100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
54 tayangan34 halaman

Panduan Lengkap MSDS untuk Keselamatan Kimia

MSDS memberikan informasi penting tentang bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam industri, termasuk identifikasi bahan, bahaya kesehatan dan kebakaran, tindakan pencegahan dan darurat, serta persyaratan penyimpanan dan penanganan.

Diunggah oleh

Atika Cristina02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
54 tayangan34 halaman

Panduan Lengkap MSDS untuk Keselamatan Kimia

MSDS memberikan informasi penting tentang bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam industri, termasuk identifikasi bahan, bahaya kesehatan dan kebakaran, tindakan pencegahan dan darurat, serta persyaratan penyimpanan dan penanganan.

Diunggah oleh

Atika Cristina02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Material Safety Data Sheet

(MSDS)

Nama : Atika Cristina


NIM : 191148201069
Kelas : 2A-Farmasi
 MSDS adalah kependekan dari material safety data sheet. Istilah MSDS ini
diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dengan istilah “Lembar Data
Keselamatan Bahan” atau disingkat dengan LDKB.
 Adalah dokumen tentang satu bahan kimia yang harus ada pada industri
yang membuat , menyimpan, atau menggunakannya, yang memberikan
informasi tentang bahan kimia tsb.
 Sebagai informasi acuan bagi para pekerja dan supervisor yang menangani
langsung dan mengelola bahan kimia berbahaya dlm industri/lab. kimia.
 Diharapkan mempunyai naluri untuk mencegah dan menghindari serta
mampu menanggulangi kecelakaan kimia yang mungkin terjadi.
 Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mendorong sikap
kehati-hatian dalam menangani bahan kimia berbahaya
Tujuan MSDS

1. Identifikasi terhadap produk dan pembuat


2. Bahaya terkait dengan bahaya fisik (kebakaran dan reaktivitas) dan
kesehatan
3. Pencegahan terkait dengan hal-hal yang harus dilakukan untuk berkerja
dengan aman, mengurangi atau mencegah pajanan atau hal yang
dilakukan dalam sebuah keadaan darurat.
4. Respons yang sesuai untuk dilakukan dalam berbagai situasi (misalnya
kecelakaan, kebakaran dan situasi yang memerlukan pertolongan
pertama)
Fungsi MSDS

 Mengetahui potensi bahan kimia


 Menerapkan teknologi pengendalian dalam melindungi pekerja
 Mengembangkan rencana pengelolaan bahan kimia di tempat kerja
 Merencanakan pelatihan pada pekerja yang langsung kontak
dengan B3
MSDS juga memiliki beberapa tujuan lain yaitu:
• Pemenuhan terhadap regulasi
• Perlindungan terhadap pekerja dan konsumen yang menggunakan
• Alat untuk memberikan edukasi dan komunikasi kepada pekerja terkait
dengan bahaya yang ada
KEPUTUSAN MENAKER No. 187/Men/1999 MSDS

• Identitas bahan dan perusahaan


• Komposisi bahan
• Identifikasi bahaya
• Tindakan p3k
• Tindakan penanggulangan kebakaran
• Tindakan thd tumpahan dan kebocoran
• Penyimpanan dan penanganan bahan
• Pengendalian pemajanan dan apd
• Sifat-sifat fisika dan kimia
• Reaktifitas dan stabilitas
• Informasi toksikologi
• Informasi ekologi
• Pembuangan limbah
• Pengangkutan
• Peraturan perundang2an
• Informasi lain yang diperlukan
KEP MENAKER TSB JUGA MEMUAT

1. Nama produk
2. Identifikasi bahaya
3. Tanda bahaya dan artinya
4. Uraian resiko dan penanggulangannya
5. Tindakan pencegahan
6. Instruksi dalam hal terkena/terpapar
7. Instruksi kebakaran
8. Instruksi kebocorandan tumpahan
9. Instr. Pengisian dan penyimpanan
10. Referensi
11. Nama, alamat, dan no telp. Pabrik pembuat atau distributor
Label bahaya :

1. Label bahaya diberikan dalam bentuk gambar


2. Memberikan gambaran cepat sifat bahaya.
3. Label yang dipakai ada dua, yaitu menurut PBB (internasional) dan NFPA
(Amerika).
4. Label bahaya menurut Eropa tidak diberikan karena mirip dengan PBB.
5. Label NFPA ditunjukkan di gambar dan tabel dibawah, berupa 4 kotak
yang mempunyai ranking bahaya (0-4) ditinjau dari aspek bahaya
kesehatan (biru), bahaya kebakaran (merah) dan reaktivitas (kuning).

Kotak putih untuk keterangan tambahan.


1. Gambar yang berwarna biru menunjukkan skala
bahaya kesehatan (Toksisitas)
2. Gambar yang berwarna merah menunjukkan
skala bahaya kebakaran
3. Gambar berwarna kuning menunjukkan skala
bahaya reaktivitas
4. Gambar berwarna putih menunjukkan skala
bahaya khusus lainnya
Rangking Bahaya Kesehatan Bahaya Kebakaran Bahaya Reaktivitas

Penyebab kematian, cedera Segera menguap dalam Mudah meledak atau


fatal meskipun ada keadaan normal dan dapat diledakkan, sensitif
4 pertolongan. terbakar secara cepat. terhadap panas dan
mekanik.
Berakibat serius pada Cair atau padat dapat Mudah meledak tetapi
keterpaan singkat, meskipun dinyalakan pada suhu biasa. memerlukan penyebab
3 ada pertolongan panas dan tumbukan kuat.

Keterpaan intensif dan terus- Perlu sedikit ada Tidak stabil, bereaksi hebat
menerus berakibat serius, pemanasan sebelum bahan tetapi tidak meledak.
2 kecuali ada pertolongan. dapat dibakar.

Penyebab iritasi atau cedera Dapat dibakar tetapi Stabil pada suhu normal,
ringan. memerlukan pemanasan tetapi tidak stabil pada
1 terlebih dahulu. suhu tinggi.

Tidak berbahaya bagi Bahan tidak dapat dibakar Stabil, tidak reaktif,
0 kesehatan meskipun kena sama sekali. meskipun kena panas atau
panas (api). suhu tinggi.
KLASSIFIKASI HIMS (HAZARDOUS MATERIAL
IDENTIFICATION SYSTEM)

KODE ALAT PELINDUNG DIRI (APD)


1. Glasses
2. Glasses and Gloves
3. Safety Glasses and Gloves, and an apron
4. Face shield, Gloves, and an apron
5. Safety glasses, gloves, and a dust respirator
6. Safety glasses, gloves, apron and a dust respirator
SIFAT-SIFAT BAHAYA
[Link] kesehatan :
Bahaya terhadap kesehatan dinyatakan dalam bahaya jangka pendek (akut)
dan jangka panjang (kronis).
NAB (Nilai Ambang Batas) diberikan dalam satuan mg/m3 atau ppm.
NAB adalah konsentrasi pencemaran dalam udara yang boleh dihirup
seseorang yang bekerja selama 8 jam/hari selama 5 hari. Beberapa data
berkaitan dengan bahaya kesehatan juga diberikan, yakni :
 LD50 (lethal doses) : dosis yang berakibat fatal terhadap 50 persen binatang
percobaan mati.
 LC50 (lethal concentration) : konsentrasi yang berakibat fatal terhadap 50 persen
binatang percobaan.
 IDLH (immediately dangerous to life and health) : pemaparan yang berbahaya
terhadap kehidupan dan kesehatan.
b. Bahaya kebakaran :
▫ kategori bahan mudah terbakar, dapat dibakar, tidak dapat dibakar atau
membakar bahan lain. Kemudahan zat terbakar ditentukan oleh :
 Titik nyala : suhu terendah dimana uap zat dapat dinyalakan.
 Konsentrasi mudah terbakar : daerah konsentrasi uap gas yang
dapat dinyalakan. Konsentrasi uap zat terendah yang masih
dapat dibakar disebut LFL (low flammable limit) dan
konsentrasi tertinggi yang masih dapat dinyalakan disebut UFL
(upper flammable limit). Sifat kemudahan membakar bahan lain
ditentukan oleh kekuatan oksidasinya.
 Titik bakar : suhu dimana zat terbakar sendirinya.
c. Bahaya reaktivitas :
▫ Sifat bahaya akibat ketidakstabilan atau kemudahan terurai,
bereaksi dengan zat lain atau terpolimerisasi yang bersifat
eksotermik sehingga eksplosif.
▫ Atau reaktivitasnya terhadap gas lain menghasilkan gas beracun

