Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia
Control Chart
One of 7 Tools of Quality
Konsep Control Chart
Konsep Control Chart
Variations Map
What to Control
• Variations
• 2 Types of Variations
– Common Cause Variations
– Special Cause Variations
Konsep Control Chart
Konsep Control Chart
Elemen Peta Kendali
• Setiap peta kendali memiliki :
• Garis Tengah (Central Line, CL)
• 2 batas kendali (Control Limits) di
atas garis tengah yaitu UCL, dan di
bawah yaitu LCL.
• Tebaran nilai-nilai karakteristik.
Membaca Garis Kendali
Hal terpenting dalam pengendalian proses :
• memahami keadaan proses secara teliti
• mengambil tindakan perbaikan
Terdapat 6 kriteria analisa :
1. keluar batas kendali (out of control),
2. Lari (run),
3. Kecenderungan (trend),
4. mendekati garis kendali (centering),
5. mendekati garis pusat (control limits), dan
6. gerak periodik (periodicals).
Membaca Garis Kendali
1. Keluar batas kendali titik-titik berada
diluar batas kendali.
UCL
CL
LCL
Membaca Peta Kendali
[Link] keadaan dimana titik-titik terjadi
secara kontinyu pada satu sisi dari CL.
a. Minimal 10 dari 11 titik berurutan pada
satu sisi dari CL.
b. 7 titik berurutan pada satu sisi dari CL.
c. Minimal 12 dari 14 titik berurutan pada
satu sisi dari CL.
d. Minimal 16 dari 20 titik berurutan pada
satu sisi dari CL.
Membaca Peta Kendali
UCL
CL
LCL
Membaca Peta Kendali
[Link] bila titik-titik
membentuk kurva kontinu ke atas atau
ke bawah.
kecenderungan ke atas
tujuh titik turun yang drastis
UCL
CL
LCL
Membaca Peta Kendali
4. Mendekati garis kendali bila 2 dari 3
titik terjadi di luar garis sigma.
UCL
garis 3 sigma
garis 2 sigma
CL
LCL
Membaca Peta Kendali
5. Mendekati garis pusat bila
kebanyakan titik terdapat di dalam 1,5
sigma dari garis pusat.
UCL
garis 3 sigma
garis 1,5 sigma
CL
LCL
Membaca Peta Kendali
[Link] periodik bila kurva berulang-
ulang menunjukkan kecenderungan naik
dan turun.
UCL
CL
LCL
Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia
Examples of Forms
Type of Variable Control Chart
Variable Control Charts
• X-bar and R-Chart (Average and Range Chart)
• X-bar and s-chart (Average and Sigma Chart)
– More accurate (>10), dampening variations, more
computational
• Median and Range Chart
– Not much information in mathematical terms
• Individuals and Range Chart
– When sub-groups are not beneficial (destructive
testing, long waiting time between groups)
– Range is the moving range
Type of Attribute Control Chart
Attribute Control Charts
Counting Defective Units
• p charts
• np charts
Counting No of defects
• c charts
• u charts
Pemilihan Jenis Control
Chart
Determine Data Type
Counted data Counting defects
(attribute data) Are you counting (Poisson data)
Is data measured Is sample size
defects or defective No Use u chart
or counted? constant?
units?
Measured data Counting defective Yes
(variable data) units
(binomial data)
Use c chart
(or u chart)
Is sample size equal Is sample size
to 1? constant?
Yes No
Use X and
No Use p chart
Moving Yes
Range charts
Is sample size Use np chart
greater than 10? (or p chart)
Yes
Use X bar R
No and S charts
Use X bar and
R charts
Redraw after Improvement
Inherent Capability
Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia
Studi Kasus
Kasus
Langkah Pengerjaan Kasus
Analisa Kasus
Kesimpulan
Saran
Kasus
Penghasil pupuk “SP-36”, PT.
Petrokimia Gresik, telah bergerak di
bidang industri pupuk selama sepuluh
tahun.
Pada suatu awal tahun, muncul fakta-
fakta yang menimbulkan
kecenderungan akan hal baru, sebagai
berikut :
Kasus
• Pelanggan mulai tertarik pada pupuk
produsen lain.
• Penjualan menurun.
• Dari survei lapangan, pupuk produsen
lain memberikan hasil yang lebih baik.
Studi Kasus
• Pupuk “SP-36” maupun pupuk produksi
perusahaan lain tersebut bukan produk baru.
• Komposisi keduanya tetap sejak pertama kali
dipasarkan.
Studi Kasus
Pertanyaan :
Kasus
Oleh karena itu, dilakukan pengujian
terhadap kualitas pupuk mereka dengan
derajat keasaman pupuk (pH) sebagai
karakteristik mutu.
Kasus
Untuk mengolah data-data yang ada
digunakan peta kendali dengan tujuan :
melihat ada/tidaknya variasi dalam derajat
keasaman pupuk “SP-36” dan bila ada,
sejauh mana variasi tersebut melenceng
dari rata-ratanya.
Data berjenis nilai data terukur yang kontinu
peta kendali tipe x bar-R.
Langkah Pengerjaan Kasus
1. Membagi data menjadi 25 subgrup dengan
jumlah sampel sebanyak 4.
2. Menghitung variabel-variabel yang
diperlukan: nilai rata-rata dan kisaran
baik untuk masing-masing subgrup
maupun keseluruhan.
Langkah-langkah di atas menghasilkan form
pengisian data sebagai berikut :
Form Pengisian Data
Subgroup X1 X2 X3 X4 Xi Ri Subgroup X1 X2 X3 X4 Xi Ri
1 6.5 6.2 6.7 6.7 6,53 0,5 14 6.3 6.8 6.3 6.7 6,53 0,5
2 6.2 6.1 6.8 7.1 6,55 1 15 6.1 6.6 7.0 7.3 6,75 1,2
3 6.0 6.6 6.7 6.9 6,55 0,9 16 6.7 6.2 6.5 6.0 6,35 0,7
4 6.5 6.8 7.2 7.0 6,88 0,7 17 6.8 6.2 6.0 6.1 6,28 0,8
5 6.3 6.2 6.9 6.6 6,50 0,7 18 6.8 6.7 6.8 6.3 6,65 0,5
6 6.7 6.6 6.3 6.6 6,55 0,4 19 6.6 6.4 6.7 7.0 6,68 0,6
7 6.9 7.3 7.1 6.2 6,88 1,1 20 6.5 6.1 6.4 6.7 6,43 0,6
8 6.4 6.0 6.5 6.0 6,10 0,4 21 6.4 6.2 6.7 6.5 6,45 0,5
9 6.5 6.8 6.2 7.3 6,70 1,1 22 6.8 6.2 6.7 7.2 6,73 1
10 6.0 6.6 6.3 6.2 6,28 0,6 23 6.8 6.2 6.7 6.5 6,55 0,6
11 6.2 6.4 6.3 6.7 6,40 0,5 24 6.8 6.2 6.7 7.3 6,75 1,1
12 6.1 6.3 6.0 6.6 6,25 0,6 25 7.2 6.5 6.9 7.1 6,93 0,7
13 6.8 7.0 7.2 6.4 6,83 0,7 84,98
Rata-rata 3,40 0,368
Langkah Pengerjaan Kasus
3. Menghitung garis kendali untuk peta kendali x bar-R.
Peta kendali x bar (A2= 0,729)
• UCL = x bar + A2R
UCL = 6,56 + 0,729(0,72) = 7,085
• Garis pusat :
CL = x bar = 6,56
Langkah Pengerjaan Kasus
• Batas kendali bawah :
LCL = x bar - A2R
LCL = 6,56 - 0,729(0,72) = 6,035
Peta kendali R (D4=2,282 dan D3= -)
• Batas kendali atas :
UCL = D4R
UCL = 2,282 (0,72) = 1,643
Langkah Pengerjaan Kasus
• Garis pusat :
CL = R = 0,72
• Batas kendali bawah :
LCL = D3R = 0
4. Menggambar peta kendali x bar-R.
Plant Departemen Operasi Spesifikasi teknis Nama bagian
Match No Tanggal Karateristik Ukuran sample No Bagian
X bar = 6,56 UCL = 7,05 LCL = 6,035 X-BAR CHART
LCL
CL
UCL
R bar = 0,72 UCL = 1,643 LCL = R CHART
UCL
CL
LCL
Date 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
x1 6,5 6,2 6 6,5 6,3 6,7 6,9 6,4 6,5 6 6,2 6,1 6,8 6,3 6,1 6,7 6,8 6,8 6,6 6,5 6,4 6,8 6,8 6,8 7,2
x2 6,2 6,1 6,6 6,8 6,2 6,6 7,3 6 6,8 6,6 6,4 6,3 7 6,8 6,6 6,2 6,2 6,7 6,4 6,1 6,2 6,2 6,2 6,2 6,5
x3 6,7 6,8 6,7 7,2 6,9 6,3 7,1 6,5 6,2 6,3 6,3 6 7,2 6,3 7 6,5 6 6,8 6,7 6,4 6,7 6,7 6,7 6,7 6,9
x4 6,7 7,1 6,9 7 6,6 6,6 6,2 6 7,3 6,2 6,7 6,6 6,4 6,7 7,3 6 6,1 6,3 7 6,7 6,5 7,2 6,5 7,3 7,1
SUM 26,1 26,2 26,2 27,5 26,0 26,2 27,5 24,9 26,8 25,1 25,6 25,0 27,4 26,1 27,0 25,4 25,1 26,6 26,7 25,7 25,8 26,9 26,2 27,0 27,7
X-bar 6,53 6,55 6,55 6,88 6,5 6,55 6,88 6,1 6,7 6,28 6,4 6,25 6,83 6,53 6,75 6,35 6,28 6,65 6,68 6,43 6,45 6,73 6,55 6,75 6,93
R-bar 0,5 1 0,9 0,7 0,7 0,4 1,1 0,4 1,1 0,6 0,5 0,6 0,7 0,5 1,2 0,7 0,8 0,5 0,6 0,6 0,5 1 0,6 1,1 0,7
Control Chart pH
Pupuk “SP-36”
Xbar/R Chart for pH Pupuk
7.0 UCL=7.085
Means
6.5 X=6.56
6.0 LCL=6.035
Subgroup 0 5 10 15 20 25
2
UCL=1.643
Ranges
1
R=0.72
0 LCL=0.000
Analisa Kasus
• In control proses berada dalam
keadaan terkendali.
• Grafik fluktuatif pergantian operator,
penyetelan mesin yang tidak seragam.
• Terdapat dua titik berurutan yang
menurun terpaut jauh (titik 7 & 8).
Analisa Kasus
• Trend tidak menunjukkan suatu
trend tertentu.
• Data terkonsentrasi pada center line
pengambilan sampel kurang merata.
Kesimpulan
Terdapat variasi dalam proses produksi
sehingga menyebabkan menurunnya
kualitas pupuk “SP-36”.