0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan69 halaman

Dimensi dan Karakter Organisasi

Dokumen tersebut membahas tentang organisasi dan manajemen. Secara singkat, organisasi didefinisikan sebagai kelompok manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi memiliki karakteristik sebagai entitas sosial, minimal beranggotakan 2 orang, memiliki pola kerja terstruktur, tujuan, dan identitas. Organisasi dibedakan berdasarkan dimensi struktural dan kontekstual serta peranannya bagi ke

Diunggah oleh

yusmedi nurfaizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
260 tayangan69 halaman

Dimensi dan Karakter Organisasi

Dokumen tersebut membahas tentang organisasi dan manajemen. Secara singkat, organisasi didefinisikan sebagai kelompok manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi memiliki karakteristik sebagai entitas sosial, minimal beranggotakan 2 orang, memiliki pola kerja terstruktur, tujuan, dan identitas. Organisasi dibedakan berdasarkan dimensi struktural dan kontekstual serta peranannya bagi ke

Diunggah oleh

yusmedi nurfaizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUTORIAL KE-2

MODUL 1 & MODUL 2

KB 1. MANUSIA, ORGANISASI
DAN MANAJEMEN
\ Organisasi
Definisi Organisasi
 Organisasi didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang bekerja sama dalam

rangka mencapai tujuan bersama


 Stephen P. Robbins, organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk

jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan 2 orang atau lebih yang bekerja

bersama-sama dan terkoordinasi, mempunyai pola kerja tertentu yang terstruktur dan

didirikan untuk mencapai tujuan bersama atau satu set tujuan yang telah ditentukan

sebelumnya
 David Cherrington, organisasi adalah sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang

teratur yang didirikan oleh manusia dan beranggotakan sekelompok manusia dalam

rangka untuk mencapai satu set tujuan tertentu


\ Organisasi
 Jennifer M. George & Gareth Jones, organisasi adalah kumpulan manusia yang

bekerja bersama untuk mencapai tujuan individu dan tujuan organisasi


 Richard Daft, organisasi adalah sebuah entitas sosial yang berorientasi pada tujuan

dengan suatu sistem kegiatan yang terstruktur dan mempunyai batas-batas yang bisa

teridentifikasi
 Kesimpulan, organisasi adalah unit sosial atau entitas sosial yang didirikan oleh

manusia untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan sekelompok manusia

– minimal 2 orang, mempunyai kegiatan yang terkoordinir, teratur dan terstruktur,

didirikan untuk mencapai tujuan tertentu dan mempunyai identitas diri yang

membedakan satu entitas dengan entitas lainnya


\Kepribadian (Personality)
Teori Kepribadian
 5 karakteristik utama organisasi, yaitu:

1. unit/entitas sosial
 Organisasi adalah rekayasa sosial hasil karya manusia yang bersifat tidak kasat mata

dan abstrak
 Sebagai entitas sosial, organisasi umumnya didirikan untuk jangka waktu yang relatif

lama bisa berumur puluhan tahun atau ratusan tahun bahkan bisa mencapai waktu

yang tidak terbatas

2. Beranggotakan minimal 2 orang


 Sebagai hasil karya cipta manusia, organisasi bisa didirikan oleh seseorang yang

mempunyai kemampuan, pengetahuan dan sarana lainnya


\ Organisasi
 Organisasi didirikan oleh manusia untuk kepentingan manusia

 Salah satu persyaratan agar sebuah entitas sosial disebut organisasi adalah harus

beranggotakan 2 orang atau lebih agar kedua orang tersebut bisa saling kerja sama,

melakukan pembagian kerja dan agar terdapat spesialisasi dalam pekerjaan

3. Berpola kerja yang terstruktur


 Berkumpulnya 2 orang atau lebih belum dikatakan sebagai organisasi manakala

berkumpulnya 2 orang atau lebih tersebut tidak terkoordinasi dan tidak mempunyai

pola kerja yang terstruktur

4. Mempunyai tujuan
 Tujuan didirikannya sebuah organisasi adalah agar sekelompok manusia yang

bekerja dalam satu ikatan kerja lebih mudah mencapai tujuannya ketimbang mereka

harus bekerja sendiri-sendiri


\ Organisasi
5. Mempunyai identitas diri
 Sekelompok manusia diorganisir untuk melakukan kegiatan maka jadilah

sekelompok manusia tersebut entitas sosial yang berbeda dengan entitas sosial

lainnya
 Perbedaan satu entitas sosial dengan entitas sosial lainnya sulit untuk diidentifikasi

karena beberapa alasan, yaitu:

a. Sifat organisasi yang intangible dan abstrak menyulitkan seseorang untuk melihat

atau menyentuh organisasi

b. Organisasi sebagai subsistem dari sistem sosial yang lebih besar memungkinkan

para anggotanya saling berinteraksi dengan anggota masyarakat di luar organisasi


\ Organisasi
c. Sering terjadi bahwa seseorang menjadi anggota lebih dari satu organisasi

sehingga batasan organisasi seolah-olah menjadi kabur kalau batasan tersebut

hanya dilihat dari keanggotaan seseorang


 Organisasi dapat diidentifikasikan melalui variabel yang sifatnya informal

dan sulit dipahami tetapi keberadaannya tidak diragukan, disebut budaya


 Jadi, sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai

organisasi jika kelompok tersebut tidak mempunyai budaya


 Dalam hal ini, budaya dianggap sebagai variabel yang menjadi karakteristik

sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan organisasi

lainnya
\ Organisasi
Dimensi Organisasi
Karakter sebuah organisasi dapat dipahami melalui dimensi-dimensi organisasi yang

dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:

[Link] struktural
Adalah karakter organisasi yang bersumber pada sisi internal organisasi, yaitu:

[Link] organisasi: berkaitan dengan seberapa banyak sebuah organisasi membuat

dan mendokumentasikan aturan

[Link]/pembagian kerja: organisasi dengan tingkat spesialisasi yang tinggi

memberi arti bahwa karyawan hanya mengerjakan tugas yang sangat spesifik
\ Organisasi
c. Standarisasi kerja: suatu ukuran kerja atau cara kerja tertentu yang harus

dipatuhi oleh karyawan dalam melakukan kegiatan-kegiatan kerja khususnya

untuk kegiatan-kegiatan yang sejenis

d. Hierarki organisasi: ditunjukkan dalam bentuk struktur atau hierarki

organisasi

e. Kompleksitas organisasi: menunjukkan jumlah aktivitas atau subsistem yang

ada di dalam organisasi, yang secara umum terbagi 3, yaitu kompleksitas

vertikal (adalah jumlah tingkatan di dalam hierarki organisasi), kompleksitas

horizontal (adalah jumlah departemen atau jenis pekerjaan yang ada di dalam

organisasi), dan kompleksitas spatial/ruang (adalah jumlah lokasi di mana

organisasi berada)
\ Organisasi
f. Sentralisasi: hierarki pengambilan keputusan di dalam organisasi

g. Profesionalisme: tingkat pendidikan formal dan latihan-latihan yang harus

dimiliki karyawan untuk suatu posisi jabatan tertentu

h. Rasio personel: merujuk pada penempatan karyawan pada berbagai fungsi

organisasi dan berbagai departemen dalam lingkungan organisasi


 Elemen-elemen ini merupakan determinan karakteristik organisasi, dan menjadi

dasar untuk menjadi sosok organisasi dan membandingkan satu organisasi dengan

organisasi lainnya

2. Dimensi kontekstual
 Adalah karakteristik organisasi secara menyeluruh yang ditentukan oleh:

a. Ukuran/besaran organisasi: ditunjunkkan dengan jumlah karyawan yang bekerja

pada sebuah organisasi


\ Organisasi
b. Teknologi yang digunakan: berkaitan dengan sistem produksi organisasi tersebut

c. Lingkungan organisasi: meliputi semua elemen di luar organisasi yang

berpengaruh terhadap keberadaan organisasi

d. Tujuan dan strategi organisasi: menunjukkan tujuan dan daya kompetitif sebuah

organisasi

e. Budaya organisasi: sering dipahami sebagai satu aset nilai, keyakinan,

pemahaman dan norma perilaku yang dipahami dan dipraktikkan secara bersama-

sama oleh karyawan


 Dimensi ini menjadi faktor penentu bagi keberadaan sebuah organisasi secara

menyeluruh dan berpengaruh terhadap dimensi struktural organisasi


\ Organisasi
Metafora Gunung Es – Aspek Formal dan Informal Organisasi
 Maksud dari aspek formal organisasi adalah elemen/komponen organisasi yang

mudah diakses orang luar, bersifat rasional dan sangat berkaitan dengan struktur

organisasi
 Maksud dari aspek informal organisasi adalah semua komponen yang berkaitan

langsung dan melekat pada diri seseorang dan budaya yang melingkupinya

Jenis-jenis Organisasi
 Dilihat dari alasan mengapa sebuah organisasi didirikan, terbagi 2, yaitu:
\ Organisasi
1. Organisasi berorientasi ekonomi/laba (perusahaan): adalah jenis organisasi

yang sengaja didirikan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan

ekonomi, khususnya kebutuhan ekonomi para pendirinya atau pemilik

organisasi tersebut

2. Organisasi tidak berorientasi ekonomi/laba (nirlaba): dimana ukuran

keberhasilan organisasi bukan laba melainkan ukuran-ukuran lain sesuai

dengan tujuan awal pendirian organisasi


Peran Organisasi\bagi Kehidupan Manusia

 Gareth Jones, seseorang mendirikan organisasi pada dasarnya untuk menciptakan nilai

tambah yang berupa produk ataupun jasa dan berbagai macam output yang diharapkan

dapat memenuhi kebutuhan beberapa kelompok orang yang berbeda kepentingan


 Secara sistemik, proses penciptaan nilai tambah dalam sebuah organisasi terjadi melalui 3

tahap, yaitu masukan, proses transformasi dan keluaran


 Proses pembentukan nilai tambah tidak bisa dilakukan sendirian oleh organisasi

melainkan harus melibatkan berbagai pihak lain yang berbeda kepentingan


 Gareth Jones, kelompok yang berbeda kepentingan disebut stakeholders, dimana

mempunyai motivasi untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi baik secara langsung

maupun tidak langsung karena mereka berharap akan memperoleh imbalan yang lebih

besar dibandingkan dengan kontribusi yang diberikannya


Peran Organisasi\bagi Kehidupan Manusia
 Stakeholder dibagi menjadi 2, yaitu: kelompok yang berada di dalam organisasi dan

kelompk yang berada di luar organisasi


Stakeholders (Pemangku Kepentingan) Kontribusi yang Diberikan Insentif yang Diharapkan

PIHAK DALAM

Pemilik modal Uang dan modal Deviden dan apresiasi harga saham

Manajer Keterampilan dan ekspertis Gaji, bonus, status dan kekuasaan

Karyawan Keterampilan dan ekspertis Upah, bonus, promosi dan pekerjaan yang mapan

PIHAK LUAR

Pelanggan Pendapatan dari konsumen Kualitas dan harga produk

Pemasok Input yang berkualitas Pendapatan dari pembelian input

Pemerintah Peraturan pemerintah Kompetisi yang adil

Komunitas Infrastruktur sosial dan ekonomi Pendapatan, pajak dan pekerjaan

Serikat buruh Perjanjian kerja yang adil dan Imbalan yang pantas
bebas
Masyarakat umum Loyalitas dan reputasi konsumen Kebanggaan nasional
\ Manajemen Organisasi

