0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
257 tayangan103 halaman

Modul Well Control

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai pelatihan operator menara bor dan lantai bor yang membahas tentang kontrol sumur, tekanan hidrostatik, gradien tekanan, kapasitas annulus, dan tekanan formasi normal, abnormal, dan subnormal. Informasi kunci diberikan melalui contoh perhitungan dan diagram segitiga tekanan.

Diunggah oleh

Dwi Enka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
257 tayangan103 halaman

Modul Well Control

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai pelatihan operator menara bor dan lantai bor yang membahas tentang kontrol sumur, tekanan hidrostatik, gradien tekanan, kapasitas annulus, dan tekanan formasi normal, abnormal, dan subnormal. Informasi kunci diberikan melalui contoh perhitungan dan diagram segitiga tekanan.

Diunggah oleh

Dwi Enka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRAINING UNTUK

OPERATOR MENARA BOR


DAN LANTAI BOR

JAKARTA 28 – 29 JANUARI 2012


WELL CONTROL
Blowout Statistics
• Operation:
– 22-% Drilling
– 22-% Workover
– 32-% Tripping
– 24-% Other (Prod, CMT, P&A, Log, etc.)
• Influx: 83-% Influx was Gas
• Depth: 21-% Shallow < 3300’ 51-% Bridged
5-% Deep > 15000’ 57-% While Drilling
• Equipment: 19-% Equipment Malfunction or Failure
Base Data: 425 Blowouts in TX, AL, MI, LA, OCS between 1960-1985
DASAR-DASAR TEKANAN
Kontrol Sumur
Penekanan di matematika dan perhitungan, Kontrol Sumur sangat
sederhana seperti permainan jungkat-jungkit. Selanjutnya kita
belajar menghitung BHP (Bottom Hole Pressure=Tekanan di Dasar
Lubang), Tekanan Hidrostatik (Tekanan lumpur pada Kondisi Diam),
Gradien, Volume dan Gaya – Ingatlah gambar di bawah ini !

0psi 0psi

Hidrostatik = 5000 psi Hidrostatik = 5000 psi

BHP = 5000 psi


Tekanan / pressure
Total gaya ke bawah sebesar 3 lbs tapi apakah ini tekanan / pressure?

1 lb 1 lb 1 lb

1
3
2
0 lb
Tekanan
Gaya ke bawah sebesar 3 lbs
dirasakan oleh total area permukaan
1 in2. Apakah ini tekanan?

1 lb
Gaya = 3 lbs = 3 psi
Luas 1 in2
1 lb

1 lb
1”
1”

1
3
2
0 lb
Tekanan
Di industri ketika menghitung tekanan, biasanya tekanan dihubungkan dengan
lumpur. Kita akan membahas mengenai tekanan ini di kelas ini. Sekarang
mari kita bahas mengenai lumpur yang diam.

lumpur yang diam menghasilkan tekanan yang dinamakan Tekanan Hidrostatik.

hidro (lumpur) statik (diam)

1’ PSIhidrostatik = Berat lumpur ppg x 0.052 x Tinggi Vertikal lumpur

1”
1”

Berat
lumpur
0 lb
12”
Apakah 0.052?
1”
12” 1”

1 ft. = 0.052 gal.

12”

12” X 12” = 144 in2

Satu kaki kubik kontainer mampu menampung 7.5 galon lumpur.


Karena kita mengukur tekanan dalam in2, kita bagi dengan in2.

Jika kita bagi 7.5 galon dengan 144 in2, diketahui bahwa kolom lumpur 1
in. X 1 in. X 1 ft. tinggi menampung 0.052 galon lumpur.
Gradien
Kerapatan lumpur diukur dalam pound per galon (ppg) kalikan dengan 0.052
didapatkan tekanan hidrostatik (psi). Tekanan hidrostatik untuk tiap satu kaki
lumpur disebut “gradien tekanan” (G) lumpur atau perubahan tekanan per kaki
(psi/ft).

Gradienpsi/ft = Berat lumpur ppg x 0.052 x 1ft


Jika 0.052 galon kontainer diisi 10 ppg lumpur, berapa tekanan yang ada?

1”
10ppg x 0.052gal/sq. in./ft = Tekananft
1” 10 x 0.052 = 0.52 psift

1 ft. = 0.052 gal.

Artinya untuk setiap kaki lumpur di sumur, tekanan akan meningkat


0.52 psi. Karena, Gradienpsi/ft x TVDft = Tekanan hidrostatikpsi
TVD vs MD
Kerapatan lumpur adalah fungsi
dari gaya gravitasi di mana
gravitasi merupakan komponen
vertikal, tekanan hidrostatik di
dasar adalah jumlah seluruh
komponen vertikal.
Sketsa sebuah lubang miring
menjelaskan bagaimana fakta ini
benar. Terlihat bahwa kolom 10’
lumpur dapat diibaratkan sebagai 11’
susunan kotak, di mana berat tiap
kotak menekan vertikal blok di
bawahnya.
Di sini kita lihat tinggi vertikal
(kedalaman) kolom lumpur, bukan
panjang terukur, yang harus
digunakan dalam perhitungan
tekanan.
Persamaan Tekanan
•Tekanan Hidrostatik (psi) = MW (ppg) X 0.052 X Kedalaman (ft)
HP = PPG X 0.052 X TVD

•Tekanan Hidrostatik(psi) = Gradien (psi/ft) X Kedalaman (ft.)


