DASAR-DASAR PEMADAMAN
KEBAKARAN
(BASIC FIRE FIGHTING)
1
PELAKSANAAN SESSI
Aturan Dasar
• Komitmen untuk menghadiri dengan penuh waktu
• Matikan nada dering handphone Anda
• Dengarkan dengan seksama
• Berdialog aktif untuk mendapatkan pemahaman yang
sama
• Hindari memonopoli diskusi
• Hindari berbicara menyimpang dari topik bahasan
• Memberikan masukan dengan cara yang baik
2
PRE TEST
Petunjuk Test
• Test ini merupakan ukuran pengetahuan anda tentang
materi ini sebelum mengikuti presentasi
• Pilihan Berganda (Multiple Choices)
• Tulis nama Anda, nama Perusahaan dan posisi
pekerjaan
• Pilih jawaban yang paling benar
• Beri tanda silang (X) jawaban yang paling benar di
Lembar Jawaban
• Waktu 20 menit
3
POST TEST
Petunjuk Test
• Test ini merupakan ukuran pengetahuan anda setelah
mengikuti presentasi
• Pilihan Berganda (Multiple Choices)
• Jawablah di Lembar Jawaban terpisah
• Tulis nama Anda, nama Perusahaan dan posisi pekerjaan
• Waktu 20 menit
• Ukuran kelulusan (Passing Grade):
Untuk tingkatan Pengawas, Safety Officer/Leader, Leader
minimal 75%
Untuk tingkatan pekerja minimal 65%
4
PENDAHULUAN
Apa yang Anda dapatkan dari kelas ini?
• Memahami konsep dasar api
• Memahami jenis kebakaran dan cara memadamkan api
awal dengan aman
• Memahami Alat Pemadam Api Ringan dan
penggunaannya
5
APAKAH API?
Proses reaksi kimia / oksidasi (pembakaran)
secara cepat dan diikuti dengan pelepasan
energi.
Kebakaran adalah api yang tidak bisa di
kendalikan lagi.
6
PEMBAKARAN (Mode Nyala Api Kecil)
• Api terbuka
• Permukaan panas
Minimum 16% • Percikan dan lelehan
di udara • Gesekan logam
• Energi Listrik
•
EN
Gas bertekanan
PA
IG
NA
S
OK
S
BAHAN BAKAR
Gas Cairan Padat Padat
•LNG •Gasoline •Batubara •Plastik
•LPG •Minyak Tanah •Kayu •Gula
•Hydrogen •Terpentin/Plitur/Vernis •Kertas •Tepung
•Acetylene •Thinner •Kain •Kulit
•Alkohol •Lilin •Gabus
•Bensin •Gemuk
7
PEMBAKARAN (Metode Nyala Api & Peledakan)
Bahan Reduksi Bahan
( Bahan Bakar ) Oksidasi
Reaksi Rantai
Kimia
Panas
Pandangan Datar Limas (Tetra-hedron)
8
FLASH POINT (TITIK NYALA)
Flash Point (Titik Nyala) adalah kondisi, dimana bahan
bakar (fuel) pada suhu terendahnya mulai membentuk
uap dan selanjutnya dalam jumlah yang cukup untuk
siap terbakar.
Bila suhu mencapai temperatur nyala maka bahan
bakar tersebut mulai terbakar. Bahan bakar tidak akan
menyala bila belum mencapai suhu yang cukup untuk
bahan bakar tersebut terbakar.
9
Contoh Titik Nyala Bahan Bakar
FLASH POINT
FUEL TYPES
F C
GASOLINE -45 -43
KEROSENE 100 -165 38-74
JET FUEL 100 38
ACETONE - -18
PROPENE 156 -104
BUTANE -76 -60
ACETYLENE - -18
10
FLAMMABLE / EXPLOSIVE RANGE
(DAERAH TERBAKAR)
Batas antara minimum dan makimum konsentrasi campuran uap bahan bakar dengan
udara normal yang dapat menyala / meledak setiap saat bila diberi sumber panas.
Daerah terbakar ini dibatasi oleh Batas Atas (UEL) dan Batas Bawah (LEL).
CONTOH: BAHAN BENSIN
Batas atas daerah terbakar
7,4% Daerah jenuh/ gemuk
Konsentrasi uap minyak mentah
Daerah bisa terbakar Daerah kurang
zat asam
Batas bawah daerah
terbakar 1,4%
Daerah kurus
21% Kadar Oksigen Di udara 10% Kadar Oksigen Di udara 11
LOWER EXPLOSIVE LIMIT (LEL)/
BATAS BAWAH DAERAH TERBAKAR
Adalah prosentase minimum dari konsentrasi /
campuran uap mudah terbakar dengan udara
normal yang dapat menyala / meledak setiap saat
bila diberi sumber panas.
Di bawah limit ini oksigen dikatakan terlalu miskin
dan tidak cukup bercampur untuk terbakar.
Pemahaman terhadap LEL sangat penting dimana
Petugas dari Bagian K3L (SHE Dept.)
mengizinkan atau tidak mengizinkan anda
melakukan pekerjaan panas di daerah paparan
gas dan hidrokarbon lainnya. Larangan pekerjaan
panas apabila LEL yang terbaca di instrumen gas
detector lebih besar dari 10%.
12
UPPER EXPLOSIVE LIMIT (UEL) /
BATAS ATAS DAERAH TERBAKAR
Adalah prosentase maksimum dari konsentrasi /
campuran uap dengan udara yang akan menyala atau
meledak apabila diberi sumber nyala yang cukup.
Di atas limit ini kadar oksigen terlalu kaya dan tidak dapat
terbakar.
13
CONTOH FLAMMABLE / EXPLOSIVE RANGE
(DAERAH TERBAKAR)
FLAMMABLE RANGE
Fuel Types
LEL UEL
GASOLINE 1.4 7.6
KEROSENE 0.7 5
JET FUEL 0.6 3.7
SPIRTUS 4.3 19
PROPENE 2.1 9.5
BUTANE 1.6 8.5
ACETYLENE 2.5 80
14
KLASIFIKASI KEBAKARAN
Pemahaman jenis-jenis api kebakaran sangat
diperlukan untuk membantu anda memilih jenis
media pemadam yang sesuai dengan jenis api
yang akan dipadamkan.
15
KEBAKARAN KELAS “A”
Dari bahan-bahan mudah terbakar seperti kayu, kertas, karet, plastik
16
KEBAKARAN KELAS “B”
Dari cairan dan gas mudah menyala / terbakar seperti
cairan minyak, pelumas, gas
17
KEBAKARAN KELAS “C”
Dari peralatan listrik yang masih berenergi
18
KEBAKARAN KELAS “D”
Dari bahan logam yang dapat menyala
19
PRINSIP PEMADAMAN API
Dari teori Fire Triangle dan Fire Tetrahedron kita ketahui
bahwa pembakaran timbul dan berkelanjutan bila ada
panas, oksigen dan bahan yang terbakar serta rantai
reaksi kimia
Prinsip pemadaman api
BAHAN BAKAR
adalah dengan cara
menyingkirkan salah satu
unsur-unsur di atas dengan
salah satu cara atau
kombinasi dari metode pada RANTA
I
OKSIG I
slide berikut. EN REAKS
KIMIA
20
COOLING (PENDINGINAN)
BAHAN BAKAR
I
RANTA
I
OKSIG
EN REAKS
KIMIA
Memadamkan api dengan
air
21
SMOTHERING (MENGISOLASI OKSIGEN)
BAHAN BAKAR
I
OKSIG RANTA
EN I
REAKS
KIMIA
Menutup drum yang terbakar
22
STARVATION
(MENUTUP SUPLAI BAHAN BAKAR)
BAHAN BAKAR
I
OKSI RANTA
I
GEN REAKS
KIMIA
Menutup kran/ katup pada
tangki yang terbakar
23
BREAKING CHAIN REACTION
(MEMUTUSKAN RANTAI REAKSI KIMIA)
BAHAN BAKAR
A N TAI
R
OKSI
GEN E AK SI
R
KIMIA
Memadamkan Api dengan APAR jenis
Karbon Diokasia (CO2)
24
Teknik Pemadaman Menggunakan APAR
Pertimbangan saat memadamkan api:
Posisi membelakangi angin
Cukup ruang gerak untuk mendekati
Uji coba alat dahulu (semprotkan)
Bergerak merunduk
Jangan sekali-sekali membelakangi api
Hati-hati terhadap sambaran balik api
Selalu memadamkan api dengan jarak maksimum antara
tabung APAR mengarah langsung ke api
Selalu bersiap dan sigap untuk mundur ke belakang
untuk menghindari api
25
JENIS ALAT PEMADAM API RINGAN
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan
kemampuan yang dikandungnya, yaitu:
Cair: Air, Busa Kimia, Busa Mekanik
Padat: Dry Powder/ Chemical (Tepung Kimia Kering)
Gas dan Cairan Mudah Menguap: Karbon Dioksida (CO2), BCF
AIR FOAM DPC BCF CO2
26
Bagian-Bagian Dari APAR
PRESSURE GAUGE
DISCHARGE LEVER (nidak ada pada APAR jenis CO2)
DISCHARGE LOCKING PIN CARRYING
AND SEAL HANDLE
DISCHARGE HOSE
DATA PLATE
DISCHARGE NOZZLE BODY
DISCHARGE ORIFICE
27
PETUNJUK PRAKTIS MENGGUNAKAN APAR
P ull - Tarik pin (dan tekan pengaktif cartridge
untuk tipe Ansul).
Aim – Arahkan nozzle pada permukaan api.
queeze – Tekan pelatuk sambil memegang
S APAR posisi tegak.
weep – Sapukan dari samping ke samping
S menutup daerah terbakar dengan media.
28
MACAM APAR & JENIS API
Efektif
JENIS APAR Dengan Cara Pemadaman
A B C D
Cooling
1 Air Bertekanan
(Pendinginan)
A
Smothering
2 Karbon Dioksida (CO2) B C
(Mengisolasi O2)
Multi-Purpose Dry Smothering
3
(Mengisolasi O2) A B C
Chemical (Tepung Kimia)
Smothering
4 Halon (dilarang Jan ’94)
(Mengisolasi O2) A B C
Bahan Logam Dapat Smothering
5
Terbakar (Mengisolasi O2) D
Wet Chemical (Bahan Cooling/
6
Kimia Basah) Smothering
A C
29
ALAT PEMADAM API RINGAN
KEUNTUNGAN
Cepat dan sederhana penggunaannya
Mudah dibawa-bawa
Dapat dioperasikan secara perorangan
Mudah didekatinya sumber awal api saat volume
masih kecil
KELEMAHAN
Waktu pemakaian terbatas
Daya tembus/ jangkauan pendek
Keandalannya terbatas
30
FIRE BLANKET
Panjang umumnya 1,8 meter dan minimal tidak boleh kurang dari
90 cm.
31
PEMADAMAN MENGGUNAKAN
FIRE BLANKET
Pastikan jari, tangan dan lengan anda tertutup oleh fire
blanket
Jalan menyamping saat mencari arah angin dengan
tangan menjulur ke depan siap melindungi diri jika tiba-
tiba api menyambar
Setelah sasaran ditemukan, angkat blanket melindungi
muka dan tubuh lalu maju untuk menutup area yang
terbakar
32
PENUTUP
• Selamat atas keberhasilan anda menyelesaikan
sessi ini.
• Silahkan kembali ke tempat bekerja anda dengan
tindakan yang nyata:
Menerapkan praktek kerja aman/ selamat guna
menghindari terjadinya kebakaran di tempat
kerja
33
Terima kasih
dan
Selamat Bekerja
34