Panduan Lengkap APQP dan Metodologinya
Panduan Lengkap APQP dan Metodologinya
Definisi :
APQP adalah metode yang terstruktur untuk menetapkan dan menentukan step-step
yang diperlukan untuk menjamin produk yang dihasilkan memuaskan CUSTOMER.
Tujuan dari APQP adalah sebagai jembatan komunikasi antar orang-orang yang terlibat
untuk menjamin semua langkah yang diperlukan dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
APQP digambarkan sebagai suatu cycle yang menggambarkan proses pencarian yang tidak
pernah berhenti terhadap perbaikan terus menerus dimana hal tersebut hanya akan dapat
dicapai dengan mengambil pengalaman dari satu program dan menerapkan pengetahuan
yang diperoleh ke program berikutnya.
infant wearout
mortality
Jumlah
kegagalan
Quality Reliability
control
• Kegagalan banyak terjadi di awal dan di akhir process
• Tradisional Quality Activity :
Fokus pada awal produksi dengan melakukan metoda trial dan erorr,
mencoba memperbaiki setiap kegagalan yang terjadi pada awal proses
• Quality/Reliability aktivity
Fokus pada faktor yang berpotensi untuk menyebabkan kegagalan. Dilakukan tidak
hanya di awal produksi tapi juga selama proses produksi.
2
Perubahan vs cost
Process design
1:1
Prototype
1 : 10 Production
1: 100
3
Statement Yes
need Plan work check conform ?
of require
work
ments
more products satisfy
No
need more consistently
remedial (moderate wastage-
action keen competition)
5
APQP APPROACH:
6
5 Phase dalam APQP
7
PRODUCT QUALITY PLANNING
RESPONSIBILITY MATRIX
8
Product Quality Planning Chart
Concept
Initiation/ Approval
Program Prototypre Pilot Launch
Approval
Planning Planning
Production
9
FUNDAMENTAL OF PRODUCT QUALITY PLANNING
10
FUNDAMENTAL OF PRODUCT QUALITY PLANNING
(cont’d)
Team to team
APQP team harus menetapkan hubungan komunikasi yang dibutuhkan dengan
CUSTOMER dan supplier team yang lain
Training
Kesusksesan dari APQP tergantung dari keefectiv-an training yang mengkomunikasikan
semua requirement dan pengembangan keahlian untuk memenuhi keinginan dan harapan
CUSTOMER
11
FUNDAMENTAL OF PRODUCT QUALITY PLANNING
(cont’d)
Control Plan
Sistem/ cara pengontrolan patrts dan proses
Control plan terdiri atas tiga macam : Prototype, Pre-launch, dan Production
Concern Resolution
Jika team menemukan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam design produk dan/ atau
process pembuatan, maka hal-hal tersebut harus didokumentasikan pada sebuah matrix
dengan menunjuk penanggung jawab dan waktunya. Metode Problem Solving sangat
direkomendasikan
12
FUNDAMENTAL OF PRODUCT QUALITY PLANNING
(cont’d)
13
Phase 1. Plan and define Program
INPUT OUTPUT
• Voice of customer • Design Goals
- Market Research • Reliability and Quality Goals
- Historical Warranty and • Preliminary Bill of material
Quality Information • Preliminary Process Flow Chart
- Team experience • Preliminary Listing of Spesial Product
• Business Plan/ Marketing Strategy and Process Charateristics
• Product/ Process Benchmark data • Product Assurance Plan
• Product/ Process Assumptions • Management Support
• Product Reliablity Studies
• Customer Inputs
14
Phase 1. Plan and define Program
15
Phase 1. Plan and define Program
1.1.2. Sejarah warranty dan informasi quality
Sejarah masalah pada customer perlu direview untuk mencegah terulangnya masalah
tersebut. seperti : warranty report, internal quality report,
customer claimt , dlsb.
1.1.3. Pengalaman dari team
Menggumpulkan segala sumber informasi termasuk
• Input dari level part yang lebih tinggi atau dari QFD project part sebelumnya.
• Analisa, kritik dan report dari media masa
• Surat dan pendapat dari customer
• dealer, field service comment
• Permintaan dan peraturan pemerintah
1.2. Business plan/ strategi marketing (QS 9000, 4.1.4)
Sebagai langkah awal business plan dari Customer harus dipertimbangkan :
Contoh: Warna apa yang akan direlease tahun 2002?, Apakah penggunaan digital compact
disc akan diterapkan pada pick-up model year 99 ?
Bisnis plan menetapkan constraint / batasan-batasan (waktu, harga, product positioning)
yang dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan.
Strategy marketing akan menetapkan target customer, key sales point, dan key competitor
16
Phase 1. Plan and define Program
18
Phase 1. Plan and define Program
21
Phase 2. Product Design and Development
Phase ini merupakan bagian dari proses perencanaan dimana design feature dan
charateristicnya didevelop hingga mendekati bentuk final. Step-step dalam phase ini
termasuk pembuatan prototype untuk memeriksa apakah produk/ servis yang dibuat
memenuhi keinginan customer. Pada tahap ini Preliminary Feasibility analysis dibuat
untuk menilai problem yang dapat timbul selama proses produksi.
2.1. Design Failure Mode and Effect Analysis (QS 9000, 4.4.2)
Analisa kemungkinan gagal beserta efeknya. Review DFMEA memberikan kesempatan
pada team untuk membuat tambahan, perubahan, dan pengurangan yang diperlukan sesuai
dengan keinginan dan harapan customer sebelum design release /approve.
22
Phase 2. Product Design and Development
2.3. Design Verification (QS 9000, 4.4.7)
Suatu test yang menjamin bahwa semua design output memenuhi permintaan dari design
input, design verification termasuk aktifitas
Design review, Melaksanakan perhitungan terbalik, Melaksanakan test dan demonstrasi,
review dokumen design sebelum direlease.
Memeriksa apakah design sudah memenuhi permintaan customer sesuai dengan aktivitas
pada phase 1
2.4. Design review (QS 9000, 4.4.6)
Design review dilakukan secara regular dan dipimpin oleh design engineer. Tujuannya
untuk mencegah problem, misunderstanding, dan juga merupakan mekanisme yang berguna
untuk melakukan monitor terhadap program.
2.5. Prototype Build - Control Plan (QS 9000, 4.2.3)
Penjabaran pengukuran dimensi, material dan functional test yang akan dilakukan selama
proses pembuatan prototype part. Tujuan dari prototype control plan untuk evaluasi
seberapa baik produk atau servise memenuhi keinginan dan harapan customer
23
Phase 2. Product Design and Development
2.6. Engineering drawing (termasuk math data) (QS 9000, 4.5.1, 4.9)
Drawing harus direview untuk menentukan apakah informasi dimensi cukup, dan control
atau datum surface sudah cukup jelas untuk dapat dijadikan acuan untuk membuat
gages untuk ongoing control. Jika menggunakan math data, harus dicek apakah data
compatible dengan customer system
24
Phase 2. Product Design and Development
2.9. Perubahan gambar dan spesifikasi
Bila terjadi perubahan team harus memastikan bahwa perubahan tersebut dikomunikasikan
dan didokumentasikan ke semua bagian terkait.
2.10. New Equipment, tooling dan fasilities requirement (QS 9000, 4.2.3, 4.2.6)
Team harus menjamin bahwa equipment dan tooling yang dibuat dapat membuat
produk dengan quality yang baik dan tepat waktu. Lihat APQP checklist app A-3
2.11. Special Product dan process Charateristic (QS 9000, 4.5.1, [Link])
Mereview preliminary Special product dan proses charateristic yang sudah dibuat di
phase I. APQP section 6 supplement K dan L dapat dijadikan reference
2.13. Team feasibility dan management support (QS 9000 [Link], 4.3.2)
Team harus menilai feasibility dari design yang diusulkan. Team harus mempunyai
keyakinan bahwa design yang diusulkan dapat dibuat, diassembly ditest, dipak, dan
dikirim sesuai dengan quantity yang diminta, pada harga yang bisa diterima oleh
customer dan tepat waktu. Gunakan APQP checklist A-2 dan lakukan feasibility study
menggunakan team feasibility commitment APQP app. E
25
Phase 3. Process Design And Development
OUTPUT
• Packaging Standards • Pre-launch Control Plan
• Product/ Process Quality • Process Instruction
System Review • Measurement Systems Analysis Plan
• Process Flow Chart • Preliminary Process Capability
• Floor Plan Layout Study Plan
• Characteristic Matrix • Packaging Specifications
• PFMEA • Management Support
26
Phase 3. Process Design And Development
27
Phase 3. Process Design And Development
3.6. Process Failure Mode and Effect Analysis (PFMEA) (QS 9000, 4.2.3)
PFMEA harus dibuat selama product quality planning dan sebelum produksi dimulai
PFMEA adalah living dokumen dan harus selalu diperbaiki apabila kegagalan baru
ditemukan. Gunakan APQP checklist app A-7
28
Phase 3. Process Design And Development
3.8. Instruksi kerja (QS 9000, 4.9.1)
Harus termasuk set-up parameter seperti : kecepatan mesin, cycle time, temperatur dlsb
29
Phase 3. Process Design And Development
30
Phase 4. Product And Process Validation
OUTPUT
• Production Trial Run
• Measuremnt Systems Evaluation
• Preliminary Process Capablity Study
• Production Part Approval
• Production Validation Testing
• Packaging Evaluation
• Production Control Plan
• Quality Planning Sign-off and
Management Support
31
Phase 4. Product And Process Validation
4.1. Trial produksi
Trial produksi harus menggunakan poduction tooling, equipment, environtment
(termasuk operator), fasilitas, dan cycle time yang sebenarnya. Minimum quantity
biasanya ditentukan oleh customer, atau dapat dilebihkan oleh supplier
32
Phase 4. Product And Process Validation
4.5. Production Validation testing
Sesuai dengan engineering test untuk memvalidasi produk telah memenuhi engineering
standard
33
Phase 4. Product And Process Validation
34
Phase 5. Feed back, Assessment
and Corrective Action
OUTPUT
• Reduced Variation
• Customer Satisfaction
• Delivery and Service
35
Phase 5. Feed back, Assessment
and Corrective Action
5.1. Mengurangi variasi (QS 9000, [Link])
Gunakan kontrol chart dan tehnik statistik yang lain untuk mengurangi variasi.
Perbaikan terus menerus membutuhkan perhatian tidak hanya kepada special cause
tetapi pemahaman common cause dan mencari cara untuk mengurangi sumber
dari variasi tersebut. Sering terjadi pengurangan common cause berakibat ke
pengurangan biaya.
36
Phase 5. Feed back, Assessment
and Corrective Action
5.3. Delivery dan servis (QS 9000, 4.15.6, 4.19)
Tahapan delivery dan servise dari quality planning berlanjut dengan hubungan
kerjasama antara supplier dengan customer untuk memecahkan masalah dan
melakukan continuous improvement. Kegagalan dalam memecahkan masalah
selalu merusak reputasi supplier dan hubungan dengan customer. Adalah sangat
penting bagi supplier dan customer untuk mendengarkan suara dari customer akhir.
Pengalaman yang diperoleh pada tahap ini memberikan pengetahuan yang diperlukan
bagi customer maupun supplier untuk melakukan pengurangan harga yang dapat
diperoleh dengan cara mengurangi proses, inventory, quality cost dan komponen
dan proses yang baik untuk proses selanjutnya.
37
Customer Complaint/ quality defect
38
Customer Complaint/ quality defect (cont’d)
Problem in packaging
Phase 3 : Packaging spesification
Phase 4 : Packaging Evaluation
39