 Para manajer menempati peran penting di dalam organisasi karena mereka adalah

sekelompok orang yang diberi mandat oleh pemilik organisasi untuk mengelola semua

aset organisasi termasuk didalamnya keuangan, teknologi, SDM dan aset nonfisik lainnya

Peranan Manajer dalam Organisasi


 Stakeholder yang berasal dari dalam organisasi: pemilik modal, manajer dan karyawan
 Hubungan pemilik modal – manajer adalah hubungan employer – employee
 Membedakan manajer dari karyawan biasa adalah manajer (khususnya manajer puncak)

memperoleh mandat dari pemilik modal untuk menjaga, mengelola dan mengembangkan

harta milik pemilik modal


\ Manajemen Organisasi
 Mandat diberikan pemilik modal dalam bentuk keleluasaan para manajer untuk

mengambil keputusan yang menyangkut keberadaan organisasi, sedangkan karyawan

biasa umumnya tidak mempunyai akses untuk pengambilan keputusan organisasi


 Henry Montzberg mengidentifikasikan 10 peran penting yang harus dimiliki oleh seorang

manajer
Status dan otoritas formal
seorang manajer

Peran interpersonal Peran informasional Peran desicional


 Ketokohan  Monitor  Enterprenur
Kepemimpinan Diseminator Penyelesai masalah
Penghubung Pengalokasian sumber daya
Negosiator
\ Manajemen Organisasi

Keterampilan Manajerial
 Beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang manajer adalah

manajer harus memiliki keterampilan manajerial yang berupa keterampilan

teknis, keterampilan hubungan antara manusia dan keterampilan konseptual


 Seseorang yang berada pada level manajer puncak dituntut untuk memiliki

keterampilan konseptual lebih banyak dibandingkan keterampilan teknis


 Seseorang yang berada pada level manajer bawah seharusnya lebih banyak

memiliki keterampilan teknis


TUTORIAL KE-2
MODUL 1

KB 2. RUANG LINGKUP STUDI


PERILAKU ORGANISASI
Pengertian Perilaku Keorganisasian
 Richard L. Daft, perilaku organisasi adalah bidang studi yang membahas
organisasi secara mikro
 Keith Davis & John Newstrom, perilaku organisasi adalah bidang studi yang
mempelajari bagaimana manusia berperilaku dan bertindak di dalam organisasi
 2 cara memandang manusia di dalam organisasi, yaitu:
1. Manusia dipandang sebagai individu: manusia mempunyai sifat dan karakter
yang unik yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain
2. Manusia dipandang sebagai bagian dari kelompok: sebuah kelompok terbentuk
karena masing-masing individu mempunyai kepentingan, orientasi dan
harapan yang sama
Pengertian Perilaku Keorganisasian
 Fungsi norma perilaku kelompok adalah sebagai
1. Pedoman berpikir, berperilaku dan bertindak di antara anggota kelompok
2. Faktor pembentuk karakteristik (identitas diri) kelompok yang membedakan kelompok
tersebut dengan kelompok lainnya
 Stephen Robbins, perilaku keorganisasian adalah bidang studi yang meninvestigasi
individu, kelompok dan struktur organisasi dan dampaknya terhadap perilaku di dalam
organisasi dengan harapan bahwa dengan menerapkan pengetahuan tersebut efektivitas
organisasi dapat ditingkatkan
 Kesimpulan, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi terapan yang mempelajari
perilaku manusia di dalam organisasi, baik manusia dalam kapasitasnya sebagai
individu maupun manusia sebagai kelompok, dan hubungan antara manusia dengan
variabel yang relevan dengan organisasi dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas
organisasi dan kepuasan kerja karyawan
Tujuan Mempelajari Perilaku Organisasi

 Tujuan mempelajari studi perilaku keorganisasian adalah agar para manajer yang

diberi mandat para pemilik organisasi, bisa mendeskripsikan, menjelaskan dan

memprediksi, dan mengendalikan perilaku manusia di dalam organisasi sehingga

tujuan didirkannya organisasi dan tujuan orang-orang yang terlibat di dalamnya

bisa tercapai secara optimal


Level Analisis dalam Studi Perilaku Organisasi
 Studi perilaku keorganisasian dapat dilakukan melalui 3 unit analisis yang berbeda,
yaitu:
1. Level individual: setiap kejadian akan didiagnosis berdasarkan perilaku individu
2. Level kelompok: perilaku kelompok akan terus dipertahankan – sebagai identitas diri
mereka dan disosialisasikan di antara mereka selama kelompok tersebut masih eksis,
disisi lain mereka akan menolak perilaku kelompok lain utamanya demi menjaga dan
melindungi eksistensi mereka
3. Level organisasi: semua kejadian yang terjadi di dalam organisasi akan dianalisis
dalam konteks organisasi
 Lingkungan eksternal organisasi: faktor lingkungan eksternal merupakan variabel
penting yang tidak boleh diabaikan dalam memahami perilaku manusia dan perilaku
organisasi
Kontribusi Disiplin Ilmu Lain
 Disiplin ilmu yang memberi kontribusi terhadap perkembangan disiplin perilaku
keorganisasian, yaitu:
1. Psikologi: merupakan salah satu disiplin ilmu yang memberi kontribusi dan
mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan bidang studi
perilaku keorganisasian
2. Sosiologi: merupakan sebuah studi tentang sistem sosial dan hubungan
antarmanusia dalam masyarakat
3. Antropologi: merupkan bidang studi yang mempelajari hubungan antara manusia
dengan lingkungannya
4. Disiplin-disiplin lain: antara lain ilmu politik, sejarah dan ilmu ekonomi
Sejarah Bidang Studi Perilaku Organisasi
 4 bidang studi lain yang berkembang yang ikut membantu memahami studi
perilaku organisasi, yaitu:
1. Studi kepemimpinan: merupakan studi yang sudah cukup tua
2. Teori pengambilan keputusan: bidang studi organisasi mulai menerapkan teknik
matematik dan statistik sebagai dasar untuk pengambilan keputusan manajer
3. Open system theory: karena organisasi dipandang sebagai sebuah sistem terbuka
dimana setiap individu yang terlibat dengan organisasi, baik itu pekerja maupun
konsumen, bebas menentukan pilihan apakah harus tetap berhubungan dengan
organisasi atau meninggalkannya
4. Contingency theory: bahwa situasi yang berlaku pada saat tertentu akan sangat
mempengaruhi diterapkannya prinsip-prinsip manajemen
Tren Perkembangan dan Tantangan Ke depan
Studi Perilaku Organisasi
 Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif di masa datang berbeda
jika dibandingkan dengan sifat-sifat eksekutif di masa lalu
Sifat-sifat Manajer Masa Lalu Sifat-sifat Manajer Masa Depan

Orang yang sebar tahu Pimpinan sebagai seorang pembelajar

Memiliki visi domestik Memiliki visi global

Memprediksi masa depan berbasis masa lalu Memiliki intuisi untuk masa depan organisasi

Memperhatikan kepentingan orang per orang Memperhatikan kepentingan institusi dan kepentingan
orang per orang
Manajer adalah satu-satunya orang yang memiliki visi Memfasilitasi orang lain memiliki visi

Semata-mata menggunakan kekuasaan Menggunakan kekuasaan dan fasilitas

Menetapkan tujuan dan cara-cara untuk mencapainya Menitikberatkan terhadap proses pencapaian tujuan

Berada sendirian di atas Menjadi bagian dari tim eksekutif

Hanya sekedar mengikuti tata nilai yang ada Bisa menerima hal-hal yang bersifat paradoksal di tengah
adanya keos
Monolingual Multikultural

Lebih ditujukan agar memperoleh kepercayaan dari Lebih ditujukan agar memperoleh kepercayaan pemilik,
komisaris dan pemegang saham konsumen dan karyawan
Tren Perkembangan dan Tantangan Ke depan
Studi Perilaku Organisasi
 Jennifer George & Gareth Jones, studi perilaku keorganisasian menghadapi
beberapa tantangan, diantaranya:
1. Bagaimana mengelola SDM sehingga organisasi memperoleh keunggulan
kompetitif?
2. Bagaimana mengembangkan etika dan tanggung jawab sosial organisasi?
3. Bagaimana mengelola perbedaan?
4. Bagaimana mengelola perilaku keorganisasian manakala sebuah organisasi
beroperasi dalam skala internasional?
5. Bagaimana mengelola perubahan teknologi yang kemungkinan mempengaruhi
tugas-tugas manajer dan para karyawannya?
TUTORIAL KE-2
MODUL 2

KB 1. KEPRIBADIAN DAN
KEMAMPUAN DIRI
KARYAWAN
\Kepribadian (Personality)
Pengertian Kepribadian
 Kurt Lewin, perilaku seseorang merupakan kombinasi dari kepribadian dan

lingkungan tempat orang tersebut tinggal dalam kurun waktu lama, B = f (P, E),

dimana B adalah perilaku, P adalah kepribadian dan E adalah lingkungan


 Kepribadian merupakan satu set karakteristik dan kecenderungan-kecenderungan

seseorang yang bersifat permanen (tidak mudah berubah dalam jangka pendek) yang

menjadikan orang tersebut berbeda atau sama dengan orang lain dalam cara berpikir,

mengungkapkan perasaan dan berperilaku


 Kepribadian bersifat dinamis tidak statis, dalam pengertian kepribadian seseorang

tetap mengalami perubahan meski perubahan tersebut terjadi secara gradual


\Kepribadian (Personality)
Teori Kepribadian
 3 teori kepribadian yang bisa digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku

seseorang atau paling tidak untuk memprediksi reaksi seseorang terhadap stimulan-

stimulan yang datang padanya, yaitu:

1. Conflict theory
 Manusia pada dasarnya tidak bisa menghindarkan diri dan selalu berhadapan dengan 2

kekuatan berlawaran yang saling tarik menarik


 Freud, membagi kepribadian menjadi 3 sistem yang berbeda, yaitu:

a. “id” : diartikan energi psikis yang terletak jauh di dalam alam bawah sadar pikiran

manusia, energi ini berubah menjadi instinct atau dorongan biologis yang secara tidak

sadar dimanfaatkan bayi yang baru lahir untuk memenuhi kebutuhan biologis
\Kepribadian (Personality)
b. “ego” : adalah fungsi mental yang memungkinkan seseorang untuk

menerima dan memberi alasan, membuat keputusan, menyimpan memori

serta memecahkan berbagai macam persoalan

c. “superego” : merupakan pecahan dari “ego”, upaya untuk mengikuti

aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat dan sekaligus

berupaya untuk tidak melanggarnya


 Agar perilaku impulsive seseorang bisa diterima orang lain (masyarakat)

maka ia akan melakukan upaya untuk mempertahankan diri


 Freud, bentuk dari upaya untuk mempertahankan antara lain:
\Kepribadian (Personality)
1. Rasionalisasi: untuk membenarkan perilaku yang dilakukannya, seseorang kadang

melakukan pembenaran dengan argumentasi yang rasional dengan harapan

perilakunya yang compulsive atau tidak rasional tersebut bisa diterima orang lain

2. Proyeksi: untuk memproteksi diri sendiri dari tuduhan perilaku yang tidak

sepatutnya, seseorang kadang menimpakan bahwa perilaku tersebut

sesungguhnya bukan milik dirinya, tetapi milik orang lain seolah-olah bukan

dirinya yang menghendaki perilaku tersebut

3. Represif: adalah melupakan apa-apa yang mungkin bakal menyulitkan atau

membuat malu dirinya

4. Identifikasi: mengidentifikasikan dirinya dengan orang lain, khususnya yang ia

kagumi dan menggunakan citra positif orang lain tersebut sebagai dirinya
\Kepribadian (Personality)
5. Reaksi-formasi: menyembunyikan motif sesungguhnya dengan

melakukan tindakan berlawanan

6. Sublimasi: proses mengekspresikan motif yang tidak bisa diterima

masyarakat dalam bentuk kegiatan yang bisa diterima masyarakat

7. Kompensasi: melakukan upaya-upaya nyata untuk menutup kekuarangan

atau kelemahan di satu sisi dengan sungguh-sunguh menjadi excellent di

bidang lain

2. Fulfillment theory
 Setiap orang hanya memiliki satu kekuatan yang secara terus menerus

mendorong orang tersebut untuk mencapai aktualisasi diri


\Kepribadian (Personality)
 Kepribadian seseorang yang secara konsisten berupaya untuk

mengembangkan diri sesungguhnya sejalan dengan tuntutan masyarakat

yang menghendaki hal yang sama

3. Consistency theory
 Kepribadian merupakan proses pembelajaran melalui pengalaman hidup

seseorang terhadap lingkungannya


 George Kelly, mengembangkan cognitive theory, dimana manusia pada

dasarnya seorang ilmuwan yang berupaya memahami dunia


\Kepribadian (Personality)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Kepribadian dibentuk oleh 3 faktor utama, yaitu:

[Link] keturunan: akan berpengaruh terhadap karakter yang pada gilirannya akan

mempengaruhi kepribadian seseorang

[Link] pengalaman hidup: manusia hidup di lingkungan terbuka, baik dalam

lingkungan keluarga, tempat tinggal, sekolah atau tempat kerja, yang akibatnya

seseorang tidak bisa menghindar untuk tidak berinteraksi dengan sesama, sehingga

menyebabkan ia menimba pengalaman hidup dan pada gilirannya pengalamn hidup

tersebut secara gradual bisa mengubah kepribadian seseorang

[Link] situasi: kepribadian seseorang terkadang tertutupi oleh konteks atau situasi

yang melingkupi perilaku seseorang


\Kepribadian (Personality)
Dimensi Kepribadian
 16 karakter utama yang secara konsisten menjadi prediktor perilaku manusia,

selebihnya hanya bersifat artifisial, yaitu:


16 Sifat Manusia
1. Pendiam, tidak ramah vs Ramah, mudah bergaul
2. Kurang cerdas vs Cukup cerdas
3. Sangat berperasaan vs Stabil secara emosional
4. Patuh vs Dominan
5. Serius vs Riang gembira
6. Bijaksana vs Mendengarkan kata hati
7. Takut vs Berani, suka petualangan
8. Keras kepala vs Sensitif
9. Mudah percaya vs Mudah curiga
\Kepribadian (Personality)
16 Sifat Manusia
10. Praktis vs Imaginatif
11. Terus terang, jujur vs Licik
12. Percaya diri vs Mudah khawatir
13. Konservatif vs Suka mencoba-coba
14. Bergantung pada kelompoknya vs Mandiri
15. Tidak terkendali vs Mengendalikan diri
16. Rileks vs Bergejolak
\Kepribadian (Personality)
The Big Five Model of Personality
 Salah satu dimensi kepribadian yang konsepnya dibangun berdasarkan ke-16

karakter utama adalah “the big five model of personality”, yaitu:

1. Openness to experience: merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan

perilaku seseorang yang cenderung terbuka, bisa menerima berbagai macam

stimuli, mempunyai keinginan yag luas dan berani ambil resiko

2. Conscientiousness: dimensi kepribadian yang menggambarkan sejauh mana

seseorang bertanggung jawab, teguh, dapat dipercaya dan berorientasi pada hasil
\Kepribadian (Personality)
3. Extraversion: dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang percaya diri

atau asertif karena memiliki pengalaman emosional positif sehingga tidak

berprasangka jelek – baik terhadap dirinya, orang lain maupun terhadap lingkungan

sekitar, mudah bermasyarakat dan hangat dalam bergaul karena cenderung berbicara

aktif

4. Agreebleness: dimensi kepribadian yang menggambarkan apakah seseorang secara

natural perilakunya baik, cukup mudah berteman dengan orang lain (kooperatif) dan

percaya kepada orang lain

5. Neuroticism: menggambarkan kepribadian seseorang yang cenderung memiliki

pengalaman emosional negatif, merasa tidak aman, merasa tertekan dan pada

umumnya memandang dirinya dan lingkungan di sekitar secara negatif


\Kepribadian (Personality)
Dimensi-dimensi Kepribadian Lainnya
 Pola pikir, cara mengungkapkan perasaan dan perilaku seseorang dapat diprediksi

melalui dimensi-dimensi kepribadian berikut:

1. Locus of control
 Adalah pusat atau tempat kendali diri yang merupakan dimensi kepribadian yang

menggambarkan keyakinan seseorang terhadap siapa yang mengendalikan nasib dan

jalan hidupnya atau hal-hal lain yang terjadi pada dirinya


 Terbagi 2, yaitu: internal locus of control dan external locus of control

2. Kepribadian type A dan type B


 Gambaran umum bahwa seseorang memmiliki kepribadian type A, adalah:
\Kepribadian (Personality)
a. Selalu bergerak, nerjalan dan makan secara cepat

b. Selalu merasa tidak sabar untuk segera menyelesaikan sesuatu

c. Bisa melakukan 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan

d. Tidak bisa berdiam diri meski saat istirahat sekalipun

e. Selalu terobsesi dengan angka


 Gambaran umum orang yang berkepribadian type B adalah:

a. Tidak pernah merasa dikejar waktu meski dalam kondisi yang mendesak

sekalipun

b. Merasa tidak perlu mendiskusikan hasil kerja, kecuali keadaan

menghendaki lain
\Kepribadian (Personality)
c. Bekerja sekedar untuk sebuah kegembiraan belaka tidak menganggap penting

untuk menunjukkan superioritasnya terhadap orang lain meski dampaknya

baik bagi dirinya

d. Dapat bersantai tanpa merasa bersalah

3. Machiavellianism
 Merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan tingkat pragmatisme

seseorang
 Keberhasilan seorang Machiavellian sangat bergantung pada variabel-variabel

penunjang, antara lain:

a. Seorang Machiavellian akan berhasil jika interaksi dengan orang lain

dilakukan secara langsung


\Kepribadian (Personality)
b. Keberhasilan seorang Machiavellian akan semakin tinggi jika di dalam

sebuah organisasi terhadap sedikit aturan

c. Seorang Machiavellian akan lebih keberhasilannya jika dalam bertransaksi

menuntut keterlibatan emosi yang sangat minimal

4. Self esteem
 Adalah dimensi kepribadian yang digambarkan oleh sejauh mana seseorang

menyukai atau tidak menyukai dirinya

5. Self monitoring
 Adalah dimensi kepribadian yang mengungkap perilaku seseorang

berdasarkan tingkat kemampuan orang tersebut untuk menyesuaikan diri

terhadap situasi lingkungan


\ Kemampuan Diri

 Kemampuan diri adalah kapabilitas seseorang untuk mengerjakan berbacam

pekerjaan
 Jika ability adalah kemampuan seseorang secara umum, maka skill merupakan

kemampuan yang dimiliki seseorang secara khusus


 Hasil kerja seseorang akan dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu kemampuan diri, usaha

dan keterampilan
 Kemampuan diri dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Kemampuan mental/kognitif
 Adalah kemampuan intelektual seseorang untuk berpikir, mengemukakan alasan dan

mengambil keputusan
\ Kemampuan Diri
Dimensi Kemampuan Mental
Intelegensia

Kemampuan Kemampuan Kemampuan Kemampuan


verbal memberikan alasan untuk mengingat mempersepsi

Kemampuan Kemampuan melihat Kemampuan Kemampuan


deduktif hubungan sebab melihat dimensi numerik
akibat tata ruang
\ Kemampuan Diri

2. Emotional Intelligence (EI atau EQ)


 Adalah seperangkat kemampuan diri yang berkaitan dengan sisi kehidupan

manusia yang menyentuh emosi atau perasaan


 Komponen-komponen kemampuan diri yang termasuk ke dalam EQ adalah:

a. Kemampuan untuk mengakui dan mengatur emosi diri sendiri

b. Kemampuan untuk mengakui dan mempengaruhi emosi orang lain

c. Motivasi diri

d. Mampu membandun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan orang

lain
\ Kemampuan Diri

3. Kemampuan fisik
 Terbagi menjadi 2, yaitu:

a. Kemampuan motorik: kemampuan fisik seseorang untuk memanipulasi objek

yang berada dalam sebuah lingkungan, dapat dibedakan menjadi 11 macam

b. Kemampuan fisik: kebugaran dan kekuatan seseorang secara fisik, dibedakan

menjadi 9 macam
TUTORIAL KE-2
MODUL 2

KB 2. NILAI-NILAI INDIVIDU
DAN SIKAP KERJA
Nilai-nilai Individu
 Nilai adalah sebuah konsep yang abstrak yang hanya bisa dipahami jika dikaitkan
dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu
 Atau, nilai diartikan juga dengan prinsip, tujuan atau standar sosial yang dipertahankan
oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) karena secara intrinsik
mengandung makna
 Kriteria untuk menentukan nilai biasanya didasarkan pada pertimbangan moralitas,
yakni hal-hal yang seharusnya atau sesuatu yang baik
 Esensi dari setiap konsep nilai adalah sama, yaitu:
1. Sebuah konsep atau keyakinan
2. Tentang tujuan akhir atau sebuah perilaku yang patut dicapai
3. Yang bersifat transendental untuk situasi tertentu
4. Menjadi pedoman untuk memilih atau mengevaluasi perilaku atau sebuah kejadian
5. Tersusun sesuai dengan arti pentingnya
Nilai-nilai Individu
 Jika komponen nilai disederhanakan, maka nilai terdiri dari 2 komponen
utama, yaitu:
1. Setiap definisi memfokuskan perhatiannya pada 2 jenis nilai, yakni means (alat
atau tindakan) dan ends (tujuan)
2. Nilai dipandang sebagai preferensi atau prioritas bagi seseorang
Nilai-nilai Individu
Peran Nilai
 Dalam bidang studi perilaku organisasi memahami nilai-nilai personal
karyawan bukan merupakan pilihan melainkan menjadi keharusan bagi para
manajer karena nilai-nilai personal merupakan landasan untuk memahami
sikap dan perilaku karyawan
 Setiap orang yang bergabung dengan sebuah organisasi pasti tidak pernah
bebas nilai sehingga dalam menjalankan pekerjaannya seseorang lebih
memilih perilaku atau outcome tertentu yang sesuai dengan tata nilainya
dibandingkan dengan perilaku atau outcome lainnya
Nilai-nilai Individu
Sumber dari Sistem Nilai
 Secara tradisional peranan orang tua dalam membangun nilai personal sangat
dominan
 Teman bergaul dan sumber-sumber lain yang dekat dengan seseorang juga
memberi kontribusi terhadap pembentukan nilai-nilai personal

Tipe Nilai
 Rokeach membedakan nilai menjadi 2, yaitu terminal dan instrumental value
 Allport, dkk. Membuat kategorisasi nilai dengan cara berbeda, yaitu:
1. Nilai teoretik: memberi tempat yang sangat tinggi terhadap upaya mencari
kebenaran melalui pendekatan kritis dan rasional
2. Nilai ekonometik: menekankan pentingnya nilai guna dan kepraktisan
Nilai-nilai Individu

3. Nilai estetika: memberi penghargaan yang tinggi terhadap bentuk dan


harmoni
4. Nilai sosial: memberi perhatian yang tinggi terhadap kepentingan
masyarakat
5. Nilai politik: memperoleh kekuasaan dan mampu mempengaruhi banyak
orang
6. Nilai religi: menjunjung tinggi aturan-aturan agama

Konflik Nilai
Organisasi adalah tempat bertemunya berbagai macam konsep nilai-nilai
masyarakat, nilai institusi, nilai organisasi, nilai kerja, nilai profesi dan nilai
personal
Nilai-nilai Individu
 Akibat langsung dari bertemunya konsep nilai tersebut adalah kemungkinan terjadinya
perbedaan antara satu konsep nilai dengan konsep nilai yang lain yang selanjutnya
terjadi konflik nilai
 Konflik nilai bersumber pada diri seseorang, hubungan antarmanusia dan hubungan
antara seseorang dengan organisasi
 Jenis-jenis konflik:
1. Intrapersonal value conflict
 Merupakan konflik nilai yang terjadi pada diri seseorang
 Hampir sama dengan role conflict, hanya perbedaannya adalah jika role confllict
melibatkan pihak eksternal yang mengharapkan seseorang di dalam kehidupan
organisasi memainkan suatu peran tertentu yang tidak sama dengan peran yang
dimainkannya, sedangkan intrapersonal value conflict hanya melibatkan diri sendiri
khususnya mengenal skala prioritas yang hendak dicapai
Nilai-nilai Individu

2. Interpersonal value conflict


 Merupakan konflik antara 2 orang yang berbeda kepribadian sehingga ketika
seseorang melakukan tindakan tertentu dianggap tidak logis oleh orang lain
3. Person – organization value conflict
 Martha Brown menegaskan bahwa nilai-nilai organisasi dipengaruhi oleh
nilai-nilai masyarakat karena organisasi sering disebut sebagai subsistem
dari sistem sosial yang lebih besar, yang mungkin bisa menimbulkan konflik
 Penyebabnya karena faktor utama pembentuk nilai-nilai organisasi adalah
nilai-nilai individu para pendiri organisasi
Nilai-nilai Individu

Mengatasi Konflik Nilai


Untuk mengatasi intrapersonal conflict, Barbara Moses, menyarankan agar
organisasi bisa menjadi tempat yang bersahabat dengan kehidupan yang memberi
kesempatan kepada karyawan untuk merefleksikan dirinya – bagaimana seorang
karyawan menjalani hidup dan menghabiskan waktunya untuk kehidupan
Untuk mengatasi interpersonal conflict, Thomas Behr, menyarankan agar para
eksekutif menjadi value-centered leaders, yakni menjadi seorang pemimpin yang
berbasi pada nilai-nilai
Sikap Kerja

 4 alasan mengapa seorang manajer perlu memahami sikap karyawan, yaitu:

1. Pada situasi tertentu sikap seseorang berpengaruh terhadap perilaku individu

orang tersebut

2. Dalam konteks pekerjaan, membangun sikap kerja positif sangat berguna bagi

alasan kemanusiaan terlepas bahwa sikap tersebut akan meningkakan

produktivitas seseorang atau tidak

3. Banyak organisasi yang dengan sengaja mendesain program untuk menciptakan

sikap positif

4. Sikap seseorang memainkan peran penting dalam studi perilaku organisasi

khususnya teori motivasi


Sikap Kerja
Definisi Sikap
 Sikap adalah sebuah konstruk/konsep/bangunan yang bersifat hipotetik

 Untuk memahami sikap seseorang terhadap sebuah objek, yang perlu dilakukan adalah:

1. Perlu mencermati apa yang dikatakan atau dilakukan seseorang terhadap sebuah objek

tersebut

2. Menginterpretasikan maksud dari perkataan atau tindakan orang tersebut

3. Memahami perilaku orang bersangkutan


 Sikap merupakan ungkapan perasaan seseorang yang persisten terhadap sebuah objek, baik

ungkapan yang bernada positif atau negatif


 Sikap berpengaruh terhadap perilaku seseorang, bedanya adalah jika nilai-nilai individu

mempengaruhi perilaku seseorang secara keseluruhan bahkan pada situasi berbeda, sikap

hanya spesifik
Sikap Kerja

Komponen Sikap
 3 komponen berbeda pembentuk sikap, yaitu:

1. Cognitive component: informasi yang dimiliki seseorang tentang objek yang

disikapi

2. Affective component: perasaan dan emosi seseorang terhadap sebuah objek

3. Behavioral component: cara seseorang menunjukkan perilakunya terhadap sebuah

objek
Sikap Kerja

Hubungan antara Sikap dan Perilaku


1

2 5

Keterangan: 4

1 = kekuatan-kekuatan yang bersifat situasional

2 = sikap atau nilai-nilai individu

3 = motif berperilaku

4 = pembenaran berperilaku

5 = perilaku
Sikap Kerja

 Sikap mempengaruhi perilaku dengan terlebih dahulu mempengaruhi motif berperilaku,

sedangkan perilaku mempengaruhi sikap melalui proses yang menuntut agar seseorang

menyesuaikan perilakunya
 3 komponen dalam hubungan antara sikap dan perilaku, yaitu:

1. Motif berperilaku: sejauh mana seseorang tertarik untuk bertindak

2. Motif khusus: 4 faktor untuk menentukan tingkat kekhususan, yaitu:

a. Seberapa baik perilakku tertentu telah divisualisasikan secara jelas dan detail

b. Apakah objeknya sudah ditentukan sehingga seseorang bisa mengarahkan perilakunya ke

objek tersebut

c. Bagaimana dengan konteks yang melingkupi seseorang berperilaku sudah didefinisikan

dengan jelas
Sikap Kerja

d. Untuk berperilaku secara spesifik, apakah waktunya sudah ditentukan

dengan jelas

3. Pembenaran perilaku: upaya seseorang untuk mengiterpretasi dan memaknai

perilakunya, dimana besarnya perubahan sikap seseorang sangat tergantung

pada besarnya kebutuhan seseorang untuk membenarkan perilakunya, yang

terjadi jika: seseorang diminta untuk menjelaskan perilakunya, ketika

seseorang menyatakannya secara terbuka, jika ada alternatif perilaku, dan

jika ada kebebasan berperilaku


Sikap Kerja

Merubah Sikap
 Perubahan sikap dapat dilakukan dengan menambah, menghilangkan atau
memodifikasi keyakinan atau komponen afektif lainnya, yaitu:
1. Memberi informasi baru: dapat merubah keyakinan seseorang
2. Menambah atau mengurangi rasa takut: disebabkan karena pemberian rasa takut
yang moderat akan lebih menarik perhatian dan keinginan untuk berubah
3. Menambah atau mengurangi keraguan: seseorang akan terus berusaha untuk
mempertahankan keyakinan, sikap dan perilakunya secara konsisten
4. Partisipasi dalam diskusi kelompok: melibatkan seseorang dalam diskusi
kelompok
Sikap Kerja
Sikap Kerja
 Anggapan dan sikap kerja yang perlu dipahami, antara lain:
Anggapan Kerja Sikap Kerja Perilaku Kerja
Kerja adalah hukuman Negatif, tidak ikhlas, ragu- Menderita, pasif, menyesal,
ragu protes
Kerja adalah upeti Negatif, pasrah Ketakutan, kehilangan,
terpaksa
Kerja adalah beban Negatif, tidak ikhlas Keberatan, ingin cepat
lepas dari kerja
Kerja adalah kewajiban Positif jika haknya Aktif
dipenuhi
Kerja adalah sumber Positif jika bisa berhasil Aktif, sangat aktif
penghasilan
Kerja adalah kesenangan Positif, negatif Aktif tetapi sekadarnya
Kerja adalah status Positif Aktif
Kerja adalah prestise Positif, negatif Aktif, bangga, negatif
Sikap Kerja
Anggapan Kerja Sikap Kerja Perilaku Kerja
Kerja adalah harga diri Positif Aktif
Kerja adalah aktualisasi Positif Sangat aktif, rela berkorban
diri
Kerja adalah panggilan Positif, selektif Sangat aktif, rela berkorban
jiwa
Kerja adalah pengabdian Positif, tanpa pamrih Sangat aktif, rela berkorban

Kerja adalah hidup Positif, resilient Sangat aktif


Kerja adalah ibadah Positif Sangat aktif, ritual
Kerja adalah suci Positif Aktif, pasif
Sikap Kerja

Kepuasan Kerja
 Tugas seorang manajer adalah meningkatkan kinerja organisasi dan

meningkatkan kepuasan kerja karyawan – 2 variabel yang bisa saling

mempengaruhi, tetapi bisa juga independen satu sama lain


 Kepuasan kerja dalam beberapa hal dipengaruhi oleh sikap kerja karyawan dan

selanjutnya berdampak pada keterlibatan kerja, komitmen organisasi dan tingkat

kesehatan fisik dan mental karyawan


 Ketidakpuasan dalam bekerja bisa meningkatkan tingkat absensi, kegersangan

organisasi, iklim kerja yang tidak kondusif dan persoalan-persoalan

ketenagakerjaan lainnya
Sikap Kerja
Komitmen Organisasi
 Adalah tingkat identifikasi diri dan keterlibatan karyawan terhadap organisasi

 3 karakteristik penting berkaitan dengan komitmen organisasi, yaitu:

1. Keyakinan yang sangat kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi

2. Mau berupaya lebih keras demi organisasi

3. Mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap menjadi bagian dari organisasi
 Ke-3 karakteristik ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi bukan sekadar

loyal kepada organisasi secara pasif melainkan berpartisipasi aktif dengan

memberi kontribusi personal agar organisasi berhasil


 Komitmen karyawan terhadap organisasi, disebabkan karena beberapa faktor

berikut:
Sikap Kerja
1. Faktor personal

2. Karakteristik yang terkait dengan peran karyawan

3. Karakteristik struktural

4. Pengalaman kerja

Keterlibatan Kerja
 Keterlibatan kerja adalah kekuatan hubungan antara konsep diri dan kerja

individual seseorang
Seseorang dikatakan keterlibatannya dalam kerja sangat tinggi, jika:

1. Berpartisipasi secara aktif

2. Memandang kerja sebagai bagian dari hidup yang sangat penting


Sikap Kerja

3. Melihat pekerjaan dan seberapa baik ia bekerja sebagai bagian penting dari

konsep diri mereka


Keterlibatan kerja merupakan hasil dari kombinasi anatar orientasi nilai si

pekerja dengan karakteristik pekerjaan yang diharapkan yang memungkinkan

ia terlibat dalam pekerjaan

Anda mungkin juga menyukai