0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Pembinaan Kompetensi Mengajar SD

Dokumen tersebut membahas tentang pembinaan kompetensi mengajar guru SD melalui pendekatan microteaching. Tujuannya adalah melatih calon guru agar memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar sebelum menjadi guru di sekolah. Metode microteaching digunakan untuk memberikan pengalaman mengajar nyata kepada mahasiswa pendidikan guru dan melatih delapan indikator keterampilan dasar mengajar.

Diunggah oleh

Fajar Y H A
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Pembinaan Kompetensi Mengajar SD

Dokumen tersebut membahas tentang pembinaan kompetensi mengajar guru SD melalui pendekatan microteaching. Tujuannya adalah melatih calon guru agar memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar sebelum menjadi guru di sekolah. Metode microteaching digunakan untuk memberikan pengalaman mengajar nyata kepada mahasiswa pendidikan guru dan melatih delapan indikator keterampilan dasar mengajar.

Diunggah oleh

Fajar Y H A
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembinaan Kompetensi Mengajar SD

Fajar Yumanhadi Aripin, [Link]


Pembinaan kompetensi guru sering juga disebut dengan mikroteaching.
Agar kita memiliki persepsi yang sama maka diuraikan terlebih dahulu
makna dari pembinaan, kompetensi mengajar dan microteaching.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa pembinaan
berasal dari kata dasar bina yang berarti pelihara, mendirikan atau
mengusahakan supaya lebih baik, lebih maju dan lebih sempurna.
Sedangkan kata pembinaan berarti proses atau usaha dan kegiatan yang
dilakukan secara berhasil, guna memperoleh hasil yang baik. Pembinaan
dimaknai sebagai terjemahan dari kata training yang berarti latihan,
pendidikan, pembinaan. Pembinaan menekankan manusia pada segi
praktis, pengembangan sikap, kemampuan, dan kecakapan. Dengan
adanya pembinaan, maka tujuan yang hendak. dicapai yaitu untuk
memperbaiki efektivitas kerja seorang guru dalam mencapai hasil yang
telah ditetapkan. Sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan
lebih baik, dan guru tersebut dapat menjadi seorang yang profesional
dalam melaksanakan tugasnya.
Secara etimologis “kompetensi” diadaptasi dari bahasa
Inggris yakni competence yang memiliki makna kecakapan,
kemampuan, dan wewenang. Dalam UU No. 14 tahun
2005 tentang guru dan dosen, Kompetensi adalah
seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku
yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau
dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dapat
dimaknai seseorang yang kompeten harus memiliki sikap
dan tata nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang saling
terintegrasi dalam melaksanakan tugas profesional
Jadi kompetensi mengajar adalah
seperangkat sikap dan tata nilai,
pengetahuan, dan keterampilan yang
dimiliki seseorang dalam tugas
mengajar.
Micro teaching merupakan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh
calon guru dengan cara menyederhanakan cara mengajar. Secara
epistemologis, Micro teaching menempatkan dirinya dalam teori-teori
pembelajaran yang terletak berdasarkan pengalaman dan paradigma
praktik reflektif. Ini menempatkan pengalaman sebagai inti dari proses
pembelajaran; proses perubahan yang berkelanjutan dan dinamis yang
mengandalkan refleksi diri untuk perbaikan Microteaching untuk
menjembatani kesenjangan dikala mahasiswa ditempatkan praktik di
sekolah agar efektif
Prinsip-prinsip micro teaching merupakan praktik reflektif mendukung
banyak program persiapan guru.
micro teaching merupakan pengajaran mikro yang dirumuskan sebagai
pengajaran dalam skala kecil yang dirancang untuk mengembangkan
keterampilan baru dan memperbaiki keterampilan lama. Pengajaran
mikro ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar yang nyata
kepada mahasiswa calon guru dan sebagai wadah untuk
mengembangkan keterampilan mengajar yang yang dimilikinya
Delapan indikator untuk mengukur
keterampilan mengajar
• keterampilan bertanya,
• keterampilan memberikan penguatan,
• keterampilan mengadakan variasi;
• keterampilan menjelaskan;
• keterampilan membuka dan menutup pembelajaran;
• keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil;
• keterampilan mengelola kelas;
• keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Kedelapan ketrampilan yang seharusnya dimiliki guru sudah
diberikan dan dilatih bagi calon guru saat micro teaching
Tujuan Secara Umum
Tujuan proses pembelajaran micro teaching secara
umum adalah untuk melatih kemampuan dan
keterampian dasar mahasiswa sehingga ia memiliki
rasa percaya diri, kesiapan mental, keterampilan,
dan kemampuan performansi yang terintegrasi
untuk bekal sebagai calon guru di sekolah
Tujuan Secara Khusus
• Dapat menjelaskan konsep pembinaan kompetensi mengajar atau micro
teaching secara utuh dan komprehensif
• Melatih mahasiswa untuk terampil membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) dan membuat desain pembelajaran secara keseluruhan
• Memberi pengalaman mengajar yang nyata kepada mahasiswa selama
kuliah
• Melatih sejumlah keterampilan dasar mengajar mahasiswa sebagai calon
guru.
• Dapat menerapkan serangkaian teori belajar dan pembelajaran dalam
suasana didaktik, pedagogik, metodik dan andragogis secara tepat dan
menarik.
• Mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa sebelum mereka
terjun kelapangan
Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai adalah mahasiswa sebagai calon guru agar
memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai sikap serta tingkah
laku yang diperlukan, dikuasai dan diaktualisasikan dalam menjalankan
profesinya kelak sebagai guru. Selain itu agar mahasiswa (calon guru)
cakap dan tepat menggunakan berbagai perangkat tersebut dalam tugas
dan perannya di sekolah. Dengan pendekatan micro teaching mahasiswa
(calon guru dapat berlatih mengajar secara terbatas, namun tetap dalam
bingkai mengajar yang sesungguhnya, sebelum ia menerapkannya sebagai
guru yang sesungguhnya secara penuh.

Anda mungkin juga menyukai