GRAB
KELOMPOK 2
Muhammad Fajril Aulia (1903010108)
Harun Rayid Almunawar (1903010094)
Iqbal Mustofa Sidiq (1903010096)
Randi Gania Rahman (1903010095)
Evaluasi Heuristik
• Evaluasi heuristik menggunakan guideline, prinsip umum, peraturan dan pengalaman yang bisa membantu
suatu keputusan atau kritik atas suatu keputusan yang telah ditentukan. Ada beberapa hal yang menjadi
perhatikan dalam evaluasi heuristik yang digunakan adalah kecocokan antara sistem dan dunia nyata,
konsisten dan standar, pencegahan kesalahan, fleksibilitas dan efisiensi, kaitan dengan keindahan dan desain
yang minimalis, bantuan terhadap user apabila terjadi kesalahan dan cara memperbaiki serta bantuan dan
dokumentasi
• Penelitian ini menggunakan evaluasi heuristik Nielsen sebagai acuan dalam melakukan evaluasi daya guna
antarmuka pada aplikasi GRAB yang memiliki 10 aturan yaitu (Nielsen, 1995):
1. Visibility of system status (feedback), yaitu sistem selalu menginformasikan pada pengguna apa yang sedang
terjadi, melalui pesan yang baik dan waktu yang sesuai.
2. Match between system and the real world, yaitu sistem harus sesuai dengan bahasa penggunanya,
menggunakan kata, kalimat, dan konsep yang biasa digunakan oleh pengguna.
3. Use Control and Freedom, yaitu pengguna harus dapat secara bebas memilih dan melakukan pekerjaan
(sesuai kebutuhan). Pengguna harus dapat mengambil keputusannya sendiri (dengan informasi yang jelas)
berkaitan dengan pekerjaan yang sedang/akan dilakukan. Sistem harus memiliki kemampuan untuk undo
dan redo.
4. Consistency and Standards, yaitu bahwa pengguna tidak perlu mempertanyakan lagi mengenai perbedaan
pemahaman pada sebuah kata dan kalimat, situasi dan aksi. Semua harus sudah mengikuti standar yang ada.
5. Error Prevention, yaitu merancang sistem yang dilengkapi pencegah terjadinya kesalahan lebih baik
daripada merancang pesan kesalahan yang baik.
1. Recognation Rather than Recall, yaitu bahwa antarmuka akan lebih baik mudah diingat daripada mengulang
kembali. Meminimalisir penggunaan memori manusia akan meningkatkan pengalaman pengguna yang lebih
baik.
2. Flexibility and Efficient of Use, yaitu bagaimana membuat sebuah sistem yang mengakomodasi pengguna yang
sudah ahli dan pengguna yang masih pemula. Berikan alternatif untuk pengguna yang “berbeda” dari pengguna
biasa (secara fisik, budaya, bahasa, dll).
3. esthetic and Minimalist Design, yaitu bahwa sistem menghasilkan informasi yang relevan karena informasi yang
tidak relevan mengurangi visibilitas dan usability dari sistem.
4. Help users recognize, dialogue, and recovers from errors, yaitu bahwa pembuatan objek, aksi dan pilihan harus
jelas terlihat. Pengguna tidak harus mengingat-ingat informasi dari satu halaman ke halaman lain. Instruksi dan
informasi pada sistem haras mudah diakses dan jelas terlihat pada saat dibutuhkan.
5. Help and Documentation, yaitu sistem harus memiliki dokumentasi yang relevan dan fitur help yang baik,
sehingga pengguna dapat mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan sistem.
PEMBAHASAN
Penelitian ini menggunakan sepuluh aturan evaluasi heuristik Nielsen
sebagai acuan dalam melakukan evaluasi daya guna antarmuka pada aplikasi
GRAB yang akan dibahas secara rinci pada bagian ini.
1. Visibility of- System Status (Feedback)
Sebuah antarmuka pengguna seharusnya tidak membuat pengguna berada
pada kondisi yang tidak pasti. Aktifitas apapun yang sedang terjadi dalam
penggunaan suatu sistem harus selalu menampilkan feedback guna
memberikan kepastian kepada pengguna. Aplikasi GRAB telah menerapkan
prinsip ini bahkan dalam pelaporan gangguan, setiap progress yang dilakukan
dapat selalu dipantau sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat status
penanganan terhadap laporannya.
2. Match Between System and The Real World
Suatu antarmuka harus memiliki karakteristik ragam dialog
yang memberi kemudahan untuk dikenal dengan mudah oleh
penggunanya atau biasa disebut Familiarity. Menu utama pada
aplikasi GRAB menggunakan sistem menu berbasis ikon seperti
pada aplikasi mobile pada umumnya sehingga mudah dipelajari
oleh pengguna, Ikon pada menu utama ini juga sangat jelas dan
dilengkapi label berbahasa Indonesia. Aplikasi ini juga
dilengkapi dengan submenu sederhana di setiap ikonnya yang
mirip dengan dropdown menu yang memuat menu lebih
lengkap.
3. Use Control and Freedom
Pengguna aplikasi ini tidak hanya pelanggan GRAB, tetapi juga
mereka yang bukan pelanggan (driver). Pengguna yang bukan pelanggan
biasanya akan melakukan eksplorasi terhadap menu dan konten aplikasi
walaupun tidak sedikit juga pengguna yang merupakan pelanggan
melakukan eksplorasi untuk memahami lebih jauh mengenai aplikasi ini.
Tidak jarang pada saat eksplorasi pengguna melakukan kesalahan. Oleh
karena itu diperlukan jalan keluar yang bisa membawa pengguna ke menu
utama. Aplikasi ini menyediakan dialog dengan penggunanya dengan
menawarkan berupa bantuan.
4. Consistency and Standards
Menu utama pada aplikasi GRAB menggunakan sistem menu
berbasis ikon seperti pada aplikasi mobile pada umumnya
sehingga mudah dipelajari oleh pengguna Ikon pada menu utama
ini juga sangat jelas dan dilengkapi label berbahasa Indonesia.
5. Erorr Prevention
Selain bantuan dialog jika pengguna melakukan kesalahan,
pencegahan terhadap kesalahan pada aplikasi ini tidak tersedia.
Sebagai contoh jika pengguna membuka menu “utama”, maka akan
tampil pesan Error “Please turn on Location Service. For the Best
experience, please set it to high accuracy. Mengerti ” artinya
aplikasi ini tidak memiliki hak akses ke pengaturan GPS pada
smartphone pengguna, melainkan penggunalah yang harus
mengaktifkannya melalui pengaturan. Seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.8. Begitu juga jika koneksi internet kita mati, error juga
akan terjadi saat pengguna telah masuk ke tampilan utama aplikasi
tersebut, akan muncul pesan “Koneksi internet tidak [Link]
sambungan jaringanmu, deh.”.
6. Recognition Rather than Recall
Aplikasi ini telah didesain dengan memperhatikan perilaku pengguna aplikasi mobile pada
umumnya sehingga langkah-langkah penggunaan aplikasi ini akan sangat mudah dipelajari, diingat
dan digunakan bagi pengguna perangkat mobile secara umum. Terlebih bahasa yang digunakan bisa
disesuaikan sesuai pengguna.
7. Flexibility and Efficient of Use
Fleksibilitas dan efisiensi pada aplikasi ini dapat dirasakan saat
pelanggan memerlukan layanan transportasi pengantaran paket,
pemesanan tiket, tagihan, pemesanan hotel ataupun pemesanan
makanan dalam satu aplikasi. Sehingga sangat bermanfaat sekali baik
itu untuk pelanggan atau driver. Karena pelanggan tidak perlu
mengantri ketika membeli makanan, membeli tiket, memesan hotel,
menunggu angkutan umum atau pergi ke warung untuk membeli
pulsa/token, cukup melalui aplikasi sehingga lebih efektif dan efisien .
8. Aesthetic and Minimalist Design
Sebuah dialog tidak boleh mengandung konten atau informasi yang
tidak relevan dan tidak diperlukan. Setiap komponen harus mengandung
arti dan fungsi yang sesuai dengan keperluan aplikasi tersebut (Savitri &
Ispani , 2015). Aplikasi ini masih menampilan menu yang tidak relevan
yaitu pada saat membuka menu “Aktivitas” terdapat banyak judul yang
berlebihan dengan makna yang sama, sehingga terkesan padat.
9. Help User Recognize, dialogue, and recovers from errors
Antarmuka harus menampilan pesan kesalahan yang baik,
sopan dan mudah dipahami oleh pengguna. Selain itu, harus ada
solusi mengenai apa yang harus bisa dilakukan pengguna untuk
mengatasi kesalahan yang terjadi.
10. Help and Documentation
Aplikasi GRAB ini memang fitur Pusat Bantuan. Terdapat
sub menu Pusat Bantuan pada aplikasi dimana terdapat cukup
banyak layanan bantuannya. Sementara pada tahap
Documentation, Grab menggunakan kwitansi berformat gambar
yang dikirim ke email pelanggan setiap kali melakukan
transaksi.