BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
CLSS
Garis besar
• CLSS adalah singkatan Closed center Load • Hemat tenaga dengan menggunakan variable
Sensing System, dan mempunyai kelebihan pump control.
(feature) seperti berikut
Struktur
Feature.
• Fine control tidak dipengaruhi oleh beban • CLSS terdiri dari 2 buah main pump, control
• Kontrol yang memungkinkan penggalian tanpa valve, dan actuator untuk work equipment.
fine control.
• Kemudahan operasi gabungan dijamin dengan • Main pump terdiri dari pump, TVC valve dan LS
fungsi flow divider dengan menggunakan luas
pembukaan spool selama operasi gabungan. valve.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
BASIC PRICIPLE CLSS
1) Control sudut swash plate pump
Sudut swash plate pump (jumlah discharge • Jika LS differential pressure PLS menjadi lebih
pump) dikontrol sehingga LS difference rendah dari setting pressure LS valve (saat
pressure PLS (perbedaan antara pressure pressure beban actuator besar), swash plate
pump PP dan pressure PLS port outlet LS pump bergerak sampai posisi sudut
control valve)(pressure beban pada actuator) maximumnya. Jika LS differential pressure
selalu tetap atau konstan. menjadi lebih tinggi dari setting LS valve (saat
(LS pressure PLS = pressure discharge pressure beban actuator rendah), swash plate
pump bergerak sampai posisi sudut
pump Pp - LS pressure PLS)
minimumnya.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
2) Pressure compensation
• Pressure compensation valve dipasang pada sisi port outlet control valve untuk menyeimbangkan
beban.
Saat dua actuator digerakkan bersamaan, valve ini bekerja untuk membuat pressure diffrence P
antara port inlet (upstream) dan port outlet (downstream) pada spool setiap valve selalu sama tanpa
memperhatikan besamya beban atau pressure.
Dengan cara demikian, aliran oli dari pump dibagi secara proportional (compensating) terhadap luas
bidang bukaan S1 dan S2 setiap valve.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
STRUKTUR PISTON PUMP
Fungsi
• Putaran dan torque yang disalurkan ke pump • Rocker arm (4) bergerak bebas (sliding) pada
shaft dirubah menjadi tenaga hydrolik dan
pressure oli yang dihasilkan sesuai dengan bidang cekungan B cradle (2) yang dipasang
beban atau load yang terjadi. tidak bergerak (fixed) terhadap case.
• Serta dapat merubah jumlah delivery oli • Piston (6) bergerak searah sumbu (axial)
dengan merubah sudut swash plate. di dalam setiap silinder pada cylinder block
(7). Cylinder block berputar sambil menekan
Struktur
valve plate (8) untuk mencegah kebocoran
• Cylinder blok (7) dipasang pada shaft (1) oli. Bidang kontak ini dirancang sehingga
dengan spline S dan shaft (1) ditahan oleh keseimbangan pressure selalu dapat
front dan rear bearing. dipertahankan. Oli dalam setiap chamber
cylinder block (7) dihisap dan dikeluarkan
• Ujung piston (6) berbentuk seperti bola. Shoe
melalui port yang tetap pada valve plate (8).
(6) mengikat pada sekeliling bola ujung
piston untuk menjadikannya satu rangkaian • Impeller (13) dihubungkan dengan shaft (1)
dengan [Link] keduanya merupakan melalui bevel gear (14) dan berputar
bola bearing yang saling mengikat. bersama dengan shaft. Oli yang dihisap dad
port suction dialirkan kedalam chamber
• Rocker arm (4) mempunyai bidang
cylinder dengan gaya centrifugal untuk
permukaan A, shoe (5) selalu menekan dan
mempermudah penghisapan.
berputar sliding oada bidang permukaan A.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
CARA KERJA
1) Cara kerja pompa
• Saat shaft (1) berputar (oleh engine),
cylinder block (7) juga berputar. Shoe (4)
berputar pada bidang A rocker arm (3).
Saat rocker arm (4) bergerak pada
bidang cekungan B, sudut antara X
garis tengah rocker arm (4) dan garis
mendatar cylinder block akan berubah.
biasa disebut sebagai sudut swash plate.
• Saat rocker arm (4) mempunyai sudut
piston (6) bergerak bolak balik dalam
cylinder block (7), sehingga terjadi
perbedaan volume E dan volume F
didalam silinder block (7).
Saat hall ini terjadi, sejumlah oli yang
sepadan dengan perbedaan volume
dihisap masuk dari port F dan sejumlah
oil yang sama dipompakan keluar dari
port E.
Dengan kata lain, saat cylinder block (7)
berputar dan volume E secara bertahap
menjadi kecil. Saat volume F mendekati
volume E, oli akan dipompakan keluar.
Selanjutnya akan melewati kondisi pada
volume E dan sampai mendekati volume
F oli akan dihisap masuk.
• Jika garis tengah X rocker arm (4)
segaris dengan garis mendatar cylinder
block (7) (sudut swash plate = 0o),
perbedaan antara volume E’ dan F’
dalam cylinder block (7) menjadi 0,
sehingga pompa tidak bisa melakukan
penqhisapan dan pemompaan oli.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
2) Pengaturan jumlah oil discharge
• Jika sudut swash plate menjadi besar, • Pada servo piston (12), luas bidang
perbedaan volume E dan F juga membesar penerimaan pressure berbeda pada sisi
dan volume discharge Q juga meningkat. kanan dan kiri, sehingga main pump
• Sudut swash plate dirubah dengan servo discharce pressure (self pressure) PP selalu
piston (12). dihubungkan ke chamber penerimaan
• Servo piston (12) bergerak bolak batik ( ) pressure pada sisi piston diameter kecil
sesuai dengan perintah dari control valve. (small). Pressure output Pen pada LS
• Pergerakan mendatar disalurkan melalui rod valve akan masuk chamber penerimaan
(15) ke rocker cam (4) yang ditahan pada pressure pada sisi diameter besar (large).
bidang cekung craddle (2), akan Hubungan antara besarnya pressure PP dan
menimbulkan gerakan ayun pada bidang pressure pada sisi piston small diameter dan
cekung ( searah ). perbandingan antara luas bidang penerimaan
sisi piston small diameter dan sisi piston
large diameter akan mengatur pergerakan
servo piston (12).
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
TVC dan LS VALVE
a. Port Pen1 (signal pressure output) d. Port PLS1 (control valve LS pressure inlet port)
b. Port Pa2 (rear pump delivery pressure inlet port) e. Port Psig (LS control EPC pressure inlet port)
c. Port Pa1 (front pump delivery pressure inlet port) f. Port PP2 (pump pressure No.2 port)
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
LS valve
1. Locknut
2. Plug
3. Spring
4. Spool
5. Sleeve
6. Piston
7. Plug
TVC valve
8. Solenoid
9. Piston
10. Sleeve
11. Spring
12. Spring
13. Piston
14. Lever
15. Valve body
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
1. Fungsi LS valve
• LS valve mendeteksi besarnya beban atau
load dan mengatur jumlah discharge oli.
• Valve ini mengatur jumlah discharge Q pump
sesuai dengan perbedaan pressure PLS ( =
P2P PLS) (perbedaan pressure antara
pressure main pump P2P dan pressure port
outlet control valve PLS) (disebut LS
differential pressure)
• Pressure main pump P2P berasal dari port
inlet control valve, pressure PLS (disebut
pressure LS) berasal dari port outlet control
valve, dan pressure Psig (disebut pressure
LS selector) yang berasal dari proportional
solenoid valve akan masuk valve ini.
Hubungan antara jumlah discharge Q pump
dan perbedaan pressure PLS (perbedaan
antara pressure main pump P2P dan pressure
PLS ( = P2P – PLS ) berubah seperti tampak
pada diagram samping kanan sesuai dengan
pressure LS selector Psig.
• Saat Psig berubah antara 0 - 30 kg/cm2, load
spring akan berubah untuk menyesuaikannya
dan titik perpindahan jumlah discharge pump
berubah pada rate central value antara 10.0 -
25.0 kg /cm2.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
2. Fungsi TVC valve
• Saat pressure discharge PP1 (self pressure)
dan PP2 (pressure pump lainnya) tinggi, TVC
valve mengatur pump sehingga tidak ada lagi
discharge oli yang melebihi constant flownya
(sesuai dengan pressure discharge),
meskipun stroke spool control valve menjadi
besar.
Dengan cara demikian dilakukan pengaturan
tenaga, sehingga HP yang diserap oleh pump
tidak melebihi engine.
• Dengan demikian, jika beban / load selama
operasi membesar dan discharge pressure
pump naik, akan menurunkan jumlah
discharge pump. Dan jika pressure
dischargenya turun, akan menaikkan jumlah
discharge pump.
Keterkaitan antara jumlah rata-rata pressure
discharge front dan rear pump (PP1 + PP2)/2
dan jumlah discharge Q pump seperti pada
gambar disamping, dengan besar arus yang
dialirkan ke solenoid TVC valve sebagai
parameter.
• Akan tetapi, pada mode operasi heavy duty,
terdapat fungsi penyensoran actual speed
engine dan jika speed engine drop karena
kenaikan beban, akan menurunkan jumlah
discharge pump sehingga speed engine
dapat naik kembali.
Dengan kata lain, saat beban bertambah dan
speed engine turun sampai dibawah
standartnya, arus yang menuju solenoid
valve TVC dari controller akan naik sesuai
dengan penurunan speed engine untuk
memperkecil sudut swash plate engine.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
A. Cara kerja LS valve ( Saat control valve neutral )
Arah discharge minimum
• LS valve merupakan three way selector valve, 7 1 2
dengan pressure PLS (LS pressure) dari port
outlet control valve yang menuju spring
chamber i dan pressure discharge main pump
P2P yang menuju chamber j pada plug (6).
• Besar gaya pada LS pressure PLS + gaya
spring (3) dan pressure pump P2P menentukan
posisi spool (4). Akan tetapi besarnya pressure
output Psig (pressure LS selector) pada EPC
Karena dihubungkan dengan circuit drain melalui
valve untuk LS valve yang memasuki port e
spool control valve). Pada titik ini, spool (4)
juga merubah posisi spool (4).(setting pressure
terdorong ke kiri dan port d dan port c
pada spring akan berubah.)
dihubungkan. Pressure pump PP masuk sisi
• Sebelum engine distart, servo piston (1) terdo diameter besar pada servo piston dari, port h dan
rong ke kanan oleh pring (7) yang dipasang pressure pump yang same juga masuk ke sisi
pada rod (2) (lihat gambar disamping). diameter kecil piston, sehingga swash plate
bergerak kearah sudut minimum karena
• Saat engine dihidupkan dan contol valve posisi
perbedaan luas pada piston (1).
neutral. LS pressure PLS = 0 kg/cm2.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
B. Cara kerja LS valve ( Saat discharge pump menjadi maximum )
Arah discharge maximum
• Saat perbedaan pressure antara pressure • Sehingga pressure. pada servo piston (1) sisi
pump P2P dan LS pressure PLS atau PLS diameter besar menjadi drain pressure PT dan
menjadi kecil (contoh, saat luas bidang buka pressure pump PP masuk menuju sisi
an control valve menjadi besar dan pressure diameter kecil, dan menekan servo piston (1)
main pump PP turun), spool (4) terdorong ke kanan. Oleh karena itu rod (2) bergerak
kekanan oleh gabungan gaya pada LS kekanan dan menggerakkan swash plate
pressure PLS dan tension spring (3). kearah untuk membuat jumlah discharge pump
membesar.
• Jika spool (4) bergerak, port b dan port c ber
temu dan dihubungkan dengan TVC valve, • Jika pressure output Psig pada EPC valve
sehingga LS valve berhubungan dengan port untuk LS valve masuk, port e, pressurenya
drain, sehingga sirkuit c - h menajdi pressure akan menimbulkan gaya untuk menekan
drain PT (cara kerja TVC valve akan piston (5) ke kiri. Jika piston (5) terdorong ke
dijelaskan kemudian) kiri, akan menyebabkan setting spring (3)
melemah, dan perbedaan pressure antara PLS
dan P2P berubah saat port b dan c pada
spool (4) berhubungan.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
C. Cara kerja LS valve ( Saat discharge pump menjadi minimum )
Arah discharge minimum
• Berikut ini adalah penjelasan kondisi jika • Pressure main pump PP juga masuk ke servo
servo piston (1) bergerak ke kiri ( jumlah piston sisi diameter kecil, tetapi karena terda
discharge mengecil) . Saat perbedaan pat perbedaaan luas bidang antara diameter
pressure antara pressure pump P2P dan LS besar dan kecil pada kedua sisi piston, servo
pressure PLS atau PLS menjadi besar piston (1) terdorong ke kiri. Sehingga, rod (2)
(contoh, saat luas bidang bukaan control bergerak ke arah untuk membuat sudut swash
valve menjadi kecil dan pressure pump PP plate mengecil.
naik), spool (4) terdorong kekiri oleh pressure • Jika pressure output Psig pada EPC valve
P2P . untuk LS valve masuk port e, akan
• Jika spool (4) bergerak, pressure main pump menyebabkan setting spring (3) melemah.
PP mengalir dari port d ke port c, dan dari
port h masuk ke servo piston sisi diameter
besar.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
D. Cara kerja LS valve ( Saat servo piston posisi seimbang )
• Kita misalkan luas bidang penerimaan pres • Sedangkan hubungan antara luas bidang
sure pada piston sisi diameter besar sebagai penerimaan pressure pada kedua sisi piston
A1 dan piston sisi diameter kecil sebagai A0, (1) adalah AO : A1 = 1 : 2, sehingga pressure
dan pressure yang menuju piston sisi dia yang bekerja pada kedua sisi piston saat
meter besar sebagai Pen. Jika pressure dis kondisi seimbang menjadi PP: Pen = 2 : 1.
charge pump P2P pada LS valve dan gabung
• Posisi dimana spool (4) seimbang dan berhenti
an gaya F spring (3) ditambah pressure PLS
besarnya seimbang, dan hubungan keterkait ada pada titik tengah tertentu dan kekuatan
annya A0 X PP = A1 X Pen, servo piston (1) spring (3) diadjust sehingga dapat ditentukan
akan berhenti pada suatu posisi dan swash menjadi P2P - PLS = 25 kg/cm2. Akan tetapi,
plate tetap dipertahankan pada posisi inter jika Psig ( pressure output EPC valve untuk
mediate. ( Akan berhenti pada posisi dimana LS valve masuk port e, posisi titik
pembukaan throtle antara port b dan port c keseimbangan akan berubah secara
serta antara port d dan port c pada spool (4) proportional terhadap pressure Psig antara
hampir mendekati sama. Pada saat ini, pres P2P - PLS = 25 - 10 kg/cm2.
sure pada port c besarnya 1/2 pressure pump
PP.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
E. Cara kerja TVC valve ( Saat governor dan pump controller kondisi normal )
a. Saat beban pada actuator adalah kecil dan
pressure pump PP1 dan PP2 rendah.
i) Cara keria solenoid (1)
• Arus perintah dari governor, pump controller • Besarnya arus perintah ditentukan dengan
mengalir ke solenoid (1) dan menimbulkan pergerakan lever PPC, pemilihan working
daya dorong pada push pin solenoidnya (11). mode, dan setting value serta actual value
speed enginenya.
• Pada sisi yang berlawanan dengan daya
dorong push pin terdapat kekuatan tension
spring (3) dan (4) dan pressure pump PP1 Pressure pump lainnya merupakan pressure
dan pressure pump lainnya PP2 (lihat ). pump dari pump sisi lainnya. Untuk front pump
Piston (2) berhenti pada posisi dimana adalah pressure rear pump. Untuk rear pump
semua daya dorong pada piston (2) adalah pressure front pump.
seimbang dan pressure pada port c output
dari LS valve akan berubah sesuai dengan
posisi tersebut.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
ii) Cara kerja spring • Jika servo piston (9) bergerak lagi, piston (5)
akan digerakkan ke kiri oleh rod (8), cam (7)
• Kekuatan tension spring (3) dan (4) pada
dan lever (6). Spring (3) dan (4) memanjang
TVC valve ditentukan oleh posisi swash
dan kekuatan tensionnya menjadi lebih
plate.
lemah, sehingga piston (2) bergerak ke kiri,
• Saat servo piston (9) bergerak, cam (7) yang sehingga hubungan antara port c dan d
dihubungkan pada rod (8) juga bergerak. menjadi tertutup, pressure discharge pump
Sehingga lever (6) diputar oleh bidang tirus pada port b dihubungkan dengan port c.
pada cam (7) dan piston (5) bergerak ke kiri Akibatnya pressure pada port c naik dan
atau kanan. pressure pada servo piston sisi diameter
besar juga naik, sehingga pergerakan piston
• Jika piston (5) bergerak kekanan, spring (3)
(9) ke kanan akan berhenti.
tertekan dan jika bergerak lebih jauh ke
kanan, spring (4) kontak dengan seat (10), • Dengan kata lain, posisi berhentinya piston
sehingga spring (3) dan (4) bekerja. Dengan (9) ( jumlah discharge pump) ditentukan pada
kata lain, kekuatan tension spring dirubah titik dimana kekuatan spring (3) dan (4) dan
oleh piston (5) dengan memanjangkan atau daya dorong dari solenoid dan daya dorong
memendekan spring (3) dan (4). yang terjadi karena pressure PP1 dan PP2
yang bekerja pada piston (2) kondisinya
• Jika arus perintah yang menuju solenid (1)
seimbang.
berubah, daya dorong pushing pin (11) juga
berubah, dan kekuatan tension spring (3) dan
(4) juga berubah sesuai dengan besarnya
arus perintah solenoid.
• Port c pada TVC valve dihubungkan dengan
port e pada LS valve (lihat1. LS valve).
Pressure PP1 masuk port b dan servo piston
(9) sisi diameter kecil dan pressure pump
lainnya PP2 masuk port a.
• Jika pressure pump PP1 dan PP2 rendah,
piston (2) berada pada sisi kanan. Dan port c
dan d berhubungan sehingga pressure yang
masuk ke LS valve menjadi pressure drain
PT. Jika port h dan port e pada LS valve
dihubungkan (lihat 1. LS valve), pressure
yang masuk servo piston sisi diameter besar
dari port f akan menjadi pressure drain PT,
dan servo piston (9) bergerak ke kanan.
Dengan demikan jumlah discharge pump
membesar.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
b. Saat beban pada actuator adalah besar dan • Jika pressure main pump PP1 dan PP2 naik
lagi dan piston (2) akan bergerak lagi ke kiri,
pressure pump PP1 dan PP2 tinggi. pressure pump PP1 mengalir ke port c dan
• Jika beban menjadi besar dan pressure pump bekerja untuk membuat jumlah discharge
PP1 dan PP2 tinggi, daya pendorong piston (2) menjadi minimum. Saat piston (9) bergerak
ke kiri menjadi lebih besar dan piston (2) ber kekiri, piston (5) digerakkan ke kanan oleh
cam (7) dan lever (6). Oleh karena itu, spring
gerak pada posisi seperti gambar diatas.
Sehingga dengan pressure yang mengalir dari (3) dan (4) tertekan memendek dan men
port c menuju LS valve, sebagian pressure oil dorong balik piston (2), sehingga piston (2)
menutup hubungan antara port b dan c dan
dari port b mengalir melalui port d dan
besarnya menjadi hampir 112 dari pressure port c dihubungkan dengan port d. Akibatnya
pressure pada port c ( = f ) turun dan per
main pump PP1.
gerakan piston (9) ke kiri akan berhenti. Dan
• Jika port h dan port e pada LS valve dihubung piston (9) akan berhenti pada posisi yang lebih
kan (lihat 1. LS valve), pressure dari port f kekiri dari posisi saat pressure pump PP1 dan
akan masuk servo piston sisi diameter besar, PP2 rendah.
dan servo piston (9) berhenti bergerak.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
• Hubungan pressure pump PP1 + PP2 dan
posisi servo piston (9) membentuk garis
bengkok karena pengaruh double spring (3)
dan (4).Keterkaitan preesure pump PP1 +
PP2 dan jumlah discharge Q pump seperti
tampak pada gambar disamping.
• Jika arus perintah yang dikirimkan ke
solenoid (1) tambah besar, keterkaitan antara
pressure pump PP1 dan PP2 serta jumlah
discharge Q pump proportional terhadap
kenaikan daya dorong solenoid dan
pertambahannya secara paralel. Dengan
demikian jika daya dorong solenoid (1)
ditambahkan terhadap daya dorong ke kiri
karena pressure pump bekerja pada piston
(2), keterkaitan antara P dan Q bergerak dari
A menuju B sesuai dengan kenaikan arus
perintah.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
F. Cara kerja TVC valve ( Saat governor dan pump controller abnormal prolix switch posisi ON )
a. Saat beban main pump ringan • Jika pressure pump PP1 dan PP2 rendah,
• Jika terjadi kerusakan pada governor, pump gabungan gaya dari pressure pump dan daya
controller, putar switch TVC prolik ke posisi
ON (sisi resistor). Dengan demikian, power dorong solenoid (1) lebih lemah dari kekuat
source dialirkan secara lansung dari battery, an tension spring, sehingga piston (2)
tetapi arus yang mengalir akan terlalu besar, seimbang pada posisi disebelah kanan.
sehingga dipasang resistor untuk mengatur
• Pada saat ini, port c dihubungkan dengan
arus yang menuju solenoid (1).
pressure drain pada port d dan servo piston
Saat hal tersebut dilakukan, arus akan men (9) sisi diameter besar juga menjadi pressure
jadi konstan, sehingga daya dorong push pin drain PT melalui LS valve.
solenoid (11) juga konstan.
Sedangkan pressure pada servo piston sisi
diameter kecil adalah besar, sehingga servo
piston (9) bergerak ke arah untuk menaikkan
jumlah discharge pump.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
b. Saat beban main pump berat
• Dengan cara yang sama seperti pada item
E - a, saat switch TVC prolik posisi ON. Arus
perintah dialirkan secara konsat menuju
solenoid (1). Sehingga daya dorong push pin
(11) menekan piston (2) juga konstan.
• Jika pressure pump PP1 dan PP2 menjadi
tinggi, piston (2) bergerak lebih jauh ke kiri
dari pada saat beban main pump ringan dan • Dengan kata lain, pada saat TVC prolix
seimbang pada posisi di lebih ke kiri. switch posisi ON, curva untuk pressure pump
P dan jumlah discharge Q ditentukan seperti
Dengan demikian, pressure dari port b diagram sesuai dengan besar arus yang
mengalir ke port c, sehingga servo piston (9) dialirkan ke solenoid melalui resistor.
bergerak ke kiri (untuk memperkecil jumlah
discharge) dengan mekanisme yang sama Curva saat TVC prolix switch ON adalah
dengan item E b, dan berhenti pada posisi kurva B, sedangkan curva A adalah pada
lebih kekiri dari pada saat beban pump saat governor, pump controller kondisinya
ringan. normal.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
Cara kerja setiap fungsi dalam CLSS
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
1A. Main relief valve ( Bucket group )
1B. Main relief valve ( Arm group )
2A. Unloaded valve ( Bucket group )
2B. Unloaded valve ( Arm group )
3. Pressure compensation velve
4. Safety dan suction valve
5. Safety dan suction valve ( untuk large flow )
6. Safety dan suction valve ( 2 – stage )
7. Spool bucket
[Link] shuttle valve
9. Spool travel RH
10. Suction valve
11. Spool boom low
12. Check valve untuk regeneration circuit ( boom )
13. Spool swing
14. Spool travel LH
15. Spool arm low
16. Check valve untuk regeneration circuit ( arm )
17. Spool boom hi
18. Spool arm hi
19. LS select valve
20. Merge flow divider valve
21. LS by pass valve
A. Ke bucket cylinder
B. Ke travel motor RH
C. Ke boom cylinder
D. Ke swing motor
E. Ke travel motor LH
F. Ke arm cylinder
G. Ke travel junction valve
H. Ke travel junction valve
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
SYSTEM DIAGRAM
Gambar dibawah menunjukkan actuator ( 6A ) pada akhir langkah relief
saat merge mode.
1A. Main pump
1B. Main pump
2A. Main relief valve
2B. Main relief valve
3A. Unload valve
3B. Unload valve
4. Merge/flow divider valve
5A. Control valve
5B. Control valve
6A. Actuator
6B. Actuator
7A. Pump passage
7B. Pump passage
[Link] circuit
8B. LS circuit
9A. Tank passage
9B. Tank passage
10A. Valve
10B. Valve
11A. Spring
11B. Spring
12. LS bypass valve
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
1. Saat unloaded valve bekerja
Fungsi
• Saat semua control valve posisi netral, oli yang • Saat pressurenya lebih besar dari kekuatan
dihasilkan pump dengan sudut swash plate spring (11A, 11 B). Valve (10A, 10B) bergerak
minimum akan didrain. Sehingga besarnya ke kiri port B dan C berhubungan dan pressure
pressure pump menjadi sesuai dengan setting pump mengalir menuju jalur tangki (9A, (9B).
tension spring (11A, 11 B) dalam valve Selanjutnya pressure pada circuit LS (8A, 813)
(pressure P1). LS pressure didrain dari LS lewat dari orifice A melalui port C dan didrain
bypass valve (12), sehingga LS pressure = ke jalur tangki (9A, 9B). Oleh karena itu saat
pressure tangki = 0 kg /cm². valve digerakkan LS pressure = pressure
• Saat digerakkan (untuk operasi dalam range tangki.
discharge sudut swash plate minimum), • Saat operasi tanpa beban (unloaded)
pressure discharged oli yang dihasilkan pump. dilakukan, differential pressure (pressure
pada sudut swash plate minimum adalah LS discharge pump - pressure LS) akan lebih
pressure + pressure P1. Sehingga LS control besar dari pressure LScontrol pump, sehingga
differential pressure (PLs) oil yang dihasilkan sinyal dikirimkan untuk menggerakkan swash
pada sudut swash plate minimum adalah
pressure P1. plate pump ke posisi minimum.
Cara kerja
• Pressure pada jalur pump (7A, 713) diterima
oleh permukaan ujung valve (10A, 10B).
Control valve posisi netral, sehingga pressure
pada sirkuit LS (8A, 8B) = 0 kg /cm².
Pressure oil pada jalur pump (7A, 7B)
dihentikan oleh valve (10A, 10B), karena tidak
ada jalan lagi untuk membebaskan diri,
sehingga pressure akan naik.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
2. Saat LS relief
(1) Cut-off control bekerja
Fungsi
• Saat control cut-off dilakukan pada pump oleh
TVC valve, sudut swash plate akan minimum.
• Relief valve bekerja untuk membebaskan oli
saat pump pada sudut minimum dengan tujuan
untuk mempertahankan keseimbangan secara
keseluruhan.
Cara kerja
• Saat silinder mencapai akhir langkahnya, main
relief valve (2A, 2B) membuka dan sejumlah
discharge Q pump dibebaskan ke jalur tangki
(9A, 9B).
• Saat pressure pump PP mendekati pressure
reliefnya. Governor, pump controller mengirim
sinyal arus ke solenoid TVC valve untuk
melakukan fungsi control cut-off sehingga
jumlah discharge pump menjadi minimum.
• Posisi spool pada akhir langkahnya, sehingga
tidak ada aliran oil pada port inlet dan port
outlet spool, sehingga pressure pump PP dan
LS pressure PLs hampir sama pressurenya dan
LS differential pressure PLS menjadi 0.
• LS differential pressure PLS lebih rendah dari
pressure setting LS pada LS valve, sehingga
LS valve akan bekerja untuk mencoba
mengerakkan sudut swash plate pump menjadi
maksimum. Akan tetapi , karena strukturnya,
kerja TVC valve memberikan prioritas yang
lebih dari kerja LS valve, sehingga pump
dipertahankan pada sudut swash plate
minimum dengan fungsi cut-off pada TVC
valve.
(2) Cut-off di cancel (power max. mode, fine
control mode, travel)
Fungsi, care kerja
• Pada power max. mode, fine control mode,
atau travel mode, sinyal cut off tidak diberikan
sehingga torque bergerak sejalan dengan curva
output pump.
• Saat hal ini terjadi, jumlah discharge pump
dibebaskan dari relief valve, sehingga
keseimbangan sistem secara keseluruhan
dapat dipertahankan.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
3. Pengenalan tentang LS pressure
Gambar dibawah menunjukkan kondisi
untuk arm IN.
1. Main pump Fungsi
2. Main spool • Pressure upstream (pressure spool meter-in
downstream) untuk pressure compensation
3. Pressure compensation valve valve (3) mengalir melalui shuttle valve (7)
sebagai pressure LS. Selanjutnya akan
4. Valve dihubungkan ke port B actuator melalui valve
(4) dan LS pressure = pressure beban actuator.
5. Ball valve
Introduction hole a didalam spool berdiameter
6. LS circuit kecil sehingga juga berfungsi sebagai throttle
( pemerkecil aliran )
7. LS shuttle valve
Cara kerja
• Saat spool (2) digerakkan, pressure pump
melewati introduction hole a, masuk port C dan
masuk dalam sirkuit LS. Saat pressure pump
naik dan mencapai pressure beban kerja (load)
pada port B, ball valve (5) terbuka.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
4. LS BYPASS VALVE
Fungsi
1. Main pump
• Pressure tersisa pada sirkuit LS (6) akan
2. Main spool dibebaskan dari orifice a dan b.
3. Pressure compensation valve
• Sehingga akan mengurangi kecepatan kenaikan
4. LS shuttle valve pressure LS, untuk mencegah terjadinya
5. LS bypass valve perubahan yang tiba-tiba terhadap pressure LS.
Selanjutnya, kehilangan pressure yang
6. LS circuit ditimbulkan oleh hambatan sirkuit antara throttle
c pada main spool (4) dan LS shuttle valve (4)
akan sesuai dengan besar aliran yang
dibebasskan dari LS bypass valve (5).
Akibatnya, LS differential pressure yang efektif
akan turun dan kestabilan gerak actuator akan
meningkat.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
5. PRESSURE COMPENSATION VALVE
1. Main pump
2. Valve
3. Shuttle valve
4. Piston
5. Spring
6. LS shuttle valve
Fungsi Referensi
1)Selama operasi tunggal den pada pressure Integrated pressure compensating valve.
beban kerja maksimum (selama operasi
gabungan, saat pressure beban keria lebih • Jika pressure tertinggi terjadi dalam sirkuit
tinggi dari work equipment lainnya) actuator atau saat pressure tertinggi terjadi
• Pressure compensation valve akan bekerja berulang kali dalam waktu yang panjang
sebagai load check valve. (seperti saat menggunakan breaker), valve (2)
mungkin menghantam seat chamber s dan
Cara kerja menimbulkan benturan. Untuk mencegahnya,
digunakan integrated pressure compensation
• Jika pressure pump (pressure, LS) lebih rendah valve yang menggabungkan valve (2) dan
piston (4).
dari pressure beban kerja pada port C, shuttle Pada unit ini, dipasangkan untuk bucket valve
valve (3) didalam pressure compensating valve (pada sisi bottom silinder) dan service valve.
(4) bergerak untuk Baling menggabungkan Pada integrated compensation valve, seperti
spring chamber E dan port C. garis dasarnya, port C dan spring chamber E
Dari kondisi ini, kekuatan spring (5) bekerja tidak berhubungan, hingga meskipun pressure
untuk menggerakkan piston (4) den valve (2) tertinggi terjadi pada port C, valve (7) tidak
kearah menutup. akan menghantam valve chamber.
BC II HYD SYSTEM SUPLEMENT TRAINING IV - 01 - 39
2)Saat menerima compensation (selama
operasi gabungan, saat pressure beban Cara kerja
kerja lebih rendah daripada work equipment
yang lain). • Spring chamber E saling berhubangan dengan
port D. Piston (4) dan valve (2) digerakkan oleh
• Pressure compensation valve ditutup oleh
pressure LS pada port D, dan pressure spool pressure sirkuit LS dari work equipment lainnya
meter-in downstream pada port B menjadi
sama dengan pressure maksimum pada work dari port F searah langkah menutup (ke kanan).
equipment yang lain. Pressure spool meter-in
upstream pada port A merupakan pressure Dengan kata lain, pressure valve upstream
pump, sehingga differential pressure pada pada port B (= pressure spool meter-in
spool meter-in (pressure port A - pressure port downstream) diatur oleh pressure LS.
B menjadi sama untuk semua spool yang
digerakkan. Dengan cara demikian, flow pump
dibagi secara proportional terhadap luas bidang
bukaan spool meter-in.