ASSESSMENT
Muryanti/2018
Assessment
Assessment adalah proses penilaian yang
dilakukan setelah proses evaluasi
Tujuan dari Assessment
• Screening
• Mengetahui kemampuan klien/ pasien
• Menetapkan tujuan dari intervensi
• Mengetahui hasil intervensi
Screening
Screening adalah usaha yang dilakukan untuk
menyaring pasien/ klien.
Dalam mengevaluasi hasil skrining, kita perlu bertanya
apakah seorang anak yang tampaknya memiliki masalah
bahasa menunjukkan perbedaan bahasa atau gangguan.
Jika hasil screening anak jelek, tidak berarti dia
memiliki gangguan bahasa perkembangan
Screening hanya digunakan untuk
melihat apakah seorang anak memiliki
resiko/ potensi untuk mengalami
gangguan bahasa perkembangan
Mengetahui Kemampuan Klien/ Pasien
Pada tahap ini, assessment harus bisa
menunjukkan kemampuan klien/ pasien mana
yang normal mana yang terganggu.
Seorang terapis wicara memerlukan
beberapa setting untuk mengetahui
kemampuan komunikasi dari klien
Menetapkan Tujuan dari Intervensi
Tujuan ketiga dari Assessment adalah
mengidentifikasi target dan prosedur yang tepat
untuk intervensi.
Mengetahui hasil intervensi
Assessment adalah proses yang
berkelanjutan. Itu tidak berakhir saat evaluasi
diagnostik telah selesai. SLP memiliki kewajiban
untuk terus mengevaluasi kemajuan klien di
seluruh program intervensi.
Pertama, Assessment diperlukan untuk menentukan
apakah tujuan program intervensi telah tercapai/ belum.
Bagaimana Anda akan tahu kapan harus pindah ke target
intervensi berikutnya tanpa mengetahui apakah klien belum
belajar apa yang telah Anda ajarkan? Jika penilaiannya
menunjukkan bahwa klien telah menguasai salah satu tujuan
dari program, langkah selanjutnya dapat dimulai. Jika tidak,
mungkin prosedurnya atau bahan atau modalitas terapeutik
perlu diubah. Wajar saja apabila ada program yang
perludimodifikasi apabila tidak efektif.
Kedua, Assessment berkelanjutan diperlukan untuk
memutuskan kapan untuk memperhentikan/ meluluskan
klien/ pasien dari intervensi. Sama seperti kita perlu
memutuskan kriteria sebelumnya untuk mengidentifikasi
seorang anak dengan gangguan bahasa, penting untuk
memutuskan sebelumnya kriteria apa yang akan digunakan
untuk penyelesaian
(Roulstone & Enderby, 2010).
Apa yang di Assessment ?
• Domains of language
• Modalities of language
• Assessing collateral areas
• Non-verbal cognition
Domains of language
Modalities of language
Assessing collateral areas
• Hearing
• Oral Motor Assessment
Hearing
• Tidak ada Assessment bahasa yang lengkap
tanpa investigasi status pendengaran anak.
Oral Motor Assessment
Area lain yang perlu diassessment pada anak
yang mengalami gangguan bahasa adalah
integritas dari sistem oral-motor. Pada saat
seorang anak memilikikesulitan dalam
mengekspresikan bahasa lisan, sangat penting
untuk menentukan apakah ada hambatan fisik
Assessment dari speech-motor system meliputi
semua organ yang digunakan untuk bicara
terdiri dari pemeriksaan kesimetrisan wajah,
gigi, struktur dan fungsi bibir, lidah, rahang,
dan velofaring; dan sistem pernapasan, dan
resonansi
Kriteria penilaian dari oral motor
assessment
1. Normal
2. Sedikit penyimpangan; mungkin tidak
ada efek merugikan pada bicara
3. Penyimpangan moderat; kemungkinan
ada efek pada bicara, terutama jika
struktur lainnya juga menyimpang
4. Penyimpangan ekstrim; cukup untuk
mengganggu produksi bicara normal,
memerlukan modifikasi struktur.
Non-verbal cognition
Meskipun terapis wicara tidak mampu
melakukan tes IQ, ada cara informal yang
dapat digunakan untuk mengetahui
kemampuan kognitif yaitu berdasarkan cara
bermain, Piagetian tasks, dan cara
menggambar
Bagaimana melakukan assessment
• Menggunakan tes yang terstandar
• Melakukan wawancara atau mengisi
quesioner
• Menggunakan developmental scales
• Criterion-Referenced Procedures
• Observasi perilaku
Interpretasi data hasil assessment
• Menentukan tingkat keparahan gangguan
• Prognosis
• Rekomendasi
4 klasifikasi tingkat keparahan
• Ringan/Mild
Ada beberapa dampak dari gangguan tetapi tidak
menghalangi anak dalam kegiatan sekolah maupun
masyarakat.
Mampu melakukan sesuatu secara independen dengan
bantuan minimal
• Sedang/ Moderate
Dampak dari gangguan sangat terlihat secara
signifikan sehingga membutuhkan bantuan untuk
melakukan aktivitas.
Mampu melakukan sesuatu tetapi memerlukan
pengawasan.
• Parah/ Severe
Memerlukan banyak bantuan untuk melakukan
suatu aktivitas.
Dapat melakukan beberapa keterampilan
fungsional dengan pengawasan
• Sangat Parah/ Profound
Beberapa keterampilan fungsional
Membutuhkan bantuan maksimal dalam semua
kegiatan
Prognosis
Prognostik berisi prediksi Terapis Wicara
tentang hasil apa yang dapat diharapkan pada
pasien pada waktu yang akan datang, mengingat
tingkat kemampuan pasien saat ini.
Rekomendasi
Bagian terakhir dari sebuah proses diagnostik
adalah pembuatan rekomendasi.
Rekomendasi ini berisi 3 hal :
1. Mengapa seorang klien/pasien memerlukan
intervensi?
2. Apa tujuan dari intervensi
3. Metode/ cara apa yang akan digunakan untuk
intervensi?
Informasi lebih
lanjut silahkan
baca buku