0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan17 halaman

Mengatasi Defect Produksi dengan PDCA

Defect sering ditemukan di dalam operasional produksi dan dapat berakibat pada kenaikan biaya serta gangguan jadwal produksi. Untuk mengatasi masalah defect, dokumen menjelaskan penggunaan siklus PDCA dan alat QC 7 Tools seperti checksheet, diagram Pareto, fishbone diagram, dan scatter diagram untuk mengidentifikasi penyebab defect dan merencanakan perbaikan.

Diunggah oleh

Yefta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan17 halaman

Mengatasi Defect Produksi dengan PDCA

Defect sering ditemukan di dalam operasional produksi dan dapat berakibat pada kenaikan biaya serta gangguan jadwal produksi. Untuk mengatasi masalah defect, dokumen menjelaskan penggunaan siklus PDCA dan alat QC 7 Tools seperti checksheet, diagram Pareto, fishbone diagram, dan scatter diagram untuk mengidentifikasi penyebab defect dan merencanakan perbaikan.

Diunggah oleh

Yefta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Troubleshooting defects using PDCA

by: Yefta Kristiyan


BIG CONCEPT
Defect process adalah bagian
waste

Operational tak jarang ditemukan defect


Waste defect perlu
Perubahan terdapat di PDCA cycle dihilangkan
PDCA Cycle dibagi menjadi dua
- Organizational
- Operational
Perbaikan menggunakan QC 7 tools
Perbedaan ISO 22000:2005 vs
2018

2
VS
PERRUBAHAN UTAMA PADA ISO 22000: 2018
HIGH LEVEL STRUCTURE Meningkatkan keselarasan antar standard
system
manajemen ISO laninnya (10 klausul)

Risk based thinking Pendekatan berbasis risiko (risiko dan peluang

Operation Process Menguraikan lebih detail mengenai CCP, OPRP,


dan PRP

PDCA CYCLE Siklus PDCA memiliki dua siklus terpisah yaitu


PDCA Organizational dan Operational

3
Siklus PDCA Organizational dan Operational pada ISO 22000:2018

4
Defect sering ditemukan di dalam operasional produksi

Tingginya angka persaingan didunia bisnis membuat banyak perusahaan berlomba menawarkan
produk yang berkualitas kepada konsumen sehingga kualitas tersebut menjadi cara untuk
meningkatkan kepuasan konsumen. Kualitas produk merupakan karakteristik yang harus
diperhatikan oleh perusahaan secara continue. Pengendalian kualitas tersebut diupayakan
supaya tidak terjadi defect dari hasil produksi.
Defect adalah kondisi dimana produk yang dihasilkan dalam operasional
produksi tidak sesuai dengan standard. Defect sendiri bisa digolongkan sebagai defect
minor, major maupun critical. Apapun bentuk defect yang terjadi di produksi perlu adanya
perbaikan..
Penyebab dari defect biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kesalahan
disebabkan oleh manusia atau operator, metode pengerjaan yang salah, mesin produksi yang
tidak bisa berfungsi dengan baik, bahan yang kurang berkualitas, dan juga lingkungan yang
kurang mendukung.

5
Cacat produksi dapat berakibat pada:

1. Operator pada proses produksi


selanjutnya harus menunggu
2. Bertambahnya biaya produksi
3. Memperpanjang lead time
4. Perlu kerja tambahan untuk
membongkar dan mereparasi produk
5. Terganggunya jadwal produksi

Dengan melihat akibat yag ditimbulkan


cacat/defect produksi maka perlu sebuah
DEFECTS improvement.

6
PDCA CYCLE
Siklus PDCA yang digunakan dalam proses
pemecahan masalah, dikenal sebagai Siklus Deming
(W. Edward Deming) atau Siklus Perbaikan
(Improvement Cycle).
Dengan menggunakan siklus PDCA sebagai siklus
perbaikan, kita dapat
- Mengidentifikasi dan menganalisa masalah
- Mengembangkan pemecahan masalah yang bisa
dikerjakan
- Menjamin bahwa masalah serupa tidak terulang
kembali

7
HUBUNGAN SIKLUS PDCA DENGAN QC 7 TOOLS

QC 7 TOOLS

1. Identifikasi Masalah KPI, Brainstorming, Checksheet,


P Grafik, Pareto
2. Analisa Penyebab Masalah Fishbone Diagram

3. Penentuan Penyebab Dominan Scatter

4. Menyusun Rencana Perbaikan Tabel 5W-2H

D 5. Pelaksanaan Perbaikan Control Chart, Grafik

6. Evaluasi Hasil Grafik, Pareto, Histogram


C
7. Standarisasi SOP, WI

A 8. Tema Berikutnya KPI, Grafik, Pareto

8
QC 7 TOOLS

1. Check Sheet
2. Diagram Pareto
3. Fishbone Diagram
4. Scatter Diagram
5. Graphic / Graph Diagram
6. Control Chart
7. Histogram

9
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

1 Checksheet Contoh Checksheet

Defect Item Checksheet


Pengertian
Untuk Memeriksa Jenis Cacat Produk
Tools berbentuk formulir tabel yang digunakan untuk  
Nama Produk Steak Walmart
mengumpulkan data dan memerikan kondisi Tanggal 20 Januari 2022
PT ([Link]) PT 101-120 (3 Bulan)
Manfaat Area Packing
PIC Yefta K
• Membantu dan mempermudah pengumpulan data
 
• Memberikan gambaran tentang jumlah kejadian dan Jenis Defect Total
Fail Odor Sensory 1
frekuensinya Under/Over Bag 40
Leaking IVP 25
• Mempercepat melihat permasalahan Incorrect Label 1

• Memahami situasi yang sebenarnya Dimension Outspec 30


Total 97

10
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

2. Diagram Pareto Pareto Masalah


100% 98% 99% 100% 100%
Grafik yang mengelompokkan data menurut 90% 90%
Jenis permasalahan atau penyebabnya 80% 80%
70% 72% 70%
Dan menggambarkan dengan jelas permasa- 60% 60%
50% 50%
lahan mulai dari kuantitas terbesar 41%
40% 40%
• PRINSIP 80:20 : Berfokus mengatasi 20% 30% 30%
20% 20%
Penyebab untuk menyelesaikan 80% Masalah 10% 10%
atau berfokus pada 20% Item yang berkontribusi 0% Under/Over Dimension Leaking IVP Fail Odor Incorrect
0%

Bag Outspec Sensory Label


terhadap 80% Impact
% Masalah % Komulatif

11
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

3. Fishbone
Diagram tulang ikan atau diagram sebab-akibat
yang digunakan untuk menganalisa penyebab suatu
masalah
Manfaat
• Memperlihatkan faktor-faktor penyebab yang
berpengaruh terhadap masalah yang dihadapi
• Mengelompokkan penyebab dalam beberapa kategori

12
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

4. Scatter Diagram
suatu bentuk penyajian visual dari data
yang menggambarkan korelasi (hubungan) antara dua variabel
Manfaat
1. Dapat melihat dan meramalkan atau menyimpulkan
hubungan antara dua variabel.
2. Dapat mengetahui korelasi dua variabel atau merekayasa
perubahan variabel yang lain.
3. Mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel,
dan berapa besar tingkat hubungan antara dua variabel tersebut.

13
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

5. Diagram
Tools yang umum digunakan untuk memvisualisasikan data
agar mudah dipahami, bisa melalui grafik garis, batang
maupun lingkaran.
Manfaat
-Memberi pengaruh visual, karena lebih mudah melihat
dalam bentuk diagram daripada dalam bentuk angka.
-Mudah membandingkan diantara data-data.
-Lebih mudah untuk mengetahui atau memahami data seluruhnya.
-Bentuknya menimbulkan rasa ketertarikan.
-Mudah untuk dimengerti dan menarik kesimpulan dengan cara melihat.

14
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

6. Histogram
Grafik balok untuk menunjukkan penyebaran frekuensi dari data
yang dikumpulkan dalam suatu periode tertentu (pengamatan),
kedalam kelompok kelas.
Manfaat
- Memudahkan analisa data, terutama data-data yang sulit
dianalisa bila disajikan dalam bentuk tabel.
-Menunjukkan frekuensi yang sering ditemukan, sebaran data
dalam kelompok kelas dan bentuk dari sebaran tersebut.
- Memberikan informasi penting untuk membuat estimasi/perkiraan

15
TROUBLESHOOTING DEFECTs melalui pdca

7. Control Chart
Control Chart menjelaskan tentang kondisi data proses
untuk mendapatkan informasi yang [Link] ini
dibuat untuk mengendalikan proses secara tepat guna (efisien)
sesuai dengan data-data yang [Link] suatu organisasi
telah menentukan tujuan mutu di dalam proses dan
menstandardisasikan proses pembuatan, namun pasti masih
dapat terjadi penyimpangan pada mutu produk jadi.

16
THANK
YOU
17

Anda mungkin juga menyukai