0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
515 tayangan15 halaman

Struktur dan Visi PT Phapros Tbk

PT Phapros Tbk Semarang adalah perusahaan farmasi yang memiliki visi menjadi perusahaan farmasi terkemuka dengan produk inovatif dan jasa kesehatan berkualitas. Misinya adalah menyediakan produk kesehatan terbaik, memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, dan bertanggung jawab sosial. Organisasi PT Phapros terdiri dari direktur produksi, departemen produksi, PPPP, logistik dan persediaan, quality

Diunggah oleh

Hifi Rizki.R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
515 tayangan15 halaman

Struktur dan Visi PT Phapros Tbk

PT Phapros Tbk Semarang adalah perusahaan farmasi yang memiliki visi menjadi perusahaan farmasi terkemuka dengan produk inovatif dan jasa kesehatan berkualitas. Misinya adalah menyediakan produk kesehatan terbaik, memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, dan bertanggung jawab sosial. Organisasi PT Phapros terdiri dari direktur produksi, departemen produksi, PPPP, logistik dan persediaan, quality

Diunggah oleh

Hifi Rizki.R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT Phapros Tbk Semarang

NAMA KELOMPOK :
1. ZAHROTUL MUAWWANAH
2. HIFI RIZKI RATNASARI
3. MAWADDAH WAROHMAH
4. MUHAMMAD JUNAEDI
5. NATSA DISA SASKI
Visi & Misi

VISI
Yaitu menjadi perusahaan farmasi terkemuka yang menghasilkan
produk inovatif dan jasa kesehatan yang didukung oleh manajemen
profesional serta kemitraan strategis guna meningkatkan kualitas
hidup masyarakat.
MISI
Misi yang dikembangkan PT. Phapros, Tbk. untuk mendukung visinya
adalah :
a. Menyediakan produk kesehatan terbaik guna memenuhi kebutuhan
masyarakat.
b. Memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sebagai refleksi
kinerja perusahaan dan memberikan penghargaan terhadap karyawan
yang memberikan kontribusi serta melakukan innovasi.
c. Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial dan
ramah lingkungan.
STRUKTUR ORGANISASI PT PHAPROS
TUGAS
 Direktur Produksi
Mempunyai tugas dan tanggung jawab kepada direktur utama mengenai
segala sesuatu yang terjadi dan akan direncanakan di departemen produksi
secara teknis meliputi pengawasan dan pengendalian proses produksi
mulai dari pembuatan produk sampai menjadi produk jadi beserta segala
manajemen karyawan di dalam Departemennya
 Wewenang:
1. Menetapkan kebijakan pengelolaan perusahaan pada direktorat produksi
2. Mewakili perusahaan baik dalam maupun di luar pengadilan sesuai
ketentuan yang berlaku
3. Bertindak untuk dan atas nama direksi berdasarkan surat kuasa dari
direktur utama
4. Mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan
surat kuasa untuk melakukan perbuatan tertentu yang berkaitan dengan
tugas-tugas direktur produksi
Bagian direktur produksi

1. Produksi :
Bertanggungjawab dalam pembuatan produk disini hanya mencakup proses
pembuatannya saja. Mulai dari bahan mentah sampai selesai berwujud produk jadi
yang siap untuk dipasarkan atau dikirim ke bagian pemasaran.
 Departemen Tablet, Tablet Salut, dan Kapsul (TTSK)
Departemen TTSK bertugas untuk memproduksi obat-obatan yang berbentuk
tablet, tablet salut, dan kapsul
 Departemen Injeksi Salep, dan Sirup (ISS)
Bagian injeksi, salep, dan sirup atau yang sering disingkat ISS memproduksi
obat-obatan yang berbentuk sediaan steril injeksi, salep, sirup non β-Laktam,
dan pembuatan aqua pro injeksi, sesuai dengan rencana produksi yang sudah
ditetapkan oleh departemen PPPP.
 β-Laktam
Proses produksi antibiotika yang ada di gedung produksi β-Laktam dilakukan di
gedung yang berbeda dengan gedung produksi non β-Laktam, karena golongan
ibat β-Laktam dapat menyebabkan hipersensitifitas, selain itu untuk
menghindari proses kontaminasi terhadap produk obat-obatan yang lain
 Utility
Tugas dari Utility adalah memberikan suplai air, listrik, sistem AHU,
menyediakan jaringan komputer dan jaringan komunikasi, serta
menyediakan alarm kebakaran di semua bagian PT. Phapros, Tbk.
 Preventive Maintenance
Tugas dari Preventive Maintenance adalah memasang alat dan
melakukan perawatan rutin mesin produksi, mesin pendukung,
peralatan raboratium, dan mengkualifikasi instalasi operasional dan
kinerja.
 Investasi and technology development
Tugas dari Investasi and technology development adalah
mengkoordinasi pelaksanaan investasi peralatan dan menjamin
ketersediaan spare parts mesin.
2. PPPP
Tugas :
 Menyusun, mengendalikan & mengevaluasi sasaran dan anggaran departemen
perencanaan produksi dan pengendalian persediaan sesuai dengan rencana
strategis perusahaan dengan biaya yang efektif
 Melakukan S&Op (sales and operation) meeting dengan marketing untuk
membahas ROFO ( Rolling Forcast), sebagai dasar pembuatan rencana produksi
bulanan dan permintaan pembelian bahan awal sehingga dapat memastikan
tercapainya target produksi sesuai permintaan pelanggan dan marketing
 Wewenang :
[Link] koordinasi dengan marketing / pelanggan, pembelian dan
departemen produksi
[Link] rencana produksi dan monitoringnya
[Link] rencana produksi dan contigency planningnya
[Link] stok policy baik produk jadi bahan awal maupun WIP, berdasarkan
Safety stok produksi jadi yang diberikan oleh marketing
5. Mempunya akses langsung dengan toll out/in manufaturer
Logistik dan Pengendalian Persediaan (LPP)
Tugas dan tanggung jawab :
1. Menyusun, mengendalikan, mengevaluasi sasaran dan anggaran bagian logistik dan
pengendalian persediaan dengan biaya yang efektif
2. Melakukan meeting S&Op dengan marketing untuk membicarakan ROFO setiap
bulannya, dalam rangka menyiapkan ketersediaan produk sesuai dengan forecast
marketing
3. Membuat rencana produksi bulanan dan permintaan bahan awal dan melakukan meeting
dengan unit proses dengan bagian TOTI untuk membicarakan kesanggupan proses
produksinya berikut monitoringnya
4. Mengeluarkan WO (work order), PR(Purchase requisition) dan monitoringnya
5. Monitoring persediaan bahan awal dan WIP (Work In Proses)
6. Membuat laporan realisasi produksi, persediaan dan WIP sera laporan lainnya yang
diperlukan
7. Melakukan coaching & counseling kepada seluruh karyawan di bawah koordinasinya
guna meningkatkan produktivitas departemen
8. Menjaamin dan memastikan bahwa semua kegiatan di unit kerjanya mengacu pada
CPOB, sistem menejemen mutu ISO 9001, sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan
sistem manajemen K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) OHSAS 18001 dan berupaya
untuk meningkatkan pemenuhannya sercara efisien atau perbaikan terus menerus
 Gudang Bahan Baku
Tugas dan tanggung jawab utama :
[Link], mengendalikan dan mengevaluasi sasaran dan anggaran bagian sesuai dengan rencana
perusahaan dengan biaya yang efektif
2. Mengkoordinir aktivitas kegiatan gudang bahan, kemas, barang teknik untuk menjaga agar posisi
arus barang (FIFO/FEFO) terjaminkeamanan dan penyimpanannya
[Link] agar yang disimpan digudang dapat dikirim ke unit produksi atau toll out manufacturer tepat
pada waktu dan jumlah sesuai dengan prosedur pelayanan bahan baku / kemasan

 Gudang Produk Jadi (GPJ)


Tugas dan tanggung jawab :
1. Membuat, mengendaliakan dan evaluasi sasaran dan anggaran bagian sesuai dengan
rencana perusahaan dengan biaya yang efektif
2. Mengkoordinir aktivitas pengambilan produk jadi dari departemen
produksi sampai gudang produk jadi mauppun produk jadi dari toll out manufacturer sesuai
denganspesifikasi penyimpanan dan rencana penempatan produk pada warehouse
management system
3. Memastikan gudang penyimpanan produk jadi memenuhi persayaran yang telah ditetapkan
baik fisik baangunan, temperatur, pengelolaan hygiene dan sanitasi gudang
4. Memelihara dan menjaga aset perusahaan yang berada di gudang produk jadi
 Toll Out dan Toll In (TOTI)
Tugas dan tanggung jawab :
1. Menyusun, mengendalikan dan mengevaluasi sasaran dan anggaran
bagian TOTI dengan biaya yang efektif
2. Memproses seleksi dan evaluasi toll out manufacturer termasuk
persiapan dokumen Registrasi untuk toll out Produk Exist dari bagian
logistik dan pengendalian persediaan
3. Berkoordinasi dengan departemen Quality Operation untuk melakukan
audit mutu dalam rangka seleksi evaluasi toll out manufacturer dan audit
berkala
3. Quality Operation
bertugas untuk memeriksa setiap tahapan kritis, hal tersebut dilakukan agar dapat
mengetahui kesalahan proses produksi yang mungkin terjadi.
 Quality Operation sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Pengendalian Mutu (QC)
 Memeriksa bahan awal yang dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama yang berupa
pemeriksaan secara visual dan kesesuaian produk berdasar dokumen sedangkan tahap
kedua melakukan pemeriksaan melalui laboratorium.
 Memeriksa bahan baku produksi, bahan pengemas, dan beberapa bahan varia seperti
alkohol, HCL, dan lain-lain.
 In Process Contro (IPC)l atau Pemeriksaan dalam proses,misal memeriksa trial cetak,
produk antara yang berupa granul atau sediaan sirup setelah 13 melalui proses
pencampuran atau mixing. Proses IPC dilakukan untuk mengetahui pH, kekerasan, berat,
waktu hancur, kerapuhan, dan kadar air.
 Memeriksa ruahan secara lengkap, sesuai dengan sepesifikasi yang dimiliki oleh masing-
masing produk.
 Memeriksa produk yang sudah jadi dan siap dikirim, pemeriksaan ini berupa inspeksi untuk
kelengkapan kemasan atau penangaan produk jadi.
 Melakukan sampling, memeriksa lingkungan produksi, seperti air, pemeriksaan ruangan
yang meliputi jumlah partikel dan mikroba, serta limbah.
2. Pemastian Mutu (QA)
 Mengkoordinasi validasi dan kualifikasi, yang meliputi kualifikasi alat, validasi proses produksi,
validasi pembersihan, validasi pengemasan (primer) dan kualifikasi ruangan.
 Melakukan kalibrasi yang berkoordinasi dengan unit terkait, untuk memastikan alat-alat produksi
yang digunakan sesuai dengan batas validitasnya.
 Mengkoordinasi audit internal dan eksternal untuk memastikan sistem mutu yang baik,
mengaudit vendor bahan baku dan bahan kemas, audit toll out manufacturer, inspeksi rutin
CPOB, audit distributor, dan lain-lain.
 Merilis produk jadi.
 Mengelola dokumen produksi Catatan Pengolahan Bets (CPB), pengelolaan CPB meliputi
penyimpanan, peminjaman, dan pemusnahan CPB.
 Mengelola keluhan pelanggan.

3. Sistem Mutu (QS)


 Mengendalikan dokumen sistem mutu dan melakukan review dokumen
 secara berkala.
 Memantau dan mengevaluasi program yang sedang dilaksanakan, supaya kinerja meningkat dan
sistem yang digunakan terintegrasi.
 Melakukan pembaharuan peraturan dan memenuhi peraturan yang berkaitan sistem dan
operasional produksi
 Mengendalikan perubahan serta penyimpangan yang ada.
4. Perencanaan dan Pengembangan Produk ( PPP )
Departemen PPP bertanggung jawab untuk membuat dan merencanakan produk baru.
Proses pembuatan produk baru ini meliputi riset mengenai formulasi hingga kemasan
yang akan digunakan. Selain membuat dan merencanakan produk baru, departemen PPP
juga bertugas untuk menyempurnakan formulasi dan kemasan dari produk-produk yang
sudah ada.
PPP membawahi lima bagian, yaitu :
1. Pengembangan Formulasi
bertugas untuk mempelajari formulasi, menyusun formula berdasar sifat fisika dan sifat
kimia, serta pengembangan standar. Jika formula standar tidak ditemukan, akan dibuat
formula alternatif
2. Technical Support
bertugas untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan produk eksisting
selama produksi yang terdapat di departemen produksi, dan juga melakukan transfer
proses toll manufacturing agar ketersediaan produk terjamin, dan memperbaiki proses
produksi supaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan sesuai pinsip cost
effectiveness
3. Pengembangan Kemasan
memiliki tugas untuk mendesain kemasan yang sesuai spesifikasi dari produk
yang akan dikemas, serta menentukan komposisi dari kemasan yang akan
digunakan.
4. Dokumentasi dan Registrasi
Bagian dokumentasi dan registrasi bertugas menyusun, dan mengkompilasi
data yang dibutuhkan untuk mendaftarkan produk baru supaya mendapat
Nomor Ijin Edar (NIE) dan mendaftarkan produk yang sudah ada
5. Pengembangan Analisa
Bagian pengembangan analisa bertugas untuk membuat kriteria dan prosedur
pemeriksaan bahan baku atau produk yang sudah divalidasi, dan studi stabilitas
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai