Modul Well Control
Modul Well Control
0psi 0psi
1 lb 1 lb 1 lb
1
3
2
0 lb
Tekanan
Gaya ke bawah sebesar 3 lbs
dirasakan oleh total area permukaan
1 in2. Apakah ini tekanan?
1 lb
Gaya = 3 lbs = 3 psi
Luas 1 in2
1 lb
1 lb
1”
1”
1
3
2
0 lb
Tekanan
Di industri ketika menghitung tekanan, biasanya tekanan dihubungkan dengan
lumpur. Kita akan membahas mengenai tekanan ini di kelas ini. Sekarang
mari kita bahas mengenai lumpur yang diam.
1”
1”
Berat
lumpur
0 lb
12”
Apakah 0.052?
1”
12” 1”
12”
Jika kita bagi 7.5 galon dengan 144 in2, diketahui bahwa kolom lumpur 1
in. X 1 in. X 1 ft. tinggi menampung 0.052 galon lumpur.
Gradien
Kerapatan lumpur diukur dalam pound per galon (ppg) kalikan dengan 0.052
didapatkan tekanan hidrostatik (psi). Tekanan hidrostatik untuk tiap satu kaki
lumpur disebut “gradien tekanan” (G) lumpur atau perubahan tekanan per kaki
(psi/ft).
1”
10ppg x 0.052gal/sq. in./ft = Tekananft
1” 10 x 0.052 = 0.52 psift
5” OD pipa
1 ft bbl
0.0489
lumpur
of pipe
Segitiga
Persamaan
Tekanan psi = MWppg X 0.052X TVDft
10,000’
A
Tekanan formasi 4,500 psi di 8,000’
termasuk tekanan Abnormal!
P
form
asi =4
500
psi
CHARGED KOMUNIKASI DI
SANDS
PERMUKAAN
BERBAHAYA PADA
SUMUR ANDA!
3900’ C S
GA
4000’
G
P UN B KONTAK GAS/AIR
M
4100’ LE
A
SIR
PA
UNG PD= PC= PB= 1860 psi G = 1860 / 3600ft = 0.517 psi/ft
MP
LE
MW D = 9.9 ppg
Workstring dan
annulus membentuk
U-tube.
10,000 kaki
Pembaca tekanan =
Tekanan di Dasar.
U- Tube
AIR
10.2 ppg
6000 ft
6000 ft TVD
10.2 x 0.052 x 6,000 = 3182 = (1060) + (2122)
Praktek
Hitung Tekanan di Dasar!
U- Tube
1,000 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 1000 = 520
5,500 ft - 10 ppg
10 x 0.052 x 5,500 = 2860
500 ft - 6 ppg
6000 ft
6 x 0.052 x 500 = 156
6000 ft TVD
520 + 2496 = 3016 = 2860 + 156
Praktek
Hitung berapa banyak slug yang turun!
U- Tube
6000 - 4628 - 1200 = 172 ft
1,200 ft - 12 ppg
12 x 0.052 x 1200 = 749 psi
6000 ft
6000 ft TVD
3276
Praktek
Jika kedua kolom lumpur tidak seimbang dan lumpur tidak
ada yang ke luar, tekanan akan terjadi. U- Tube
= Pembaca Tekanan.
6000 ft
6000 ft TVD
BHP =
Kontrol
Sumur
780
6000 ft
Ingat !
0psi 780psi
LUMPUR
2000’ PANJANG 10’
EKSPANSI GAS
P 1 X V1 = P2 X V2 or V2 = (P1 X V1) P2
10 bbl gas
Hidrostatik Baru = (9.6 Hidrostatik Baru =
X 0.052) X 1000 = 500 (9.6 X 0.052) X 100 =
psi 50 psi
? bbl Gas ? bbl Gas
Bagian atas Bagian atas
gas 1000’ gas 100’
P2 = Where?
500 psi 50 psi
P2 = Where?
V2 = 100 bbl
? bbls V2 = ?1000
bblsbbl
INVERSI TEKANAN
250 250 Pembaca Tekanan.
+ 2500 Hidrostatik di shoe
2750 psi di casing shoe
GGA
143 ft
INVERSI TEKANAN
2680
143 ft 5180
2. WHEN TRIPPING
– Improper Fill or Returns of Mud
– Well Flowing
3. WHEN PERFORMING OTHER JOB
– Well Flowing when Cementing
– Well Flowing when Logging
PENGARUH GAS KICK TERHADAP
CASING SHOE
• Gas kick yang terjadi akan mengalami 2 hal yaitu
1. Gas kick akan mengembang ( Expansion )
2. Gas kick tidak akan mengembang (No expansion)
Gas kick yang mengembang dan tidak mengembang
akan mempengaruhi kekuatan casing shoe.
Sebagaimana diketahui casing shoe adalah bagian yang
“lemah” sehingga harus dihitung tekanan yang akan
ditahan oleh casing shoe tsb.
Tekanan yang dapat ditahan casing shoe adalah
tekanan yang didapat dari L.O.T ( Leak Of Test ),
sehingga tekanan gas kick tidak boleh melebihi tekanan
LOT karena akan menyebabkan pecah formasi.
Tekanan Rekah
Tekanan rekah adalah tekanan hidrostatik formasi maksimum yang
dapat ditahan tanpa menyebabkan terjadinya pecah pada formasi.
Required fillup
volume prior to
compression
Tekanan dasar lubang bor maksimum = tek hidrostatik + tek leak off
= ( 0,052 X 10,2 X5010 ) + 940
= 3597 psi
5010 X 0,052
= 13,8 ppg
Formation Integrity Test hampir sama dengan leak off test. Akan tetapi
tekanan permukaan yang diambil 70% s/d 80% dari Leak Off Test
pressure. Jadi tekanan permukaan yang diambil lebih kecil.
Pi = Ps + ( 0.052 x Bj x Hc )
Pi
Bj Integrity =
0.052 xHc
1000’
Mud 10.0 ppg
4500’ 2800
Gas Kick
30 bbl Kick
5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Shoe (With Expansion)
800
300’
1000’
Mud 10.0 ppg
4500’
2880
Expanded to
47 bbl
5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Surface (With Expansion)
1210
300’
1000’
5700
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Shoe
(With No Expansion)
3570
300’
1000’
Mud 10.0 ppg
4500’ 5650
30 bbl Kick
8600
10,000’ PSI BHP
Gas Kick @ Surface
(With No Expansion)
5650
300’
4500’ 7560
10680
10,000’ PSI BHP
Preventive Measures
• Crew Education
• Be Alert
• Blowout Control Equipment on RIG
including Pit Volume Indicators
Ekspansi
Well Kick Tak
Terkontrol
0’ PANJANG 600-1200’
LUMPUR
2000’ PANJANG 10’
Sebab-sebab Terjadinya Kick
1. Berat jenis Lumpur (MW) kurang memadai
2. Kurangnya Tinggi Kolom Lumpur
3. Terjadinya Lost Circulation
4. Efek Swabbing And Surging
5. Sifat Dari Fluida Pemboran : Viscositas, Gel strenght, water loss
6. Adanya Gas Dalam lumpur
7. Halangan atau problem dari sumur
Tanda-tanda terjadinya well kick
Pada Saat Drilling
1. Terjadi drilling break (seperti kejeblos); ada perubahan ROP secara
mendadak
2. Terjadi aliran di flow line pada saat sirkulasi dihentikan
3. Adanya pit gain di mud pit adalah indikasi positif adanya kick
4. Terjadi kenaikkan SPM pompa sedangkan tekanan pompa turun
5. Hadirnya gelembung gas pada lumpur
SBS O/H
OH 2
SBT 1029.4
SlowPumpRate
ID 2 OD 2
CapAnn (bbl / ft )
1029.4
Bit To Shoe Time, Bit To Surface Time,Total
Time
ID Dp
SPR SPMxPOP
OD Dp
10. MACP
MACP = Pfr – ( 0.052x OMW x TVDc ) OD Formasi
11. ICP
ICP = SIDP + KRP
12. FCP
KMW
FCP KRP
OMW
ID Dc
OD Dc
Langkah – Langkah Yang Diambil Bila Terjadi Kick
Penutupan Sumur
Hard Shut In : Annular Preventer segera ditutup setelah pompa dimatikan
Naikkan Kelly hingga sambungan tool joint berada di atas rotary table
Hentikan pompa Lumpur dan periksa aliran Lumpur
Jika ada, tutup blowout preventer
Beri waktu tekanan menjadi stabil, dan catat SIDPP dan SICP
Catat pertambahan pit level
Laksanakan prosedur well control
Drilling Tripping
Metode Penanggulangan Kick
Concurrent Method’s
Volumetric Method’s
METODE DRILLER
METODE DRILLER
STEP PERTAMA (Membuang
Influks)
1. Bila terjadi kick, tutup sumur, catat : SIDPP, SICP, pertambahan volume
di mud pit
5. Baca tekanan. Jika semua influks telah ke luar dari sumur, tekanan
besarnya hampir sama. Yaitu SIDPP = SICP
STEP KEDUA ( MENGGANTI BERAT FLUIDA )
TUTUP BUKA
BHP
TVD = 10,000 ft. Berat lumpur = 10 ppg 5,500
300
500 Choke
DP CP
300 500
TUTUP BUKA
BHP Kick
TVD = 10,000 ft. 5,500
1300
500
STEP PERTAMA ( KELUARKAN INFLUX)
Choke DP CP
1300 500
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
BHP
BHP DIJAGA KONSTAN 5,500
1300
550
Choke DP CP
1300 550
TUTUP BUKA
BHP
BHP TETAP KONSTAN 5,500
1300
700
Choke DP CP
1300 700
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
BHP
BHP TETAP KONSTAN 5,500
1300
400
Choke DP CP
1300 400
TUTUP BUKA
TUTUP BUKA
BHP
5,500
300
300
Choke DP CP
300 300
TUTUP BUKA
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)
TUTUP BUKA
Lumpur baru
(KMW) mulai
mengisi
DP dan
turun ke
dasar lubang
BHP
5,500
1200
300
Choke DP CP
1200 300
Lumpur baru
TUTUP BUKA (KMW)
mengisi
DP dan
turun ke
dasar lubang
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
mengisi DP
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
mengisi DP
BUKA
TUTUP Lumpur baru
mengisi se –
luruh string
DP
TUTUP BUKA
Lumpur baru
(KMW) mulai
mengisi
anulus
BHP
5,500
1060
250
Choke DP CP
1060 250
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)
mengisi
Anulus dan
naik ke
permukaan
BHP
5,500
1060
200
Choke DP CP
1060 200
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW) terus
naik ke
Permukaan
melalui
anulus
BHP
5,500
1060
150
Choke DP CP
1060 150
TUTUP BUKA
Lumpur baru
(KMW) naik
Terus ke per-
KMW akan dipompakan terus ke mukaan
permukaan dengan tek. DP konstan dan
terlihat tekanan casing terus menurun
sambil mengatur choke.
BHP
5,500
1060
100
Choke DP CP
1060 100
TUTUP BUKA
Lumpur baru
naik terus ke
permukaan
BHP
5,500
1110
50
Choke DP CP
1110 50
BUKA
TUTUP Lumpur baru
(KMW)
sampai di
permukaan
TUTUP BUKA
Lumpur baru
( KM )
sampai di
Permukaan
Dan pompa
Serta choke
ditutup
Setelah yakin bahwa KWM sampai di
permukaan, matikan pompa
2. Buat lumpur di mud pit, bila lumpur baru telah siap, sirkulasikan untuk mendorong lumpur lama
dan kick.
3. Pada saat lumpur baru sampai ke bit, stop pompa, tutup choke dan catat terkanan DP, dimana
Pdp = 0.
4. Bila Pdp = 0 maka pompakan 10-20 bbl lumpur tersebut untuk meyakinkan bahwa lumpur baru
telah sampai pada bit.
5. Untuk mendesak lumpur lama yang ada di annulus dengan lumpur baru, jaga Pdp konstan,
dimana ICP = FCP dengan mengatur choke.
6. Setelah lumpur baru sampai di permukaan, stop pompa, tutup choke, bila Pdp = 0, maka kick
telah ditanggulangi.
METODE CONCURRENT
Metode Concurrent
Prosedur
1. Tutup sumur, catat SIDPP, SICP, pertambahan volume lumpur di mud pit,
hitung ICP, FCP dan pertambahan BJ Lumpur bor.
2. Sirkulasi dengan choke terbuka dan naikkan kecepatan pompa sampai mencapai
laju sirkulasi yang diinginkan, atur choke agar tekanan sirkulasi mencapai ICP.
4. Bila lumpur baru sampai ke bit, maka tekanan pompa harus = FCP, dan
lanjutkan sirkulasi dengan FCP konstan sampai fluida kick, lumpur lama, dan
lumpur baru telah sampai di permukaan.
METODE VOLUMETRIC
Metode Volumetric
Dipakai hanya ketika metode sirkulasi tidak dapat diterapkan, tetapi
gas bermigrasi (Tekanan choke naik di atas SICP yi ketika bit spi di
permukaan atau DP leaking).
LANGKAH 1: Saat gas bermigrasi, matikan sumur dan biarkan tekanan choke
naik dengan jumlah tertentu.0
CATATAN A: Kenaikan tekanan sebesar 100 psi disarankan, tapi nilai
aktual tergantung pada kekuatan estimasi dari formasi dan nilai yang
lebih besar atau kecil dapat digunakan.
400 psi
400 psi
300 psi
300 psi
200 psi
200 psi
Biarkan gas bermigrasi ke atas
100 psi SICP
BUANG fluida
• Pakai volume annulus antara workstring dan tubing untuk menghitung
pemanjangan gelembung, agar menghindari pengurangan BHP yang tidak
diharapkan.