0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan13 halaman

Pemahaman Deret dalam Matematika dan Ekonomi

Dokumen membahas tentang deret matematika, termasuk definisi deret, jenis deret (deret hitung dan deret ukur), rumus untuk menghitung nilai suku dan jumlah suku, serta contoh penerapan deret dalam bidang ekonomi seperti bunga bank dan tabungan.

Diunggah oleh

Agung Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan13 halaman

Pemahaman Deret dalam Matematika dan Ekonomi

Dokumen membahas tentang deret matematika, termasuk definisi deret, jenis deret (deret hitung dan deret ukur), rumus untuk menghitung nilai suku dan jumlah suku, serta contoh penerapan deret dalam bidang ekonomi seperti bunga bank dan tabungan.

Diunggah oleh

Agung Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERTEMUAN KE DELAPAN DAN KESEMBILAN

MATERI KULIAH: DERET

Tujuan Pembelajaran Umum


Pemahaman tentang deret sebagai barisan dari suatu anggota
himpunan berdasarkan urutan tertentu.
Tujuan Pembelajaran khusus
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1 Menjelaskan jenis-jenis deret dalam matematika.
2 Menentukan nilai dari deret berdasarkan formulasi matematika.
3 Dapat menjelaskan formulasi deret matematika
4 Dapat menyelesaikan persoalan ekonomi dengan menggunakan fungsi
deret matematika.
1. PENGERTIAN DERET DAN JENISNYA
Deret adalah rangkaian bilangan yang tersusun
secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah
tertentu. Bilangan tersebut adalah suku yang
terdiri atas :
• Deret Hitung
• Deret Ukur
A. DERET HITUNG :
Adalah deret dimana perubahan suku-sukunya berdasarkan penjumlahan
terhadap sebuah bilangan tertentu.
Contoh :
Bagaimana cara mengetahui nilai daripada suku ke n dari suatu deret hitung
adalah :
Sn = a + (n-1) b
a = S1  suku pertama
b = pembeda (penjumlahan/-)
n = indeks suku
Contoh Soal 1 :
1. Tentukan nilai suku ke 10 jika diketahui suku pertama adalah 2 dan
meningkat sebanyak 3 kali dari angka sebelumnya.
S10 = 2 + ( 10 – 1 ) 3
S10 = 2 + 27
S10 = 29
Pembuktian:
2, 5, 8, 11, 14, 17, 20, 23, 26, 29
2. Sedangkan untuk mengetahui jumlah suku-suku dalam suatu deret
hitung adalah :
B. DERET UKUR
Deret ukur adalah deret yang memiliki perubahan suku-sukunya berdasarkan perkalian
terhadap sebuah bilangan tertentu.
1. Untuk menghitung nilai suku pada suku ke n pada suatu deret ukur adalah:
Sn = apn-1 ≈
a = Suku Pertama atau S1
p = Pengganda (Perkalian atau Pembagian)
n = Indeks Suku
2. Jumlah Suku Mulai Dari Suku Pertama Sampai Suku Ke n adalah :

CATATAN:
Hal ini berlaku jika
arah urutan sukunya
adalah negatif atau
menurun
jika arah urutannya adalah positif atau meningkat, maka fungsinya
berlaku sebagai berikut :

2. PENERAPAN DALAM EKONOMI


Model deret banyak dijumpai dalam perhitungan bunga majemuk atau
present value (nilai sekarang). Untuk lebih jelasnya dapat diberikan beberapa
contoh sebagai berikut :

a. CONTOH SOAL DERET HITUNG DALAM BIDANG EKONOMI:


Sebuah perusahaan menghasilkan suatu jenis produk dengan rata-rata produksi
sebanyak 3000 unit dalam dua bulan terakhir. Untuk meningkatkan hasil
produksinya, perusahaan menambah jumlah tenaga kerja. Sekarang ini setiap
bulannya produksinya peningkatan sebesar 500 unit. Jika produksi cenderung
konstan, berapakah jumlah produk yang dihasilkan pada bulan ke 5 (Sn) dan
berapakah jumlah keseluruhan produk yang dihasilkan dalam 5 bulan (Jn) terakhir.
Penyelesaian :

Diketahui :
a = 3.000 unit
b = 500 unit
n = 5 bulan

Sn = a + (n – 1) b

S5 = 3000 + (5 – 1) 500
S5 = 3000 + (4 x 500)
S5 = 3000 + 2000
S5 = 4.500 unit -----> 3000 3500 4000 4500 5000 = 20000

Untuk membuktikan jumlah deret hitung tersebut, dapat digunakan


salah satu dari rumus Jn sebagai berikut:

1. Jn = na + n/2 (n-1) b 2. Jn = n/2 2a + (n-1)b


3. Jn = n/2 { a + a + (n-1)b} 3. Jn = n/2 { a + a + (n-1)b}
b. CONTOH SOAL DERET HITUNG DALAM BIDANG EKONOMI:
Jumlah penerimaan dari hasil penjualan sebesar Rp. 720 juta pada tahun
ketujuh dan Rp. 980 juta pada tahun kedua belas. Jika penerimaan setiap
bulannya berpola deret hitung, Berapakah penerimaan pertahunnya? Berapa
besar penerimaan pada awal dan tahun kesembilan serta tahun berapakah
terjadi penerimaan sebesar Rp. [Link].

Diketahui :
S7 = Rp.720.000.000
S12 = Rp.980.000.000
Karena tidak diketahui nilai a dan b, maka dapat digunakan cara eliminasi dari
persamaan sebagai berikut :
c. CONTOH SOAL DERET UKUR DALAM BIDANG EKONOMI
Seorang nasabah meminjam uang bank sebesar Rp. 5 juta untuk jangka
waktu 3 tahun dengan suku bunga bank sebesar 2% per tahun. Berapa
jumlah seluruh uang yang harus dikembalikan selama 3 tahun dan jika
pembayaran dilakukan setiap 3 bulan, berapakah total yang harus dibayar
selama 3 tahun.
Jawab :
• Pengembalian uang biasanya didasarkan atas perhitungan bunga majemuk
yang dilakukan dengan menghitung besarnya pokok pinjaman ditambah
dengan bunga yang diperhitungkan berdasarkan persentase dari pokok
pinjaman selama jangka waktu peminjaman.
• Berdasarkan hal tersebut di atas, maka rumus yang digunakan adalah :
Fn = P (1 + i )n atau F3 = P (1 + i )3
Dimana : P Nilai di Masa Sekarang, dan F Nilai Diharapkan di Masa Datang
• Jadi jumlah uang seluruhnya yang harus dikembalikan dalam tiga tahun jika
pembayaran dilakukan setiap tahun adalah sebesar :
F3 = 5.000.000 ( 1 + 0,02 )3
F3 = Rp. 5.306.040
• Jika pembayaran dilakukan setiap 3 bulan, maka jumlah uang yang
harus dikembalikan keseluruhan dalam 3 tahun adalah :

Suku bunga setahun : 2% atau 0,02

Maka untuk pembayaran per 3 bulan, suku bunganya adalah : 0,02 /4.

Rumus yang digunakan adalah :

F3 = P(1 + i/m )nm


F3 = 5.000.000 (1 + 0,02/4)4.3
F3 = 5.000.000 (1,005)12
F3 = 5.000.000 (1,01616778)
F3 = 5.308.389
• Dapat disimpulkan bahwa semakin cepat waktu pengembaliannya, maka
semakin besar total pengembalian hingga jatuh tempo pelunasan.
d. CONTOH SOAL DERET UKUR DALAM BIDANG EKONOMI
Tabungan seorang mahasiswa diperkirakan menjadi sebesar Rp. 532.400 dalam
3 tahun ke depan. Jika suku bunga bank yang berlaku 10% pertahunnya tidak
mengalami perubahan, maka berapakah nilai tabungan yang harus ada di bank
pada saat sekarang?.
Jawab :
Fn = P (1 + i )n
Rp. 532.400 = P (1 + 0,1)3
P = 532.400/(1 + 0,1)3
P = 532.400/(1,331)
P = Rp. 400.000
Soal Latihan
• Hitunglah S14 dan J14, S19 dan J19, S29 dan J29 jika diketahui S1 sebesar 200 dan
kenaikannya cenderung konstan sebesar 30.
• Dari soal pertama diketahui S1 sebesar 300 dan cenderung konstan pada S2 sebesar
200 dengan kenaikannya sebesar 30.
• Jika S19 dan S27 dari sebuah deret hitung masing-masing 85 dan 150, berapakah
a, b, S1, S10, J8, J12, dan J27
• Jika diketahui deret hitung X mempunyai nilai a = 180 dan b = -10 dan deret hitung Y
dengan nilai a = 45 dan b = 5. Pada suku keberapakah kedua deret tersebut memiliki
nilai yang sama.

Anda mungkin juga menyukai