100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
558 tayangan20 halaman

Pendekatan RME dalam Pembelajaran Matematika

RME (Realistic Mathematics Education) adalah pendekatan pembelajaran matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari dan menekankan proses penyelesaian masalah. Pendekatan ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1971 di Universitas Utrecht, Belanda, dan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1998. Karakteristik RME antara lain menggunakan masalah kontekstual, model, serta kontribusi siswa

Diunggah oleh

Nazwa Syafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
558 tayangan20 halaman

Pendekatan RME dalam Pembelajaran Matematika

RME (Realistic Mathematics Education) adalah pendekatan pembelajaran matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari dan menekankan proses penyelesaian masalah. Pendekatan ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1971 di Universitas Utrecht, Belanda, dan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1998. Karakteristik RME antara lain menggunakan masalah kontekstual, model, serta kontribusi siswa

Diunggah oleh

Nazwa Syafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RME

Realistic Mathematic
Education
RME
Pendidikan matematika realistis atau Realistic Mathematics
Education “RME” adalah sebuah pendekatan belajar
matematika yang menempatkan permasalahan matematika
dalam kehidupan sehari-hari.

Realistik dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada


realitas tetapi juga pada masalah dunia formal matematika.

pendekatan RME adalah pembelajaran yang dilakukan


dalam interaksi dengan lingkungannya dan dimulai dari
permasalahan yang nyata bagi siswa dan menekankan
keterampilan proses dalam menyelesaikan masalah
yang diberikan.
Sejarah RME
Freudenthal Institute bergerak
dalam pelaksanaan berbagai riset
tentang pendidikan matematika
RME pertama kali dicetuskan dan bagaimana seharusnya
pada tahun 1971, mengajarkan matematika.
lewat Freudenthal Institute yang Freudenthal menyatakan bahwa
merupakan bagian dari Faculty matematika adalah “human
of Mathematics and Computer activity” (aktivitas manusia).
Science di Utrect University.

Prof. Hans Freudenthal

RME tidak harus selalu menggunakan masalah


kehidupan nyata, akan tetapi masalah matematika
yang bersifat abstrak dapat dibuat menjadi nyata
dalam pikiran siswa. Inilah yang mendasari
sehingga disebut Realistic Mathematics Education.
Perkembangan PMR di Indnesia

Di Indonesia pembelajaran dengan pendekatan


matematika realistik dikembangkan oleh tim
pendidikan matematika realistik Indonesia (Tim
PMRI).

Fase perkembangan PMRI di Indonesia dibagi atas


beberapa periode, yaitu
• persiapan (1998-2002 ),
• fase poin( 2003-2005),
• fase pengembangan( 2006-2009 )dan
• fase institusionalisasi( 2010-2014) pengembangan
PMRI di Indonesia bersifat Buttom up.
Karakteristik
Realistic Mathematics Education (RME)
Karakteristik Realistic Mathematics Education (RME)
Menggunakan masalah kontekstual
(The use of Context)

Pembelajaran diawali dengan menggunakan masalah nyata.


Masalah nyata dalam matematika realistik tidak selalu
diartikan sesuatu yang konkret, tetapi dapat berupa masalah
formal matematika

Menggunakan Model (the Use Models, Bridging by Vertical


Instruments)

model dapat berupa model dari (model of) situasi nyata dan
model untuk (model for) level formal.
Karakteristik Realistic Mathematics Education (RME)
Menggunakan Kontribusi Siswa (Student Contribution)

semua pikiran (konstruksi dan produksi) siswa diperhatikan.


Kontribusi dapat berupa "aneka jawab" atau "aneka cara".

Interaktivitas (Interactivity)

Proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik jika


terjadi interaksi yang harmonis antara siswa-siswa, siswa-
guru, guru-lingkungan sehingga setiap siswa mendapatkan
manfaat positif dari interaksi tersebut.
Karakteristik Realistic Mathematics Education (RME)

Terintegrasi dengan Topik Lainnya (Intertwining)

Matematika merupakan ilmu yang terstruktur. Untuk


itu, keterkaitan dan keterintegrasian antartopik harus
dieksplorasi untuk mendukung terjadinya proses
belajar mengajar yang lebih bermakna
Prinsip
Realistic Mathematics Education (RME)
Prinsip RME

Penemuan kembali secara terbimbing/matematika secara progresif


(Guided Reinvention/Progressive Matematizing

Fenomena Pembelajaran (Didactical Phenomenology)

Model yang dikembangkan sendiri (Self Developed Models)


Langkah-Langkah
Pendekatan
Realistic Mathematics Education (RME)
 Memahami masalah kontekstual.

 Menjelaskan masalah kontekstual,

 Menyelesaikan masalah kontekstual.

 Membandingkan dan mendiskusikan jawaban

 Menarik Kesimpulan
Penerapan
Realistic Mathematics Education (RME)
Berdasarkan gambar gunung es di atas, untuk menemukan
prosedur menjumlahkan bilangan dua angka, pembelajaran
diawali dengan berbagai aktivitas yang terkait langsung
dengan kehidupan sehari-hari,

• menjumlahkan penumpang dari gerbong-gerbong


kereta api.
• siswa menyelesaikan masalah penjumlahan yang
disajikan dalam bentuk visualisasi susunan-
susunan benda yang membentuk struktur tertentu.
• siswa menyelesaikan penjumlahan bilangan yang
dituliskan pada kartu bilangan yang menggunakan
struktur sepuluh, struktur lima, dan satuan.
• siswa menemukan cara menjumlahkan dengan
bantuan garis bilangan (number line)
Contoh Lain : Pak Budi dapat menyusun batu bata untuk dinding sejumlah
204 bata. dinding tersusun atas 52 baris. Berapa jumlah batu
yang dl butuhkan?

Berikut ini disajikan beberapa alternatif strategi yang digunakan siswa menyelesaikan soal tersebut

10608

Strategi Penjumlahan Berulang Strategi perkalian 10 Strategi perkalian cara pendek


Kelebihan dan Kekurangan
Realistic Mathematics Education (RME)
Kelebihan RME

 Siswa tidak mudah lupa dengan pengetahuannya.

 Suasana dalam pembelajaran menyenangkan.

 Siswa merasa dihargai pendapatnya.

 Melatih keberanian siswa.

 Siswa terbiasa berpikir dan berpendapat.

 Pendidikan berbudi pekerti.


Kekurangan RME

 Karena sudah terbiasa diberi informasi terlebih dahulu maka siswa


masih kesulitan menemukan sendiri jawabannya.

 Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa yang memiliki kemampuan


yang rendah.

 Siswa yang pandai kadang-kadang tidak sabar untuk menanti


temannya yang belum selesai.
 Membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan situasi pembelajaran saat
itu.

 Belum ada pedoman penilaian.


Thank
You

Anda mungkin juga menyukai