0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan55 halaman

Tatalaksana Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun inflamatori kronik yang ditandai dengan sinovitis pada sendi diartrodial yang sering simetris dan menyebabkan nyeri serta gangguan fungsi sendi. Penyakit ini disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan yang mengakibatkan autoimunitas. Manifestasi klinisnya berupa nyeri dan bengkak sendi serta gejala sistemik. Diagnosis didasarkan pada kriteria ACR/

Diunggah oleh

fakih jerian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan55 halaman

Tatalaksana Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun inflamatori kronik yang ditandai dengan sinovitis pada sendi diartrodial yang sering simetris dan menyebabkan nyeri serta gangguan fungsi sendi. Penyakit ini disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan yang mengakibatkan autoimunitas. Manifestasi klinisnya berupa nyeri dan bengkak sendi serta gejala sistemik. Diagnosis didasarkan pada kriteria ACR/

Diunggah oleh

fakih jerian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Artritis Reumatoid

dr. Surya Darma, SpPD, FINASIM

Subbagian Reumatologi
Bagian/KSM Ilmu Penyakit Dalam
FK Unsri/RSMH Palembang
Pendahuluan

Tingkat Kemampuan 3:
Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal
dan merujuk
3A. Bukan gawat darurat
• Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat.
• Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi
penanganan pasien selanjutnya.
• Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.
Pendahuluan

Subtopik pembahasan:
1. Definisi
2. Faktor risiko
3. Patogenesis
4. Manifestasi klinis
5. Diagnosis
6. Diagnosis banding
7. Tatalaksana
Definisi

Artritis reumatoid:

Penyakit autoimun inflamatorik yang bersifat kronik dan sistemik


ditandai sinovitis persisten pada sendi diartrodial (diathrodial joint)
dimana sendi yang terkena seringnya simetris, menyebabkan nyeri,
kekakuan dan gangguan fungsi
Faktor risiko
Genetik Lingkungan

Faktor genetik yang  Infeksi (komponen bakteri, virus


menghilangkan toleransi dan atau parasit)
memudahkan sel imun autoreaktif.
 HLA DR1 dan HLA DR4
 Perokok
 PTPN 22 ( protein thyrosine  Jenis kelamin perempuan
phosohatase-22 ♀ : ♂ = 2:1 s/d 3:1
 Polimorfisme cytokine promotor
 Riwayat AR dalam keluarga
 Polimorfisme enzim PADI 4
Faktor risiko

Faktor Genetik Faktor infeksi


Patogenesis

Genetik
Lingkungan
[Genetic [environment]
susceptibility]

Autoimunitas
(autoimmunity)
Autoimunitas
Kegagalan sistem imun mengenali sel/jaringan/ organ sendiri (self) sehingga
memberikan respon yang menyebabkan kerusakan sel, jaringan atau organ
tubuh tersebut

Respon imun normal Respon imun pada autoimun


Autoimunitas pada Artritis reumatoid

 Limfosit B yang membentuk  Cytokine network


autoantibodi • TNF alfa
• Faktor rheumatoid (Rf) • Interleukin 1

• anticitruline peptide antibody • Interleukin 6


(ACPA)

 Limfosit T
• Th 0
• Th 1
• Th 2
Autoantigen pada artritis reumatoid

Clinical immunology 5 th, 2019


First hit

Second hit

Patogenesis artritis
reumatoid
Patogenesis
Sinovium pada Artritis Rematoid
(panus)
Manifestasi klinis

 Onset (awitan)
 Manifestasi artikuler
• Tahap awal

• Tahap lanjut

 Manifestasi ekstraartikuler
 Gejala sistemik
Manifestasi klinis

 Awitan berlangsung perlahan dalam beberapa minggu sampai bulan


• 60-70% : minggu – bulan

• 15-20% : hari-minggu

• 10-15% : beberapa hari (fulminan)

• < 10% : paska suatu infeksi

 Artritis rheumatoid merupakan inflammatory arthritis pada diartrodial


joint/synovial joint.
 Sendi-sendi yang terkena biasanya simetris
Manifestasi klinis

 Sendi-sendi yang paling sering terkena adalah metacarpophalang


(MCP), proximal interphalang (PIP), wrist joint dan metatarsophalang
(MTP) II-IV

 Nyeri sendi disertai, kekakuan sampai satu jam terutama pagi hari atau
setelah beristirahat lama.

 Kekakuan timbul karena pembengkakan synovitis


 Keluhan dapat semakin progresif sehingga menimbulkan kecacatan
Manifestasi artikuler
Manifestasi artikuler
Tahap lanjut

Gejala sistemik yang timbul adalah demam ringan (low grade fever),
nafsu makan menurun (anoreksia), kelemahan dan kelelahan
Manifestasi artikuler

Swan neck, Boutoniere


Joint swelling
Ulnar deviation
Metacarpal subluxatio
Nodul rheumatoid
Bone erosion
Manifestasi artikuler

Swan neck deformity

Boutonniere
Manifestasi ekstraartikuler
Diagnosis

Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010


Diagnosis
Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010

 Terdiri atas 4 kriteria:


1. Keterlibatan sendi
2. Petanda serologi (Rheumatoid factor (RF) dan anti citrulline peptide
antibody (ACPA) contoh: antiCCP)
3. Petanda inflamasi (LED dan atau CRP)
4. Lamanya gejala

 Pasien yang dinilai (target population) adalah apabila ditemukan


minimal satu sendi yang bengkak (joint swelling) karena sinovitis
 Kriteria ini untuk klasifikasi pasien baru
Diagnosis

Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010

 Nilai skor minimal untuk diklasifikasikan AR ≥ 6


o Apabila skor < 6 pasien dapat saja dinilai kembali dan mungkin
kriterianya dapat terpenuhi seiring berjalannya waktu
o Apabila skor < 6 tetapi mempunyai data rekam medis sebelumnya
mencukupi untuk kriteria ini tetap diklasifikasikan sebagai AR
Diagnosis
Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010

 Sendi dinyatakan terlibat apabila ditemukan bengkak (joint swelling)


atau nyeri (joint tenderness) pada pemeriksaan, dan lebih baik lagi bila
didukung oleh adanya bukti sinovitis secara pencitraan (USG/MRI)
 Sendi besar adalah bahu, siku, lutut, pangkal paha dan pergelangan kaki
 Sendi kecil adalah MCP, PIP, MTP II-V, IP ibu jari dan pergelangan
tangan
 Sendi DIP, CMC I dan MTP I tidak dimasukan dan kriteria diagnosis
Diagnosis
Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010

 Hasil laboratorium negatif adalah nilai yang kurang atau sama dengan
batas atas ambang batas normal
 Positif rendah adalah nilai yang lebih tinggi dari batas atas normal tapi
sama atau kurang dari 3 kali nilai tersebut
 Positif tinggi adalah nilai yang lebih tinggi dari 3 kali batas atas
 Jika RF hanya diketahui positif atau negatif, maka positif harus
dianggap sebagai positif rendah
Diagnosis
Klriteria klasifikasi AR ACR/EULAR 2010

 Lamanya sakit dihitung saat keluhan/tanda sinovitis (nyeri sendi,


bengkak atau nyeri pada perabaan) dirasakan/diketahui pasien
Diagnosis Banding

1. Artritis psoriatik
2. Artritis gout poliartikular
3. Lupus eritematosus sistemik
4. Artritis reaktif
Tatalaksana

•Tujuan: Target: Strategi:


• Memaksimalkan Remisi klinis atau  Edukasi
kualitas hidup tercapainya low  Latihan/
dengan mengontrol disease activity rehabilitasi
gejala, mencegah  Medikamentosa
kerusakan organ, Alat ukur:
 Pembedahan
normalisaasi fungsi - DAS 28 (LED/CRP)
sendi dan ikut - SDAI -
CDAI -
berpartisipasi dalam
HAQ
kehidupan sosial
dan masyarakat
Tatalaksana
Penilaian awal (Initial assessment)
1. Penilaian aktivitas penyakit dengan DAS 28
2. Penilaian status fungsional
Disabilitas, aktivitas harian,kehidupan keluarga, rekreasi, pekerjaan

3. Penilaian fungsi sendi (deformitas atau kecacatan) Joint swelling, joint


tenderness, luas gerak sendi (ROM)

4. Manifestasi ekstraartikular ILD, raynauld


phenomenon, pleuritis, perikarditis

5. Pemeriksaan rontgen sendi tangan dan kaki


6. Pemeriksaan penunjang untuk deteksi penyakit komorbid
(hepatitis B, hepatitis C, TB paru, diabetes melitus
dll)
Tatalaksana
Edukasi
 Penjelasan tentang penyakit
• Pengertian AR
• Perjalanan penyakit AR
• Aktivitas penyakit saat ini
• Rencana pemeriksaan
• Rencana pengobatan (Pasien ikut menentukan pilihan terapi AR)
• Efek samping obat
• Komplikasi AR

 Penjelasan tentang diet dan terapi komplementer


Tidak ada diet khusus untuk AR, anjurkan mengkonsumsi sayur dan buah2an
Tatalaksana
Latihan dan Program rehabilitasi

 Latihan aerobik
 Latihan penguatan otot (regio terbatas atau menyeluruh)
 Latihan untuk kelenturan, kecekatan dan kekuatan tangan
 Latihan fisik disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan penyakit
komorbid
 Fisioterapi: TENS, paraffin, ortotik statis, proteksi sendi, alat bantu dll
Tatalaksana
Medikamentosa
OAINS
 Terapi awal untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan
 Tidak dapat merubah perjalanan penyakit sehingga tidak boleh digunakan
secara tunggal
 Ibuprofen 3x 200-600 mg,natrium diklofenak 2-3 x 25-50 mg,
meloxicam 1x7,5-15 mg, celecoxib 2x100-200 mg
Tatalaksana
Medikamentosa

Glukokortikoid

 Diberikan dalam dosis rendah dan sesingkat mungkin untuk meminimalisir efek
samping seperti osteoporosis, katarak, gejala Cushingoid, hipertensi dan
gangguan kadar gula darah.

 Steroid oral dosis rendah setara dengan prednison ≤ 7,5 mg/hari dan bila perlu
bisa dinaikan 7,5 – 30 mg/hari

 Contoh: methylprednison 2x4 mg atau prednisone 2x5 mg


 Sebaiknya disertai juga dengan pemberian kalsium 1500 mg/hari dan vitamin D
400 - 800 lU per hari.
Tatalaksana
Medikamentosa
DMARD (Disease modifying antirheumatic drug)

 Obat-obat yang bekerja menekan sistem imun pada penyakit autoimun


 Harus segera diberikan pada pasien AR begitu diagnosis ditegakan
 Mekanisme kerja, site of action, sediaan, dosis dan efek samping obat-obat ini
berbeda-beda

 Memiliki potensi untuk mengurangi kerusakan sendi, mempertahankan integritas


dan fungsi sendi

 Bersifat relatif slow acting yang memberikan efek setelah 1-6 bulan pengobatan
 DMARD bisa diberikan tunggal atau kombinasi
Tatalaksana
Medikamentosa

DMARD (Disease modifying antirheumatic drug)

Nomenkaltur DMARDs
Conventional syntetic DMARD Mtx, SSZ, Leflonamid,
(csDMARD) hydroxiclorokuin.
Syntetic DMARD Targeted syntetic DMARD Tofacinib, baricitinib
(ts DMARD)

Biologic originator DMARD Infliximab, adalimumab,


(boDMARD) tocilizumab
Biologic DMARD BiosilmiliarDMARD
(bsDMARD)
Tatalaksana
Medikamentosa
DMARDs (Disease modifying antirheumatic drug)
Terapi kombinasi dua atau tiga DMARDs

• MTX + hidroksiklorokuin, • MTX + infliximab


• MTX + hidroksiklorokuin • MTX + etanercept
+ sulfasalazine
• MTX + sulfasalazine + • MTX + adalimumab
prednisolone • MTX + anakinra
• MTX + leflunomide • MTX + rituximab
csDMARDs
boDMARDs
Algoritma tatalaksana

Smolen JS, et al. Ann Rheum Dis 2016;75:3–15


Rekomendasi terapi
AR oleh IRA
Remisi klinis

 Clinical remission is defined as the absence of signs and symptoms of


significant inflammatory disease activity

 DAS 28 LED atau CRP kuantitatif


• > 5,1 (high activity)
• 3,2 – 5,1 (moderate activity)
• 2,6 – 3,2 (low activity)
• ≤ 2,6 (remisi)

Smolen JS, et al. Ann Rheum Dis 2016;75:3–15


Tatalaksana
Pembedahan

Mencegah kerusakan/ kecacatan yang ireversibel pada pasien yang


mengalami
• ruptur tendon yang nyata
• kompresi saraf (misalnya sindrom carpal tunnel)
• fraktur tulang belakang
Prognosis

• Quo ad vitam bonam


• Quo ad sanationam bonam
• Quo ad fungsionam bonam
Artritis pada Lupus Eritematosis Sistemik
Definisi SLE

• The prototypic systemic autoimmune disease characterized by


heterogeneous, multisystem involvement and the production of an
array of autoantibodies.
Dubois, Systemic lupus erithematosus

• Penyakit autimun yang kompleks ditandai oleh adanya autoantibodi


terhadap inti sel dan melibatkan banyak sistem organ dalam tubuh.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam


lmunopatogenesis SLE
Kriteria klasifikasi LES menurut ACR 1997
Pleuritis atau perikarditis
• Ruam malar Gangguan ginjal:.
• Ruam diskoid. Gangguan neurologik:
• Foto sensitivitas Gangguan hematologik:
• Ulkus di mulut (stomatitis) Gangguan imunologik:

• Artritis non erosif Test Ana (+)

Kriteria LES positif bila memenuhi minimal 4 dari 11 kriteria


tersebut diatas
Manifestasi klinis pada sendi

 Atralgia atau artritis merupakan gejala klinik awal yang tersering


pada LES 80-90 %
 Artritis pada penderita LES umumnya poliartritis mirip dengan
artritis reumatoid terutama pada sendi-sendi tangan, pergelangan
tangan dan lutut.
Manifestasi klinis pada sendi

 Swan neck-deformify karena peradangan pada kapsul sendi dan


tendon serta ligamen yang mengalami kekenduran jaringan ikat sendi
(laxity) akibatnya kedudukan sendi menjadi tidak stabil (Jaqccoud
ortropoti)
 Sendi mengalami pembengkakan atau sinovitis walaupun sudah
berlangsung cukup lama tidak meng-alami erosi dan destruksi sendi.
Jaccoud’s arthropathy karena tenosynovitis bukan akibat
inflamasi pada sinovium dan pembentukan panus
Terapi

 NSAID
 Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs)
• Hidrosiklorokuin

• Metotrexat

• Azathioprine

• Sulfasalazin

 Imunosupresan
• Methylprednoson
• Micofenolat
Arigatou
Terima Thank
gozaima
kasih you s

Anda mungkin juga menyukai