0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan25 halaman

Tahapan Quality Function Deployment

Berdasarkan analisis QFD, terdapat tujuh belas kebutuhan konsumen dan dua puluh satu persyaratan teknis yang perlu diperhatikan UD. Syahriyah dalam mengembangkan keripik pisang, termasuk lama penggorengan, suhu penggorengan, dan kelengkapan informasi label pada kemasan."

Diunggah oleh

Miftahul Chairad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan25 halaman

Tahapan Quality Function Deployment

Berdasarkan analisis QFD, terdapat tujuh belas kebutuhan konsumen dan dua puluh satu persyaratan teknis yang perlu diperhatikan UD. Syahriyah dalam mengembangkan keripik pisang, termasuk lama penggorengan, suhu penggorengan, dan kelengkapan informasi label pada kemasan."

Diunggah oleh

Miftahul Chairad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Product

Planning
Quality Function
Deployment
Agustina Aulia Rahma (207025002)
Mutia Irani (207025004)
Taufan Tama Gusman (207025014)
Quality Function
Deployment

Defenisi Konsep Tahapan HOQ


Berisi tentang Berisi tentang Berisi tentang
Berisi tentang House Of Quality
konsep – konsep langkah – langkah
defenisi QFD (HOQ)
dalam QFD dan tahapan dalam
pembuatan QFD
Defenisi QFD

Sebuah metode yang dapat


mengidentifikasikan
kebutuhan dan keinginan
pelanggan menjadi
persyaratan teknis yang dapat
diukur.

QFD digunakan untuk


mengidentifikasi
karakteristik yang Critical
to Quality (CTQs)
Konsep QFD (Input)
Tahap awal dari QFD adalah
mengetahui suara konsumen Proses QFD
(voice of customer) membutuhkan sejumlah
input dan keputusan

Akan menjadi input - Keinginan


dan kebutuhan pelanggan Proses QFD
tersebut menjadi pengendali membutuhkan sejumlah
untuk kegiatan pengembangan input dan keputusan
atau penciptaan produk/jasa.
Konsep QFD (Output)
QFD adalah proses perencanan Dalam QFD dimungkinkan
bukan sebuah alat untuk dilakukannya sebuah
pemecahan masalah atau analisis dan penentuan isu
analisis – isu utama

Output dari QFD adalah isu –


Format matriks
isu Tindakan utama untuk
yang digunakan
peningkatan kepuasan
untuk mencatat
pelanggan berdasarkan
sebuah informasi
masukan dari pelanggan
penting
Konsep QFD
(Organisasi)
Karena proses QFD dimulai dari pelanggan,
1 maka akan menuntun organisasi untuk fokus
kepada pelanggan

Organisasi dapat mulai mengerti apa saja yang


2 dibutuhkan untuk meningkatkan kepuasa
customer

QFD mendorong perusahaan untuk berinteraksi


3 dengan orang – orang yang menggunakan
produknya
Keuntungan QFD
1 Proses dimulai dari pelanggan

2 Dapat mengurangi waktu siklus (Cycle Time)

QFD berorientasi pada perbaikan berkelanjutan


3 (Continuous Improvement)

4 Proses dimulai dari pelanggan

QFD membantu untuk penciptaan pemahaman


5 yang kuat terhadap pelanggan, efektivitas
internal dan kompetitif terhadap eksternal
Aplikasi QFD dapat mengurangi biaya dan
6 pemborosan

QFD mendorong penggunanya untuk selalu


7 mengukur kemampuannya dibandingkan
dengan kompetitor
Langkah Implementasi
QFD

Membangun
Membandingkan matriks process
konsep desain planning untuk
Mensurvei Membangun dan memilih yang persyaratan
Customer tabel teknis terbaik utama

Mengalisa matriks Membangun


Menentukan Membangun Membangun
dan memilih item – matriks part
Suara Customer tabel customer manufacturing
item yang prioritas planning untuk
persyaratan planning chart
desain utama
Tahap Pembuatan
QFD
Kesembilan langkah implementasi QFD dapat dikategorikan menjadi
empat tahap, yaitu:

01 Perencanaan Terdiri dari customer requirements, dan


Product technical responses / requirements

Perencanaan Terdiri dari technical requirements dan


parts characteristics
Desain
04 02
Perencanaan Terdiri dari part characteristics dan
Proses process characteristics

03 Perencanaan Terdiri dari process characteristics dan


Produsti production requirements
House of Quality (HOQ)

Matriks Kualitas
(House of Quality)
Bagian Matriks Kualitas
1 Voice Of Customer (WHATs)

2 Technical Responses (HOWs)

3 Relationship Matriks

4 Planning Matriks (WHYs)

5 Technical Correlation

6 Technical priorities, Benchmarking and Target


Voice of Customer (WHATs) [Link]

matriks
Merupakan bagian dari kiri atas .

