PERTEMUAN 2
PRAKTIK GEOSTATISTIK
SEMIVARIOGRAM
MUHAMMAD TRI ADITYA, S.T., M.T. Prodi Teknik Pertambangan
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Quiz
1. Apa yang dimaksud dengan Median ?
2. Apa yang dimaksud dengan Kuartil ?
3. Tuliskan rumus Standard Deviasi !
4. Tuliskan rumus Koefisien Variansi !
5. Sebutkan Tema Pembahasan Pertemuan 1?
Catatan : Waktu pengerjaan 8 Menit (Sudah Termasuk Pengiriman
Jawaban) Foto jawaban dan kirim lewat WA ke Nomer 0823-9564-8706
Pemaparan Tugas Masing-
Masing Kelompok 5 Menit
Pendahuluan
Geostatistik dipakai untuk data regionalis, artinya data t ersebut
satu dengan lainnya berpengaruh.
Statistik : Peubah Acak (Random Variable)
Geostatistik : Peubah Terregional (Regionalized Variable).
Variogram adalah perbedaan rata-rata antara dua titik conto
dgn jarak tertentu. Perbedaan tersebut kemungkinannya <0
atau >0. Agar perbedaan selalu >0 maka dibuat kuadrat.
Delfiner mendefinisikan bhw perbedaan kuadrat diasumsikan
sbg ekspektasi [z(xi) – z(xi+h)] shg definisi variogram menjadi: 2
ɣ(h) = var [z(xi) – z(xi+h)] 2 ɣ(h) = variogram
Var = varians
Dari fungsi tersebut dapat didefinisikan semivariogram sebagai
berikut:
n 2
[z(xi) – z(xi+h)]
i=1
ɣ(h) =
2N(h)
ɣ(h) =(semi) Variogram untuk arah tertentu dan jarak h
h = 1d, 2d, 3d, 4d (d = jarak antar conto) nd=lag
z(xi) = harga (data) pada titik xi
z(xi+h)= data pada titik yang berjarak h dari xi
N(h) = jumlah pasangan data
Contoh data kadar emas (ppm) di sepanjang urat dengan jarak
pengambilan conto (d) setiap 2 m :
Harga 7 9 8 10 9 11 11 13 11 12 16 12 10 11 ppm
Lokasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
(7-9)2+(9-8)2+(8-10)2+(10-9)2+(9-11)2+.......+(12-10)2+(10-11)2
2 x 13
ɣ(2) = ppm2
4+1+4+1+4+0+4+4+1+16+16+4+1
26 = 60/26 = 2,31ppm2
=
(1+1+1+1+4+4+0+25+0+36+1) / (2x12) = 75/24 = 3,13 ppm2
ɣ(4) = (9+0+9+1+1+16+0+1+4+25) / (2x11) = 75/22 = 3,41 ppm2
ɣ(6) =(4+4+9+9+4+1+25+1+1+1) / (2x10) = 59/20 = 2,95 ppm2
ɣ(8) =
ɣ(26)= (16) / (2x1) = 8 ppm2
Harga 7 9 8 10 9 11 11 13 11 12 16 12 10 11 ppm
Urutkan 7 8 9 9 10 10 11 11 11 11 12 12 13 16 ppm
Mean = 10,71 ppm Modus = 11 ppm Median = 11 ppm
S2 = 4,98 ppm2 S = 2,23 ppm Co = 1,2 a = 12,6 Sill = 4,98 ppm2
SEMIVARIOGRAM EKSPERIMENTAL
ɣ(h) 9
h ɣ(h)
m.ppm2 2 2,31
8
4 3,37
7 6 3,54
6 8 4,62
Sill S2 104,96
5 124,64
Varians
4 14 6,05
populasi
166,22
3 186,25
2 208,07
Co a 225,00
1 265,70
0 (h) m 26 7,25
2/3a
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26
David (1977) Pengambilan conto yang tidak reguler, perlu toleransi shg
muncul angle classes (+α/2) dan distance classes (h+Δh).
Jadi semua titik conto yang berada pada search area yang didefinisikan
dengan angle classes (+α/2) dan distance classes (h+Δh) akan dianggap
sebagai titik-titik conto yang berjarak h dari titik Xo pada arah tersebut.
ANGLE & DISTANCE CLASSES
Search area
.
. . . .
.
. . . .
. .
. . .
.
.
. . . . . .
. . .
./2 . . . .
. .
. . .
. . . . . . . . . .
h
. . . . . .
. ../2. . . .
. Δh
Xo
ARAH PERHITUNGAN SEMIVARIOGRAM
40 42 42 43 . 42 43 44 46 44 43
38 49 43 41 42 43 44 46 48 46 45
38 38 41 40 42 44 46 48 52 48 46
49 49 42 . 44 46 48 52 53 52 50
40 40 43 42 43 46 50 52 54 50 46
42 42 44 43 44 45 47 48 54 52 48
44 46 48 46 45 42 44 45 46 44 42
46 48 52 48 46 44 42 43 43 42 40
48 52 53 52 50 48 44 42 40 40 38
50 52 54 50 46 42 40 38 37 36 36
48 48 54 52 48 42 40 38 37 36 35
PENGGAMBARAN SEMIVARIOGRAM
1. Rekapitulasi hasil perhitungan 3 arah
2. Ploting ɣ(h) vs (h)
3. Regresi linier beberapa titik awal
4. Pilih model teoritis yang sesuai
5. Tentukan Parameter semivariogram C, Co dan a
ɣ(h) 90
(m.%)2
80
70
60
C 50 C = Sill = S2
40
30 Arah 00
160m
20 205m Arah 900
215m Arah 1350
10
Co 0 (h) m
0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325
MODEL TEORITIS SEMIVARIOGRAM
Dipengaruhi oleh:
1. Perilaku variogram dekat titik awal. Ada tidaknya nugget variance
dapat dikenali dgn ekstrapolasi ɣ(h) memotong sumbu tegak (h=0)
2. Kehadiran sill, pada awalnya varians statistik dari data dapat
dianggap sebagai sill.
3. Kehadiran anisotropi, Struktur bersarang dll.
Berdasarkan hadir tidaknya sill dan range, semivariogram dibagi:
1. Model Tanpa Sill : a. Model Linier
b. Model Logaritmik atau de Wijsian
c. Model Parabolic
2. Model Dengan Sill : a. Model Sferis (Model Matheron)
b. Model Eksponensial (Model Formery)
c. Model Gaussian (Model Parabolik)
MODEL SFERIS (MODEL MATHERON)
Berdasarkan hadir tidaknya sill dan range, semivariogram dibagi:
1. Model Tanpa Sill : a. Model Linier
b. Model Logaritmik atau de Wijsian
2. Model Dengan Sill : a. Model Sferis (Model Matheron)
b. Model Eksponensial (Model Formery)
c. Model Gaussian (Model Parabolik)
ɣ(h)
Arah 900
(m.%)2 Arah 00
60 Arah 1350 C = Sill = S2
C
50
40
30 160m
20 185m
210m
10
Co (h) m
00 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325
MODEL TEORITIS VARIOGRAM TANPA SILL
MODEL LINIER
ɣ(h) = p h
p adalah konstanta yang ditetapkan dan 0<<2 jika =2
maka akan menjadi model parabolik
Model Linier
ɣ(h)
(h)
0 1
MODEL LOGARITMIK ATAU DE WIJSIAN
ɣ(h) = 3 log h + B
B = Co + 3 (3/2 – log 1)
adalah konstanta yang ditetapkan
1 adalah panjang ekivalen conto
ɣ(h)
(h)
2 3 45 log
MODEL PARABOLIK
ɣ(h) = (1/2)a2.h2
ɣ(h)
1 2 3 (h)
MODEL TEORITIS VARIOGRAM DENGAN SILL
MODEL SFERIS (MODEL MATHERON)
Berperilaku linier dekat titik awal
3 h 1 h
ɣ(h) = C 2 a - 2 ( a )3 + Co h<
a
ɣ(h) = C + Co h>a
Garis tangensial variogram memotong sill di (2/3)a
ɣ(h) Model Sferis
C C = Sill = S2
h ɣ(h)
2 2,31
a 4 3,37
6 3,54
8 4,62
104,96
Co (h) 124,64
0 (2/3)a 14 6,05
166,22
186,25
208,07
MODEL EKSPONENSIAL (MODEL FORMERY)
Berperilaku linier dekat titik awal
- h
ɣ(h) = C 1 - e a
+ Co
A = range, merupakan absis dari titik potong antara garis
tangensial variogram dengan sill (C)
ɣ(h)
Model Eksponensial
C C = Sill = S2
3a
Co (h) m
0 a 3a
MODEL PARABOLIK (MODEL GAUSSIAN)
Berperilaku linier dekat titik awal
- (h )2
ɣ(h) = C 1 - e a + Co
Kemiringan tangensial pada titik awal adalah horizontal
ɣ(h)
Model Parabolik
C C = Sill = S2
Co (h) m
0 a
PERSIAPKAN DIRI, PEKAN DEPAN KITA
AKAN MENGOLAH DATA UNTUK
SEMIVARIOGRAM
TUGAS
1. Pelajari dan Fahami Materi Semivariogram. (Search di
Internet atau Buku)
2. Cari dan review Jurnal Internasional yang membahas
tentang Variogram dan Semivariogram.
TERIMA KASIH