Sifat-sifat fisika :
 Sifat-sifat fisika merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sifat
bahaya suatu bahan.
Keselamatan dan pengamanan :
• Diberikan langkah-langkah keselamatan dan pengamanan :
▫ Penanganan dan penyimpanan : usaha keselamatan yang dilakukan
apabila bekerja dengan atau menyimpan bahan.
▫ Tumpahan dan kebocoran : usaha pengamanan apabila terjadi bahan
tertumpah atau bocor.
▫ Alat pelindung diri : terhadap pernafasan, muka, mata dan kulit
sebagai usaha untuk mengurangi keterpaan bahan.
▫ Pertolongan pertama : karena penghirupan uap / gas, terkena mata
dan kulit atau tertelan.
▫ pemadaman api : alat pemadam api ringan yang dapat dipakai untuk
memadamkan api yang belum terlalu besar dan cara penanggulangan
apabila sudah membesar.
PENGKODEAN RESIKO

• R 1 : eksplosif bila kering


• R 2 : eksplosif bila kena benturan, gesekan, atau sumber api.
• R 3 : resiko tinggi terhadap eksplosif bila kena benturan, gesekan, dan sumber
api.
• R 4 : membentuk senyawa metal yang eksplosif
• R 35 : penyebab kebakaran yang parah pada kulit.
PENGKODEAN KESELAMATAN

• S1 : jaga selalu tertutup


• S2 : jaga dari anak2
• S3 : jaga dalam suhu dingin
• S4 : jauhkan dari pusat kehidupan
• S5 : jaga isi dalam suatu bahan tertentu
• S6 : jaga dalam gas inert cair
• S24 : jaga kontak dg kulit
• S25 : jaga kontak degan mata
• S26 : bila kena mata, cuci dg air dan pergi ke dokter
APD (ALAT PELINDUNG DIRI)
• Pengendalian secara teknis yaitu pengendalian langsung pada sumbernya
merupakan alternatif pertama
• Alternatif terakhir adalah pemakaian APD
MACAM-MACAM ALAT PELINDUNG DIRI

A. Pakaian kerja
Untuk panas radiasi, harus dilapisi dengan bahan yang bisa merefleksi panas,
misalnya alumunium
Pakaian kerja untuk panas konveksi, terbuat dari katun yang mudah
menyerap keringat
Pakaian kerja untuk radiasi
Mengion harus dilapisi dengan timbal
Pakaian kerja tahan bahan kimia, terbuat dari karet atau plastik
Pakaian yang bersifat sebagai isolasi terhadap panas misalnya wool, katun,
asbes (tahan sampai 500o c)
ALAT PELINDUNG KEPALA

 SAFETY HELMET : dipakai untuk melindungi kepala dari bahaya


kejatuhan, terbentur dan terpukul benda keras dan tajam. Bahan : plastik,
bakelite
 HOOD (TUTUP KEPALA) dipakai untuk melindungi kepala dari bahan
kimia, panas radiasi terbuat dari asbes atau kain yang dilapisi alumunium
 HAT/CAP TOPI yang dipakai untuk melindungi kepala dari kotoran.
Mudah Meledak (Explosive)

Bahan yang pada suhu dan tekanan standa


rd (250C, 760 mmHg) dapat meledak atau
melalui reaksi kimia atau fisika dapat men
ghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tin
ggi yang dengan cepat dapat merusak ling
kungan dan sekitarnya.
Pengoksidasi (Oxidizing)

Padatan atau cairan yang secara general da


pat menjadi sumber oksigen, memicu terja
dinya pembakaran material lain lebih cepat
atau lebih besar dari yang terjadi dalam ud
ara terbuka.
Berbahaya (Harmful)

Bahan berupa padatan, cairan, atau gas, ya


ng jika terjadi kontak, inhalasi atau oral da
pat menyebabkan bahaya terhadap kesehat
an sampai tingkat tertentu.
Korosif (Corrosive)

Bahan yang dapat menyebakan iritasi (infl


amasi) pada kulit dan dapat menyebabkan
kerusakan pada logam
Iritasi(Iritant)

Bahan baik padatan maupun cairan yang ji


ka terjadi kontak secara langsung, dan apa
bila kontak tersebut terus menerus dengan
kulit atau selaput lendir dapat menyebabka
n peradangan.
Berbahaya Bagi Lingkungan (Corrosive)

Bahan yang dapat merusak ozon, peristen di ling


kungan atau merusak lingkungan.
Sekian dan Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai