Proposal Usaha
Kue Pancong
DISUSUN OLEH:
nama:mohammad izhar raditya
Kelas:XII BDP 2
BAB I
Latar Belakang, Visi & Misi, analisa
peluang usaha, marketing mix
BAB II BAB III
Perhitungan Modal dan KESIMPULAN
Harga Jual, Analisa
Keuntungn
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan
kemajuan-kemajuan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Di
era modern ini berbagai alat canggih dan mutakhir semakin
mengiringi kehidupan manusia sehari-hari. Imbasnya hal-hal
tradisionalpun perlahan semakin ditinggalkan dalam rangka
penyesuaian hidup sebagai manusia modern.
Salah satu contoh yang mulai ditinggalkan adalah makanan-makanan
tradisional yang proses dan penyajiannya memakan waktu cukup lama
bila dibandingkan dengan berbagai makanan cepat saji (fast food)
yang saat ini terdapat dimana-mana. Tentunya, segala sesuatu yang
cepat saji dan modern tak selamanya memiliki segalanya; makanan
fast food cenderung berlemak dan tidak sehat. Lalu bagaimana cara
menemukan solusi agar makanan cepat saji tetap enak dan sehat?
VISI USAHA
Visi usaha ini adalah menjadikan masyarakat luas mengetahui jajanan
kuliner tradisional khas Indonesia dengan mengadakan pendekatan
kepada masyarakat bahwa kue pancong adalah cemilan yang sehat,
enak, dan mengenyangkan serta dapat diolah dengan berbagai rasa.
MISI USAHA
Misi dari usaha ini adalah:
[Link] resep tradisional bernuansa modern.
[Link] kue cubit menjadi cemilan makanan yang berkelas.
[Link] kesan rasa yang tidak monoton dengan aneka rasa kue
cubit.
ANALISIS PELUANG USAHA
Strenght (Kekuatan)
A. Bahan baku mudah di dapat
[Link] terjangkau
[Link] terjamin
d. Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
Weaknes (Kelemahan)
[Link] mudah ditiru
[Link] bahan baku tidak stabil
Opportunity (Peluang)
[Link] yang masih luas
[Link] baku yang mudah di dapat
[Link] PANCONG Juga dapat jadi pilihan sebagai sarapan pagi, dan camilan.
Threat (Ancaman)
[Link] produk yang lebih enak dan lebih murah
[Link] pesaing baru
[Link] pihak lain untuk mengambil ide usaha yang telah di kembangkan.
MARKETING MIXProduct (Produk)
[Link] PANCONG
[Link] (Harga)
Harga yang saya tetapkan adalah Rp. 1.000,-/pcs.
[Link] (Tempat)
Untuk mempermudah pengembangan usaha dan menambah atau menarik daya beli
masyarakat, saya menjual produk disekitar tempat tinggal saya dan tempat-tempat
yang ramai atau sering dikunjungi.
[Link] (Promosi)
Sistem promosi yang akan saya lakukan yaitu dengan memprompsiakannya
secara langsung kepada konsumen.
ANALISIS KEUANGAN
Transportasi Rp. 10.000
Total Rp. 10.000
Biaya bahan baku Rp. 43.500
Biaya peralatan Rp. 45
Biaya pelengkap Rp. 1.250
Biaya promosi Rp. 24
Biaya personal Rp.10.000 +
Total Rp. 54.819
( Aspek Keuangan)
Total biaya = Rp. 54.819
Produk = 250 pcs
a. Harga pokok perpcs = Jumlah biaya : Jumlah produk
= Rp.54.819: 250 pcs
= Rp.219,27 Dibulatkan 220/pcs
b. Harga jual perpcs = harga pokok + Keuntungan yang di inginkan
=Rp. 220 + (355% x 220)= Rp.1.000
c. Total pendapatan kotor = Jumlah produk x harga jual
= Rp. 250 x Rp. 1.000
= Rp. 250.000
d Total pendapatan bersih = pendapatan kotor – jumlah biaya
= Rp. 250.000 – Rp.54.869
= Rp. 195.131
( Keuntungan bersih yang di dapatkan)
a. Keuntungan perminggu= keuntungan /hari x 1 minggu
= Rp. 195.131 x 7 hari
= Rp. 1.365.917
b. Keuntungan perbulan = keuntungan /hari x 1 bulan
= Rp. 195.131 x 30 hari
= Rp. 5.853.930
c. keuntungan pertahun= keuntungan /hari x 1 tahun
=Rp. 195.131 x 360 hari
=Rp. 70.247.160
A. Kesimpulan
Membuka usaha kuliner merupakan bisnis yang menjanjikan,
terlebih lagi produk yang disajikan memiliki keunggulan dan
keunikan tersendiri yang dapat menarik konsumen. Bisnis kue
pancong ini menyajikan citra rasa yang beraneka ragam dengan
khas tradisional Indonesia. Dengan segenap usaha, saya akan
menjalankan bisnis ini dengan telaten hingga meningkatkan
omset sehingga dapat menyebarkan cabang bisnis usaha.
Dengan meningkatnya serta menyerbarnya gerak langkah
usaha ini juga sekaligus berpartisipasi dalam memperkenalkan
makanan khas tradisional Indonesia ke lebih khalayak luas.