Selamat Siang
Ibu dosen dan kawan-kawan
Kelompok 8 Team Meet Our
Manajemen ritel c1
I Gusti Bagus Ngurah Ida Bagus Ketut A.A. Bagus Dimas
Divta Ananta Widnyana Bhaskara Bija
1907521136 1907521140 1907521152
RPS 1
01 Pengertian Bisnis Ritel
02 Karakteristik Bisnis Ritel
03 Paradigma dan Fungsi Ritel
04 Peluang Bisnis Ritel di
Indonesia
Your Picture Here Your Picture Here
Pengertian
Bisnis Ritel
Retail atau ritel adalah aktivitas perniagaan yang
melibatkan penjualan barang atau penawaran jasa
secara langsung kepada konsumen akhir. Barang
yang dibeli dari bisnis ritel akan digunakan
Your Picture Here Your Picture Here
konsumen sebagai konsumsi pribadi atau
keperluan keluarga dan rumah tangga, bukan
untuk dijual kembali.
Dikenal pula dengan istilah bisnis eceran, ritel
berperan sebagai perantara pemasaran yang
menghubungkan produsen utama atau grosir besar
dengan konsumen yang membeli dalam jumlah kecil
atau bentuk satuan. Setelah membeli sejumlah barang
dari kelompok bisnis yang lebih besar, pengecer
atau retailer akan menjual kembali barang tersebut
dengan menetapkan tambahan harga tertentu untuk
memperoleh keuntungan.
Karakteristik Bisnis
Ritel
1. Bisnis ritel menjual barang dalam
jumlah satuan
Dalam menjual barang, bisnis ritel melakukannya dalam jumlah
satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan
bagaimana mempromosikan barang untuk menarik minat pembeli.
Cara mempromosikan barang pun harus bisa menjelaskan fitur
dan keuntungan yang dimiliki produk yang bersangkutan entah itu
secara gamblang dan panjang lebar, atau secara singkat, padat, dan
jelas.
Karena menjual barang dalam jumlah satuan, bisnis ritel juga
harus menyediakan stok barang untuk konsumen. Kunci penting
dari menyediakan stok barang adalah bagaimana peritel bisa
menyediakan barang kapan pun konsumen membutuhkannya.
2. Bisnis ritel berhadapan secara
langsung dengan konsumen
Sebagai akhir dari rantai persediaan barang, maka bisnis ritel akan
berhadapan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Bisnis
ritel perlu memiliki sistem dan proses pembayaran produk yang
tidak ribet, cepat, dan mudah. Terjun di bisnis ritel juga berarti
perlu memahami persaingan harga pasar agar bisa memberikan
harga terbaik bagi konsumen dan mendapatkan profit yang
maksimal. Banyak bisnis ritel yang memberikan layanan lebih
dalam meraih konsumen seperti menyediakan toko offline dan
online, konsultasi belanja, dan banyak hal ekstra lainnya.
3. Bisnis ritel memiliki berbagai jenis b. Toko khusus yang menjual satu
sesuai kebutuhan konsumen jenis produk atau layanan saja
Dengan karakteristik bisnis ritel yang melayani konsumen dalam Disebut toko serba ada (grocery store) karena jenis bisnis ritel ini
jumlah masif dan tak jarang melibatkan banyak produk di menyediakan banyak kategori produk yang umumnya ditujukan
dalamnya, maka secara otomatis bisnis ritel terbagi dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen. Beberapa
beragam jenis. Berikut jenis-jenis bisnis ritel yang perlu Anda kategori produk yang tersedia antara lain makanan segar, makanan
ketahui: kalengan, snack, minuman, kosmetik, kebutuhan dapur, kebutuhan
kamar mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Contoh fisik
dari toko serba ada adalah department store, supermarket, mini-
a. Toko serba ada market, dan lain sebagainya.
Disebut toko serba ada (grocery store) karena jenis bisnis ritel ini
c. Pengecer non-toko
menyediakan banyak kategori produk yang umumnya ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen. Beberapa
kategori produk yang tersedia antara lain makanan segar, makanan Kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang komunikasi dan
kalengan, snack, minuman, kosmetik, kebutuhan dapur, kebutuhan internet, menghasilkan jenis bisnis ritel baru yang terus
kamar mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Contoh fisik berkembang setiap harinya yaitu pengecer non-toko. Mereka yang
dari toko serba ada adalah department store, supermarket, mini- terjun di bisnis ritel non-toko memanfaatkan email, website,
market, dan lain sebagainya. aplikasi mobile, hingga telepon untuk menjual produk eceran
mereka.
Paradigma dan Fungsi
Ritel
PARADIGMA RITEL
TRADISIONAL
Paradigma ritel tradisional merupakan pandangan yang 1. Kurang memilih lokasi
menekankan pengelolaan ritel dengan menggunakan pendekatan 2. Tidak memperhitungkan potensi pembeli
konvensional dan tradisional. Melalui pendekatan paradigma 3. Jenis Barang Dagangan yang tidak terarah
konvensional dan tradisional, bisnis ritel dikelola dengan cara-cara 4. Tidak ada seleksi merek
yang lebih menekankan pada “apa yang bisa disiapkan oleh 5. Kurang memperhatikan pemasok
pengusaha namun kurang memperhatikan bagaimana kebutuhan 6. Melakukan pencatatan penjualan sederhana
dan keinginan konsumen untuk dipahami dan bahkan berusaha 7. Tidak melakukan evaluasi terhadap keuntungan per produk
untuk dipenuhi.” Beberapa ciri dari paradigma pengelolaan ritel 8. Cash Flow tidak terencana
tradisional adalah sebagai berikut : 9. Pengembangan bisnis tidak terencana
Paradigma dan Fungsi
Ritel
PARADIGMA RITEL Modern
1. Lokasi strategis merupakan faktor penting dalam bisnis ritel
2. Prediksi cermat terhadap potensi pembeli
Paradigma ritel modern merupakan pandangan yang menekankan
3. Pengelolaan jenis barang dagangan terarah
pengelolaan ritel dengan menggunakan pendekatan modern di
4. Seleksi merek yang sangat ketat
mana konsep pengelolaan peritel lebih ditekankan dari sisi
5. Seleksi ketat terhadap pemasok
pandang pemenuhan kebutuhan konsumen yang menjadi pasar
6. Melakukan pencatatan penjualan dengan cermat
sasarannya. Beberapa ciri dari paradigma pengelolaan ritel modern
7. Melakukan evaluasi terhadap Keuntungan Per Produk
adalah sebagai berikut :
8. Cash flow terencana
9. Pengembangan bisnis terencana
Paradigma dan Fungsi
Ritel
Fungsi ritel
1. Menyediakan berbagai macam produk dan jasa
Ritel memiliki fungsi-fungsi yang dapat meningkatkan nilai
2. Perantara Produsen Dengan Konsumen
produk dan jasa yang mereka jual pada konsumen dan
3. Membantu Proses Promosi Produk
memudahkan distribusi produk tersebut bagi mereka yang
4. Perusahaan penyimpan persediaan
memproduksinya. Fungsi tersebut antara lain sebagai berikut :
5. Mengobservasi pasar
Peluang Bisnis Ritel
di Indonesia
Dalam sepuluh tahun terakhir bisnis ritel modern dengan format hypermarket, supermarket dan minimarket menjamur,
menyusul maraknya pembangunan mall atau pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Ritel besar seperti hypermarket dan department
store menjadi anchor tenant yang dapat menarik minat pengunjung. Bahkan kini bisnis ritel modern mulai merambah ke kota-kota
kabupaten terutama jenis supermarket dan minimarket. Saat ini bisnis ritel tumbuh pesat di pinggiran kota, mengingat lokasi
permukiman banyak di daerah tersebut. Peluang bisnis ritel modern sangat menjanjikan meskipun sebenarnya bisnis adalah usaha
dengan tingkat keuntungan yang tidak terlalu tinggi. Tetapi bisnis ritel modern memiliki tingkat likuditas yang tinggi karena
penjualan ke konsumen dilakukan secara tunai, sementara pembayaran ke pemasok dapat dilakukan secara bertahap.
Faktor penunjang berkembangnya bisnis ritel modern ini karena masyarakat semakin mudah untuk membeli kebutuhan pokok
sehari-hari karena lokasi toko yang sangat mudah dijangkau. Teknologi yang dipakai dalam operasional bisnis ritel mulai memakai
sistem informasi manajemen yang terkini seperti sistem penjualan, sistem stock barang, sistem expired barang dan sistem
pemasaran melalui on line (internet) sehingga dapat memberikan informasi yang jelas kepada para konsumen. Masyarakat pun
akan condong berpindah pilihan belanjanya di ritel modern dibanding ritel tradisional yang masih belum mengalami perubahan.
Adapun bisnis ritel yang menguntungkan: 1. Kedai Kopi, 2. Ritel Online, 3. Toko Gadget, 4. Toko Kesehatan, 5. Klinik
Kecantikan, 6. Bengkel
RPS 2
01 Analisis Peluang Bisnis
Ritel 02 Pemahaman Perilaku
Konsumen
03 Pemahaman Pesaing
04 Pemahaman Lingkungan
Pemasaran Lainnya
Analisis Peluang
Bisnis Ritel
Maka dari itu, bagi anda yang ingin terjun dalam bisnis retail,
sebaiknya perhatikan hal-hal berikut untuk memenangkan pasar:
Sebagian besar pelaku usaha memilih pemasaran dengan sistem
1. Tentukan target pasar
retail atau eceran, sebab peluang pasar yang paling potensial
2. Ciptakan loyalitas pelanggan
datang dari konsumen akhir, yang rata-rata membeli suatu produk
3. Pilih lokasi usaha yang strategis
untuk keperluan mereka sehari-hari.
4. Cantumkan brand pada setiap produk
5. Berikan pelayanan prima kepada konsumen
Pemahaman perilaku
konsumen
Dalam pengertian bisnis ritel ini, barang yang dijual disalurkan
langsung kepada konsumen. Dalam hal ini, terdapat unsur yang
mesti ada dalam kegiatan bisnis ritel, yaitu meliputi product, price, Meskipun bisnis ritel menyediakan peluang yang cukup
place, dan promotion atau promosi. menggiurkan, namun bisnis ini tak bisa dijalankan hanya dengan
Terdapat mata rantai penyaluran barang dalam bisnis ritel dan memahami pengertian bisnis ritel. Kemampuan lain yang harus
melibatkan distributor dan agen yang berperan menyalurkan dikuasai adalah manajemen usaha yang kuat, masalah layanan,
barang dari produsen kepada pengecer atau peritel yang dan kepekaan bisnis.
menjalankan bisnis ritel agar menjualnya lagi kepada konsumen
akhir.
Pemahaman Pesaing
Kemajuan teknologi dan tuntutan kebutuhan konsumen yang terus
meningkat menjadi pendorong adanya perubahan orientasi bisnis-
bisnis ritel. Awalnya bisnis ritel cukup dikelola secara tradisional, Pengelolaan ritel modern skala besar dan kecil membutuhkan
tanpa teknologi yang memadai, tanpa pendekatan manajemen kesiapan pengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki
modern dan tanpa berfokus pada kenyamanan dan keinginan pengetahuan, keterampilan (baik soft maupun hard skill) dalam
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Jika seorang pelaku bisnis hal manajerial ritel modern dan sekaligus kepekaan dalam melihat
ritel tetap bertahan dengan pengelolaan ritel secara tradisional peluang agar dapat memiliki kompetensi untuk bertahan dalam
tidak memungkinkan untuk memiliki keunggulan kompetitif yang bisnis ritel.
berkelanjutan bila dihadapkan dengan semakin banyaknya ritel-
ritel modern yang dikelola dengan modal yang cukup.
Pemahaman
Lingkungan
Pemasaran Lainnya
• Variabel sosial antara lain dedmografik, gaya hidup dan nilai-
Lingkungan eksternal adalah semua elemen di luar organisasi
nilai sosial.
yang relevan untuk operasi. Unsur-unsur di luar organisasi sulit
• Variabel ekonomi yaitu, kondisi ekonomi pada umumnya
dikendalikan namun berpengaruh terhadap organisasi.
yang mempengaruhi aktivitas sebuah organisasi.
Organiasi mengambil input seperti bahan baku, uang, tenaga kerja
• Variabel politik yaitu berbagai faktor yang mungkin
dan energi dari lingkungan eksternal yang mengubahnya menjadi
mempengaruhi aktivitas suatu organisasi sebagai hasil dari
produk atau jasa sebagai output. Lingkungan eksternal terdiri dari
proses atau iklim politik.
lingkungan umum.
• Variabel teknologi meliputi perkembangan baru dalam produk
Elemen-elemen lingkungan umum meliputi sosial budaya, hukum,
atau proses serta pengetahuan seperti fisika yang
ekonomi, politik, dan teknologi.
mempengaruhi aktivitas organisasi
Sekian dari
kelompok kami
Kami ucapkan terima kasih