Faktor Risiko
Dermatitis Seboroik Psoriasis
Usia 18-40 tahun / 20-50 tahun bahkan Pada anak-anak : terjadi usia 8 tahun,
bisa lebih tua lagi dewasa : 22 tahun-55 tahun
Laki-laki>wanita Pria=wanita (fitzpatrick), pria>wanita
(buku merah FK UI)
Imnunocompremissed Genetik 34-39%
Sering konsumsi alkohol
faktor pemicu : jika ada trauma bisa ada
fenomena koebner
stress
Fenomena Koebner
Patogenesis DS
• Berhubungan erat dengan glandula sebasea
• Proliferasi epidermis yang meningkat
• Malassezie furfur jamur yg umum berada di
kulit manusia dan hewan, tetapi bisa menjadi
patogen
• Defisiensi piridoksin (Vit B6)
Malassezie furfur
Patogenesis psoriasis
• Faktor genetik tidak ada risiko bisa 12% tetapi jika
bila terdapat faktor genetik bisa mencapai 34-39%
• Berdasarkan Awitan
tipe I: awitan dini berhubungan dengan HLA-B13,
B17, Bw57, CW6
tipe II : awitan Lambat bersifat non familial yang
berkaitan dengan HLA-B27, dan Cw2
• Proliferasi epidermis pada psoriasis, pembentukan
kulit lebih cepat hingga 3-4 hari sedangkan
normalnya 27 hari
Manifestasi Klinis
Dermatitis Seboroik Psoriasis
Ketombe (tanda awal dermatitis seboroik) Gatal ringan
ditendai adanya skuama halus, dimulai
sebagai bercak kecil
Fase kronis ( dijumpai kerontokan rambut) Tempat predileksi : muka, ekstremitas
bagian ekstensor, siku serta lutut, daerah
lumbosakral
Skuama kuning berminyak, eksematosa Terdapat plaque dengan skuama
ringan diatasnya eritema sirkumkripta
Fenomena tetesan lilin, asupitz sign,
Terkadang Gatal dan menyengat
Efloresensi DS : pada daerah wajah/kulit kepala terdapat eritema skuama berminyak
Efloresensi Psoriasis : pada daerah wajah ekstremitas, siku, lutut, dan lumbosakral
terdapat eritema, berskuama tebal,
Dermatitis seboroik
Psoriasis Fenomena tetesan lilin
Psoriasis Auspitz Sign
Psoriasis
Pemeriksaan Penunjang
Dermatitis Seboroik Psoriasis
KOH 10% Histopatologi : Hiperkeratosis,
parakeratosis, akantosis
Histopalogi : Sebaran infiltrat limfosit, Auspitz sign
histiosit perivaskular supervisial
Fenomena tetesan lilin