JOURNAL READING
“Blood pressure control in chronic kidney disease: A
cross-sectional analysis from the German Chronic
Kidney Disease (GCKD) study”
Dosen Pembimbing :
dr. Dewi Martalena, [Link]
Mutia Rahmawati
2014730066
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2019
PENDAHULUAN
• Penyakit ginjal kronik telah semakin diakui sebagai
beban kesehatan di dunia
• Prevalensi dari penyakit ginjal kronik adalah 10–15%
pada populasi orang dewasa di negara
berpenghasilan tinggi dan rendah.
• Kontrol tekanan darah dianggap sebagai pilihan
manajemen Penyakit ginjal kronik, untuk
mengurangi hilangnya fungsi ginjal secara progresif,
serta untuk menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular.
METODE
Tempat & Waktu Penelitian
Jenis & Desain Penelitian
Analisis Cross-sectional • German Chronic Kidney
prospective observational Disease (GCKD) study.
cohort study • 2010 to 2012
Sample Analisis
5217 pasien menjadi 5138
pasien Odds ratios : 95% CI
p-value < 0.05
SAS Version 9.2 by SAS
Institute
Kriteria Kriteria
Inklusi Eksklusi
• Usia 18 sampai 74 • Pasien sebelumnya
tahun menjalani transplantasi
organ padat atau sumsum
• Nilai Laju Filtrasi tulang
Glomerulus (LFG)
• menderita keganasan
antara 30 dan 60
ml/min/1.73 m2 • mengalami gagal jantung
• Terdapat proteinuria • berada di bawah
atau creatinine ≥500 pengawasan hukum
mg/g pada LFG >60 • tidak dapat memberikan
ml/min/1.73 m2. persetujuan.
Alur pemeriksaan
pasien terdaftar pada GCKD center setempat atau pada parktik
nefrologi dari ahli nefrologi ( termasuk tindakan pengukuran tekanan
darah yang benar dan terstandarisasi)
Tiga pengukuran dilakukan di depan peneliti dengan dua menit antara
masing-masing pengukuran
Hasil rata-rata dari Tiga pengukuran masuk ke data analisis
Informasi tentang jenis tipe obat (diresepkan dan dibeli sendiri)
dikumpulkan, tetapi jadwal minum obat dan dosisnnya tidak dicatat.
Semua obat antihipertensi dikelompokan menjadi 7 kategori:
• (1) inhibitors of the renin-angiotensin system (RAS; comprising the
3 sub-categories ACE inhibitors, AT1 blockers, and renin inhibitors)
• (2) diuretics (comprising the 3 sub-categories thiazide diuretics,
loop diuretics, and potassium-sparing diuretics including
aldosterone blockers),
• (3) beta blockers
• (4) central sympatholytic agents
• (5) peripheral acting alpha-adrenergic antagonists
• (6) calcium channel blockers
• (7) other vasodilators.
definisi
hipertensi
• Hasil rata-rata 3 pengukuran tekanan darah : sistolik ≥140 mmHg, diastolik ≥90 mmHg, atau
obat antihipertesi sudah diresepkan
Menyadari hipertensi
• Pasien hipertensi yang menggambarkan dirinya hipertensi saat pengisian kuesioner selama
wawancara
Hipertensi terkontrol
• Pasien hipertensi dengan hasil rata-rata 3 pengukuran tekanan darah : sistolik ≤140 mmHg,
diastolik ≤90 mmHg
Resistant hypertension
• Hasil rata-rata 3 pengukuran tekanan darah : sistolik ≥140 mmHg, diastolik ≥90 mmHg
meskipun sedang menjalani pengobatan dengan setidaknya 3 obat antihipertensi yang
berbeda, termasuk diuretik
Obat antihipertensi usia yang lebih muda
Usia jenis kelamin perempuan
Jenis kelamin pendapatan yang lebih tinggi
Status (single, married, proteinuria yang rendah atau
divorced/separated, widowed) tidak ada
Edukasi Penggunaan jenis obat
univariat
antihipertensi tertentu.
Multivariat
pendapatan tahunan
jenis asuransi kesehatan
indeks massa tubuh
status merokok
diabetes mellitus
penyakit kardiovaskular,
serebrovaskular atau pembuluh
darah perifer sebelumnya
nilai albumin urin terhadap
nilai kreatinin, dan nilai eGFR
HASIL
DISKUSI
• Hanya 49.3% dari objek penelitian mencapai tujuan
tekanan darah < 140/90 mmHg.
• Analisis pola pengobatan menunjukkan bahwa
51.0% of pasien dengan tekanan darah tidak
terkontrol (1/4 populasi penelitian) memenuhi
kriteria hipertensi resisten.
• peneliti dari studi Cohort Insufisiensi Ginjal (CRIC) AS
melaporkan bahwa 67,1% pasien dengan tekanan darah <140/90
mmHg
• peneliti dari studi Cohort skala besar pasien CKD dalam
pengaturan yang berbeda di AS menggambarkan kontrol tekanan
darah <140/90 mmHg hanya pada 11–21% dari pasien
(tergantung pada stadium CKD)
• Dalam kohort CKD lain yang berasal dari Survei Pemeriksaan
Kesehatan dan Gizi Nasional AS 1996–2006, 48,5% peserta
menunjukkan tekanan darah terkontrol (didefinisikan sebagai
tekanan darah <140/90 mmHg).
• Sebuah survei cross-sectional pasien CKD di Spanyol
menemukan tingkat tekanan darah <140/90 mmHg pada 45,5%
peserta
Keterbatasan
• peneliti mengumpulkan informasi tentang obat yang
diresepkan tetapi tidak pada dosis obat, jadwal asupan, atau
durasi pengobatan.
• peneliti juga tidak menilai kepatuhan terhadap pengobatan,
yang sulit untuk diukur
• peneliti tidak dapat mengecualikan bahwa asupan obat yang
sebenarnya mungkin sangat kurang dari jumlah obat yang
diresepkan.
Keterbatasan
• penggunaan pengukuran tekanan darah yang
diperoleh selama kunjungan hanya 1x, meskipun
data diperoleh dengan cara yang sangat standar.
• Lebih dari 80% pasien hipertensi menerima
inhibitor RAS, seperti yang direkomendasikan oleh
banyak pedoman
• 49,0% pasien dengan hipertensi yang tidak
terkontrol tidak memenuhi definisi hipertensi
resisten.
Kesimpulan
Tekanan darah yang tidak terkontrol berkaitan erat
dengan perkembangan penyakit ginjal serta
komplikasi kardiovaskular, upaya intensif untuk
mengontrol tekanan darah tampaknya diperlukan.
TERIMAKASIH