Memahami Perizinan
Usaha Terbaru
Melalui OSS RBA
Bantuin Bisnismu Jadi Legal
1. Perbedaan OSS 1.1 dengan OSS RBA
OUTLINE 2. Penjelasan OSS RBA
3. Pengajuan Perizinan dan kelengkapan yang harus dipersiapkan
Perbedaan OSS 1.1
dengan OSS RBA
No Perbedaan OSS 1.1 OSS RBA
1. Kepastian Belum ada standar perizinan berusaha di K/L NSPK sebagai acuan tunggal di K/L dan
dan daerah daerah
2. Kemudahan Tidak dibedakan berdasarkan Risiko dan skala dibedakan berdasarkan risiko dan skala
kegiatan usaha kegiatan usaha
3. Terpusat dan Beberapa izin melalui K/L atau Pemda Seluruh kegiatan usaha melalui OSS
terintegrasi
4. Waktu Tidak ada standar waktu pengurusan setiap jenis perizinan ada standar waktu
dan berlaku asas fiktif positif
5. Biaya Beberapa izin di luar OSS sehingga rawan Berdasarkan PNBP/retribusi yang
pungli dibayarkan secara online
6. Pengawasan Tidak ada sistem khusus pengawasan Terdapat sistem pengawasan
7. Kemudahan ● Tidak ada ● NIB berlaku sebagai SNI dan
UMKM ● UMKM beresiko rendah tetap wajib pernyataan jaminan Halal
memiliki Izin Usaha ● Hanya NIB
PERIZINAN TUNGGAL
UMK dengan tingkat usaha risiko rendah:
NIB dapat sekaligus berlaku sebagai:
- Standar Nasional Indonesia (SNI); dan/atau
- Sertifikasi Jaminan Produk Halal (SJPH)
➔ SNI diterbitkan berupa: Sertifikat Bina UMK (pendampingan/fasilitasi
oleh BSN)
➔ SJPH dilakukan pendampingan/fasilitasi oleh BPJPH Kemenag
Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko
DASAR HUKUM
1. Undang Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
2. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko
3. Peraturan BKPM No. 3 Tahun 2021 Sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Terintegrasi Secara Elektronik
4. Peraturan BKPM No. 4 Tahun 2021 Pedoman dan Tata Cara Pelayanan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal
5. Peraturan BKPM No. 5 Tahun 2021 Pedoman dan Tata Cara Pengawasan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
APA ITU OSS RBA?
Online Single Submission Risk Based Approach
❏ Perizinan berusaha: Legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha
untuk memulai dan menjalankan usaha dan/atau kegiatannya
❏ Risiko: potensi terjadinya cedera atau kerugian dari suatu bahaya
atau kombinasi kemungkinan dan akibat bahaya
❏ Perizinan berusaha berbasis risiko: perizinan berusaha yang
didasarkan pada tingkat risiko kegiatan usaha
JENIS LAYANAN PERIZINAN BERUSAHA
1. Layanan Penerbitan Perizinan 2. Layanan Penerbitan Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko Berusaha Untuk Menunjang
Kegiatan Usaha
❏ Penerbitan perizinan berusaha berbasis
risiko
❏ Penerbitan perizinan berusaha berbasis
risiko untuk umk
❏ Pengembangan usaha
❏ Penggabungan, peleburan dan pembubaran
usaha
3. Layanan Fasilitas Penanaman Modal
❏ Layanan Fasilitas Fiskal
● Pembebasan bea masuk impor mesin/barang/bahan
● Tax holiday
● Tax allowance
● Fasilitas fiskal di KEK
● Pemberian fasilitas fiskal untuk penyelenggaraan kegiatan penelitian
● Pemberian Fasilitas fiskal untuk penyelenggaraan kegiatan praktik
kerja/pemagangan
● Investment allowance
❏ Layanan Fasilitas Non Fiskal
● Rekomendasi alih status izin tinggal kunjungan menjadi izin tinggal terbatas
● Rekomendasi alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap
IMPLEMENTASI OSS RBA
❏ Tingkat Risiko
● Pengidentifikasian kegiatan usaha;
● Penilaian tingkat bahaya;
● Penilaian potensi terjadinya bahaya;
● Penetapan tingkat risiko dan peringkat skala usaha; dan
● Penetapan jenis perizinan berusaha
❏ Skala Usaha
● Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
● Usaha Besar
CAKUPAN SEKTOR USAHA
9. Transportasi
1. Kelautan dan Perikanan;
10. Kesehatan, Obat, dan Makanan;
2. Pertanian;
11. Pendidikan dan Kebudayaan;
3. Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
12. Pariwisata;
4. Energi dan Sumber Daya Mineral;
13. Keagamaan;
5. Ketenaganukliran;
14. Pos, Telekomunikasi, Penyiaran,
6. Perindustrian;
dan Sistem dan Transaksi
7. Perdagangan;
Elektronik;
8. Pekerjaan Umum dan Perumahan
15. Pertanahan dan Keamanan; dan
Rakyat;
16. Ketenagakerjaan.
TINGKAT RISIKO PERIZINAN USAHA
Tingkat Risiko Risiko Risiko Menengah Risiko Menengah Risiko Tinggi
Rendah Rendah Tinggi
Perizinan Nomor Induk 1. NIB 1. NIB 1. NIB
Berusaha Berusaha 2. Sertifikat 2. SS berupa 2. Izin yang
(NIB) Standar (SS) pernyataan harus
berupa mandiri yang disetujui
pernyataan harus oleh
mandiri diverifikasi K/L/Pemda
oleh 3. SS jika
K/L/Pemda dibutuhkan
PEMOHON PERIZINAN USAHA
1 Pelaku usaha perorangan 3 Pelaku usaha Kantor Perwakilan
2 Pelaku usaha Badan Usaha 4 Pelaku usaha Luar Negeri
ATURAN PERALIHAN PERIZINAN USAHA
Pelaku usaha yang telah memperoleh Hak Akses melalui OSS 1.1, harus melakukan
1 penggantian Hak Akses pada saat melakukan aksi korporasi di sistem OSS Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko (OSS versi RBA) .
Pelaku Usaha yang telah memiliki NIB dan Perizinan Berusaha yang telah berlaku
efektif sebagaimana ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018, Sistem
2 OSS memberikan notifikasi bahwa Perizinan Berusaha Berbasis Risiko lama masih
berlaku.
Pada saat Peraturan Badan ini mulai berlaku, ketentuan dalam Izin
3
Prinsip/Pendaftaran Penanaman Modal/ Pendaftaran investasi/Izin
investasi/Izin Usaha/NIB/Perizinan Berusaha dinyatakan masih tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan.
Buka Akses Laptop Anda
[Link]
Pengajuan perizinan
OSS RBA
PERMOHONAN HAK AKSES
1. Perseorangan
→ Mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Identitas Diri
2. Badan Usaha
→ Mengisi data Badan Usaha dan Identitas Penanggung Jawab
3. Kantor Perwakilan dan Badan Usaha Luar Negeri
→ Mengisi data:
● Kantor Prinsipal di Luar Negeri
● Kantor Perwakilan di Indonesia
● Penanggung Jawab
DATA BADAN USAHA
DATA PENANGGUNG JAWAB
DATA PENANGGUNG JAWAB
AKTIVASI AKUN OSS RBA
1. Mendapatkan Notifikasi Email Aktivasi
2. Mendapatkan Akses OSS RBA
● Username dan Password
3. Login/Masuk dengan Akses OSS RBA tersebut
AKTIVASI EMAIL
AKTIVASI EMAIL
AKSES AKUN OSS RBA
LOGIN/MASUK OSS RBA
TAMPILAN BERANDA
PERMOHONAN BARU PERIZINAN BERUSAHA
1. Pengisian Data Badan Usaha
● Identitas Badan Usaha
● Modal Usaha
● Data Dasar Pembentukan Badan Usaha
● Data Pengurus dan Pemegang Saham
● Data Maksud dan Tujuan
IDENTITAS BADAN USAHA
IDENTITAS BADAN USAHA
IDENTITAS BADAN USAHA
IDENTITAS BADAN USAHA
MODAL USAHA
DASAR PEMBENTUKAN BADAN USAHA & PEMEGANG SAHAM
DATA MAKSUD DAN TUJUAN
PERMOHONAN BARU PERIZINAN BERUSAHA
2. Pengisian Data Usaha
● Pemilihan KBLI yang dijalankan
● Mengisi data Detail Usaha
● Aktivitas Impor
● Data Pendaftaran BPJS
● Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan (WLK)
PEMILIHAN KBLI
PEMILIHAN KBLI
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
DATA DETAIL USAHA
AKTIVITAS IMPOR
DATA PENDAFTARAN BPJS - WLK
PERMOHONAN BARU PERIZINAN BERUSAHA
3. Daftar Kegiatan Usaha
● Proses Perizinan Berusaha
● Pemenuhan Pernyataan Mandiri (Resiko Rendah)
● Kewajiban Dokumen Lingkungan (Resiko Menengah - Tinggi)
● NIB Terbit
PROSES PERIZINAN BERUSAHA
PERNYATAAN MANDIRI
PERNYATAAN MANDIRI
PERNYATAAN MANDIRI
PERNYATAAN MANDIRI
KEWAJIBAN DOKUMEN LINGKUNGAN
KEWAJIBAN DOKUMEN LINGKUNGAN
KEWAJIBAN DOKUMEN LINGKUNGAN
NIB TERBIT
NIB TERBIT
TAHAPAN PERMOHONAN PERIZINAN USAHA
01 Registrasi
NIK/e-KTP (WNI), Nomor Paspor (WNA), Nomor Pengesahan legalitas untuk
Badan Usaha
02 Legalitas
KBLI, Profil Pelaku Usaha, Lokasi Usaha
03 Kegiatan Usaha:
● Jenis kegiatan usaha (utama/pendukung/kantor cabang administrasi)
● Produk/Jasa
● Tenaga kerja
● Investasi
● Status bangunan
TAHAPAN PERMOHONAN PERIZINAN USAHA
04 Persetujuan lingkungan
01 Identitas penanggung jawab, pernyataan pengelolaan lingkungan/dokumen
lingkungan yang dimiliki
05 Persetujuan Bangunan:
● Jumlah bangunan
● Jumlah PBG yang sudah dimiliki
● Jika Sudah memiliki PBG: Nomor PBG, tanggal terbit. nama pejabat, upload
PBG
● Jika sudah memiliki SLF: Nomor SLF, tanggal terbit, nama pejabat, upload
06 Penerbitan
Penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko berdasarkan hasil analisis
tingkat risiko terhadap kegiatan usaha
PENGAWASAN
❏ Pengawasan rutin Pengawasan dikecualikan bagi:
Dilakukan dengan mengikuti norma, ❏ Kegiatan usaha risiko rendah
standar, prosedur, dan kriteria yang telah
ditetapkan K/L pembina → Pengawasan hanya dilakukan dengan
sistem insidental
● Laporan pelaku usaha
❏ UMK
● Inspeksi lapangan
→ pengawasan dilakukan dalam bentuk
❏ Pengawasan Insidental pembinaan
Berdasarkan pengaduan masyarakat
PENCABUTAN NIB
NIB dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dalam hal:
❏ Pelaku usaha melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan NIB;
❏ Pelaku usaha melakukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-
undangan terkait perizinan berusaha;
❏ Disetujuinya permohonan pelaku usaha atas pencabutan NIB;
❏ Pembubaran badan usaha; atau
❏ Berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Risiko Rendah (NIB dan Lampiran)
Risiko Menengah Rendah (Sertifikat, Standar dan
Lampiran)
Risiko Menengah
Tinggi (Sertifikat,
Standar dan Lampiran)
Risiko Tinggi (Izin
dan Lampiran)
OUR OFFICE
JAKARTA OFFICE MALANG OFFICE
Legalo, 18 Office Park, #10th Floor lot A PJ Tower, 2nd Floor
Jl. TB Simatupang No.18, Pasar Minggu, Permata Jingga, Soekarno Hatta, Kec. Lowokwaru,
Jakarta Selatan 12520 Kota Malang, Jawa Timur
Hotline : 0812-1611-1621 Hotline : 0812-1611-1621
Email : info@[Link] Email : info@[Link]
[Link] [Link]
Smart Legal ID Smart Legal ID