TEKNIK-TEKNIK SEMINAR
Disusun Oleh:
Rosminta pohan
NIM:
11810323096
pendahuluan
Penyajian informasi, pada umumnya, dilakukan dengan dua cara, yaitu secara
tulisan [publikasi] dan secara lisan. Cara atau teknik penulisan ilmiah, baik
untuk laporan ataupun untuk publikasi dalam suatu penerbitan dibahas dalam
petunjuk penulisan laporan dan/atau publikasi ilmiah, sedangkan teknik
penyajian dalam mengkomunikasikan informasi tersebut secara lisan, misalnya
dalam suatu Seminar, Lokakarya, Temu Tugas atau pertemuan-pertemuan formal
lainnya dituangkan dalam petunjuk teknik penyajian teknik informasi ilmiah
dalam seminar/lokakarya/temu tugas.
Klasifikasi kategori seminar ada 2
a. Seminar Efektif, Kata seminar b. Seminar Tidak Efektif, Bercakap-
berasal dari bahasa Latin cakap dengan peserta lain,
seminarium, yang berarti membaca surat kabar atau artikel
persemaian. lain,
Jadi, dalam definisi operasional melamun, mengantuk dan bahkan
mungkin berarti suatu pertemuan tertidur, telah merupakan peristiwa
akademis atau umum yang
profesional dimana berbagai ide sering terjadi dalam suatu
ditanam dan dipupuk, sedangkan Seminar.
yang lainnya
dipotong.
Ada 3 faktor dalam seminar tidak efektif yaitu:
1. sikap penyaji itu sendiri terhadap Seminar, misalnya hanya
menganggap sebagai sarana memperoleh nilai kredit, sehingga tidak memerlukan
persiapan dan latihan yang sungguh-sungguh. Hal ini memprihatinkan, karena
ketrampilan meng-komunikasikan informasi secara verbal berperan sangat penting
dalam menunjang perolehan pekerjaan dan kemajuan karir.
2. penyaji menilai dirinya sebagai pemikir yang bebas/mandiri, mempersiapkan seminar
dengan pendekatan yang dapat dikatakan “monkey see, monkey do”, cukup dengan
meniru apa yang dilakukan penyaji lain, termasuk meniru penyaji lain yang tidak siap.
3. jumlah latihan/kesempatan yang kurang memadai, misalnya hanya 1 atau 2
kali Seminar.
Menyiapkan seminar
dalam mempersiapkan bahan untuk Seminar adalah
dengan membuat garis-garis besar [Outline] dari topik
yang akan disajikan
dengan mengembangkan outline yang bersifat naratif dan
komunikatif. Informasi naratif mudah dikembangkan
melalui salah satu penemuan terbesar umat manusia
Hal-hal yang dilakukan dalam seminar
Kontak mata
Intonasi suara
Sikap penyaji
Penggunaan tata bahasa
Penggunaan catatan
Lama penyajian
Entusiasme penyaji
Penampilan umum → membangkitkan rasa hormat
Materi Seminar
Judul
Penulis
Institusi pelaksana
Pendahuluan
Tujuan dan Hipotesis
Metodologi
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Alat Bantu Peraga
besar-kecilnya huruf/angka yang digunakan
tata letak kalimat/kata
tabel
grafik
kombinasi warna [jika digunakan]
intensitas cahaya dalam ruang seminar
Penyebab kegagalan yang paling sering terjadi dalam penyajian ABP adalah
terlalu banyaknya materi dalam satu ABP
adanya anggapan bahwa apa yang bisa dibaca dalam bentuk cetakan [misal
buku atau makalah], juga bisa dibaca dalam bentuk slide/tranparansi
Merencanakan Alat Bantu Peraga
Apakah ABP ini penting/esensial? Apakah ABP ini bebas dari bahan yang
Mampukah ABP ini membantu mengalihkan perhatian?
penyaji Apakah cara ini merupakan cara yang
mencapai tujuan penyajian? paling efektif untuk menyampaikan
informasi? Misalnya, jika yang disajikan
Apakah terdapat arus informasi berupa Tabel, apakah tidak lebih jelas
yang berangkai antara ABP satu bila disajikan dalam bentuk Gambar?
dengan yang
Apakah informasi dalam ABP bila
berikutnya?
diproyeksikan pada layar dapat terbaca
dari
Apakah ABP ini dapat membantu jarak yang paling jauh di ruangan
pendengar menerima pesan tersebut?
penyaji?
Apakah ABP yang digunakan dapat
Apakah ABP ini mengarahkan teramu dengan baik dalam sikap
perhatian pada satu ide? berbicara/
verbal penyaji? Apakah keduanya saling
Apakah ABP ini masuk akal? memperkuat?
Slide untuk Tabel
Ketentuan-ketentuan umum untuk pembuatan tabel dalam slide atau
tarnsparansi
serupa dengan ketentuan-ketentuan untuk kalimat/pernyataan.
Tabel yang di-tik harus
masuk dalam ruang contoh 7,5 x 10,0 cm [kartu indeks].
Upayakan untuk tidak melebihi 9 baris [spasi ganda].
Judul yang kompleks dan catatan kaki, tidak perlu disertakan dalam Tabel,
karena penyaji akan menerangkan hal-hal dalam Tabel
tersebut secara verbal/oral.
Judul untuk baris atau kolom harus singkat, jelas dan langsung dapat
menjelaskan sendiri yang dimaksud [“self explanatory”]. Angka-
Angka yang disajikan sebaiknya tidak melebihi 2 dijit [atau beberapa
diantaranya paling banyak tiga].
Slide untuk Grafik dan Diagram
Upayakan bahwa setiap grafik atau diagram mewakili hanya satu ide;
dan buat setiap
grafik/diagram sesederhana mungkin. Perlu senantiasa diingat bahwa
grafik/diagram
yang diproyeksikan kedalam slide/transparansi tak dapat dipelajari
secara rinci
sebagaimana dalam bentuk [Link] pembuatan slide ada
disebutkan Slide untuk Gambar dan Gambar-Abstrak.
Slide untuk Grafik dan Diagram
Gambar, gambar-abstrak dan/atau gambar-kartun dapat membangkitkan/menarik
perhatian peserta, karena bentuk dan jenis gambarnya indah, jenaka atau bahkan
dibuat menyeramkan untuk memberi tekanan pada informasi-informasi tertentu.
Namun perlu kehati-hatian dalam pembuatan gambar abstrak atau gambar kartun;
buat dalam selera yang baik dan sesuai, tetapi tidak terlalu berlebihan, apalagi bila
banyak peserta dalam seminar tersebut yang mungkin mudah tersinggung, atau
bila gambar tersebut dibuat hanya untuk menarik perhatian tanpa pesan-pesan
tertentu. Juga perlu diperhatikan, kadang-kadang peserta akan menunggu
gambarabstrak/
kartun berikutnya, tetapi tidak menaruh perhatian pada data/informasi yang
disajikan.