0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan29 halaman

Sistem Pneumatik pada Pesawat Terbang

Sistem pneumatik pada pesawat terbang menggunakan udara bertekanan untuk berbagai fungsi seperti pendingin udara, anti es pada sayap, dan sistem hidrolik. Komponen utamanya termasuk kompresor, tabung penyimpanan udara, katup kontrol, pipa, dan aktuator. Sistem ini memberikan manfaat seperti mudah dioperasikan namun juga memiliki kelemahan seperti menimbulkan bising dan daya yang terbatas.

Diunggah oleh

Rafael Nugroho S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan29 halaman

Sistem Pneumatik pada Pesawat Terbang

Sistem pneumatik pada pesawat terbang menggunakan udara bertekanan untuk berbagai fungsi seperti pendingin udara, anti es pada sayap, dan sistem hidrolik. Komponen utamanya termasuk kompresor, tabung penyimpanan udara, katup kontrol, pipa, dan aktuator. Sistem ini memberikan manfaat seperti mudah dioperasikan namun juga memiliki kelemahan seperti menimbulkan bising dan daya yang terbatas.

Diunggah oleh

Rafael Nugroho S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AIRCRAFT SYSTEM

3.13 PNEUMATIC SYSTEM (ATA 36)


SMK PENERBANGAN TECHNO TERAPAN MAKASSAR
KUKUH MARGIONO, SE
Pengertian
Pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau
angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan
dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan
suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik.
Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan
sebagai sistem automasi.
Pneumatic adalah udara bertekanan yang suhunya meningkat
karena proses kompresi yang digunakan pada Aircraft System.
Komponen Pneumatic
• Pneumatic machines need five basic components to make, store,
control, move, and use compressed air:
• 1. A compressor.
• 2. A reservoir.
• 3. One or more valves—control air.
• 4. A circuit—to control or moves air between the other components.
• 5. An actuator or motor.
Fungsi Pneumatic system di pesawat terbang :
1. Air Conditioning dan Pressurisation System. (21)
2. Engine starting. (80)
3. Wing and engine anti-ice systems. (30)
4. Nitrogen Generation System/ NGS (47)
5. Water system pressurisation. (25)
6. Hydraulic system reservoir pressurisation. (29) dsb

Sumber :
1. Engine Compressor
2. APU Compressor
3. Ground Source (GTC)
High Pressure System

Untuk sistem tekanan tinggi, udara biasanya disimpan dalam tabung


metal (Air Storage Cylinder) pada range tekanan dari 1000 – 3000 Psi,
tergantung pada keadaan sistem.

Tipe dari tabung ini mempunyai 2 Klep, yang mana satu digunakan
sebagai klep pengisian, dasar operasi Kompresor dapat dihubungkan
pada klep ini untuk penambahan udara kedalam tabung. Klep lainnya
sebagai klep pengontrol. Klep ini dapat sebagai klep penutup dan juga
menjaga terperangkapnya udara dalam tabung selama sistem
dioperasikan.
Sistem Tekanan Sedang.
Sistem Pneumatik tekanan sedang mempunyai range tekanan
antara 100 – 150 Psi, biasanya tidak menggunakan tabung
udara. Sistem ini umumnya mengambil udara terkompresi
langsung dari motor kompresor.

Sistem Tekanan Rendah.


Tekanan udara rendah didapatkan dari pompa udara tipe Vane.
Demikian pompa udara mengeluarkan tekanan udara secara
kontinu dengan tekanan sebesar 1 –10 Psi. ke sistem
Pneumatik.
Berikut adalah komponen-komponen sistem pneumatik secara
umum :

Compressor
Kompresor adalah suatu alat mekanikal yang bertujuan untuk
menaikkan tekanan suatu gas dengan cara menurunkan
volumenya. Komponen inilah yabg mensupply udara
bertekanan untuk sistem pneumatik, serta menjaga tekanan
sistem agar tetap berada pada tekanan kerjanya.
Oil and Water Trap

Fungsi dari Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan
air dari udara yang masuk dari kompresor. Jumlah air
persentasenya sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam
sistem Pneumatik, tetapi dapat menjadi penyebab serius dari
tidak berfungsinya sistem.
Air Filter

Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap
dan unit Dehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan
melewati Filter untuk memisahkan udara dari kemungkinan
adanya debu dan kotoran yang mana munkin tedapat dalam
udara.

Pressure Regulator.
adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur supply udara
terkompresi masuk ke sisptem pneumatik.
Check Valve.

Check Valve adalah valve atau katup yang berfungsi untuk


mencegah adanya aliran balik dari fluida kerja, dalam hal ini udara
terkompresi. Terutama adalah apabila pada sebuah sistem
pneumatik tersebut dipergunakan tanki akumulator udara,
sehingga Check Valve tersebut mencegah adanya udara dari
akumulator untuk kembali menuju kompresor namun tetap
mengalirkan udara bertekanan dari kompresor untuk masuk ke
dalam akumulator.
Restrictors
Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam
sistem Pneumatik, Restrictor yang biasa digunakan ada dua (2)
tipe, yaitu tipe Orifice dan Variable Restrictor.

Actuator.
Pneumatik aktuator adalah alat yang melakukan kerja pada
sistem pneumatik. Ada berbagai macam jenis pneumatik aktuator
sesuai dengan penggunaannya. Antara lain adalah silinder
pneumatik, diafragma aktuator, serta pneumatik motor.
Tanki Akumulator
Tanki akumulator atau juga disebut buffer tank berfungsi
sebagai cadangan (storage) tekanan udara terkompresi yang
digunakan untuk penggerak aktuator. Selain itu tanki ini juga
berfungsi untuk mencegah ketidakstabilan supply udara ke
aktuator, lebih menstabilkan kerja kompresor agar tidak terlalu
sering mematikan dan menyalakannya lagi, serta lebih
memudahkan desain sistem dalam menempatkan kompresor
jika diharusakan penempatan aktuator pneumatik lebih jauh
dengan kompresor.
Pipe lines.
Pipa-pipa digunakan untuk mendistribusikan udara terkompresi
dari kompresor atau tanki akumulator ke berbagai sistem
aktuator.
Diameter pipa yang digunakan pun bermacam-macam tergantung
dari desain dan tujuan penggunaan sistem pneumatik tersebut.
Pada sebuah sistem pneumatik besar (menggunakan lebih dari
dua aktuator), untuk area sistem supply (area kompresor dan
tanki) digunakan pipa berdiameter lebih besar daripada yang
digunakan pada area aktuator.
Namun jika sistem pneumatik yang ada kecil, misal hanya untuk
menggerakkan satu saja aktuator, maka diameter pipa yang
digunakan pun akan seragam di semua bagian.
Actuator.
Pneumatik aktuator adalah alat yang melakukan kerja pada sistem
pneumatik. Ada berbagai macam jenis pneumatik aktuator sesuai
dengan penggunaannya. Antara lain adalah silinder pneumatik,
diafragma aktuator, serta pneumatik motor.
Solenoid Valve.
Solenoid valve merupakan katup yang dikendalikan dengan arus
listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida. Solenoid
valve ini merupakan elemen kontrol yang paling sering digunakan
dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik
ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen
kontrol otomatis.
Contohnya pada system pneumatik, solenoid valve bertugas untuk
mengontrol saluran udara yang bertekanan menuju aktuator
pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air yang n
solemembutuhkanoid valve sebagai pengatur pengisian air,
sehingga tandon tersebut tidak sampai kosong. Dan berbagai
contoh-contoh lainnya yang tidak mungkin saya jelaskan satu
persatu disini.
Pneumatic Pressure Transmitter digunakan untuk memberikan
indikasi mengenai tekanan pneumatik dalam sistem yang akan di
tampilkan pada control panel.
Pneumatic system juga disuplay oleh APU. Udara dari APU
masuk ke sistem pneumatik dengan membuka APU bleed air
valve. Apabila tekanan dari APU berlebihan maka akan di
kurangi oleh Relief valve.
Kemudian bleed air dari APU tadi bersama bleed air dalam
sistem digunakan untuk Hydraulic
Pengoperasian panel pada kondisi normal :
Engine air bleed pada posisi ON, sehingga sekaligus menyuplay
udara untuk :
a. Wing anti ice.
b. R/L Pack pada posisi AUTO.
c. Isolation valve pada posisi auto.
d. Recirc fan pada posisi auto.
e. APU pada posisi off.
f. Manifold pada sistem pneumatik dapat dialihkan antara bagian
kanan dan kiri melalui isolation valve.
g. Ovht Test digunakan untuk memeriksa wing-body overheat
circuit, dimanawing-body overheat lights akan menyala
setelah Ovht Test ditekan selama 5 detik.
Keuntungan menggunakan Pneumatic :
a. Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer.
b. Dapat disimpan dengan  baik
c. Penurunan tekanan relatif lebih kecil    dibandingkan dengan
sistem hidrolik.
d. Viskositas fluida yang  lebih kecil sehingga    gesekan dapat
diabaikan.
e.  Aman terhadap kebakaran.

Kekurangan dari sistem Pneumatik :


a. Gangguan suara yang bising
b. Gaya yang ditransfer terbatas
cara kerja pneumatic.
Bleed air dari compressor 5th stage dan 9th stage yang
bertemperatur tinggi mengalir ke Precooler, dimana bleed air dari
9th stage mengalir ke precooler melalui High Stage Valve, dan
sebagian untuk pressurization pada water tank. Sebagian bleed air
dari 5th stage ke Nose Cowling TAT Valve.
Kemudian terdapat overpressure switch 150 PSi yang diaktifkan
apabila tekanan dari engine bleed air melebihi batas
maksimumnya.  Sehingga dengan Press. Reg. And Shut-off
valve (EBV) dan EBV Reg. 45 PSi, tekanan dari engine bleed air yang
berlebih dikurangi melalui Relief Valve 150 PSi.
Indikasioverpressure dari engine bleed air ini ditunjukkan
melalui Bleed Trip Off Light..
Selain itu ada juga bleed air dari fan engine yang masuk ke
precooler, dimana sebelumnya bleed air melalui Precooler Control
Valve yang dikontrol oleh Precooler Control Valve Sensor, yang
diaktifkan ketika bleed air dari fan engine akan dialirkan ke
precooler. Yang dimana semua bleed air yang berasal dari engine
(engine bleed air) menjadi satu dalam precooler.
Kemudian bleed air dari precooler ada yang digunakan untuk start
engine system dan ada juga yang langsung ke overboard. Kemudian
terdapatoverheat switch 255˚C, yang digunakan apabila temperatur
bleed air dari engine overtemperature.
Indikasi overtemperature ini ditunjukkan melalui Bleed Trip Off
Light pada control panel.
Bila Wing Anti Ice selected ON, maka Wing TAI Valve terbuka
sehingga bleed air digunakan untuk anti icing
Overheat switch 125˚C diaktifkan jika bleed air overtemperature.
Sehingga akan mengirimkan sinyal dan Wing TAI valve
menutup.
Kemudian dengan membukanya Left Turbofan Control
valve maka bleed air menyuplai TAT probe. Dan dengan
membuka Pack Flow Control dan Shutoffvalve bleed
air digunakan untuk air conditioning/ flight deck.
Sistem Cadangan
Pengoperasian pesawat udara boleh dilakukan dengan
mengikuti persyaratan Minimum Equipment List (MEL)
sesuai tipe pesawat yang beroperasi. Terkait penyediaan
tenaga pneumatik di darat, bahkan APU pesawat boleh dalam
kondisi tidak bisa digunakan sama sekali (inoperative). Saat
APU tidak mampu menyediakan tenaga pneumatik karena
rusak atau hanya menghasilkan tenaga listrik saja (electrical
only), maka saat itulah pesawat membutuhkan sistem
cadangan dari luar, antara lain:
Ground Turbine Compressor (GTC)
Perawatan Sistem Pneumatik.

Sangat penting mencegah masuknya air, karena dapat menjadi


penyebab sistem tidak dapat memberikan tekanan. Operasi
dalam temperatur rendah, walaupun terdapat jumlah air yang
sangat kecil dapat menjadi penyebab serius tidak berfungsinya
sistem. Setiap tahap perawatan harus memperhatikan
masuknya air kedalam [Link] bagian dalam
komponen, selama kebocoran pada O-Ring atau posisinya, yang
mana ketika pemasangan tidak sempurna atau tergores oleh
partikel metal atau sudah batas pemakaian.
Soal Latihan.
1. Jelaskan pengertian pneumatik
2. Sebutkan macam – macam udara dipermukaan bumi
3. Sebutkan keuntungan dan kerugian sistem pneumatik
4. Sebutkan komponen utama pneumatik
5. Sebutkan Sumber tenaga pneumatik.
6. Apa gunanya Pneumatic Pressure Transmitter.
7. Apa yang anda tahu tentang Actuator ?
8. Apa fungsi Tangki Akumulator ?
Terimakasih..

Anda mungkin juga menyukai