0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan9 halaman

M-File dalam Pemrograman Matlab

M-File digunakan untuk menyimpan skrip program dan fungsi dalam MATLAB. M-File dapat berupa program dengan input dan output yang tetap, atau fungsi yang menerima input beragam dan menghasilkan output. Fungsi M-File mendefinisikan parameter masukan, proses komputasi, dan parameter keluaran.

Diunggah oleh

Imelda Rimo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan9 halaman

M-File dalam Pemrograman Matlab

M-File digunakan untuk menyimpan skrip program dan fungsi dalam MATLAB. M-File dapat berupa program dengan input dan output yang tetap, atau fungsi yang menerima input beragam dan menghasilkan output. Fungsi M-File mendefinisikan parameter masukan, proses komputasi, dan parameter keluaran.

Diunggah oleh

Imelda Rimo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

M-File pada Matlab

Oleh
Imelda Rimo
M-File Tempat untuk menyimpan deretan
perintah/command dalam bentuk skrip teks.

M – File sebagai Program

M – File sebagai Fungsi


M – File sebagai Program

Teks yang diawal dengan tanda “%” menunjukkan komentar dan


tidak akan dieksekusi oleh MATLAB

Di dalam editor, skrip yang kita tuliskan akan memiliki warna


tertentu.
• Hijau untuk komentar
• Hitam untuk variabel dan command
• Biru untuk statement pemrograman.
Perhatikan bahwa :
• Di dalam M-file, setiap command diakhiri dengan titik koma
supaya hasil perhitungan di tiap baris tidak ditampilkan di
command window. Jika kita ingin menampilkan, maka jangan
akhiri command dengan titik koma.
Contoh:
Kita akan membuat program menghitung luas segitiga
Input : kita butuh alas segitiga dan tinggi segitiga
Rumus : L = ½ × alas segitiga × tinggi segitiga
Output : Luas Segitiga
M – File sebagai Fungsi
Sebagai skrip program, jika kita ingin mengubah/mengatur
parameter masukan program, maka harus kita lakukan di dalam
editor.
Padahal seringkali kita harus menjalankan satu program/algoritma
berulang kali dengan nilai masukan yang berbeda-beda, misalkan
dalam proses iterasi atau optimasi.

Untuk keperluan ini, kita bisa menuliskan M-file sebagai suatu


fungsi spesifik sesuai kebutuhan kita.
contoh
Misalkan kita membuat program mencari luas segitiga seperti pada
contoh sebelumnya.
Nah, jika dibuat lagi program volume prisma segitigadan luas
permukaan prisma segitiga
Volume prisma segitiga = Luas alas prisma × tinggi prisma

Luas permukaan = 2 × Luas alas prisma + Keliling alas prisma × tinggi

Alas prisma berbentuk segitiga


Berarti kita masih membutuhkan fungsi luas segitiga.
contoh
Misalkan kita membuat program mencari luas segitiga seperti pada
contoh sebelumnya.
Nah, jika dibuat lagi program volume prisma segitigadan luas
permukaan prisma segitiga
Volume prisma segitiga = Luas alas prisma × tinggi prisma

Luas permukaan = 2 × Luas alas prisma + Keliling alas prisma × tinggi

Alas prisma berbentuk segitiga


Berarti kita masih membutuhkan fungsi luas segitiga.
Dalam setiap fungsi terdapat tiga unsur:
1. Parameter masukan; dalam hal ini kita sebut sebagai “argument input”. Jumlah
parameter (argumen) tersebut bisa sebarang (satu, dua, sepuluh, atau tidak ada
argumen input sama sekali). Jenis argumen pun sebarang (variabel, bilangan ataupun
teks).
2. Proses di dalam program; berupa sederetan command untuk menjalankan suatu algoritma
tertentu.
3. Parameter keluaran; atau “argumen output” yang jumlah dan jenisnya sebarang.

Deklarasi fungsi di M-file harus dilakukan pada baris awal dengan sintaks:
Sekian
&
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai