Anodizing
Raditya Mughni P. – 195060207111033
Gregorius Aksaka B. – 195060207111035
Proses Manufaktur II C
Macam-Macam Proses Anodizing
Reaksi dasar dari proses anodizing adalah merubah permukaan alumunium menjadi
alumunium oksida dengan menekan bagian logam sebagai anoda di dalam sel elektrolisis.
Proses anodizing terbagi menjadi tiga yaitu
• Chromic Anodize
• Sulfuric Anodize
• Hard Anodize.
Chromic Anodize
Larutan ini mengandung 3 – 10% berat CrO3 larutan dibuat dengan mengisi tangki
setengah dengan air dan melarutkan asam ini ke dalamnya kemudian menambahkan air
sesuai dengan level operasi yang diinginkan. Larutan anodizing asam kromik digunakan
pada
• PH antara 0,5 – 1
• Konsentrasi klorida (sebagai natrium klorida) kurang dari 0,02%
• Konsentrasi sulfat (H2SO4) kurang dari 0,05%
Chromic Anodize
Total kandungan asam krom sebanding dengan pH dan baume reading, kurang dari 10%. Jika
konsentrasinya berlebih bagian logam dicelupkan dan diganti dengan larutan baru. Parameter
untuk proses chromic anodize adalah:
• Konsentrasi elektrolit 50-100 gr/L CrO3
• Temperatur 37 ± 5 °C
• Time in Bath 40 – 60 menit
• Tegangan yang digunakan 0 – 40 Volt
• Penahanan pada tegangan 40 V untuk waktu keseimbangan
• Kerapatan arus 0,15 – 0,30 A/dm2
Chromic Anodize
Keuntungan dari proses chromic anodize antara lain CrO3 lebih sedikit agresif
dibandingkan dengan aluminium dan H2SO4, pada proses ini membentuk 0,7 mikron
dengan pengulangan tang tetap. Warna yang dihasilkan proses chromic anodize dapat
berubah jika ditambahkan komposisi paduan yang berbeda serta perlakuan panas yang
berbeda.
Sulfuric Anodize
Prinsip dasar operasi ini sama dengan proses asam kromik. Konsentrasi asam sulfur dalam
larutan anodizing adalah 12 sampai 20% berat larutan mengandung 36 liter H2SO4 per 380
liter dari larutan dapat menjadi lapisan anodik ketika di-seal pada didihan larutan dikromat.
Larutan anodizing asam sulfur jangan digunakan kecuali :
• Konsentrasi klorida (sebagai natrium klorida) kurang dari 0,02%
• Konsentrasi alumunium kurang dari 20 gr/lt
Sulfuric Anodize
Parameter untuk proses sulfuric anodize adalah:
• Konsentrasi elektrolit 15 % H2SO4
• Temperatur 21 ± 1 °C
• Time in Bath 30 – 60 menit
• Tegangan 15 – 22 Volt, tergantung dari paduannya.
• Rapat arus yang digunakan 1 – 2 A/dm2
Sulfuric Anodize
Sulfuric Anodize merupakan tipe yang umum dilakukan yaitu menggunakan Asam Sulfat
sebagai elektrolit. Menghasilkan lapisan protektif sampai 25 mikron. 67% lapisan
terintegrasi ke dalam, sisanya keluar. Lapisan yang dihasilkan permeable dan bersifat
porous sehingga dapat dilakukan pewarnaan. Bisa diaplikasikan untuk aplikasi arsitektur,
bagian pesawat terbang, otomotif, maupun komputer.
*porous = memiliki pori-pori
Hard Anodize
Perbedaan pertama antara proses asam sulfur dan hard anodizing adalah temperatur operasi
dan kerapatan arus. Lapisan yang dihasilkan oleh hard anodizing lebih tebal dari pada
anodizing konvensional dengan waktu yang sama. Proses hard anodizing menggunakan
tangki asam sulfur anodizing berisi 10 sampai 15% berat asam, dengan atau tanpa
tambahan. Temperatur operasi dari 0 sampai 10 °C dan kerapatan arus antara 2 dan 3,6
A/dm2 .
Temperatur yang tinggi menyebabkan struktur yang halus dan pori yang banyak pada
lapisan terluar dari lapisan anodik. Perubahan dari karakteristik lapisan ini akan mengurangi
ketahanan aus secara signifikan dan menuju ke batas ketebalan lapisan. Temperatur operasi
yang besar menyebabkan lapisan tidak dapat larut dan dapat membakar dan merusak kerja.
Hard Anodize
• Elektrolit sama dengan Sulfuric Anodize tetapi menggunakan konsentrasi yang lebih
pekat pada temperatur yang lebih rendah. Menghasilkan lapisan protektif sampai 75%.
Menghasilkan lapisan dengan ketahanan korosi dan ketahanan abrasi yang sangat baik,
anti pudar, tahan terhadap suhu tinggi. Diaplikasikan pada komponen yang
membutuhkan ketahanan korosi yang tinggi seperti pada piston dan hydraulic gear
Terima Kasih
Raditya Mughni P. – 195060207111033
Gregorius Aksaka B. – 195060207111035
Proses Manufaktur II C