100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
534 tayangan90 halaman

Proses Pembuatan Pulp di PT IKPP

Proses pembuatan pulp mencakup persiapan bahan baku kayu, proses pulping untuk mengubah kayu menjadi serat menggunakan larutan kimia, dan proses pembuatan lembaran pulp. Proses ini memanfaatkan komponen kimia kayu terutama selulosa untuk diubah menjadi bahan baku pembuatan kertas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
534 tayangan90 halaman

Proses Pembuatan Pulp di PT IKPP

Proses pembuatan pulp mencakup persiapan bahan baku kayu, proses pulping untuk mengubah kayu menjadi serat menggunakan larutan kimia, dan proses pembuatan lembaran pulp. Proses ini memanfaatkan komponen kimia kayu terutama selulosa untuk diubah menjadi bahan baku pembuatan kertas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SELAMAT DATANG PADA PELATIHAN

TRAINING UMUM ANGKATAN KE-2


TAHUN 2007

PEOPLE DEVELOPMENT DEPARTMENT


Proses Pulp

Proses Pembuatan Pulp Kraft


PT. Indah Kiat Pulp & Paper – Perawang
ZIKPRCGTP0PRP
Tujuan / Sasaran - sasaran

Memahami operasianal pulp making


secara garis besar.
Mengetahui fungsi peralatan utama
dalam proses pembuatan pulp.
Mengambarkan bagaimana proses daur
ulang bahan kimia sisa pemasakan.
Mengetahui cara pembuatan lembaran
pulp.

3
Kriteria Peserta

Karyawan Baru di PT. IKPP Perawang


(new employees)

4
Persyaratan yang diperlukan

Tidak ada persyaratan


(No Requirement)

5
Informasi Tambahan

 Data & materi training ini


bersumber dari “Kraft Pulping”
TAPPI Press 1989 serta Beberapa
materi dari “Diktat Training” yang
ada diperpustakaan HD
Department.

6
Materi -materi

Komponen kimia kayu


Persiapan bahan baku.
Proses pulping.
Proses pembuatan
lembaran pulp.
Proses daur ulang bahan
kimia.
7
Komponen kimia kayu

Pulp merupakan kumpulan


serat atau selulosa sebagai bahan
baku pembuatan lembaran kertas,
dihasilkan dari proses pemasakan
kayu dengan zat kimia sebagai
larutan kimia pemasak.

Materi ini mencakup komponen-komponen


kimia penyusun kayu dan struktur seluler
kayu.
8
Komponen kimia kayu
Kayu mengandung bermacam-macam subtansi
kimia yang berbeda, dibagi dalam 4 kelompok
utama :

1 2

3 4

9
Komponen kimia kayu

(C6H10O5)n

merupakan senyawa polimer karbohidrat


komplek yang terdiri dari satu gugus gula
(glukosa), tersusun secara berulang-ulang
dan membentuk sebuah rangkaian linier
yang panjang (DP >3500).
Molekul Glukosa CH2OH
O
H H
H
OH H
OH OH

H OH 10
Komponen kimia kayu

Polimer dengan rantai lebih pendek yang


memiliki 5 unit gula (glukosa, manosa,
galactosa, xylosa & arabinosa), memiliki
kecepatan reaksi lebih tinggi dibanding selulosa
(DP < 600).

11
Komponen kimia kayu

Polimer tiga dimensi yang memiliki rantai


lebih panjang dan sangat bercabang,
molekul dasar yang memebentuk lignin
adalah phenyl propane. Didalam kayu
berfungsi sebagai lem atau semen organik
yang mengikat selulosa.

C C C OH

Phenil Propane Unit


12
Komponen kimia kayu
Lignin memerankan 2 fungsi kunci didalam
sel-sel tanaman :

1. Mengikat serat-serat secara bersama-


sama dengan penahan air atau pengikat
tahan air yang memberikan kekuatan pada
kayu yang bisa dipandang sebagai sebuah
komposit pengikat serat.

2. Memberikan kekerasan struktural pada


serat-serat kayu yang terpisah-pisah yang
sangat terstruktur dengan memerankan
bersama-sama dengan hemi selulosa
sebagai bahan matriks untuk mikrofibril
selulosa
13
Secara alamiah lignin berwarna coklat
Komponen kimia kayu

senyawa lain didalam kayu yang mudah


larut dalam air maupun pelarut oraganik
(seperti alkohol dan ether). Dalam proses
pemasakan hampir seluruh zat ekstraktif
larut dalam larutan pemasak. Contoh :
asam lemak, minyak, terpen, campuran
phenolic, wax dll.

14
Komponen kimia kayu

Kayu berdasarkan serat

memiliki serat panjang atau


NBKP (Nadelholtz Bleach
Kraft Pulp) ciri daunnya
berbentuk daun jarum.
contoh : cemara, pinus dll

15
Komponen kimia kayu

memiliki serat pendek atau


LBKP(Laubholtz Bleach Kraft
Pulp) ciri daunnya berbentuk
daun lebar.
contoh : akasia, Euchalyptus,
Mix Tropical Hard Wood
(MTHW) dll.

16
Komponen kimia kayu

• Komposisi rata-rata kimia kayu


Kayu lunak Kayu keras

42 ± 2 % Selulosa 45 ± 2 %
(C6H10O5)n

27 ± 2 % Hemi-selulosa 30 ± 5 %

28 ± 3 % Lignin 20 ± 4 %

3±2% 5± 3%
Exstractive
Sumber : TAPPI PRESS 1989 17
Komponen kimia kayu

Faktor pertimbangan selulosa digunakan


sebagai bahan baku pulp :

 Selulosa berlimpah, mudah didapat dan


harganya relatif murah.
 Selulosa hampir selalu terjadi dalam
bentuk serat serta mempunyai tegangan
yang amat tinggi.
 Sifat penyerapan air yang besar
memudahkan dalam persiapan mekanis.

18
Komponen kimia kayu

 Secara alamiah selulosa berwarna


putih.
 Tidak larut dalam air & solvent
organik alami.
 Tahan terhadap beberapa zat kimia
sehingga mudah dipisahkan dari
komponen kimia lainnya didalam
kayu.

19
Persiapan bahan baku kayu

• Materi ini membahas sumber bahan


baku kayu yang dipakai untuk proses
pembuatan pulp serta proses
konversi bahan baku dari kayu log
menjadi potongan-potongan kayu
yang lebih kecil/serpih yang disebut
dengan chip, memiliki ukuran
standart 25 x 25 x 10 mm (accepted
chip) untuk digunakan dalam proses
pemasakan dalam digester.
20
Persiapan bahan baku kayu
Sumber bahan baku serpih

• HTI (murni)
(Acacia spp & Eucalyptus spp)
- PT. Arara Abadi
- PT. Satria Perkasa Agung

• HTI Transmigrasi
(Patungan PT. Arara Abadi dengan
Inhutani IV)
-PT. Riau Abadi Lestari
21
Persiapan bahan baku kayu

• Hutan Tanaman Pola Kemitraan (HTPK)


PT. Papala Rapda - KTH Tuah Sekato
PT. Mapala Rapda - KTH Usaha Baru
PT. Dexter Timber - KTH Wana Jaya

• Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

• Pembelian dari Pemegang IPK

Diharapkan pada tahun 2007 sudah tidak


perlu pembelian dari pemegang IPK
22
Persiapan bahan baku kayu

Proses dalam persiapan bahan baku :

1. Proses pengelupasan kulit


(Debarking)
2. Proses penyerpihan (Chipping)
3. Proses penyaringan (Screening)

23
Persiapan bahan baku kayu
Block Diagram Proses persiapan bahan baku
kayu
Log wood Debu

DRUM EQUALIZING PRIMARY


LOG YARD CHIPPER CYCLONE CHIP YARD
BARKER BIN SCREENING

Kulit Kayu
Ekstraktif 20-40 % Chip
Seratnya sangat pendek
wood
Over size

BARK Fine size


SHREDDER
SECONDARY
SCREENING
A
Over Thick/
MULTI FUEL Over Size
BOILER
SLICER/RE-
CHIPPER
STEAM TO
PROCESS 24
Proses Pulping
PT. Indah Kiat Perawang saat ini memiliki 4 Line
Pulp Mill :
KAPASITAS REALISASI
UNIT PEMASOK TERPASANG PRODUKSI
(ton) (ton)
RAUMA
P/M 1A 191,578 189,491
REPOLA
P/M 2 SUNDS 239,474 236,865
P/M 8 KVAERNER 622,632 615,849
P/M 9 KVAERNER 766,316 757,968
Total Kapasitas per
1,820,000 1,800,173
Tahun

25
Proses Pulping
Prinsip :
Mengubah raw material berupa serpihan kayu
menjadi serat atau proses pemutusan ikatan
antar serat pada struktur kayu.

Proses komersial pulp dibedakan dalam 4


bagian :
Proses mekanis
Proses kimia
Proses kimia-mekanis
Proses semi-kimia
26
Proses Pulping

Perbedaan yang utama antara proses


mekanis dengan kimia adalah energi
yang digunakan pada proses mekanis
jauh lebih besar dibandingkan proses
kimia.

Proses kimia Proses yang


menggunakan larutan kimia sebagai
larutan kimia pemasak untuk
memutuskan ikatan antar serat dalam
proses pemasakan.
27
Proses Pulping

Proses kimia pulp terbagi atas 3


bagian :

1. Proses Soda (NaOH)


Ditemukan oleh Burgess & watts
kebangsaan Inggris pada tahun 1851
dengan menggunakan larutan NaOH
sebagai larutan kimia pemasak
(cooking liquor).

28
Proses Pulping

2. Proses Sulfite (H2SO3)


Ditemukan oleh Benjamin
Tilhman dari Philadelphia pada tahun
1857 menggunakan H2SO4 sebagai
cooking liquor. Secara komersial
proses ini digunakan tahun 1847 di
Swedia.

29
Proses Pulping

3. Proses Kraft (NaOH + Na2S)


Pada tahun 1879 seorang ahli
kimia dari Jerman C.F Dahl
menggunakan sodium sulfate pada
proses soda dan meregenerasi
NaOH. Dari hasil reaksi terbentuk
Na2S & proses delignifikasi yang
terbentuk lebih cepat serta pulp
yang dihasilkan lebih kuat (Kraft = kuat)

30
Proses Pulping

Dalam proses pembuatan pulp PT.


IKPP Perawang menggunakan proses
kimia Kraft dengan menggunakan
larutan kimia pemasak campuran
NaOH + Na2S atau disebut juga
dengan Lindi putih atau White
Liquor.

31
Proses Pulping

Beberapa keuntungan pada proses


kimia kraft :

Cooking time yang digunakan relatif


lebih singkat dibandingkn proses
kimia lainnya sehingga degradasi
karbohidrat lebih sedikit.

Serat yang dihasilkan relatif lebih


kuat.
32
Proses Pulping

Larutan kimia sisa pemasakan (Black


Liquor) dapat di daur ulang kembali
sehingga mengurangi beban
buangan ke proses pengolahan
limbah cair.

Biaya Produksi lebih kecil


dibandingkan proses kimia lainnya.

33
Proses Pulping

Variabel yang mempengaruhi


pemasakan pada proses kraft :

1. Kualitas Chip
- Spesies kayu
- Density
- Distribusi ukuran chip
- Moisture kayu
- Kandungan kulit (Bark)

34
Proses Pulping

2. Sulifidity  kehadiran ion HS-


mempercepat reaksi delignifikasi
tanpa memepengaruhi rantai
karbohitrat.

3. Muatan alkali  % berat alkali aktif


sebagai Na2O terhadap OD kayu.

35
Proses Pulping

4. Perbandingan kayu-cairan pemasak


 menjamin agar penetrasi larutan
kimia pemasak kedalam chip
berlangsung sempurna.

5. H-Factor  Pengontrol variabel


waktu sekaligus suhu yang
diinginkan dengan membuat plot
waktu vs suhu dengan kalkulasi
tertentu.
36
Proses Pulping

Kayu serpih yang dihasilkan dari


bagian Wood Preparation selanjutnya
dikirim kebagian Pulp Making untuk
dilakukan proses pemasakan didalam
digester.

Dalam proses pemasakan, selain


bejana digester terdapat beberapa
alat yang memegang peranan penting
dalam sistem pemesakan, seperti :
37
Proses Pulping

1. Chip Meter
Alat ini berfungsi untuk mengukur laju
produksi seluruh pemasakan dengan cara
mengukur laju perputaran chip meter
tersebut.

2. Presteaming Vessel
Dalam alat ini chip dikontakkan dengan uap
bertekanan 2 Bar dengan suhu sekitar 120 OC
selama 2 sampai 5 menit, bertujuan untuk
mengeluarkan air dan menguapkan udara
didalam chip.
38
Proses Pulping

3. Chip Chute
Alat untuk merendam chip dengan larutan
kimia pemasak (white liquor).

4. High Pressure Feeder


Alat ini berfungsi untuk menghantarkan chip
ke top digester.

5. Blow Tank
Alat untuk memisahkan bubur pulp dengan
cairan hitam (black liquor).
39
Proses Pulping

Digester kontiniu (Kamyr)

Sebuah bejana yang berfungsi sebagai


tempat berlangsungnya proses
pemasakan chip menjadi bubur pulp.
Digester ini memiliki 4 Zona :
Zone Temp.( C)
Impregnation 105 - 130
Heating 170
Cooking 160 - 170
Washing 130 40
Proses Pulping

Kayu + Cooking liq. → Pulp + Black liq.


-Selulosa NaOH + Na2S Selulosa -Alkali Lignin
-Hemi-selulosa -Hydrolisis salt
-Lignin -Sulphonation prod.
-Zat Ekstraktif

Kondisi pemasakan proses kimia kraft :

Temperatur : 160 – 170 o C


Tekanan : 6 Bar (5.92 atm)
Waktu pemasakan : 3 – 4 jam
Wood to Liquor ratio : 1 : 3.5- 4 M3
41
Proses Pulping

Bilangan Kappa : merupakan suatu


pengukuran jumlah lignin yang masih
tersisa didalam pulp setelah proses
pemasakan. Penghitungan bilangan kappa
dimaksudkan untuk 2 tujuan :

1. Untuk mengukur derajat delignifikasi


yang dicapai selama proses
pemasakan.
2. Untuk menetukan komsumsi bahan
kimia yang diperlukan pada proses
pemutihan (bleaching). 42
Proses Pulping

Bubur pulp yang masih cokelat pekat


(Un-bleached pulp) yang keluar dari
Digester selanjutnya dicuci untuk
mengurangi jumlah maksimum zat
organik & an-organik terlarut.

Peralat pencucian (washer) :


 Diffuser washer
 Wash press
 Rotary vacuum washer
43
Proses Pulping

Screening
Tujuan : untuk memisahkan kotoran-
kotoran dan partikel-partikel yang tidak
diinginkan yang dapat mengganggu pada
proses selanjutnya. (seperti knot, shives
dll)

Bleaching
Tujuan : untuk mendapatkan target derajat
putih pulp atau Brightness sebesar 90o ISO.

44
Proses Pulping
Block Diagram Proses Pembuatan Pulp

CYCLONE Knot from Air Blower

CHIP
Chip CHUTE FEEDER
Steam from Flash
Wood SCREW Cyclone
B
Steam from Flash
Cyclone

LOW HIGH
CHIP CHIP STEAMING CHIP
PRESSURE PRESSURE
BIN METER VESSEL CHUTE
FEEDER FEEDER

Chip & White


Liquor
NaOH & O2 Cl2 & ClO2 O2
ClO2
Steam

EO C+D O2 4 STAGES DIFFUSER


D1 with Diffuser DELIGNIFICATION WASH DE- CONTINOUS
with Diffuser FINE WASHER
Washer Washer REACTOR FILTER KNOTTER DIGESTER
SCREENING (BLOW TANK)

ClO2
Filtrate

D2 STOCKER Steam FLASH


BLEACHED Bleached Pulp Fiber
With Diffuser CYCLONE
Washer
HD TANK to Pulp Machine
Knot
Knot to Cyclone
AIR
KNOT BIN
BLOWER Black Liquor
45
Proses Pulping

46
Proses pembuatan lembaran pulp

47
Proses pembuatan lembaran pulp

Bleached pulp dari unit Pulp Making yang


masih dalam bentuk bubur serat yang
telah diputihkan dan mengandung banyak
air selanjutnya dibentuk menjadi
lembaran-lembaran pulp dengan alasan
untuk mempermudah dalam penyimpanan
dan pengangkutan

48
Proses pembuatan lembaran pulp

Di PT. IKPP Perawang Mill ini memiliki


4 line Pulp Machine, dimana tiap unit
Pulp Machine terdiri dari 5 bagian,
yaitu :

1. Penyaringan (Screening)
2. Penghilangan air (Dewatering)
3. Pengeringan (Drying)
4. Pemotongan (Cutting)
5. Pengemasan (Baling)
49
Proses pembuatan lembaran pulp
Block Diagram pembuatan Lembaran pulp

Bleached Pulp Stacker Lembaran Pulp


Siap dipasarkan

Stock Chest
Pulp
Tempat bale pulp
Tum Table Yang sudah
Terbungkus rapi

Head Box
Pengikatan
Moisture Tying Bale pulp
Content : 99 %
White water untuk
Pulper Wire Part Pencuci di unit Pelipatan pembungkus
Broke Folder
pemutih Bale pulp
Moisture
Content : 80 %
White water untuk
Press Part Pencuci di unit Pengikatan
Tying
pemutih Bale pulp
Moisture
Content : 60 %

Udara panas Drying Wrapping Pembungkus


Uap air
Bale pulp
Moisture
Content : 10 %
Pengeprasan
Balling Press Untuk memperkecil
Cutting Volume tumpukan
Broke Lembaran pulp
Ukuran 61 x 84 cm
Penimbangan
Tebal 2 mm
Tumpukan lembaran
Scaling
pulp
50
Daur ulang bahan kimia

51
Daur ulang bahan kimia

Daur ulang bahan kimia merupakan


bagian yang terintegrasi dari proses
kimia kraft, berbeda dengan proses sulfat
dimana cairan sisa pemasakan tidak
dilakukan proses daur ulang (recovery).

Sistim daur ulang bertujuan mengambil


kembali zat kimia anorganik NaOH dan
Na2S didalam cairan sisa pemasakan atau
black liquor.
52
Daur ulang bahan kimia

Sistem daur ulang berfungsi untuk :

1. Menghancurkan substansi organik (lignin)


yang dilarutkan selama proses
pemasakan.
2. Menghasilkan panas dalam bentuk steam
untuk proses pemasakan di digester.
3. Mengambil kembali NaOH dari cairan sisa
pemasakan (Black liquor).
4. Mengubah senyawa sulfur yang
terkandung didalam black liquor menjadi
Na2S. 53
Daur ulang bahan kimia
Empat Langkah proses daur ulang :

1) Pemekatan “Weak black liquor” di


Evaporator.
2) Membakar Black liquor pekat dalam
Recovery boiler.
3) Melarutkan Smelt menjadi green liquor.
4) Causticizing Green liquor dengan batu
kapur (CaCO3) untuk membentuk White
liquor.
5) Membakar Lime mud untuk direcovery
kembali (ke slaker).
54
Daur ulang bahan kimia

Tujuan pemekatan black liquor


dievaporator adalah untuk menguapkan
air yang terkandung didalam black liquor
( dari 12% - 18% solid sampai 60% solid)

Weak black Heavy Black


Liquor 15 % Liquor 60 %
Evaporator
In put 10 Tons Out put 2.5 Tons

Air yang diuapkan


7.5 Ton
55
Daur ulang bahan kimia
Black liquor yang sudah dipekatkan
selanjutnya dibakar diruang pembakaran
Recovery Boiler sehingga terbentuk cairan
kental yang disebut dengan “Smelt”.
Selama pembakaran senyawa organik
dibakar & Na2SO4 direduksi menjadi Na2S

Reaksi :
Na2SO4 + 2C + O2 Na2S + 2CO2

56
Daur ulang bahan kimia

serta senyawa sodium lainnya


dikonversikan menjadi Sodium
karbonat.

Reaksi :
Black liq. + O2 Na2CO3 + Na2S +CO2

57
Daur ulang bahan kimia

Smelt selanjutnya dilarutkan dengan


air didalam tangki dissolving,
menghasilkan larutan encer
berwarna hijau yang disebut dengan
“Green liquor”

Larutan Green Liquor selanjutnya


dipompakan ke slaker dimana GL
dicampur dengan batu kapur yang
dihasilkan dari lime kiln.

58
Daur ulang bahan kimia

reaksi :

1. CaCO3 +O2 CaO + 2CO2

2. Na2CO3 + Ca(OH)2 2NaOH + CaCO3

Endapan batu kapur yang terbentuk


selanjutnya dikirim kembali ke lime kiln untuk
dibakar dan menghasilkan CaO

59
Daur ulang bahan kimia

Block diagram proses daur ulang


TURBINE
GENERATOR Electric Energy

Steam
Salt Cake
Black liquor
Ash
From Digester
6 EFFECT VACUUM RECOVERY ELECTROSTATIC Flue Gas
MIXER STACK
EVAPORATOR BOILER PREPICITATOR To Air

Hot Water Weak Green Liqour Smelt

DREGS DREGS Dregs GL CLARI- GL DISSOLVING Hot Water


FILTER WASHER FIER TANK
Make-Up Lime
Weak White Liquor (CaCO3)
Filtrate
Hot Water
Hot Water
DREGS LIME MUD LIME SLUDGE LIME MUD FLASH LIME
BUNKER WASHER STRORAGE FILTER DRYER KILN

Clean Green Liqour Lime Mud

NaOH Make-up

GL WL CLARI
SLAKER CAUSTICIZER WL TANK WL TO DIGESTER MIXER
TANK FIER

Ca-Oxide (CaO) 60
Daur ulang bahan kimia
• Combustion chamber of Recovery Boiler
High Preasure
Superheated Steam

Flue gas

Hot flue gas


Tertiary air

Black Liquor
Drying & Pirlisis

Secondary air
Combustion
Melting
Primary Air

Frozen Smelt To Dissolving Tank


61
Siklus daur ulang bahan kimia
Pulp Chips

COOKING
&
WASHING

BLACK LIQUOR WHITE LIQUOR


- Alkali lignin - NaOH
- Hydrolosys salt - Na2S
- Sulphonation
product

EVAPORATION GREEN LIQUOR


& -Na2CO3 CAUSTICIZING
BURNING - Na2S

H2O

Chemical CaCO3 CaO


Heat
Make-Up

62
Sistem Pengolahan Limbah

63
Sistem Pengolahan Limbah

Selain kelengkapan didalam proses


produksi, baik pada proses produksi pulp,
kertas maupun bahan kimia, PT. IKPP juga
dilengkapi dengan instalasi pengolahan
limbah cair (IPAL) dimana air limbah
pabrik diolah terlebih dahulu hingga
memehuni baku mutu yang telah
ditetapkan oleh Pemerintah sebelum
dibuang ke sungai Siak

64
Sistem Pengolahan Limbah

Pengolahan air limbah dilakukan secara :


1. Fisika
2. Biologi (lumpur aktif)
3. Mekanis (untuk lumpur sisa pengolahan
limbah cair)

65
Sistem Pengolahan Limbah

Diagram Alir Instalasi Pengolah Air Limbah


BAR
SCREENING HCl + NaOH

EQUALIZATION DIVERSION CLARIFIER I BUFFER COOLING


TANK
TANK TANK TOWER
SLUDGE

DEWATERING

SLUDGE CLARIFIER II AERATED


THICKENER LAGOON
Urea +
TANGKI
Phosphate
PENCAMPUR
(Penambahan TO SIAK RIVER
Polymer)
KE LANDFILL 66
Penutup

67
Question & Answer

Question
& Answer

68
69
Drum Barker Fuji King Barker

70
Chipper

71
Secondary Screen

72
Primary Screen

73
Chip Yard

74
Log Yard

75
Boiler

76
Digester

77
Komponen kimia kayu

(C6H10O5)n

merupakan senyawa polimer karbohidrat


komplek yang terdiri dari satu gugus gula
(glukosa), tersusun secara berulang-ulang
dan membentuk sebuah rangkaian linier
yang panjang (DP >3500).
Molekul Glukosa CH2OH
O
H H
H
OH H
OH OH

H OH 78
Komponen kimia kayu

Polimer dengan rantai lebih pendek yang


memiliki 5 unit gula (glukosa, manosa,
galactosa, xylosa & arabinosa), memiliki
kecepatan reaksi lebih tinggi dibanding selulosa
(DP < 600).

79
Komponen kimia kayu

polimer tiga dimensi yang memiliki rantai


lebih panjang dan sangat bercabang,
molekul dasar yang memebentuk lignin
adalah phenyl propane. Didalam kayu
berfungsi sebagai lem atau semen organik
yang mengikat selulosa.

C C C OH

Phenil Propane Unit


80
Komponen kimia kayu

senyawa lain didalam kayu yang mudah


larut dalam air maupun pelarut oraganik
(seperti alkohol dan ether). Dalam proses
pemasakan hampir seluruh zat ekstraktif
larut dalam larutan pemasak. Contoh :
asam lemak, minyak, terpen, campuran
phenolic, wax dll.

81
Diffuser Washer

82
Top Separator

83
High Pressure Feeder

84
Chip chute circulation

85
Steaming Vessel

86
Chip Meter

87
Low Pressure Feeder

88
Chip Feeding

89
Chip Storage

90

Anda mungkin juga menyukai