TUTORIAL KE-2
MODUL 1 & MODUL 2
KB 1. MANUSIA, ORGANISASI
DAN MANAJEMEN
\ Organisasi
Definisi Organisasi
Organisasi didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang bekerja sama dalam
rangka mencapai tujuan bersama
Stephen P. Robbins, organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk
jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan 2 orang atau lebih yang bekerja
bersama-sama dan terkoordinasi, mempunyai pola kerja tertentu yang terstruktur dan
didirikan untuk mencapai tujuan bersama atau satu set tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya
David Cherrington, organisasi adalah sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang
teratur yang didirikan oleh manusia dan beranggotakan sekelompok manusia dalam
rangka untuk mencapai satu set tujuan tertentu
\ Organisasi
Jennifer M. George & Gareth Jones, organisasi adalah kumpulan manusia yang
bekerja bersama untuk mencapai tujuan individu dan tujuan organisasi
Richard Daft, organisasi adalah sebuah entitas sosial yang berorientasi pada tujuan
dengan suatu sistem kegiatan yang terstruktur dan mempunyai batas-batas yang bisa
teridentifikasi
Kesimpulan, organisasi adalah unit sosial atau entitas sosial yang didirikan oleh
manusia untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan sekelompok manusia
– minimal 2 orang, mempunyai kegiatan yang terkoordinir, teratur dan terstruktur,
didirikan untuk mencapai tujuan tertentu dan mempunyai identitas diri yang
membedakan satu entitas dengan entitas lainnya
\Kepribadian (Personality)
Teori Kepribadian
5 karakteristik utama organisasi, yaitu:
1. unit/entitas sosial
Organisasi adalah rekayasa sosial hasil karya manusia yang bersifat tidak kasat mata
dan abstrak
Sebagai entitas sosial, organisasi umumnya didirikan untuk jangka waktu yang relatif
lama bisa berumur puluhan tahun atau ratusan tahun bahkan bisa mencapai waktu
yang tidak terbatas
2. Beranggotakan minimal 2 orang
Sebagai hasil karya cipta manusia, organisasi bisa didirikan oleh seseorang yang
mempunyai kemampuan, pengetahuan dan sarana lainnya
\ Organisasi
Organisasi didirikan oleh manusia untuk kepentingan manusia
Salah satu persyaratan agar sebuah entitas sosial disebut organisasi adalah harus
beranggotakan 2 orang atau lebih agar kedua orang tersebut bisa saling kerja sama,
melakukan pembagian kerja dan agar terdapat spesialisasi dalam pekerjaan
3. Berpola kerja yang terstruktur
Berkumpulnya 2 orang atau lebih belum dikatakan sebagai organisasi manakala
berkumpulnya 2 orang atau lebih tersebut tidak terkoordinasi dan tidak mempunyai
pola kerja yang terstruktur
4. Mempunyai tujuan
Tujuan didirikannya sebuah organisasi adalah agar sekelompok manusia yang
bekerja dalam satu ikatan kerja lebih mudah mencapai tujuannya ketimbang mereka
harus bekerja sendiri-sendiri
\ Organisasi
5. Mempunyai identitas diri
Sekelompok manusia diorganisir untuk melakukan kegiatan maka jadilah
sekelompok manusia tersebut entitas sosial yang berbeda dengan entitas sosial
lainnya
Perbedaan satu entitas sosial dengan entitas sosial lainnya sulit untuk diidentifikasi
karena beberapa alasan, yaitu:
a. Sifat organisasi yang intangible dan abstrak menyulitkan seseorang untuk melihat
atau menyentuh organisasi
b. Organisasi sebagai subsistem dari sistem sosial yang lebih besar memungkinkan
para anggotanya saling berinteraksi dengan anggota masyarakat di luar organisasi
\ Organisasi
c. Sering terjadi bahwa seseorang menjadi anggota lebih dari satu organisasi
sehingga batasan organisasi seolah-olah menjadi kabur kalau batasan tersebut
hanya dilihat dari keanggotaan seseorang
Organisasi dapat diidentifikasikan melalui variabel yang sifatnya informal
dan sulit dipahami tetapi keberadaannya tidak diragukan, disebut budaya
Jadi, sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai
organisasi jika kelompok tersebut tidak mempunyai budaya
Dalam hal ini, budaya dianggap sebagai variabel yang menjadi karakteristik
sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan organisasi
lainnya
\ Organisasi
Dimensi Organisasi
Karakter sebuah organisasi dapat dipahami melalui dimensi-dimensi organisasi yang
dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:
[Link] struktural
Adalah karakter organisasi yang bersumber pada sisi internal organisasi, yaitu:
[Link] organisasi: berkaitan dengan seberapa banyak sebuah organisasi membuat
dan mendokumentasikan aturan
[Link]/pembagian kerja: organisasi dengan tingkat spesialisasi yang tinggi
memberi arti bahwa karyawan hanya mengerjakan tugas yang sangat spesifik
\ Organisasi
c. Standarisasi kerja: suatu ukuran kerja atau cara kerja tertentu yang harus
dipatuhi oleh karyawan dalam melakukan kegiatan-kegiatan kerja khususnya
untuk kegiatan-kegiatan yang sejenis
d. Hierarki organisasi: ditunjukkan dalam bentuk struktur atau hierarki
organisasi
e. Kompleksitas organisasi: menunjukkan jumlah aktivitas atau subsistem yang
ada di dalam organisasi, yang secara umum terbagi 3, yaitu kompleksitas
vertikal (adalah jumlah tingkatan di dalam hierarki organisasi), kompleksitas
horizontal (adalah jumlah departemen atau jenis pekerjaan yang ada di dalam
organisasi), dan kompleksitas spatial/ruang (adalah jumlah lokasi di mana
organisasi berada)
\ Organisasi
f. Sentralisasi: hierarki pengambilan keputusan di dalam organisasi
g. Profesionalisme: tingkat pendidikan formal dan latihan-latihan yang harus
dimiliki karyawan untuk suatu posisi jabatan tertentu
h. Rasio personel: merujuk pada penempatan karyawan pada berbagai fungsi
organisasi dan berbagai departemen dalam lingkungan organisasi
Elemen-elemen ini merupakan determinan karakteristik organisasi, dan menjadi
dasar untuk menjadi sosok organisasi dan membandingkan satu organisasi dengan
organisasi lainnya
2. Dimensi kontekstual
Adalah karakteristik organisasi secara menyeluruh yang ditentukan oleh:
a. Ukuran/besaran organisasi: ditunjunkkan dengan jumlah karyawan yang bekerja
pada sebuah organisasi
\ Organisasi
b. Teknologi yang digunakan: berkaitan dengan sistem produksi organisasi tersebut
c. Lingkungan organisasi: meliputi semua elemen di luar organisasi yang
berpengaruh terhadap keberadaan organisasi
d. Tujuan dan strategi organisasi: menunjukkan tujuan dan daya kompetitif sebuah
organisasi
e. Budaya organisasi: sering dipahami sebagai satu aset nilai, keyakinan,
pemahaman dan norma perilaku yang dipahami dan dipraktikkan secara bersama-
sama oleh karyawan
Dimensi ini menjadi faktor penentu bagi keberadaan sebuah organisasi secara
menyeluruh dan berpengaruh terhadap dimensi struktural organisasi
\ Organisasi
Metafora Gunung Es – Aspek Formal dan Informal Organisasi
Maksud dari aspek formal organisasi adalah elemen/komponen organisasi yang
mudah diakses orang luar, bersifat rasional dan sangat berkaitan dengan struktur
organisasi
Maksud dari aspek informal organisasi adalah semua komponen yang berkaitan
langsung dan melekat pada diri seseorang dan budaya yang melingkupinya
Jenis-jenis Organisasi
Dilihat dari alasan mengapa sebuah organisasi didirikan, terbagi 2, yaitu:
\ Organisasi
1. Organisasi berorientasi ekonomi/laba (perusahaan): adalah jenis organisasi
yang sengaja didirikan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan
ekonomi, khususnya kebutuhan ekonomi para pendirinya atau pemilik
organisasi tersebut
2. Organisasi tidak berorientasi ekonomi/laba (nirlaba): dimana ukuran
keberhasilan organisasi bukan laba melainkan ukuran-ukuran lain sesuai
dengan tujuan awal pendirian organisasi
Peran Organisasi\bagi Kehidupan Manusia
Gareth Jones, seseorang mendirikan organisasi pada dasarnya untuk menciptakan nilai
tambah yang berupa produk ataupun jasa dan berbagai macam output yang diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan beberapa kelompok orang yang berbeda kepentingan
Secara sistemik, proses penciptaan nilai tambah dalam sebuah organisasi terjadi melalui 3
tahap, yaitu masukan, proses transformasi dan keluaran
Proses pembentukan nilai tambah tidak bisa dilakukan sendirian oleh organisasi
melainkan harus melibatkan berbagai pihak lain yang berbeda kepentingan
Gareth Jones, kelompok yang berbeda kepentingan disebut stakeholders, dimana
mempunyai motivasi untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi baik secara langsung
maupun tidak langsung karena mereka berharap akan memperoleh imbalan yang lebih
besar dibandingkan dengan kontribusi yang diberikannya
Peran Organisasi\bagi Kehidupan Manusia
Stakeholder dibagi menjadi 2, yaitu: kelompok yang berada di dalam organisasi dan
kelompk yang berada di luar organisasi
Stakeholders (Pemangku Kepentingan) Kontribusi yang Diberikan Insentif yang Diharapkan
PIHAK DALAM
Pemilik modal Uang dan modal Deviden dan apresiasi harga saham
Manajer Keterampilan dan ekspertis Gaji, bonus, status dan kekuasaan
Karyawan Keterampilan dan ekspertis Upah, bonus, promosi dan pekerjaan yang mapan
PIHAK LUAR
Pelanggan Pendapatan dari konsumen Kualitas dan harga produk
Pemasok Input yang berkualitas Pendapatan dari pembelian input
Pemerintah Peraturan pemerintah Kompetisi yang adil
Komunitas Infrastruktur sosial dan ekonomi Pendapatan, pajak dan pekerjaan
Serikat buruh Perjanjian kerja yang adil dan Imbalan yang pantas
bebas
Masyarakat umum Loyalitas dan reputasi konsumen Kebanggaan nasional
\ Manajemen Organisasi
Para manajer menempati peran penting di dalam organisasi karena mereka adalah
sekelompok orang yang diberi mandat oleh pemilik organisasi untuk mengelola semua
aset organisasi termasuk didalamnya keuangan, teknologi, SDM dan aset nonfisik lainnya
Peranan Manajer dalam Organisasi
Stakeholder yang berasal dari dalam organisasi: pemilik modal, manajer dan karyawan
