BAB 6
Derecogniti
on Piutang
Rasida Reva Cahyani (205020300111108)
[Link] pengakuan
Piutang
(derecognition of receivables)
Derecognition merupakan upaya penghentian pengakuan piutang karena adanya sesuatu hal. Dalam PSAK
71, dinyatakan bahwa entitas menghentikan pengakuan aset keuangan,hanya jika:
hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir
entitas mengalihkan aset keuangan serta pengalihan tersebut memenuhi kriteria
penghentian pengakuan.
Keputusan penghentian pengakuan piutang dilakukan berdasarkan evaluasi gabungan antara risiko, manfaat
dan pengendalian asset keuangan
Piutang tidak lagi diakui apabila entitas tidak lagi memiliki hak kontraktual atas arus kas dari piutang,
seperti piutang pelanggan yang bangkrut dan transfer piutang ke perusahaan lain.
Transfer piutang adalah proses pengalihan hak kontraktual dari piutang kepada pihak ketiga sesuai dengan
kesepakatan. Alasan perusahaan melakukan transfer piutang yaitu mempercepat penerimaan kas, menghemat
waktu dan biaya, serta karena adanya kebijakan uang ketat.
Terdapat dua bentuk transfer piutang, yaitu penjualan piutang (sales of receivable) atau menjadi jaminan
dari pinjaman.
PENJUALAN PIUTANG /
Anjak
tagihan jangka pendek Piutang
dari transaksi perdagangan (factor)
Merupakan suatu kegiatan pembiayaan dengan membeli dan/atau mengalihkan pengurusan piutang atau
dalam negeri atau transaksi perdagangan luar negeri.
Dibedakan menjadi dua, yaitu:
Disclosed Undisclosed
factoring
penyerahan piutang kepada perusahaan
factoring
penyerahan piutang kepada pihak factor
piutang dengan sepengetahun debitur. Contoh tanpa sepengatahuan pelanggan. Pada
transaksi disclosed factoring yaitu transasksi transaksi ini, pelanggan melakukan
pembelian barang menggunakan kartu kredit. transaksi keuangan tetap melalui
perusahaan
PROSEDUR PENJUALAN
PIUTANG FACTOR
2. Permintaan Penjualan
Piutang
6. Melakukan Pelunasan
3. Menyetujui
5. Menerima Kas
Penjualan Piutang
PELANGGAN 1. Order Barang/Jasa PERUSAHAAN
Pengecer atau Manufaktur atau
Grosir 4. Pengiriman Barang/Jasa Distributor
PENJUALAN PIUTANG
BERDASARKAN TANGGUNG
Transfer
JAWAB piutang tanpa
SETELAH PIUTANG
jaminan
perusahaan mentransfer piutangnya kepada factor dan factor
DITRANSFER
menanggung secara penuh risiko penagihan tanpa hak menerima
pembayaran dari klien apabila terjadi kerugian atas piutang alihan
yang tidak tertagih.
TRANSFER PIUTANG
DENGAN
Penjualan/transferJAMINAN
piutang dengan jaminan terjadi ketika perusahaan
belum mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat atas
piutang tersebut kepada perusahaan anjak piutang
TRANSFER
PIUTANG
PINJAMAN
PIUTANG
Perusahaan yang menginginkan mendapatkan kas lebih cepat tidak hanya dapat
menggunakan transfer piutang ,namun perusahaan juga dapat menggunakan piutang
sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman di bank.
Piutang dapat dijaminkan dengan dua bentuk, yaitu:
1. Tanpa perikatan formal = piutang tetap dikelola oleh perusahaan.
2. Perikatan formal / utang dengan jaminan (secured borrowing) =
piutang akan selalu dimonitor oleh pihak bank dan pelunasan piutang akan dilakukan
untuk melunasi pinjaman. Apabila pinjaman tidak dibayar, maka kreditor dapat
menagih piutang dan menerima uang kas dari piutang tersebut.
2. PENYAJIAN DAN
PENGUNGKAPAN
Penyajian piutang dalam laporan posisi keuangan
disajikan dalam bentuk asset lancar ataupun asset tidak
lancar, tergantung pada umur piutang tersebut
Penyajian piutang biasanya dikukan dalam beberapa
jenis, misalnya piutang dagang, piutang usaha, maupun
piutang lain-lain
Pengungkapan piutang dalam laporan keuangan
biasanya dibagi menjadi tiga bagian yaitu pengungkan
kebijakan akuntansi, pengungkapan rincian piutang
serta penjelasan lain yang signifikan
PRINSIP UMUM DALAM
MENYAJIKAN DAN
•
•
MENGKLASIFIKASIKAN
Memisahkan dan melaporkan jumlah tercatat berbagai jenis piutang
Menunjukkan akun piutang yang diklasifikasikan sebagai piutang lancar dan tidak lancar
•
PIUTANG
Menilai dengan tepat piutang yang mengalami penurunan nilai, termasuk penurunan nilai
secara individu maupun secara kolektif
• Mengungkapkan nilai wajar piutang sehingga dapat dibandingkan dengan jumlah
tercatatnya
• Mengungkapkan informasi untuk menilai risiko kredit yang melekat dengan memberikan
informasi tentang:
a. Piutang yang belum jatuh tempo atau yang mengalami penurunan nilai
b. Jumlah piutang yang melewati jatuh tempi atau yang mengalami penurunan nilai
c. Untuk piutang yang jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai, ungkapkan
analisis umur piutang pada akhir periode pelaporan
• Mengungkapkan semua piutang yang dijaminkan
• Mengungkapkan semua risiko kredit yang signifikan yang timbul dari piutang