PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)
Sejarah PBB
Awal mula terbentuknya PBB adalah untuk menggantikan LBB (Liga bangsa-
bangsa), yaitu sebuah organisasi yang bertujuan mewujudkan perdamaian yang
muncul pada perang dunia I (1914-1918).
Namun, dalam perkembangannya, LBB tidak dapat mewujudkannya. Sehingga pada
perang dunia II (1939) diadakan pertemuan antara mentri inggris Winston
Churchill dan Presiden Amerika serikat Franklin Delano Roosevelt pada 14
agustus 1941, yang menghasilkan Piagam Atlantik (Atlantic Charter), yang berisi
Pokok-pokok :
Tidak membenarkan adanya perluasan wilayah (politik ekspansi).
Setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri ( right of self
determination).
Setiap negara berhak dan bebas ikut serta dalam perdagangan didunia.
Perlu diciptakan perdamaian dunia, sehingga semua bangsa bebas dari rasa
takut dan kemiskinan
Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai.
Piagam Atlantik tersebut menjadi dasar konferensi-konferensi dalam
menyelesaikan perang dunia II, dan menuju pembentukan PBB.
1. 3O oktober 1943, di Moskow dilahirkan deklarasi Moskow tengtang
keamanan umum yang ditandatangani inggris, USA, Rusia, dan Cina.
2. 21 agustus-7 oktober 1944, diadakan konferensi dumbarton oaks diikuti 39
negara, membahas rencana pendirian PBB
3. 4 februari-11 februari 1945, diadakan konferensi Yalta, untuk menyetujui
mengadakan konferensi PBB di Amerika serikat.
4. 25 April-26 juni 1945 , diadakan konferensi San Fransisco yang dihadiri 51
utusan negara. Menghasilkan piagam perdamaian ( Charter of peace) atau
piagam PBB. Dan berlaku mulai 24 Oktober 1945.
Asas dan Tujuan PBB
Untuk mencapai terwujudnya tujuan-tujuan PBB, baik organisasi
ataupun anggotanya harus mengikuti asas-asas berikut :
Organisasi ini bersendikan pada asas-asas persamaan kedaulatan dari semua
anggotanya.
Anggota menjamin adanya hak-hak dan manfaat yang timbul dari keanggotaannya
akan memenuhi kewajiban-kewajibannya yang sesuai dan setia kepada piagam PBB.
Anggota akan menyelesaikan persengketaan internasional secar damai tanpa
menggangu perdamaian dan keamanan internasional, serta keadilan.
Anggota akan memberikan segala bantuan kepada PBB yang sesuai dengan piagam
PBB.
Organisasi menjamin negara-negara bukan anggota PBB bertindak sesuai asas-
asas sejauh mungkin bila dianggap perlu untuk perdamaian dan keamanan
internasional.
• PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri, negara anggota.
Tujuan PBB yang tercantum dalam preambul Piagam
PBB :
≈ Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang.
≈ Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia, harkat
dan derajat diri manusia, dan persamaan hak bagi pria dan
wanita, dan bagi semua bangsa.
≈ Menciptakan keadaan yang memungkinkan terpeliharanya
keadilan dan kehormatan, serta kewajiban yang timbul dari
perjanjian internasional dan sumber hukum internasional lain.
≈ Mendorong kemajuan sosial dan tingkat kehidupan yang lebih
baik.
Tujuan PBB yang tercantum dalam pasal 1 piagam
PBB :
≈ Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
≈ Memajukan hubungan persahabatan antara bangsa-bangsa .
≈ Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan
persoalan internasional dalam hal ekonomi, sosial, budaya,
kemanusiaan. Dan berusaha memberikan penghargaan
terhadap hak-hak asasi manusia, tanpa membedakan apapun.
≈ Menjadi pusat bagi terupayanya penyelarasan segala
tindakan-tindakan bangsa dalam mencapai tujuan bersama .
Struktur Organisasi PBB
Pada Struktur organisasi PBB , dibagi menjadi tiga
bagian , yaitu :
a. Organ Utama
b. Organ Subsidier
c. Badan Khusus
1. Sekretariat (secretary)
Sekretariat merupakan organ PBB yang bertindak sebagai pusat
pelaksanaan. Sekretariat PBB dipimpin oleh seorang sekretaris
jenderal yang dipilih oleh Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan
PBB untuk masa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali.
Tugas utama Sekretaris Jenderal sebagai berikut :
1. Melaksanakan tugas-tugas administrasi PBB.
2. Menyusun laporan tahunan tentang kegiatan PBB yang harus
disampaikan kepada MU.
3. Menyiapkan, mengumumkan dan melaksanakan segala keperluan
badan-badan PBB.
4. Mengajukan kepada DK PBB mengenai situasi yang menurut
pendapatnya dapat membahayakan perdamaian internasional.
Selain sekretaris jendral terdapat sekretaris pembantu ( under secretary), yaitu :
• Sekjen pembantu untuk urusan Dewan Keamanan
• Sekjen pembantu untuk urusan ekonomi
• Sekjen pembantu untuk urusan perwakilan dan penerangan untuk daerah
yang belum merdeka
• Sekjen pembantu untuk urusan sosial
• Sekjen pembantu untuk urusan hukum
• Sekjen pembantu untuk penerangan
• Sekjen pembantu untuk koprasi dan pelayanan umum
• sekjen pembantu untuk urusan tata usaha dan keuangan
Tanggung jawab Sekjen Pembantu :
1. Mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan pertemuan
yang akan diadakan oleh majelis umum ataupun badan lainnya.
2. Melaksanakan keputusan-keputusan yang telah dihasilkan oleh badan-badan
PBB
2. Majelis Umum (general assembly)
Semua negara anggota PBB adalah anggota Majelis Umum. Majelis ini
bersidang 1 kali setahun.
Tugas dan wewenang Majelis Umum sebagai berikut :
• Membicarakan persoalan-persoalan yang tercantum dalam PBB.
• Membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan perdamaian dan
keamanan dunia.
• Memilih anggota-anggota Dewan Ekonomi Sosial, menerima anggota baru,
dan mengangkat Sekretaris Jenderal yang mengepalai Sekretariat.
• Menetapkan anggaran belanja PBB.
• Memiliki wewenang mengadakan perubahan terhadap pasal-pasal piagam
PBB.
3. Dewan Keamanan (security Council)
Dewan ini memiliki tugas pokok memelihara atau mempertahankan perdamaian dan
keamanan internasional.
Dewan Keamanan mempunyai anggota 15 negara.
a. Lima negara anggota tetap (the Big Five) yakni Inggris, Perancis, RRC,
Amerika Serikat, dan Uni Sovyet (Rusia). Kelima negara itu mempunyai hak
veto yaitu hak untuk menolak atau membatalkan suatu keputusan dalam
Dewan Keamanan. Hak veto tidak berlaku apabila masalah yang disidangkan
DK menyangkut kepentingan negara anggota DK.
b. Sepuluh negara anggota tidak tetap (dipilih secara bergiliran untuk masa
tugas dua tahun). Indonesia pernah dipilih menjadi anggota tidak tetap DK
antara tahun 1973 – 1974.
Tugas dan wewenang Dewan Keamanan :
1. Menyelesaikan perselisihan internasional secara damai.
2. Mengadakan tindakan pencegahan atau paksaan dalam memelihara
perdamaian dan keamanan.
3. Memilih hakim-hakim Mahkamah Internasional.
4. Mengawasi wilayah-wilayah sengketa.
5. Mengawasi pembuatan dan penggunaan senjata militer dari masing-masing
anggota.
6. Memberikan pertimbangan kepada majelis umum sehubungan dengan
penerimaan anggota baru PBB.
[Link] pengawasan terhadap wilayah wilayah yang dipersengketaan.
4. Dewan Ekonomi dan Sosial (Economy and Social Council)
ECOSOC memiliki 54 anggota, yang semuanya dipilih oleh Majelis Umum
untuk masa jabatan tiga tahun. Presiden dipilih untuk jangka waktu satu
tahun dan dipilah di antara kekuatan kecil atau menengah yang berada di
ECOSOC. ECOSOC bertemu sekali setahun pada bulan Juli untuk sesi empat
minggu
Fungsi ECOSOC mencakup pengumpulan informasi, menasihati negara
anggota, dan membuat rekomendasi. Selain itu, ECOSOC mempunyai posisi
yang baik untuk memberikan koherensi kebijakan dan mengkoordinasikan
fungsi tumpang tindih dari badan anak PBB dan dalam peran-peran inilah
ECOSOC yang paling aktif.
Tugas dan wewenang dewan ekonomi dan sosial :
1. Mengadakan penelitian terhadap masalah ekonomi, kebudayaan, dan
pendidikan, serta kesehatan .
2. Mengajukan usulan dan anjuran kepada Majelis Umum guna
meningkatkan kesejahteraan , kebudayaan, dan penghargaan hak-hak
asasi manusia
3. Mengkoordinasikan kegiatan badan khusus PBB
4. Melaksanakan tugas-tugas sebagaimana ditentukan dalam sidang Majelis
Umum
5. Dewan Perwakilan (Trusteeship Council)
Tugas Dewan Perwalian antara lain :
[Link] kemajuan penduduk daerah perwalian dalam
negara untuk mencapai kemerdekaan sendiri.
2. memberikan dorongan untuk menghormati HAM
3. melaporkan hasil pengawasan kepada sdang umum PBB
4. Badan ini bertugas menyelenggarakan pemerintahan dan
melakukan pengawasan terhadap wilayah yamg masuk kategori
trust-territories (wilayah perwalian) .
6. Mahkamah Internasional
Keanggotaan Mahkamah Internasional adalah Badan Peradilan utama dari PBB.
Mahkamah Internasional terdiri atas 15 hakim dari 15 negara. Anggota ini
bertugas selama 9 tahun. Mahkamah Internasional ini berkedudukan di Den
Haag.
Tugas Mahkamah Internasional :
1. Mengadili perselisihan-perselisihan atau persengketaan antarnegara-
negara anggota PBB yang persoalannya diajukan oleh negara yang berselisih.
2. Memberikan pendapat kepada Majelis Umum PBB tentang penyelesaian
sengketa antarnegara-negara anggota PBB.
3. Mendesak DK PBB untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang tidak
menghiraukan keputusan Mahkamah Internasional.
Keanggotaan Organisasi
Keanggotaan PBB terdiri dari 2 macam, yaitu:
1. Anggota asli (orginal members) yang terdiri dari 50 negara
yang menandatangani Piagam San Fransisco 26 Juni 1945.
Pada tanggal 15 Oktober 1945 Polandia menyusul sehingga
menjadi 51 negara.
2. Anggota tambahan, yakni negara-negara anggota PBB yang
masuk kemudian berdasar syarat-syarat disetujui Majelis
Umum PBB.
Syarat-syaratnya menjadi anggota PBB :
1. Negara merdeka.
2. Negara yang cinta damai.
3. Sanggup mematuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Piagam
PBB.
4. Diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disahkan oleh Majelis Umum PBB.
Suatu negara dapat diterima sebagai anggota PBB jika
didalam pemungutan suara di Majelis Umum
mendapakan dukungan suara sekurang-kurangnya 2/3
mayoritas suara (pasal 18 Piagam PBB).