HP = G X TVD

•Gradien (psi/ft) = Berat Lumpur (ppg) X 0.052


G = MW X 0.052

•Berat Lumpur Ekuivalen (ppg) = Gradien (psi/ft)  0.052


EMW = G  0.052 or EMW = Press.  TVD  0.052

•Gradien (psi/ft.) = Tekanan (psi)  Kedalaman (ft.)


G = P  TVD

Tekanan di Dasar = Tekanan Hidrostatik + Pembaca Tekanan


Kapasitas

4.28 “ ID ID2  1029.4 = bbl/ft


4.282  1029.4 =
(4.28 x 4.28)  1029.4 =
0.01776 bbl/ft

0.01776 bbl lumpur 1 ft pipa


Kapasitas
Untuk menghitung kapasitas lumpur di antara pipa dan casing (Kapasitas
Annulus), persamaan yang digunakan: (ID2 - OD2)  1029.4 = bbl/ft
8.68” ID Casing (ID2 - OD2)  1029.4 = bbl/ft
(8.682 - 52)  1029.4 =
[(8.68 x 8.68) - (5 x 5)]  1029.4 =
50.34  1029.4 = 0.0489 bbl/ft

5” OD pipa

1 ft bbl
0.0489
lumpur
of pipe
Segitiga
Persamaan
Tekanan psi = MWppg X 0.052X TVDft

Jika anda ingin mencari tekanan,


masukkan informasi yang diketahui
dan gunakan persamaan di atas.
Tekananpsi

MWppg X 0.052 X TVDft


Segitiga Persamaan
Jika anda ingin mencari MW, masukkan
informasi yang diketahui dan gunakan
persamaan.
1) SIDPP sebesar 500 psi. TVD sebesar
11,000 ft.
MW = 11.2 ppg. Berapa kenaikan MW
diperlukan untuk mematikan sumur?
Berapa besar KWM baru?
0.87 12.1
_______ppg KWM = ______ppg
Pressure
500 psipsi
500 psi
MWppg =
0.052 x11000 ft
MWppg =
500
572

? ppg X 0.052 X 11000


MW TVDft ft KWM = 0.87 + 11.2 = 12.07
Segitiga Persamaan
Jika anda ingin mencari TVD, masukkan
informasi yang diketahui dan gunakan
persamaan.
1) Ketika mencabut, dipakai lumpur 9.6
ppg, anda lupa mengisi lubang. Jika di
atas seimbang sebesar 100 psi, berapa
besar penurunan lumpur sebelum
mencapai di bawah seimbang?
_______ft
200
Pressure
100psi psi 100 psi
FT =
9.6ppg x 0.052
100
FT =
0.5

Di kalkulator anda masukkan:


• 9.6 x 0.052 = 0.5 psi/ft
MW ppg X 0.052
9.6ppg ? ft
.052 X TVD • 100  0.5 = 200ft
TEKANAN FORMASI
Tekanan Formasi Normal adalah 8.4 – 8.9 ppg
Tekanan Formasi Abnormal lebih besar dari 8.9 ppg
Tekanan Formasi Subnormal lebih kecil dari 8.4 ppg
Meningkatnya berat spons, lumpur Jika spons dibungkus plastik (ditutup)
tertekan ke luar. maka lumpur tidak dapat ke luar dan
Jika dibuat lubang di dasar spons, tertekan oleh berat spons di atasnya.
tidak ada sesuatu terjadi. Jika anda membuat lubang di dasar
spons, akan terjadi semburan ke luar
TEKANAN FORMASI
Normal, Abnormal
& Subnormal
8,000’ 4,500  8,000 = 0.560 psi/ft
0.560  0.052 = 10.8 ppg
B
4,500  10,000 = 0.450 psi/ft
0.450  0.052 = 8.7 ppg

10,000’
A
Tekanan formasi 4,500 psi di 8,000’
termasuk tekanan Abnormal!

P
form
asi =4
500
psi
CHARGED KOMUNIKASI DI

SANDS
PERMUKAAN
BERBAHAYA PADA
SUMUR ANDA!

Penyemenan yang buruk


dapat berakibat komunikasi
dengan bagian luar casing.
Lokasi Di Atas Struktur – Daerah
Bertekanan Normal
SUMUR A SUMUR B SUMUR C SUMUR D
SEMUA ZONA
GRADIEN “NORMAL”
3600’ D

3900’ C S
GA
4000’
G
P UN B KONTAK GAS/AIR
M
4100’ LE
A
SIR
PA
UNG PD= PC= PB= 1860 psi G = 1860 / 3600ft = 0.517 psi/ft
MP
LE
MW D = 9.9 ppg

PC = PB= 1860 psi G = 1860 / 3900ft = 0.477 psi/ft MW C = 9.2 ppg

PB = 4000’ x 0.465 psi/ft = 1860 psi MW b = 8.9 ppg


PA = 4100’ x 0.465 psi/ft = 1906 psi MW a = 8.9 ppg
U- Tube
Ketika mengebor sumur, kita menghadapi efek U-tube.

Workstring dan
annulus membentuk
U-tube.

10,000 kaki

Pembaca tekanan =
Tekanan di Dasar.
U- Tube

Jika kita mengisi tabung


kaca dengan lumpur
beratnya 9.6 ppg ke
mana lumpur bergerak
dan berapa pembaca
tekanan?
10 ft

9.6ppg x 0.052 x 10ft = 5


U- Tube
Dua kolom lumpur yang berhubungan di dasar akan seimbang pada
kondisi statik.

Jika kita menaruh


beberapa galon lumpur
beratnya 12 ppg di
tabung apa yang akan
terjadi dan berapa
pembaca tekanan?
10 ft

5 = 9.6ppg x 0.052 x 10ft


Praktek
U- Tube
Hitung Tekanan di Dasar!

AIR

1,500 ft - 13.6 ppg


13.6 x 0.052 x 1,500 = 1060 psi

10.2 ppg

4,000 ft - 10.2 ppg


10.2 x 0.052 x 4000 = 2122 psi

6000 ft

6000 ft TVD
10.2 x 0.052 x 6,000 = 3182 = (1060) + (2122)
Praktek
Hitung Tekanan di Dasar!
U- Tube

1,000 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 1000 = 520

5,500 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 5,500 = 2860

5,000 ft - 9.6 ppg


9.6 X 0.052 x 5,000 = 2496

500 ft - 6 ppg
6000 ft
6 x 0.052 x 500 = 156
6000 ft TVD
520 + 2496 = 3016 = 2860 + 156
Praktek
Hitung berapa banyak slug yang turun!
U- Tube
6000 - 4628 - 1200 = 172 ft

1,200 ft - 12 ppg
12 x 0.052 x 1200 = 749 psi

6,000 ft - 10.5 ppg


10.5 x 0.052 x 6000 = 3276 psi
3276 - 749 = 2527 psi
2527  0.052  10.5 = 4628 ft

6000 ft

6000 ft TVD
3276
Praktek
Jika kedua kolom lumpur tidak seimbang dan lumpur tidak
ada yang ke luar, tekanan akan terjadi. U- Tube
= Pembaca Tekanan.

6,000 ft - 12.5 ppg 6,000 ft - 10 ppg

6000 ft

6000 ft TVD
BHP =
Kontrol
Sumur
780

Pembaca Tekanan Permukaan =


3900 - 3120 = 780 psi

6,000 ft - 12.5 ppg 6,000 ft - 10 ppg


JIKA: JIKA:
12.5 x 0.052 x 6000 = 10 x 0.052 x 6000 =
3900 psi 3120 psi

6000 ft

Maka BHP = 3900


Kontrol
Sumur

Ingat !

0psi 780psi

Hidrostatik = 3900 psi Hidrostatik = 3120 psi

BHP = 3900 psi


Ekspansi Tak
Terkontrol
0’ PANJANG 600-1200’

500’ PANJANG 40’

1000’ PANJANG 20’

1500’ PANJANG 13.5’

LUMPUR
2000’ PANJANG 10’
EKSPANSI GAS
P 1 X V1 = P2 X V2 or V2 = (P1 X V1)  P2

P1 = 5000 psi Hidrostatik Baru =


(9.6 X 0.052) X 5000 =
V1 = 10 bbl 2500 psi
Hidrostatik = ? bbl Gas P2 = Where?
2500 psi
(9.6 X 0.052) X 10,000 = Bagian atas V = ?20bbls
5000 psi 2
bbl
gas 5000’

10 bbl gas
Hidrostatik Baru = (9.6 Hidrostatik Baru =
X 0.052) X 1000 = 500 (9.6 X 0.052) X 100 =
psi 50 psi
? bbl Gas ? bbl Gas
Bagian atas Bagian atas
gas 1000’ gas 100’
P2 = Where?
500 psi 50 psi
P2 = Where?
V2 = 100 bbl
? bbls V2 = ?1000
bblsbbl
INVERSI TEKANAN
250 250 Pembaca Tekanan.
+ 2500 Hidrostatik di shoe
2750 psi di casing shoe

Hidrostatik = (10000 – 143) X 0.052 X 9.6= 4930 psi

250 Pembaca Tekanan.


+ 4930 Hidrostatik
5180 psi Tekanan Gas.

GGA
143 ft
INVERSI TEKANAN
2680

5180 psi di shoe


- 2500 Hidrostatik di shoe
2680 Pembaca Tekanan. Hidrostatik =
5000 X 0.052 X 9.6 = 2500
psi

5180 Tekanan Gas. 5180 143 ft


+ 2430 Hidrostatik
7610 psi di Dasar Hidrostatik =
(5000 – 143) X 0.052 X 9.6
= 2430 psi
INVERSI TEKANAN
5180

143 ft 5180

5180 Tekanan Gas.


+ 2430 Hidrostatik di shoe
7610 psi di shoe

Hidrostatik = (10000 – 143) X 0.052 X 9.6 = 4921


psi
5180 Tekanan Gas.
+ 4921 Hidrostatik
10,101 psi di Dasar
KICK AND FLUID FLOW

• KICK = INFLUX OF UNWANTED


FORMATION FLUID INTO THE
WELLBORE
unwanted influx of a known amount of
formation fluid FLOWING from the
formation into the wellbore displacing
mud out of the wellbore
KICK AND FLUID FLOW (#2)

• WELL PRESSURE CONTROL = The


control of formation fluid flow (kick) into
the wellbore
• Two mandatory factors make fluid flows:
1. PRESSURE DIFFERENTIAL
2. MEDIA FOR FLUID TO PASS TROUGH
PRESSURE BASICS
1. PRESSURE
2. FLUID PRESSURE
3. HYDROSTATIC PRESSURE, MUD
PRESSURE GRADIENT
4. BHP = BOTTOM HOLE PRESSURE
5. CIRCULATION PRESSURE LOSS
6. ECD = EQUIVALENT CIRCULATION
DENSITY
PRESSURE BASICS (#2)
7. FORMATION PRESSURE, FORMATION
GRADIENT
8. FORMATION INTEGRITY, GRADIENT OF
FORMATION INTEGRITY
9. RELATIONS:
• BHP = FORMATION PRESSURE Safe, OK
• BHP > FORMATION PRESSURE Safe, OK
• BHP > FORMATION INTEGRITY  Lost circulation
• BHP < FORMATION PRESSURE  Kick
KICK FUNDAMENTALS
1. PREDICTION OF FORMATION PRESSURE
– PRE-DRILLING
• History, Off – Set Data
• Geology
• Geophysics
– WHEN DRILLING
• Cuttings
• Drilling Parameters
– WOB, String Weight
– Pump Speed, Pump Pressure
– Drag, Torque
KICK FUNDAMENTALS (#2)
• Mud Logging
– Gas Reading
– Shale Density
– D-Exponent
– Flow – Line Temperature
• MWD + LWD
– WHEN LOGGING & TESTING
• Electric Logging
• DST
KICK FUNDAMENTALS (#3)
2. CAUSE OF KICKS
– Insufficient Mud Weight
– Poor Tripping Practice (Surging When RIH/Swabbing When
POOH)
– Failed to Keep The Hole Full
– Drilling Charged Formation
– Abnormal Formation Pressure
– Lost Circulation (Loss of Hydrostatic Head)
– Drilling Thru A Productive Well
– Equipment Failure
– Poor Cementing & Logging Practice
– Poor Workover Practice
KICK DETECTION
1. WHEN DRILLING
– Drilling Break
– Increase in Flow
– Pit Gain (Returns to Surface after Circulation is
Stopped)
– Change in Pump Pressure and Speed
– Change in Torque, Drag and String Weight
– Change in Amount, Size and Shape of Cuttings
– Gas and Oil Shows
KICK DETECTION (#2)

2. WHEN TRIPPING
– Improper Fill or Returns of Mud
– Well Flowing
3. WHEN PERFORMING OTHER JOB
– Well Flowing when Cementing
– Well Flowing when Logging
PENGARUH GAS KICK TERHADAP
CASING SHOE
• Gas kick yang terjadi akan mengalami 2 hal yaitu
1. Gas kick akan mengembang ( Expansion )
2. Gas kick tidak akan mengembang (No expansion)
Gas kick yang mengembang dan tidak mengembang
akan mempengaruhi kekuatan casing shoe.
Sebagaimana diketahui casing shoe adalah bagian yang
“lemah” sehingga harus dihitung tekanan yang akan
ditahan oleh casing shoe tsb.
Tekanan yang dapat ditahan casing shoe adalah
tekanan yang didapat dari L.O.T ( Leak Of Test ),
sehingga tekanan gas kick tidak boleh melebihi tekanan
LOT karena akan menyebabkan pecah formasi.
Tekanan Rekah
Tekanan rekah adalah tekanan hidrostatik formasi maksimum yang
dapat ditahan tanpa menyebabkan terjadinya pecah pada formasi.

Leak Off Test


Pressures are recorded
at the initial leak-off
Pressure, psi

Drilling fluid compression and


pressurization

Required fillup
volume prior to
compression

Volume pumped, bbl


Contoh perhitungan gradien rekah formasi :

Tekanan dasar lubang bor maksimum = tek hidrostatik + tek leak off
= ( 0,052 X 10,2 X5010 ) + 940
= 3597 psi

Berat lumpur maksimum = 3597 psi


______________

5010 X 0,052

= 13,8 ppg

Dengan menggunakan safety factor 0,5 ppg, maka berat lumpur


maksimum yang diijinkan adalah = ( 13,8 – 0,5 ) ppg = 13,3 ppg
Jadi gradien rekah formasi = 0,052 X 13,3 = 0,692 psi/ft.
Formation Integrity Test

Formation Integrity Test hampir sama dengan leak off test. Akan tetapi
tekanan permukaan yang diambil 70% s/d 80% dari Leak Off Test
pressure. Jadi tekanan permukaan yang diambil lebih kecil.

Pi = Ps + ( 0.052 x Bj x Hc )
Pi
Bj Integrity =
0.052 xHc

Pi : Tekanan Integrity pada casing shoe, psi


Ps : Tekanan Integrity pada permukaan, psi
Bj : Berat jenis lumpur yang digunakan saat Integrity Test, ppg
Hc : Kedalaman casing shoe, ft
Shut-In Condition
720
300’

1000’
Mud 10.0 ppg

4500’ 2800

Gas Kick
30 bbl Kick

5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Shoe (With Expansion)
800
300’

1000’
Mud 10.0 ppg

4500’
2880
Expanded to
47 bbl

5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Surface (With Expansion)
1210
300’

1000’

Expanded to Mud 10.0 ppg


104 bbl
4500’ 2580

5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Shoe
(With No Expansion)
3570
300’

1000’
Mud 10.0 ppg

4500’ 5650

30 bbl Kick

8600
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Surface
(With No Expansion)
5650
300’

30 bbl kick 1000’


Mud 10.0 ppg

4500’ 7560

10680
10,000’ PSI BHP
Preventive Measures

• Crew Education
• Be Alert
• Blowout Control Equipment on RIG
including Pit Volume Indicators
Ekspansi
Well Kick Tak
Terkontrol
0’ PANJANG 600-1200’

500’ PANJANG 40’

1000’ PANJANG 20’

1500’ PANJANG 13.5’

LUMPUR
2000’ PANJANG 10’
Sebab-sebab Terjadinya Kick
1. Berat jenis Lumpur (MW) kurang memadai
2. Kurangnya Tinggi Kolom Lumpur
3. Terjadinya Lost Circulation
4. Efek Swabbing And Surging
5. Sifat Dari Fluida Pemboran : Viscositas, Gel strenght, water loss
6. Adanya Gas Dalam lumpur
7. Halangan atau problem dari sumur
Tanda-tanda terjadinya well kick
Pada Saat Drilling
1. Terjadi drilling break (seperti kejeblos); ada perubahan ROP secara
mendadak
2. Terjadi aliran di flow line pada saat sirkulasi dihentikan
3. Adanya pit gain di mud pit adalah indikasi positif adanya kick
4. Terjadi kenaikkan SPM pompa sedangkan tekanan pompa turun
5. Hadirnya gelembung gas pada lumpur

Pada Saat Tripping


1. Pada saat run in hole volume yang keluar tidak sesuai dengan perhitungan.
2. Terjadi flowing pada saat operasi tripping dihentikan.

Pada Saat Pull Out Of Hole


1. Pada saat pull out of hole, seharusnya diperlukan fill sekian barel tapi baru
diisi sedikit hole sudah terisi penuh.
2. Permukaan lumpur di annulus seharusnya diam
Perhitungan Dalam mematikan Kick
1. Tekanan Formasi Yang Menimbulkan kick
Pf = SIDP + 0.052 ( OMW x TVD )

2. Gradien Tekanan Formasi Yang Menimbulkan Kick


pf
GF 
TVD
6. Bit To Shoe Stroke
3. Kill Mud Weight
SIDP VOLannDP / h  VOLannDC / h
KMW   OMW BSHS 
POP
0.052 xTVD
4. Surface To Bit Stroke 7. Surface To Shoe Stroke
( LdpxDPcap)  ( LdcxDCcap) SShs = SBS + BShS
SBS 
POP
5. Bit To Surface Stroke 8. Total Stroke
BSS 
VOLannDP / c  VOLannDP / h  VOLannDC / h TS = SBS + BSS
POP
Perhitungan Dalam mematikan Kick
ID 2
9. Surface To Bit Time CapPipe (bbl / ft ) 
1029.4

SBS O/H 
OH 2
SBT  1029.4
SlowPumpRate
ID 2  OD 2
CapAnn (bbl / ft ) 
1029.4
Bit To Shoe Time, Bit To Surface Time,Total
Time
ID Dp
SPR  SPMxPOP
OD Dp
10. MACP
MACP = Pfr – ( 0.052x OMW x TVDc ) OD Formasi

11. ICP
ICP = SIDP + KRP
12. FCP
 KMW 
FCP  KRP  
 OMW 

ID Dc
OD Dc
Langkah – Langkah Yang Diambil Bila Terjadi Kick

Penutupan Sumur
Hard Shut In : Annular Preventer segera ditutup setelah pompa dimatikan
 Naikkan Kelly hingga sambungan tool joint berada di atas rotary table
 Hentikan pompa Lumpur dan periksa aliran Lumpur
 Jika ada, tutup blowout preventer
 Beri waktu tekanan menjadi stabil, dan catat SIDPP dan SICP
 Catat pertambahan pit level
 Laksanakan prosedur well control

Soft Shut In : Choke dibuka terlebih sebelum penutupan annular preventer


 Naikkan Kelly hingga sambungan tool joint berada di atas rotary table
 Hentikan pompa lumpur dan periksa aliran lumpur
 Jika ada, buka choke line valve, adjustable choke dan buka valves pada choke
manifold supaya lumpur dapat kembali ke tangki shale shaker.
 Tutup blow out preventer
 Tutup adjustable choke perlahan-lahan
 Beri waktu untuk tekanan menjadi stabil. Kemudian SIDPP dan SICP
 Catat pertambahan pit level
 Lakukan prosedur well control
Langkah – Langkah Yang Diambil Bila Terjadi Kick
Penutupan Sumur
Jika terjadi kick atau dicurigai adanya kick pada waktu tripping
 Masukkan slip dengan tool joint diatas rotary table pada ketinggian biasa
 Pasang inside blowout preventer pada tool joint
 Masukkan pipa kedalam sumur sedalam mungkin dengan mengingat faktor keamanan
 Buka choke line valves, adjustable choke dan valves chokemanifold
 Tutup blowout preventer
 Tutup adjustable choke perlahan-lahan
 Pasang kellly
 Dapatkan dan catat SIDPP dan SICP
 Catat pertambahan pit gain
 Laksanakan prosedur well control.
Saat lubang dalam keadaan kosong, kemudian terjadi kick
 Buka HCR valve
 Tutup shear ram preventer, blind ram sudah ditutup ebelumya
 Tutup choke valve
 Catat shut in casing pressure
 Catat pertambahan Mud gain
 Lakukan prosedur well control.
Langkah – Langkah Yang Diambil Bila Terjadi Kick
Penutupan Sumur

Drilling Tripping
Metode Penanggulangan Kick

Driller’s Methods ( Two Circulation Methods )

Wait & Weight Method’s

Concurrent Method’s

Volumetric Method’s
METODE DRILLER
METODE DRILLER
STEP PERTAMA (Membuang
Influks)
1. Bila terjadi kick, tutup sumur, catat : SIDPP, SICP, pertambahan volume
di mud pit

2. Sirkulasikan lumpur lama dg menjalankan pompa perlahan sambil


menjaga CP kontan (sambil mengatur choke ) sampai kill rate pompa
tercapai. Tunggu beberapa saat sampai tekanan DP konstan

3. Setelah itu sirkulasikan lumpur lama dilanjutkan dengan menjaga


tekanan DP konstan ( sambil mengatur choke ), yaitu sebesar ICP =
SIDPP + Slow pump rate , sampai semua influx keluar ke permukaan.

4. Setelah semua influx keluar turunkan kecepatan pompa sambil menjaga


tekanan casing konstan dengan mengatur choke. Ketika kecepatan
pompa turun sampai pompa hampir berhenti maka :
-Matikan pompa dahulu -Setelah itu menutup choke

5. Baca tekanan. Jika semua influks telah ke luar dari sumur, tekanan
besarnya hampir sama. Yaitu SIDPP = SICP
STEP KEDUA ( MENGGANTI BERAT FLUIDA )

• Hitung berat kill mud weight,

• Sirkulasikan lumpur baru dengan menaikkan pompa perlahan sampai


mencapai kill rate speed pompa sambil menjaga tekanan Casing (CP)
konstan.
CP terus dipertahankan konstan sampai lumpur baru mencapai bit
sebanyak volume string atau bila lumpur sampai bit.

 Pemompaan lumpur baru dilanjutkan dengan menjaga tekanan DP


konstan sampai lumpur baru sampai ke permukaan

• Setelah semua lumpur baru sampai ke permukaan selanjutnya rate


pompa diturunkan perlahan sambil mengatur choke sampai pompa
berhenti

• Kemudian catat tekanan SIDPP dan SICP. Apabila SIDPP = SICP = 0


berarti kick telah ditanggulangi. Apabila SIDPP = SICP ‡ 0, lakukan
operasi buka dan tutup choke sampai SIDPP = SICP = 0 berarti kick
telah ditanggulangi.
300
500 Choke
DP CP
300 500

TUTUP BUKA

Sumur ditutup dan tekanan Kick


distabilkan.

Tekanan Shut-in Drill pipe + Hidrostatik


DP = Tekanan di Dasar.

Matikan sumur dengan Metode Driller.

BHP
TVD = 10,000 ft. Berat lumpur = 10 ppg 5,500
300
500 Choke
DP CP
300 500

TUTUP BUKA

Berat Lumpur = 10ppg


10,000 X 10 X 0.052 = 5,200 psi
BHP = HP + CP
= 5,200 + 300 = 5,500 psi
Harga BHP ini harus tetap konstan

BHP Kick
TVD = 10,000 ft. 5,500
1300
500
STEP PERTAMA ( KELUARKAN INFLUX)
Choke DP CP
1300 500

TUTUP BUKA

Tekanan Casing dibuat konstan


sejalan dengan pompa yang
dipercepat dengan membuka choke.
Kick
Jika Tekanan Casing konstan ketika
memulai, maka BHP juga konstan.

Saat pompa dipercepat sampai


mencapai slow pump rate, tekanan
Drill pipe dijaga konstan untuk BHP
5,500
menjaga BHP tetap konstan.
1300
550
Choke DP CP
1300 550

TUTUP BUKA

Gelembung mulai terekspansi dan


mendorong lumpur ke luar lubang,
sehingga terjadi kehilangan Kick
hidrostatik.

Untuk menjaga BHP konstan,


tekanan Drill pipe haruslah tetap
konstan. BHP
5,500
1300
650
Choke DP CP
1300 650

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


Kick
menjaga tekanan DP konstan dan
CP terus membesar apabila choke
diperkecil

BHP TETAP KONSTAN BHP


5,500
1300
625
Choke DP CP
1300 625

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


Kick
menjaga tekanan DP konstan dan
CP agak berkurang apabila choke
dibuka

BHP TETAP KONSTAN BHP


5,500
1300
600
Choke DP CP
1300 600

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP agak berkurang apabila choke
Dibuka

BHP
BHP DIJAGA KONSTAN 5,500
1300
550
Choke DP CP
1300 550

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP agak berkurang apabila choke
Dibuka

BHP
BHP TETAP KONSTAN 5,500
1300
700
Choke DP CP
1300 700

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP naik sedikit karena kick mende-
Kati permukaan.

BHP TETAP KONSTAN


BHP
5,500
1300
1000
Choke DP CP
1300 1000

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP naik terus karena kick men -
dekati permukaan

BHP TETAP KONSTAN


BHP
5,500
1300
1750
Choke DP CP
1300 1750

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP naik terus karena kick mendekati
permukaan

BHP TETAP KONSTAN


BHP
5,500
1300
1000
Choke DP CP
1300 1000

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP mulai menurun karena kick
Sudah hampir keluar semua

BHP
BHP TETAP KONSTAN 5,500
1300
400
Choke DP CP
1300 400

TUTUP BUKA

Kick disirkulasikan terus dengan


menjaga tekanan DP konstan dan Kick
CP terus menurun karena kick sudah
Hampir keluar semua

BHP TETAP KONSTAN


BHP
5,500
1300
300
Choke DP CP
1300 300

TUTUP BUKA

Setelah semua influks/KICK


disirkulasi ke luar, tekanan casing
harus konstan ketika pompa
diperlambat sampai akhirnya
berhenti dan choke ditutup.

BHP
5,500
300
300
Choke DP CP
300 300

TUTUP BUKA

Bandingkan pembaca tekanan Drill


pipe dan Casing dan pastikan sama.
Jika tekanan Casing melebihi
tekanan Drill pipe maka tidak seluruh
influks ke luar dari sumur dan harus
dikeluarkan dengan memainkan
choke.
Saat anda yakin bahwa annulus BHP
sudah bersih, hubungkan pompa ke 5,500
KWM.
1300
STEP KEDUA ( MEMOMPAKAN LUMPUR BARU)
300
Choke DP CP
1300 300

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)

Jaga tekanan Casing konstan saat


anda mempercepat pompa ke 40
spm yaitu Slow Pump Rate.

Tetap jaga tekanan Casing konstan


saat anda memompakan KMW
melalui drill string dengan mengatur
choke.
Tekanan drill pipe haruslah turun BHP
5,500
saat hidrostatik di drill pipe naik.
1250
300
Choke DP CP
1250 300

TUTUP BUKA

Lumpur baru
(KMW) mulai
mengisi
DP dan
turun ke
dasar lubang

Lumpur baru terus dipompakan


ke bit atau dasar sumur.

Perhatikan, tekanan DP turun terus


dan tekanan casing dijaga konstan
yaitu dengan mengatur choke

BHP
5,500
1200
300
Choke DP CP
1200 300

Lumpur baru
TUTUP BUKA (KMW)
mengisi
DP dan
turun ke
dasar lubang

Lumpur baru terus dipompakan


ke bit atau dasar sumur.

Perhatikan, tekanan DP turun terus


Sedangkan tekanan casing
dipertahankan
tetap konstan yaitu dengan mengatur
BHP
choke 5,500
1150
300
Choke DP CP
1150 300

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
mengisi DP

Lumpur baru terus dipompakan


ke bit atau dasar sumur.

Perhatikan, tekanan DP turun terus


Sedangkan tekanan casing
dipertahankan
tetap konstan sambil mengatur choke
BHP
5,500
1100
300
Choke DP CP
1100 300

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
mengisi DP

Lumpur baru terus dipompakan


ke bit atau dasar sumur.

Perhatikan, tekanan DP turun terus ,


Sedangkan tekanan casing
dipertahankan
tetap konstan sambil mengatur choke
BHP
5,500
1060
300
Choke DP CP
1060 300

BUKA
TUTUP Lumpur baru
mengisi se –
luruh string
DP

Saat Drill pipe dipenuhi oleh KWM,


hidrostatik akan tetap konstan.

Teruskan sirkulasi dengan menjaga


tekanan Drill pipe konstan di FCP
dengan mengatur choke.

Tekanan Casing akan turun saat


KWM sampai / melalui annulus. BHP
5,500
1060
300
Choke DP CP
1060 300

TUTUP BUKA
Lumpur baru
(KMW) mulai
mengisi
anulus

KMW akan dipompakan terus ke


permukaan dengan tekanan DP tetap
dijaga konstan sambil mengatur choke

BHP
5,500
1060
250
Choke DP CP
1060 250

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)
mengisi
Anulus dan
naik ke
permukaan

KMW akan dipompakan terus ke


permukaan dengan tek. DP konstan
dan terlihat tekanan casing turun
sambil mengatur choke.

BHP
5,500
1060
200
Choke DP CP
1060 200

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
naik ke
Permukaan
melalui
anulus

KMW akan dipompakan terus ke


permukaan dengan tek. DP konstan dan
terlihat tekanan casing turun terus
sambil mengatur choke.

BHP
5,500
1060
150
Choke DP CP
1060 150

TUTUP BUKA

Lumpur baru
(KMW) naik
Terus ke per-
KMW akan dipompakan terus ke mukaan
permukaan dengan tek. DP konstan dan
terlihat tekanan casing terus menurun
sambil mengatur choke.

BHP
5,500
1060
100
Choke DP CP
1060 100

TUTUP BUKA

Lumpur baru
naik terus ke
permukaan

KMW akan dipompakan terus ke


permukaan dengan tek. DP konstan dan
terlihat tekanan casing terus menurun
sambil mengatur choke

BHP
5,500
1110
50
Choke DP CP
1110 50

BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)
sampai di
permukaan

Berarti lumpur baru telah


memenuhi string dan anulus

BHP = HP + CP= 5,500 + 50 = 5,550psi


BHP
5,550
0
0
DP CP
Choke
0 0

TUTUP BUKA
Lumpur baru
( KM )
sampai di
Permukaan
Dan pompa
Serta choke
ditutup
Setelah yakin bahwa KWM sampai di
permukaan, matikan pompa

Tekanan Drill pipe dan Casing harus


sama dengan 0 psi ( tek DP = tek.
Casing )

Buka choke dan cek aliran. Ketika


membuka Annular hati-hati terhadap BHP
gas yang terperangkap di bawah 5,500
elemen.
METODE WAIT AND WEIGHT

(WAIT AND WEIGHT METHOD)


Metode Wait & Weight
Prosedur :
1. Tutup sumur, catat SIDPP, SICP dan pertambahan volume di mud pit

2. Buat lumpur di mud pit, bila lumpur baru telah siap, sirkulasikan untuk mendorong lumpur lama
dan kick.

3. Pada saat lumpur baru sampai ke bit, stop pompa, tutup choke dan catat terkanan DP, dimana
Pdp = 0.

4. Bila Pdp = 0 maka pompakan 10-20 bbl lumpur tersebut untuk meyakinkan bahwa lumpur baru
telah sampai pada bit.

5. Untuk mendesak lumpur lama yang ada di annulus dengan lumpur baru, jaga Pdp konstan,
dimana ICP = FCP dengan mengatur choke.

6. Setelah lumpur baru sampai di permukaan, stop pompa, tutup choke, bila Pdp = 0, maka kick
telah ditanggulangi.
METODE CONCURRENT
Metode Concurrent
Prosedur
1. Tutup sumur, catat SIDPP, SICP, pertambahan volume lumpur di mud pit,
hitung ICP, FCP dan pertambahan BJ Lumpur bor.

2. Sirkulasi dengan choke terbuka dan naikkan kecepatan pompa sampai mencapai
laju sirkulasi yang diinginkan, atur choke agar tekanan sirkulasi mencapai ICP.

3. Naikkan BJ lumpur secara bertahap sambil tetap melakukan sirkulasi.

4. Bila lumpur baru sampai ke bit, maka tekanan pompa harus = FCP, dan
lanjutkan sirkulasi dengan FCP konstan sampai fluida kick, lumpur lama, dan
lumpur baru telah sampai di permukaan.
METODE VOLUMETRIC
Metode Volumetric
Dipakai hanya ketika metode sirkulasi tidak dapat diterapkan, tetapi
gas bermigrasi (Tekanan choke naik di atas SICP yi ketika bit spi di
permukaan atau DP leaking).
LANGKAH 1: Saat gas bermigrasi, matikan sumur dan biarkan tekanan choke
naik dengan jumlah tertentu.0
CATATAN A: Kenaikan tekanan sebesar 100 psi disarankan, tapi nilai
aktual tergantung pada kekuatan estimasi dari formasi dan nilai yang
lebih besar atau kecil dapat digunakan.

LANGKAH 2: Gunakan choke untuk menjaga tekanan choke baru konstan


sampai sejumlah fluida dibuang dari anulus yang mengeluarkan tekanan
hidrostatik sama dengan kenaikan tekanan di LANGKAH 1.

CATATAN B: Buang fluida atau gas lewat degasser, kumpulkan fluida


yang dibuang untuk diukur. Gunakan manual choke.
CATATAN C: Volume fluida yang menyebabkan kenaikan tekanan
dihitung sebagai berikut:
Volume (bbl) = Kenaikan tekanan ( psi )
Gradien fluida ( psi/ft)
X Kapasitas Annulus (bbls/ft)
Metode Volumetric
LANGKAH 3: Matikan sumur lagi dan ulangi LANGKAH 1 & 2 seperlunya sampai
gas di permukaan atau di atas ujung workstring dan sirkulasi bisa dilakukan.

• Tekanan choke haruslah mirip dengan contoh berikut:


GAS DI
PERMUKAAN
MIGRASI 500 psi

400 psi
400 psi
300 psi
300 psi
200 psi
200 psi
Biarkan gas bermigrasi ke atas
100 psi SICP
BUANG fluida
• Pakai volume annulus antara workstring dan tubing untuk menghitung
pemanjangan gelembung, agar menghindari pengurangan BHP yang tidak
diharapkan.

Anda mungkin juga menyukai