Mata Kuliah
Dasar Teknik Digital
MKK.11.12.TE2021A&B
14. Rangkaian Encoder dan Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
Universitas Kahuripan Kediri
Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Elektro
Encoder
Encoder adalah suatu piranti yang dapat mengubah suatu sistem (bilangan
decimal) yang terdapat pada bagian masukan, menjadi sistem bilangan biner
yang terdapat pada bagian keluarannya. Encoder merupakan rangkaian logika
yang berfungsi mengubah data yang ada pada inputnya menjadi kode-kode
biner pada outputnya. Contoh encoder oktal ke biner atau disebut juga encoder 8
ke 3, berfungsi mengubah data bilangan oktal pada inputnya menjadi kode biner
3-bit pada outputnya.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 2
Dasar Teknik Digital
Encoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 3
Dasar Teknik Digital
Encoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 4
Dasar Teknik Digital
Encoder
Dilitari tebel kebenaran diatas nilai logika 1 di bagian input menunjukkan
saklar dalam keadaan tertutup (ON), sedangkan nilai logika 0 menunjukkan
saklar dalam keadaan terbuka (OFF). Pada bagian output, nilai logika 1
menunjukkan LED dalam keadaan menyala, dan nilai logika 0 menunjukkan
LED padam.
Berdasarkan tabel kebenarannya, dapat disusun persamaan output
rangkaian encoder 8 ke 3:
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 5
Dasar Teknik Digital
Encoder
Dari persamaan yang dihasilkan dapat dijelaskan, bagian output A terdapat
4 nilai logika tinggi atau 1 yang bersesuaian dengan penekanan tombol 1,
tombol 3, tombol 5, dan tombol 7 sehingga output A merupakan operasi OR dari
input 1, input 3, input 5, dan input 7 atau A=1+3+5+7. Pada output B terdapat 4
nilai logika tinggi yang bersesuaian dengan penekanan tombol 2, tombol, 3,
tombol 6, dan tombol 7, sehingga B=2+3+6+7. Sedangkan pada output C, nilai
logika tingginya bersesuaian dengan penekanan tombol 4, tombol 5, tombol 6,
dan tombol 7, sehingga C=4+5+6+7.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 6
Dasar Teknik Digital
Encoder
Encoder pada gambar di atas merupakan encoder yang jenisnya bukan
prioritas, artinya untuk menghasilkan kode biner pada outputnya, hanya boleh
ada 1 saklar saja pada inputnya yang tertutup (ON)
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 7
Dasar Teknik Digital
Encoder
Pada umumnya, rangkaian encoder dalam kemasan IC yang dijual di pasaran
merupakan encoder prioritas, artinya un tuk membangkitkan kode biner pada
outputnya, saklar pada input tertinggi saja yang diperhatikan atau diprioritaskan.
Keadaan saklar-saklar selain saklar pada input tertinggi diabaikan.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 8
Dasar Teknik Digital
Encoder
Dalam hal ini X adalah keadaan diabaikan, artinya X dapat bernilai 0 atau
1, dan keduanya tidak diperhatikan. Perhatikan baris ke-3, baris ini saklar
tertinggi yang ditekan adalah saklar 2. Dengan demikian saklar 2 merupakan
saklar yang keadaannya diprioritaskan atau diperhatikan. Saklar-saklar di bawah
saklar 2 yakni saklar 1 dan saklar 0 diberi tanda X untuk menunjukkan bahwa
kedua saklar itu keadaannya dibaikan.
Dari tabel (a), dapat diperoleh persamaan output encoder prioritas untuk
input dan output jenis active-high:
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 9
Dasar Teknik Digital
Encoder
Saklar tertinggi yang ditekan atau dalam keadaan ON adalah saklar 1,
sedangkan keadaan saklar 0 dapat diabaikan karena keadaannya OFF. Suku
yang dihasilkan dari keadaan tersebut merupakan operasi AND dari saklar ON
tertinggi dan komplemen-komplemen dari saklar-saklar OFF.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 10
Dasar Teknik Digital
Encoder
Dalam bentuk kemasan IC jenis TTL, encoder
prioritas oktal ke biner disediakan oleh seri 74148.
Untuk IC seri 74148 pada inputnya terdapat pin
(enable input) jenis active-low. Pin tersebut berfungsi
sebagai pengendali untuk mengaktifkan input. Jika
bernilai tinggi atau 1, maka input encoder bersifat
inhibit, artinya semua inputnya diblokir sehingga
encoder tidak aktif. Untuk mengaktifkan encoder, diberi
nilai rendah atau 0 sehingga semua inputnya bersifat
enable.
Pabrik IC tersebut juga telah melengkapi output 74148 dengan pin dan . Pin-pin output
tambahan disediakan untuk memungkinkan perluasan penggunaan IC 74148 tanpa memerlukan
rangkaian eksternal, karena dalam beberapa aplikasi biasanya keduanya diperlukan.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 11
Dasar Teknik Digital
Decoder
Pengertian decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat mengembalikan
proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya.
Pengertian decoder juga dapat diartikan sebagai rangkaian logika yang
ditugaskan untuk menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu
outputnya sesuai dengan biner tersebut.
Decoder merupakan rangkaian logika yang berfungsi mengkode ulang atau
menafsirkan kode-kode biner yang ada pada inputnya menjadi data asli pada
outputnya, dan fungsinya merupakan kebalikan dari fungsi encoder. Contoh:
decoder 2 ke 4 berfungsi menafsirkan kode-kode biner 2-bit menjadi data asli
bilangan desimal 0 sampai dengan 3.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 12
Dasar Teknik Digital
Decoder
1. Decoder Biner ke Oktal
Rangkaian decoder biner ke oktal atau decoder 3 ke 8 berfungsi mengubah
kodekode biner 3-bit pada inputnya menjadi bilangan oktal pada outputnya.
Decoder ini dalam kemasan IC disediakan oleh IC 74138. Terlihat bahwa output
decoder 74138 menggunakan tanda NOT, yang berarti jenis outputnya adalah
ACTIVE-LOW.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 13
Dasar Teknik Digital
Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 14
Dasar Teknik Digital
Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 15
Dasar Teknik Digital
Decoder
2. Decoder BCD ke Desimal
Decoder yang berfungsi menafsirkan kode-kode BCD ke nilai desimal atau dinamakan
pula decoder 4 ke 10 disediakan oleh IC TTL dengan seri 7442, 7445, 74145, 74445,
dan 74141.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 16
Dasar Teknik Digital
Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 17
Dasar Teknik Digital
Decoder
3. Decoder 4 ke 16
Decoder 4 ke 16 menyediakan 16 saluran output sebagai saluran-saluran
yang menampilkan hasil tafsiran terhadap kode 4-bit yang dimasukkan melalui
inputnya. Dalam kemasan IC, decoder ini disediakan oleh IC dengan nomor seri
74154 dan 74159. Kedua IC tersebut menyediakan fungsi decoder 4 ke 16
dengan output jenis active-low.
Terlihat bahwa decoder tersebut memiliki 2 buah input enable dan jenis
active-low. Hal itu menunjukkan bahwa rangkaian decoder pada IC 74154 atau
7 4159 akan aktif hanya jika kedua input enable tersebut bernilai rendah atau =0
dan =0.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 18
Dasar Teknik Digital
Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 19
Dasar Teknik Digital
Decoder
4. Dcoder BCD ke Perasa 7-Segmen
Agar data dalam bentuk kode BCD dapat langsung ditampilkan pada
peraga 7- segmen, maka diperlukan rangkaian decoder yang menghasilkan
sinyal-sinyal penggerak peraga 7-segmen. Peraga 7-segmen terdiri atas dua
jenis yakni common anode dan common cathode.
Peraga 7-segmen jenis common anode memerlukan sinyal rendah dan jenis
common cathode memerlukan sinyal tinggi untuk menyalakan segmen-
segmennya. Secara umum, peraga 7-segmen memiliki input 7 buah yakni a, b,
c, d, e, f, dan g yang digunakan untuk menyalakan segmen-segmennya.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 20
Dasar Teknik Digital
Decoder
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 21
Dasar Teknik Digital
Decoder
Dari gambar (c) terlihat bahwa peraga 7-segmen jenis common cathode memerlukan
decoder dengan output jenis active-high untuk menyalakan segmen-segmennya.
Sedangkan jenis common anode memerlukan decoder dengan output jenis active-low
seperti ditunjukkan pada gambar (d). Tabel kebenaran decoder BCD ke 7-segmen
dengan output active-high
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 22
Dasar Teknik Digital
Decoder
Dalam kemasan rangkaian terpadu, decoder BCD ke peraga 7-segmen untuk output
jenis active-high disediakan oleh IC dengan nomor seri 7448 atau 74248 dan untuk
output jenis active-low disediakan oleh seri 7446, 74246, 7447, 74247, 74347, dan
74447.
Selain menyediakan output untuk menggerakkan peraga 7-segmen jenis common
cathode, IC ini menyediakan pula output . Untuk mengaktifkan decoder, IC ini
dilengkapi dengan input pengendali , dan . Kendali digunakan untuk test lamp, dan jika
bernilai rendah maka decoder tidak aktif karena akan menyalakan semua segmen yang
ada. Agar decoder dapat bekerja menafsirkan kode-kode BCD menjadi sinyal-sinyal
penggerak peraga 7-segmen pada outputnya, maka dan harus tinggi. Pengontrol
digunakan untuk mengatur penampilan angka 0, jika bernilai rendah maka angka 0
desimal tidak ditampilkan.
Widamuri Anistia, S.T., [Link].T.
November 2021 23
Dasar Teknik Digital