0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan21 halaman

Panduan Pengadaan Sarana Prasarana

Dokumen tersebut membahas tentang otomatisasi tata kelola sarana dan prasarana melalui peta konsep yang mencakup perencanaan, pengadaan, penerimaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, evaluasi, dan penghapusan sarana prasarana. Dokumen ini juga menjelaskan pengertian dan tujuan pengadaan serta asas, metode, dan sistem pengadaan barang dan jasa.

Diunggah oleh

Muhammad Rofi'i
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan21 halaman

Panduan Pengadaan Sarana Prasarana

Dokumen tersebut membahas tentang otomatisasi tata kelola sarana dan prasarana melalui peta konsep yang mencakup perencanaan, pengadaan, penerimaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, evaluasi, dan penghapusan sarana prasarana. Dokumen ini juga menjelaskan pengertian dan tujuan pengadaan serta asas, metode, dan sistem pengadaan barang dan jasa.

Diunggah oleh

Muhammad Rofi'i
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OTOMATISASI TATA KELOLA

SARANA DAN PRASARANA

• MUHAMMAD ROFI’I, [Link]


PETA KONSEP

E2
ID
SL
3
1 2 Penerimaan, 4 5
Perencanaan Inventarisasi Pemanfaatan
Pengadaan Penyimpanan,
Kebutuhan
Sarpras Penyaluran Sarpras Sarpras
Sarpras Sarpras

6 8
7 9
Pengamanan, Penyimpanan
Penghapusan Evaluasi
Pemeliharaan Dokumen

int
Sarpras Sarpras

o
erP
Sarpras Sarpras

ow
fP
o
er
ow
eP
Th
2
Pengadaan
Kebutuhan
Sarpras KOMPETENSI DASAR
3.2 Menerapkan pengadaan sarana dan prasarana
4.2 Melaksanakan pengadaan sarana dan
prasarana
E4
2. PENGADAAN SARANA PRASARANA

ID
SL
Pengertian dan Tujuan Pengadaan

Asas-asas/Prinsip Pengadaan

Metode dan Sistem Pengadaan

Kerjasama, Analisis dan Persepsi Pemasok

Ketentuan Pengadaan

Etika Pengadaan

int
o
erP
ow
fP
Dokumen Pengadaan

o
er
ow
eP
Th
E5
A. PENGERTIAN PENGADAAN

ID
SL
• Perpres RI Nomor 54 Tahun 2010 Bab I
an P e nga da an
•Pe nge r ti pasal 1 ayat 1, menyebutkan “Pengadaan
Barang/Jasa adalah kegiatan untuk
memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/
• Pengadaan merupakan upaya Lembaga/Satuan Kerja. Pengadaan adalah
pihak pengguna untuk suatu kegiatan untuk menambah dan
memenuhi kebutuhan barang/jasa dengan
mendapatkan barang dan jasa menciptakan sesuatu yang semula kurang
yang diinginkannya dengan atau belum ada menjadi cukup/tersedia,
metode/proses tertentu agar termasuk di dalamnya suatu usaha untuk
tercapai kesepakatan bersama mempertahankan barang yang masih ada
yang meliputi harga, waktu, dan dalam batas-batas yang efisien”.
kesepakatan lainnya.

int
• (Adrian Sutedi)

o
erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th
E6
B. TUJUAN PENGADAAN
ID
SL

Tepat Tepat Tepat Tepat Tepat Tepat Tepat


Mutu Jumlah Waktu Sumber Harga Lokasi Peraturan

Keppres 18 Tahun 2002 Bag 2 Pasal 2


Tujuan pengadaan barang dan jasa adalah untuk memperoleh
barang/jasa yang dibutuhkan instansi dalam jumlah yang cukup dengan

int
kualitas dan harga yang dapat dipertanggungjawabkan dalam waktu dan

o
erP
ow
tempat tertentu.

fP
o
er
ow
eP
Th
E7
C. ASAS-ASAS PENGADAAN
ID
SL
e c e pa t a n e be n a r a n
• A sa s K • Asas K

• Asas yang • Asas yang ditinjau


a n ng a ma nan
berhubungan
• Asas Ke te p at dari kebenaran/ • Asas Pe
dengan waktu kesesuaian
atau jadwal hukum/ peraturan
kegiatan. • Asas terkait masalah yang berlaku. • Asas ini terkait
kualitas atau dengan
kuantitas/volume dari keutuhan
ketentuan teknis yang barang dari
telah dicantumkan pengirim sampai
dalam program di gudang

int
o
pengguna

erP
perencanaan

ow
fP
o
er
ow
eP
Th
D. PRINSIP-PRINSIP PENGADAAN

Efisiensi

Transparan Efektif

Akuntabel
2
N0

Adil Terbuka
IOT
EC
•S

Bersaing
SL
ID
E9
E. METODE PENGADAAN

Th
eP
ow
er
o fP
ow
erP
o int
0
METODE PENGADAAN

E1
ID
SL
• 1. Pembelian
• Pembelian dapat dilakukan dengan Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas,
Pelelangan Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, atau Kontes
(Perpres No. 70 Tahun 2012).

• 2. Pembuatan sendiri
• Dapat dilakukan dengan memerintahkan atau memesan kepada ahli
atau bagian pembantu umum untuk membuatnya.

• 3. Penerimaan hibah atau bantuan

int
• Pemberian secara cuma-cuma dari pihak lain yang

o
erP
ow
dibuatkan berita acara penerimaan.

fPo
er
ow
eP
Th
1
METODE PENGADAAN

E1
ID
SL
• 4. Penyewaan
• Cara Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dengan jalan pemanfaatan
sementara barang milik pihak lain untuk kepentingan organisasi, dengan
pembayaran berdasarkan perjanjian sewa menyewa.

• 5. Pinjaman
• Penggunaan barang secara cuma-cuma untuk sementara
waktu dari pihak lain berdasarkan perjanjian pinjam
meminjam.

• 6. Daur Ulang

int
• Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara

o
erP
ow
memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai

fP
o
er
menjadi barang yang berguna.

ow
eP
Th
2
METODE PENGADAAN

E1
ID
SL
• 7. Penukaran
• Cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dengan
jalan menukarkan sarana prasarana yang dimiliki dengan yang
dibutuhkan dari organisasi/instansi lain.

• 8. Perbaikan atau rekondisi


• Memperbaiki sarana prasarana yang telah mengalami
kerusakan atau mengganti komponen unit yang rusak
dengan yang baru.

int
o
erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th
3
F. SISTEM PENGADAAN

E1
ID
SL
• 1. Sistem Sentralisasi
• Cara pengadaan perbekalan dimana kewenangan dalam pengadaan perbekalan bagi seluruh unit kerja dalam
organisasi diberikan pada satu unit kerja tertentu sehingga segala macam pengadaan perbekalan dalam
organisasi hanya dilayani oleh satu unit kerja/bagian tertentu tersebut.

• 2. Sistem Desentralisasi
• Cara pengadaan perbekalan, di mana kewenangan pengadaan perbekalan
diserahkan pada masing-masing unit kerja.

• 3. Sistem Campuran
• Cara pengadaan perbekalan dengan mengkombinasikan antara sistem sentralisasi dan

int
o
erP
desentralisasi. Sistem ini menjamin ketepatan dalam pemenuhan kebutuhan perbekalan dari

ow
fP
setiap unit kerja yang sifatnya spesifik dan mendukung program standardisasi dan normalisasi

o
er
organisasi.

ow
eP
Th
4
E1
ID
SL
G. KERJASAMA DENGAN PEMASOK

Communication

• Setiap organisasi harus mampu membina hubungan dengan pihak lain


(stakeholder/eksternal) seperti pemasok, pembeli, lembaga permodalan,
lembaga pusat teknologi dan lembaga pemasaran.

int
o
erP
• Dalam melakukan kerja sama diperlukan komunikasi yang baik agar

ow
fP
tercapainya tujuan/kesepakatan.

o
er
ow
eP
Th
5
E1
H. ANALISIS PEMASOK
ID
SL
Lembaga Pendidikan Formal Perorangan/Wiraswasta

Lembaga Pemerintahan Pihak donatur

Lembaga Sosial Non Pemerintah Perusahaan

int
o
erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th
6
E1
I. PERSEPSI PEMASOK
ID
SL
1. Kinerja

2. Pelayanan

3. Ketahanan

4. Keandalan

5. Karakteristik produk

6. Kesesuaian dengan spesifikasi

int
o
erP
ow
fP
7. Hasil

o
er
ow
eP
Th
7
J. KETENTUAN PENGADAAN

E1
ID
SL
Syarat Umum

Persyaratan administratif bagi calon rekanan/penyedia barang/


jasa yang perlu ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-
Syarat (RKS), adalah:
1) Surat penawaran
2) Harga penawaran
3) Surat jaminan bank
4) Jadwal kegiatan pelelangan

int
o
5) Penentuan pemenang

erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th
8
E1
J. KETENTUAN PENGADAAN
ID
SL
Syarat Khusus
1) Surat perintah kerja (SPK), diterbitkan setelah masa sanggah dilampaui.
2) Surat perjanjian kerja atau kontrak, ditetapkan pula ketentuan-ketentuan di dalam RKS
3) Jangka waktu penyelesaian proyek/pekerjaan, harus dicantumkan berapa hari kalender
dihitung sejak ditetapkan SPK
4) Jaminan penawaran harus jelas kedudukanya, artinya jika pekerjaan tidak selesai dapat
dicairkan menjadi milik negara
5) Jaminan pelaksanaan, biasanya sesuai dengan masa kontrak
6) Pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan
7) Penyerahan pekerjaan, khusus untuk pekerjaan bangunan penyerahan dilakukan dalam dua

int
tahap; tahap pertama jika pekerjaan selesai 100%, dan tahap kedua penyerahan setelah masa

o
erP
ow
perawatan selesai (biasanya 3 bulan)

fP
o
er
ow
eP
Th
9
E1
J. KETENTUAN PENGADAAN
ID
SL
Syarat Khusus
8) Keterlambatan penyerahan pekerjaan, keterlambatan penyerahan dalam keadaan normal
maka rekanan akan dikenakan denda 1 permil perhari.
9) Risiko kenaikan harga, jika terjadi perubahan nilai harga barang atau harga borongan dapat
saja terjadi karena adanya perubahan kondisi ekonomi. Tetapi untuk penyiapan RKS hal itu
harus sudah diantisipasi sehingga jika terjadi kenaikan harga selama pelaksanaan proyek
tidak bolehmerugikan negara. Hal ini sudah menjadi tanggung jawab pemborong.
10) Force Majeure adalah suatu keadaan sebagai akibat dari kejadian di luar kekuasaan
kontraktor baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya terjadi gempa bumi, banjir, angin
topan, kebakaran, kekeringan, akibat kebijakan pemerintah bidang moneter (sanering,
devaluasi.

int
o
erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th
0
E2
K. ETIKA PENGADAAN
ID
SL
• Melaksanakan tugas secara tertib,
penuh tanggung jawab, demi • Bertanggung jawab terhadap segala
kelancaran dan ketepatan keputusan yang ditetapkan sesuai
tercapainya tujuan pengadaan
1 barang/jasa.
4 dengan kewenangannya.

• Bekerja secara profesional


dengan menjunjung tinggi • Mencegah terjadinya pertentangan
2 kejujuran, kemandirian, dan 5 kepentingan (conflict of interest)
menjaga informasi yang pihak-pihak yang terlibat langsung
bersifat rahasia. maupun tidak langsung di dalam
proses pengadaan.
3 • Tidak saling mempengaruhi baik 6

int
langsung maupun tidak langsung

o
erP
yang mengakibatkan persaingan

ow
fP
tidak sehat, penurunan kualitas

o
er
ow
proses dan hasil pekerjaan.

eP
Th
1
E2
L. DOKUMEN SERAH TERIMA PENGADAAN

ID
SL

int
o
erP
ow
fP
o
er
ow
eP
Th

Anda mungkin juga menyukai