SISTEM RUJUKAN
By. Naning K Utami
Pengertian Sistem Rujukan adalah merupakan
suatu pelimpahan wewenang dan tanggung
jawab atas kasus penyakit atau masalah
kesehatan yang diselenggarakan secara timbal
balik, baik secara vertikal dalam arti satu strata
sarana pelayanan kesehatan ke strata sarana
pelayanan kesehatan lainnya, maupun secara
horisontal dalam arti antar sarana pelayanan
kesehatan yang sama
• Vertikal: komunikasi antar unit yang lebih
rendah ke unit yangg lebih tinggi, missal
puskesmas ke RS kabupaten
• Rujukan horizontal adalah rujukan yang
dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam
satu tingkatan jika perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang
sifatnya sementara atau menetap (Pratikto)
Tujuan Rujukan Memberikan:
• Pelayanan kesehatan yang baik dan murah di tempat yang terdekat dari
kediamannya
• Pelayanan kesehatan pada penderita dengan tepat dan cepat
• Fasilitas kesehatan seefisien mungkin
• Pembagian tugas pelayanan kesehatan pada unit-unit kesehatan sesuai
dengan lokasi dan kemampuan unit-unit tersebut
• Peningkatan mutu, cakupan dan efesiensi pelayanan kesehatan secara
terpadu seta untuk memberikan petunjuk kepada petugas puskesmas tentang
pelaksanaan rujukan medis dalam rangka menurunkan angka kematian .
Manfaat Rujukan:
Beberapa manfaat yang akan diperoleh ditinjau
dari unsur pembentuk pelayanan kesehatan
terlihat sebagai berikut:
1. Sudut pandang pemerintah sebagai penentu
kebijakan
2. Sudut pandang masyarakat sebagai pemakai
jasa pelayanan
3. Sudut pandang kalangan kesehatan sebagai
penyelenggara pelayanan kesehatan.
Jenis rujukan ada 2 (dua) antara Lain
adalah, :
a. Rujukan Kesehatan, yaitu: Teknologi, Sarana
dan operasional
b. Rujukan medik, yaitu rujukan penderita,
rujukan pengetahuan dan rujukan bahan-
bahan pemeriksaan.
Jenis rujukan medik antara lain:
1) Transfer of patient
Konsultasi penderita untuk keperluan
diagnosis, pengobatan, tindakan operatif dan
lain-lain.
2) Transfer of specimen
Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium
yang lebih lengkap.
3) Transfer of knowledge / personal.
Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk
meningkatkan mutu layanan setempat
Tata Cara Pelaksanaan Sistem Rujukan:
• Sistem rujukan pelayanan kesehatan
dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan
kebutuhan medis. Dimulai dari pelayanan
kesehatan tingkat pertama oleh fasilitas
kesehatan tingkat pertama
Kegiatan Sistem Rujukan, antara lain:
a. Pelayanan
– Pengiriman penderita dari unit yang kurang lengkap
ke unit yang lebuh lengkap. Agar tujuan tercapai maka
harus dijaga agar setiap penderita yang dikirim
umumnya harus masih cukup baik. Bila kemudian
penderitanya telah sembuh, dikirim kembali ke unit
yang mengirimnya untuk rehabilitasi.
– Pengiriman bahan laboraturium sehingga mutu
diagnostic di daerah lebih sempurna
b. Pendidikan
– Petugas kesehatan didaerah ditingkatkan mutunya, baik dalam
segi keterampilan ataupun pengetahuan
– Kegiatan pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut
– Mengirim tenaga-tenaga ahli ke daerah untuk memberi
ceramah ilmiah, konsutasin penderita atau demonstrasi operasi
– RS daerah mengirim petugas kesehatan baik medis maupun
paramedis untuk mengikuti kegiatan-keiatan ilmiah dan
keterampilan di RS provinsi
Pelaksanaan Sistem Rujukan
– Regionalisasi yaitu pembagian wilayah pelaksanaan
sistem rujukan, didasarkan atas pembagian wilayah
secara administratrif, tetapi dimana perlu didasarkan
atas lokasi atau mudahnya sistem rujukan itu dicapai.
– Penyaringan oleh tiap tingkat unit kesehatan.
Diharapkan melakukan penyaringan terhadap
penderita yang akan disalurkan dalam sistem rujukan.
– Kemampuan unit kesehatan dan petugas.
Terimakasih
Semoga Bermanfaat
(Jaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker)