SKRIPSI
IDENTIFIKASI PENYEBAB DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU DESA SANGGRAHAN KECAMATAN
PRAMBON
KABUPATEN NGANJUK
OLEH
APRIDA WINDI AMELIA PURNAMASARI
1811A0003
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
INSTITUT ILMU KESEHATAN
STRADA INDONESIA
2019
BAB I
Pendahuluan
BAB II
Tinjauan Pustaka
BAB VI
Kesimpulan dan BAB III
Saran
Metode Penelitian
BAB V
BAB IV
Pembahasan
Hasil Penelitian
• Pada lanjut usia akan mengalami masalah psikologis berupa kesepian, takut kematian,
kurang percaya diri. ketidakmampuan beradaptasi secara psikologis terhadap perubahan
menyebabkan lansia mengalami depresi.
• Menurut Bidang Kesehatan Masyarakat pada tahun 2017 jumlah lansia di kabupaten
nganjuk mencapai 69.530 jiwa dan di kecamatan prambon mencapai 9.971 jiwa.
• Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia ( DEPKES RI) tahun 2014,
di Indonesia prevalensi lansia yang mengalami depresi sebanyak 32%. Prevalensi
kejadian depresi di Jawa Timur sebanyak 70% (Subowo, 2013 dalam Priyoto, 2016).
• Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan pada lansia di posyandu Desa Sanggrhan
Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk didapatkan hasil bahwa 4 dari 5 subjek
mengalami depresi.
• Menurut Maryam dkk (2008), terjadinya depresi pada lansia dipengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya status kesehatan fisik, status perkawinan, perumahan dan transportasi,
sumber finansial serta dukungan sosial yang kurang
Mengidentifikasi faktor
status perkawinan pada
lansia
Mengidentifikasi faktor
TUJUAN Tujuan sumber finansialpada lansia
Penelitian
Mengidentifikasi faktor
status status kesehatan fisik
pada lansia
Mengidentifikasi faktor
Dukungan sosial emosional PENELITI
Tujuan AN
Mengidentifikasi tingkat Penelitian
depresi pada lansia
Mengidentifikasi faktor
yang paling berhubungan
terhadap depresi lansia
BAB II
Tinjauan Pustaka
Definisi lanjut
usia
Perubahan Konsep Batasan Umur
yang Terjadi Lansia
Pada Lansia Lansia
Teori Proses
Menua
Definisi Depresi
Tanda dan Gejala Depresi
Konsep
Depresi
Etiologi Depresi
PengukuranTingkat Depresi
Menggunakan GDS
BAB II
Tinjauan Pustaka
KERANGKA KONSEPTUAL
Lansia
Faktor Penyebab Depresi
1. Status kesehatan fisik
Depresi Tanda dan Gejala
2. Status perkawinan 1. Gejala yang
3. n Perumahan dan
berkaitan dengan
transportasi
4. Sumber finansial mood
5. Dukungan sosial 2. Gejala kognitif
dukungan emosional Parameter Tingkat Depresi
1. Minat aktivitas 3. Gejala fisik
Dukungan penilaian
2. Perasaan sedih
Dukungan instrumental
3. Perasaan sepi dan bosan
Dukungan informatif
4. Perasaan tidak berdaya
5. Perasaan bersalah
6. Perhatian/ konsentrasi
7. Semangat atau harapan
terhadap masa depan
Tingkat depresi
Nilai : 6-15 :Depresi ringan sampai sedang
Nilai : 16-30 :Depresi berat
Nilai : 0-5 :Normal
HIPOTESIS PENELITIAN
• Ada faktor yang berhubungan dengan depresi pada lansia
H1 di Posyandu Desa Sanggrahan Kecamatan Prambon
Kabupaten Nganjuk.
• Tidak ada faktor yang berhubungan dengan depresi pada
H0 lansia di Posyandu Desa Sanggrahan Kecamatan Prambon
Kabupaten Nganjuk
KERANGKA KERJA
Popolasi : Seluruh lansia di Posyandu Desa Sanggrahan yang bersedia menjadi responden sebanyak
70 Lansia
Random Sampling
Sampel : Sebagian lansia di Posyandu Desa Sanggrahan sebanyak 59 Lansia
Pengumpulan Data
Kuisioner Kuisioner
Status kesehatan fisik Pengukuruan Depresi GDS (Geriatric Depression
Status perkawinan Scale)
Sumber finansial
Dukungan sosial
Pengumpulan Data : Editing, Coding, Scoring, Tabulating
Analisa Data : uji Regresi Ordinal
Kesimpulan
Penyajian Hasil
Variabe Definisi Parameter Instrumen Skala Kategori
l operasional
Variabel Status Fungsi penglihatan Kuisioner Ordinal Jawaban Selalu : 3
indepen kesehatan Fungsi pendengaraan Sering : 2
den merupakan Fungsi paru Jarang : 1
(X1) keluhan atau Fungsi jantung [Link] : 0
status masalah Fungsi pencernaan
kesehat kesehatan yang Fungsi pergerakan Kriteria hasil:
an fisik diderita oleh Fungsi persarafan ≤25 : tidak ada masalah kesehatan
lansia. Fungsi saluran sampai dengan masalah kesehatan
perkemihan ringan.
26-50 : masalah kesehatan sedang
(Maryam, 2011) ≥51 : masalah kesehatan berat
(Maryam, 2011)
Variabel Status Status pernikahan Kuisioner Nominal Menikah : 1
indepen perkawinan Single : 2
den merupakan ada
status atau tidaknya
perkawi ikatan antara
nan laki-laki dan
(X2) perempuan.
Variabe Definisi Parameter Instrumen Skala Kategori
l operasional
Variabel Sumber finansial Sumber finansial Kuisioner Nominal Orang lain : 1
indepen merupakan yang diperoleh lansia Mandiri : 2
den pendapatan yang Keduanya : 3
sumber diperoleh oleh
finansia lansia dalam
l (3) memenuhi
kebutuhannya
Variabel Dukungan sosial Dukungan Kuisioner Ordinal Jawaban
indepen merupakan emosional: Tidak Pernah : 1
den segala sesuatu 1. Bentuk kasih Kadang-kadang : 2
(X4) yang diterima sayang Sering : 3
dukung oleh lansia dari 2. Kepercayaan Selalu : 4
an lingkungan 3. Perhatian Kriteria hasil :
sosial maupun keluarga 4. Mendengarkan 5-10 : rendah
dan serta didengarkan 11-15 : sedang
mempengaruhi Skor 16-20 : tinggi
sikap pada lansia (Yuliana, Mike Saeli.
2017) (Muliasari, 2014 dalam Yuliana,
Mike Saeli. 2017)
Variabe Definisi Parameter Instrumen Skala Kategori
l operasional
Variabel Depresi [Link] aktivitas Kuisioner Ordinal Jawaban
indepen merupakan [Link] sedih Favorable:
den perasaan sedih [Link] sepi dan Ya : 1
depresi yang bosan Tidak: 0
lansia berkepanjangan [Link] tidak Unfavorable:
yang berdaya Ya : 0
disebabkan [Link] bersalah Tidak: 1
karena lansia [Link]/konsentra
tidak mampu si Kriteria hasil
beradaptasi [Link] atau 6-15 : depresi ringan sampai
terhadap harapan terhadap sedang
permasalahn masa depan 16-30: depresi berat
dan perubahan (Azizah, 2011) 0-5 : normal
yang terjadi
pada dirinya. (Azizah, 2011)
IDENTIFIKASI FAKTOR STATUS PERKAWINAN
• Hasil penelitian diketahui bahwa dari 60 responden, sebagian besar
berjumlah 31 responden (51,7%) berstatus menikah. responden
yang tidak mengalami depresi hampir setengahnya berstatus
Fakta menikah.
• Menurut Suardana (2011), lansia yang masih memiliki pasangan
hidup akan memiliki tempat untuk saling berbagi dan mendukung
dalam menghadapi masa tua sehingga resiko mengalami depresi
Teori lebih rendah.
• Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak
mengalami depresi hampir setengahnya berstatus menikah hal ini
disebabkan karena dengan adanya pasangan hidup lansia
Opini mempunyai teman dan dukungan dalam menghadapi masa tua
sehingga lansia lebih tidak beresiko mengalami depresi begitupun
sebaliknya
IDENTIFIKASI FAKTOR SUMBER FINANSIAL
• Hasil penelitian didapatkan dari 60 responden hampir seluruhnya
berjumlah 45 responden (75%) mendapatkan sumber finansial dari
orang lain. hampir setengahnya respendon yang memperoleh
Fakta sumber finansil dari orang lain tidak mengalami depresi
• Sumber finansial merupakan dari mana sumber dana ataau
keuangan itu berasal. Bagi lansia yang tidak mempunyai
penghasilan mencukupi maka akan menghadapi masalah
Teori (Suardiman, 2011).
• hampir setengahnya respendon yang memperoleh sumber finansil
dari orang lain tidak mengalami depresi hal ini disebabkan pada
usia lanjut akan mengalami penurunan produktivitas kerja
sehingga lansia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup,
Opini menghadapi pendapatan yang tidak mencukupi sebagian besar
lansia bergantung pada kehidupan yang layak pada anak-anaak
mereka sehingga dengan kebutuhan yang berkecukupan akan
menurunkan terjadinya resiko depresi pada lansia.
IDENTIFIKASI FAKTOR STATUS KESEHATAN FISIK
FAKTA
sebagian besar berjumlah 44 responden (73,3%) Tidak ada masalah
kesehatan sampai dengan masalah kesehatan ringan. sebagian besar
responden yang tidak ada masalah kesehatan sampai dengan maasalaah
kesehatan ringan tidak mengalami depresi
TEORI
Menurut suardiman (2011), penyakit yang diderita lansia tersebut tidak hanya
berdampak pada terjadinya masalah kesehatan, namun juga sosial dan juga
menjadi beban perekonomiaan bagi lansia karena penanganan penykit
memerlukan biaya. Terjadinya masalah kesehatan yaitu penyakit fisik merupaakan
hal yaang paling dirasakan oleh lansia dan berpengaruh pada depresi yang dialami.
OPINI
terjadinya masalah kesehatan yaitu penyakit fisik merupakan hal yang
paling dirasakan oleh lansia dan berpengaruh pada depresi yang dialami.
Lansia yang mengalami penyakit fisik dan tidak dapat menerima maka
lansia lebih rentan mengalami depresi
IDENTIFIKASI FAKTOR DUKUNGAN SOSIAL (EMOSIONAL)
FAKTA
hampir setengahnya berjumlah 48 responden (46,7%) mendapatkan
dukungan sosial sedang. hampir setengahnya responden yang
mendapaatkan dukungan sosial sedang tidak mengalami depresi.
TEORI
dukungan emosional merupakan Keluarga sebagai tempat yang aman dan
damai untuk istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap
emosi.
OPINI
depresi lansia berawal dari rasa kesepian dan keterasingan. Tetapi dengan
adanya dukungan sosial dapat membuat lansia merasa aman, merasa ada
yang menemani, ada yang mempedulikan lansia sehingga lansia tidak
mengalami depresi.
IDENTIFIKASI TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA
FAKTA
sebagian besar berjumlah 34 responden (56,7%) tidak depresi.
(33,3%) tidak memiliki penghasilan, (40%) berumur 60-74 tahun,
(43,3%) berpendidikan tidak tamat SD sampai dengan tamaat SD,
dan (40%) aktif mengikuti posyandu lansia.
TEORI
Menurut Yoseph (2011) dalam Rosita (2016), depresi adalah
suatu bentuk gangguan jiwa pada alam persaan (mood) yang
ditandai dengan kemurungan, kesedihan, kelesuhan,
kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat dan perasaan
tidak berdaya.
OPINI
lansia yang tidak mengalami depresi juga ditunjang dari
karakteristik responden diantaranyaa, penghasilan, umur,
pendidikan, dan keaktifan lansia mengikuti posyandu.
FAKTOR YANG PALING BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI
LANSIA
FAKTA
Hasil uji secara bersama sama terdapat hubungan antara faktor-
faktor dengan depressi pada lansia dengan nili signifikan 0,000
(<0,05) sehinggan H1 diterima. Dan secara partial semua faktor
mempunyai hubungan yang sama terhadap tingkat depresi pada
lansia dengan nilai p pada setiap faktor yaitu 0,000.
TEORI
Menurut Maryam dkk (2012), terjadinya depresi pada lansia
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya status
kesehatan fisik, status perkawinan, perumahan dan
transportasi, sumber finansial serta dukungan sosial yang
kurang.
OPINI
KESIMPULAN
• Faktor status perkawinan: 31 responden (51,7%) berstatus
menikah.
• Faktor sumber finansial: 45 responden (75%) mendapatkan
sumber finansial dari orang lain.
• Faktor status kesehatan fisik : 44 responden (73,3%) tidak
ada masalah kesehatan sampai dengan masaalah kesehatan
ringan.
• Faktor dukungan sosial: 48 responden (46,7%) mendapat
dukungan sedang
• Faktor dukungan sosial: 48 responden (46,7%) mendapat
dukungan sedang
• Semua faktor mempunyai hubungan yang sama terhadap tingkat
depresi dengan nilai sign 0,00
TERIMA
KASIH