0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Ergonomi Kerja: Manfaat dan Praktik Optimal

Dokumen tersebut membahas tentang ergonomi dalam kerja, yang mencakup pengertian ergonomi sebagai penyesuaian antara tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk mengurangi stress, manfaat ergonomi seperti menurunnya kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas, serta faktor-faktor ergonomi seperti posisi kerja, tata letak tempat kerja, dan pengangkatan beban yang sesuai.

Diunggah oleh

Made Rake
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Ergonomi Kerja: Manfaat dan Praktik Optimal

Dokumen tersebut membahas tentang ergonomi dalam kerja, yang mencakup pengertian ergonomi sebagai penyesuaian antara tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk mengurangi stress, manfaat ergonomi seperti menurunnya kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas, serta faktor-faktor ergonomi seperti posisi kerja, tata letak tempat kerja, dan pengangkatan beban yang sesuai.

Diunggah oleh

Made Rake
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ERGONOMI DALAM KERJA

Ns. Richta Puspita Haryanti,[Link]


Pengertian Ergonomi
• Hazard ergonomi adalah potensi bahaya yang disebabkan terjadi
karena tidak efisiennya hubungan alat kerja dengan manusianya,
biasanya berhubungan dengan prilaku kerja manusia dengan
alatnya. Disini ini adalah yang menyebabkan juga munculnya
penyakit akibat kerja karena kesalahan-kesalahan dalam prilaku
penggunaan alat kerjanya.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah
penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah
untuk menurunkan stress atau tekanan yang akan dihadapi. Salah
satu upaya yang dilakukan antara lain menyesuaikan ukuran
tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan,
pengaturan suhu, cahaya dan kelembapan. Hal ini bertujuan agar
sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. 
Manfaat Ergonomi

1. Menurunnya angka kesakitan akibat kerja.


2. Menurunnya kecelakaan kerja.
3. Biaya pengobatan dan kompensasi berkurang.
4. Stress akibat kerja berkurang.
5. Produktivitas membaik.
6. Alur kerja bertambah baik.
7. Rasa aman karena bebas dari gangguan cedera.
8. Kepuasan kerja meningkat
Sikap Tubuh dalam Bekerja 
  Dari sudut otot, sikap duduk yang paling baik adalah sedikit
membungkuk. Namun dari sudut pandang tulang lebih baik
tegak, agar punggung tidak bungkuk dan otot perut tidak
lemas. Untuk itu, dianjurkan memiliki sikap duduk yang tegak,
diselingi istirahat dengan sedikit membungkuk.
  Gerakan ritmis seperti memutar roda, mengayuh, mendayung,
memerlukan frekuensi optimal, yaitu 60 kali per menit. Beban
tambahan akibat lingkungan harus ditekan sekecil mungkin.
Batas kesanggupan kerja sudah tercapai, apabila bilangan nadi
kerja menjadi 30 kali per menit diatas bilangan nadi istirahat.
Sementara nadi kerja tersebut tidak terus menanjak dan sehabis
bekerja pulih kembali pada nadi istirahat setelah kurang lebih
15 menit. Kemampuan seseorang bekerja sehari adalah 8 -10
jam. Lebih dari itu efisiensi dan kualitas kerja sangat menurun.
FAKTOR ERGONOMI
Setiap tempat kerja atau kegiatan yang bisa menyebabkan/
menimbulkan tekanan terhadap fisik/ jiwa ataupun perlakuan
yang tidak pantas terhadap bagian tubuh seseorang.

Ketidaknyamanan dalam
bekerja
FAKTOR ERGONOMI

Yaitu faktor yang mempengaruhi keserasian antara


tenaga dan pekerjaannya (cara kerja, posisi kerja, alat
kerja, beban kerja) ketidakserasian dari faktor di atas
dapat menimbulkan kecelakaan kerja sakit otot, sakit
pinggang, cedera punggung, dll.

Pekerjaan yang mengharuskan perpindahan bolak-balik


Beban tangung-jawab berlebihan
Pengaturan shift yang jelek
Ketidakserasian jam kerja dengan istirahat
Tanda sistem kerja yang tidak
ergonomi
Hasil kerja yang tidak memuaskan
Sering terjadi kecelakaan
Pekerja sering melakukan kesalahan
Pekerja mengeluh adanya nyeri atau sakit pada leher,
bahu, punggung
Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan
karakteristik fisik pekerja
Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang
panjang
Posisi Kerja

Terdiri dari posisi duduk dan posisi berdiri, posisi duduk dimana
kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama
bekerja. Sedangkan posisi berdiri dimana posisi tulang belakang
vertikal dan berat badan tertumpu secara seimbang pada dua
kaki. Bekerjalah dengan posisi tegak ke depan.
Usahakan pekerjaan terlihat dengan kepala dan badan
tegak,kepala agak ke depan.
Usahakan benda yang akan anda jangkau berada maksimal 15
cm di atas landasan kerja
Jika memungkinkan menyediakan meja yang dapat diatur
turun dan naik
Next...

Para pekerja dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan


posisi  waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya.
Harus dibedakan ukuran anthropometri barat dan timur. Kurangi
gerakan yang tidak perlu, gunakan sepatu yang senyaman mungkin.

•Hindari postur tubuh yang tidak berubah/statis, sesekali regangkan


otot-otot anda
•Jika pekerjaan anda menuntut adanya koordinasi tangan atau mata
(contoh: mengetik dengan komputer) maka posisi pekerjaan perlu di
dekat daerah mata, sedikit di bawah ketinggian bahu, untuk
menstabilkan tangan diberi bantalan siku/pergelangan yang nyaman
dengan tujuan mengurangi beban otot bahu
Tata Letak Tempat Kerja

Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas


kerja. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional
lebih banyak digunakan daripada kata-kata.
Letakkan barang-barang tersebut dalam posisi yang
minimal atau terdekat dan mudah dijangkau dan mudah
terlihat
Landasan kerja   harus memungkinkan lengan
menggantung pada posisi rileks dari bahu, dengan lengan
bawah mendekati posisi horizontal atau sedikit menurun.
(Duduk dengan posisi bersandar).
Mengangkat Beban
Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban yakni, dengan
kepala, bahu, angan, punggung dsbnya. Beban yang terlalu berat
dapat menimbulkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan
persendian akibat gerakan yang berlebihan. Beban yang diangkat
tidak melebihi aturan yang ditetapkan, sbb:
Kemampuan beban yang dapat diangkat
Laki-laki dewasa 40 kg
Wanita dewasa 15-20 kg
Laki-laki (16-18 th) 15-20 kg
Wanita (16-18 th) 12-15 kg
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai