagai tambahan, beberapa peralatan
menggunakan batere 12 V.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

Tegangan Terminal Sensor


ECU 4. Menggunakan suplai tenaga selain dari
ECU motor (STA, STP)
ECU motor menentukan apakah sebuah alat
Switch
lampu stop bekerja dengan mendeteksi tegangan yang
Microprocessor diberikan saat peralatan listrik yang lain
sedang bekerja.
Gambar menunjukkan rangkaian lampu
rem, dan ketika switch pada posisi ON,
Stop lamp
tegangan batere 12 V diberikan ke terminal
ECU motor, dan saat switch di posisi OFF,
tegangan menjadi 0 V.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Pengetahuan Awal Tegangan Terminal Sensor

Tegangan Terminal Sensor


ECU 5. Menggunakan tegangan yang dihasilkan
oleh sensor (G, NE, OX, KNK)
Karena sensor menghasilkan dan meng-output
daya sendiri, tegangan tidak perlu diberikan ke
sensor.
ECU motor menentukan kondisi kerja dengan
Microprocessor
tegangan dan frekuensi daya yang dihasilkan.
PETUNJUK:
Pickup coil
Sewaktu memeriksa tegangan terminal ECU
motor, sinyal NE, sinyal KNK, [Link] output
dalam bentuk gelombang AC. Oleh karena itu,
pengukuran yang akurat dapat dilakukan
dengan menggunakan oskiloskop.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

Meteran massa aliran udara:


Tipe Hot-wire Air Flow Meter
Meteran volume aliran udara:
Tipe vane dan tipe karman Air flow meter adalah salah satu dari sensor
vorteks optis yang paling utama sebab digunakan di EFI tipe
L untuk mendeteksi massa atau volume intake
Hot-wire type Vane type udara.
ke Air intake Sinyal dari massa atau volume intake udara
chamber
digunakan untuk mengkalkulasi durasi injeksi
dasar dan sudut dasar pengapian.
Air flow meter terbagi menjadi dua, meteran
to Air intake
chamber yang mendeteksi massa intake udara, dan
meteran volume aliran udara, massa intake
Dari Air cleaner Dari Air cleaner udara, dan meteran volume volume aliran
udara, urutan tipe termasuk dibawah ini.
Optical Karman vortex type
Meteran massa aliran udara:
Tipe Hot-wire
Meteran volume aliran udara:
ke Air intake Tipe vane dan tipe karman vorteks optis
Dari Air cleaner Karman chamber
Air flow vortexes Pada saat ini, kebanyakan model
menggunakan tipe hot-wire karena ia memiliki
akurasi pengukuran yang lebih baik, bobot
ringan dan daya tahan yang baik.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

[Link] Hot-wire

Air Flow Meter


[Link] Hot-wire
1)Konstruksi
Sebagaimana ditunjukkan dalam ilustrasi, konstruksi tipe hot-wire akan
air flow meter sangat sederhana.
Air flow meter yang kecil dan ringan sebagaimana ditunjukkan di
ilustrasi di kiri adalah tipe plug-in yang dipasang di saluran udara, dan
menyebabkan bagian intake air mengalir melalui area deteksi.
Sebagaimana ditunjukkan pada ilustrasi, sebuah hot-wire dan thermistor,
yang digunakan sebagai sensor, dipasang pada area deteksi. Dengan
Intake air temp. mengukur langsung intake air mass, ketepatan deteksi ditingkatkan dan
sensor
hampir tidak ada tahanan intake udara. Sebagai tambahan, karena tidak
Thermistor Air flow ada mekanisme khusus, meteran ini mempunyai daya tahan yang sangat
Platinum hot-wire baik.
Air flow meter yang ditunjukkan pada ilustrasi juga mempunyai sensor
temperatur intake air terpadu.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

Air Flow Meter


arus (2)Pengoperasian dan fungsi
Seperti ditunjukkan pada gambar, arus mengalir ke hot-wire (alat
Intake air pemanas) menyebabkannya jadi panas. Ketika udara mengalir di sekitar
kawat, hot-wire didinginkan sesuai dengan massa intake udara. Dengan
dingi
n
mengendalikan arus yang mengalir ke hot-wire untuk menjaga
temperatur hot-wire tetap, arus menjadi sebanding dengan massa intake
udara. Massa intake udara kemudian bisa diukur dengan mendeteksi
Hot-wire (heater)* arus. Dalam hal tipe hot-wire, arus ini diubah menjadi tegangan yang
*temperatur konstan
kemudian di output ECU motor dari terminal VG.

5V
Output voltage (VG)

0 Intake air mass (g/sec.)


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

To air intake chamber via throttle valve

From air cleaner

From air cleaner To air intake chamber


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

To air intake chamber


via throttle valve

From air cleaner


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

Air Flow Meter


(3)Rangkaian dalam
meteran aliran
udara ECU motor Pada air flow meter, seperti ditunjukkan pada gambar, hot-wire
disatukan ke dalam rangkaian jembatan. Rangkaian jembatan ini
Operation memiliki karaketeristik dari potential titik-titik A dan B sama apabila
amplifier
produk resistansi sepanjang garis adalah sama dengan ([Ra+
Ra
(thermistor) Rh (hot-wire;heater) R3]·R1=Rh·R2).
Air VG Saat hot-wire didinginkan oleh intake udara, resitansi berkurang,
menyebabkan perbedaan potensial titik-titik A dan B. Amplifier
R3
mendeteksi perbedaan ini dan menyebabkan meningkatnya tegangan
A B pada rangkaian (meningkatkan arus mengalir ke hot-wire (Rh)). Saat ini
R1
VG selesai, suhu hot-wire (Rh) naik lagi menyebabkan naiknya resistansi
R2
sampai potensial titik-titik A dan B sama (tegangan pada A dan B
menjadi tinggi).
Dengan memanfaatkan properti rangkaian jembatan ini, air flow meter
dapat mengukur massa intake udara dengan mendeteksi tegangan titik B.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Meteran Aliran Udara

Air Flow Meter


Pada sistem ini, suhu hot-wire (Rh) dijaga agar nilai konstan lebih tinggi
meteran aliran ECU motor dari suhu intake udara dengan menggunakan thermistor (Ra). Karena
udara
massa intake udara dapat diukur dengan akurat walaupun suhunya
Operation berubah, tidak perlu bagi ECU motor untuk mengoreksi durasi injeksi
amplifier
bahan bakar untuk suhu intake udara.
Ra (thermistor)
Rh (hot-wire;heater) Tambahan lagi, saat densitas udara meningkat pada ketinggian, kapasitas
Air VG pendinginan udara menurun sama dengan volume intake udara pada
R3
garis batas laut. Sebagai hasilnya, jumlah pendinginan untuk hot-wire
dikurangi. Karena massa intake udara terdeteksi juga naik, koreksi
A B kompensasi ketinggian tidak diperlukan.
VG PETUNJUK:
R2 R1
Tegangan (V) dibutuhkan untuk menaikkan suhu hot-wire (Rh) ke
jumlah ?T dari suhu intake udara konstan sepanjang waktu walaupun
suhu intake udara berubah. Juga, kapasitas pendinginan selalu
Hot-wire (Rh) temp. berbanding dengan massa intake udara. Konsekwensinya, bila massa
20C+ T intake udara tetap, output air flow meter tidak akan berubah walaupun
0C+ T
suhu intake udara berubah.
V V Intake air temp.
20C+
0C+
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Manifold Pressure Sensor (Vacuum Sensor)

Manifold Pressure Sensor (Vacuum Sensor)


Manifold pressure sensor digunakan dengan EFI tipe D untuk
menyensor intake manifold pressure. Ini adalah salah satu sensor
Vacuum chamber penting pada EFI tipe D.
Silicon chip Manifold pressure Dengan maksud IC dibangun ke dalam sensor ini, manifold pressure
sensor ECU motor
VC sensor mendeteksi intake manifold pressure sebagai sinyal PIM. motor
R
5V ECU kemudian menentukan waktu injeksi dasar dan basic ignition
PIM
advance angle pada dasar sinyal PIM. Sebagaimana ditunjukkan pada
E2
ilustrasi, silicon chip dikombinasikan dengan vacuum chamber yang
E1
dijaga pada vacuum yang ditentukan digabungkan ke dalam sensor unit.
Filter to Intake manifold
Satu sisi chip dipaparkan ke intake manifold pressure dan sisi lainnya
Silicon chip dipaparkan ke internal vacuum chamber. Karena itu, koreksi kompensasi
Intake manifold pressure ketinggian tinggi (high-altitude compensation correction) tidak
(V)
diperlukan karena intake manifold pressure dapat diukur dengan akurat
4
bahkan ketika ketinggian berubah. Perubahan di intake manifold
Output voltage (PIM)

pressure menyebabkan bentuk silicon chip berubah, dan nilai hambatan


3 chip berfluktuasi sehubungan dengan sudut deformasi.
2
Sinyal voltase ke dalam yang mana fluktuasi nilai hambatan diubah
dengan IC adalah sinyal PIM.
1

0 20 60 100 kPa
PETUNJUK SERVIS:
(760) (610) (310) (10) (mmHg Apabila vacuum hose yang terhubung ke sensor lepas, volume injeksi
Intake manifold pressure [Vacuum]) bahan bakar akan mencapai maksimum, dan motor tidak bekerja dengan
(tekanan absolut)
baik. Sebagai tambahan, bila konektor lepas, motor ECU akan berganti
ke fail-safe mode.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Throttle

Throttle Position Sensor


Throttle position sensor dipasang pada throttle body. Sensor mengubah
Throttle body
sudut bukaan throttle ke voltase, yang dikirim ke ECU motor
sensor posisi
sebagaimana sinyal bukaan throttle (VTA). Sebagai tambahan, beberapa
throttle piranti melakukan output akan sinyal individual IDL. Yang lain
menentukannya pada keadaan idle ketika voltase VTA di bawah nilai
standar.
Saat ini, dua tipe, tipe linear dan tipe hall element , digunakan. Sebagai
tambahan, output 2-sistem digunakan untuk meningkatkan kehandalan.

