MATERI SOSIALISASI
PAJAK RESTORAN
Oleh :
BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH
KABUPATEN KEBUMEN
LANDASAN HUKUM
• UU NO 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN
DAERAH
• UU NO 28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DAN
RETRIBUSI DAERAH
• PP NO 91 TAHUN 2010 TENTANG JENIS PAJAK DAERAH
YANG DIPUNGUT BERDASARKAN PENETAPAN KEPALA
DAERAH ATAU DIBAYAR SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK
• PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NO 2
TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN
PENGERTIAN
• Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang
oleh orang pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan
Undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung
dan digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar-besarnya untuk
kemakmuran rakyat.
• Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan
dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin,
warung, bar dan sejenisnya termasuk jasa boga/ katering.
• Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan restoran.
OBYEK DAN WAJIB PAJAK RESTORAN
• Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh Restoran
dengan pembayaran.
• Pelayanan yang disediakan Restoran meliputi pelayanan penjualan
makanan dan/ atau minuman yang dikonsumsi di tempat pelayanan
maupun di tempat lain.
• Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau Badan yang
mengusahakan Restoran.
• Jasa boga/katering untuk keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau
perjanjian tertulis atau tidak tertulis meliputi pesta, resepsi, perayaan,
perjamuan, rapat atau pertemuan, makan dan minum karyawan khusus
untuk pelayanan instansi pemerintah dengan menggunakan SPTPD,
SKPDKB dan SKPDKBT yang pelaporannya disesuaikan dengan
pelaksanaan kegiatannya
DASAR PENGENAAN, TARIF DAN CARA
PENGHITUNGAN PAJAK RESTORAN
• Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran
yang diterima atau yang seharusnya diterima Restoran.
• Tarif Pajak Restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh
persen)
• Besaran pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung
dengan cara mengalikan Tarif Pajak dengan dasar pengenaan
Pajak.
PENETAPAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK
RESTORAN
• Berdasarkan PP No. 91 Tahun 2010, Pajak Restoran merupakan jenis Pajak yang
menganut sistem Self Assesment, yaitu jenis Pajak yang
pemungutannya/pembayarannya dengan cara Wajib Pajak menghitung dan
membayar sendiri Pajaknya.
Pembayaran Pajak Restoran menggunakan Surat Pemberitahuan Pajak
Daerah/SPTPD
Setiap Wajib Pajak/Bendahara Desa wajib mengisi SPTPD melalui aplikasi e-
local tax yang dapat diakses di alamat website : [Link] .
SPTPD harus disampaikan kepada Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk
paling lama 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa pajak.
Pembayaran menggunakan SSPD/Rekap SSPD hasil dari entry e-local tax
yang disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah Kab. Kebumen pada Bank
Jateng Kebumen
CONTOH PERHITUNGAN
PAJAK RESTORAN
SKPD A mengadakan pembelian makan/minum sebesar
Rp. 200.000,- (Dasar Pengenaan Pajak Restoran).
Perhitungan :
- 10/110 X Rp. 200.000,- = Rp. 18.181,-
- Harga Makanan = Rp. 181.819,-
Nota :
No Jenis Harga
15 Nasi Ayam Goreng Rp. 181.819,-
Pajak Restoran 10% Rp. 18.181,-
Total Rp. 200.000,-
TERIMA KASIH