0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan10 halaman

Penanganan Perikoronitis pada Gigi

Perikoronitis adalah peradangan jaringan gingiva di sekitar mahkota gigi yang sedang erupsi. Hal ini disebabkan oleh akumulasi debris dan bakteri di celah antara gigi dan gingiva. Gejala klinisnya bervariasi dari rasa sakit lokal hingga pembengkakan dan supurasi. Diagnosa didasarkan pada pemeriksaan fisik dan radiologi. Pengobatan meliputi analgesik, antibiotik, dan operasi untuk mengangkat gigi atau jaringan perikor

Diunggah oleh

AF Koas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan10 halaman

Penanganan Perikoronitis pada Gigi

Perikoronitis adalah peradangan jaringan gingiva di sekitar mahkota gigi yang sedang erupsi. Hal ini disebabkan oleh akumulasi debris dan bakteri di celah antara gigi dan gingiva. Gejala klinisnya bervariasi dari rasa sakit lokal hingga pembengkakan dan supurasi. Diagnosa didasarkan pada pemeriksaan fisik dan radiologi. Pengobatan meliputi analgesik, antibiotik, dan operasi untuk mengangkat gigi atau jaringan perikor

Diunggah oleh

AF Koas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERIKORONITI

S
I Kadek Aribowo
DEFINISI
 Peradangan jaringan gingiva disekitar mahkota gigi yang erupsi
sebagian. Proses inflamasi pada perikoronitis terjadi karena
terkumpulnya debris dan bakteri di poket perikorona gigi yang
sedang erupsi atau impaksi
ETIOLOGI PERIKORONITIS
 Infeksi ini dari flora normal mulut dan keterlibatan streptococcus
viridans, spirochaeta dan fussobacteria
 Makanan, bakteri, dan plak yang terjebak dalam celah jaringan
gingiva yang tertutup.
FAKTOR RISIKO
 Keadaan dimana gigi sedang mengalami erupsi, terutama gigi molar tiga.
 Terbentuknya lapisan gusi karena erupsi gigi.
 Keadaan gigi yang bersinggungan dengan jaringan perikoronal gigi yang tidak
erupsi atau erupsi sebagian.
 Riwayat perikoronitis sebelumnya.
 Oral hygiene yang buruk.
 Infeksi saluran nafas.
PATOGENESIS
 Akumulasi debris dari plak dan sisa-sisa makanan dan bakteri di saku gusi
perikoronal gigi yang sedang erupsi atau impaksi  proses inflamasi akut.
Inflamasi bisa juga terjadi karena trauma yang dihasilkan dari erupsi gigi
molar rahang atas.
 Pertama kali individu menyadari tumbuhnya gigi atau area di sekitar gigi
kemudian timbul rasa sedikit tidak nyaman yang dirasakan semakin
bertambah parah karena area retromolar tergigit atau tertekan.
 Perikoronitis dapat bersifat akut dan kronis
MANIFESTASI KLINIS
Perikoronitis Akut:
 Rasa sakit menusuk yang hilang timbul.
 Rasa sakit yang pada mulanya lebih terlokalisasi dan selanjutnya menyebar
ke bagian telinga, tenggorokan, serta dasar mulut.
 Sakit pada palpasi.
 Rasa tidak enak (foul taste).
Perikoronitis subakut:
 Peradangan dan supurasi berkurang.
 Rasa sakit tumpul yang terus menerus.
Perikoronitis kronik:
 Rasa sakit tumpul yang kambuh secara periodik.
 Pemeriksaan radiologis menunjukkan gambaran kawah yang radiolusen.
 Pembentukkan kista paradental.
PEMERIKSAAN
 Pemeriksaan fisik
 ekstra oral & intra oral.
Inspeksi, palpasi, perkusi kulit wajah, kepala dan leher :
• pembengkakan, fluktuasi, eritema, pembentukan fistula dan krepitasi
subkutaneus, limfadenopati leher, trismus dan derajat dari trismus
 Gigi
• Karies gigi , kedalaman karies,
• vitalitas gigi, lokasi pembengkakan, fistula dan mobilitas gigi
PENATALAKSANAAN
 Simtomatis analgetik yang adekuat analgetik anti inflamasi non steroid atau
golongan opioid ringan.
 Antibiotika untuk mengeleminasi mikroflora penyebab perikoronitis.
 Terapii bedah meliputi operkulektomi dan odontektomi yang dilakukan setelah
fase akut reda, tergantung dari derajat impaksi gigi
PENCEGAHAN
 Sikat gigi
 sikat gigi harus dapat meraih dan secara efisien membersihkan permukaan gigi sehingga
tidak ada impaksi makanan yang menimbulkan plak dan oral hygiene tetap terjaga..
 Pasta gigi harus cukup abrasif untuk pembersihan dan pemolesan yang memuaskan tetapi
harus tetap memberikan perlindungan dari gerakan sikat yang agresif.
 Dental floss
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai