0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan39 halaman

Syarat dan Proses Rumah Potong Ayam

Dokumen tersebut membahas tentang persyaratan dan proses pemotongan unggas di Rumah Potong Hewan Ayam (RPH-A) yang meliputi syarat lokasi, kelengkapan fasilitas, proses sebelum, saat dan sesudah penyembelihan, serta sanitasi dan higiene personal."

Diunggah oleh

Kuntum Khoirani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
138 tayangan39 halaman

Syarat dan Proses Rumah Potong Ayam

Dokumen tersebut membahas tentang persyaratan dan proses pemotongan unggas di Rumah Potong Hewan Ayam (RPH-A) yang meliputi syarat lokasi, kelengkapan fasilitas, proses sebelum, saat dan sesudah penyembelihan, serta sanitasi dan higiene personal."

Diunggah oleh

Kuntum Khoirani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

28/09/2016

RUMAH PEMOTONGAN UNGGAS


Drh. Kuntum Khoirani, [Link]
Bima, 8 September 2021
28/09/2016

• Rumah potong Hewan Ayam


(RPH-A) atau RPU  Kompleks
bangunan dengan desain dan syarat
tertentu yang digunakan sebagai tempat
memotong ayam bagi konsumsi
masyarakat umum
28/09/2016

Syarat Lokasi
• Tidak bertentangan dengan RUTR/RDTR
• Tidak berada dlm kota padat penduduk
• Lebih rendah dari pemukiman
• Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
• Tidak berada dekat industri logam, kimia, tidak
berada didaerah rawan banjir, bebas dari asap,
bau, debu dan kontaminan lain
• Jalan menuju RPA dapat dilalui kendaraan
pengangkut ayam hidup dan karkas
28/09/2016

Syarat Kelengakapan
• Tersedia tempat penurunan ayam hidup (Unloading)
• Tersedia kantor administrasi dan kantor Dokter Hewan
• Tersedia tempat istirahat pegawai
• Tersedia ruang ganti pakaian/locker
• Tersedia kamar mandi dan WC
• Tersedia sarana penanganan limbah
• Tersedia Insenerator
• Tersedia tempat parkir
28/09/2016

• Tersedia rumah jaga/sekurity


• Tersedia menara air/penampungan air
• Tersedia gardu listrik
• Tersedia ruang pembekuan cepat (blast freezer)
• Tersedia ruang penyimpanan beku (cold storage)
• Tersedia ruang pengolahan daging
• Tersedia laboratorium
• Sumber tenaga listrik cukup
• Persediaan air bertekanan 15 psi (1,05 kg/cm3 ) dan air panas
minimum 82 oC
• Sumber air cukup, minimum 25-35 lt/ekor /hari memenuhi syarat
mutu air minum
• Tersedia kendaraan pengangkut ayam hidup dan pengangkut
karkas daging
28/09/2016

Persyaratan Bangunan
Utama (Daerah Kotor,
Daerah
• Daerah Bersih)
kotor:
1 Penurunan ayam, pemeriksaan antemortem dan
penggantungan ayam hidup 2
Pemingsanan
3 Penyembelihan
4 Pencelupan ke air panas 5
Pencabutan bulu
6 Pencucian karkas
7 Pengeluaran jeroan
8 Penanganan jeroan
28/09/2016
KOMPLEKS RPH UNGGAS
RPH-U (line conveyor system)
GOOD SLAUGHTERING
PRACTICES (AYAM)
PROSES PEMOTONGAN UNGGAS

Penanganan ternak yang dibawa masuk ke RPU


Pemeriksaan Ante Mortem
Luar
SEBELUM Sanitasi Ruangan dan Higien Personal
Bangunan
PENYEMBELIHAN
RPU
Penimbangan Ternak Unggas (hidup)

Penggantungan unggas (hidup)


Pemingsanan unggas Ruang sembelih
Penyembelihan unggas
Pencelupan ke dalam air panas
Pencabutan bulu Ruang
PENYEMBELIHAN Pemotongan kepala dan leher pencabutan bulu Ruang kotor
Pemotongan ceker
Pemotongan kloaka
Ruang
Pengeluaran jeroan
pengeluaran
Pembuangan kloaka
jeroan
Pencucian
Penirisan
PASCA Seleksi
Ruang bersih
PENYEMBELIHAN Pemotongan bagian karkas
Pendinginan
1. PENANGANAN TERNAK AYAM YANG
DIBAWA MASUK KE RUMAH POTONG
UNGGAS
28/09/2016

Penanganan Ayam di RPH - A


• Periksa dokumen (Dilengkapi surat keterangan kesehatan
hewan (SKKH)
• Ayam dihitung dan ditimbang
• Ayam diistirahatkan min 2 jam  memulihkan kondisi
ayam serta menghilangkan stres dr penangkapan dan
transportasi
• Ayam dipuasakan 8-12 jam (tetap minum)  tembolok dan
usus kosong  menghindari pencemaran
2. PEMERIKSAAN ANTE MORTEM
Mengamati kondisi fisik, suara, dan bulu serta gejala klinis.

Dilakukan paling lama 24 jam sebelum penyembelihan.

Hasil pemeriksaan ante mortem :


Hewan diijinkan disembelih : Dilakukan hanya pada
unggas yang sehat. Keputusan pemeriksaan ini berlaku 24
jam post pemeriksaan
Penundaan penyembelihan  memiliki gejala saluran
pernapasan ( CRD, Snot, dsb )
Hewan ditolak untuk disembelih :
• Unggas dalam keadaan mati
• Unggas tersebut menderita atau menunjukkan salah
satu gejala penyakit Salmonellosis, Ornithosis, Avian
Tuberculosis, HPAI (Highly Pathogenic Avian influenza)
• Unggas tidak disertai dokumen SKH.
3. PENGGANTUNGAN TERNAK UNGGAS
(HIDUP)
4. PEMINGSANAN UNGGAS
28/09/2016

Penangan Ayam Menjelang Pemotongan


•Pemingsanan dan tanpa pemingsanan
Pemingsanan:
• Membuat ayam tidak sadar  mengurangi
rasa sakit
• Mempermudah proses penyembelihan
• Mengurangi kepakan  mengurang bintik
bintik darah
(blood Spot) pada karkas
• Mempercepat proses pengeluaran darah
28/09/2016

Alat pemingsan ( stuner ):


• Dengan mesin yg menggunakan media air
yang dialiri listrik
• Manual  logam dialiri listrik
5. PENYEMBELIHAN UNGGAS
6. BLEEDING TIME
28/09/2016
7. PENCELUPAN KE DALAM AIR PANAS
28/09/2016

Penyelesaian Penyembelihan
• Perendaman dalam air panas:
- 52-55°C  90-120dtk, ayam muda atau broiler
- 55-60°C  90-120 dtk, ayam tua  karkas dg kulit lebih
kering
8. PENCABUTAN BULU
28/09/2016

• Pencabutan Bulu
- manual, semi manual, otomatis
9. Pemotongan kepala dan leher, kloaka,
pengeluaran jeroan
28/09/2016

• Pengeluaran jeroan:
10. PEMERIKSAAN POST MORTEM
Hasil pemeriksaan post mortem daging unggas adalah sebagai berikut :
1. Daging dapat diedarkan dan dikonsumsi tanpa syarat :
a. Daging berasal dari unggas sehat.
b. Daging mengandung residu bahan hayati, bahan kimia, logam berat,
antibiotika dan obat lainnya dibawah ambang batas yang ditetapkan di
Indonesia.
2. Daging dapat dapat diedarkan untuk konsumsi dengan syarat sebelum
peredaran :
- Daging berasal dari unggas yang menderita arthritis, fraktura, absces dan
ephitelimia serta penyakit yang bersifat lokal setelah bagian yang tidak
layak dikonsumsi dibuang
3. Daging dilarang diedarkan dan harus dimusnahkan :
a. Daging dengan warna, konsistensi dan bau tidak normal, sepsis,
cachexia, hydrops dan oedema.
b. Daging berasal dari unggas yang menderita Salmonellosis, Ornithosis,
Avian Tuberculosis, Ektoparasitosis, Aspergillosis dan Erysipelas pada
unggas.
c. Daging mengandung residu bahan hayati, bahan kimia, logam berat,
antibiotika dan obat lainnya diatas ambang batas yang ditetapkan di
Indonesia.
10. PENCUCIAN KARKAS
28/09/2016

Penanganan Karkas
• Pencucian dan pendinginan/pembilasan karkas
28/09/2016

Pewadahan dan Pengiriman karkas


• Ayam ditirskan  crate/boks  tidak boleh sentuh lantai scr
langsung
• Pengiriman dengan mobil boks tertutup, jika terbuka
tutupi plastik.
28/09/2016
28/09/2016
28/09/2016

Sanitasi
• Pembersihan bangunan, perlengkapan dan peralatan
secara teratur dan benar
• Disikat, digosok, dibilas
• Deterjen  membasahi, menghilangkan kotoran, modah
dibilas : klorin dan senyawa klorin, hipoklorit, iodofor,
senyawa amonium kuartener.
• Pengeringan  tidak tumbuh mikroorganisme
28/09/2016

HIGIENE Personal
• Sehat, tidak menderita penyakit menular ( salmonellosis, tbc,
hepatitis, penyakit kulit ditangan, diare, muntah, demam,
sakit tenggorokan di sertai demam )
• Menjaga kebersihan diri
• Tidak meludah, merokok, makan, bersin dihadapan produk,
memasukan jari dalam mulut, menggunakan perhiasan,
parfum, make up, menyentuh wajah, telinga, hidung dan
rambut
28/09/2016

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai