PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR MINUM
UNTUK DESA TEMPURAN, BLORA
TUGAS SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM
DOSEN PENGAMPU : H. TRIYONO, MSc
INTITUT TEKNOLOGI YOGYAKARTA
RANGKAIAN
01 Pendahuluan
Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan, Manfaat, Lingkup
tugas.
02 Deskripsi wilayah
Profil waduk Tempuran dan PDAM Tirta Amerta Kabupaten
Blora, Kependudukan, Data sekunder.
03 Kriteria perencanaan SDAM
Unit air baku, Unit transmisi, Unit distribusi, Unit pelayanan
04 Perencaanan unit
Unit tranmisi, Unit produksi, Unit distribusi dan pelayanan,
Simulasi hidrolis mengunakan ERPANET
DESKRIPSI WILAYAH
Waduk Tempuran adalah waduk yang terletak di wilayah Kecamatan Kota
Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Indonesia. Waduk ini memiliki
beberapa fungsi penting yang menopang kehidupan warga di sekitarnya
seperti perikanan, pariwisata, penampung air, mencegah banjir dan pengalir
air ataupun PDAM Tirta Amerta.
Disekitar waduk terdapat sawah warga, beberapa vegetasi seperti
bambu dan jati, dan beberapa fasilitas pendukung seperti penginapan.
Kondisi kualitas air di waduk Tempuran sama dengan air permukaan pada
umunya karena sumber airnya adalah air hujan. Warna air kehijauan
disebabkan oleh pertumbuhan alga dan lumut, namun masih ada makhluk
hidup seperti ikan di waduk tersebut.
• Infographic Style
KEPENDUDUKAN
Kecamatan JumlahPenduduk Jumlah Sex Ratio
Jumlah penduduk Laki-laki Perempuan
berdasarkan jenis kelamin 1. Jati 22,580 23,340 45,920 96.74
2. Randublatung 37,133 38,251 75,384 97.08
3. Kradenan 19,701 19,863 39,564 99.18
4. Kedungtuban 27,319 28,028 55,347 97.47
5. Cepu 36,068 37,264 73,332 96.79
6. Sambong 12,493 12,896 25,389 96.88
7. Jiken 19,026 19,503 38,529 97.55
8. Bogorejo 11,783 12,182 23,965 96.72
9. Jepon 29,994 30,816 60,810 97.33
10. Blora 45,761 47,597 93,358 96.14
11. Banjarejo 28,775 29,382 58,157 97.93
12. Tunjungan 22,733 23,496 46,229 96.75
13. Japah 16,720 17,398 34,118 96.10
14. Ngawen 28,336 28,782 57,118 98.45
15. Kunduran 31,075 32,123 63,198 96.74
16. Todanan 28,085 29,866 57,951 94.04
[Link] 417,582 430,787 848,369 96.93
PROYEKSI PENDUDUK 2014-2020
Dari sumber yang sama, penyusun juga mendapatkan proyeksi
pertumbuhan penduduk di Kabupaten Blora hingga tahun 2020.
KabupatenBlora ProyeksiPenduduk 2014-2020 (Perempuan+Laki-Laki)
(RibuJiwa)
2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
KabupatenBlora 848,36 852,08 855,62 859,00 862,30 865,11 867,90
9 8 0 3 1 9 9
Sumber : 2014, BPS Kab. Blora
• Infographic Style
1. Waduk Tempuran
Koordinat : 6o54’32.65’’ S dan 111o27’55.95” E
Elevasi : 128m
2. Tempat Pengolahan Air
Koordinat : 6o54’35.98” S dan 111o27’57.35’’ E
Elevasi : 139.5 m
DATA SEKUNDER Jenis Air Baku : Air Permukaan
Jenis Intake : Direct intake
TeknisPengambilan : MenggunakanPompa
Volume Waduk : 9.780 m3
TinggiMuka Air : 23.8 m
Posisi Intake : MenggunakanTransmisi
Luas : 4.675 Ha
KRITERIA PERENCAAN SDAM
1. Unit Air Baku
Unit air baku adalah sarana pengambilan dan atau penyedia air
baku yang terdiri dari:
• Intake
• Bangunan pengumpul Air
• Peralatan Pengukur
• Sistem Pemompaan
• Sarana Pembawa Air
Identifikasi Ketersediaan Air Baku meliputi:
• Jarak dan beda tinggi
• Debit optimum
• Kualitas air
• Pemanfaatan
Dasar Pemilihan Sumber Air Baku meliputi:
= • Tingkat keandalan
• Pengaruh terhadap pemakaian air yang ada
• Biaya investasi dan biaya operasional serta maintenance
• Dampak lingkungan
KRITERIA PERENCAAN SDAM
2. Unit Transmisi
Unit transmisi adalah sarana prasarana untuk menyalurkan air
baku dari sumber air baku menuju unit pengolahan air. Unit ini
memiliki beberapa perlengkapan untuk menjaga proses yang
berlangsung di dalamnya, yaitu:
• Sistem pemompaan
• Jaringan distribusi
• Peralatan pengukuran dan pemantauan
• Bangunan penampung air minum
=
KRITERIA PERENCAAN SDAM
3. Unit Distribusi
Unit distribusi adalah prasarana dan sarana untuk
mendistribusikan air minum ke wilayah layanan untuk
memberikan kepastian kuantitas, kualitas, dan kontinuitas
penyediaan air minum yang terdiri dari:
• Sistem pemompaan
• Jaringan distribusi
• Peralatan pengukuran dan pemantauan
• Bangunan penampung air minum
=
KRITERIA PERENCAAN SDAM
4. Unit Pelayanan
Unit pelayanan adalah prasarana dan sarana untuk memberikan
layanan air minum kepada pelanggan yang terdiri dari:
• Sambungan rumah
• Hidran umum
• Hidran kebakaran
• Water meter
=
PERENCAAN UNIT
Pipa yang digunakan untuk intake adalah
pipa galvanis iron pipe dengan diameter 6
inchi. Panjang pipa utama yang ada
dalam air 12 m sementara pipa yang
berada di daratan sejauh 56 m dengan 12
m pipa vertikal. Jenis pompa yang
digunakan adalah pompa celup/pompa
intake dengan kapasitas pompa 5 L/detik.
Air akan disimpan pada bangunan
penyimpan air setelah dialirkan menuju
unit pengolahan air minum.
UNIT PRODUKSI
Kapasitas Produksi Pengolahan Air Minum Waduk Tempuran
I II III IV V VI
No Uraian Satuan Total
1 2 3 4 5 6
I KEBUTUHAN AIR
1 Jumlahpenduduk Jiwa 70 55 60 55 85 95 420
2 Tingkat pelayanan % 100 100 100 100 100 100 100
3 Penduduk yang terlayani Jiwa 70 55 60 55 85 95 420
4 Kebutuhan air domestic
a. Sambunganrumah (SR)
[Link] pelayanan % 100 100 100 100 100 100 100
[Link] yang terlayani Jiwa 70 55 60 55 85 95 420
[Link] air lt/org/hr 150 150 150 150 150 150 150
[Link] air lt/det 0.12 0.10 0.10 0.10 0.15 0.16 0.73
[Link] sambungan Unit 14 11 12 11 17 19 84
b. Hidranumum (HU)
[Link] pelayanan % 0.00 0 0 0 0 0 -
[Link] yang terlayani Jiwa - - - - - - -
Content A - 40%
[Link] air lt/org/hr 30 30 30 30 30 30 30.00
[Link] air lt/det - - - - - - -
[Link] sambungan Unit - - - - - - -
5 Total kebutuhan air domestik (D)
(D) = (SR+HU) lt/det 0.12 0.10 0.10 0.10 0.15 0.16 0.73
6 Kebutuhan air non domestik (ND) % 10 10 10 10 10 10 10
Kebutuhan non domestik lt/det 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 0.02 0.07
7 Total kebutuhan air (D+ND) lt/det 0.13 0.11 0.11 0.11 0.16 0.18 0.80
8 Kehilangan air % 20 20 20 20 20 20 20
- Kebocoran lt/det 0.03 0.02 0.02 0.02 0.03 0.04 0.16
9 Kebutuhan air rata-rata (Qr) lt/det 0.16 0.13 0.14 0.13 0.19 0.22 0.96
10 Kebutuhanharianmaksimum lt/det 0.18 0.14 0.15 0.14 0.21 0.24 1.06
11 Kebutuhan jam puncak lt/det 0.24 0.19 0.21 0.19 0.29 0.33 1.44
Sumber : 2017, Data Perhitungan
•Instalasi
Infographic Style
Pengolahan Air Minum
Waduk
Penggunaan sumur pengumpul dipilih sebagai salah satu upaya untuk
Intake meningkatkan kontinuitas jika terjadi kekurangan air pada musim kemarau.
Dari segi kualitas, kondisi air waduk ini sudah cukup memenuhi baku mutu,
Sumur Pengumpul hanya beberapa yang perlu disesuaikan. TSS pada waduk ini tidak terlalu
tinggi sehingga tidak memerlukan koagulasi dan flokulasi untuk
menjernihkan air. Untuk mengurangi TSS agar sesuai dengan baku mutu
Clarrifier digunakan bak clarrifier dengan penambahan polyaluminium clorida (PAC).
Filtrasi yang digunakan menggunakan pasir kuarsa dengan diameter
sedang. Setelah pengolahan selesai maka akan ditampung lebih dulu di
Filtrasi reservoir sebelum disalurkan ke konsumen.
Reservoir
Unit Distribusi dan Unit Pelayanan
Pada unit distribusi ini tidak digunakan
pompa karena secara geologi, wilayah ini
sudah berada di daerah dengan kontur
tanah miring dan letak unit pengolahan
yang berada lebih tinggi dari wilayah
distribusi cukup memberi tekanan yang
diperlukan agar air dapat mengalir.
• Infographic Style
Beban Kebutuhan Air Tiap Node Per Wilayah Pelayanan
Node
Sumber :2017, Data Perhitungan Jumlah
Beban/node Keb. Air Beban/node
Blok Penduduk
Jumlah Nama Elevasi (org) (L/org/hari) (L/Hari)
(org)
1 139
2 138
12 136.5
I 6 13 70 13 150 1950
135.5
9 137
10 138
10 138
9 137
8 135
II 5 5 55 11 150 1650
135
4 5
137
9 137
8 135
III 4 60 15 150 2250
14 134
13 135.5
5 135.5
6 135
7 134.5
IV 6 55 10 150 1500
15 133
14 134
8 135
11 136
12 136.5
V 5 13 135.5 85 17 150 2550
17 133.5
3 134.5
13 135.5
14 134
VI 5 15 133 95 19 150 2850
16 132
17 133.5
Total penduduk 420
Beban Kebutuhan Air Tiap Node
Sumber :2017, Data Perhitungan
Beban
Node Daerah yang dilayani Jumlah Penduduk Total (orang) Beban (L/Hari) /Base demand
berdasarkan beban per (L/Detik)
node(org)
1 Blok I 13 13 1950 0.02
2 Blok I 11 11 1950 0.02
3 Blok V 17 17 2550 0.03
4 Blok II 11 11 1650 0.02
5 Blok II + Blok IV 11+10 22 3150 0.04
6 Blok IV 10 10 1500 0.02
7 Blok IV 10 10 1500 0.02
8 Blok II + Blok III + Blok IV 11+15+10 37 5400 0.06
9 Blok I+Blok II + Blok III 13+11+15 40 5850 0.07
10 Blok I+Blok II 13+11 25 3600 0.04
11 Blok V 17 17 2550 0.03
12 Blok I + Blok V 13+17 31 4500 0.05
13 Blok I+Blok III+Blok V+Blok VI 13+15+17+19 65 9600 0.11
14 Blok III+BlokIV+Blok VI 15+10+19 45 6600 0.08
15 Blok IV+Blok VI 10+19 30 4350 0.05
16 Blok VI 19 19 2850 0.03
17 Blok V+Blok VI 17+19 37 5400 0.06
Total Jiwa 440
Detail Pipa Unit Distribusi
Sumber :2017, Data Perhitungan
No. pipa Node awal Elevasi (m) Node akhir Elevasi (m) Panjangpipa (m)
P1 0 139.5 1 139 12
P2 1 139 2 138 17.6
P3 1 139 10 138 70.4
P4 10 138 4 137 58
P5 4 137 5 135.5 132
P6 10 138 9 137 44
P7 9 137 8 135 114.4
P8 5 135.5 8 135 54.8
P9 5 135.5 6 135 44
P10 6 135 7 134.5 44
P11 7 134.5 16 132 146.2
P12 8 135 14 134 70.4
P13 9 137 13 135.5 88
P14 2 138 12 136.5 118
P15 12 136.5 11 136 44
P16 12 136.5 13 135.5 96.8
P17 13 135.5 14 134 96.8
P18 14 134 15 133 35.2
P19 15 133 16 132 96.8
P20 13 135.5 17 133.5 96.8
P21 11 136 3 134.5 93.3
P22 3 134.5 17 133.5 93.3
P23 17 133.5 16 132 149.6
• Infographic Style
Simulasi Hidrolis menggunakan EPANET
Perencanaan Jaringan Pipa
Memasang Fasilitas Pada Peta Pada gambar disamping terdapat 1 reservoir, 13
persimpangan (Junctions) dan 23 pipa (Pipes).
Perencanaan EPANET disesuaikan dengan
perencanaan jaringan pada gambar 4.3 di atas (sesuai
dengan rencana awal). Data reservoir, seperti pada
gambar di bawah ini :
Data Reservoir 0
Thank You
SEKIAN DAN TERIMAKASIH