0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan16 halaman

Teori dan Kerangka Pemikiran Penelitian

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian teori, tingkatan dan fokus teori, kegunaan teori dalam penelitian, deskripsi teori, dan kerangka berpikir. Teori digunakan untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, sedangkan kerangka berpikir menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti berdasarkan teori.

Diunggah oleh

Dewi Nurani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan16 halaman

Teori dan Kerangka Pemikiran Penelitian

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian teori, tingkatan dan fokus teori, kegunaan teori dalam penelitian, deskripsi teori, dan kerangka berpikir. Teori digunakan untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, sedangkan kerangka berpikir menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti berdasarkan teori.

Diunggah oleh

Dewi Nurani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAJIAN TEORI DAN

PENGEMBANGAN
KERANGKA
PEMIKIRAN
Pertemuan 6
 PENGERTIAN TEORI
 TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
 KEGUNAAN TEORI DALAM
PENELITIAN
 DESKRIPSI TEORI
 KERANGKA BERPIKIR
A. PENGERTIAN TEORI

 Langkah berikutnya mencari teori-teori, konsep-


konsep dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian
yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk
pelaksanaan penelitian.
 Agar penelitian mempunyai landasan yang kokoh.
 Adanya landasan teoritis ini merupakan ciri bahwa
penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data.
 Teori : generalisasi atau kumpulan generalisasi yang
dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai
fenomena secara sistematik.
 Sitirahayu Haditono (1999) : suatu teori akan
memperoleh arti yang penting bila ia lebih banyak
dapat melukiskan, menerangkan dan meramalkan
gejala yang ada.
 Teori yang deduktif : memberi keterangan yang
dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif
tertentu ke arah data yang akan diterangkan.
 Teori yang induktif : cara menerangkan adalah dari
data ke arah teori.
 Teori yang fungsional : di sini nampak suatu interaksi
pengaruh antara data dan perkiraan teoritis yaitu data
mempengaruhi pembentukan teori dan pembetukan
teori kembali mempengaruhi data.
 Teori : alur logika atau penalaran yang merupakan
seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang
disusun secara sistematis.
 Fungsi teori : menjelaskan (explanation), meramalkan
(prediction) dan pengendalian (control) suatu gejala.
 Teori : seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi
yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan
menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi.
 Hoy & Miskel (2001) : 1) teori itu berkenaan dengan
konsep, asumsi dan generalisasi yang logis, 2)
berfungsi untuk mengungkapkan, menjelaskan dan
memprediksi perilaku yang memiliki keteraturan 3)
sebagai stimulan dan panduan untuk mengembangkan
pengetahuan.
B. TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
 Tingkatan teori : micro, meso dan macro.
 Micro level theory : small slice of time, space or a
number of people. The concept are usually not very
abstract.
 Meso level theory : attempts to link macro and micro
levels or to operate at an intermediate level.
 Macro level theory : concerns the operation of larger
aggregates such as social institutions, entire culture
systems and whole societies. It uses more concepts
that are abstract.
 Fokus teori : teori substatif, teori formal dan middle
range theory.
 Subtantive theory is developed for a specific area of
social concern such as delinquent gangs, strikes,
disforce or res relation.
 Formal theory is developed for a brand conceptual
area in general theory, such as deviance, socialization
or power.
 Middle range theory are slightly more abstract than
empirical generalization or specific hypotheses.
Middle range theories can be formal or substantive.
Middle range theory is principally used in sociology
to guide empirical inquiry.
 Teori yang digunakan untuk perumusan hipotesis
yang akan diuji melalui pengumpulan data adalah
teori subtantif karena teori ini lebih fokus berlaku
untuk obyek yang akan diteliti.
C. KEGUNAAN TEORI DALAM
PENELITIAN
 Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah
jelas karena teori di sini sebagai dasar untuk merumuskan
hipotesis dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen
penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal
penelitian kuantitatif harus sudah jelas apa yang akan dipakai.
 Teori digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang
lingkup atau konstruk variabel yang akan diteliti, untuk
merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian
karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan
yang bersifat prediktif, untuk mencandra dan membahas hasil
penelitian sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan
saran dalam upaya pemecahan masalah.
D. DESKRIPSI TEORI
 Deskripsi teori : uraian sistematis tentang teori dan
hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel
yang diteliti.
 Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap
variabel-variabel yang diteliti melalui pendefinisian
dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai
referensi sehingga ruang lingkup, kedudukan dan
prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan
diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.
 Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga
kriteria yaitu relevansi, kelengkapan dan
kemutakhiran.
 Relevansi berkenaan dengan kecocokan antar
variabel yang diteliti dengan teori yang
dikemukakan, kelengkapan berkenaan dengan
banyaknya sumber yang dibaca, kemutakhiran
berkenaan dengan dimensi waktu. Makin baru
sumber yang digunakan maka akan semakin
mutakhir teori.
 Langkah-langkah untuk melakukan pendeskripsian
teori :

1. Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah


variabelnya
2. cari sumber-sumber bacaan yang sebanyak-
banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel
yang diteliti.
1. lihat daftar isi setiap buku dan pilih topik yang relevan
dengan setiap variabel yang akan diteliti
2. cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap
sumber bacaan bandingkan antara satu sumber dengan
sumber yang lain dan pilih definisi yang sesuai dengan
penelitian yang akan dilakukan.
3. baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel
yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan dan buatlah
rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber
data yang dibaca.
4. deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai
sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri.
Cantumkan juga sumber-sumber bacaan yang dikutip atau
yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan
teori.
E. KERANGKA BERFIKIR
 Kerangka berfikir : model konseptual tentang
bagaimana teori berhubungan dengan berbagai
faktor yang telah diidentifikasi sebagai
masalah yang penting.
 Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan
secara teoritis pertautan antar variabel yang
diteliti.
 Perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen
dan dependen. Bila dalam penelitian ada variabel
moderator dan intervening maka juga perlu dijelaskan
mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian.
 Penjelasan :

1. Menetapkan variabel yang diteliti.


Kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam
menyusun kerangka berfikir untuk pengujian
hipotesis maka harus ditetapkan terlebih dulu variabel
penelitiannya. Berapa jumlah variabel yang diteliti
dan apakah nama setiap variabel merupakan titik
tolak untuk menemukan teori yang akan
dikemukakan.
2. Membaca Buku dan Hasil Penelitian
Membaca buku-buku yang relevan yang dapat
berbentuk buku teks, ensiklopedia dan kamus. Hasil
penelitian berupa laporan penelitian, journal ilmiah,
skripsi, tesis dan disertasi.
3. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian
Dari buku yang dibaca akan dapat dikemukakan
teori-teori yang berkenaan dengan variabel yang
diteliti, definisi terhadap masing-masing variabel
yang diteliti, uraian rinci tentang ruang lingkup
setiap variabel dan kedudukan antara satu dengan
yang lain dalam konteks penelitian itu.
4. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian
Peneliti melakukan analisis secara kritis terhadap
teori-teori dan hasil penelitian yang telah
dikemukan. Dalam analisis ini peneliti akan
mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian
yang telah ditetapkan itu sesuai dengan obyek
penelitian atau tidak.
5. Analisis Komparatif terhadap Teori dan hasil
Penelitian
Dilakukan dengan cara membandingkan antara teori
satu dengan teori yang lain dan hasil penelitian satu
dengan penelitian yang lain sehingga peneliti dapat
memadukan antara teori satu dengan teori yang lain
atau mereduksi bila dipandang terlalu luas.
[Link] Kesimpulan
Sintesa kesimuplan sementara yaitu perpaduan sintesa antara variabel
satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir
yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.
7. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berpikir
yang asosiatif/ hubungan maupun komparatif/perbandingan.
8. Hipotesis
 Misalkan kerangka berpikirnya : jika komitmen kerja tinggi maka
produktifitas lembaga akan tinggi.
 Hipotesis yang dapat dibuat adalah ”ada hubungan yang positif
dan signifikan antara komitmen kerja dengan produktifitas kerja”
 Bila kerangka berfikirnya berbunyi : ”Karena lembaga A
menggunakan teknologi tinggi maka produktifitas kerjuanya lebih
tinggi dibandingkan dengan lembaga B yang teknologi kerjanya
rendah.
 Hipotesisnya berbunyi ” Terdapat perbedaan produktifitas kerja
yang signifikan antara lembaga A dan B”.

Anda mungkin juga menyukai