0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan15 halaman

Estimasi Biaya Proyek Konstruksi

Dokumen tersebut membahas metode pengukuran volume konstruksi dan metode penentuan biaya proyek konstruksi. Terdapat penjelasan mengenai penentuan jenis pekerjaan, membuat daftar kuantitas pekerjaan, dan contoh tabel daftar kuantitas pekerjaan untuk beberapa jenis pekerjaan konstruksi.

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan15 halaman

Estimasi Biaya Proyek Konstruksi

Dokumen tersebut membahas metode pengukuran volume konstruksi dan metode penentuan biaya proyek konstruksi. Terdapat penjelasan mengenai penentuan jenis pekerjaan, membuat daftar kuantitas pekerjaan, dan contoh tabel daftar kuantitas pekerjaan untuk beberapa jenis pekerjaan konstruksi.

Diunggah oleh

Saifudin Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Estimasi

Biaya Proyek
05
Modul ke:

Metode Pengukuran Volume Konstruksi

Fakultas
TEKNIK

Program Studi
Teknik Sipil
Anom Wibisono, MT
A. Pendahuluan

• Suatu bangunan terbentuk oleh beberapa sistim


komponen yang terbuat dari beberapa jenis bahan
atau material. Sistim pada komponen tersebut dibuat
dan merupakan satu kesatuan jenis pekerjaan. Jenis
pekerjan tersebut mengandung unsur material dan
proses pembuatannya. Sedang proses pembuatannya
diperlukan metode pengerjaan, peralatan yang
digunakan serta tenaga kerja yang akan dilibatkan.
Dengan demikian dalam satu jenis pekerjaan telah
mengandung unsur biaya untuk penggunaan material,
pemakaian tenaga kerja dan penggunaan peralatan.
B. Menentukan Jenis Pekerjaan
• Perlu diketahui bahwa dalam menentukan satuan jenis pekerjaan harus selalu mengacu pada
satuan pada analisa harga satuan pekerjaan, yang umumnya telah dibuat secara baku.
• Berikut contoh kelompok utama dan sub jenis pekerjaan persiapan pada suatu proyek
pembangunan jalan raya besertanya dengan satuan volume pekerjaan:
Pekerjaan Tanah

Pengupasan top soil ( m3 )


Pekerjaan Persiapan aya
n ja lan r : Pekerjaan galian tanah ( m3 )
na kut Pekerjaan timbunan ( m3 )
i s b angu gai beri
Pengukuran dan pemasangan patok ( Ls ) jen h seba Pekerjaan angkutan pembuangan/
a
Papan nama proyek ( bh ) adal mendatangan tanah ( m3 )
Pembuatan kantor direksi ( m2) Dst
Pembuatan los kerja ( m2 )
Pengadaan gudang ( m2 )
unt
Pengadaan air kerja ( Ls ) uk
pek Pekerjaan Tanah yang meliputi :
Pengadaan penerangan ( Ls ) erj
Pengujian bahan ( Ls ) ged an ba
ung ngu
n an Pembersihan Lapangan
Pengadaan foto dokumentasi ( Ls )
Mobilisasi dan demobilisasi ( Ls ) Galian pondasi
Urugan tanh bekas galian
Pembuangan tanah, dst
Pekerjaan Beton Bertulang
Beton pondasi
Beton slof
Kolom
C. Membuat Daftar Kuantitas
Pekerjaan
• Jenis pekerjaan disusun menjadi kelompok utama dan kemudian dirinci menjadi
sub kelompok jenis-jenis pekerjaan dengan satuan tertentu misalnya satuan m3,m2
,m1 dan sebagainya. Biasanya satuan tersebut telah ditetapkan dalam standart of
measurement. Semua unsur-unsur diatas kemudian dibuat dalam suatu daftar yang
disebut dengan Daftar Kuantitas Pekerjaan. Dengan menyusun semua jenis
pekerjaan didalam tabel daftar kuantitas pekerjaan ini akan memudahkan dalam
menginventaresasi semua pekerjan yang merupakan implementasi dari seluruh
pekerjaan yang akan dilakukan.

• Dalam daftar kuantitas pekerjaan ini disamping dicantumkan nomor urut, jenis
pekerjaan , jumlah dan satuan pekerjaan, juga dicantumkan pula bagian untuk
mengisi harga satuan pekerjaan dan biaya. Hal ini dimaksudkan agar dalam
menetapakan jenis pekerjaan selalu memperhaitian analisa harga satuan pekerjaan
Dengan demikian selain berfungsi untuk mendata seluruh jenis pekerjaan, kuantitas
dan satuan, daftar kuantitas pekerjaan ini nantinya akan digunakan untuk
memudahkan dalam menghitung perincian biaya. Berikut dibawah diberikan
contoh tabel daftar kuantitas pekerjaan untuk beberapa jenis pekerjaan.
C. Membuat Daftar Kuantitas Pekerjaan
HARGA SATUAN
JUMLAH HARGA

NO JENIS PEKERJAAN VOLUME SATUAN

(Rp.)
(Rp.)
               
I. PEKERJAAN PERSIAPAN        

Pembersihan Lokasi Ls 250.000,00 250.000,00


1. 1,00

Pengukuran dan Pasangan Bouwplank Ls 500.000,00 500.000,00


2. 1,00

Pembuatan Direksi Keet, Gudang Sementara, Air Kerja, P3K Ls 2.000.000,00 2.000.000,00
3. 1,00

Pembuatan Papan Nama Proyek Ls 500.000,00 500.000,00


4. 1,00

Administrasi dan Dokumentasi Ls 1.000.000,00 1.000.000,00


5. 1,00
            Jumlah 4.250.000,00

           
II. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR        

Galian Tanah Pondasi 29,64 M3 22.200,00 658.008,00


1.
Urugan Tanah 60,00 M3 61.875,00 3.712.500,00
2.
Urugan Pasir dibawah Pondasi dan Lantai M3 2.450.753,50
3. 21,97 111.550,00
Urugan Tanah Kembali 8,89 M3 10.645,00 94.634,05
4.
            Jumlah 6.915.895,55

Tabel I. Daftar Kuantitas Pekerjaan


C. Membuat Daftar Kuantitas Pekerjaan
HARGA SATUAN JUMLAH HARGA

NO JEIS PEKERJAAN VOLUME SATUAN

(Rp.) (Rp.)
               
VI. PEKERJAAN PINTU & JENDELA        
1. Pas. Kusen Pintu/Jendela Kayu Klas. II 1,06 M3 3.946.500,00 4.183.290,00
2. Pas. Daun Pintu Panil Kayu Klas. II 6,15 M2 301.500,00 1.854.225,00
3. Pas. Bingkai Daun Jendela 3,66 M2 247.200,00 904.752,00
4. Pas. Jalusi Ventilasi 9,73 M2 283.925,00 2.762.590,25
5. Pas. Kaca 5 mm 9,90 M2 76.930,00 761.607,00
6. Pas. Angkur Kusen 1,00 Ls 250.000,00 250.000,00
            Jumlah 10.716.464,25
          -
VII. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG        
1. Pas. Kunci Tanam 2 Slaag Untuk Pintu Panil Kayu 3,00 Bh 80.930,00 242.790,00
2. Pas. Engsel Pintu Panil Kayu @ Buah 12,00 Bh 28.430,00 341.160,00
3. Pas. Engsel Jendela @ 2 Buah 34,00 Bh 19.805,00 673.370,00
4. Pas. Grendel Jendela 17,00 Bh 18.430,00 313.310,00
5. Pas. Kait Angin Jendela 34,00 Bh 18.930,00 643.620,00
            Jumlah 2.214.250,00
           
VIII. PEKERJAAN KUDA-KUDA, RANGKA ATAP DAN PLAFOND        
1. Pek. Kuda-kuda & Rangka Atap Kayu Klas. II 1,81 M3 3.422.100,00 6.194.001,00
2. Pek. Gording Kayu 2,34 M3 2.863.600,00 6.700.824,00
3. Pek. Atap Genteng Metal 200,43 M2 57.005,00 11.425.512,15
4. Pek. Nok Genteng Metal 42,90 M' 40.800,00 1.750.320,00
5. Pas. Rangka Plafond 204,00 M2 54.200,00 11.056.800,00
6. Pas. Plafond Tripleks 4 mm 204,00 M2 27.082,50 5.524.830,00
7. Pek. Profil Kayu 172,00 M' 11.160,00 1.919.520,00
8. Pas. Listplank Kayu 59,90 M' 29.695,00 1.778.730,50
            Jumlah 46.350.537,65
D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
• Quantity Surveying, sedangkan profesi khusus yang dimiliki seorang ahli dalam
perhitungan kuantitas pekerjaan disebut sebagai Quantity Surveyor. Setelah seluruh
pekerjaan diketahui baik jenis, kuantitas maupun satuan pekerjaan maka,
berikutnya adalah menghitung kuantitas pekerjaan dengan berpedoman pada
daftar kuantitas pekerjaan. Keakuratan dalam menghitung kuantitas pekerjaan akan
sangat berpengaruh pada keakuratan dalam mengestimasi biaya. Oleh karena itu
untuk menjamin keakuratan tersebut maka, dalam proses perhitungan kuantitas
pekerjaan diperlukan adanya tata cara dan metode tertentu.

• Dari masing-masing jenis pekerjaan, cara perhitungan kuantitas berbeda tergantung


bentuknya. Memang rumus dasar yang digunakan tetap sama yaitu rumus
matematika, seperti luas, keliling dan volume. Untuk volume satuan dihitung
dengan buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi satu
kesatuan, contohnya panel listrik, meja dapur,meja cuci. Berikut adalah cara
menghitung pekerjaan konstruksi:
D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
1. Pemasangan bouwplank.

Cara menghitung volume untuk lokasi kosong :


V = (p +2) x 2 +(L + 2) x 2.
Keterangan :
V = kuantitas bouwplank.
p = panjang lahan.
L = lebar lahan.
Cara menghitung volume untuk lokasi yang
sekelilingnya telah terbangun :
V = (p + L) x 2.

2. Galian tanah pondasi.


a+b
V = -------- x t x p.
Gambar 1. Pekerjaan Galian Pondasi
2
V = kuantitas/volume galian tanah.
a = lebar galian pondasi bagian bawah.
b = lebar galian pondasi bagian atas.
t = tinggi galian pondasi.
p = panjang galian pondasi.
D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
3. Pekerjaan Beton Struktur
• Didalam menghitung volume beton, sering
terjadi adanya volume overlapping antar
kolom, balok dan plat. Oleh karena itu dalam
menghitung volume beton struktur disepakati
hal-hal sebagai berikut :
• Volume untuk kolom, dihitung sepenuhnya
(menerus).
• Volume beton untuk plat, dihitung seluruh
luasan, tetapi dikurangi dengan bagian yang
termasuk dalam kolom.
• Volume beton untuk balok, panjang balok
dihitung setelah dikurangi dengan bagian
yang termasuk dalam kolom. Tinggi balok
dihitung setelah dikurangi dengan tebal plat
yang telah
• dihitung sebagai plat.
• Volume beton untuk balok induk dan balok Gambar 2. Pekerjaan Beton Struktur
 
anak yang saling berpotongan yang dihitung
menerus adalah balok induknya
D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
4. Plesteran. 5b. Pekerjaan daun pintu dan jendela.
• V = {( h plesteran x p plesteran ) – L pintu} x 2. 1. Pekerjaan daun pintu panel teakblok.
• V = kuantitas/volume plesteran. • V = L x h x Σp.
• h plesteran = tinggi plesteran diatas plin. • V = volume daun pintu.
• p plesteran = panjang plesteran. • I = lebar daun pintu.
• L pintu = luas pintu. • h = tinggi daun pintu.
• 2 = jumlah dinding yang akan diplester (luar • Σ = jumlah pintu.
dan dalam).

5. Pekerjaan kusen, pintu dan jendela.


a. Kusen kayu. 2. Pekerjaan daun jendela.
• V = L x p.
• V = volume daun jendela.
• = b x h x p.

• L = lebar daun jendela.
V = volume kusen.
• L = luas penampang kayu. • h = tinggi daun jendela.
• b = lebar penampang kayu. • Σ = jumlah daun pintu
• h = tinggi penampang kayu.
• p = panjang kayu.
D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
6. Pekerjaan Atap
• Gambar atap biasanya adalah gambar proyeksi yang terdiri dari dua trapezium dan dua segi tiga. Dalam hal
ini panjang alasnya adalah riil, tetapi ukuran tinggi segi tiga dan trapezium yang ada, bukan ukuran riil,
karena berupa proyeksi. Oleh karena itu ukuran tinggi sebenarnya dapat digambar secara grafis dengan
menggambarkan sudut atap yang ada (a dan b adalah tinggi sebenarnya).

Gambar 3. Pekerjaan Atap


D. Perhitungan Kuantitas
Pekerjaan
• Dalam metode perhitungan kuantitas pekerjaan, urut-urutannya sebagai berikut :
– Taking off
• Taking off adalah kegiatan mengambil ukuran suatu elemen bangunan dari gambar tender (construction
drawing) atau gambar
• pelaksanaan (shop drawing) dan dimasukan kedalam suatu formulir
• beserta keterangan rinci mengenai elemen tersebut.
– Squaring
• Squaring adalah kegiatan menghitung satuan panjang, luas, volume dan biji dari ukuran yang telah diambil
dalam proses takingoff.
– Abstracting
• Abstracting adalah mengumpulkan elemen dan jumlah kuantitas tiap-tiap elemen yang sudah di “square”
kan, mengikuti jenis dari formulir untuk direkapitulasi untuk mendapatkan jumlah keseluruhan kuantitas
tiap-tiap elemen tersebut.
– Billing
• Billing adalah menyiapkan draft Bill Of Quantity (BQ), tiap item pekerjaan berdasarkan rekapitulasi. Untuk
tiap tahap kegiatan tersebut, idealnya dilakukan oleh petugas yang berbeda-beda, sambil melakukan
pengecekan kembali. Dengan spesialisasi seperti itu, mungkin prosesnya dapat berjalan lebih cepat.
Dokumennya berjalan dari petugas satu kepada petugas berikutnya. Namun demikian, kalau petugasnya
terbatas dapat dilakukan oleh satu orang saja.
E. Kesimpulan
• Penyusunan jenis pekerjan baik kelompok utama atau perincianya biasanya
diawali dengan menetapan jenis-jenis pekerjan yang lebih dahulu
dikerjakan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan yang mengikutinya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan ternyata perincian jenis
pekerjaan pada kelompok utama terdapat beberapa versi. Bagian pertama
dari jenis pekerjaan yang tercantum dalan daftar kuantitas pekerjaan.
Keakuratan dalam menghitung kuantitas pekerjaan akan sangat
berpengaruh pada keakuratan dalam mengestimasi biaya. Oleh karena itu
untuk menjamin keakuratan tersebut maka, dalam proses perhitungan
kuantitas pekerjaan diperlukan adanya tata cara dan metode tertentu.
• Dari masing-masing jenis pekerjaan, cara perhitungan kuantitas berbeda
tergantung bentuknya. Memang rumus dasar yang digunakan tetap sama
yaitu rumus matematika, seperti luas, keliling dan volume. Untuk volume
satuan dihitung dengan buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material
yang sudah menjadi satu kesatuan
Daftar Pustaka
1. BSN, Handbook SNI Analisa Biaya Konstruksi, 2008
2. H. N. Ahuja, S. M. AbouRizk dan D. S.P.1994,Project Management: Techniques in Planning and
Controlling Construction Projects, NewBYork: John Wiley and. Sons.
3. I. Soeharto, 1995, Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional, Jakarta: Erlangga.
4. Kan.P. 2002. Parametric Cost Estimasi Model For Conceptual Cost Estimating Of Building
Construction Project.‟‟: The University of Texas at Austin.
5. Rifat. 2004. “Conseptual Cost Estimation of building Projects With Regresion Analysih and
Neural Networks: Canadion journal of Civil Enginering.
6. Yoewono, 2001, Analisa Biaya Proyek, Jakarta : Depertemen Pekerjaan umum
7. Ferdinand Fassa, 2017, Modul Kuliah Estimasi Biaya Proyek, Program Studi Teknik Sipil,
Universitas Mercu Buana, Jakarta
8. Elhazri Hasdian, 2017, Modul Kuliah Estimasi Biaya Proyek, Program Studi Teknik Sipil,
Universitas Mercu Buana, Jakarta
9. Kelompok 2, 2019, Mata Kuliah Estimasi Biaya Proyek, Program Studi Teknik Sipil, Universitas
Mercu Buana, Jakarta (Sugeng Riyadi 41115120146 | Abdul Rohman Sidis 41115120155 |
Sircha Nadia Lepong Bulan 41115120170 | Nugroho Tri Prasetyo 41115120177 | Muharrom
Fachlan Figi 41115120187 | Febton Ardiant Resnawan 41115120198 | Bastian Asad Adhima
41116110024 | Yessy Yulianti 41116110030 | Melinda 41116110059 | Eva Sismayanti Fitria
Sugandi 41116110165)
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai