0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
494 tayangan13 halaman

Analisis Stratigrafi Menggunakan Sedlog

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang pengertian, tujuan, dan saran waktu pengambilan penampang stratigrafi di lapangan untuk keperluan studi sedimentologi dan stratigrafi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
494 tayangan13 halaman

Analisis Stratigrafi Menggunakan Sedlog

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang pengertian, tujuan, dan saran waktu pengambilan penampang stratigrafi di lapangan untuk keperluan studi sedimentologi dan stratigrafi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEDLOG

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI, STRATIGRAFI, DAN


ANALISIS BASIN
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2021
PENGERTIAN, TUJUAN, DAN SARAN
WAKTU PENGAMBILAN PENAMPANG
STRATIGRAFI
PENGERTIAN PENAMPANG STRATIGRAFI

Suatu gambaran urutan vertikal lapisan lapisan


batuan sedimen pada lintasan yang dipilih. Setiap
titik dalam urutan mengikuti kaidah hukum
superposisi.

Pengukuran penampang stratigrafi dapat hanya


dilakukan pada sebagian dari suatu formasi,
sehingga hanya meliputi satu atau lebih satuan
lithostratigrafi yang lebih kecil dari formasi,
misalnya anggota atau bahkan hanya beberapa
perlapisan saja.
TUJUAN PEMBUATAN PENAMPANG
STRATIGRAFI
Mendapatkan data litologi terperinci dari urutan-
urutan perlapisan suatu satuan stratigrafi (formasi,
kelompok, anggota, dan sebagainya)
Mendapatkan ketebalan yang teliti dari tiap-tiap
satuan stratigrafi
Untuk mendapatkan dan mempelajari hubungan
stratigrafi antar satuan batuan dan urut-urutan
sedimentasi dalam dalam arah vertikal secara
detail, untuk menafsirkan lingkungan pengendapan
SARAN WAKTU PENGAMBILAN
PENAMPANG STRATIGRAFI DI LAPANGAN
Idealnya dilakukan pada tahap akhir pemetaan
geologi, dimana informasi mengenai kondisi geologi
seperti penyebaran batuan, struktur geologi sudah
diketahui sehingga dapat dipilih lintasan-lintasan
yang ideal (singkapan menerus,tidak terganggu
struktur dll).

Pada waktu bersamaan dengan pemetaan, terutama


pada daerah-daerah yang sulit dijangkau.
PENGERJAAN SEDLOG
NO 1

Skala 1:50, berada pada formasi talang akar, dengan litologi dari
bawah ke atas berupa:
 Batulempung dengan tebal 150 cm, warna hitam, batas kontak none
 Konglomerat dengan tebal 300 cm, ukuran butir cobble to grain,
batas kontak none
 Batupasir dengan tebal 200 cm, memiliki stuktur graded bedding,
batas kontak gradational, very coarse to very fine sand
 Batupasir dengan tebal 50 cm, memiliki stuktur planar cross
bedding, batas kontak gradational, medium sand
 Batupasir dengan tebal 50 cm, memiliki stuktur ripple mark, batas
kontak none, fine sand
 Batulempung dengan tebal 200 cm, mengandung fosil akar, batas
kontak none
 Coal dengan tebal 50 cm, warna hitam, batas kontak none
 Batulempung dengan tebal 150 cm, mengandung fosil daun, batas
kontak none
NO. 2

Skala 1:100, dengan litologi dari bawah ke atas berupa:


 konglomerat dengan tebal 450 cm, ukuran butir cobble to
grain, batas kontak gradational, very coarse to pebble, warna
coklat, kemas grain supported fabric, bersifat karbonatan,
formasi Waturanda.
 batupasir dengan tebal 700 cm, ukuran butir coarse to very
coarse, batas kontak gradational, warna putih kecoklatan,
kemas grain supported fabric, moderately, graded bedding
(fining upward), karbonatan, formasi Penosogan
 batupasir dengan tebal 600 cm, ukuran butir fine to coarse,
batas kontak gradational, warna abu-abu, kemas grain
supported fabric, memiliki struktur sedimen horizontal
laminasi, karbonatan, formasi Penosogan
LANJUTAN...

 Batupasir dengan tebal 800 cm, ukuran butir very fine, batas
kontak gradational, warna abu-abu, matrix supported fabric,
well sorted, memiliki struktur sedimen cross bedding,
karbonatan, formasi Penosogan.
 Batulanau dengan tebal 150 cm, ukuran butir silt, batas
kontak sharp, matrix supported fabric, memiliki struktur
sedime ripple cross lamination, very well sorted, karbonatan,
formasi Penosogan.
 Batulempung dengan tebal 100 cm, ukuran butir clay, batas
kontak sharp, memiliki struktur sedimen laminasi, matrix
supported, warna abu-abu, karbonatan, formasi Penosogan.
NO. 3

Skala 1:100, berada pada formasi talang akar, dengan litologi


dari bawah ke atas berupa:
 Konglomerat dengan tebal 400 cm, ukuran butir cobble to
pebble, batas kontak gradational, , poorly sorted, warna
jingga, granular.
 Batupasir dengan tebal 200 cm, ukuran butir coarse to very
coarse, batas kontak erotional, warna abu-abu, moderately
sorted, granular supported fabric.
 Batupasir dengan tebal 250 cm, ukuran butir fine to medium,
batas kontak erotional, warna krem, well sorted, grain
supported fabric, memiliki struktur laminasi.
 Batupasir dengan tebal 150 cm, ukuran butir coarse, batas
kontak erotional, warna coklat, moderately sorted, grain
supported fabric, memilliki struktur channel.
LANJUTAN...

 Batupasir dengan tebal 150 cm, ukuran butir fine to very fine,
batas kontak sharp, warna krem, well sorted, grain supported
fabric, memiliki struktur cross bedding, mengandung fosil
kayu.
 Mudstone dengan tebal 130 cm, ukuran butir clay to silt,
batas kontak sharp, matrix suported fabric, memiliki struktur
ripple mark, warna abu-abu, mengandung fosil kayu.
 Batulempung dengan tebal 270 cm, ukuran butir clay, batas
kontak none, warna putih keabuan, well sorted, matrix
supported fabric, overbank deposit.
SELESAI
TUGAS SENIN DEPAN

Resume: Measuring Section

Anda mungkin juga menyukai