PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
ANGGOTA KELOMPOK :
1. LAILA FIRDA RAHMAWATI (P17220191002)
2. ANIYATUL MASFUFAH (P17220193043)
3. NIDA NISWATI MUNAWAROH (P17220193042)
DISKUSIKAN
• Mampukah Pendidikan Kewarganegaraan
menjadi lokomotif yang tangguh untuk
menarik “Nation’s Competitiveness” yang
tertinggal dari negara lain?
Penjelasan
Nation's Competitiveness adalah daya saing antar bangsa yang
menunjukkan kemajuan suatu bangsa. Saat ini Nation's Competitiveness
benar-benar terjadi di kancah internasional. Ditambah lagi dengan adanya
globalisasi yang menyebabkan semakin meningkatnya sarana teknologi
informasi yang memudahkan pencarian informasi mengenai suatu bangsa
Pentingnya pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan
karakter tertuang dalam undang-undang yang dinyatakan bahwa
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.”
• Pendidikan Kewarganegaraan sudah menjadi bagian inheren
dari instrumentasi serta praksis pendidikan nasional untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor
“value-based education”. Konfigurasi atau kerangka sistemik
Pendidikan Kewarganegaraan dibangun atas dasar paradigma
sebagai berikut:
1. Pendidikan kewarganegaraan secara kurikuler dirancang
sebagai subjek pembelajaran yang bertujuan untuk
mengembangkan potensi individu agar menjadi warga Negara
Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggungjawab.
2. Pendidikan kewarganegaraan secara teoretik dirancang sebagai
subjek pembelajaran yang memuat dimensi-dimensi kognitif, afektif,
dan psikomotorik yang bersifat konfluen atau saling terintegrasi
dalam konteks substansi ide, nilai, konsep, dan moral pancasila,
kewarganegaraan yang demokratis, dan bela negara.
3. Pendidikan kewarganegaraan secara programatik dirancang
sebagai subjek pembelajaran yang menekankan pada isi yang
mengusung nilai-nilai dan pengalaman belajar dalam bentuk
berbagai perilaku yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-
hari dan merupakan tuntunan hidup bagi warga Negara dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
• Selain itu adapun yang menjadi tujuan utama dari pendidikan
kewarganegaraan itu adalah sebagai berikut:
1) Menghasilkan mahasiswa yang berfikir analitis dan kritis terhadap setiap
kebijakan dan tindakan legislatif, yudikatif, dan eksekutif.
2) Membentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawab
dalam kehidupan politik di tingkat local, nasional, maupun lokal.
3) Menjadikan warga negara yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
dan negara.
4) Mengembangkan kultur demokrasi, dan
5) Membentuk warga Negara yang Pancasilais.
• Kesimpulan :
Mampu, asalkan seluruh rakyat menyadari bahwa Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn) sangat penting untuk mempertahankan
kelangsungan demokrasi konstitusional. Sebagaimana yang
selama ini dipahami bahwa ethos demokrasi sesungguhnya
tidaklah diwariskan, tetapi dipelajari dan dialami.
TERIMA KASIH