Linear type Tipe Hall element

Hall IC
Magnets
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Tipe On-Off

Tipe On-Off
Tipe throttle position sensor ini menggunakan
PSW
E idle (IDL) contact dan power (PSW) contact
IDL
untuk mendeteksi apakah motor idling atau
bekerja dengan beban berat. Ketika throttle
ECU motor
sensor posisi
throttle valve tertutup sepenuhnya, IDL contact dalam
IDL +B or 5V
ON dan PSW contact dalam OFF.
E
ECU motor menentukan motor dalam
PSW +B or 5V
keadaan idling. Ketika pedal gas ditekan, IDL
contact mati, dan ketika throttle valve terbuka
On
di atas titik tertentu, PSW contact berubah
IDL E Off
ON, di waktu itu ECU motor menentukan
Off
On
motor bekerja dalam beban berat.
PSW E

Throttle valve Open


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Throttle

[Link] type Throttle Position Sensor


[Link] Linear
Slider (contact for Sebagaimana tergambar pada ilustrasi, sensor ini
IDL signal)
Closed terdiri dari dua slider dan sebuah resistor, dan
E2
IDL
kontak untuk sinyal IDL dan VTA disediakan pada
VTA setiap ujungnya. Ketika kontak menggeser
VC
Open
sepanjang resistor selaras dengan sudut bukaan
sensor posisi ECU motor
Resistor throttle throttle valve, voltase diberikan ke VTA terminal
VC
Slider (contact for (Open) VTA
5V secara proporsional kepada sudut bukaan throttle.
VTA signal)
IDL
+B
Ketika throttle valve sepenuhnya tertutup, kontak
E2
sinyal IDL dihubungkan dengan IDL dan terminal
(Closed) E1
E2.
5 12
to other ECU (s)
PETUNJUK:
Throttle position sensor tipe linier belakangan ini
Output voltage (V)

Output voltage (V)

5 5
menyertakan model tanpa IDL contact atau model
IDL output

VTA2

tpu
t yang mempunyai IDL contact tapi tidak terhubung
ou
VT
A VTA1 dengan ECU motor. Model tersebut menggunakan
Idling Terbuka Tertutup Terbuka VTA signal untuk melakukan learned control dan
Closed Throttle Open Closed Open
Throttle penuh
valve
penuh penuh
valve mendeteksi kondisi idling. Beberapa model
menggunakan output 2-sistem (VTA1, VTA2) untuk
meningkatkan kemampuan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Throttle

[Link] Hall element Throttle Position Sensor


[Link] Hall element
Throttle position sensor tipe hall element terdiri
Throttle valve dari sebuah hall IC yang terbuat dari hall element
dan magnet yang berotasi sekelilingnya. Magnet
dipasang di atas sumbu-sumbu yang sama dengan
throttle shaft dan berotasi bersama dengan throttle
valve. Ketika throttle valve terbuka, magnet berotasi
Hall IC
Magnets pada waktu yang sama, dan magnet mengubah
(untuk sensor posisi posisinya. Pada saat ini, hall IC mendeteksi
throttle) Throttle shaft
perubahan di magnetic flux yang disebabkan
sensor posisi
throttle ECU motor Output perubahan pada posisi magnet, dan menyebabkan
Magnet voltage (V) hall effect mengeluarkan voltase dari terminal VTA1
5
VTA1 VTA2 dan VTA2 sehubungan dengan jumlah perubahan.
Hall
C E
5V
Sinyal ini dikirim ke ECU motor sebagai sinyal
Hall VC VTA1
C
VTA2
bukaan throttle valve.
0
Throttle valve
Sensor ini tidak hanya mendeteksi dengan akurat
Magnet Throttle valve
tertutup penuh Terbuka penuhbukaan throttle valve, tapi juga menggunakan
Sudut bukaan Throttle valve
metode non-kontak dan konstruksinya sederhana
sehingga tidak mudah rusak. Sebagai tambahan,
untuk menjaga kemampuan sensor, sinyal output
dari dua sistem mengeluarkan sinyal dengan
karakteristik yang berbeda.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Pedal Gas

[Link] type
Accelerator Pedal Position Sensor
Sensor ini mengkonversi banyaknya
tekanan pada pedal (sudut) ke sinyal
listrik yang lalu dkirim ke ECU motor.
Untuk menjamin keakuratan, sensor
Sensor Sensor ini meng-output sinyal dari dua
operational operational
Sensor Posisi Pedal
Gas range Tertutup range sistem dengan output yang berbeda.
Terbuka
Jangkauan penuh
penuh Jangkauan Ada dua tipe sensor ini, tipe linear
operasionalP operasionalP
edal edal dan tipe hall element.
Tertutup
[Link] Linear
Terbuka
penuh penuh Rancangan dan cara kerja sensor ini
pada dasarnya sama dengan throttle
position sensor tipe linear.
EP2 VPA2 VCP2 EP1 VPA VCP1 Dari sinyal kedua sistem, satu adalah
5V sinyal VPA yang secara linear meng-
Output voltage

VPA2
output tegangan di dalam rentang
penekanan pedal gas. Satunya lagi
VPA
adalah sinyal VPA2, yang meng-
0 Tertutup Terbuka output tegangan offset dari sinyal
penuh penuh
pedal gas depressed angle
VPA.
PETUNJUK SERVIS:
Sensor ini harus dicocokkan dengan
sangat hati-hati dan akurat. Ganti
rakitan pedal gas apabila sensornya
rusak.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Posisi Pedal Gas

2. Tipe Hall element

Accelerator Pedal Position


Sensor
Magnet 2. Tipe Hall element
Rancangan dan cara kerjanya
pada dasarnya sama seperti
Hall IC pedal gas arm
throttle position sensor tipe
Sensor Posisi Pedal hall elemen.
Gas
Magnet
V Untuk menjaga kehandalan,
VPA 5
rangkaian listrik independen
Output voltage

EPA VPA2
Hall VCPA diberikan untuk tiap-tiap
C Engine
Hall
VPA2 ECU
VPA
sistem.
C EPA2 0
VCP2 Tertutu Terbu
p ka
Magnet penuh
Sudut penekanan pedal gas penuh
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Generator Sinyal G dan NE

Generator Sinyal G dan NE


Sinyal G dan NE dihasilkan
Camshaft position sensor
kumparan pickup, dimana
camshaft position sensor atau
crankshaft position sensor, dan
lempengan sinyal atau timing
Crankshaft position sensor
rotor memberikan informasi.
Informasi dari dua sinyal ini
dikombinasikan dengan ECU
motor untuk secara menyeluruh
mendeteksi sudut crankshaft
atau putaran motor.
Dua sinyal ini penting untuk
Crankshaft position sensor sensor posisi camshaft
sistem EFI dan sistem ESA.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Tipe In-distributor

Tipe In-distributor
G signal timing rotor
Pada gambar, tipe ini memiliki
NE signal timing rotor
timing rotor dan kumparan
G pickup coil NE pickup coil pickup pada distributornya
Distributor NE pick-up coil untuk sinyal G dan NE.
shaft
NE signal timing
Jumlah gigi pada rotor dan
G signal timing
rotor rotor jumlah kumparan pickup
berbeda tergantung model
G pickup coil
motor. ECU motor
1 turn of timing rotor
1/2 turn of timing rotor mendapatkan informasi sudut
180CA (crankshaft angle) crankshaft, yang berfungsi
NE signal sebagai standar, dari sinyal G,
G signal
dan informasi putaran motor
30CA
dari sinyal NE.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Generator Sinyal G dan NE

[Link] posisi camshaft Generator Sinyal G dan NE


(Generator sinyal G) [Link] position sensor (Generator sinyal G)
Pada camshaft diseberang camshaft position sensor
adalah lempeng sinyal G dengan tonjolan. Nomor
ECU motor tonjolan ini adalah 1, 3, atau nomor lain tergantung
G22
dari model motor. (Ada tiga tonjolan pada gambar.)
G G22
NE
Saat camshaft berotasi, celah udara antara tonjolan
NE NE pada camshaft dan sensor berubah. Perubahan ini
E1
menghasilkan tegangan pada kumparan pickup pada
sensor. Ini akan menghasilkan sinyal G. Sinyal ini
dikirim sebagai informasi standar tentang sudut
crankshaft ke ECU motor, yang
mengkombinasikannya dengan sinyal NE dari
720CA crankshaft position sensor untk menentukan
kompresi TDC (Top Dead Center) tiap silinder untuk
G signal
pengapian dan mendeteksi sudut crankshaft. ECU
360CA motor menggunakannya untuk menentukan durasi
NE signal injeksi dan waktu pengapian.
10CA 30CA
PETUNJUK SERVIS:
Saat sinyal G dari sensor tidak diterima ECU motor,
ada model dimana motor tetap bekerja, dan model
yang lain dimana motor akan berhenti.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Generator Sinyal G dan NE
Sensor dan Sinyal

Generator Sinyal G dan NE


2. Sensor posisi crankshaft
(generator sinyal NE)
2. Crankshaft position sensor (generator sinyal NE)
Sinyal NE digunakan ECU motor untuk mendeteksi
sudut crankshaft dan putaran motor. ECU motor
ECU motor
mengunakan kedua sinyal untuk menghitung durasi
G22 injeksi dan sudut dasar pengapian lanjut.
G G22 Seperti sinyal G, sinyal NE dihasilkan celah udara
NE
NE NE antara crankshaft position sensor dan tonjolan pada
E1
sekeliling timing rotor pada crankshaft.
Gambar menunjukkan tipe generator sinyal dengan
34 tonjolan dan area dengan dua gigi yang
menghilang. ECU motor mengkombinasikan kedua
720CA
sinyal untuk secara lengkap dan akurat menentukan
sudut crankshaft. Sebagai tambahan, beberapa
G signal generator sinyal memiliki 12, 2 atau jumlah tonjolan
lain, tapi akurasi deteksi sudut crankshaft bervariasi
360CA
tergantung jumlah tonjolan. Sebagai contoh, tipe
NE signal
dengan 12 tonjolan memiliki akurasi deteksi sudut
10CA 30CA
crankshaft 30°CA.
PETUNJUK SERVIS:
Saat sinyal NE dari sensor tidak diterima oleh ECU
motor, ECU motor menghentikan motor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Suhu Air/ Sensor Suhu Intake Udara

Water Temperature Sensor/Intake


Air Temperature Sensor
Kedua sensor memiliki thermistor
Water temperatur sensor Intake air temperatur sensor terpadu, dimana semakin rendah
suhunya, semakin besar nilai
resistansinya. Sebaliknya, semakin
Thermistor Intake air temp.
tinggi suhunya, semakin rendah nilai
40
sensor resistansinya. Dan perubahan nilai
20
10
Air flow resistansi ini digunakan untuk
8
6 mendeteksi perubahan suhu
Resistance (k)

4 ECU motor
2 THW pendingin dan intake udara.
1
0.8
(THA) 5V
Pada gambar, resistor terpadu ECU
0.6 E2
0.4
THW
(THA) E2 E1
motor dan thermistor pada sensor
0.2
dihubungkan secara serial dalam
-20 0 20 40 60 80 100 120
rangkaian listrik supaya tegangan
(-4) (32) (68) (104) (140) (176) (212) (248)
sensor temperatur air sinyal dideteksi oleh ECU motor
Temperatur C(F) (sensor temperatur intake air)
berubah sesuai dengan perubahan
resistasi thermistor. Saat suhu
pendingin atau intake udara rendah,
resistansi thermistor besar,
menghasilkan tegangan tinggi pada
sinyal THW dan THA
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Suhu Air/ Sensor Suhu Intake Udara

Water Temperature Sensor/Intake Air


sensor temperatur air sensor temperatur intake air
Temperature Sensor
2. Intake air temperature sensor
Sensor ini mengukur suhu intake
Thermistor Intake air temp.
sensor udara. Jumlah dan densitas udara
40
20
Air flow
berubah sesuai dengan suhu udara.
10
8 Karenanya, walaupun jumlah yang
6
Resistance (k)

4 ECU motor dideteksi meteran sama, jumlah


2 THW
1 (THA) 5V bahan bakar yang diinjeksikan harus
0.8
0.6
0.4
THW E2 dikoreksi. Tetapi, meteran tipe hot-
(THA) E2
0.2
E1
wire langsung mengukur massa
udara. Karena itu, koreksi tidak
-20 0 20 40 60 80 100 120
(-4) (32) (68) (104) (140) (176) (212) (248)
sensor temperatur air
diperlukan.
Temperatur C(F) (sensor temperatur intake air)
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Oksigen (Sensor O2)

Oxygen Sensor (Sensor O2)


Untuk memaksimalkan fungsi pemurnian motor dengan TWC (Three-Way Catalytic
Converter), rasio udara-bahan bakar harus sedekat mungkin dengan rasio teoritis.
Oxygen sensor mendeteksi apakah konsentrasi oksigen pada gas buangan banyak
udara
atau sedikit dari rasio teoritis. Sensor dipasang di exhaust manifold, tapi lokasi dan
ambien nomornya tergantung motor.
Flange Sensor ini mengandung elemen yang terbuat dari zirkonum oksida (ZrO2), yang adalah
sejenis keramik. Bagian dalam dan luar elemen ini dilapisi lapisan tipis platinum. Udara
Platinum
disekitar diarahkan ke dalam sensor dan bagian luar sensor dipaparkan ke gas
buangan.
Zirconia element
Platinum
Pada suhu tinggi (400°C [752°F] dan lebih), elemen zirkonium menghasilkan tegangan
akibat perbedaan konsentrasi oksigen di dalam dan di luar elemen zirkonium.
Sebagai tambahan, platinum bertindak sebagai katalis untuk menghasilkan reaksi kimia
Exhaust gas antara oksigen dan karbon monoksida (CO) dalam gas buangan. Ini mengurangi
Lapisan jumlah oksigen dan meningkatakan sensitivitas sensor.
pelindung rasio uadara-bahan bakar
teoritikal Saat campuran udara-bahan bakar tipis, terdapat banyak oksigen di gas buangan, dan
ECU
1
ada sedikit perbedaan konsentrasi oksigen diluar dan didalam elemen zirkonium.
0.45V 5V Karenanya, elemen hanya menghasilkan tegangan kecil (hampir 0 V). Sebaliknya,
Output voltage (V)

Tak ada Bnyak OX apabila campuran kaya, hampir tidak ada oksigen di gas buangan. Dan ada perbedaan
udara ke udara ke
dalam gas dalam gas sensor
konsentrasi yang besar di luar dan didalam sensor, sehingga elemen menghaslkan
R
buangan buangan oksigen tegangan yang cukup besar (sekitar 1 V).
E1 Berdasarkan sinyal putput OX oleh sensor, ECU motor menaikkan atau menurunkan
0
volume injeksi bahan bakar agar rasio udara-bahan bakar rata-rata dekat dengan rasio
Lebih Lebih teoritis.
kaya sedikit
rasio udara- Beberapa sensor oksigen zirkonium memiliki pemanas untuk memanaskan elemen.
bahan bakar Pemanas ini dikontrol oleh ECU motor. Saat jumlah intake udara rendah (atau suhu gas
buangan rendah), arus dikirim ke pemanas untuk memanaskan sensor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Rasio Udara-Bahan bakar (A/F)

Sensor Rasio Udara-Bahan bakar (A/F)


sensor rasio udara- Seperti pada oxygen sensor. Sensor rasio mendeteksi konsentrasi
(V) bahan bakar (V) ECU motor
4.2 1
oksigen dalam gas buangan.
AF+ Oxygen sensor konvensional bekerja sedemikian sehingga
A/F sensor data

3.3V

sensor output
sensor tegangan output cenderung berubah secara drastis di batasan rasio
Oxygen
Air fuel
oksigen
ratio teoritis. Sebagai perbandingan, sensor rasio memberikan tegangan
sensor konstan untuk mendapatkan tegangan yang hampir proporsional
3.0V dengan konsentrasi oksigen. Ini meningkatkan akurasi deteksi
2.2 0.1 AF -
11 14.7 19 rasio.
rasio udara-bahan
bakar Gambar output menunjukkan rasio udara-bahan bakar pada
Output characteristics display tester genggam. Rangkaian yang menjaga tegangan
High konstan pada terminal AF+ dan AF- dari ECU motor dibuat.
(rich) Karenanya, kondisi output sensor rasio tidak bisa dideteksi
OX sensor
output
voltmeter. Harap gunakan tester genggam.
Low Karakteristik output sensor rasio udara-bahan bakar
( lean) memungkinkan koreksi segera setelah ada perubahan dalam rasio,
Hig ( lean) akselerasi deselerasi
keras keras yang menyebabkan koreksi feed back rasio udara-bahan bakar
A/F sensor lebih cepat dan akurat. Seperti pada beberapa oxygen sensor,
data sensor rasio udara-bahan bakar juga memiliki pemanas ntuk
menjaga performa pendeteksian saat suhu buangan rendah.
Low
(rich) Namun, heater sensor rasio memiliki lebih banyak arus dibanding
pemanas di dalam oxygen sensor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Kecepatan Kendaraan

[Link] type

Engine Speed Sensor


Sensor mendeteksi kecepatan aktual kendaraan.
Transmission
output shaft Sensor meng-output sinyal SPD, dan ECU motor menggunakan sinyal
ini terutama untuk mengontrol sistem ISC dan rasio udara-bahan bakar
selama akselerasi dan deselerasi, dan kegunaan lain.
Tipe-tipe MRE (Magnetic Resistance Element) adalah tipe utama speed
sensor, tetapi akhir-akhir ini banyak model menggunakan sinyal SPD
dari ECU ABS.
[Link] MRE
(1)Konstruksi
Driven gear
Speed sensor Sensor ini dipasang di transaxle, transmisi, atau transfer, dan
dikendalikan dengan drive gear dari poros output (output shaft).
Pada gambar, sensor terpadu dan terdiri dari HIC (Hybrid Integrated
Circuit) dengan MRE dan magnetic ring.
HIC (dengan built-in
MRE)

Magnetic rings
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Kecepatan Kendaraan

sensor kecepatan Vehicle Speed Sensor


Constant voltage circuit
20-Pole type
+B
(2)Cara Kerja
Resistansi MRE berubah bergantung dari arah gaya magnet yang
1 diberikan ke MRE. Apabila arah gaya magnet berubah sesuai
Magnetic 2 MRE 4 keCombinatio dengan rotasi magnet yang ditempelkan ke magnetic ring, output
ring n meter
3
Comparator
MRE menjadi gelombang AC (lihat gambar). Komparator pada
sensor mengkonversi gelombang AC ke sinyal digital dan meng-
outputnya. Frekuensi gelombang ditentukan oleh jumlah kutub
Magnetic ring (rotating) N
magnet pada magnetic ring. Ada dua tipe magnetic ring, tipe 20
N S
kutub dan 40 kutub, tergantung dari model kendaraan Tipe pertama
2
MRE output
4
menghasilkan 20 siklus gelombang (20 pulsa tiap rotasi magnetic
1 ring), dan tipe kedua menghasilkan 4 siklus gelombang. Pada
Comparator output 0
beberapa model, sinyal dari speed sensor melewati meter
12V
Speed sensor output
0V kombinasi sebelum sampai di ECU motor, dan pada model lainnya,
sinyal langsung sampai ke ECU motor.
Output voltage type Variable resistance type Rangkaian output dari speed sensor terdiri dari tipe tegangan dan
Combination
Speed meter
ECU Speed
ECU tipe resistansi variabel.
sensor 5V sensor 5V
5V
or 12V SPD SPD

ke ECU ke ECU
lain lain
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sinyal Komunikasi

1. Sinyal system komunikasi TRC (Traction Control)


[Link] komunikasi ABS (Anti-Lock Brake System)
[Link] system komunikasi EHPS (Electro-Hydraulic Power Steering) [Link]
system komunikasi cruise control
[Link] kecepatan motor
[Link] sistem komunikasi engine immobiliser
[Link] sudut bukaan throttle
[Link] sistem komunikasi multipleks
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sensor Ketukan (Knock Sensor)

Knock Sensor
Sensor ini menempel pada blok silinder, dan
mengirimkan sinyal KNK ke ECU motor saat
ketukan motor terdeteksi. ECU motor menerima
sinyal KNK dan memundurkan waktu pengapian

High
untuk menekan ketukan.
Knock sensor
Sensor ini memiliki elemen piezoelectric, yang
keECU motor menghasilkan tegangan AC ketika ketukan
menyebabkan vibrasi dalam blok silinder dan
Voltage
merubah bentuk elemen.
Frekuensi ketukan motor ada dalam kisaran 6
Rendah Frekwensi Tinggi hingga 13 kHz tergantung model motor. Sensor
Diaphragm
digunakan sesuai dengan ketukan yang
dihasilkan tiap motor.
Ada dua tipe knock sensor. Dari grafik, satu tipe
KNK signal waveforms menghasilkan tegangan tinggi dalam kisaran
Piezoelectric element
ECU motor
0.5V/Division frekuensi vibrasi yang tipis. Yang lainnya, dalam
kisaran frekuensi vibrasi lebar.
dengan Open/short 5V
Akhir-akhir ini, beberapa jenis sensor yang
circuit detection type
KNK1 0V or 2.5V mendeteksi rangkaian terbuka dan arus pendek
(lihat gambar) mulai digunakan. dalam
EKNK rangkaian jenis ini, 2,5 V diberikan dengan
konstan agar sinyal KNK juga di output dengan
frekuensi dasar 2,5 V.
5 msec./Division
Piezoelectric Resistor 2.5V: dengan Open/short circuit detection type.
element
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sinyal STA (Starter)/Sinyal NSW (Neutral
Start Switch)

rangkaian listrik sinyal Sinyal STA (Starter)/Sinyal NSW (Neutral Start


STA Ignition (M/T) ECU motor Switch)
switch Sinyal STA (Starter)
STA
ST
Sinyal STA digunakan untuk mendeteksi apakah
Neutral start motor hidup atau tidak.
switch (A/T) M Fungsi utamanya adalah mendapatkan persetujuan
E1
Starter dari ECU motor untuk menambah volume injeksi
bahan bakar selama starter.
Pada diagram rangkaian, sinyal STA mendeteksi di
ECU motor dalam ECU motor tegangan yang sama dengan
rangkaian listrik sinyal NSW +B
yang disuplai ke starter.
NSW
Ignition Sinyal NSW (Neutral Start Switch)
switch Neutral start switch Sinyal ini hanya digunakan di kendaraan dengan
STA
transaxle otomatis, dan digunakan untuk
mendeteksi posisi tuas gigi.
Relay bukaan M
rangkaian, dll, Starter ECU motor menggunakan sinyal ini untuk
menentukan apakah tuas gigi ada pada posisi "P"
atau "N" atau posisi lain. Sinyal NSW terutama
digunakan untuk mengontrol sistem ISC.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Sinyal A/C (Air Conditioner) /Sinyal Beban
Listrik (Electrical Load Signal)

Sinyal A/C (Air Conditioner) /Sinyal Beban


Listrik (Electrical Load Signal)

Sinyal A/C (Air Conditioner)


rangkaian listrik sinyal
Sinyal A/C berbeda tergantung dari model
kendaraan, tetapi ia mendeteksi apakah tuas
A/C ECU motor
magnet dari AC atau switch AC pada posisi
rangkaian listrik sinyal beban listrik ON.
A/C Sinyal A/C digunakan untuk mengontrol waktu
ECU motor
Taillight relay pengapian selama idling, mengontrol sistem
to Taillight control
A/C magnetic switch ISC, cut-off bahan bakar, dan fungsi lainnya.
clutch
Sinyal beban listrik
Taillight Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi apakah
defogger Jendela
belakang SW
ELS lampu depan, anti kabut jendela belakang
ECU motor
(defogger) atau alat lainnya pada posisi ON.
A/C defogger Sebagaimana tampak pada diagram rangkaian,
amplifier
Jendela sinyal rangkaian memiliki beberapa sinyal
A/C
A/C belakang beban listrik. Tergantung dari model
switch kendaraan, semua dikumpulkan dan dikirim ke
ECU motor sebagai satu sinyal, atau tiap sinyal
dikirim sendiri-sendiri ke ECU motor.
Sinyal ini digunakan untuk mengontrol sistem
ISC.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Variable Resistor

Variable Resistor
Idle mixture adjusting screw Variabel resistor digunakan untuk mengubah rasio udara-bahan bakar
L: Lean side selama idling dan untuk mengatur CO idling.
R: Rich side Resistor ini dipasang pada model tanpa oxygen sensor atau sensor rasio
udara-bahan bakar.
Idle mixture Saat idle mixture adjusting screw diputar ke arah R, kontak di dalam
Connector adjusting resistor bergerak untuk meningkatkan tegangan terminal VAF.
screw
Sebaliknya, bila diputar ke arah L, tegangan terminal VAF berkurang.
Saat tegangan terminal VAF bertambah, ECU motor sedikit
Resistor
menambahkan volume injeksi bahan bakar agar campuran udara-bahan
Connector bakar sedikit lebih gemuk.
PETUNJUK:
ECU motor
Variable Karena air flow meter tipe vane memiliki idle mixture adjusting screw di
resistor
VC 5V rangkanya, variabel resistor tidak dibutuhkan walaupun tidak terdapat
Rich oxygen sensor.
VAF

Lean E2

E1

Idle mixture adjusting


screw
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Lain-lain
[Link] lampu stop/
[Link] suhu gas EGR /
3. Switch kontrol bahan
bakar dan konektor
Lain-lain
1. Switch lampu stop 2. Sensor suhu gas EGR 1. Switch lampu rem
+B
ECU motor Sinyal dari switch ini mendeteksi operasi rem. Tegangan sinyal
ECU motor
EGR Sensor suhu gas STP sama dengan tegangan yang diberikan ke lampu rem
valve EGR 5V
Switch sebagaimana tampak pada gambar.
lampu stop
THG 2. EGR gas temperature sensor
STP or BRK
Lamp failure EGR gas temperature sensor dipasang di dalam katup EGR dan
relay* E2 menggunakan thermistor untuk mengukur suhu gas EGR.
E1
Stop 3. Switch kontrol bahan bakar dan konektor
lamps
*Some vehicle models only
Switch kontrol bahan bakar dan konektor memberitahu ECU
motor apakah bahan bakar yang digunakan adalah regular atau
premium.
3. Fuel control switch atau connector
PETUNJUK:
Beberapa model menggunakan konektor kontrol bahan bakar
ECU motor
Fuel control switch menggantikan switch. Konektor ini harus dihubungkan saat
atau connector bensin premium digunakan, dan diputuskan saat bensin reguler
R-P
+B digunakan. Pada model lainnya, ini berlaku sebaliknya.
Untuk informasi mengenai posisi konektor atau metode
penggantian bensin reguler/premium, lihat Pedoman Pemilik.
Fuel control connector
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Lain-lain

4. Switch suhu air/


5. Clutch switch/
6. Sensor HAC (High-Altitude
Compensation)

Lain-lain
4. Switch suhu air 5. Clutch switch 4. Water temperature switch
Water temperature switch ditempelkan ke blok silinder, dan
ECU motor ECU motor
Switch suhu air diset ke ON saat suhu pendingin menjadi tinggi.
Clutch switch
TSW N/C 5. Clutch switch
+B +B
Clutch switch ada dibawah pedal kopling dan mendeteksi
apakah pedal kopling ditekan penuh.
6. Sensor HAC (High-Altitude Compensation)
Sensor HAC mendeteksi perubahan tekanan atmosfir.
Konstruksi dan cara kerja sama dengan pada manifold
6. sensor HAC
pressure sensor.
sensor HAC ECU motor Sensor ini kadangkala ada di dalam ECU motor dan
VC
5V kadangkala diluarnya.
HAC Saat mengemudi pada ketinggian tinggi, tekanan atmosfir
E2 dan densitasnya berkurang. motor EFI tipe L, kecuali yang
E1 menggunakan air flow meter tipe hotwire, cenderung
membuat campuran udara-bahan bakar gemuk. Sensor HAC
tekanan atmosferis mengkompensasinya dengan rasio udara-bahan bakar.
Silicon chip
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Lain-lain

7. Sensor tekanan uap/


8. Sensor tekanan turbocharger/ Lain-lain
9. Switch tekanan oli 7. Vapor pressure sensor
Sensor ini mengukur tekanan uap bahan bakar dalam tangki
bahan bakar. Konstruksi dan cara kerja dasarnya sama dengan
7. Sensor tekanan uap 8. Sensor tekanan turbocharger pada manifold pressure sensor.
(V) Tidak seperti karaketeristik output sensornya, vapor pressure
5 5
4 4 sensor dapat mendeteksi perubahan kecil saja pada tekanan uap.
Output voltage
Output voltage

3 3 8. Turbocharging pressure sensor


tekanan atmosferis
2 2 Turbocharging pressure sensor mendeteksi tekanan intake
1 1 manifold yang diisi oleh turbocharger. Konstruksi dan cara kerja
0 0 dasarnya sama dengan pada manifold pressure sensor.
3.5 0 1.5 kPa 13 100 200 kPa
( 26) (0) ( 11) (mmHg) (100) (750) (1500) (mmHg) Apabila tekanan intake manifold yang diisi di turbocharger
tekanan tekanan turbocharging menjadi sangat tinggi, ECU motor akan memotong suplai bahan
(tekanan absolut)
bakar untuk melindungi motor.
9. Switch tekanan oli
9. Oil pressure switch
Sinyal oil pressure switch digunakan untuk menentukan tekanan
Oil pressure
warning lamp
ECU motor oli motor yang rendah. Sinyal ini digunakan untuk mengontrol
B sistem ISC.
OIL
Saat tekanan oli rendah, pelumasan dan pendinginan komponen
motor akan terganggu. Karena itu, ECU motor akan
Oil pressure Switch
meningkatkan idling speed, dll,, untuk mengembalikan tekanan oli
sender tekanan oli ke level normal.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Lain-lain

[Link]-down switch

Lain-lain
ECU motor
Kick-down
switch
[Link] kick-down
KD Switch kick-down juga disebut switch full-throttle, dan langsung
pedal gas +B
dipasang dibawah panel lantai dari pedal gas.
Kick-down
switch

pedal gas Kick-down


switch

pedal gas
Item
Tertutup Terbuka Terbuka
Throttle valve
penuh penuh penuh

Kick-down OFF OFF ON


switch
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sensor dan Sinyal Terminal Diagnostik

Terminal Diagnostik
Ketika ECU motor menyimpan DTC
(Diagnostic Trouble Code) di dalam
memori, DTC harus diperiksa dan
DLC1 ECU motor
diperbaiki. DLC ( Data Link Conector )
mengandung terminal DLC3 yang
E1
diperlukan untuk menampilkan DTC
DLC3
TE1 TE1 untuk berkomunikasi langsung dengan
ECU motor saat menggunakan tester
DLC2
genggam.
TE2
E1
TE1
Tetapi kalau tidak punya tester gengam
TE2
E1 bisa dilakukan dengan cara
DLC1
SIL SIL menghubunkan terminal-terminal TE1,
TC TC TE2, E1, TC dan CG yang
DLC3
menyebabkan MIL ( Malfuntion Indicator
Lamp ) yag ada di combination meter
CG
menyala.

DLC2
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

EFI (Electronic Fuel Injection)


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
EFI (Electronic Fuel Injection) Deskripsi
Deskripsi
Sistem EFI menggunakan beragam sensor untuk
mendeteksi kondisi jalan motor dan kendaraan. Dan
Throttle position sensor
Manifold ECU motor menghitung volume injeksi bahan bakar
pressure optimal, dan menyebabkan injektor untuk
sensor
menginjeksikan bahan bakar. Gambar menunjukkan
konfigurasi dasar EFI.
Air fRendahmeter Injektor
• ECU motor
Ini mengkalkulasikan durasi injeksi bahan bakar
motor ECU Sensor posisi camshaft
optimal berdasarkan sinyal dari sensor.
• Air flow meter atau manifold pressure sensor Ini
mendeteksi massa intake udara atau tekanan
manifold.
Sensor • Crankshaft position sensor
oksigen
Sensor Ini mendeteksi sudut crank dan putaran motor.
Sensor temperatur air
oksigen
• Camshaft position sensor
Ini mendeteksi sudut standar crank dan timing
Sensor posisi Crankshaft
camshaft.
• Water temperature sensor
Ini mendeteksi suhu pendingin
• Throttle position sensor
Ini mendeteksi sudut bukaan throttle valve.
• Oxygen sensor
Ini mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas
buangan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Tipe EFI

1. L-EFI (Tipe kontrol aliran udara)


2. D-EFI (Tipe kontrol tekanan manifold)
Tipe EFI
Ada dua tipe sistem EFI yang
diklasifikasikan dengan metode jumlah
Udara Air deteksi intake udara.
1. L-EFI (Tipe kontrol aliran udara)
Air flow meter Tipe ini menggunakan air flow meter
untuk mendeteksi jumlah udara yang
mengalir di dalam intake manifold.
Intake manifold Intake manifold
Ada dua tipe metode pendeteksian:
Manifold pressure
Deteksi Injeksi sensor Injeksi satunya langsung mengukur massa intake
intake air
mass motor Injektor motor Injector
udara, dan satunya lagi membuat koreksi
Deteksi berdasarkan volume udara.
intake
Kecepatan motor manifold Kecepatan motor 2. D-EFI (Tipe manifold pressure
Bahan bakar pressure Bahan bakar
control)
motor ECU motor ECU
Tipe ini mengukur tekanan di dalam
Kontrol volume
injeksi
Kontrol volume
injeksi
intake manifold untuk mendeteksi jumlah
intake udara dengan menggunakan
densitas intake udara.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Deskripsi

Main components

Deskripsi
Bahan bakar diambil dari tangki bahan bakar
Pressure regulator
oleh pompa bahan bakar dan disemprotkan
dengan tekanan oleh injektor.
Fuel pump Tekanan bahan bakar dalam jalur bahan
bakar harus diatur untuk menjaga injeksi
Fuel pump filter
bahan bakar yang stabil dengan pressure
regulator dan pulsation damper.
Fuel filter
Komponen Utama
• Tangki bahan bakar
Delivery pipe
• Rakitan pompa bahan bakar
•Pompa bahan bakar
•Saringan pompa bahan bakar
Pulsation
damper Fuel tank •Saringan bahan bakar
Injector •Pressure regulator
Pressure regulator
• Delivery pipe
• Injektor
Fuel tank
Delivery pipe
• Pulsation damper
Pulsation Fuel filter
damper Fuel pump Fuel pump
assembly
Fuel pump filter
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar


Pompa bahan bakar dipasang dan
digabungkan dengan saringan bahan
Check valve bakar, pressure regulator, fuel delivery
meter, dll. Pump impeller diputar oleh
Relife valve motor untuk memampatkan bahan
bakar. Check valve memeriksa tertutup
Motor Inlet port saat pompa dihentikan untuk menjaga
Outlet port
tekanan dalam jalur bahan bakar dan
Pump impeller Casing Blade memudahkan starter kembali motor.
Apabila tidak ada tekanan residual,
Fuel pump filter
penguncian uap dapat dengan mudah
terjadi pada suhu tinggi, menyebabkan
starter kembali sulit. Relief valve terbuka
Bahan bakar Impeller saat tekanan pada sisi outlet terlalu
tinggi untuk mencegah tekanan bahan
bakar menjadi terlalu tinggi.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Regulator Tekanan

1. Type 1
Pressure Regulator
Pressure regulator tekanan mengontrol tekanan bahan bakar
ke injektor pada 324 kPa (3.3 kgf/cm2). (Nilai bisa berbeda
tergantung pada model kendaraan)
To Injector Sebagai tambahan, pressure regulator menjaga tekanan
residual dalam jalur bahan bakar dengan cara yang sama
dengan check valve pompa bahan bakar.
Ada dua tipe metode regulasi bahan bakar.
Valve
[Link] 1
Tipe ini mengontrol tekanan bahan bakar pada tekanan
konstan.
Saat tekanan bahan bakar melewati gaya pegas pressure
regulator, katup terbuka untuk mengembalikan bahan bakar
To fuel pump ke tangki dan meregulasi tekanan.
PETUNJUK:
Port injeksi dari injektor divakum oleh vacuum manifold, yang
menarik keluar bahan bakar. Kevakuman ini selalu berubah
tergantung dari kondisi motor. Karena itu, untuk tipe ini ECU
Pressure regulator
motor menghitung injeksi jumlah bahan bakar per durasi
injeksi sesuai dengan perubahan dalam vacuum intake
Fuel filter
manifold untuk menjamin bahwa injektor menginjeksikan
bahan bakar secara benar.

From fuel pump


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Regulator Tekanan

2. Tipe 2
Pressure Regulator
[Link] 2
Tipe ini dilengkapi oleh pipa penyaluran yang terus mengatur
ke Intake manifold
Diaphragm tekanan bahan bakar untuk menjaga tekanan bahan bakar
lebih tinggi dari tekanan yang ditentukan tekanan manifold.
Cara kerja dasar sama dengan pada tipe 1, tetapi karena
vacuum manifold diberikan ke ruang atas diafragma, tekanan
Katup bahan bakar dikontrol dengan mengubah tekanan ketika
katup dibuka sesuai dengan vacuum manifold. Bahan bakar
dari Delivery
pipe dikembalikan ke tangki melalui fuel return pipe.

PETUNJUK:
Kevakuman ini selalu berubah tergantung dari kondisi motor.
ke Tangki bahan bakar Karenanya, untuk tipe tekanan bahan bakar terus diregulasi
Tangki bahan bakar sesuai dengan vacuum intake manifold untuk menjaga
Pulsation damper tekanan di atas tekanan yang ditentukan. Ini untuk menjaga
jumlah injeksi per durasi injeksi.

Pengatur tekanan Pipa kembali bahan bakar


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Pulsation Damper

Pulsation Damper
Pulsation damper menggunakan diafragma untuk menyerap
sedikit denyut tekanan bahan bakar yang dihasilkan oleh injeksi
bahan bakar dan kompresi pompa bahan bakar.
PETUNJUK SERVIS:
Tekanan bahan bakar dapat diperiksa dengan mudah dengan
skrup pulsation damper.
PETUNJUK:
Beberapa jenis motor tidak memiliki pulsation damper .
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Injektor

Injektor
Injektor menginjeksi bahan bakar ke dalam intake
port cyilinder sesuai dengan sinyal dari ECU
motor. Sinyal dari ECU motor menyebabkan arus
mengalir dalam kumparan solenoid, yang
menyebabkan plunger ditarik, dan membuka katup
untuk menginjeksikan bahan bakar.
Injektor Karena ketukan plunger tidak berubah, jumlah
injeksi bahan bakar dikontrol pada saat arus
O-ring dialirkan ke solenoid.

Kumparan PETUNJUK SERVIS:


Valve
Grommet
Penanganan ring-O:
• Ring tidak boleh digunakan kembali.
• Sewaktu memasang ring, mula-mula lapisi
dengan bensin.
Plunger
• Sewaktu memasang injektor ke delivery pipe,
jangan samapi merusak ring-O.
Dengan injektor terpasang dalam delivery pipe,
putar indikator dengan tangan. Bila tidak berotasi
dengan mulus, maka ring-O sudah rusak.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Saringan Bahan Bakar/Saringan Pompa Bahan bakar

Saringan Bahan bakar/Saringan Pompa


1. Saringan bahan bakar/ Bahan bakar
2. Saringan pompa bahan bakar
[Link] Bahan bakar
Saringan bahan bakar menyingkirkan debu
dan kotoran lain dari bahan bakar yang
dikompresi dalam pompa.
[Link] pompa bahan bakar
Saringan pompa bahan bakar menyingkirkan
debu dan kotoran lain dari bahan bakar
sebelum memasuki pompa bahan bakar.
PETUNJUK SERVIS:
Bila saringan sampai tersumbat, ini akan
mengurangi tekanan bahan bakar yang
dikirim ke injektor, dan menyebabkan
kesulitan starter atau kondisi berkendara yang
tidak enak.

PETUNJUK:
• Beberapa pompa bahan bakar dipasang di
Saringan pompa bahan bakar
bagian luar tangki.
Saringan bahan bakar • Pada beberapa model, baut union atau
beragam tipe konektor cepat (quick
connector) digunakan untuk
menghubungkan jalur bahan bakar.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

1. Basic operation

Kontrol Pompa Bahan bakar


[Link] Dasar
Circuit Pompa bahan bakar hanya beroperasi saat motor bekerja.
opening Walaupun ignition switch berada pada posisi ON, apabila motor
relay EFI relay
Fuel pump tidak bekerja, pompa bahan bakar tidak bekerja.

IG

ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor

E1

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


(1) Ignition switch ON:
Circuit Saat ignition switch di posisi IG, relay EFI bekerja.
opening
relay EFI relay
Fuel pump

IG

ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor

E1

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


(2) Ignition switch pada posisi START:
Circuit
opening
Saat motor hidup, sinyal STA (sinyal starter) dikirim ke ECU
relay EFI relay
Fuel pump
motor dari terminal ST pada ignition switch.
Saat sinyal STA diinput ke ECU motor, motor menyalakan
transistor dan circuit opening relay dinyalakan. Kemudian,
IG
arus dibiarkan mengalir ke dalam pompa bahan bakar untuk
mengperasikan pompa bahan bakar.
ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor

E1

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


(3) motor starter/hidup
Seiring dengan hidupnya motor, ECU motor menerima sinyal
Circuit
opening NE dari crankshaft position sensor, transistor tetap menyala
relay EFI relay
Fuel pump dan pompa terus bekerja.

IG

ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor

E1

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


4) Apabila motor dimatikan:
Circuit Bahkan saat ignition switch berada pada posisi ON,
opening
relay EFI relay apabila motor dimatikan, sinyal NE tidak lagi diinput ke
Fuel pump
ECU motor, sehingga ECU motor mematikan transistor,
mematikan circuit opening relay, dan menghentikan pompa
bahan bakar.
IG

ST motor ECU
Ignition
switch FC Microprocessor

E1
Bahan bakar

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


PETUNJUK SERVIS:
DLC1 +B SST
• DLC 1
Beberapa model kendaraan dilengkapi dengan DLC1 seperti tampak di kiri.
FP Saat terminal +B dan terminal FP diberi arus pendek menggunakan SST
Circuit
opening
DLC1 dengan ignition switch di posisi ON, arus akan mengalir ke pompa bahan
relay EFI relay
Fuel pump
bakar tanpa melalui opening relay.
Dengan cara ini, pemeriksaan tekanan bahan bakar atau operasi pompa
dapat dilakukan dengan memaksa pompa bahan bakar untuk bekerja.

IG

ST motor ECU
Ignition
FC Microprocessor
switch

E1

STA

NE
Sinyal NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakar
Circuit Kontrol ini mengurangi kecepatan pompa bahan bakar
opening Fuel pump
relay EFI relay control relay untuk mengurangi keausan dan daya listrik apabila tidak
Fuel pump
A diperlukan banyak bahan bakar, misalnya saat motor
B
bekerja dengan kecepatan rendah. Saat arus mengalir
Resistor ke pompa bahan bakar melalui kontak B dari relay dan
IG
resistor, pompa bekerja dalam kecepatan rendah.
ST motor ECU
Saat motor starter, dan motor bekerja dalam kecepatan
Ignition tinggi, atau membawa beban berat, ECU motor
switch FP Microprocessor
menggantikan kontak relay ke A agar mengoperasikan
pompa bahan bakar dalam kecepatan tinggi.
FC

E1

STA

Sinyal NE NE
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakar

Kontrol Pompa Bahan bakar


PETUNJUK:
relay EFI Fuel pump ECU Fuel pump Kontrol ON-OFF dengan kontrol kecepatan
FP+ (dengan ECU motor dan ECU pompa bahan
bakar)
FP- Beberapa model mengontrol kecepatan
pompa menggunakan ECU pompa bahan
bakar.
Dan juga, tipe kontrol ini memiliki fungsi
FPC diagnosa sistem pompa bahan bakar.
motor ECU Apabila kerusakan dideteksi, sinyal dkirim dari
D1 ECU pompa ke terminal DI dari ECU motor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Sistem Bahan Bakar Kontrol Pompa Bahan Bakar

3. Sistem shut-off pompa bahan bakar

Circuit Kontrol Pompa Bahan bakar


opening
relay EFI relay Fuel pump
3. Sistem shut-off pompa bahan bakar
Beberapa model kendaraan memiliki mekanisme dimana kontrol
pompa bahan bakar menghentikan pompa pada kondisi-kondisi
berikut, untuk menjaga keamanan.
IG
(1)Saat airbag mengembang:
ST motor ECU Saat SRS airbag pengemudi, penumpang depan atau samping
Ignition
switch FC Microprocessor mengembang, kontrol shut-off bahan bakar menghentikan
pompa.
Saat ECU motor mendeteksi hal ini, ia mematikan opening relay
STA untuk menghentikan operasi pompa bahan bakar. Setelah
NE kontrol cut-off bahan bakar beroperasi, kontrol ini dapat
Sinyal NE
E1
dibatalkan dengan mematikan motor, menyebabkan pompa
bahan bakar bekerja kembali.

GSFC
GSW

Center airbag sensor assembly


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian

Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian


Indipendent (Sequential) Metode injeksi bahan bakar adalah untuk menginjeksikan bahan
bakar secara independen dalam tiap silinder atau untuk secara
simultan menginjeksi bahan bakar ke semua silinder. Ada juga
berbagai waktu pengapian, seperti injeksi pada waktu yang
ditentukan atau injeksi sesuai dengan perubahan dalam jumlah
intake udara atau kecepatan motor. Metode dasar metode
grup injeksi dan waktu pengapian adalah sebagai berikut. Sebagai
tambahan, semakin besar volume injeksi, awal waktu pengapian
semakin cepat.

Simultan

360 720

sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian

Metode Injeksi Bahan bakar dan Waktu Pengapian


1. Independen (Sekuensial)
• Bahan bakar diinjeksikan secara independen untuk tiap
silinder sekali setiap dua rotasi poros engkol.
Independent (Sequential)

Intake stroke Injeksi bahan


Ignition bakar

1
3
4
2
0 360 720 1080

sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian

Metode Injeksi Bahan bakar dan Waktu Pengapian


grup Intake stroke Injeksi bahan
Ignition bakar 2. Group
1 Bahan bakar diinjeksikan untuk tiap group sekali setiap
5
3 dua rotasi crankshaft.
2 grup
6
2 2 group
4
3 group
1
4 group
5
3
3 grup 6
2
4

1
8
4
4 grup 3
6
5
7
2
0 360 720 1080
sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu
Pengapian

Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian


3. Simultan
Injeksi dilakukan secara simultan ke silinder sekali setiap
rotasi crankshaft.
Simultan Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk pembakaran
diinjeksikan dalam dua kali injeksi.
Intake stroke Injeksi bahan
Ignition bakar

1
2
3
4
0 360 720 1080

sudut Crankshaft
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Kontrol Durasi Injeksi Bahan bakar.

Kontrol Durasi Injeksi Bahan bakar.


ECU motor mengubah volume injeksi bahan bakar
dengan mengubah durasi injeksi dari injektor.
Durasi injeksi  Durasi aktual ditentukan oleh dua hal berikut.
Durasi injeksi dasar+durasi injeksi koreksi
[Link] ditentukan oleh jumlah intake udara dan putaran
motor.
[Link] durasi injeksi korektif ditentukan oleh sinyal
dari berbagai sensor. Durasi yang akhirnya di-output ECU
Start Warm-up Air-fuel ratio Acceleration Fuel cut-off motor ke dalam injektor ditambahkan berbagai koreksi ke
enrichment enrichment Koreksi enrichment durasi dasar injeksi.
feedback
ON
Start Ada koreksi-koreksi berikut:
• Start enrichment
• Warm-up enrichment
• Air-fuel ratio feedback correction (untuk beberapa
model )
• Acceleration enrichment
Power koreksi temp. • Fuel cut-off
enrichment
Intake air • Power enrichment
• Koreksi lain
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi dan Sinyal

Berbagai koreksi
Durasi
Koreksi
Sensor Signal injeksi
Start Warm-up feedback Acceleration Fuel cut-off Power
dasar
enrichment enrichment Rasio udara- enrichment enrichment
bahan bakar
Meteran aliran udara/
Manifold pressure VG / PIM
sensor

Sensor posisi
NE
Crankshaft

Sensor posisi
camshaft G

Sensor temperatur air


THW

IDL
Sensor posisi
Throttle
VTA

Sensor oksigen OX1A, OX1B


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

Berbagai koreksi
1. Start enrichment
[Link] enrichment
Durasi dasar tidak dapat dihitung dari jumlah intake udara karena
putaran motor rendah dan perubahan dalam jumlah intake udara
START besar di saat starter. Karenanya, durasi saat starter ditentukan
ON oleh suhu pendingin. Suhu pendingin dideteksi oleh water
temperature sensor.
Semakin rendah suhu air, penguapan bahan bakar semakin buruk.
Karenanya, campuran udara-bahan bakar diperkaya dengan
memperlama durasi. ECU motor menentukan bahwa motor
Long sedang distarter saat putaran motor adalah 400 rpm atau kurang.
Saat putaran tiba-tiba turun di bawah 400 rpm akibat penambahan
beban mendadak, hysteresis digunakan untuk mencegah ECU
durasi
injeksi motor mendeteksi motor yang sudah di starter, starter kembali,
kecuali putaran motor jatuh hingga di bawah 200 rpm.
Short

PETUNJUK SERVIS:
Rend Coolant temp.(C) Tingg Apabila ada kerusakan dengan water temperature sensor, dapat
ah i dianggap kondisi starter paling buruk.
400rpm kondisi
normal
REFERENSI:
Untuk meningkatkan kemampuan starter saat motor dingin, tipe
keadaan lama EFI memiliki injektor starter dingin dan switch time-nya selain
200rpm start injektor biasa untuk meningkatkan volume bahan bakar saat
Hysteresis starter.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

2. Warm-up enrichment

Berbagai koreksi
[Link]-up enrichment
Jumlah injeksi bahan bakar ditingkatkan karena penguapan
bahan bakar buruk selama motor dingin. Saat suhu
pendingin rendah, durasi ditambah agar campuran udara-
bahan bakar lebih gemuk untuk mendapatkan kemampuan
Besar
berkendara selama motor dingin. Koreksi maksimum adalah
dua kali lebih panjang dari suhu normal.

Jumlah koreksi
durasi injeksi PETUNJUK SERVIS:
Apabila ada kerusakan dengan water temperature sensor,
dapat dianggap kondisi berkendara buruk.

Kecil

0
Rendah Coolant temp.(C) Tinggi
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

3. Air-fuel ratio Koreksi Berbagai koreksi


feedback (Untuk kebanyakan
model) 3. Air-fuel ratio feedback correction (Untuk kebanyakan
model)
Apabila tidak ada fluktuasi besar pada beban atau putaran motor,
Rich seperti pada engine idling atau berkendara dengan kecepatan
Sensor oksigen
0.45 V konstan setelah pemanasan, bahan bakar (campurannya dekat
Lean dengan rasio teoritis) disuplai sesuai dengan intake udara. Koreksi
berikut diberikan saat berkendara dengan kecepatan konstan
setelah pemanasan.
(1)Kontrol feedback menggunakan oxygen sensor (kontrol
feedback rasio udara-bahan bakar):
Rich ECU motor menentukan durasi dasar untuk mencapai rasio
ECU Penentuan motor teoritis.
ECU Tetapi, perubahan kecil dari rasio teoritis terjadi menuruti kondisi
Lean
aktual motor, perubahan akibat waktu dan kondisi lain. Karenanya,
oxygen sensor mendeteksi konsentrasi oksigen pada gas buangan
untuk menentukan apakah durasi sudah mencapai rasio teoritis.
Bila ECU motor dari sinyal oxygen sensor menentukan bahwa
rasio udara-bahan bakar lebih gemuk dibanding rasio teoritis,
motor ECU memperpendek durasi agar campuran lebih kurus.
Sebaliknya, apabila rasio kurus, motor akan memperpanjang
Koreksi
feedback
durasi agar campuran jadi lebih gemuk.
Menurun Menurun
Kontrol feedback bekerja untuk menjaga rasio berada pada rasio
Meningkat Meningkat teoritis dengan melakukan koreksi kecil secara berulang.(Ini
disebut operasi "closed-loop" .)
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

Berbagai koreksi
motor ECU Variable
resistor (3)Koreksi kontrol emisi CO bagi kendaraan tanpa oxygen
Volume injeksi
Menurun
Richer sensor atau sensor A/F:
Untuk kendaraan tanpa oxygen sensor atau sensor A/F,
Meningkat
Leaner resistor variabel digunakan untuk mengatur konsentrasi CO
(%) selama idling.
Injektor Rich mixture Memutar resistor ke sisi R mempergemuk konsentrasi, dan
memutarnya ke sisi L membuatnya kurus. Dengan
kendaraan yang memiliki oxygen sensor atau sensor A/F,
penyesuaian CO tidak diperlukan karena kendaraan ini
Lean mixture
melakukannya secara otomatis ke rasio udara-bahan bakar
menggunakan sinyal sensor.

SST

180
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

4. Acceleration enrichment

Berbagai koreksi
[Link] enrichment
Rasio menjadi lebih tipis, terutama selama awal akselerasi
karena kekurangan suplai bahan bakar terjadi selama
akselerasi akibat perubahan intake udara saat pedal gas
Besar
diinjak.
Volume Karenanya, durasi injeksi ditambah untuk menambah
koreksi volume. Akselerasi ditentukan oleh kecepatan perubahan
pada sudut bukaan throttle valve. Koreksi selama
Kecil
Perubahan jumlah
akselerasi meningkat tajam pada awal akselerasi dan
Kecil
intake air
Besar berkurang sampai peningkatan berakhir.
Semakin besar akselerasi, volume injeksi juga bertambah.
Akselerasi tiba-tiba
Besar

Volume
koreksi
Akselerasi pelan
Kecil

Waktu
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

5. Fuel cut-off Berbagai koreksi


[Link] cut-off
Selama deselerasi, operasi injeksi berhenti sesuai kondisi
deselerasi untuk mengurangi gas buangan berbahaya dan
meningkatkan efek rem motor. Kemudian sistem fuel cut-
of diaktifkan untuk memutus aliran bahan bakar. Kondisi
deselerasi ditentukan oleh bukaan throttle valve dan
putaran motor. saat katup tertutup dan kecepatan tinggi,
kendaraan melambat.
Fuel cut-off Kontrol fuel cut-off
Kontrol fuel cut-off menghentikan injeksi bahan bakar saat
putaran motor lebih dari putaran yang ditentukan dan
Kecepatan

Injection resumption
throttle valve tertutup. Injeksi bahan bakar dilanjutkan saat
( Injeksi lagi )
motor

putaran motor berkurang atau throttle valve terbuka. Fuel


cut-off putaran motor dan injeksi bahan bakar meningkat
saat suhu pendingin rendah.
Fuel cut-off putaran motor dan injeksi bahan bakar
meningkat saat AC dinyalakan untuk turunnya putaran
Rendah Temperatur
Tinggi motor dan berhentinya motor.
pendingin

Ada beberapa model motor dimana putaran motor jatuh


selama pengereman (saat lampu rem menyala).
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

6. Power enrichment

Berbagai koreksi
[Link] enrichment
Saat beban berat, ada intake udara yang besar, seperti
pada jalan menanjak Karenanya sulit untuk mencampur
bahan bakar dengan intake udara. Sebagian intake udara
tidak digunakan dalam pembakaran.
Karena itu, lebih banyak bahan bakar diinjeksikan agar
semua intake udara terpakai dan meningkatkan kekuatan.
Beban berat ditentukan dari bukaan throttle position sensor,
putaran motor, dan massa intake udara (VG atau PIM).
Semakin besar VG atau PIM atau lebih besar kecepatan,
rasio pertambahan bertambah.
Jumlah juga ditambah saat sudut bukaan throttle valve
mencapai nilai tertentu atau lebih.
Koreksi pertambahan berkisar 10% hingga 30%.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

7. Koreksi suhu intake udara

Berbagai koreksi
7. Koreksi suhu intake udara
Densitas udara berubah tergantung suhu udara.
Karenanya, koreksi dilakukan untuk meningkatkan atau
mengurangi volume bahan bakar sesuai dengan suhu intake
udara untuk mengoptimalkan rasio campuran. Suhu intake
udara dideteksi oleh intake air temperature sensor. ECU
motor diset ke suhu standar 20°C (68°F).
Koefisien koreksi

Jumlah koreksi ditentukan saat suhu lebih atau kurang dari


suhu ini. Saat suhu intake udara rendah, jumlah dinaikkan
1.0 karen densitas udara tinggi. Saat suhu tinggi, jumlah
dikurangi karena densitas udara rendah. Koreksinya berkisar
10%
Ren 20 Tinggi
dah (68)
temperatur Intake air C (F)
PETUNJUK:
Untuk air flow meter tipe hot-wire, meterannya meng-output
sinyal korektif untuk suhu intake udara. Karenanya, koreksi
suhu tidak diperlukan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol Durasi Injeksi Berbagai Koreksi

8. Voltage correction

Koreksi voltase Sinyal inspeksi Berbagai koreksi


On
[Link] tegangan
Ada sedikit waktu tunda saat ECU motor mengirim sinyal
injeksi ke injektor dan saat injektor menginjeksikan bahan
Off
bakar.
Terbu Bila tegangan batere banyak yang drop, penundaan akan
ka
lebih lama. Ini artinya waktu injeksi lebih pendek dari yang
Tertut dikalkulasikan ECU motor. Karenanya, rasio udara lebih
up
Injektor benar terbuka
tinggi (dengan kata lain, mengurus) dari rasio campuran
yang diminta oleh motor.
Karenanya, ECU motor menyesuaikannya dengan
menambah durasi injeksi sesuai dengan turunnya
tegangan batere.
durasi injeksi koreksi

waktu delay operasi standar


(msec)

14
Rend Battery voltage Tingg
ah (V) i
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

ESA ( Electronic Spark Advance )


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Sistem ESA (Electronic Spark Advance) adalah sistem
yang menggunakan ECU motor untuk menentukan
waktu pengapian berdasarkan sinyal dari barbagai
Ignition timing (advanced angle)

sensor. ECU motor mengkalkulasi waktu pengapian


dari waktu optimal dalam memori sesuai kondisi motor,
dan mengirim sinyal ke igniter. Waktu pengapian
optimal pada dasarnya ditentukan menggunakan
putaran motor dan massa intake udara.(manifold
pressure).

High

jumlah intake air kecepatan motor


(Manifold pressure)
Tinggi

Peta ESA
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi

Konstruksi
Sistem ESA terdiri dari berbagai
sensor, ECU motor, igniter, ignition coil,
IDL dan busi.
Sensor posisi throttle
Meteran aliran udara

VG
PIM
ECU Sensor Manifold
KNK
G pressure
IGT Kumparan Ignition
IGF dengan igniter sensor posisi camshaft
THW

NE OX1A

sensor Oksigen

No.1 Sensor ketukan


Sensor temperatur air

Sensor posisi camshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi

Konstruksi
Peranan sensor
Camshaft position sensor (sinyal G):
Ini mendeteksi sudut crank standar dan
IDL
Throttle position sensor
camshaft timing.
Meteran aliran udara
Crankshaft position sensor (sinyal NE):
Ini mendeteksi sudut crank dan putaran
VG
motor.
PIM
ECU sensor Air flow meter atau manifold pressure
KNK
G Manifold sensor (sinyal VG atau PIM):
IGT Ignition coil
IGF
pressure Ini mendeteksi massa intake udara atau
denfan igniter
THW manifold pressure.
Throttle position sensor (sinyal IDL):
NE OX1A Ini mendeteksi kondisi engine idling.
Water Temperature sensor (sinyal THW):
Sensor oksigen Ini mendeteksi suhu pendingin.
No.1
sensor ketukan Knock sensor (sinyal KNK):
Sensor temperatur air Ini mendeteksi kondisi ketukan.
sensor posisi camshaft Oxygen sensor (sinyal OX):
Ini mendeteksi konsentrasi oksigen dalam
gas buangan.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi

IDL Konstruksi
Throttle position sensor
Meteran aliran udara Peranan ECU motor
ECU motor menerima sinyal dari
VG
sensor
sensor, menghitung waktu pengapian
PIM
ECU KNK Manifold
optimal untuk kondisi motor, dan
G pressure mengirim sinyal (IGT) ke igniter.
IGT
IGF Ignition coil Camshaft
THW with igniter
position
sensor
NE OX1A

Sensor oksigen
No.1
sensor ketukan
Sensor temperatur air

sensor posisi camshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Konstruksi

Konstruksi
IDL
Peranan igniter
Throttle position sensor
Meteran aliran udara Igniter merespon sinyal IGT yang di
output ECU motor untuk sewaktu-
VG waktu memberikan tegangan ke
sensor
ECU
PIM ignition coil. Ia juga mengirim sinyal
KNK Manifold
G pressure
konfirmasi pengapian (IGF) ke ECU
IGT Ignition coil motor.
IGF with igniter
THW Sensor posisi camshaft

NE OX1A

Sensor oksigen
No.1
Water sensor ketukan
temperature sensor

sensor posisi camshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Rangkaian Pengapian Deskripsi

Deskripsi
Ignetion coil
ECU motor menentukan waktu
with igniter +B pengapian berdasarkan sinyal G,
ECU
sinyal NE dan sinyal dari sensor
Constant IGT lain. Saat waktu pengapian sudah
voltage
circuit Drive ditentukan, ECU motor mengirim
G
circuit sinyal IGT ke igniter. Ketika sinyal
Micro- IGT yang dikirim ke igniter adalah
Sinyal IGF
processor
generation ON, arus primer mengalir ke
NE
IGF
circuit ignition coil. Ketika sinyal IGT mati,
arus primer juga terputus. Pada
Spark plug saat yang sama, sinyal IGT dikirim
ke ECU motor. Saat ini, rangkaian
ECU Ignition order
pengapian utama yang digunakan
Ignition coil with igniter
adalah DIS (Direct Ignition
IGT1 IGT1 ON
No.1 cylinder OFF System). ECU motor
IGT3 IGT3 ON
No.3 cylinder OFF
mendistribusikan arus tegangan
IGT4
IGT4 ON tinggi ke silinder dengan mengirim
No.4 cylinder OFF
IGT2 tiap sinyal IGT ke igniter dengan
No.2 cylinder IGT2 ON
IGF OFF urutan pengapian. Ini
IGF ON memungkinkan didapatkannya
DIS (Direct Ignition System) OFF
kontrol waktu pengapian yang
sangat akurat.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Rangkaian Pengapian Sinyal IGTdan IGF

1. Sinyal IGT /
2. Sinyal IGF
TDC TDC TDC Sinyal IGTdan IGF
Ignition
1. Sinyal IGT
IGT ECU motor mengkalkulasikan waktu pengapian optimal
180 (4 cylinders) sesuai dengan sinyal dari berbagai sensor dan
120 (6 cylinders)
Ignition mengirim sinyal IGT ke igniter. Sinyal IGT diset ke ON
segera sebelum waktu pengapian yang dikalkulasi oleh
TDC
ECU motor, kemudian dimatikan. Saat sinyal IGT
IGT
Advance angle dimatikan, busi menyulut api.
Initial ignition timing 5, 7 or 10 BTDC
(tergantung model motor)
2. Sinyal IGF
Ignition order Igniter mengirim sinyal IGF ke ECU motor dengan
menggunakan gaya counter-electromotive yang
IGT1 ON
OFF dihasilkan saat arus primer ke kumparan diputus atau
IGT3 ON menggunakan volume arus primer. Saat ECU motor
OFF
menerima sinyal IGF, ia menentukan bahwa pengapian
IGT4 ON telah terjadi (walaupun mungkin tidak terjadi penyulutan
OFF
IGT2 ON api). Apabila ECU motor tidak mendapat sinyal IGF,
OFF
fungsi diagnosis bekerja dan DTC disimpan dalam ECU
IGF ON
OFF motor dan fungsi fail-safe bekerja dan menghentikan
injeksi bahan bakar.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Garis Besar Kontrol Waktu Pengapian

[Link]
ignition control/
[Link]-start
ignition control Garis Besar Kontrol Waktu
Pengapian
[Link] pengapian awal
sudut waktu pengapian awal
At starting Kontrol pengapian awal dilakukan
(initial ignition timing angle)
pada sudut crankshaft yang
sudut waktu pengapian dasar ditentukan sebelumnya apapun
(Basic ignition advance angle) kondisi operasi motor. Sudut
After starting crankshaft ini disebut “sudut waktu
pengapian awal”.
Corrective ignition advance angle
[Link] pengapian setelah start
waktu pengapian aktual Kontrol pengapian setelah start
(Actual ignition timing dilakukan dengan sudut waktu
Ignition Starting ignition control sudut waktu pengapian awal pengapian awal, sudut waktu
timing pengapian dasar, yang
control After-start ignition
control
sudut waktu pengapian awal dikalkulasikan dengan beban dan
sudut waktu pengapian dasar putaran motor, dan koreksi lain.
Warm-up correction
Corrective
ignition Over-temperature correction
advance Stable idling correction
control Knocking correction
Other correction
Maximum and minimum advance
angle control
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Starting Ignition Control dan After-start
Ignition Control

[Link] ignition control/


[Link]-start ignition control Kontrol pengapian awal dan Kontrol pengapian setelah start
1. Kontrol pengapian awal
Saat starter motor, putaran motor berkurang dan massa intake
udara tidak stabil, jadi sinyal VG atau PIM tak dapat digunakan
Engine ECU sebagai sinyal kontrol. Karenanya, waktu pengapian diset ke sudut
Back-up IC
waktu pengapian awal. Sudut ini dikontrol dalam backup IC ECU

Microprocessor
motor. Sebagai tambahan, sinyal NE digunakan untuk menentukan
G kapan motor di starter, dan putaran motor 500 rpm atau kurang
NE menunjukkan sedang terjadi starter.
IGT PETUNJUK:
sudut waktu pengapian awal
Tergantung dari model motor,ada beberapa tipe yang menentukan
signal generation circuit motor sedang starter saat ECU motor menerima sinyal starter
(STA).

Engine ECU
2. Kontrol pengapian setelah start
Kontrol pengapian setelah start adalah kontrol yang diaktifkan
Back-up IC ketika motor bekerja setelah starter. Kontrol ini dilakukan dengan
Microprocessor

Various
melakukan berbagai koreksi ke sudut waktu pengapian awal dan
G
signals sudut waktu pengapian dasar. Waktu pengapian = sudut waktu
NE (VG, PIM etc.) pengapian awal + sudut waktu pengapian dasar + corrective
IGT ignition advance angle. Saat kontrol pengapian setelah start
diaktifkan, sinyal IGT dikalkulasikan oleh mikroprosesor dan di
output melalui IC backup.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Sudut Waktu Pengapian Dasar

[Link] saat sinyal IDL Sudut waktu pengapian dasar


adalah ON Sudut basic ignition advance ditentukan dengan menggunakan sinyal NE
[Link] saat sinyal IDL pada posisi OFF dan sinyal VG atau PIM. Data sinyal NE dan VG yang digunakan untuk
menentukan sudut basic ignition advance disimpan di dalam memori
ECU motor.
A/C on (hanya beberapa model)

[Link] saat sinyal IDL adalah ON


advance angle

Saat sinyal IDL ON, waktu pengapian dilanjutkan sesuai dengan putaran
Basic ignition

motor.
PETUNJUK:
Pada beberapa model motor, sudut basic ignition advance diubah baik
0 rendah kecepatan motor tinggi pada kondisi AC ON atau OFF. (Lihat area bertitik di kiri.) Sebagai
tambahan, untuk model ini, beberapa memiliki sudut lanjut 0 selama
idling speed standar.
(advanced angle)

[Link] saat sinyal IDL pada posisi OFF


Ignition timing

Waktu pengapian ditentukan sesuai dengan sinyal NE dan sinyal VG atau


PIM berdasarkan data dalam ECU motor. Tergantung dari modelnya, dua
sudut basic ignition advance disimpan dalam ECU motor. Data salah
High satunya digunakan menentukan nilai oktan bahan bakar, sehingga data
kecepatan motor
yang sesuai dengan bahan bakar yang digunakan dapat dipilih. Sebagai
Jumlah intake air
(Manifold pressure) tambahan, beberapa model kendaraan dengan kemampuan penilaian
Tinggi oktan bahan bakar menggunakan sinyal KNK untuk secara otomatis
petaESA mengubah data yang digunakan untuk menentukan waktu pengapian.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Corrective Ignition Advance Control

[Link]-up correction
[Link] over-temperature Corrective Ignition Advance Control
[Link]-up correction
1 Sudut lanjut digunakan untuk waktu pengapian saat suhu
pendingin rendah untuk meningkatkan kemampuan
Advance angle

berkendara. Beberapa model motor melakukan koreksi


lanjut sebagai respon massa intake. Sudut waktu
pengapian dilanjutkan kira-kira 15 ° dengan fungsi
0
koreksi ini pada kondisi sangat dingin.
PETUNJUK:
80* Untuk beberapa model motor, sinyal IDL atau sinyal NE
(140) digunakan sebagai sinyal yang berhubungan dengan
Coolant temperature C (F)
koreksi ini.
*bergantung model motor
[Link] over-temperature
2 Saat suhu pendingin sangat tinggi, waktu pengapian
dimundurkan untuk mencegah ketukan dan overheating.
0
Advance angle

Sudut waktu pengapian dimundurkan hingga ke maksimal


5 ° dengan koreksi ini.
PETUNJUK:
-5 Beberapa model kendaraan juga menggunakan sinyal
berikut untuk koreksi. Sinyal massa intake udara (VG
100* atau PIM), Sinyal putaran motor (NE), Sinyal posisi
(230)
throttle (IDL) dll.
Coolant temperature C (F)
*bergantung model motor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Corrective Ignition Advance Control

[Link] motor diam stabil

Corrective Ignition Advance Control


[Link] idle speed stabil
Apabila putaran motor berubah dari kecepatan yang
ditargetkan ketika motor idling, ECU motor
3 meregulasikan waktu pengapian untuk menstabilkan
putaran motor. ECU motor terus menerus menghitung
Advance

kecepatan motor rata-rata, jadi apabila kecepatan turun


angle

dibawah target, ECU motor melanjutkan waktu pengapian


ke sudut yang ditentukan sebelumnya. Bila kecepatan
motor melampaui target, CU motor mengundurkan waktu
0

pengapian ke sudut yang ditentukan sebelumnya. Sudut


waktu pengapian dapat divariasikan hingga maksimum ±5
Retard

° dengan koreksi ini.


angle

REFERENSI:
Minus 0 Plus
Beberapa model motor melakukan pemajuan sudut (angle
Perbedaan dari target idle speed advancement) sesuai kondisi AC menyala atau mati.
Sebagai tambahan, beberapa model hanya melakukan
koreksi ini apabila putaran motor dibawah target.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Corrective Ignition Advance Control

[Link] ketukan

Corrective Ignition Advance Control


[Link] ketukan
4 Apabila terjadi ketika motor, knock sensor mengkonversikan
getaran yang dihasilkan oleh ketukan menjadi tegangan sinyal
tegangan (sinyal KNK) dan mengirimkannya ke ECU motor.
ECU motor menentukan apakah ketukannya kuat, sedang atau
0
Advance angle

lemah dari kekuatan sinyal KNK.


Kemudian ia mengoreksi waktu pengapian dengan
memundurkannya sesuai dengan kekuatan sinyal KNK. Dengan
kata lain, Saat ketukan kuat, waktu pengapian banayak
dimundurkan, saat ketukan lemah, waktu dimundurkan sedikit.
Lemah Ketukan motor kuat
Saat ketukan berhenti, ECU motor berhenti memundurkan waktu
pengapian dan melanjutkannya sedikit sesuai dengan waktu yang
ditentukan sebelumnya.
Terjadi ketukan motor Waktu dimundurkan Pelanjutan ini dilakukan hingga terjadi ketukan lagi, dan saat
ketukan terjadi, kontrol diulang dengan memundurkan waktu
pengapian. Sudut waktu pengapian dimundurkan hingga
Ketukan motor berhenti maksimal 10° dengan koreksi ini. Beberapa model melakukan
Waktu dimajukan
koreksi hampir ke seluruh cakupan beban motor, dan beberapa
model hanya melakukan koreksi ini pada beban berat.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Kontrol Advance Angle Maksimum dan
Minimum

Kontrol Advance Angle Maksimum dan


Minimum
Apabila ada masalah dengan waktu pengapian yang
ditentukan sebelumnya dari waktu pengapian awal,
sudut basic ignition advance dan sudut corrective
Maximum advance angle 35  45
ignition advance, performa motor akan terpengaruh
secara negatif. Untuk mencegahnya, ECU motor
Minimum advance angle -10  0
mengontrol sudut pengapian aktual (waktu
pengapian) agar total sudut basic ignition advance
Advance angle = sudut waktu pengapian dasar dan sudut corrective ignition advance angle kira-
+
koreksi ignition advance angle
kira sama dengan nilai yang ditentukan
sebelumnya.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Kontrol ESA Inspeksi Waktu Pengapian

Pemeriksaan Waktu Pengapian


Sudut waktu pengapian yang diset selama penyesuaian/pemeriksaan waktu
pengapian disebut "waktu pengapian standar".
sudut waktu pengapian awal
Waktu pengapian standar terdiri dari waktu pengapian awal dan sudut fixed
ignition advance*.
*Nilai yang di output selama penyesuaian waktu pengapian yang disimpan
Fixed ignition advance angle dalam ECU motor dan tidak berhubungan dengan koreksi yang digunakan
selama bekendara normal. Penyesuaian/pemeriksaan waktu pengapian
Sudut waktu dilakukan sebagai berikut.
Standard ignition
E1
Untuk membuat arus pendek antara teminal-terminal DLC1 (Data Link
Connector 1), DLC2, atau DLC3 TE1 (TC)-E1 (CG), dan mengeset waktu
TC E1 TE1 pengapian standar. Waktu pengapian standar berbeda sesuai model (lihat
TE1
DLC1 DLC2 tabel), jadi sewaktu menyesuaikan, gunakan Pedoman Reparasi yang sesuai.

DLC3
CG Saat waktu pengapian standar tidak cocok, penyesuaian diperlukan.
Initial Fixed ignition Standard
Model motor ignition timing advance angle ignition timing PETUNJUK:
Type 1 10 BTDC 0 BTDC 10 BTDC Saat sinyal IDL mati, walaupun ada arus pendek antara terminal TE1 (TC) dan
E1 (CG), waktu pengapian tidak bisa diset. Untuk model-model akhir, waktu
Type 2 5 BTDC 5 BTDC 10 BTDC
pengapian tidak bisa disesuaikan karena sensor untuk sinyal G dan NE sudah
Type 3 7 BTDC 0 BTDC 7 BTDC tetap di motor.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

ISC ( Idle Speed Control )


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Turbocharger
Starter
Sistem ISC (Idle Speed Control) diberikan
STA IDL
sensor posisi throttle
dengan rangkaian yang mem-bypass throttle
valve, dan volume udara yang ditarik dari
Neutral start switch NSW
rangkaian bypass yang dikontrol oleh ISCV
SPD ECU ISCV (Idle Speed Control Valve).
ELS
A/C THW
ISCV menggunakan sinyal dari ECU motor
NE untuk mengontrol motor pada idling speed
optimal sepanjang waktu.
sensor kecepatan
kendaraan
Electric load Sensor Sistem ISC terdiri dari ISCV, ECU motor, dan
Supercharger temperatur air beragam sensor dan switch.

A/C amplifier

sensor posisi crankshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Starter
STA IDL 1. Saat starter
sensor posisi throttle
Rangkaian bypass dibuka untuk meningkatkan
Neutral start switch NSW
kemampuan starter.
SPD ECU ISCV
ELS
A/C THW

NE

sensor kecepatan kendaraan

Electric load Sensor temperatur air

A/C amplifier

sensor posisi crankshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Starter 2. Saat memanaskan motor
STA IDL
sensor posisi throttle Saat suhu pendingin rendah, idling speed
Neutral start switch NSW bertambah agar motor bekerja dengan baik
ECU (fast idle).
SPD ISCV Bila suhu pendingin naik, idling speed
ELS
berkurang.
A/C THW

NE

sensor kecepatan kendaraan

Electric load Sensor temperatur air

A/C amplifier

sensor posisi crankshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
Deskripsi Deskripsi

Deskripsi
Starter 3. Kontrol feedback dan kontrol estimasi
STA IDL
sensor posisi throttle • Saat menggunakan A/C
Neutral start switch NSW • Saat lampu depan menyala
SPD ECU ISCV • Saat gigi dipindah dari N ke D atau dari D
ELS ke N saat kendaraan dihentikan.
A/C THW

NE Pada kasus di atas, bila beban ditambah atau


diubah, idling speed bertambah atau dijaga agar
sensor kecepatan kendaraan tidak berubah.

Electric load Sensor temperatur air

A/C amplifier

sensor posisi crankshaft


Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe ISCV

[Link] yang melewatkan Tipe ISCV


katup throttle dan
mengontrol jumlah intake ISCV adalah alat yang mengontrol jumlah intake
udara:/ udara selama idling menggunakan sinyal dari
[Link] yang mengontrol ECU motor dan mengontrol idling speed.
jumlah intake udara Ada dua tipe ISCV sebagai berikut.
menggunakan katup
throttle:
1. Tipe yang melewatkan throttle valve
dan mengontrol jumlah intake udara:
Turbocharger
1 Throttle valve 2 Throttle valve Karena throttle valve tertutup rapat selama
idling, ISCV mem-bypass volume udara yang
diminta idling.

ISCV Throttle
control
2. Tipe yang mengontrol jumlah intake
motor udara menggunakan throttle valve:
Dengan tipe ini, katup proper throttle mengontrol
ECU ECU jumlah intake udara selama idling. Sistem ini
disebut ETCS-i (Electronic Throttle Control
ETCS-i System-intelligent), dan melakukan fungsi
Rotary solenoid type Tipe Stepper Motor kontrol lain selain kontrol jumlah intake udara
Supercharger
selama idling. Lihat "ETCS-i" pada kelompok
“Other Control System” pada bab untuk
detailnya.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Rotary Solenoid

[Link] Kerja
Tipe Rotary Solenoid
ISCV tipe rotary solenoid terdiri dari
kumparan, IC, magnet permanen, katup, dan
ditempelkan ke throttle body. IC menggunakan
duty signal dari ECU motor untuk mengontrol
A arah dan jumlah arus yang mengalir dalam
kumparan dan mengontrol jumlah udara yang
kumparan melewati throttle valve, merotasikan katup.

1. Cara Kerja
magnetpermanen A Valve Saat duty ratio tinggi, IC menggerakkan katup
ke Air intake dari Air cleaner
chamber ke arah bukaan, dan ketika duty rasio rendah,
buka IC menggerakkan katup ke arah menutup.
A-A cross section
Tinggi ISCV melakukan pembukaan dan penutupan
dengan cara ini.
Duty ratio kum
par
RSO IC an PETUNJUK:
Apabila ada masalah, misalnya rangkaian
ECU terbuka, yang menyebabkan listrik berhenti
Tutup mengalir ke ISCV, katup dibuka pada posisi
Rendah
tertentu oleh gaya magnet permanen. Ini akan
menjaga idling speed rata-rata 1000 hingga
1200 rpm.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Stepper Motor

[Link] Kerja
Tipe Stepper Motor
ISCV tipe motor stepper ditempelkan ke ruang intake. Katup yang
Valve
dipasang di ujung rotor masuk atau keluar akibat rotasi rotor untuk
Stopper pin
mengontrol volume udara yang mengalir dalam rangkaian bypass.
Ke Air intake
chamber
1. Cara Kerja
[Link] kerja
Motor step menggunakan prinsip menarik dan memantulkan magnet
permanen (rotor) ketika medan magnet dihasilkan listrik yang mengalir
Dari Air cleaner
dalam kumparan. Pada gambar di kiri bawah, arus mengalir pada C1
Rotor menyebabkan magnet tertarik. Ketika arus ke C1 diputus disaat yang
kumparan Stator sama, arus dibuat mengalir ke C2, dan magnet ditarik ke C2. Pergantian
Valve shaft
arus dari C3 dan C4 dengan cara yang sama digunakan untuk merotasi
magnet. Magnet juga dapat berotasi ke arah berlawanan dengan
mengubah arah arus dari C4 ke C3, C2, dan C1. Pengaturan digunakan
untuk memindahkan magnet ke posisi yang ditentukan sebelumnya.

Motor step aktual menggunakan 4 kumparan untuk menciptakan 32


langkah untuk 1 rotasi magnet (rotor). (Beberapa motor memiliki 24
langkah per rotasi.)
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Stepper Motor

Tipe Stepper Motor


• Katup terbuka
Saat listrik dikirim ke kumparan A (RSO) untuk waktu yang lama, katup
digerakkan ke arah membuka.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System
ISCV (Idle Speed Control Valve) Tipe Stepper Motor

Tipe Stepper Motor


• Katup tertutup
Saat listrik dikirim ke kumparan B untuk waktu yang lama, katup
digerakkan ke arah menutup.
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

TERIMAKSIH
Diagnosis Technician >> Gasoline Engine Control System >> Outline of Engine Control System

Anda mungkin juga menyukai