0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan25 halaman

Ketaksamaan Geometri dan Segitiga

Dokumen tersebut membahas beberapa sifat dasar ketaksamaan geometri dan hubungannya dengan segitiga, termasuk teorema kongruensi sisi dan sudut segitiga serta pembuktian dengan metode tidak langsung.

Diunggah oleh

Elza Nora Yuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan25 halaman

Ketaksamaan Geometri dan Segitiga

Dokumen tersebut membahas beberapa sifat dasar ketaksamaan geometri dan hubungannya dengan segitiga, termasuk teorema kongruensi sisi dan sudut segitiga serta pembuktian dengan metode tidak langsung.

Diunggah oleh

Elza Nora Yuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Geometric Inequalities

(Ketaksamaan Geometri)
OLEH :
KELOMPOK III
ANNISA SARAH (20205003)
HAMIDAH (20205042)
ISRA HIDAYATI (20205018)
RIKA HANRIA (20205028)
BEBERAPA SIFAT DASAR KETAKSAMAAN

Dalam perbandingan dua ukuran, misal a dan b, ada tiga kemungkinannya,


yang ditunjukkan pada tabel berikut ini

Kondisi Notasi Contoh

a kurang dari b a<b 3<5


a=b 4=4
a sama dengan b

a lebih dari b a>b 7>2


Arah atau makna dari ketaksamaan berdasarkan pada
apakah simbol ketaksamaan ditunjukkan ke kanan (>) atau
ke kiri (<). Sebagai contoh:
 a > b dan c > d adalah dua ekspresi ketaksamaan yang
memiliki arah atau makna yang sama karena keduanya
menyatakan ukuran yang satu lebih dari yang lainnya.
 Dari perubahan a > b ke a < b (atau sebaliknya), itu
berarti membalikkan arah atau makna dari ketaksamaan.
Sifat Pernyataan Formal Contoh
Penjumlahan Jika a < b, maka a + c < b + c 3<5
  +4=4
  7<9
Jika a < b dan c < d, maka a + c < b + d 3<5  
+ 6 <
10
9 < 15
Pengurangan Jika a < b, maka a - c < b - c 8 < 13
  -6=6  
2<7
Perkalian Jika a < b dan c > 0, maka ac < bc 5<8
  2(5) < 2(8)
atau 10 < 16  

Transitif Jika a < b dan b < c, maka a < c 4<7


  dan 7 < 10
maka 4 < 10  

Subtitusi Jika a + b < c, dan b = d, maka a + d < c x+y<9


  y=5
x+5<9
 Ada dua ketaksamaan geometri yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Jika titik X di antara titik A dan B, maka AX < AB dan XB < AB

2. Jika sinar garis di antara sinar garis dan dan berada pada daerah
interior , maka dan
HUBUNGAN KETAKSAMAAN DALAM SEGITIGA
Postulat Ketaksamaan Segitiga

Panjang masing-masing sisi segitiga pasti kurang dari jumlah panjang 2 sisi yang lainnya

Contoh: Yang mana dari himpunan bilangan-bilangan berikut yang tidak dapat
merepresentasikan sisi-sisi sebuah segitiga?
(1) 9, 40, 41 (2) 7, 7, 3 (3) 4, 5, 1 (4) 6, 6, 6
Solusi
Himpunan yang tidak merepresentasikan sisi-sisi sebuah segitiga adalah
nomor (3) karena: 4 < 5 + 1, tapi 5 tidak kurang dari 4 + 1
Perbandingan Sudut-Sudut Segitiga

 
Dari gambar di samping diketahui, karena
maka .

 
sehingga , dan . Jadi, sudut terbesar berada
di depan sisi terpanjang.
Teorema 8.1 Teorema Kongruen Sisi Berimpikasi Pada Kongruensi Sudut

Jika dua sisi dari segitiga tidak kongruen, maka sudut-sudut di depan sisi-sisi tersebut juga
tidak kongruen, dan semakin besar sudut, maka semakin panjang sisi-sisi di depannya.
 
Bukti Teorema 8.1 :
Diberikan : BC > BA
Adt. :
Rencana : Karena BC > BA, terdapat titik D pada ,
sehingga mAB = mDB
Cara 1
Pernyataan Alasan
1. Teorema ketaksamaan sudut
eksterior, teorema 5.4.
2. Teorema sudut: alas-teorema
7.1.
3. Subtitusi
4. Definisi sinar-sinar garis antara
5. Transitif
 
Cara 2 :
Perhatikan ∆ ABC, diketahui BC > BA, sehingga akan ditunjukan
bahwa . Berdasarkan Teorema ketaksamaan sudut eksterior,
teorema 5.4, diketahui bahwa . Kemudian berdasarkan
Teorema sudut alas-teorema 7.1, diperoleh juga . Dari
pernyataan sebelumnya dengan melakukan subsitusi, kita
peroleh . Berdasarkan definisi sinar-sinar garis antara, juga
didapatkan . Sehingga diperoleh berdasarkan sifat transitif.
Teorema 8.2 Teorema Kongruen Sudut Berimpikasi Pada Kongruensi Sisi

Jika dua buah sudut pada sebuah segitiga tidak kongruen, maka sisi-sisi didepan sudut-sudut
tersebut tidak kongruen, dan semakin panjang sisi, maka semakin besar sudut di depannya

Bukti Teorema 8.2 :


Pada △ ABC, diberikan ∡A > ∡C. tunjukkan BC > AB
 
Ada 3 kemungkinan hubungan antara BC dan AB, yaitu:
1. BC < AB
2. BC = AB
3. BC > AB
Jika BC < AB maka A < ∡C (berdasarkan teorema 8.1)
Jika BC = AB maka ∡A = ∡C hal ini bertentangan dengan
yang diketahui. Jadi BC = AB salah
Jadi, kemungkinan yang benar adalah BC > AB
Contoh 8.2
Dalam △ ABC, AB = 3 dan AC = 7. Sudut apakah yang paling
besar dari segitiga tersebut?
Sudut apakah yang paling kecil dari segitiga tersebut?
Solusi
Berdasarkan teorema 8.1 diperoleh :
∡B adalah sudut terbesar
∡C adalah sudut terkecil

Contoh 8.3
 Ukuran dari puncak sudut S dari segitiga sama kaki RST adalah
80. Sisi apakah yang paling panjang dari segitiga tersebut?
Solusi
Berdasarkan teorema 8.2 diperoleh :
adalah sisi terpanjang
Contoh 8.4
Diberikan : (BD) ̅ membagi ∡ABC
Buktikan : AB > AD
Bukti:
Cara 1
Pernyataan Alasan
1. BD membagi ∡ABC [Link]
2. ∡1  ∡2 [Link] garis bagi
3. m∡3 > m∡2 [Link] luar segitiga
(teorema 5.4)
4. m∡3 > m∡1 [Link]
5. AB > AD [Link] 8.2

 Cara 2 :Perhatikan . Diketahui BD membagi ∡ABC, karena BD merupakan garis


bagi maka ∡1  ∡2. Kemudian perhatikan ∡2 yang merupakan sudut
luar segitiga, oleh sebab itu m∡3 > m∡2. Kita subsitusikan
∡1  ∡2 ke m∡3 > m∡2 menjadi m∡3 > m∡1. Berdasarkan hal tersebut, berlaku
teorema 8.2 sehingga AB > AD.
PEMBUKTIAN DENGAN METODE TIDAK LANGSUNG

Untuk membuktikan sebuah pernyataan tidak langsung


 Andaikan pernyataan yang akan dibuktikan tidak benar. Hal ini ekuivalen
dengan asumsi bahwa lawan/negasi dari pernyataan yang dibuktikan
adalah benar
 Tunjukkan bahwa pengandaian ini kontradiksi dengan kenyataan dan
kesimpulannya salah bedasarkan teorema, postulat atau dari yang
diketahui.
 Simpulkan bahwa pengandaian yang diberikan salah, maka berarti
pernyataan yang dibuktikan benar.
Contoh 8.5
Gunakan metode pembuktian tidak langsung untuk
membuktikan bahwa sebuah segitiga tidak bisa memiliki lebih
dari satu sudut tumpul
Solusi :
• Andaikan sebuah segitiga bisa memiliki lebih dari satu sudut
tumpul
• Jika segitiga memiliki dua sudut tumpul, maka jumlah dari
dua sudut tumpul tersebut lebih besar dari 180, hal ini
kontradiksi dengan fakta bahwa jumlah dari tiga sudut
segitiga adalah 180
• Karena kontradiksi ini, maka pengandaian salah. Karena
pengandaian mewakili kebalikan yang anda coba buktikan
dan salah, maka pernyataan yang diminta untuk anda
buktikan pasti benar. Artinya, segitiga tidak bisa memiliki
lebih dari satu sudut tumpul.
Contoh 8.6
Diberikan : ∡1 tidak kongruen dengan ∡2
Buktikan : garis l tidak sejajar dengan garis m

Solusi :
Menggunakan metode pembuktian tidak langsung :
1. Andaikan garis l sejajar dengan garis m
2. Karena garis l sejajar m, maka ∡1  ∡2 (Berdasarkan
teorema 4.2 : Jika dua garis sejajar maka sudut-sudut
sehadapnya adalah kongruen)

Ini berlawanan dengan yang diberikan bahwa ∡1 tidak


kongruen dengan ∡2. Maka pengandaian salah. Jadi haruslah l
tidak sejajar dengan m
Contoh 8.7
 
Diberikan :
Butikan : tidak
Solusi :
 
Indirect : Andaikan negasi dari kesimpulan yang diminta benar,
yaitu
Cara 1
Pernyataan Alasan
1. 1. Diberikan
2. Teorema 7.1
2. tidak atau 3. Pernyataan yang salah satunya benar
atau salah
Andaikan 4. Teorema 7.1
5. Substitusi
6. Teorema 5.4
7. Pernyataan 5 kontradiksi dengan
4. tidak pernyataan 6. Pengandaian yang dibuat
pada pernyataan 3 adalah salah.
Sehingga negasinya benar.
Cara 2

 Jikamaka berdasarkan teorema 7.1 diperoleh . Berdasarkan


dengan yang diberikan bahwa maka . Sehingga dengan
substitusi diperoleh . Tetapi ini tidak mungkin karena
ukuran sudut luar segitiga harus lebih besar dari ukuran
sudut yang tidak berdekatan dengan sudut dalamnya
(teorema 5.4). Oleh karena itu, pengandaian salah dan hanya
ada satu kemungkinan lain, bahwa tidak , harus benar.
Contoh 8.8
 
Diberikan : , tidak  dengan
Buktikan : bukan garis berat

Solusi :

 Indirect : Andaikan negasi dari kesimpulan yang diminta benar,


yaitu garis berat
Pernyataan Alasan
1. tidak  dengan 1. Diberikan
2. bukan garis berat sisi atau garis 2. Pernyataan yang salah satunya benar atau
berat sisi salah
Andaikan garis berat
3. (sisi) 3. Garis berat membagi sisi menjadi 2 segmen
yang kongruen
4. 4. Diberikan
5. Sudut adalah sudut siku – siku 5. Perpotongan garis tegak lurus membentuk
sudut siku – siku
6.  (sudut)
6. Semua sudut siku-siku kongruen
7. (sisi)
7. Refleksif
8.  8. Postulat SAS
9.  9. CPCTC
10. bukan garis berat sisi 10. Pernyataan 9 kontradiksi dengan pernyataan
1. Pengandaian yang dibuat pada pernyataan
2 adalah salah. Sehingga negasinya benar.
Cara 2

 Andaikan adalah garis berat . Sehingga dan TWS TWR


(SAS). Berdasarkan CPCTC . Tetapi ini kontradiksi dengan
yang diberikan. Oleh karena itu hanya satu kemungkinan
bahwa bukan garis berat , harus benar
Contoh 8.9
 Jika dua garis sejajar maka sudut dalam berseberangan
adalah kongruen
Diberikan : l m
Buktikan :

Solusi :
 Menggunakan pembuktian dengan metode tidak langsung. Kita
andaikan bahwa sudut 1 tidak kongruen sudut 2. Ini
memungkinkan kita untuk melukis melalui titik A sebuah garis k
sehingga sudut 3 kongruen sudut 2.
Karena , garis k sejajar garis l. ( jika sudut dalam berseberangan
kongruen maka garis itu kongruen). Melalui titik A, garis l
digambar sejajar garis m (diberikan) dan garis k telah digambar
sejajar garis m. Ini kontradiksi dengan postulat kesejajaran
dimana hanya ada satu garis yang bisa digambar sejajar. Oleh
karena itu asumsi bahwa sudut 1 dan 2 tidak kongruen
kontradiksi dengan kenyataan. Sehingga sudut 1 dan 2 harus
kongruen.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai