0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan28 halaman

Sifat dan Pengolahan Unsur Nikel

Nikel pertama kali diklasifikasikan sebagai unsur kimia pada tahun 1751. Nikel digunakan dalam berbagai aplikasi seperti logam uang, pelapisan, dan senyawa kimia. Proses ekstraksi nikel dari bijihnya meliputi tahapan seperti kominusi, sizing, drying, dan calcining.

Diunggah oleh

proxima centauri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan28 halaman

Sifat dan Pengolahan Unsur Nikel

Nikel pertama kali diklasifikasikan sebagai unsur kimia pada tahun 1751. Nikel digunakan dalam berbagai aplikasi seperti logam uang, pelapisan, dan senyawa kimia. Proses ekstraksi nikel dari bijihnya meliputi tahapan seperti kominusi, sizing, drying, dan calcining.

Diunggah oleh

proxima centauri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nikel

Sejarah Unsur Nikel


Nikel pertama kali diklasifikasikan
sebagai unsur kimia pada tahun 1751
Penggunaan Nikel yang tidak sengaja telah
oleh Axel Fredick Cronstedt, yang
ditemukan sejak 3500 SM, mineral
mengekstraksi tembaga dari
menyerupai bijih tembaga ditemukan di
kupfernickel di tambang Kobalt di desa
Pegunungan Ore, Jerman. Namun, hasil
Los, Swedia. Hasil yang didapatkan
ekstraksi tidak didapatkan tembaga
bukanlah tembaga, melainkan logam
apapun, merekapun menyalahkan peri
putih yang diberi nama Nikel sesuai
nakal dari mitologi Jerman, Nikel (mirip
dengan nama peri dari mitologi Jerman.
dengan Nick Old). Untuk menempa
Mulai tahun 1824 Nikel diperoleh dari
tembaga, mereka menyebut bijih ini
produk sampingan pewarna biru kobalt.
Kupfernickel (hantu tembaga).
Sifat Keperiodikan

Sifat Keterangan
Nomor Atom 28
Golongan, blok Golongan 10, blok-d
Periode 4
Konfigurasi [Ar] 4s1 3d9
Kategori Unsur Logam Transisi
Bobot Atom Standar 58,69 g/mol
(Ar)

Jari-jari Atom 124 pm


Elektronegatifitas Skala Pauling : 1,91
Bilangan Oksidasi 4, 3, 2, 1, 0
Sifat Fisika

Sifat Keterangan
Fase Solid
Titik Lebur 1728 K
Titik Didih 3186 K
Kapasitas Kalor Molar 26,07 J/mol K
Kemagnetan Feromagnetik
Kepadatan 8,908 g/cm3
Sifat Kimia

Sifat Keterangan
Struktur Kristal FCC
Isotop 58
Ni, 59Ni, 60Ni, 61Ni, 62Ni, 63Ni,
64
Ni

Warna Putih keperak-perakan


dengan sedikit semburat
keemasan

Dalam Keadaan Murni Bubuk


Berbentuk
Sifat Kimia

Nikel secara perlahan teroksidasi di udara pada suhu normal dan


dianggap tahan korosi. Nikel banyak digunakan dalam uang logam.
Nikel juga merupakan salah satu dari empat unsur yang bersifat
feromagnetik pada suhu normal. Isotop Nikel. 58Ni paling banyak
ditemukan (68% kelimpahan alam). Nikel-62 memiliki energi ikat
inti rata-rata tertinggi. Isotope stabil nikel-60 adalah produk dari
radionuklida 60Fe dengan waktu paruh 2,6 juta tahun.
Kelimpahannya diluar angkasa dapat memberi wawasan tentang
sejarah da nasal-usul tata surya. Setidaknya 26 radioisotop nikel
telah ditemukan, yang paling stabil adalah 59Ni dengan waktu paruh
76.000 tahun. 63Ni dengan waktu paruh 100 tahun, dan 56Ni dengan
waktu paruh 6 hari. Selebihnya hanya memiliki waktu paruh kurang
dari 60 jam dan sebagian besar kurang dari 30 detik.
Persenyawaan Nikel
Nikel(0)

Nikel tetrakarbonil (Ni(CO)4) adalah cairan yang


mudah menguap dan sangat beracun pada suhu
ruang. Saat dipanaskan, kompleksnya terurai
kembali menjadi nikel dan karbon monoksida

Dalam proses mond, reaksi tersebut digunakan untuk memurnikan Nikel.


Kompleks nikel (0) bis(siklooktadiena)nikel(0) merupakan katalis yang
berguma karena ligan siklooktadiena mudah digeser.
Persenyawaan Nikel
Nikel(I)

Kompleks nikel(I) jarang ditemukan, salah satu


contohnya adalah kompleks tetrahedral
NiBr(PPh3)3. Banyak kompleks nikel(I) memiliki
ikatan Ni-Ni, seperti K4[Ni2(CN)6] yang bersifat
diamagnetic dan berwarna merah tua, didapatkan
dengan mereduksi K2[Ni2(CN)6] dengan paduan
raksa dan natrium.

Mayoritas kompleks nikel(I) mengandung ligan


fosfin atau yang berkerabat dekat, dan memiliki
struktur tetrahedral atau trigonal bipiramida.
Bersifat paramagnetik.
Persenyawaan Nikel
Nikel(I)

kompleks protein Ni-Fe-S yang berfungsi


untuk mengkatalisis molekul hidrogen
secara reversibel dalam metabolisme
mikroba

Gugus Fe-S menghubungkan


situs aktif nikel ke sebagai rantai
transpor elektron dari situs
redoks Ni-Fe
Persenyawaan Nikel
Nikel(II)

Nikel(II) membentuk senyawa dengan semua anion umum, termasuk sulfide, sulfat,
karbonat, hidroksida, karboksilat, dan halida. Nikel(II) sulfat diproduksi dalam
jumlah besar dengan melarutkan logam nikel atau oksida dalam asam sulfat
membentuk hexa dan heptahidrat yang berguna untuk pelapisan nikel elektrik

Senyawa NiO berwarna hijau tidak larut dalam air yang diperoleh dari
dekomposisi termal NiCO3 atau Ni(NO3)2 dan mengkristal dengan struktur NaCl.
Nikel(II) oksida bersifat antiferromagnetic, Nikel(II)oksida bersifat basa, bereaksi
dengan asam, misalnya reaksi 22.93
Persenyawaan Nikel
Nikel(II)

Berbagai geometri koordinasi diamati kompleks nikel (II) dengan bilangan koordinasi
dari 4 sampai 6; geometri octahedral dan segiempat planar. Contohnya termasuk:
Persenyawaan Nikel
Nikel(II)

Gambar. 22.27 (a) Representasi bagian dari


lapisan corner-sharing oktahedral NiF6 di
K2NiF4. (b) Struktur [{Ni(acac)2}3] (difraksi
sinar-X) dengan atom H dihilangkan.
Persenyawaan Nikel
Nikel(II)
Nikel(II) juga membentuk kompleks
biomolekul yaitu urease yang merupakan
katalis dalam hidrolisis urea menjadi
ammonia dan karbamate

Sisi aktif urease terdiri atas dua ion Ni 2+


(warna hijau) yang berkoordinasi dengan
atom nitrogen dari histidin. Oksigen
(warna merah) berasal dari gugus
karbamil dan H2O.
Persenyawaan Nikel
Nikel(II)

Kompleks lainnya Metil-Koenzim


M Reduktase yang berfungsi
sebagai katalis pada tahap terakhir
pembentukan metana dalam
mikroba

Ni hadir bersama kofaktor korinoid


F430. Struktur enzimnya
heterotrimer dengan dua situs aktif,
masing-masing tetrapyrrole yang
mengandung Ni.
Persenyawaan Nikel
Nikel(III)

Nikel(III) adalah oksidator yang sangat baik, tetapi distabilkan oleh ligan σ-donor.
Kompleksnya meliputi [Ni(1,2-S2C6H4)2]- (22.47) dan [NiBr3(PEt3)2] (22.48). Ligan lain
yang digunakan untuk menstabilkan Ni(III) termasuk porphyrins dan aza-macrocycles
pada [Ni (22.49)], masing-masing set tiga N-donor dan tiga O-donor berada dalam
susunan muka sekitar pusat Ni(III) oktahedral.
Persenyawaan Nikel
Nikel(IV)

Nikel(IV) hanya ada pada beberapa spesies, dan pembentukannya membutuhkan oksidan yang
sangat kuat, misal K3[NiF6] disiapkan dari NiCl2, F2 dan KCl. Reaksi NiCl2, F2 dan KCl menghasilkan
violet K3[NiF6]. Oktahedral [NiF6]3- merupakan low-spin d7 menunjukkan distorsi Jahn – Teller.
[NiF4]2[NiF6] telah digunakan sebagai agen pengoksidasi di beberapa propelan padat. Terurai
pada pemanasan menurut persamaan 22.90. Nikel(IV)fluorida dapat dibuat dari K 2[NiF6] dan
BF3 atau AsF5, tetapi tidak stabil di atas 208 K (persamaan 22.91).

NiF3 tidak murni dibuat dengan reaksi 22.91. merupaka padatan hitam, dan merupakan agen
fluorinasi yang kuat, tetapi terurai jika dipanaskan (persamaan 22.92).
Sumber-Sumber Nikel

Di bumi, nikel paling sering muncul :


• dengan belerang dan besi dalam mineral
pentlandit
• dengan belerang dalam millerit (NiS)
• dengan arsen dalam nikelin (NiAs)
• dengan arsen dan belerang dalam galena nikel.
Nikel banyak ditemukan pada meteorit besi atau siderite sebagai mineral kamasit dan
taenit. Meteorit besi atau siderite mengandung alloy besi nikel 5-25%.

Sebagian besar nikel ditambang dari deposit bijih :


• laterit, dengan limonit nikel sebagai campuran mineral bijih utama
(Fe,Ni)O(OH)
• garnierite, campuran berbagai nikel hidro dan silikat kaya nikel
• endapan sulfida magmatic, dengan mineral bijih utama pentlandit
(Ni, Fe)9S8
Pembuatan Nikel
Proses Mond

Logam termurni diperoleh dari nikel oksida melalui proses mond, dengan
kemurnian 99,99%. Proses ini dipatenkan oleh Ludwig Mond dan telah
digunakan dalam industry sejak awal abad ke-20.
Dalam prosesnya,
• senyawa nikel direaksikan dengan karbon monoksida dengan katalis
belerang pada suhu sekitar 40-80oC untuk membentuk nikel karbonil. Dan
besi menghasilkan besi pentakarbonil.
• Kemudian dipisahkan dengan distilasi.
• Nikel diperoleh dari nikel karbonil melalui dua proses. Pertama, nikel
karbonil dilewatkan melalui ruang besar pada suhu tinggi dan diaduk terus.
Karbonil akan terurai dan deposit nikel murni akan masuk ke dalam bola
nikel. Proses kedua, nikel karbonil diuraikan dalam ruang kecil pada suhu
230oC untuk menghasilkan bubuk nikel yang halus. Hasil samping karbon
monoksida disirkulasi ulang dan digunakan kembali.
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel
1. Kominusi
Merupakan proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil,
bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian dari mineral pengotor
yang melekat :
• Crusher, proses untuk membebaskan mineral yang diinginkan
• Grinding, tahap pengurangan ukuran dalam standar industry

2. Sizing
Proses pemilihan bijih dengan :
• Screening, pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran
partikel
• Klasifikasi, proses pemisahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapan
dalam suatu media (udara atau air)
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

3. Drying
Proses untuk membuang seluruh kandungan air dari padatan yang berasal
dari konsentrat dengan cara penguapan.

4. Calcining (pemanggangan)
Untuk menghilangkan kandungan air dalam bijih Kristal, mereduksi sebagian
nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. Proses ini dilakukan dalam tanur
reduksi. Bijih dari gudang dimasukkan dengan komposisi tertentu untuk
menghasilkan Si : Fe : Mg sesuai operasional tanur, dimasukkan juga batu bara
sebagai bahan pereduksi, kemudian belerang untuk mengikat nikel dan besi yang
telah tereduksi agar tidak teroksidasi kembali oleh udara. Hasil akhirnya disebut
kalsin dengan suhu 7000oC.
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

Reaksi dekomposisi air Kristal yang terjadi adalah :


• Serpentin
Reaksi dekomposisi : 3MgO· 2SiO2· 2H2O → 3MgO + 2SiO2 + 2H2O
Reaksi ini terjadi pada temperature 460-650oC dan tergolong tergolong reaksi endotermik.
Pemanasan lebih lanjut MgO dan SiO2 akan membentuk forsterite dan enstatite yang
merupakan reaksi eksotermik.
2MgO + SiO2 → 2MgO· SiO2
MgO + SiO2 → MgO· SiO2
• Geothite
Reaksi dekomposisi : Fe2O3· H2O → Fe2O3 + H2O
Reaksi ini terjadi pada temperature antara 260-330oC dan merupakan reaksi endotermik.
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

5. Peleburan di Tanur Listrik


Untuk melebur kalsin sehingga
terbentuk fasa lelehan matte dan
slag. Kalsin panas dimasukkan ke
dalam surge bin lalu dibawa ke
penampungan oleh transfer car.
Dinding furnace dilapisi batu
tahan api, matte dan slag akan
terpisah berdasarkan berat
jenisnya.
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

6. Pengkayaan di tanur pemurni


Bertujuan untuk menaikkan kadar
Ni di dalam matte dari 27% sampai
75%. Matte yang memiliki berat
jenis lebih besar dari slag diangkut
ke tanur pemurni/converter untuk
menjalani tahap pemurnian dan
pengayaan. Proses yang terjadi
pada tanur adalah peniupan udara
dan penambahan silika, silika akan
mengikat besi oksida dan
membentuk ikatan yang memiliki
berat jenis lebih rendah dari matte
sehingga mudah dipisahkan.
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

Reaksi Kimia dalam tanur listrik dan tanur pemurni :


Proses peleburan dalam Electric Furnace adalah proses utama dalam rangkaian
proses ini, reaksi reduksi langsung yang terjadi :
NiO(l) + C(s) → Ni(l) + CO(g)
Fe(l) + C(s) → Fe(l) + CO(g)
Beberapa material yang mempunyai afinitas yang tinggi terhadap oksigen juga
tereduksi dan menjadi pengotor dalam logam, seperti Si, Cr, P.
Karbon disupplay dan reaksi terjadi pada zona leleh elektroda. CO(g) yang
dihasilkan dari reaksi ini ditambah dengan CO(g) dari reaksi Boudoard
mereduksi NiO dan FeO serta Fe2O3 melalui mekanisme solid-gas reaction :
NiO(s) + CO(g) → Ni(s) + CO2(g)
CoO(s) + CO(g) → Co(s) + CO2(g)
FeO(s) + CO(g) → Fe(s) + CO2(g)
Fe2O3(s) + CO(g) → 2FeO(s) + CO2(g)
Pembuatan Nikel
Tahapan proses pengolahan bijih nikel

7. Granulasi dan pengemasan


Untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran yang siap diekspor
setelah dikeringkan dan dikemas. Matte dituang ke dalam tandis sambil disemprot dengan
air bertekanan tinggi, sehingga nikel matte berbentuk butiran halus yang kemudian
disaring dan dikeringkan.
Kegunaan Nikel

• Logam paduan tahan korosi seperti stainless steel


• Untuk pembuatan koin
• Baja nikel digunakan untuk kubah anti pencuri dan pelat baja
• Nikel digunakan sebagai pelapisan dan pewarna hijau di kaca
• Baja nikel dan besi cor nikel memiliki kekuatan tarik, ketangguhan, dan batas
elastisitas yang tinggi.
• Dapat digunakan sebagai pengganti perak dalam dekoratif.
• Busa nikel atau jarring nikel digunakan dalam elektroda untuk difusi gas.
• Nikel dan paduannya sering diguanakan sebagai katalis untuk reaksi hidrogenasi.
Nikel-Raney, paduan nikel-alumunium merupakan bentuk umum katalis hidrogenasi.
• Nikel digunakan sebagai pengikat dalam industri semen wolfram karbida atau logam
keras dan digunakan dalam proporsi 6-12% berat. Nikel membuat wolfram karbida
bermagnet dan menambah ketahanan korosi pada bagian yang disemen.
• 63Ni dengan waktu paruh 100,1 tahun, berguna dalam perangkat krytron sebagai
pemancar beta untuk membuat ionisasi dengan elektroda tetap-hidup lebih andal.
Kegunaan Nikel

Peran biologis :
• Enzim nikel seperti urease merupakan faktor virulensi pada beberapa
organisme. Urease mengkatalisis hidrolisis urea untuk membentuk
ammonia dan karbamat.
• Hidrogenase NiFe dapat mengkatalisis oksidasi H2 untuk membentuk
proton dan electron, dan juga dapat mengkatalisis reaksi balik.
• Koenzim nikel-tetrapirol, kofaktor f430, ada dalam metil koenzim M
reduktase yang dapat mengkatalisis pembentukan metana, atau reaksi
sebaliknya dalam arkea metanogenik (dalam keadaan oksidasi +1).
• Nikel merupakan nutrisi penting untuk bakteri yang berada di usus
besar, yang berfungsi sebagai prebiotik. Batas asupan nikel dari
makanan adalah 1000 μg/hari segabai garam nikel terlarut.
Kegunaan Nikel

Presentase penggunaan nikel :


• 68% untuk baja tahan karat
• 10% dalam paduan nonferrous
• 9% dalam pelapisan listrik
• 7% dalam baja paduan
• 3% untuk pengecoran
• 4% dalam penggunaan lainnya termasuk
baterai
Efek Biologis dari Unsur Nikel

Paparan harian nikel tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia,


karena sebagian besar nikel yang masuk ketubuh dikeluarkan oleh ginjal
melalui urin tanpa diserap. Tetapi, dalam dosis yang besar atau paparan
inhalasi kronis nikel cukup berbahaya bagi tubuh, dapat menyebabkan :
• Karsinogenik, berupa tumor pernapasan dan peradangan paru
• Batas legal paparan nikel adalah 1mg/m3 per 8 jam hari kerja
• [Ni(CO)4] merupakan gas beracun, karena pembuangan gas CO
• Orang yang memiliki kulit sensitif dapat menunjukkan alergi kontak kulit
(dermatitis)
• Pekerja yang menghirup senyawa nikel dalam jumlah besar dapat terkena
bronchitis kronis dan kanker hidung

Anda mungkin juga menyukai