strategi pembelajaran Di sd
pdgk 4105
OLEH :
1. Estra (856440297)
2. Jaisima (856440337)
3. Sri widya wati dewi (856440226)
4. MULIA NINGSIH (856440233)
5. Zahrotul muawanah (856441203)
Tutor Pembimbing
Nurkamelia Mukhtar AH,[Link]
MODUL 8
keterampilan dasar mengajar 2
KEGIATAN BELAJAR
1
• keterampilan membuka dan menutup pelajaran
• A. pengertian dan tujuan
• kegiatan membuka dan menutup pelajaran dapat terjadi beberapa kali selama
kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu pada awal dan akhir setiap penggal kegiatan
titik misalnya, pada ada satu kegiatan belajar dibahas beberapa topik. Pada awal dan
akhir pembahasan setiap topi guru dapat melakukan
• Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan Membuka pelajaran
merupakan kegiatan menyiapkan siswa untuk memasuki inti kegiatan.
Sedangkan kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan untuk memantapkan
atau Menindaklanjuti topik yang telah dibahas.
• Keterampilan Membuka pelajaran adalah usaha-usaha yang dilakukan guru
dalam memulai pelajaran sedangkan keterampilan menutup pelajaran adalah
usaha guru untuk mengakhiri pelajaran. Membuka dan menutup pelajaran dapat
terjadi pada awal dan akhir setiap tanggal kegiatan.
• Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan Membuka pelajaran
adalah :
• 1. Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran
• 2 membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran
• 3 memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas yang harus
dikerjakan Siswa
• 4 menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman atau bahan yang sudah
dimiliki atau diketahui dengan yang akan dipelajari
• 5 memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan
diterapkan untuk dilaksanakan dalam kegiatan belajar
Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan menutup pelajaran
adalah:
1. Memantapkan pemahaman siswa terhadap kegiatan belajar yang telah
berlangsung
2. Mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran yang telah
dijalani
3. Memberikan tindak lanjut untuk mengembangkan kemampuan yang baru saja
dikuasai
B. Komponen keterampilan membuka dan menutup pelajaran
1. Membuka pelajaran
komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru dalam Membuka pelajaran adalah
sebagai berikut
a. Menarik perhatian siswa
Menarik perhatian siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut. :
memvariasikan gaya mengajar guru
menggunakan alat-alat bantu mengajar yang dapat menarik perhatian siswa seperti
penggunaan pola interaksi yang bervariasi
b. menimbulkan motivasi
cara menimbulkan motivasi ada bermacam-macam diantaranya sebagai berikut:
sikap hangat dan antusias
menimbulkan rasa ingin tahu
mengemukakan ide yang bertentangan
memperhatikan minat siswa.
C. Memberi acuan
Memberi acuan dalam usaha Membuka pelajaran bertujuan untuk memberikan
gambaran singkat kepada siswa tentang berbagai topik atau kegiatan yang akan
dipelajari siswa dalam pelajaran tersebut. Acuan dapat diberikan dengan berbagai
cara seperti berikut
mengungkap mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas
menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan
mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas
mengajukan pertanyaan-pertanyaan
D. Membuat kaitan
Salah satu aspek yang membuat pelajaran jadi bermakna adalah jika pelajaran
tersebut dikaitkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam hal ini guru
berusaha mengaitkan materi baru dengan pengetahuan pengalaman, minat serta
kebutuhan siswa
2. Menutup pelajaran
Kegiatan menutup pelajaran dilakukan pada setiap akhir penggal kegiatan. Agar
kegiatan menutup pelajaran dapat berlangsung secara efektif guru diharapkan
menguasai cara menutup pelajaran sebagai berikut
a meninjau kembali (mereview)
merangkum inti pelajaran
membuat ringkasan
b menilai (mengevaluasi)
Penggal kegiatan atau akhir satu pelajaran dapat ditutup dengan menilai penguasaan
siswa tentang pelajaran yang telah dibahas itu penilaian dapat dilakukan dengan
berbagai cara berikut
tanya jawab secara lisan
mendemonstrasikan keterampilan
mengaplikasikan ide baru
menyatakan pendapat tentang Masalah yang dibahas
memberikan soal-soal tertulis
c. Memberi tindak lanjut
Agar siswa dapat memantapkan atau mengembangkan kemampuan yang baru
dipelajari, guru perlu memberikan tindak lanjut yang dapat berupa
Tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individual
Tugas kelompok untuk merancang sesuatu atau memecahkan masalah berdasarkan
konsep yang baru dipelajari
• Kegiatan belajar 2
• keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
• A. Rasional
• Sila keempat dari Pancasila berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan. Sila ini mengisyaratkan kepada kita bahwa musyawarah
dan mufakat merupakan ciri khas kehidupan bangsa Indonesia yang diterapkan untuk
menghasilkan berbagai keputusan
• B. Pengertian
• Syarat-syarat diskusi kelompok kecil yang harus dipenuhi:
• 1. Melibatkan kelompok
• 2. Berlangsung dalam situasi tatap muka informal
• 3. Mempunyai tujuan yang mengikat anggota kelompok sehingga terjadi kerjasama untuk
mencapainya tempat berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis menuju kepada
tercapainya tujuan kelompok
• C. Komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
• Ada 6 komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru.
• 1 memusatkan perhatian
• 2 memperjelas masalah dan uraian pendapat
• 3 menganalisis pandangan
• 4 meningkatkan urunan
• 5 menyebarkan kesempatan berpartisipasi
• 6 menutup diskusi
D. prinsip penggunaan
diskusi dapat dilaksanakan dalam semua pengajaran bidang studi di jenjang kelas yang
siswanya sudah mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan
topik atau masalah yang didiskusikan haruslah topik yang memerlukan informasi atau
pendapat dari banyak orang untuk membahasnya atau memecahkannya
diskusi kelompok di sekolah dasar masih memerlukan bantuan guru untuk
membimbing nya
diskusi harus berlangsung dalam iklan terbuka yang penuh persahabatan sehingga
memungkinkan terjadinya Sikap saling menghargai
sebelum diskusi guru hendaknya membuat perencanaan dan persiapan
Diskusi mempunyai kekuatan atau keuntungan yang dapat dimanfaatkan secara
maksimal
diskusi kelompok mempunyai kelemahan-kelemahan yang dapat menggagalkan atau
tidak tercapainya tujuan diskusi .
hendaknya menghindari hal-hal berikut
a. Menyelenggarakan diskusi dengan topik yang tidak sesuai
b. Mendominasi diskusi dengan berbagai informasi C
c. membiarkan terjadinya monopoli .
d. tergesa-gesa meminta respon siswa memberikan siswa yang akan berpartisipasi
untuk tetap pasif
f. tidak memperjelas uraian
KEGIATAN BELAJAR 3
Keterampilan Mengolah Kelas
[Link]
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan tersebut adalah iklim belajar yang
kondusif atau optimal, berkaitan dengan pengaturan orang dan barang.
[Link]
1,pendekatan otoriter 2,pendekatan permisif
3,pendekatan modifikasih 4,defenisi proses belajar
5,defenisi perilaku siswa
[Link] Pengelolaan dan Kegiatan Instruksional
Untuk membedahkan masalah instruksional dari masalah pengelolaan diperlukan
kejelitan dan pengalaman dari masalah [Link] nya: instruksional
yaitu:prestasi siswa atau nilai siswa sedangkan pengelolaan yaitu:karakter atau
perilaku siswa.
[Link]-Komponen Keterampilan
[Link] yang bersifat Preventif, untuk mencegah terjadinya gangguan
sehingga kondisi belajar yang optimal seperti berikut:
[Link] sikap tanggap [Link] perhatian
[Link] perhatian kelompok [Link] petunjuk yang jelas
[Link] [Link] penguatan
[Link] yang bersifat Represif, untuk mencegah ganguan yang muncul secara
berkelanjutan seperti berikut :
[Link] tingkah laku [Link] kelompok
[Link] dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah pendekatan
[Link]-Hal yang perlu di perhatikan yaitu:
[Link] 2kata-kata atau tindakan
[Link] variasi [Link] guru
[Link] hal positif [Link] disiplin diri
[Link] hal-hal yang buruk
Kegiatan Belajar 4
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan keterampilan
dasar mengajar yang paling kompleks dan menuntut penguasaan keterampilan dasar
mengajar sebelumnya.
A. RASIONAL
Sebagai individu pada dasarnya manusia memiliki karakteristik dan kebutuhan sehari-
hari yang berbeda satu dengan yang lainnya secara ekstrem dapat dikatakan bahwa
perbedaan antar individu, seperti berbedanya sidik jari. Artinya, tidak ada dua orang
yang mempunyai karakteristik dan kebutuhan yang sama seperti halnya tidak ada dua
orang yang mempunyai sidik jari yang sama.
Kegiatan kelompok kecil dan perorangan memungkinkan guru memberikan perhatian
terhadap kebutuhan siswa yang berbeda-beda guru dapat membantu siswa sesuai
dengan kebutuhan misalnya dengan cara memberi tugas yang sesuai dengan
kemampuannya atau memiliki kemampuan siswa dengan cara yang paling tepat untuk
siswa tersebut.
B. PENGERTIAN
Mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks klasikal. Dalam konteks ini siswa
tidak terus-menerus belajar dalam kelompok kecil atau secara perorangan. Dengan demikian,
kelompok kecil, dan perorangan sesuai dengan hakikat topik yang sedang dipelajari dan tujuan
yang ingin [Link] kelompok kecil dan perorangan ditandai oleh ciri-ciri berikut.
Terjadi hubungan (interaksi) yang akrab dan sehat antara guru dan siswa serta siswa dengan
siswa. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara kemampuan dan minatnya [Link]
mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya.
Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh materi dan alat yang
akan digunakan, dan bahkan tujuan yang ingin dicapai.
Dilihat dari sisi guru, pengajaran kelompok kecil dan perorangan menuntut guru berperan
sebagai:
Organisator kegiatan pembelajaran,Sumber informasi bagi siswa,Pendorong bagi siswa untuk
belajar (motivator ) Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa, Orang yang
mendiagnosis kesulitan siswa dan memberi bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya,
Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan peserta lainnya.
C. VARIASI PENGORGANISASIAN
Penerapan belajar dalam kelompok kecil dan perorangan, di samping menuntut perubahan peran
guru, juga menuntut adanya perubahan dalam pengelolaan titik kebiasaan guru yang hanya
mengelola kelas besar harus diimbangi dengan kebiasaan lain, yaitu memberi kesempatan
kepada siswa untuk belajar dalam kelompok kecil dan perorangan.
Pengaturan kesempatan belajar secara klasikal kelompok kecil dan perorangan dapat dibuat
dengan berbagai variasi yang disesuaikan dengan hakikat topik yang dibahas, tujuan yang ingin
dicapai, kebutuhan siswa sendiri, serta ketersediaan waktu dan fasilitas.
D. KOMPONEN KETERAMPILAN
Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
Dalam pembelajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan
yang sehat dan akrab antara guru-siswa dan siswa-siswa. Situasi seperti ini hanya
mungkin diciptakan jika guru memiliki keterampilan mengadakan pendekatan secara
pribadi memungkinkan terciptanya suasana terbuka. Situasi semacam ini
memungkinkan siswa merasa bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya tanpa
dihantui oleh rasa takut atau cemas akan ditolak atau dicemooh oleh guru atau teman
nya. Siswa selalu merasa bahwa guru penuh perhatian terhadap Nya serta siap
membantu bila diperlukan titik suasana yang demikian itu dapat diciptakan dengan
berbagai cara antara lain sebagai berikut:Menunjukkan kehangatan dan kepekaan
terhadap kebutuhan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun
[Link] secara Simpati gagasan yang dikemukakan oleh siswa.
Sikap Simpati dapat ditunjukkan dengan cara memperhatikan siswa ketika berbicara,
menunjukkan mimik badan yang sesuai atau memberikan komentar Bila perlu.
Memberikan respon positif terhadap buah pikiran atau perasaan yang dikemukakan
Membangun hubungan saling mempercayai yang dapat diciptakan oleh guru dengan
berbagai cara, baik verbal maupun nonverbal seperti ucapan yang tulus, yang
maknanya dapat dipercaya oleh siswa serta mimik dan gerakan badan yang sesuai.
Menunjukkan kesiapan untuk membantu siswa tanpa kecenderungan untuk
mendominasi atau mengambil alih tugas siswa.
Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian dan [Link]
mengendalikan situasi hingga siswa merasa aman, penuh pemahaman,
E. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Format mengajar kelompok kecil dan perorangan masih belum bisa lagi banyak guru
di Indonesia. oleh karena itu, agar format ini dapat digunakan secara efektif, hal-hal
berikut perlu diperhatikan.
Guru yang sudah bisa dengan pengajaran classical, sebaiknya mulai dengan
pengajaran kelompok kecil, kemudian perorangan.
Topik-topik yang bersifat umum, sepertinya pengarahan, informasi umum sebaiknya
diberikan secara klasikal, sedangkan pembahasan lebih lanjut dapat dilakukan dalam
bentuk kegiatan kelompok kecil atau perorangan.
Sebelum pengajaran kelompok kecil atau perorangan dimulai, guru harus melakukan
pengorganisasian siswa, sumber, materi, ruangan, serta waktu yang diperlukan.
Kegiatan kelompok kecil atau perorangan yang efektif selalu diakhiri dengan kulminasi
yang dapat berupa rangkuman, Laporan atau pemantapan, yang memberi
kesempatan kepada siswa untuk saling mengajar.
Agar pengajaran perorangan dapat berlangsung secara efektif guru perlu mengenal
siswa secara pribadi sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat.
Kegiatan perorangan dapat bervariasi, seperti belajar dengan bahan yang siap pakai
(misalnya modul), belajar sendiri dengan jadwal harian yang disiapkan sendiri atau
dapat pula bergabung dengan kelompok kecil.
E. INTENSITAS BUNYI
kenyaringan suara akan terkait dengan seberapa
energik sumber dari suara tersebut bergetar.
Intensitas bunyi dapat didefinisikan sebagai daya
per satuan luas yang dibawa oleh gelombang.
Daya adalah laju perpindahan energi oleh
gelombang. Bila dirumuskan, maka intensitas bunyi akan berbentuk :
MODUL 9
• KEGIATAN REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN
• KB 1: KEGIATAN REMEDIAL
• Hakikat,Tujuan, Dan Fungsi Kegiatan Remedial
• Hakikat Kegiatan Remedial
• Dalam Random House Webster’s College Dictionary (1991), Remedial diartikan sebagai intended to
improve poor skill in specified field. Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki
keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang [Link] kita kaitkan dengan kegiatan
pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk
memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang [Link] pengertian tersebut diketahui bahwa
suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remedial apabila kegiatan pembelajaran
tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalam kesulitan dalam memahami materi
pelajaran atau dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.
• Her (ujian ulang) dapat dianggap sebagai remedial, apabila sebelum her diberikan, guru melaksankan
kegiatan pembelajran yang membantu siswa memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya
sehingga siswa menguasai kompetensi yang [Link], apabila guru langsung memberikan
ujian ulang tanpa melakukan pembelajaran tambahan yang membantu siswa mengatasi kesulitan
yang dihadapinya maka pelaksanaan her tersebut tidaklah termasuk kegiatan remedial.
• Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.
KEGIATAN BELAJAR 1
• 2. Tujuan dan Fungsi Kegiatan Remedial
• Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah sama dengan pembelajran biasa, yaitu
membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk
membantu siswa yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran
tambahan.
• Sebagai salah satu upaya membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, kegiatan
remedial memiliki beberapa fungsi yang penting bagi keseluruhan proses pembelajaran.
Warkitri, dkk. (1991) menyebutkan enam fungsi remedial dalam kaitannya dengan proses
pembelajaran. Keenam fungsi kegiatan remedial tersebut adalah fungsi korektif, pemahaman,
penyesuaian, pengayaan, akselerasi, dan terapeutik.
• a. Fungsi Korektif
• Memperbaiki cara mengajar dan cara belajar. Kegiatan remedial mempunyai fungsi korektif
bagi kegiatan pembelajaran karena melalui kegiatan remedial guru memperbaiki cara
mengajarnya dan siswa memperbaiki cara belajarnya. Misalnya, guru mengetahui bahwa yang
menyebabkan siswa belum menguasai materi pelajaran adalah karena kurangnya kesempatan
untuk berlatih maka guru harus memperbaiki kegiatan pembelajarannya dengan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk [Link] apabila siswa tidak menguasai materi karena
penjelasan guru terlalu abstrak maka guru harus menggunakan berbagai metode dan media
yang mempermudah pemahaman siswa terhadap konsep yang dibahas.
KEGIATAN BELAJAR 1
• b. Fungsi Pemahaman
• Kegiatan remedial mempunyai fungsi pemahaman karena dalam kegiatan remedial akan
terjadi proses pemahaman baik pada diri guru maupun diri siswa. Bagi guru, untuk
melaksanakan kegiatan remedial, guru terlebih dahulu harus memahami kelebihan dan
kekurangan kegiatan pembelajaran yanng dilaksanakannya, serta mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakannya. Berdasarkan hasil pemahaman ini, guru
memperbaiki kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakannya.
• Dengan kegiatan remedial siswa akan lebih memahami kelabihan dan kelemahan cara
belajarnya. Sebelum kegiatan remedial, guru mengajak siswa mengevaluasi kegiatan
[Link] mereka memperhatikan penjelasan guru dan mengerjakan tugas yang
diberikan guru dengan sungguh-sungguh? Dengan pemahaman ini siswa diharapkan akan
memperbaiki sikap dan cara belajarnya sehingga dapat menjadi lebih baik
• c. Fungsi Penyesuaian
• Kegiatan remedial memiliki fungsi penyesuaian karena pelaksanaan kegiatan remedial
disesuaikan dengan kesulitan dan karakteristik individu siswa yang mengalami kesulitan
belajar.
• Karena semua aspek kegiatan remedial disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik
individu siswa, proses pembelajaran tidak akan menjadi beban bagi siswa melainkan siswa
akan termotivasi belajar dengan giat.
KB 1
• [Link] DALAM KEGIATAN REMEDIAL
• Warkitri dkk. (1991) mengemukakan tiga pendekatan dalam kegiatan [Link] pendekatan
tersebut adalah pendekatan yang bersifat preventif, kuratif, dan pengembangan. Berikut ini akan
dibahas ketiga pendekatan tersebut.
• 1. Pendekatan Yang Bersifat Preventif
• Kegiatan remedial dipandang bersifat preventif apabila kegiatan remedial dilaksanakan untuk
membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi yang telah
ditetapkan. Kegiatan remedial yang bersifat preventif dilaksankan sebelum kegiatan pembelajaran
biasa dilaksankan.
• 2. Pendekatan Yang Bersifat Kuratif
• Kegiatan remedial dipandang bersifat kuratif apabila pelaksanaan kegiatan remedial
ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran biasa.
Kegiatan remedial yang bersifat kuratif dilaksanakan karena berdasarkan hasil evaluasi pada
kegiatan pembelajaran biasa diketahui bahwa siswa belum mencapai kriteria keberhasilan atau
kompetensi minimal yang telah ditetapkan.
• 3. Pendekatan Yang Bersifat Pengembangan
• Kegiatan remedial dipandang bersifat pengembangan apabila kegiatan remedial dilaksanakan
selama berlangsungnya kegiatan pemebelajaran biasa. Melalui kegiatan remedial yang bersifat
pengembangan, guru mengharapkan agar siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai
kompetensi yang ditetapkan secara bertahap dan segera dapat mengatasi kesulitan yang
dihadapinya.
•
[Link]-JENIS KEGIATAN REMEDIAL
• Berikut ini beberapa bentuk kegiatan remedial yang dapat dilaksanakan guru (Suke, 1991):
• 1. Mengajarkan Kembali
• 2. Menggunakan Alat Peraga
• 3. Kegiatan Kelompok
• 4. Tutorial
• 5. Sumber Belajar Yang Relevan
• D. PRINSIP PELAKSANAAN REMEDIAL
• Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan remedial (Suke, 1991) :
• 1. Guru harus mengelompokkan siswa yang mengalami remedial sesuai dengan
pemahaman siswa tentang materi pembelajaran.
• 2. Bantuan yang diberikan hendaknya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi siswa. Tugas
atau kegiatan yang diberikan dalam kegiatan remedial jangan terlalu banyak.
• 3. Dalam menentukan kegiatan remedial guru hendaknya mempertimbangkan jenis
kesulitan yang dihadapi siswa serta faktor penyebab kesulitan tersebut.
• 4. Melalui kegiatan remedial ini, guru tidak hanya mengharapkan siswa akan mampu
menguasai kompetensi yang belum dikuasainya, tetapi juga timbulnya motivasi pada diri
siswa untuk belajar lebih giat dan lebih tekun sehingga untuk menguasai kompetensi
berikutnya siswa diharapkan tidak akan mengalami kesulitan.
•
[Link] PEMILIHAN KEGIATAN
• Wardani (1991) menyatakan bahwa dalam memilih bentuk kegiatan dan metode yang akan
diterapkan dalam kegiatan remedial guru perlu memperhatikan hal-hal berikut:
• 1. Memanfaatkan latihan khusus, terutama bagi siswa yang mempunyai daya tangkap
lemah.
• 2. Menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa. Dengan memperhatikan kekuatan
yang dimiliki siswa diharapkan siswa akan dapat lebih cepat mengatasi kesulitan yang
dihadapinya. Dalam hal ini, guru hendaknya lebih mengenal gaya belajar setiap siswa.
• 3. Memanfaatkan penggunaan media yang multi-sensori.
• 4. Memanfaatkan permainan sebagai sarana belajar, terutama bagi siswa yang kurang
memiliki motivasi untuk belajar.
• F. PROSEDUR KEGIATAN REMEDIAL
• Langkah-langkah kegiatan remedial :
• 1. Analisis Hasil Diagnosa
• 2. Menemukan Penyebab Kesulitan
• 3. Menyusun rencana Kegiatan Remedial
• alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa.
• 4. Melaksanakan Kegiatan Remedial
• 5. Menilai Kegiatan Remedial
•
MODUL 9
KEGIATAN BELAJAR 2
• HAKIKAT KEGIATAN PENGAYAAN
• Kegiatan pengayaan dapat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran biasa
atau diluar jam pelajaran. Kegiatan pengayaan iniberkenaan dengan kegiatan pendalaman
materi pelajaran yang sedang dipelajari, bukan pembahasan materi baru. Tujuan kegiatan
pengayaan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan
materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga
tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
• JENIS KEGIATAN PENGAYAAN
• Pembelajaran biasa menerapkan pendekatan klasikal sedangkan kegiatan remedial lebih
bersifat individual atau kelompok kecil. Perbedaan ini juga berlaku untuk kegiatan
pengayaan. Menurut Guskey(1989), kegiatan pengayaan biasanya lebih bersifat mandiri.
Kegiatan pengayaan lebih bersifat fleksibel dibandingkan dengan kegiatan remedial.
• Tutor sebaya
• Mengembangkan latihan
• Mengembangkan media dan sumber pembelajaran
• Melakukan proyek
• Memberikan permainan, masalah atau kompetensi antarsiswa
• FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN
PENGAYAAN
• Agar kegiatan tersebut mencapai tujuan secara optimal, ada beberapa factor yang harus
dipertimbangkan guru dalam menentukan kegiatan pengayaan. Warkitir, dkk. (1991)
mengemukakan tiga factor yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan melaksanakan
kegiatan pengayaan. Ketiga factor tersebut adalah factor siswa, manfaat, waktu.
• Faktor Siswa
• Kesesuaian kegiatan pengayaan dengan minat siswa akan lebih mendorong siswa berhasil
dalam belajarnya. Sebaliknya, kegiatan pengayaan yang tidak sesuai dengan minat siswa
akan melemahkan semangat siswa dalam mempelajari sesuatu.
• Faktor manfaat Edukatif
• Sesuai dengan tujuan utama pemberikan kegiatan pengayaan, yaitu untuk memberikan
kesempatan kepada siswa berkembang secara optimal maka kegiatan pengayaan harus
diberikan manfaat bagi siswa. Faktor Waktu
• Sesuai dengan perbedaan individu yang dimilki masing-masing siswa, kelebihan waktu yang
dimilki masing-masing siswa akan berbeda satu sama lain.