Berisikan customer requirements

Persyaratan ini akan dijawab


dengan pertanyaan

”Permintaan apa yang harusnya dipuaskan,


adakah beberapa keistimewaan yang
pelanggan ingin dapatkan?”
Technical Responses (HOWs)
[Link]

ng dapat diukur gan (technical

Berisi identifikasi karakteristik produk yang dapat diukur untuk


memenuhi keinginan pelanggan (technical responses)

Pemenuhan keinginan ini akan


dijawab dengan pertanyaan

”Bagaimana kebutuhan pelanggan


tersebut bertemu dengan desain
yang diperlukan?”
Relationship Matriks [Link].

Matriks yang
menggambarkan
persepsi tim QFD
mengenai korelasi
antara Customer
Requirements dengan
technical responses.
Planning Matriks (WHYs)
[Link]

Menggambarkan persepsi
konsumen yang diamati melalui
survei pasar.

Termasuk didalamnya
importance dan customer
rating, kinerja perusahaan
dan pesaing.
Technical Correlation
[Link].i

Merupakan bagian atap dari


matriks

Mengidentifikasi apakah technical


responses saling mendukung atau
saling mengganggu di dalam desain
produk.
Technical priorities, Benchmarking and Targets

Digunakan untuk mencatat prioritas


yang ada pada matriks technical
responses.

Mengukur kinerja teknik yang diperoleh


oleh produk pesaing dan tingkat
kesulitan yang timbul dalam
mengembangkan persyaratan.
Gambar Keseluruhan
Studi Kasus
UD. Syahriyah adalah usaha yang bergerak di bidang industri makanan kecil sejak tahun 2004 dengan
keripik singkong sebagai produk utamanya, terletak di Jl. Mutiara 72 Sampang, Madura. Seiring berjalan
waktu usaha ini mulai melakukan diversifikasi produk dengan memproduksi produk keripik pisang guna
untuk meningkatkan volume penjualan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kegiatan pemasaran
yang belum sepenuhnya maksimal jika dilihat dari hasil penjualan keripik pisang yang masih rendah
dibanding keripik singkong. Rendahnya penjualan keripik pisang karena banyaknya pesaing sehingga
menimbulkan persaingan yang ketat dalam memperoleh konsumen. Langkah awal yang perlu dilakukan
UD. Syahriyah ialah memperbaiki dan meningkatkan kualitas keripik pisang dengan menggunakan
metode QFD.
Studi Kasus
Tabel perbandingan nilai target dengan kompetitor
Studi Kasus

House of Quality Segi Produk


Studi Kasus

House of Quality Segi Kemasan


Studi Kasus
Tabel Persyaratan Teknis Produk
Studi Kasus

Tabel Persyaratan Teknis Kemasan


Kesimpulan
Terdapat tujuh belas atribut kebutuhan konsumen yang
harus diperhatikan dalam pengembangan produk
1 keripik pisang. Terdiri dari sebelas atribut kebutuhan
konsumen berhubungan dengan produk dan terdiri
dari enam atribut kebutuhan konsumen dari segi
kemasan.
Terdapat dua puluh satu atribut persyaratan teknis
dalam pengembangan produk. Enam belas atribut dari
segi produk nilai tertinggi dari segi produk adalah lama
2 penggorengan dan suhu penggorengan. Lima atribut
dari segi kemasan nilai tertinggi segi kemasan yang
menjadi prioritas utama untuk diperhatikan dalam
pengembangan produk keripik pisang adalah
kelengkapan informasi lebel.

Terdapat beberapa nilai IR yang perlu diperbaikan


3 dalam pengembangan produk keripik pisang.

Anda mungkin juga menyukai