Hubungan pemilik modal – manajer adalah hubungan employer – employee
Membedakan manajer dari karyawan biasa adalah manajer (khususnya manajer puncak)
memperoleh mandat dari pemilik modal untuk menjaga, mengelola dan mengembangkan
harta milik pemilik modal
\ Manajemen Organisasi
Mandat diberikan pemilik modal dalam bentuk keleluasaan para manajer untuk
mengambil keputusan yang menyangkut keberadaan organisasi, sedangkan karyawan
biasa umumnya tidak mempunyai akses untuk pengambilan keputusan organisasi
Henry Montzberg mengidentifikasikan 10 peran penting yang harus dimiliki oleh seorang
manajer
Status dan otoritas formal
seorang manajer
Peran interpersonal Peran informasional Peran desicional
Ketokohan Monitor Enterprenur
Kepemimpinan Diseminator Penyelesai masalah
Penghubung Pengalokasian sumber daya
Negosiator
\ Manajemen Organisasi
Keterampilan Manajerial
Beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang manajer adalah
manajer harus memiliki keterampilan manajerial yang berupa keterampilan
teknis, keterampilan hubungan antara manusia dan keterampilan konseptual
Seseorang yang berada pada level manajer puncak dituntut untuk memiliki
keterampilan konseptual lebih banyak dibandingkan keterampilan teknis
Seseorang yang berada pada level manajer bawah seharusnya lebih banyak
memiliki keterampilan teknis
TUTORIAL KE-2
MODUL 1
KB 2. RUANG LINGKUP STUDI
PERILAKU ORGANISASI
Pengertian Perilaku Keorganisasian
Richard L. Daft, perilaku organisasi adalah bidang studi yang membahas
organisasi secara mikro
Keith Davis & John Newstrom, perilaku organisasi adalah bidang studi yang
mempelajari bagaimana manusia berperilaku dan bertindak di dalam organisasi
2 cara memandang manusia di dalam organisasi, yaitu:
1. Manusia dipandang sebagai individu: manusia mempunyai sifat dan karakter
yang unik yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain
2. Manusia dipandang sebagai bagian dari kelompok: sebuah kelompok terbentuk
karena masing-masing individu mempunyai kepentingan, orientasi dan
harapan yang sama
Pengertian Perilaku Keorganisasian
Fungsi norma perilaku kelompok adalah sebagai
1. Pedoman berpikir, berperilaku dan bertindak di antara anggota kelompok
2. Faktor pembentuk karakteristik (identitas diri) kelompok yang membedakan kelompok
tersebut dengan kelompok lainnya
Stephen Robbins, perilaku keorganisasian adalah bidang studi yang meninvestigasi
individu, kelompok dan struktur organisasi dan dampaknya terhadap perilaku di dalam
organisasi dengan harapan bahwa dengan menerapkan pengetahuan tersebut efektivitas
organisasi dapat ditingkatkan
Kesimpulan, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi terapan yang mempelajari
perilaku manusia di dalam organisasi, baik manusia dalam kapasitasnya sebagai
individu maupun manusia sebagai kelompok, dan hubungan antara manusia dengan
variabel yang relevan dengan organisasi dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas
organisasi dan kepuasan kerja karyawan
Tujuan Mempelajari Perilaku Organisasi
Tujuan mempelajari studi perilaku keorganisasian adalah agar para manajer yang
diberi mandat para pemilik organisasi, bisa mendeskripsikan, menjelaskan dan
memprediksi, dan mengendalikan perilaku manusia di dalam organisasi sehingga
tujuan didirkannya organisasi dan tujuan orang-orang yang terlibat di dalamnya
bisa tercapai secara optimal
Level Analisis dalam Studi Perilaku Organisasi
Studi perilaku keorganisasian dapat dilakukan melalui 3 unit analisis yang berbeda,
yaitu:
1. Level individual: setiap kejadian akan didiagnosis berdasarkan perilaku individu
2. Level kelompok: perilaku kelompok akan terus dipertahankan – sebagai identitas diri
mereka dan disosialisasikan di antara mereka selama kelompok tersebut masih eksis,
disisi lain mereka akan menolak perilaku kelompok lain utamanya demi menjaga dan
melindungi eksistensi mereka
3. Level organisasi: semua kejadian yang terjadi di dalam organisasi akan dianalisis
dalam konteks organisasi
Lingkungan eksternal organisasi: faktor lingkungan eksternal merupakan variabel
penting yang tidak boleh diabaikan dalam memahami perilaku manusia dan perilaku
organisasi
Kontribusi Disiplin Ilmu Lain
Disiplin ilmu yang memberi kontribusi terhadap perkembangan disiplin perilaku
keorganisasian, yaitu:
1. Psikologi: merupakan salah satu disiplin ilmu yang memberi kontribusi dan
mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan bidang studi
perilaku keorganisasian
2. Sosiologi: merupakan sebuah studi tentang sistem sosial dan hubungan
antarmanusia dalam masyarakat
3. Antropologi: merupkan bidang studi yang mempelajari hubungan antara manusia
dengan lingkungannya
4. Disiplin-disiplin lain: antara lain ilmu politik, sejarah dan ilmu ekonomi
Sejarah Bidang Studi Perilaku Organisasi
4 bidang studi lain yang berkembang yang ikut membantu memahami studi
perilaku organisasi, yaitu:
1. Studi kepemimpinan: merupakan studi yang sudah cukup tua
2. Teori pengambilan keputusan: bidang studi organisasi mulai menerapkan teknik
matematik dan statistik sebagai dasar untuk pengambilan keputusan manajer
3. Open system theory: karena organisasi dipandang sebagai sebuah sistem terbuka
dimana setiap individu yang terlibat dengan organisasi, baik itu pekerja maupun
konsumen, bebas menentukan pilihan apakah harus tetap berhubungan dengan
organisasi atau meninggalkannya
4. Contingency theory: bahwa situasi yang berlaku pada saat tertentu akan sangat
mempengaruhi diterapkannya prinsip-prinsip manajemen
Tren Perkembangan dan Tantangan Ke depan
Studi Perilaku Organisasi
Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif di masa datang berbeda
jika dibandingkan dengan sifat-sifat eksekutif di masa lalu
Sifat-sifat Manajer Masa Lalu Sifat-sifat Manajer Masa Depan
Orang yang sebar tahu Pimpinan sebagai seorang pembelajar
Memiliki visi domestik Memiliki visi global
Memprediksi masa depan berbasis masa lalu Memiliki intuisi untuk masa depan organisasi
Memperhatikan kepentingan orang per orang Memperhatikan kepentingan institusi dan kepentingan
orang per orang
Manajer adalah satu-satunya orang yang memiliki visi Memfasilitasi orang lain memiliki visi
Semata-mata menggunakan kekuasaan Menggunakan kekuasaan dan fasilitas
Menetapkan tujuan dan cara-cara untuk mencapainya Menitikberatkan terhadap proses pencapaian tujuan
Berada sendirian di atas Menjadi bagian dari tim eksekutif
Hanya sekedar mengikuti tata nilai yang ada Bisa menerima hal-hal yang bersifat paradoksal di tengah
adanya keos
Monolingual Multikultural
Lebih ditujukan agar memperoleh kepercayaan dari Lebih ditujukan agar memperoleh kepercayaan pemilik,
komisaris dan pemegang saham konsumen dan karyawan
Tren Perkembangan dan Tantangan Ke depan
Studi Perilaku Organisasi
Jennifer George & Gareth Jones, studi perilaku keorganisasian menghadapi
beberapa tantangan, diantaranya:
1. Bagaimana mengelola SDM sehingga organisasi memperoleh keunggulan
kompetitif?
2. Bagaimana mengembangkan etika dan tanggung jawab sosial organisasi?
3. Bagaimana mengelola perbedaan?
4. Bagaimana mengelola perilaku keorganisasian manakala sebuah organisasi
beroperasi dalam skala internasional?
5. Bagaimana mengelola perubahan teknologi yang kemungkinan mempengaruhi
tugas-tugas manajer dan para karyawannya?
TUTORIAL KE-2
MODUL 2
KB 1. KEPRIBADIAN DAN
KEMAMPUAN DIRI
KARYAWAN
\Kepribadian (Personality)
Pengertian Kepribadian
Kurt Lewin, perilaku seseorang merupakan kombinasi dari kepribadian dan
lingkungan tempat orang tersebut tinggal dalam kurun waktu lama, B = f (P, E),
dimana B adalah perilaku, P adalah kepribadian dan E adalah lingkungan
Kepribadian merupakan satu set karakteristik dan kecenderungan-kecenderungan
seseorang yang bersifat permanen (tidak mudah berubah dalam jangka pendek) yang
menjadikan orang tersebut berbeda atau sama dengan orang lain dalam cara berpikir,
mengungkapkan perasaan dan berperilaku
Kepribadian bersifat dinamis tidak statis, dalam pengertian kepribadian seseorang
tetap mengalami perubahan meski perubahan tersebut terjadi secara gradual
\Kepribadian (Personality)
Teori Kepribadian
3 teori kepribadian yang bisa digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku
seseorang atau paling tidak untuk memprediksi reaksi seseorang terhadap stimulan-
stimulan yang datang padanya, yaitu:
1. Conflict theory
Manusia pada dasarnya tidak bisa menghindarkan diri dan selalu berhadapan dengan 2
kekuatan berlawaran yang saling tarik menarik
Freud, membagi kepribadian menjadi 3 sistem yang berbeda, yaitu:
a. “id” : diartikan energi psikis yang terletak jauh di dalam alam bawah sadar pikiran
manusia, energi ini berubah menjadi instinct atau dorongan biologis yang secara tidak
sadar dimanfaatkan bayi yang baru lahir untuk memenuhi kebutuhan biologis
\Kepribadian (Personality)
b. “ego” : adalah fungsi mental yang memungkinkan seseorang untuk
menerima dan memberi alasan, membuat keputusan, menyimpan memori
serta memecahkan berbagai macam persoalan
c. “superego” : merupakan pecahan dari “ego”, upaya untuk mengikuti
aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat dan sekaligus
berupaya untuk tidak melanggarnya
Agar perilaku impulsive seseorang bisa diterima orang lain (masyarakat)
maka ia akan melakukan upaya untuk mempertahankan diri
Freud, bentuk dari upaya untuk mempertahankan antara lain:
\Kepribadian (Personality)
1. Rasionalisasi: untuk membenarkan perilaku yang dilakukannya, seseorang kadang
melakukan pembenaran dengan argumentasi yang rasional dengan harapan
perilakunya yang compulsive atau tidak rasional tersebut bisa diterima orang lain
2. Proyeksi: untuk memproteksi diri sendiri dari tuduhan perilaku yang tidak
sepatutnya, seseorang kadang menimpakan bahwa perilaku tersebut
sesungguhnya bukan milik dirinya, tetapi milik orang lain seolah-olah bukan
dirinya yang menghendaki perilaku tersebut
3. Represif: adalah melupakan apa-apa yang mungkin bakal menyulitkan atau
membuat malu dirinya
4. Identifikasi: mengidentifikasikan dirinya dengan orang lain, khususnya yang ia
kagumi dan menggunakan citra positif orang lain tersebut sebagai dirinya
\Kepribadian (Personality)
5. Reaksi-formasi: menyembunyikan motif sesungguhnya dengan
melakukan tindakan berlawanan
6. Sublimasi: proses mengekspresikan motif yang tidak bisa diterima
masyarakat dalam bentuk kegiatan yang bisa diterima masyarakat
7. Kompensasi: melakukan upaya-upaya nyata untuk menutup kekuarangan
atau kelemahan di satu sisi dengan sungguh-sunguh menjadi excellent di
bidang lain
2. Fulfillment theory
Setiap orang hanya memiliki satu kekuatan yang secara terus menerus
mendorong orang tersebut untuk mencapai aktualisasi diri
\Kepribadian (Personality)
Kepribadian seseorang yang secara konsisten berupaya untuk
mengembangkan diri sesungguhnya sejalan dengan tuntutan masyarakat
yang menghendaki hal yang sama
3. Consistency theory
Kepribadian merupakan proses pembelajaran melalui pengalaman hidup
seseorang terhadap lingkungannya
George Kelly, mengembangkan cognitive theory, dimana manusia pada
dasarnya seorang ilmuwan yang berupaya memahami dunia
\Kepribadian (Personality)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Kepribadian dibentuk oleh 3 faktor utama, yaitu:
[Link] keturunan: akan berpengaruh terhadap karakter yang pada gilirannya akan
mempengaruhi kepribadian seseorang
[Link] pengalaman hidup: manusia hidup di lingkungan terbuka, baik dalam
lingkungan keluarga, tempat tinggal, sekolah atau tempat kerja, yang akibatnya
seseorang tidak bisa menghindar untuk tidak berinteraksi dengan sesama, sehingga
menyebabkan ia menimba pengalaman hidup dan pada gilirannya pengalamn hidup
tersebut secara gradual bisa mengubah kepribadian seseorang
[Link] situasi: kepribadian seseorang terkadang tertutupi oleh konteks atau situasi
yang melingkupi perilaku seseorang
\Kepribadian (Personality)
Dimensi Kepribadian
16 karakter utama yang secara konsisten menjadi prediktor perilaku manusia,
selebihnya hanya bersifat artifisial, yaitu:
16 Sifat Manusia
1. Pendiam, tidak ramah vs Ramah, mudah bergaul
2. Kurang cerdas vs Cukup cerdas
3. Sangat berperasaan vs Stabil secara emosional
4. Patuh vs Dominan
5. Serius vs Riang gembira
6. Bijaksana vs Mendengarkan kata hati
7. Takut vs Berani, suka petualangan
8. Keras kepala vs Sensitif
9. Mudah percaya vs Mudah curiga
\Kepribadian (Personality)
16 Sifat Manusia
10. Praktis vs Imaginatif
11. Terus terang, jujur vs Licik
12. Percaya diri vs Mudah khawatir
13. Konservatif vs Suka mencoba-coba
14. Bergantung pada kelompoknya vs Mandiri
15. Tidak terkendali vs Mengendalikan diri
16. Rileks vs Bergejolak
\Kepribadian (Personality)
The Big Five Model of Personality
Salah satu dimensi kepribadian yang konsepnya dibangun berdasarkan ke-16
karakter utama adalah “the big five model of personality”, yaitu:
1. Openness to experience: merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan
perilaku seseorang yang cenderung terbuka, bisa menerima berbagai macam
stimuli, mempunyai keinginan yag luas dan berani ambil resiko
2. Conscientiousness: dimensi kepribadian yang menggambarkan sejauh mana
seseorang bertanggung jawab, teguh, dapat dipercaya dan berorientasi pada hasil
\Kepribadian (Personality)
3. Extraversion: dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang percaya diri
atau asertif karena memiliki pengalaman emosional positif sehingga tidak
berprasangka jelek – baik terhadap dirinya, orang lain maupun terhadap lingkungan
sekitar, mudah bermasyarakat dan hangat dalam bergaul karena cenderung berbicara
aktif
4. Agreebleness: dimensi kepribadian yang menggambarkan apakah seseorang secara
natural perilakunya baik, cukup mudah berteman dengan orang lain (kooperatif) dan
percaya kepada orang lain
5. Neuroticism: menggambarkan kepribadian seseorang yang cenderung memiliki
pengalaman emosional negatif, merasa tidak aman, merasa tertekan dan pada
umumnya memandang dirinya dan lingkungan di sekitar secara negatif
\Kepribadian (Personality)
Dimensi-dimensi Kepribadian Lainnya
Pola pikir, cara mengungkapkan perasaan dan perilaku seseorang dapat diprediksi
melalui dimensi-dimensi kepribadian berikut:
1. Locus of control
Adalah pusat atau tempat kendali diri yang merupakan dimensi kepribadian yang
menggambarkan keyakinan seseorang terhadap siapa yang mengendalikan nasib dan
jalan hidupnya atau hal-hal lain yang terjadi pada dirinya
Terbagi 2, yaitu: internal locus of control dan external locus of control
2. Kepribadian type A dan type B
Gambaran umum bahwa seseorang memmiliki kepribadian type A, adalah:
\Kepribadian (Personality)
a. Selalu bergerak, nerjalan dan makan secara cepat
b. Selalu merasa tidak sabar untuk segera menyelesaikan sesuatu
c. Bisa melakukan 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan
d. Tidak bisa berdiam diri meski saat istirahat sekalipun
e. Selalu terobsesi dengan angka
Gambaran umum orang yang berkepribadian type B adalah:
a. Tidak pernah merasa dikejar waktu meski dalam kondisi yang mendesak
sekalipun
b. Merasa tidak perlu mendiskusikan hasil kerja, kecuali keadaan
menghendaki lain
\Kepribadian (Personality)
c. Bekerja sekedar untuk sebuah kegembiraan belaka tidak menganggap penting
untuk menunjukkan superioritasnya terhadap orang lain meski dampaknya
baik bagi dirinya
d. Dapat bersantai tanpa merasa bersalah
3. Machiavellianism
Merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan tingkat pragmatisme
seseorang
Keberhasilan seorang Machiavellian sangat bergantung pada variabel-variabel
penunjang, antara lain:
a. Seorang Machiavellian akan berhasil jika interaksi dengan orang lain
dilakukan secara langsung
\Kepribadian (Personality)
b. Keberhasilan seorang Machiavellian akan semakin tinggi jika di dalam
sebuah organisasi terhadap sedikit aturan
c. Seorang Machiavellian akan lebih keberhasilannya jika dalam bertransaksi
menuntut keterlibatan emosi yang sangat minimal
4. Self esteem
Adalah dimensi kepribadian yang digambarkan oleh sejauh mana seseorang
menyukai atau tidak menyukai dirinya
5. Self monitoring
Adalah dimensi kepribadian yang mengungkap perilaku seseorang
berdasarkan tingkat kemampuan orang tersebut untuk menyesuaikan diri
terhadap situasi lingkungan
\ Kemampuan Diri
Kemampuan diri adalah kapabilitas seseorang untuk mengerjakan berbacam
pekerjaan
Jika ability adalah kemampuan seseorang secara umum, maka skill merupakan
kemampuan yang dimiliki seseorang secara khusus
Hasil kerja seseorang akan dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu kemampuan diri, usaha
dan keterampilan
Kemampuan diri dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Kemampuan mental/kognitif
Adalah kemampuan intelektual seseorang untuk berpikir, mengemukakan alasan dan
mengambil keputusan
\ Kemampuan Diri
Dimensi Kemampuan Mental
Intelegensia
Kemampuan Kemampuan Kemampuan Kemampuan
verbal memberikan alasan untuk mengingat mempersepsi
Kemampuan Kemampuan melihat Kemampuan Kemampuan
deduktif hubungan sebab melihat dimensi numerik
akibat tata ruang
\ Kemampuan Diri
2. Emotional Intelligence (EI atau EQ)
Adalah seperangkat kemampuan diri yang berkaitan dengan sisi kehidupan
manusia yang menyentuh emosi atau perasaan
Komponen-komponen kemampuan diri yang termasuk ke dalam EQ adalah:
a. Kemampuan untuk mengakui dan mengatur emosi diri sendiri
b. Kemampuan untuk mengakui dan mempengaruhi emosi orang lain
c. Motivasi diri
d. Mampu membandun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan orang
lain
\ Kemampuan Diri
3. Kemampuan fisik
Terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Kemampuan motorik: kemampuan fisik seseorang untuk memanipulasi objek
yang berada dalam sebuah lingkungan, dapat dibedakan menjadi 11 macam
b. Kemampuan fisik: kebugaran dan kekuatan seseorang secara fisik, dibedakan
menjadi 9 macam
TUTORIAL KE-2
MODUL 2
KB 2. NILAI-NILAI INDIVIDU
DAN SIKAP KERJA
Nilai-nilai Individu
Nilai adalah sebuah konsep yang abstrak yang hanya bisa dipahami jika dikaitkan
dengan benda, barang, orang atau hal-hal tertentu
Atau, nilai diartikan juga dengan prinsip, tujuan atau standar sosial yang dipertahankan
oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) karena secara intrinsik
mengandung makna
Kriteria untuk menentukan nilai biasanya didasarkan pada pertimbangan moralitas,
yakni hal-hal yang seharusnya atau sesuatu yang baik
Esensi dari setiap konsep nilai adalah sama, yaitu:
1. Sebuah konsep atau keyakinan
2. Tentang tujuan akhir atau sebuah perilaku yang patut dicapai
3. Yang bersifat transendental untuk situasi tertentu
4. Menjadi pedoman untuk memilih atau mengevaluasi perilaku atau sebuah kejadian
5. Tersusun sesuai dengan arti pentingnya
Nilai-nilai Individu
Jika komponen nilai disederhanakan, maka nilai terdiri dari 2 komponen
utama, yaitu:
1. Setiap definisi memfokuskan perhatiannya pada 2 jenis nilai, yakni means (alat
atau tindakan) dan ends (tujuan)
2. Nilai dipandang sebagai preferensi atau prioritas bagi seseorang
Nilai-nilai Individu
Peran Nilai
Dalam bidang studi perilaku organisasi memahami nilai-nilai personal
karyawan bukan merupakan pilihan melainkan menjadi keharusan bagi para
manajer karena nilai-nilai personal merupakan landasan untuk memahami
sikap dan perilaku karyawan
Setiap orang yang bergabung dengan sebuah organisasi pasti tidak pernah
bebas nilai sehingga dalam menjalankan pekerjaannya seseorang lebih
memilih perilaku atau outcome tertentu yang sesuai dengan tata nilainya
dibandingkan dengan perilaku atau outcome lainnya
Nilai-nilai Individu
Sumber dari Sistem Nilai
Secara tradisional peranan orang tua dalam membangun nilai personal sangat
dominan
Teman bergaul dan sumber-sumber lain yang dekat dengan seseorang juga
memberi kontribusi terhadap pembentukan nilai-nilai personal
Tipe Nilai
Rokeach membedakan nilai menjadi 2, yaitu terminal dan instrumental value
Allport, dkk. Membuat kategorisasi nilai dengan cara berbeda, yaitu:
1. Nilai teoretik: memberi tempat yang sangat tinggi terhadap upaya mencari
kebenaran melalui pendekatan kritis dan rasional
2. Nilai ekonometik: menekankan pentingnya nilai guna dan kepraktisan
Nilai-nilai Individu
3. Nilai estetika: memberi penghargaan yang tinggi terhadap bentuk dan
harmoni
4. Nilai sosial: memberi perhatian yang tinggi terhadap kepentingan
masyarakat
5. Nilai politik: memperoleh kekuasaan dan mampu mempengaruhi banyak
orang
6. Nilai religi: menjunjung tinggi aturan-aturan agama
Konflik Nilai
Organisasi adalah tempat bertemunya berbagai macam konsep nilai-nilai
masyarakat, nilai institusi, nilai organisasi, nilai kerja, nilai profesi dan nilai
personal
Nilai-nilai Individu
Akibat langsung dari bertemunya konsep nilai tersebut adalah kemungkinan terjadinya
perbedaan antara satu konsep nilai dengan konsep nilai yang lain yang selanjutnya
terjadi konflik nilai
Konflik nilai bersumber pada diri seseorang, hubungan antarmanusia dan hubungan
antara seseorang dengan organisasi
Jenis-jenis konflik:
1. Intrapersonal value conflict
Merupakan konflik nilai yang terjadi pada diri seseorang
Hampir sama dengan role conflict, hanya perbedaannya adalah jika role confllict
melibatkan pihak eksternal yang mengharapkan seseorang di dalam kehidupan
organisasi memainkan suatu peran tertentu yang tidak sama dengan peran yang
dimainkannya, sedangkan intrapersonal value conflict hanya melibatkan diri sendiri
khususnya mengenal skala prioritas yang hendak dicapai
Nilai-nilai Individu
2. Interpersonal value conflict
Merupakan konflik antara 2 orang yang berbeda kepribadian sehingga ketika
seseorang melakukan tindakan tertentu dianggap tidak logis oleh orang lain
3. Person – organization value conflict
Martha Brown menegaskan bahwa nilai-nilai organisasi dipengaruhi oleh
nilai-nilai masyarakat karena organisasi sering disebut sebagai subsistem
dari sistem sosial yang lebih besar, yang mungkin bisa menimbulkan konflik
Penyebabnya karena faktor utama pembentuk nilai-nilai organisasi adalah
nilai-nilai individu para pendiri organisasi
Nilai-nilai Individu
Mengatasi Konflik Nilai
Untuk mengatasi intrapersonal conflict, Barbara Moses, menyarankan agar
organisasi bisa menjadi tempat yang bersahabat dengan kehidupan yang memberi
kesempatan kepada karyawan untuk merefleksikan dirinya – bagaimana seorang
karyawan menjalani hidup dan menghabiskan waktunya untuk kehidupan
Untuk mengatasi interpersonal conflict, Thomas Behr, menyarankan agar para
eksekutif menjadi value-centered leaders, yakni menjadi seorang pemimpin yang
berbasi pada nilai-nilai
Sikap Kerja
4 alasan mengapa seorang manajer perlu memahami sikap karyawan, yaitu:
1. Pada situasi tertentu sikap seseorang berpengaruh terhadap perilaku individu
orang tersebut
2. Dalam konteks pekerjaan, membangun sikap kerja positif sangat berguna bagi
alasan kemanusiaan terlepas bahwa sikap tersebut akan meningkakan
produktivitas seseorang atau tidak
3. Banyak organisasi yang dengan sengaja mendesain program untuk menciptakan
sikap positif
4. Sikap seseorang memainkan peran penting dalam studi perilaku organisasi
khususnya teori motivasi
Sikap Kerja
Definisi Sikap
Sikap adalah sebuah konstruk/konsep/bangunan yang bersifat hipotetik
Untuk memahami sikap seseorang terhadap sebuah objek, yang perlu dilakukan adalah:
1. Perlu mencermati apa yang dikatakan atau dilakukan seseorang terhadap sebuah objek
tersebut
2. Menginterpretasikan maksud dari perkataan atau tindakan orang tersebut
3. Memahami perilaku orang bersangkutan
Sikap merupakan ungkapan perasaan seseorang yang persisten terhadap sebuah objek, baik
ungkapan yang bernada positif atau negatif
Sikap berpengaruh terhadap perilaku seseorang, bedanya adalah jika nilai-nilai individu
mempengaruhi perilaku seseorang secara keseluruhan bahkan pada situasi berbeda, sikap
hanya spesifik
Sikap Kerja
Komponen Sikap
3 komponen berbeda pembentuk sikap, yaitu:
1. Cognitive component: informasi yang dimiliki seseorang tentang objek yang
disikapi
2. Affective component: perasaan dan emosi seseorang terhadap sebuah objek
3. Behavioral component: cara seseorang menunjukkan perilakunya terhadap sebuah
objek
Sikap Kerja
Hubungan antara Sikap dan Perilaku
1
2 5
Keterangan: 4
1 = kekuatan-kekuatan yang bersifat situasional
2 = sikap atau nilai-nilai individu
3 = motif berperilaku
4 = pembenaran berperilaku
5 = perilaku
Sikap Kerja
Sikap mempengaruhi perilaku dengan terlebih dahulu mempengaruhi motif berperilaku,
sedangkan perilaku mempengaruhi sikap melalui proses yang menuntut agar seseorang
menyesuaikan perilakunya
3 komponen dalam hubungan antara sikap dan perilaku, yaitu:
1. Motif berperilaku: sejauh mana seseorang tertarik untuk bertindak
2. Motif khusus: 4 faktor untuk menentukan tingkat kekhususan, yaitu:
a. Seberapa baik perilakku tertentu telah divisualisasikan secara jelas dan detail
b. Apakah objeknya sudah ditentukan sehingga seseorang bisa mengarahkan perilakunya ke
objek tersebut
c. Bagaimana dengan konteks yang melingkupi seseorang berperilaku sudah didefinisikan
dengan jelas
Sikap Kerja
d. Untuk berperilaku secara spesifik, apakah waktunya sudah ditentukan
dengan jelas
3. Pembenaran perilaku: upaya seseorang untuk mengiterpretasi dan memaknai
perilakunya, dimana besarnya perubahan sikap seseorang sangat tergantung
pada besarnya kebutuhan seseorang untuk membenarkan perilakunya, yang
terjadi jika: seseorang diminta untuk menjelaskan perilakunya, ketika
seseorang menyatakannya secara terbuka, jika ada alternatif perilaku, dan
jika ada kebebasan berperilaku
Sikap Kerja
Merubah Sikap
Perubahan sikap dapat dilakukan dengan menambah, menghilangkan atau
memodifikasi keyakinan atau komponen afektif lainnya, yaitu:
1. Memberi informasi baru: dapat merubah keyakinan seseorang
2. Menambah atau mengurangi rasa takut: disebabkan karena pemberian rasa takut
yang moderat akan lebih menarik perhatian dan keinginan untuk berubah
3. Menambah atau mengurangi keraguan: seseorang akan terus berusaha untuk
mempertahankan keyakinan, sikap dan perilakunya secara konsisten
4. Partisipasi dalam diskusi kelompok: melibatkan seseorang dalam diskusi
kelompok
Sikap Kerja
Sikap Kerja
Anggapan dan sikap kerja yang perlu dipahami, antara lain:
Anggapan Kerja Sikap Kerja Perilaku Kerja
Kerja adalah hukuman Negatif, tidak ikhlas, ragu- Menderita, pasif, menyesal,
ragu protes
Kerja adalah upeti Negatif, pasrah Ketakutan, kehilangan,
terpaksa
Kerja adalah beban Negatif, tidak ikhlas Keberatan, ingin cepat
lepas dari kerja
Kerja adalah kewajiban Positif jika haknya Aktif
dipenuhi
Kerja adalah sumber Positif jika bisa berhasil Aktif, sangat aktif
penghasilan
Kerja adalah kesenangan Positif, negatif Aktif tetapi sekadarnya
Kerja adalah status Positif Aktif
Kerja adalah prestise Positif, negatif Aktif, bangga, negatif
Sikap Kerja
Anggapan Kerja Sikap Kerja Perilaku Kerja
Kerja adalah harga diri Positif Aktif
Kerja adalah aktualisasi Positif Sangat aktif, rela berkorban
diri
Kerja adalah panggilan Positif, selektif Sangat aktif, rela berkorban
jiwa
Kerja adalah pengabdian Positif, tanpa pamrih Sangat aktif, rela berkorban
Kerja adalah hidup Positif, resilient Sangat aktif
Kerja adalah ibadah Positif Sangat aktif, ritual
Kerja adalah suci Positif Aktif, pasif
Sikap Kerja
Kepuasan Kerja
Tugas seorang manajer adalah meningkatkan kinerja organisasi dan
meningkatkan kepuasan kerja karyawan – 2 variabel yang bisa saling
mempengaruhi, tetapi bisa juga independen satu sama lain
Kepuasan kerja dalam beberapa hal dipengaruhi oleh sikap kerja karyawan dan
selanjutnya berdampak pada keterlibatan kerja, komitmen organisasi dan tingkat
kesehatan fisik dan mental karyawan
Ketidakpuasan dalam bekerja bisa meningkatkan tingkat absensi, kegersangan
organisasi, iklim kerja yang tidak kondusif dan persoalan-persoalan
ketenagakerjaan lainnya
Sikap Kerja
Komitmen Organisasi
Adalah tingkat identifikasi diri dan keterlibatan karyawan terhadap organisasi
3 karakteristik penting berkaitan dengan komitmen organisasi, yaitu:
1. Keyakinan yang sangat kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi
2. Mau berupaya lebih keras demi organisasi
3. Mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap menjadi bagian dari organisasi
Ke-3 karakteristik ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi bukan sekadar
loyal kepada organisasi secara pasif melainkan berpartisipasi aktif dengan
memberi kontribusi personal agar organisasi berhasil
Komitmen karyawan terhadap organisasi, disebabkan karena beberapa faktor
berikut:
Sikap Kerja
1. Faktor personal
2. Karakteristik yang terkait dengan peran karyawan
3. Karakteristik struktural
4. Pengalaman kerja
Keterlibatan Kerja
Keterlibatan kerja adalah kekuatan hubungan antara konsep diri dan kerja
individual seseorang
Seseorang dikatakan keterlibatannya dalam kerja sangat tinggi, jika:
1. Berpartisipasi secara aktif
2. Memandang kerja sebagai bagian dari hidup yang sangat penting
Sikap Kerja
3. Melihat pekerjaan dan seberapa baik ia bekerja sebagai bagian penting dari
konsep diri mereka
Keterlibatan kerja merupakan hasil dari kombinasi anatar orientasi nilai si
pekerja dengan karakteristik pekerjaan yang diharapkan yang memungkinkan
ia terlibat dalam pekerjaan