0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan131 halaman

Langkah Pembuatan Keputusan Taktis

Dokumen tersebut membahas tentang pembuatan keputusan taktis, yang merupakan keputusan jangka pendek berdasarkan pilihan alternatif dengan pertimbangan terbatas. Terdapat 6 langkah pembuatan keputusan taktis yaitu mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi alternatif, mengevaluasi biaya dan manfaat, membandingkan alternatif, mempertimbangkan faktor kualitatif, dan memilih alternatif. Dokumen juga menjelaskan tentang bi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan131 halaman

Langkah Pembuatan Keputusan Taktis

Dokumen tersebut membahas tentang pembuatan keputusan taktis, yang merupakan keputusan jangka pendek berdasarkan pilihan alternatif dengan pertimbangan terbatas. Terdapat 6 langkah pembuatan keputusan taktis yaitu mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi alternatif, mengevaluasi biaya dan manfaat, membandingkan alternatif, mempertimbangkan faktor kualitatif, dan memilih alternatif. Dokumen juga menjelaskan tentang bi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBUAT KEPUTUSAN TAKTIS

Oleh: Diana Supriati,S.E.,[Link]


A. PENGERTIAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
TAKTIS
• Pembuatan keputusan taktis (tactical decision making)
adalah pembuatan keputusan yang didasarkan pada
pemilihan di antara beberapa alternatif dengan
pertimbangan waktu yang segera dan tinjauan yang
terbatas.
• Pertimbangan tersebut mengakibatkan pembuatan
keputusan taktis cenderung bersifat jangka pendek.
• Namun, perlu diperhatikan bahwa pembuatan
keputusan jangka pendek sering kali memiliki dampak
atau konsekuensi yang bersifat jangka panjang.
• Tujuan jangka pendek pertimbangan tersebut adalah dalam
rangka menurunkan biaya pembuatan produk.
• Keputusan taktis tersebut dapat dianggap hanya merupakan
bagian kecil dari strategibesar penetapan posisi keunggulan
perusahaan. Oleh karena itu, keputusan taktis sering kali disebut
tindakan berskala kecil (small-scale actions) untuk tujuan yang
lebih besar.
• Tujuan keseluruhan pembuatan keputusan strategis (strategic
decision making) adalah memilih di antara beberapa alternatif
strategi, sehingga keunggulan kompetitif perusahaan dalam
jangka panjang akan dapat dicapai.
• Pembuatan keputusan taktis seharusnya mendukung tujuan
keseluruhan tersebut, meskipun tujuan langsungnya adalah
bersifat jangka pendek (misalnya menerima satu pesanan khusus
untuk meningkatkan laba) atau berskala kecil (memproduksi
sendiri daripada membeli komponen).
Model Pembuatan Keputusan Taktis
• Bagaimana cara perusahaan membuat keputusan taktis yang baik? Untuk
menjawab pertanyaan tersebut dapat digunakan pendekatan umum dalam
pembuatan keputusan taktis. Pendekatan tersebut meliputi enam langkah yang
menggambarkan tentang proses pembuatan keputusan yang direkomendasi, yaitu:
1. mengidentifikasi masalah;
2. mengidentifikasi setiap alternatif sebagai solusi yang tepat atas masalah
tersebut; 1 mengeliminasi alternatif yang secara nyata tidak layak;
3. mengidentifikasi biaya dan manfaat yang berkaitan dengan setiap alternatif yang
layak, relevan, serta mengeliminasi yang tidak relevan dari pertimbangan;
4. menjumlahkan biaya dan manfaat yang relevan dari masing-masing alternatif;
5. menilai faktor-faktor kualitatif; dan
6. memilih alternatif yang memberi manfaat terbesar.

• Keenam langkah tersebut menjelaskan mengenai model pembuatan keputusan


yang sederhana. Suatu model keputusan (decision model) adalah serangkaian
prosedur yang apabila diikuti menghasilkan suatu keputusan.
• Langkah 1: Mengidentifikasi Masalah. Langkah pertama adalah
mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang spesifik.
• Sebagai contoh, semua anggota tim manajemen mengakui
adanya kebutuhan ruang tambahan untuk pergudangan,
perkantoran, dan produksi.
• Luas ruang yang dibutuhkan, alasan kebutuhan ruang, dan
bagaimana tambahan ruang akan dimanfaatkan merupakan
dimensi penting masalah tersebut. Namun, masalah utamanya
adalah bagaimana cara memperoleh tambahan ruang tersebut.
• Langkah 2: Mengidentifikasi Alternatif. Langkah kedua adalah membuat
daftar dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan solusi yang tepat.
Perusahaan perlu mengidentifikasi berbagai kemungkinan solusi sebagai
berikut.
1. Membangun fasilitas sendiri dengan kapasitas yang cukup untuk
mengatasi kebutuhan saat ini dan yang dapat diperkirakan.
2. Menyewa fasilitas yang lebih besar dan menyewakan fasilitas yang ada
saat ini.
3. Menyewa fasilitas tambahan yang mirip dengan fasilitas yang ada saat ini
4. Menyewa tambahan ruang yang akan dimanfaatkan sebagai gudang,
sehingga dapat menyediakan ruang untuk perluasan produksi.
5. Membeli komponen dari pihak eksternal serta memanfaatkan ruang
yang tersedia (yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi
komponen tersebut).
• Sebagai bagian dari langkah-langkah di atas, perusahaan harus
mengeliminasi alternatif-alternatif yang dipertimbangkan tidak
layak.
1. Alternatif pertama dieliminasi karena mengandung banyak
risiko bagi perusahaan.
2. Alternatif kedua ditolak karena menyewakan fasilitas bukanlah
pilihan yang tepat untuk dijalankan.
3. Alternatif ketiga dieliminasi karena terlalu sulit untuk
mengatasi masalah ruang dan kemungkinannya akan sangat
mahal.
4. Alternatif keempat dan kelima adalah cukup layak karena
keduanya berada dalam rentang kendali biaya dan risiko, serta
dapat menyelesaikan permasalahan kebutuhan ruang bagi
perusahaan.
• Langkah 3: Mengidentifikasi Biaya dan Manfaat yang
Berkaitan dengan Setiap Alternatif. Pada langkah ketiga
dilakukan identifikasi terhadap biaya dan manfaat yang
berkaitan dengan setiap alternatif yang layak.
• Pada tahap ini, berbagai biaya yang tidak relevan dapat
dieliminasi. Akuntan manajemen bertanggung jawab atas
pengumpulan data yang diperlukan.
• Sebagai contoh perusahaan mengeluarkan biaya
pembuatan komponen yang meliputi biaya-biaya berikut
ini.
• Langkah 4: Membandingkan Biaya dan Manfaat yang relevan untuk Setiap
Alternatif yang Layak. Dapat dilihat bahwa pada alternatif 4, yaitu terus
memproduksi secara internal dan menyewa gudang tambahan membutuhkan
biaya sebesar Rp480.000.000, sementara alternatif 5 yaitu membeli
komponen dari luar dan memanfaatkan ruang sendiri membutuhkan biaya
sebesar Rp460.000.000. Perbandingannya adalah sebagai berikut.

• Biaya diferensial adalah sebesar Rp20.000.000 (Rp480.000.000 – Rp460.000.000)


untuk keunggulan alternatif 5.
• Langkah 5: Menilai Faktor-Faktor Kualitatif. Pertimbangan terhadap
aspek kuantitatif (biaya dan manfaat) yang berhubungan dengan
berbagai alternatif tidak cukup untuk digunakan sebagai dasar dalam
pembuatan keputusan.
• Oleh karena itu, dalam pembuatan keputusan juga perlu
mempertimbangkan aspek kualitatif.
• Faktor-faktor kualitatif dapat secara signifikan memengaruhi
keputusan manajer. Faktor-faktor kualitatif merupakan faktor yang
sulit dinyatakan dalam angka.
• Untuk mengilustrasikan dampak faktor – faktor kualitatif yang
mungkin terjadi dalam keputusan membuat-atau-membeli, perlu
dipertimbangkan dua faktor yang pertama, yaitu kualitas dan
keandalan pasokan.
• Apabila kualitas komponen yang dibeli dari pihak eksternal lebih rendah
daripada yang dibuat secara internal, maka keunggulan kuantitatif
alternatif membeli adalah bersifat semu. Penggunaan bahan dengan
kualitas yang lebih rendah kemungkinan akan menurunkan kualitas
produk, sehingga akan berdampak merusak penjualan.
• Demikian juga apabila sumber pasokan tidak dapat diandalkan, maka
skedul produksi dapat terhenti dan pesanan pelanggan dapat terlambat
tiba di tempat tujuan.
• Faktor-faktor seperti ini dapat meningkatkan biaya tenaga kerja dan
biaya overhead serta mengganggu penjualan. Perusahaan mungkin
akan memutuskan bahwa memproduksi komponen secara internal
adalah lebih baik dibandingkan membeli, bahkan ketika analisis biaya
relevan menunjukkan adanya keunggulan alternatif pembelian.
• Bagaimana faktor-faktor kualitatif harus dipertimbangkan
dalam proses pembuatan keputusan?
• Pertama, faktor-faktor tersebut harus diidentifikasi.
• Kedua, pembuat keputusan harus berusaha menguantifikasi.
Sering kali faktor-faktor kualitatif sangat sulit dikuantifikasi.
• Akhirnya, faktor-faktor kualitatif yang sesungguhnya, seperti
dampak keterlambatan pesanan terhadap hubungan
pelanggan harus dipertimbangkan pada tahap akhir model
pembuatan keputusan pemilihan alternatif dengan manfaat
keseluruhan yang terbesar.
• Langkah 6: Membuat Keputusan. Segera setelah semua
biaya dan manfaat yang relevan untuk setiap alternatif
selesai dinilai dan faktor-faktor kualitatif dipertimbangkan,
maka dapat segera dibuat keputusan.
• Apa keputusan perusahaan? Berdasarkan selisih biaya dari
kedua alternatif yang relatif kecil dan tanggung jawab
perusahaan dalam menjamin kualitas, serta dalam rangka
pemanfaatan tenaga kerja secara penuh (full employment),
maka lebih baik diputuskan untuk membuat komponen
secara internal serta menyewa gudang.
Definisi Biaya Relevan
• Pendekatan pembuatan keputusan taktis yang telah dijelaskan
sebelumnya menekankan pada pentingnya mengidentifikasi dan
penggunaan biaya relevan. Namun perlu dijelaskan tentang
bagaimana cara mengidentifikasi dan menentukan biaya-biaya
yang memengaruhi keputusan?
• Biaya relevan (relevant cost) merupakan biaya masa depan
(future cost) yang berbeda di antara berbagai alternatif (differ
across alternatives) semua keputusan berhubungan dengan
masa depan. Oleh karena itu, hanya biaya masa depan yang
relevan dengan pembuatan keputusan.
• Untuk menjadi relevan, suatu biaya tidak hanya harus
merupakan biaya masa depan, tetapi juga harus berbeda di
antara berbagai alternatif.
• Ilustrasi Biaya relevan. Untuk mengilustrasikan tentang konsep biaya
relevan akan digunakan contoh alternatif pembuatan keputusan untuk
membuat-atau-membeli (make-or-buy alternatives) yang terjadi pada
PT Sejahtera.
• Diasumsikan bahwa biaya tenaga kerja langsung yang digunakan Untuk
memproduksi suatu komponen adalah Rp150.000.000 Per tahun
(berdasarkan volume normal).
• Haruskah biaya ini menjadi salah satu faktor dalam pembuatan
keputusan tersebut? Apakah biaya tenaga kerja langsung merupakan
biaya masa depan yang berbeda di antara kedua alternatif (membuat-
atau-membeli)?
• Biaya di atas merupakan biaya masa depan. Memproduksi komponen
pada tahun berikutnya memerlukan jasa tenaga kerja langsung yang harus
dibayar. Namun, apakah jumlahnya berbeda di antara kedua alternatif?
Apabila komponen dibeli dari pemasok eksternal, maka tidak diperlukan
aktivitas produksi internal. Jasa tenaga kerja langsung dapat dieliminasi,
sehingga mengurangi biaya tenaga kerja langsung untuk komponen
sampai pada jumlah nol.
• Jadi, biaya tenaga kerja langsung adalah berbeda di antara kedua alternatif
(Rp150.000.000 untuk alternatif memproduksi dan Rp0 untuk alternatif
membeli). Oleh karena itu, biaya ini merupakan biaya relevan. Secara
implisit dalam analisis ini, biaya masa lalu digunakan untuk membuat
estimasi biaya masa depan.
• Biaya tenaga kerja langsung terkini untuk aktivitas normal adalah sebesar
Rp150.000.000. Biaya masa lalu ini digunakan sebagai dasar untuk
membuat estimasi biaya tahun berikutnya. Meskipun biaya masa lalu
merupakan biaya yang tidak relevan, tetapi biaya tersebut sering
digunakan untuk memprediksi jumlah biaya masa depan yang akan terjadi.
• Ilustrasi Biaya Masa Lalu yang Tidak relevan. Apabila semisal bahwa PT Sejahtera
menggunakan mesin untuk memproduksi suatu komponen. Mesin tersebut dibeli 5
tahun yang lalu dan telah didepresiasi dengan tarif sebesar Rp125.000.000 per tahun.
• Apakah angka sebesar Rp125.000.000 tersebut merupakan biaya relevan? Dengan kata
lain, apakah biaya depresiasi merupakan biaya masa depan yang berbeda di antara
kedua alternatif? Depresiasi mencerminkan adanya alokasi biaya yang telah
dikeluarkan.
• Depresiasi merupakan biaya terbenam (sunk cost), yaitu biaya yang tidak dapat
dipengaruhi oleh setiap tindakan di masa depan.
• Meskipun biaya terbenam ini dialokasikan ke periodeperiode Yang akan datang dan
alokasi tersebut selanjutnya disebut sebagai depresiasi, tetapi tidak satupun biaya
perolehan yang dapat dihindari.
• Biaya terbenam adalah biaya masa lalu. Biaya tersebut akan selalu sama pada setiap
alternatif dan oleh karena itu selalu tidak relevan. Dalam pemilihan di antara dua
alternatif, biaya perolehan mesin yang digunakan untuk memproduksi komponen serta
depresiasi yang terkait bukan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan.
• Namun, perlu diperhatikan bahwa nilai sisa mesin (nilai yang akan diterima dari
penjualan mesin) dapat menjadi biaya relevan dan akan dimasukkan sebagai manfaat
pembelian dari pemasok luar. Untuk menyederhanakan contoh di atas, diasumsikan
bahwa nilai sisa mesin adalah nol.
•Ilustrasi Biaya Masa Depan yang Tidak relevan. Diasumsikan bahwa biaya sewa
seluruh pabrik adalah sebesar Rp340.000.000 dan biaya tersebut dialokasikan
kepada berbagai departemen produksi yang berbeda, termasuk departemen yang
memproduksi komponen yang menerima alokasi sebesar Rp12.000.000 dari biaya
tersebut.
•Apakah biaya sebesar Rp12.000.000 tersebut relevan dalam keputusan membuat-
atau-membeli yang dihadapi PT Sejahtera?
•Pembayaran sewa merupakan biaya masa depan karena sewa harus dibayar setiap
tahun selama lima tahun ke depan.
•Namun, apakah biaya tersebut berbeda di antara alternatif membuat-atau-
membeli? Apapun opsi yang dipilih oleh PT Sejahtera, pembayaran sewa pabrik
harus dilakukan—jumlahnya sama untuk kedua alternatif.
•Jumlah pembayaran sewa yang dialokasikan kepada departemen lainnya dapat
berubah apabila produksi komponen dihentikan, tetapi besarnya pembayaran
sewa total tidak dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat. Oleh karena itu,
pembayaran sewa merupakan biaya yang tidak relevan.
• Contoh di atas menggambarkan tentang pentingnya mengidentifikasi alokasi
biaya tetap bersama. Alokasi biaya tetap bersama dapat secara tepat
diklasifikasi sebagai tidak relevan apabila setiap pilihan tidak memengaruhi
besarnya biaya.
• Satu-satunya yang diperlukan hanya realokasi biaya tetap bersama tersebut
kepada objek biaya atau segmen biaya yang lebih sedikit.
• Selanjutnya perlu dicermati tiga contoh biaya produksi komponen untuk
mengetahui hal-hal yang relevan dalam membuat keputusan
mempertahankan-atau-menghentikan (keep-or-drop decision) aktivitas
produksi.
• Di antara biaya-biaya tersebut, biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya
yang relevan karena hanya biaya tersebut yang terjadi apabila produksi
dilanjutkan, tetapi tidak akan terjadi apabila produksi dihentikan.
• Konsep yang sama juga berlaku untuk manfaat. Salah satu alternatif
misalnya menghasilkan sejumlah manfaat masa depan yang berbeda dari
alternatif lainnya (misalnya perbedaan pendapatan masa depan). Apabila
manfaat masa depan berbeda di antara berbagai alternatif, maka manfaat
tersebut merupakan manfaat yang relevan dan harus disertakan dalam
analisis.
Etika dalam Pembuatan Keputusan Taktis
• Dalam pembuatan keputusan taktis, hal yang berhubungan dengan masalah
etika dan kemungkinan adanya pengorbanan tujuan jangka panjang untuk
kepentingan manfaat jangka pendek perlu mendapat perhatian ketika
keputusan akan diimplementasikan.
• Biaya relevan berguna dalam pembuatan keputusan taktis—keputusan yang
memiliki pertimbangan segera atau tujuan terbatas. Namun, pembuat
keputusan harus selalu memerhatikan kerangka kerja etika. Pencapaian
tujuan merupakan hal yang penting, tetapi bagaimana cara mencapai tujuan
tersebut merupakan hal yang lebih penting.
• Sering kali manajer yang kinerjanya tidak baik akan dipecat atau mengalami
demosi. Dalam kondisi demikian, sering timbul godaan bagi manajer untuk
melakukan tindakan yang tidak baik, tanpa mempertimbangkan dampaknya di
masa depan.
• Visi, misi, dan tujuan perusahaan harus selalu
dikomunikasikan secara konsisten kepada seluruh anggota
organisasi perusahaan.
• Sebagai contoh, epartemen pemasaran yang dengan
antusias mengenalkan kualitas dan keandalan produk,
sementara di sisi lain departemen teknik dan produksi justru
berusaha untuk mengurangi kualitas bahan serta keandalan
desain, maka hal tersebut akan menimbulkan masalah.
• Pelanggan akan melihat inkonsistensi tersebut sebagai suatu
bentuk pelanggaran etika.
• Sering kali staf-staf tersebut menyediakan saluran
komunikasi khusus (hotlines) agar karyawan dapat
menelepon dan menyampaikan keluhan atau bertanya
tentang tindakan tertentu yang dilakukan perusahaan.
• Dengan demikian, beberapa masalah etika dapat
dihindari secara sederhana dengan menggunakan akal
sehat dan tidak hanya memfokuskan semata-mata
pada pertimbangan jangka pendek dan mengorbankan
pertimbangan jangka panjang.
RELEVANSI, PERILAKU BIAYA, DAN MODEL
PENGGUNAAN SUMBER DAYA AKTIVITAS

• Sebagian besar pembuatan keputusan taktis membutuhkan


analisis yang cukup rumit—khususnya perusahaan memerlukan
pertimbangan yangekstensif tentang perilaku biaya.
• Pada awalnya permasalahan tentang biaya relevan menekankan
pada pentingnya biaya variabel versus biaya tetap. Biasanya
biaya variabel bersifat relevan, sementara biaya tetap bersifat
tidak relevan.
• Biaya depresiasi dan biaya sewa pabrik yang telah dibayar
sebelumnya dan digunakan untuk beberapa tahun berikutnya
adalah tidak relevan.
• Titik kuncinya adalah bahwa perubahan dalam penawaran dan
permintaan sumber daya aktivitas harus dipertimbangkan ketika menilai
suatu relevansi.
• Apabila perubahan permintaan dan penawaran sumber daya di antara
alternatif mengakibatkan terjadinya perubahan pengeluaran atau belanja
sumber daya, maka perubahan belanja sumber daya merupakan biaya
relevan yang harus dipertimbangkan dalam menilai keunggulan relatif di
antara kedua alternatif.
• Model penggunaan sumber daya aktivitas memiliki tiga kategori sumber
daya: (1) sumber daya diperoleh karena digunakan dan diperlukan, (2)
sumber daya diperoleh di muka sebelum digunakan (untuk satu periode
atau jangka pendek), dan (3) sumber daya diperoleh di muka (untuk
beberapa periode). Setiap kategori tersebut berguna untuk
mengidentifikasi biaya relevan dan oleh karena itu memudahkan analisis
biaya relevan.
Sumber Daya Diperoleh karena Digunakan dan
Diperlukan
• Beberapa sumber daya dapat dengan mudah dibeli dalam jumlah
seperlunya dan pada saat digunakan. n. Jadi, untuk kategori sumber daya
ini, apabila permintaan atas suatu aktivitas berubah di antara alternatif,
maka belanja sumber daya akan berubah dan biaya aktivitas tersebut
adalah relevan untuk keputusan dimaksud.
• Jenis pengeluaran atau belanja sumber daya ini biasanya disebut sebagai
biaya variabel. Kuncinya adalah bahwa jumlah sumber daya yang
dibutuhkan oleh perusahaan sama dengan jumlah sumber daya yang
ditawarkan. Produsen selai harus mempertimbangkan dua alternatif
berikut: (1) menerima pesanan khusus dan (2) menolak pesanan khusus.
• Apabila penerimaan pesanan tersebut meningkatkan kebutuhan kilo
wattjam (penggerak biaya listrik), maka biaya listrik akan berbeda di antara
kedua alternatif. Dengan demikian, biaya listrik adalah relevan terhadap
keputusan.
Sumber Daya Diperoleh di Muka-Satu
Periode
• Sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan melalui
kontrak biasanya diperoleh dalam jumlah kasar. Secara
grafis, biasanya biaya ini dianggap sebagai step-variable atau
step-fixed.
• Kategori ini sering kali menggambarkan pengeluaran atau
belanja sumber daya yang berkaitan dengan penggajian
organisasi dan tenaga kerja kontrak.
• Pengertian implisitnya adalah bahwa organisasi akan
mempertahankan tingkat tenaga kerja meskipun mungkin
terdapat penurunan sementara atas kuantitas dari aktivitas
yang digunakan.
• Sebagai contoh, diasumsikan suatu perusahaan memiliki 5 orang insinyur
mesin yang menyediakan kapasitas 10.000 jam mesin (2.000 jam per insinyur).
• Biaya kapasitas aktivitas ini adalah Rp250.000.000 atau Rp25.000 per jam.
Misalnya, tahun ini perusahaan berharap menggunakan 9.000 jam mesin untuk
bisnis normalnya.
• Hal ini berarti bahwa aktivitas mesin memiliki 1.000 jam kapasitas yang tidak
terpakai. Dalam memutuskan apakah akan menolak atau menerima pesanan
khusus yang membutuhkan 500 jam mesin, biaya mesin akan menjadi tidak
relevan.
• Pesanan tersebut dapat dipenuhi dengan menggunakan kapasitas mesin yang
tidak terpakai dan belanja sumber daya ini adalah sama untuk setiap alternatif
(Rp250.000.000 akan dibelanjakan dengan atau tanpa menerima pesanan).
• Perubahan pengeluaran atau belanja sumber daya
dapat terjadi dalam dua cara: (1) permintaan sumber
daya melebihi penawaran (meningkatkan belanja
sumber daya), dan (2) permintaan sumber daya turun
secara permanen dan penawaran melebihi permintaan
sehingga kapasitas aktivitas berkurang (penurunan
belanja sumber daya).
• Untuk mengilustrasikan perubahan yang pertama, perlu
dipertimbangkan kembali aktivitas mesin dan keputusan pesanan
khusus.
• Misalnya, pesanan khusus membutuhkan 1.500 jam mesin yang
melebihi penawaran sumber dayanya.
• Untuk memenuhi permintaan tersebut, organisasi perlu
menyewa insinyur keenam atau mungkin menggunakan
konsultan mesin.
• Pada kedua cara, belanja sumber daya meningkat apabila
pesanan khusus diterima. Jadi, biaya mesin sekarang menjadi
biaya relevan.
• Untuk mengilustrasikan perubahan kedua, misalnya manajer perusahaan sedang
mempertimbangkan pembelian komponen yang digunakan untuk produksi daripada
membuatnya sendiri. Diasumsikan kapasitas mesin adalah sama, yaitu 10.000 jam tersedia
dan 9.000 yang terpakai. Apabila komponen dibeli, maka permintaan jam mesin akan turun
dari 9.000 menjadi 7.000 jam.
• Hal ini merupakan pengurangan permanen karena dukungan mesin tidak akan dibutuhkan
lagi untuk memproduksi komponen. Kapasitas tidak terpakai sekarang menjadi 3.000 jam,
2.000 jam permanen dan 1.000 jam temporer.
• Selain itu, karena kapasitas mesin turun sebesar 2.000 jam, ini berarti bahwa perusahaan
dapat mengurangi kapasitas aktivitas dan belanja sumber daya melalui PHK satu insinyur atau
memindahtugaskan insinyur tersebut ke pabrik lain yang membutuhkan.
• Pada kedua cara, penawaran sumber daya berkurang menjadi 8.000 jam. Apabila gaji seorang
insinyur adalah Rp50.000.000, maka biaya mesin akan berbeda sebesar Rp50.000.000 di
antara alternatif membuat-atau-membeli. Biaya ini kemudian menjadi relevan untuk
keputusan.
• Namun, apabila permintaan aktivitas mesin turun lebih kecil daripada 2.000 jam, maka
kenaikan kapasi tas tidak terpakai tersebut tidak akan cukup untuk mengurangi penawaran
sumber daya dan belanja sumber daya. Dalam kasus ini, biaya aktivitas mesin menjadi tidak
relevan.
Sumber Daya Diperoleh di Muka-
Multiperiode

• Sumber daya sering kali diperoleh di muka untuk kebutuhan


produksi selama beberapa periode sebelum tingkat kebutuhan
sumber daya diketahui.
• Belanja sumber daya di muka merupakan biaya terbenam, dengan
demikian tidak akan pemah menjadi biaya relevan.
• Belanja sumber daya periodik, seperti menyewa, pada dasarnya
tidak tergantung pada penggunaan sumber daya.
• Bahkan apabila pengurangan permanen atas penggunaan aktivitas
terjadi, akan sulit untuk mengurangi belanja sumber daya karena
adanya berbagai komitmen kontraktual formal.
• Sebagai contoh suatu perusahaan menyewa sebuah pabrik
dengan biaya sebesar Rp100.000.000 per tahun selama sepuluh
tahun. Pabrik tersebut mampu memproduksi 20.000 unit
produk—jumlah yang diharapkan ketika pabrik disewa. Setelah
lima tahun, diasumsikan bahwa permintaan produk turun dan
pabrik hanya memproduksi sebanyak 15.000 unit per tahun.
• Pembayaran sewa sebesar rp100.000.000 per tahun tetap harus
dibayar setiap tahun, meskipun aktivitas produksi turun.
Selanjutnya, diasumsikan bahwa permintaan naik di atas 20.000
unit.
• Dalam kasus ini, perusahaan perlu mempertimbangkan untuk
memperoleh atau menyewa pabrik tambahan. Sehingga belanja
terhadap sumber daya dapat berubah di antara alternatif. Jadi,
keputusan untuk memperoleh kapasitas aktivitas jangka
panjang tidak termasuk dalam ranah pembuatan keputusan
taktis.
• Untuk kategori sumber daya multiperiode, perubahan
permintaan aktivitas di antara alternatif jarang memengaruhi
pengeluaran atau belanja sumber daya.
• Oleh karena itu, tidak relevan dalam pengambilan keputusan
taktis. Ketika belanja sumber daya berubah, hal ini berarti
penilaian terhadap prospek komitmen multiperiode lebih
tepat disajikan dengan menggunakan model keputusan
investasi modal.
• Contoh yang jelas mengenai pentingnya komitmen
multiperiode perolehan sumber daya adalah pengadaan
teknologi yang diperlukan untuk membuat suatu desain
produk baru.
• Bagan di atas mengikhtisarkan peran model penggunaan
sumber daya aktivitas dalam penilaian relevansi.
C. APLIKASI BIAYA RELEVAN
• Penentuan biaya relevan sangat bermanfaat dalam
memecahkan berbagai jenis permasalahan.
• Secara tradisional, penerapan biaya relevan meliputi
keputusan untuk: membuat atau membeli suatu komponen;
mempertahankan atau menghentikan suatu segmen atau
lini produk; menerima suatu pesanan khusus di bawah harga
normal; dan memproses lebih lanjut produk bersama atau
menjualnya pada titik pisah (split-off point).
Keputusan Membuat-atau-Membeli

• Manajemen seharusnya secara periodik perlu mengevaluasi


keputusan masa lalu yang berkaitan dengan aktivitas produksi.
• Kondisi yang menjadi dasar pembuatan keputusan sebelumnya
mungkin telah berubah dan akibatnya perlu digunakan
pendekatan yang berbeda.
• Evaluasi secara periodik bukan merupakan satu-satunya sumber
dalam pembuatan keputusan membuat-atau-membeli (make-or-
buy decision).
• Sejahtera, keputusan dimotivasi oleh hal-hal yang tidak
berhubungan langsung dengan masalah yang dihadapi.
•Untuk tahun yang akan datang PT Sejahtera harus memproduksi 10.000
komponen untuk mendukung kebutuhan produksi printer.
•PT Sejahtera telah dihubungi oleh pemasok potensial yang bersedia untuk
memasok komponen tersebut dengan harga Rp4.750 per unit. Tawaran
tersebut sangat menarik karena biaya produksi penuh per unit adalah
sebesar Rp8.200.
•Apakah PT Sejahtera akan memproduksi atau membeli komponen tersebut?
Permasalahan dan alternatif yang layak dipertimbangkan perlu diidentifikasi.
•Apabila kisaran waktu untuk pembuatan keputusan hanya satu periode,
maka tidak perlu memerhatikan elemen biaya yang terjadi berulang secara
periodik.
•Penentuan biaya relevan sangat berguna untuk membuat analisis jangka
pendek. Secara sederhana perusahaan hanya perlu mengidentifikasi biaya-
biaya yang relevan saja, kemudian menjumlahkan, dan pada akhirnya
menetapkan pilihan (dengan asumsi tidak ada masalah kualitatif ). Proses
mengidentifikasi biaya dijelaskan berikut ini.
• Pertama, perlu diperhatikan biaya-biaya yang berkaitan dengan
produksi 10.000 unit komponen. Biaya absorpsi penuh (full
absorption cost) ditunjukkan sebagai berikut.

• Sebagian besar peralatan adalah disewa. Namun, salah satu mesin


tertentu harus dibuat secara khusus dan dibeli. Peralatan yang disewa
dapat dikembalikan kapan saja tanpa denda; perusahaan hanya
dikenakan biaya sewa selama peralatan digunakan oleh perusahaan.
• Mesin khusus tidak akan didepresiasi secara penuh pada akhir
tahun, tetapi perusahaan berencana membuangnya apabila mesin
tersebut tidak dapat dijual. Perusahaan baru-baru ini membeli
bahan yang cukup untuk memproduksi 5.000 komponen. Tidak ada
penggunaan alternatif untuk bahan tersebut.
• Biaya overhead variabel dibebankan kepada komponen elektronik
sebesar Rp400 untuk setiap rupiah tenaga kerja langsung.
• Overhead tetap total untuk pabrik adalah sebesar Rp1.000.000.000
yang dibebankan kepada produk berdasarkan luas ruang yang
digunakan oleh setiap produk.
• Fasilitas pabrik yang digunakan untuk memproduksi komponen
menempati 6.000 dari 200.000 meter persegi. Dengan demikian,
Rp30.000.000 dari overhead tetap umum dialokasikan untuk
memproduksi komponen elektronik (0,03 × Rp1.000.000.000).
• Di antara item-item biaya di atas, biaya depresiasi merupakan item biaya yang
dapat dieliminasi karena biaya tersebut merupakan biaya terbenam. Apabila
bahan baku yang telah dibeli tidak dapat digunakan untuk alternatif yang lain,
maka setengah dari biaya bahan baku total juga merupakan biaya terbenam.
• Biaya overhead umum juga bukan merupakan biaya relevan. Sejumlah
Rp30.000.000 merupakan alokasi biaya tetap umum yang akan terus terjadi
meskipun komponen dibeli dari pihak eksternal.
• Semua item biaya lainnya merupakan biaya relevan. Biaya sewa peralatan
merupakan item biaya yang relevan apabila biaya tersebut tidak diperlukan
ketika komponen dibeli dari pihak eksternal.
• Sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku sebanyak 5.000
unit yang tersisa dan biaya overhead variabel semuanya merupakan biaya yang
relevan. Biaya-biaya tersebut tidak akan terjadi apabila komponen dibeli dari
pihak eksternal.
• Biaya pembelian merupakan biaya relevan. Apabila komponen dibuat
sendiri, maka biaya pembelian tidak akan terjadi.
• Apakah ada biaya lainnya yang terkait dengan pembelian dari pihak
eksternal? Pemeriksaan kembali terhadap dokumen penerimaan
memberi informasi bahwa penerimaan dan pemeriksaan berada dalam
kapasitas penuh.
• Pembelian tambahan akan membutuhkan tambahan tenaga kerja paruh
waktu selama tahun berjalan dengan biaya sebesar Rp8.500.000.
• Departemen pembelian memiliki kapasitas menganggur yang cukup
untuk menangani pembelian komponen, sehingga tidak ada biaya
tambahan yang akan terjadi.
• Biaya relevan total untuk masing-masing
alternatif adalah sebagai berikut.
• Analisis serupa juga dapat dilakukan atas dasar biaya per
unit. Setelah biaya relevan diidentifikasi, biaya unit yang
relevan dapat dibandingkan. Dalam contoh ini, biayanya
adalah sebesar Rp4.500 Rp45.000.000/10.000) untuk
alternatif memproduksi sendiri dan Rp5.600
(Rp56.000.000/10.000) untuk alternatif membeli.
• Analisis menunjukkan bahwa biaya pembuatan produk
dapat menghemat biaya sebesar Rp11.000.000
dibandingkan dengan apabila perusahaan membeli produk
tersebut. Jadi, tawaran dari pemasok seharusnya ditolak.
Keputusan Mempertahankan-atau-
Menghentikan

• Seorang manajer sering kali harus membuat keputusan apakah suatu


segmen, seperti lini produk, harus dipertahankan atau dihentikan.
• Laporan segmen yang disusun atas dasar variable costing menyediakan
informasi yang berharga untuk membuat keputusan mempertahankan-
atau-menghentikan (keep-or-drop decision).
• Margin kontribusi segmen dan laba segmen sangat berguna untuk
mengevaluasi kinerja suatu segmen.
• Laporansegmen menyediakan informasi untuk membuat keputusan
mempertahankan-ataumenghentikan, Sedangkan biaya relevan
(relevant cost) menjelaskan tentang bagaimana informasi tersebut
harus digunakan untuk sampai pada suatu pembuatan keputusan.
• Sebagai ilustrasi, berikut ini ditunjukkan data yang tersedia pada PT
Pertiwi yang memproduksi batako, bata, dan genteng. Pengontrol
perusahaan telah menyusun proyeksi laporan laba rugi berikut ini untuk
tahun 2013.
• Proyeksi kinerja produk genteng menunjukkan bahwa laba segmen adalah
negatif. Hal tersebut merupakan kinerja produk genteng yang buruk selama
tiga tahun sebelumnya.
• Ny. Citra, direktur PT Pertiwi, memberi perhatian terhadap kinerja yang
buruk tersebut dan sedang berusaha untuk membuat keputusan apakah
akan mempertahankan atau menghentikan produk genteng.
• Reaksi pertamanya adalah berusaha meningkatkan pendapatan penjualan
genteng. Ny. Citra sedang mempertimbangkan untuk melakukan promosi
penjualan secara agresif yang diiringi dengan kenaikan harga jual.
• Namun, manajer pemasaran menganggap bahwa pendekatan tersebut akan
sia-sia karena pasar sedang jenuh dan tingkat persaingan terlalu ketat
sehingga sulit untuk mengharapkan kenaikan pangsa pasar perusahaan.
• Peningkatan profitabilitas lini produk melalui penghematan biaya
juga tidak layak dilakukan. Biaya-biaya sebelumnya telah ditekan
selama dua tahun terakhir untuk mengurangi kerugian sampai pada
tingkat yang diantisipasi saat ini. Pengurangan biaya lebih lanjut
justru akan berakibat menurunkan mutu produk dan merusak
penjualan.
• oleh karena tidak ada harapan bagi tercapainya perbaikan kinerja
laba produk genteng yang melebihi proyeksinya, maka Ny. Citra
akan memutuskan untuk menghentikan produk genteng.
• Menurut Ny. Citra, perusahaan akan mengorbankan margin
kontribusi sebesar Rp10.000.000, tetapi menghemat Rp45.000.000
dengan meniadakan gaji penyelia dan anggaran iklan.
• Biaya depresiasi sebesar Rp10.000.000 adalah tidak relevan karena
mencerminkan alokasi biaya terbenam. Jadi, penghentian lini
produk tersebut akan memberi tambahan laba sebesar
Rp35.000.000 daripada mempertahankannya
Mempertahankan atau Menghentikan
dengan Berbagai
Dampak Komplementer
• Diasumsikan bahwa Ny. Citra memutuskan untuk
menghentikan produksi genteng. Walaupun disadari pula
bahwa akibat keputusan tersebut akan membawa dampak
negatif terhadap perusahaan, yaitu dengan terpaksa akan
mengurangi tenaga kerja. Di sisi lain, keputusan tersebut
diangggap sebagai tindakan yang terbaik bagi kepentingan
perusahaan. Menghentikan produk genteng, perusahaan
dapat memberi tambahan laba sebesar Rp35.000.000 per
tahun. Untuk mendukung keputusan tersebut, berikut ini
disertakan analisis khusus untuk segmen genteng.
• Manajer pemasaran menyatakan bahwa penghentian produk
genteng akan menurunkan penjualan Batako sebesar 10 persen dan
menurunkan penjualan bata sebesar 8 persen. Ia menjelaskan
bahwa banyak pelanggan membeli genteng ketika mereka membeli
batako atau bata. Sebagian pelanggan akan pergi ke tempat lain
apabila mereka tidak dapat membeli kedua produk tersebut di satu
lokasi.
• Setelah mendapat penjelasan dari manajer pemasaran,
Ny. Citra memutuskan untuk melakukan analisis ulang
dengan mempertimbangkan dampak penghapusan
produk genteng terhadap penjualan kedua lini lainnya.
• Ny. Citra memutuskan untuk menggunakan penjualan
total dan biaya total untuk setiap alternatif. Seperti
sebelumnya, depresiasi dan biaya tetap umum
dikeluarkan dari analisis karena tidak relevan.
• Penghapusan produk genteng akan mengurangi penjualan total
sebesar Rp264.000.000, yaitu: Rp50.000.000 (0,10 × Rp500.000.000)
untuk batako, Rp64.000.000 (0,08 × Rp800.000.000) untuk bata, dan
Rp150.000.000 untuk genteng. Demikian juga, biaya variabel total
akan berkurang sebesar Rp203.400.000, yaitu: Rp25.000.000 (0,10 ×
Rp250.000.000) untuk batako, Rp38.400.000 (0,08 × Rp480.000.000)
untuk bata, dan Rp140.000.000 untuk genteng. Jadi, margin
kontribusi total berkurang sebesar Rp60.600.000 (Rp264.000.000 −
Rp203.400.000). Oleh karena penghapusan produk genteng hanya
menghemat sebesar Rp45.000.000 pada biaya penyeliaan dan iklan,
maka pengaruh bersihnya adalah kerugian sebesar Rp15.600.000
(Rp45.000.000 − Rp60.600.000). Berikut ini adalah ikhtisar dari
analisis dengan menggunakan informasi baru.
Mempertahankan atau Menghentikan
dengan Penggunaan Alternatif
Fasilitas
• Manajer pemasaran melihat bahwa persaingan pasar
ubin tidak setajam genteng.
• Namun, dua lini lainnya akan mengalami penurunan
penjualan pada tingkat yang sama dengan memproduksi
ubin tidak akan mengubah hasil tersebut.
• Berikut ini juga dilampirkan estimasi laporan keuangan
untuk ubin.
• Ny. Citra sekarang dihadapkan dengan alternatif
ketiga, yaitu mengganti genteng dengan ubin.
Haruskah produk genteng dipertahankan atau
dihentikan dan diganti dengan ubin?
• Dari analisis sebelumnya, Ny. Citra mengetahui bahwa penghapusan
produk genteng akan mengurangi margin kontribusi perusahaan sebesar
Rp60.600.000. Apabila memproduksi ubin akan menghasilkan tambahan
margin kontribusi sebesar Rp60.000.000 sesuai dengan estimasi.
Selanjutnya, penghapusan produk genteng dan menggantinya dengan
ubin akan menyebabkan penurunan bersih sebesar Rp600.000 pada
margin kontribusi total (Rp60.600.000 − Rp60.000.000). Hasil yang sama
dapat dikembangkan dengan membandingkan secara langsung antara
manfaat dan biaya relevan dari kedua alternatif.
• Contoh di atas mengilustrasikan tentang proses pembuatan keputusan
taktis. Pertama, masalah kinerja lini diidentifikasi dan didefinisi (misalnya,
kinerja buruk lini produk genteng). Kemudian, solusi yang mungkin akan
dipilih didaftar dan solusi yang tidak layak dieliminasi. Sebagai contoh,
kenaikan penjualan atau penurunan biaya lebih lanjut ditolak sebagai
solusi yang layak. Tiga solusi yang layak perlu dipertimbangkan: (1)
mempertahankan lini produk, (2) menghentikan lini produk, dan (3)
menghentikan lini produk dan menggantinya dengan produk lain. Analisis
terhadap biaya dan manfaat di antara alternatif-alternatif yang layak
mengarahkan pada pemilihan alternatif yang akan dipilih
(mempertahankan lini produk).
• Contoh di atas memberi beberapa pengertian yang lebih baik tentang
aplikasi sederhana model keputusan. Analisis awal yang memfokuskan
pada dua alternatif yang layak menghasilkan keputusan tentatif untuk
menghapus lini produk. Informasi tambahan yang diberikan manajer
pemasaran mengarahkan pada keputusan yang berbeda dari keputusan
pertama. Sebelum keputusan tersebut diimplementasikan, manajer
diperkenalkan dengan alternatif ketiga yang juga layak dengan
membutuhkan analisis tambahan.
• Para manajer sering kali tidak memiliki seluruh informasi yang
diperlukan untuk membuat keputusan terbaik. Mereka juga
mungkin tidak mampu mengidentifikasi setiap solusi yang layak.
Manajer mendapat manfaat dari pengumpulan seluruh informasi
yang tersedia sebelum membuat keputusan akhir.
• Mereka harus berusaha mengidentifikasi sebanyak mungkin solusi
yang layak. Seperti diilustrasikan pada contoh di atas, informasi
yang terbatas dapat menghasilkan keputusan yang buruk.
• Apabila sejumlah solusi yang layak terlalu sedikit, maka solusi yang
terbaik mungkin tidak akan pernah terpilih hanya karena manajer
belum memikirkannya.
• Manajer dapat mengambil manfaat dari input-input yang diberikan
orang lain yang memahami masalah tersebut. Dengan melakukan
hal tersebut, sejumlah informasi dan solusi yang layak dapat
dikembangkan. Hasilnya adalah pembuatan keputusan yang lebih
baik.
Keputusan Pesanan-Khusus
• Di beberapa negara yang telah memiliki undang-undang
tentang diskriminasi harga mensyaratkan bahwa perusahaan
harus menjual produk yang identik dengan harga sama
kepada pelanggan yang berada di pasar yang sama. Namun,
pembatasan ini tidak berlaku pada produk yang dapat
ditawar atau pada pelanggan yang tidak saling bersaing.
• Keputusan pesanan khusus (special-order decision)
memfokuskan pada pertanyaan apakah pesanan harga
khusus harus diterima atau ditolak. Pesanan seperti ini
sering kali menarik, khususnya ketika perusahaan beroperasi
di bawah kapasitas produksi maksimum.
• Sebagai contoh, sebuah perusahaan es krim pada saat ini
beroperasi pada tingkat 80 persen dari kapasitas produksinya.
Perusahaan tersebut memiliki kapasitas 20 juta unit galon. Biaya
total yang berkaitan dengan pembuatan dan penjualan 16 juta unit
adalah sebagai berikut.
• Sebuah perusahaan katering dari wilayah lain yang biasanya tidak
dilayani oleh perusahaan menawar untuk membeli es krim
sebanyak 2 juta unit dengan harga Rp1.550 per unit. Distributor
tersebut akan menggunakan label mereknya sendiri. Distributor
juga setuju untuk membayar biaya transportasi. Dikarenakan
distributor menghubungi langsung kepada perusahaan, maka tidak
ada komisi penjualan. Sebagai manajer perusahaan es krim
tersebut, apakah Anda akan menerima pesanan tersebut atau
menolaknya?
• Penawaran dengan harga sebesar Rp1.550 ini berada di bawah harga jual
normal sebesar Rp2.000. Bahkan harga tersebut berada di bawah biaya
per unit total (Rp1.597).
• Namun demikian, menerima pesanan tersebut mungkin akan
menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan memiliki kapasitas
menganggur (idle capacity) dan pesanan tersebut tidak akan
memengaruhi unit-unit lain yang sedang diproduksi untuk dijual dengan
harga normal. Selain itu, beberapa biaya tersebut adalah tidak relevan;
biaya tetap akan selalu terjadi tanpa memerhatikan pesanan tersebut
akan diterima atau ditolak.
• Apabila pesanan tersebut diterima, maka tambahan pendapatan sebesar
Rp1.550 per unit akan dapat direalisasikan.
• Namun, seluruh biaya variabel kecuali untuk distribusi (Rp30) dan komisi
(Rp20) juga akan terjadi, sehingga menimbulkan biaya tambahan sebesar
Rp1.450 per unit.
• Oleh karena itu, manfaat bersihnya adalah sebesar Rp100 (Rp1.550 −
Rp1.450) per unit. Analisis biaya relevan dapat diikhtisarkan sebagai
berikut.
• Berdasarkan perhitungan di atas, apabila perusahaan menerima
pesanan khusus maka akan menaikkan laba sebesar Rp200.000.000
(Rp100 × 2.000.000 unit).
Keputusan untuk Menjual atau
Memproses Lebih Lanjut
• Produk bersama (joint products) memiliki proses
produksi dan biaya produksi yang sama sampai dengan
titik pisah (split-off point).
• Pada titik pisah tersebut, proses produksi dan biaya
produksi sudah mulai dapat dibedakan.
• Sebagai contoh, suatu cairan mineral tertentu seperti
tembaga dan emas mungkin terkandung dalam satu biji
besi tertentu.
• Biji besi tersebut harus ditambang, dilebur, dan diolah
sebelum tembaga dan emas dipisahkan. Pada saat
pemisahan inilah yang disebut dengan titik pisah (split-
off point).
• Sebagai ilustrasi, berikut ini ditunjukkan contoh yang terjadi pada PT
Kebun Raya, sebuah perusahaan besar di bidang pertanian yang
mengkhususkan bisnisnya pada penanaman apel. Setiap lahan
menghasilkan kira-kira satu ton apel. Pohon apel di setiap lahan harus
disemprot, dipupuk, disiram, dan dipangkas. Pada saat apel matang,
pekerja disewa untuk memetiknya. Apel-apel tersebut selanjutnya
dikirim ke gudang untuk dicuci dan disortir. Perkiraan biaya untuk
semua aktivitas tersebut (termasuk pemrosesan) adalah Rp3.000.000
per ton per tahun.
• Apel disortir ke dalam tiga kelompok (A, B, dan C) menurut ukuran
dan kerusakan. Apel besar tanpa kerusakan (lecet, terpotong,
berlubang, dan seterusnya) disisihkan dalam satu tempat dan
diklasifikasi sebagai kelompok A. Apel kecil tanpa kerusakan disisihkan
dalam tempat kedua dan diklasifikasi sebagai kelompok B. Sedangkan
apel sisanya yang tidak termasuk dalam kelompok A dan kelompok B
dimasukkan ke dalam tempat ketiga dan diklasifikasi sebagai
kelompok C. Setiap ton apel menghasilkan 800 kilogram kelompok A,
600 kilogram kelompok B, dan 600 kilogram kelompok C.
• Apel kelompok A dijual ke supermarket besar dengan harga Rp400
per kilogram. Apel kelompok B dikemas dalam kantong ukuran 5
kilogram dan dijual ke supermarket dengan harga Rp1.300 per
kantong (biaya setiap kantong adalah Rp50). Apel kelompok C
diproses lebih lanjut untuk diproses menjadi selai apel yang akan
dijual dalam kaleng ukuran 16 ons dengan harga Rp750 per kaleng.
Biaya pemrosesan adalah Rp100 per kilogram apel. Hasil akhirnya
adalah 500 kaleng. Peraga 10.3 mengikhtisarkan seluruh proses di
atas.
• Suatu jaringan supermarket besar baru-baru ini meminta agar PT
Kebun Raya memasok pai apel (apple pie) kaleng ukuran 16 ons
dengan harga Rp900 per kaleng. PT Kebun Raya memutuskan
bahwa apel kelompok B cocok untuk memenuhi pesanan tersebut
dan membuat estimasi yang diperlukan biaya sebesar Rp200 per
kilogram untuk memproses apel menjadi pai apel. Hasilnya adalah
500 kaleng ukuran 16 ons.
D. KEPUTUSAN BAURAN PRODUK
• Pada contoh sebelumnya, dari setiap 2.000 kilogram apel yang dipanen,
800 kilogram merupakan kelompok A, 600 kilogram kelompok B, dan 600
kilogram kelompok C. Meskipun jumlah setiap jenis apel dapat
dipengaruhi oleh prosedur penyemprotan, penyiraman, pemupukan, dan
seterusnya, tetapi bauran apel tersebut kemungkinan besar berada di luar
kendali perusahaan.
• Banyak perusahaan memiliki keleluasaan dalam memilih bauran produk
mereka karena keputusan bauran produk (product mix decision) dapat
berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
• Setiap alternatif bauran produk menghasilkan bauran tingkat laba yang
berbeda. Seorang manajer harus memilih alternatif yang akan
memaksimalkan laba total. Oleh karena biaya tetap tidak tergantung pada
tingkat aktivitas, maka biaya tetap total akan sama untuk semua
kemungkinan bauran, dan itu tidak relevan dalam pembuatan keputusan.
• Sebagai contoh, diasumsikan bahwa PT Bahagia Mobilindo
memproduksi dua jenis persneling, yaitu persneling X dan
persneling Y, dengan margin kontribusi per unit masing-
masing sebesar Rp25.000 dan Rp10.000. Apabila perusahaan
memiliki sumber daya yang tidak terbatas dan permintaan
atas masing-masing produk tidak terbatas, maka keputusan
bauran produk akan mudah dibuat, yaitu memproduksi
masing-masing produk dalam jumlah yang tidak terbatas.
Sayangnya, setiap perusahaan selalu menghadapi sumber
daya dan permintaan yang terbatas. Keterbatasan tersebut
disebut batasan (constraints). Seorang manajer harus
memilih alternatif bauran yang optimal dengan berbagai
keterbatasan yang terdapat dalam perusahaan.
• Dengan asumsi bahwa PT Bahagia Mobilindo mampu menjual
semua produknya, mungkin ada yang menyarankan agar
perusahaan hanya memproduksi dan menjual persneling X—karena
memiliki margin kontribusi terbesar. Namun, solusi ini belum tentu
yang terbaik. Pemilihan bauran optimal secara signifikan dapat
dipengaruhi oleh hubungan sumber daya yang terbatas dengan
produk individual. Hubungan ini memengaruhi jumlah setiap produk
yang dapat diproduksi, dan dengan demikian juga memengaruhi
margin kontribusi total yang akan diterima. Hal ini tergambar secara
sangat jelas ketika berhadapan dengan satu batasan sumber daya.
Sumber Daya dengan Satu Batasan
• Diasumsikan bahwa setiap persneling harus dibuat dengan suatu mesin
khusus. Perusahaan memiliki delapan mesin yang secara bersama
menyediakan 40.000 jam mesin per tahun. Setiap unit persneling X
membutuhkan 2 jam mesin, sementara setiap unit persneling Y
membutuhkan 0,5 jam mesin. Dengan asumsi tidak ada batasan lainnya,
berapakah bauran optimal persneling tersebut? Apabila setiap unit
persneling X membutuhkan 2 jam mesin, maka setiap tahun dapat
diproduksi 20.000 unit (40.000/2). Dengan margin kontribusi per unit
sebesar Rp25.000, PT Bahagia Mobilindo menghasilkan margin kontribusi
total sebesar Rp500.000.000. Di pihak lain, persneling Y hanya
membutuhkan 0,5 jam mesin per unit; karena itu jumlah yang mampu
diproduksi adalah 80.000 unit (40.000/0,5). Pada harga Rp10.000 per unit,
margin kontribusi total persneling Y adalah Rp800.000.000. Hanya dengan
memproduksi persneling Y, perusahaan akan menghasilkan tingkat laba
yang lebih tinggi daripada hanya memproduksi persneling X—meskipun
margin kontribusi per unit persneling X adalah 2,5 kali lebih besar daripada
margin kontribusi per unit persneling Y.
• Margin kontribusi per unit masing-masing produk bukan
merupakan masalah yang penting. Margin kontribusi per unit dari
sumber daya yang langka adalah faktor yang menentukan. Produk
yang menghasilkan margin kontribusi tertinggi per jam mesin
harus dipilih.
• Persneling X menghasilkan Rp12.500 per jam mesin (Rp25.000/2)),
sementara persneling Y menghasilkan Rp20.000 per jam mesin
(Rp10.000/0,5). Jadi, bauran optimalnya adalah 80.000 unit
persneling Y dan tidak ada satupun untuk persneling X.
Sumber Daya dengan Banyak Batasan
• Sumber daya dengan satu batasan adalah tidak realistis. Semua
organisasi akan menghadapi berbagai batasan, misalnya:
keterbatasan bahan baku, keterbatasan input tenaga kerja,
keterbatasan permintaan setiap produk, dan seterusnya. Solusi
terhadap masalah bauran produk dengan banyak batasan jauh lebih
rumit dan memerlukan penggunaan teknik matematika khusus yang
dikenal sebagai pemrograman linear (linear programming).
• Pemrograman linear adalah suatu metode yang digunakan untuk
mencari solusi optimal di antara berbagai solusi yang layak
dipertimbangkan. Teori pemrograman linear memungkinkan
diabaikannya berbagai solusi.

• Z = Rp25.000X + Rp10.000Y
• PT Bahagia Mobilindo juga menghadapi tiga batasan. Batasan pertama adalah
ketersediaan jam mesin yang terbatas untuk produksi, sedangkan dua batasan lainnya
(jumlah unit yang diproduksi dan jumlah unit yang dijual) mencerminkan keterbatasan
permintaan untuk setiap produk. Misalkan batasan yang pertama adalah jam mesin.
Setiap unit persneling X menggunakan 2 jam mesin untuk memproduksi dan 0,5 jam
mesin digunakan untuk memproduksi setiap unit persneling Y. Dengan demikian, jam
mesin total yang digunakan dapat dinyatakan sebagai berikut.
2X + 0,5Y ≤ 40.000

• Dua keterbatasan permintaan lainnya juga dapat dinyatakan secara matematis sebagai
berikut.
X ≤ 15.000

Y ≤ 40.000
• Masalah yang dihadapi perusahaan adalah memilih jumlah unit X
dan Y yang akan memaksimalkan margin kontribusi total dengan
dibawah ini 10.2, 10.3, dan 10.4.

• Masalah tersebut dapat dinyatakan dengan rumus standar seperti


yang lazim terjadi pada masalah pemrograman linear (sering kali
disebut linear programming model), yaitu sebagai berikut.

Z Maksimal = Rp25.000X + Rp10.000Y


Dengan keterbatasan:
2X + 0,5Y ≤ 40.000
X ≤ 15.000
Y ≤ 40.000
X≥0
Y≥0
• Dua batasan terakhir disebut batasan nonnegativitas
(nonnegativity constraints) dan secara sederhana mencerminkan
kenyataan bahwa produk dalam jumlah negatif tidak mungkin
diproduksi. Semua keterbatasan secara bersama-sama disebut
sebagai seperangkat batasan (constraint set).

• Solusi layak (feasible solution) adalah solusi yang dapat mengatasi


batasan yang terdapat dalam model pemrograman linear. Kumpulan
semua solusi yang layak tersebut disebut seperangkat solusi yang
layak (feasible set of solutions).

• Apabila hanya terdapat dua produk, maka solusi yang optimal dapat
diidentifikasi melalui pembuatan grafik. Pemecahan masalah
dengan grafik memberi pemahaman mengenai cara pemecahan
masalah pemrograman linear, maka masalah yang dihadapi
perusahaan akan dipecahkan dengan cara ini.
• Sebagai contoh, pembuatan dan penjualan 10.000 unit persneling X dan 20.000
unit persneling Y merupakan suatu solusi yang layak dan merupakan bagian dari
seperangkat solusi yang layak. Bauran produk ini menggunakan 30.000 jam mesin
[(2 × 10.000) + (0,5 × 20.000)] yang masih dalam batasan jam mesin. Selain itu,
perusahaan dapat menjual jumlah tersebut karena tidak melebihi batasan
permintaan untuk setiap produk. Apabila bauran ini dipilih, maka perusahaan akan
menerima margin kontribusi sebesar Rp450.000.000 [(Rp25.000 × 10.000) +
(Rp10.000 × 20.000)].

• Bauran yang terdiri atas 10.000 unit X dan 20.000 unit Y bukan merupakan bauran
yang terbaik. Solusi yang lebih baik adalah memproduksi dan menjual 12.000 unit
X dan 30.000 unit Y. Bauran tersebut menggunakan 39.000 jam mesin [(2 × 12.000)
+ (0,5 × 30.000)] dan menghasilkan margin kontribusi total sebesar Rp600.000.000
[(Rp25.000 × 12.000) + (Rp10.000 × 30.000)].

• Solusi yang layak ini adalah lebih baik daripada yang pertama karena menghasilkan
laba Rp150.000.000 lebih tinggi. Dengan demikian, masih ada solusi yang lebih
baik lagi dibandingkan sebelumnya. Solusi layak yang terbaik—solusi yang
memaksimalkan margin kontribusi total—disebut solusi optimal (optimal solution).
• Empat langkah dalam pemecahan masalah secara
grafis adalah sebagai berikut.
1. Gambarlah grafik untuk setiap batasan.
2. Identifikasi seperangkat solusi yang layak.
3. Identifikasi semua nilai titik sudut dalam seperangkat
solusi yang layak.
4. Pilih titik sudut yang menghasilkan nilai terbesar
untuk fungsi tujuan.
• Terdapat lima titik sudut, yaitu A, B, C, D, dan E. Nilai kelima titik tersebut,
yang diperoleh langsung dari grafik, adalah (0,0) untuk A, (15.000,0) untuk
B, (15.000,20.000) untuk C, (10.000,40.000) untuk D, dan (0,40.000) untuk
E.
• Dampak nilai ini terhadap fungsi tujuan adalah sebagai berikut (dalam
ribuan).
• Solusi yang optimal menghendaki pembuatan dan penjualan 10.000
unit persneling X dan 40.000 unit persneling Y. Tidak ada solusi layak
lainnya yang akan menghasilkan margin kontribusi yang lebih besar.
Dalam literator pemrograman linear dijelaskan bahwa solusi yang
optimal akan selalu merupakan salah satu di antara berbagai titik sudut.
• Jadi, setelah grafik dibuat dan titik-titik sudut diidentifikasi, pencarian
solusinya sangat sederhana yaitu masalah perhitungan nilai setiap titik
sudut dan pemilihan titik sudut dengan nilai yang terbesar.
• Solusi dengan menggunakan grafik tidak praktis untuk memecahkan
masalah lebih dari dua atau tiga produk. Suatu algoritma yang disebut
dengan metode simpleks (simplex method) dapat digunakan untuk
memecahkan masalah pemrograman linear yang lebih besar. Algoritma
ini telah tersedia dalam program komputer.
• Model pemrograman linear merupakan alat yang penting
dalam pembuatan keputusan tentang bauran produk.
Dengan asumsi bahwa model pemrograman linear
merupakan representasi realitas yang masuk akal, maka
peran utama manajemen adalahuntuk memastikan
bahwa data yang akurat digunakan sebagai input pada
model tersebut. Hal tersebut mencakup kemampuan
untuk mengenali ketidakrelevanan biaya tetap dan
kemampuan untuk menilai input akuntansi serta
teknologi secara akurat (misalnya harga jual per unit,
biaya per unit, dan jumlah sumber daya yang digunakan
oleh setiap produk ketika diproduksi).
E. PENETAPAN HARGA
• Salah satu keputusan paling sulit yang
dihadapi oleh perusahaan adalah mengenai
penetapan harga (pricing).
• Bagian ini akan menjelaskan dampak biaya
terhadap harga dan peran akuntan dalam
pengumpulan informasi yang dibutuhkan
untuk penetapan harga.
Penetapan Harga Berbasis Biaya
• Permintaan adalah salah satu sisi dari persamaan penetapan harga,
sedangkan penawaran adalah sisi lainnya. Oleh karena pendapatan
harus dapat menutup biaya perusahaan untuk menghasilkan laba,
maka banyak perusahaan menetapkan biaya terlebih dulu dalam
rangka menetapkan harga.
• Perusahaan menghitung biaya produk dan kemudian menambah
dengan laba yang diinginkan. Pendekatan ini tidak berbelit-belit dan
biasanya terdapat beberapa basis biaya atau dasar biaya (cost base)
dan markup.
• Markup adalah persentase yang ditambahkan pada basis biaya.
Markup tersebut termasuk diantaranya adalah laba yang diinginkan
(desired profit) dan setiap biaya yang tidak termasuk dalam basis
biaya.
• Sebagai contoh PT Ravina Raya yang dimiliki dan dikelola oleh
Elvira merakit dan menyiapkan komputer sesuai spesifikasi
yang diminta oleh pelanggan. Biaya komponen dan bahan
langsung lainnya dengan mudah dapat ditelusuri. Biaya
tenaga kerja langsung juga mudah ditelusuri ke setiap
pekerjaan. Secara rata-rata, perakit menerima Rp12.000 per
jam dan perusahaan membayar tunjangan sekitar 25 persen
dari upah tersebut. Pada tahun lalu, PT Ravina Raya
mengerjakan 650 pekerjaan yang rata-rata memerlukan 5 jam
per pekerjaan. Biaya overhead yang terdiri atas utilitas,
peralatan kecil, penataan ruangan, dan lain-lain mencapai
jumlah Rp80.000.000. Laporan laba rugi PT Ravina Raya
untuk tahun lalu adalah sebagai berikut.
• Apabila diasumsikan bahwa Elvira ingin memperoleh jumlah laba
yang sama untuk setiap pekerjaan dengan laba yang diterima tahun
lalu, ia dapat menghitung markup berdasarkan harga pokok
penjualan dengan menambahkan biaya penjualan dan biaya
administrasi serta laba operasi, kemudian membaginya dengan
harga pokok penjualan.
• Markup berdasarkan harga pokok penjualan adalah sebesar
20 persen. Perhatikan bahwa markup sebesar 20 persen
mencakup baik laba maupun biaya penjualan dan biaya
administrasi. Markup tersebut bukan merupakan laba yang
murni.
• Markup dapat dihitung dengan menggunakan berbagai
basis. Secara jelas ditunjukkan pada PT Ravina Raya bahwa
biaya pembelian bahan baku merupakan komponen yang
• terbesar. Pada tahun lalu, markup terhadap bahan baku
mencapai jumlah 46,6 persen dari semua biaya lainnya dan
laba.
• Persentase markup sebesar 46,4 persen dari biaya bahan baku juga akan
menghasilkan laba yang sama dengan asumsi tingkat operasi dan biaya
lainnya tetap stabil. Pilihan terhadap basis biaya dan persentase markup
pada umumnya didasarkan pada kesukaan (convenience). Apabila Elvira
menemukan bahwa biaya tenaga kerja bervariasi secara proporsional
terhadap biaya bahan (misalnya semakin mahal biaya komponen
membutuhkan lebih banyak waktu persiapan) dan biaya bahan lebih
mudah ditelusuri dibandingkan harga pokok penjualan, maka biaya bahan
kemungkinan merupakan basis biaya yang lebih baik.
• Untuk mengetahui bagaimana markup digunakan dalam penawaran,
diasumsikan bahwa Elvira memiliki kesempatan untuk menawarkan suatu
pekerjaan kepada perusahaan asuransi. Pekerjaan tersebut adalah merakit
100 unit komputer sesuai spesifikasi tertentu. la mengestimasi biaya
sebagai berikut.
• Jadi, harga penawaran awal PT Ravina Raya adalah
sebesar Rp137.280.000. Perhatikan bahwa ini adalah
harga penawaran pertama.
• Elvira dapat menyesuaikan penawaran tersebut
berdasarkan pengetahuannya tentang persaingan
dalam pekerjaan tersebut dan faktor-faktor lainnya.
Markup hanyalah sebagai pedoman, bukan aturan yang
mutlak.
• Penetapan harga markup sering kali digunakan oleh toko-toko ritel
dan mereka biasanya menetapkan markup sebesar 100 persen dari
biaya. Oleh karena itu, apabila sepotong baju dibeli oleh Gerhana
Department Store dengan harga Rp24.000, maka harga ritel adalah
sebesar Rp48.000 [Rp24.000 + (1,00)(Rp24)]. Tentu saja, markup
sebesar 100 persen bukan merupakan laba murni. Markup tersebut
terdiri atas gaji karyawan, pembayaran ruangan dan peralatan
(register kas dan lain-lain), utilitas, iklan, dan lain sebagainya.
Keunggulan utama penetapan harga markup adalah bahwa markup
standar mudah digunakan. Bayangkan bagaimana sulitnya
menetapkan harga untuk setiap potong barang dagangan di toko
perangkat keras atau department store. Jauh lebih mudah
menggunakan markup yang seragam terhadap biaya dan kemudian
menyesuaikan harga sebagaimana diperlukan apabila permintaan
lebih sedikit daripada yang diantisipasi.
Perhitungan Biaya Target dan Penetapan Harga

• Perhitungan biaya target (target costing) adalah suatu


metode penentuan biaya produk atau jasa berdasarkan
harga (harga target) yang pelanggan bersedia
membayarnya. Hal ini sering disebut sebagai penentuan
biaya berdasarkan harga (price-driven costing).
• Pada umumnya perusahaan menetapkan suatu harga
produk baru sebagai penjumlahan dari biaya dan laba yang
diinginkan. Logikanya adalah bahwa perusahaan harus
menghasilkan pendapatan yang cukup untuk dapat
menutup semua biaya dan menghasilkan laba.
• Perhitungan biaya target merupakan metode
pengerjaan terbalik (working backward) dari harga
untuk menentukan biaya.
• Departemen pemasaran menetapkan karakteristik dan
harga produk yang paling dapat diterima pelanggan,
selanjutnya adalah tugas teknisi perusahaan untuk
mendesain serta mengembangkan produk sedemikian
rupa sehingga biaya dan laba dapat ditutup oleh harga.
• Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas, perhatikan kembali
contoh PT Ravina Raya di atas. Elvira menemukan bahwa
perusahaan asuransi tidak akan mempertimbangkan setiap
penawaran di atas Rp100.000.000. Sementara itu, penawaran
berbasis biaya adalah sebesar Rp137.280.000. Apakah penawaran
tersebut akan ditolak?
• Penawaran tersebut tidak akan ditolak apabila Elvira mampu
menyesuaikan penawarannya dengan harga yang diinginkan
pelanggan. Perhatikan bahwa penawaran awal didasarkan atas
biaya bahan baku sebesar Rp100.000.000 dan biaya tenaga kerja
langsung sebesar Rp9.000.000.
• Dengan jelas ditunjukkan bahwa apabila dapat dilakukan
penyesuaian terhadap biaya bahan, maka akan dapat menghasilkan
penghematan yang besar. Apabila perusahaan ingin memenuhi
spesifikasi pelanggan, Elvira harus dapat menetapkan penggunaan
komponen yang lebih murah sehingga dapat memenuhi keinginan
perusahaan asuransi tersebut.
• Sebagai contoh, perusahaan asuransi telah menetapkan spesifikasi
hard-disk untuk mengakomodasi software tertentu dan kapasitas
minimum yang dibutuhkan adalah 800 megabyte. Penawaran awal
Elvira adalah hard drive berkapasitas 3 GB. Apabila Elvira
mengurangi kapasitas hard-disk menjadi 1,5 GB dan menggunakan
drive yang lebih lambat, maka ia dapat menghemat biaya sebesar
Rp25.000.000. Dengan menggunakan monitor yang sedikit lebih
mahal (kenaikan sebesar Rp20.000) yang tidak membutuhkan
pemasangan screen-saver software akan dapat menghemat
sebesar Rp30.000 per software komputer dan 15 menit jam
tenaga kerja langsung (Rp15.000 per jam) untuk memasang
software tersebut. Penurunan bersihnya adalah sebesar Rp13.750
[(Rp30.000 + Rp3.750) – Rp20.000] untuk setiap 100 unit
komputer. Sejauh ini, Elvira telah melakukan perhitungan biaya
sebagai berikut.
Aspek Hukum Penetapan Harga
• Pelanggan dan biaya merupakan faktor ekonomi yang penting
dalam penetapan harga. Pemerintah juga memiliki peranan
yang penting dalam penetapan harga.
• Prinsip dasar yang melandasi sebagian besar peraturan
tentang penetapan harga adalah bahwa persaingan
merupakan hal yang baik dan harus selalu didorong.
• Oleh karena itu, kolusi yang dilakukan oleh perusahaan untuk
menetapkan harga dan usaha yang dengan terang-terangan
menyingkirkan pesaing dari bisnis dilarang. Secara umum,
biaya merupakan pertimbangan (justifikasi) penting terhadap
harga.
• Penetapan Harga Predator. Praktik pengaturan harga yang lebih rendah
dibandingkan dengan biaya dengan tujuan untuk merugikan pesaing dan
mengeliminasi persaingan disebut penetapan harga predator (predatory
pricing). Penting untuk diperhatikan bahwa penetapan harga di bawah
biaya tidak selalu merupakan harga predator. Perusahaan sering kali
menetapkan harga suatu barang di bawah biaya—misalnya harga khusus
di toko-toko grosir.
• Kunci aspek hukumnya adalah bahwa harga di bawah biaya ditujukan
untuk menyingkirkan pesaing. Biasanya, ini merupakan hal yang sulit
dibuktikan. Pada umumnya, negara-negara bagian mengikuti hukum
federal untuk kasus harga predator dan undang-undang federal tidak
mudah membuktikan terjadinya harga predator karena persaingan harga
benar-benar sangat tinggi.
• Harga predator dalam pasar internasional disebut dumping dan ini terjadi
ketika perusahaan menjual produknya di negara lain dengan harga di
bawah biaya. Selama bertahun-tahun, pabrik mobil Amerika Serikat
menuduh perusahaan Jepang telah mempraktikkan dumping.
• Diskriminasi Harga. Barangkali senjata yang paling ampuh untuk mengatasi
diskriminasi harga di Amerika Serikat adalah Undang-Undang Robinson-Patman
tahun 1936.
• Diskriminasi harga (price discrimination) adalah pengenaan harga yang berbeda-
beda kepada beberapa pelanggan atas produk-produk yang pada dasarnya sama.
Perhatikan bahwa produk dan jasa tak berwujud tidak termasuk dalam undang-
undang ini.
• Undang-Undang Robinson-Patman menyatakan bahwa merupakan hal yang
melanggar hukum apabila melakukan diskriminasi harga di antara pembeli komoditi
dengan kelas dan mutu yang sama ketika dampak diskriminasi tersebut secara
substansial mengurangi persaingan, cenderung menciptakan monopoli dalam
perdagangan atau merusak, menghancurkan, dan mencegah persaingan dengan
siapa pun yang diuntungkan atau secara sadar menerima manfaat dari diskriminasi
tersebut atau dengan salah satu pelanggan mereka.
• Pengangkutan dianggap sebagai bagian dari harga pada Undang-Undang
Robinson-Patman. Apabila perusahaan mensyaratkan pelanggan untuk
membayar biaya pengangkutan maka tidak ada masalah. Namun,
diskriminasi harga dapat terjadi apabila harga yang dikenakan mencakup
biaya pengiriman.
• Oleh karena biaya pengiriman kepada pelanggan yang jaraknya dekat jauh
lebih sedikit dibandingkan dengan biaya pengiriman kepada pelanggan
yang jauh, maka pelanggan yang dekat membayar biaya kirim istimewa
(phantom freight).
• Beban pembuktian bagi perusahaan yang dituduh melanggar Undang-
Undang Robinson-Patman ditanggung oleh perusahaan. Argumen
terhadap justifikasi biaya harus didukung oleh data biaya yang substansial.
• Pembuktian justifikasi biaya merupakan suatu pembelaan yang mutlak.
• Dalam perhitungan biaya diferensial, perusahaan harus dapat membuat
klasifikasi pelanggan berdasarkan biaya rata-rata penjualan kepada
pelanggan dan kemudian mengenakan seluruh pelanggan dalam setiap
kelompok dengan suatu harga yang dapat dijustifikasi dengan biaya.
Keadilan dan Penetapan Harga
• Eksploitasi harga (price gouging) terjadi ketika perusahaan dengan kekuatan
pasar menghargai produknya sangat tinggi. Seberapa tinggikah yang dimaksud
dengan sangat tinggi? Tentu saja biaya harus menjadi pertimbangan. Apabila
harga yang dikenakan hanya dapat menutupi biaya, maka eksploitasi harga
tidak terjadi. Itulah sebabnya mengapa banyak perusahaan menghadapi
kesulitan besar untuk menjelaskan struktur biaya mereka dan mendapati
biaya-biaya yang mungkin tidak disadari pelanggan muncul.
• Mudah untuk melihat bahwa biaya sebagai justifikasi harga menjadi dasar
bagi masyarakat untuk menilai mengenai standar keadilan. Etika dibangun di
atas rasa keadilan. Jadi, perilaku yang tidak etis dalam penetapan harga
adalah berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan keuntungan secara tidak
adil dari pelanggan.
DAFTAR ISTILAH
1. Diskriminasi harga (price discrimination) adalah pengenaan harga yang
berbeda-beda kepada beberapa pelanggan atas produk-produk yang pada
dasarnya sama.
2. Dumping adalah praktik pengaturan harga yang lebih rendah
dibandingkan dengan biaya dengan tujuan untuk merugikan pesaing dan
mengeliminasi persaingan. Dumping memiliki pengertian yang sama
dengan predatory pricing, tetapi khusus terjadi di pasar internasional.
3. Eksploitasi harga (price gouging) adalah penetapan harga produk yang
sangat tinggi karena perusahaan memiliki kekuatan pasar.
4. Batasan (constraints) adalah kondisi perusahaan ketika menghadapi
keterbatasan sumber daya dan permintaan dalam suatu pemilihan bauran
yang optimal.
5. Batasan nonnegativitas (nonnegativity constraints) adalah kondisi perusahaan
ketika menghadapi keterbatasan sumber daya dan permintaan dalam suatu
pemilihan bauran yang optimal dan secara sederhana mencerminkan bahwa
produk dalam jumlah negatif tidak mungkin diproduksi.
6. Keputusan bauran produk (product mix decision) adalah keputusan yang
berhubungan dengan pemilihan bauran produk dalam suatu suatu proses
produksi bersama (joint production process) atau proses bersama (joint
process) yang dapat berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
7. Keputusan membuat-atau-membeli (make-or-buy decisions) adalah
pembuatan keputusan yang berhubungan dengan pemilihan di antara
alternatif untuk membuat atau membeli komponen-komponen yang
digunakan dalam suatu proses produksi.
8. Keputusan mempertahankan-atau-menghentikan (keep-or-drop decisions)
adalah pembuatan keputusan yang berhubungan dengan pemilihan di antara
alternatif untuk mempertahankan atau menghentikan suatu segmen, seperti
lini produk.
9. Keputusan menjual atau memproses lebih lanjut (sell or process further decision)
adalah pembuatan keputusan yang berhubungan dengan pemilihan di antara
alternatif untuk menjual atau memproses lebih lanjut produk yang dihasilkan dari
suatu proses produksi bersama (joint production process) atau proses bersama (joint
process).
[Link] pesanan khusus (special-order decisions) adalah pembuatan keputusan
yang berhubungan dengan pemilihan di antara alternatif untuk menerima atau
menolak suatu pesanan dari pelanggan dengan suatu harga khusus (di bawah harga
normal).
[Link] kesempatan (opportunity cost) adalah biaya yang terjadi sebagai akibat atas
hilangnya peluang pasar.
[Link] relevan (relevant cost) adalah biaya masa depan (future cost) yang berbeda di
antara berbagai alternatif (differ across alternatives).
[Link] target (target costing) adalah suatu metode penentuan biaya produk atau jasa
berdasarkan harga (harga target) yang pelanggan bersedia untuk membayarnya.
[Link] adalah persentase yang ditambahkan pada basis biaya pada proses
penetapan harga (pricing).
[Link] keputusan taktis (tactical decision making) adalah pembuatan keputusan yang
didasarkan atas pemilihan di antara beberapa alternatif dengan pertimbangan waktu yang
segera dan tinjauan yang terbatas.
[Link] keputusan strategis (strategic decision making) adalah pembuatan keputusan
untuk memilih di antara beberapa alternatif strategi, sehingga keunggulan kompetitif
perusahaan dalam jangka panjang akan dapat dicapai.
[Link] linear (linear programming) adalah suatu metode pendekatan algoritma yang
digunakan untuk mencari solusi optimal di antara berbagai solusi yang layak
dipertimbangkan.
[Link] biaya berdasarkan harga (price-driven costing) adalah metode penentuan biaya
produk atau jasa berdasarkan harga (price-driven). Dengan kata lain, price-driven costing
memiliki pengertian yang sama dengan target costing.
[Link] harga predator (predatory pricing) adalah praktik pengaturan harga yang lebih
rendah dibandingkan dengan biaya dengan tujuan untuk merugikan pesaing dan
mengeliminasi persaingan.
[Link] freight adalah biaya kirim istimewa yang terjadi karena produk dikirim kepada
pelanggan yang jaraknya sangat dekat.
[Link] bersama (joint product) adalah beberapa jenis produk yang dihasilkan dalam suatu
proses produksi bersama (joint production process) atau proses bersama (joint process).
[Link] batasan (constraint set) adalah semua keterbatasan yang dihadapi
perusahaan dalam usahanya untuk memilih bauran yang optimal.
[Link] solusi yang layak (feasible set of solutions) adalah kumpulan semua
solusi yang layak yang dimiliki perusahaan ketika perusahaan memilih bauran
yang optimal.
[Link] layak (feasible solution) adalah solusi yang dapat mengatasi keterbatasan
yang terdapat dalam model pemrograman linear.
[Link] optimal (optimal solution) adalah pilihan solusi terbaik di antara berbagai
kemungkinan solusi yang tersedia bagi perusahaan karena dapat
memaksimalkan perolehan margin kontribusi total.
[Link] berskala kecil (small-scale actions) adalah istilah lain untuk pembuatan
keputusan taktis yang dilakukan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang lebih
besar.
[Link] pisah (split-off point) adalah tahapan dalam suatu proses proses produksi
bersama (joint production process) atau proses bersama (joint process) pada saat
beberapa produk dapat diidentifikasi secara jelas.
SOAL
1. Apa perbedaan antara keputusan taktis dan keputusan strategis?
2. Jelaskan definisi atau pengertian biaya relevan!
3. Jelaskan kapan biaya depresiasi aset tetap dianggap sebagai biaya
tidak relevan?
4. Jelaskan kapan biaya depresiasi aset tetap dianggap sebagai biaya
relevan?
5. Berikan contoh biaya masa akan datang yang tidak relevan!
6. Apakah Anda setuju bahwa biaya relevan dapat digunakan sebagai
dasar untuk menentukan alternatif yang akan dipilih?
7. Berikan contoh biaya tetap yang relevan!
8. Jelaskan perbedaan pengertian antara biaya relevan dengan biaya
diferensial!
9. Apakah biaya masa yang akan datang (future cost) selalu
merupakan biaya relevan?
10. Apakah biaya masa lalu dapat berperan dalam pembuatan
keputusan biaya relevan?
11. Apakah biaya bahan baku dapat bersifat tidak relevan dalam
pembuatan keputusan membuat-atau-membeli (make-or-buy
decision)?
12. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kapasitas menganggur (idle
capacity)?
13. Dalam kasus pembuatan keputusan taktis, apakah kapasitas
mengganggur perlu dipertimbangkan oleh manajemen
perusahaan?
14. Apakah biaya bersama (joint costs) seharusnya dipertimbangkan
dalam keputusan menjual-atau-memproses lebih lanjut (sell-or-
process-further decision)?
15. Diasumsikan bahwa suatu perusahaan menghasilkan dua jenis
produk. Apakah perusahaan tersebut harus selalu memfokuskan
perhatiannya hanya pada produk yang memiliki margin kontribusi
per unit terbesar?
16. Mengapa biaya tetap tidak relevan dalam pembuatan keputusan
bauran produk (product mix)?
17. Kapan suatu perusahaan sebaiknya menawarkan suatu produk
dengan harga di bawah biaya penuh (full cost)?
18. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemrograman linear (linear
programming)?
19. Jelaskan apa tujuan penggunaan pemrograman linear?
20. Jelaskan apa yang dimaksud dengan constraint set, feasible set of
solutions, feasible solution, dan optimal solution?
PILIHAN GANDA
1. Pembuatan keputusan yang terdiri atas pemilihan beberapa alternatif
dengan pertimbangan segera merupakan...
a. pembuatan keputusan modal.
b. pembuatan keputusan taktis. .
c. pembuatan keputusan strategis.
d. pembuatan keputusan operasional.

2. Supaya relevan untuk suatu keputusan tertentu, maka biaya dan


pendapatan harus...
a. berbeda di antara beberapa alternatif yang sedang dipertimbangkan.
b. merupakan biaya masa lalu.
c. merupakan biaya masa akan datang.
d. a dan c.
3. Biaya masa akan datang yang sama dalam situasi alternatif yang
berbeda dipertimbangkan sebagai...
a. hanya relevan untuk alternatif yang hampir sama.
b. hanya relevan untuk alternatif yang sangat berbeda.
c. relevan untuk semua alternatif.
d. idak relevan untuk semua alternatif.

4. Berikut ini yang merupakan hasil keputusan masa lalu dan tidak
dapat diubah oleh tindakan saat ini maupun saat yang akan datang
adalah...
a. biaya kesempatan (opportunity costs).
b. biaya masa yang akan datang (future costs).
c. biaya diferensial (differential costs).
d. biaya terbenam (sunk costs).
5. Manakah di antara berikut ini yang bukan merupakan biaya
terbenam (sunk costs)?
a. Depresiasi terhadap aset yang ada.
b. Biaya akuisisi suatu aset yang dibeli satu tahun yang lalu.
c. Nilai penghapusan suatu aset yang ada.
d. Semua yang disebutkan di atas adalah biaya terbenam.

6. Manakah di antara biaya berikut ini yang tidak relevan dalam


keputusan pesanan khusus (special-order decision)?
a. Biaya tenaga kerja langsung untuk memproduksi unit pesanan
khusus.
b. Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan pada saat
memproduksi pesanan khusus.
c. Bagian dari biaya sewa guna yang dialokasikan kepada pesanan
khusus.
d. Semua biaya di atas adalah relevan.
7. Manakah di antara biaya berikut ini yang tidak relevan dalam keputusan
khusus?
a. Biaya tambahan (incremental costs).
b. Biaya terbenam (sunk costs).
c. Biaya terhindarkan (avoidable costs).
d. Semua biaya yang disebutkan di atas adalah relevan dalam keputusan
khusus.

8. __________ adalah pengorbanan yang diakibatkan oleh karena pemilihan


salah satu alternatif dan mengabaikan alteraltif lainnya.
a. Biaya terbenam c. Aset
b. Biaya kesempatan d. Biaya

9. __________________ berbeda di antara alternatif.


a. Biaya relevan
b. Biaya diferensial
c. Biaya tambahan
d. Semua di atas berbeda di antara alternatif
10. Manakah di antara berikut ini yang tidak relevan dalam membuat
keputusan membuat-atau-membeli (make-or-buy)?
a. Biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp10.000.000 yang digunakan untuk
memproduksi komponen-komponen.
b. Biaya depresiasi peralatan sebesar Rp30.000.000 yang digunakan untuk
memproduksi komponen-komponen.
c. Gaji mandor sebesar Rp25.000.000 yang akan terhindar apabila
komponen dibeli dari pemasok luar.
d. Pendapatan sewa sebesar Rp15.000.000 dari penyewaan fasilitas ruang
kepada perusahaan lain apabila komponen dibeli dari pemasok luar.

11. Suatu perusahaan dapat melanjutkan untuk memproduksi suatu


komponen atau membeli komponen tersebut dari pemasok luar dan
menyewakan fasilitas produksi yang tidak digunakan kepada perusahaan
lain. Apabila perusahaan melanjutkan untuk memproduksi komponen,
bukan membeli dari pemasok luar, maka pendapatan sewa yang
seharusnya dapat diterima dari fasilitas produksi tersebut merupakan...
a. biaya terbenam. c. biaya terhindarkan.
b. biaya kesempatan. d. bukan salah satu di atas.
12. Faktor kualitatif yang seharusnya dipertimbangkan ketika mengevaluasi
suatu keputusan membuat-atau-membeli adalah...
a. kualitas produk dari pemasok luar.
b. dapat tidaknya pemasok luar menyediakan kuantitas sesuai yang dibutuhkan.
c. dapat tidaknya pemasok luar menyediakan produk ketika produk tersebut
dibutuhkan.
d. semua faktor di atas perlu dipertimbangkan.

13. Di dalam suatu keputusan membuat-atau-membeli, apabila pembuatan


suatu komponen memerlukan pembelian mesin dan peralatan, maka...
a. hal tersebut merupakan keputusan jangka pendek dan nilai waktu uang (time
value of money) tidak perlu dipertimbangkan.
b. hal tersebut merupakan keputusan jangka menengah dan nilai waktu uang
tidak perlu dipertimbangkan.
c. hal tersebut merupakan keputusan jangka panjang dan nilai waktu uang harus
dipertimbangkan.
d. jawaban di atas tidak ada yang benar.
14. Manakah di antara biaya berikut ini yang relevan untuk keputusan membuat-
atau-membeli?
a. Harga perolehan peralatan produksi.
b. Depresiasi tahunan peralatan.
c. Jumlah yang akan diterima apabila peralatan produksi dijual.
d. Harga perolehan bahan baku yang dibeli bulan yang lalu dan digunakan untuk
memproduksi komponen.

15. Apabila terdapat kapasitas menganggur, harga minimum yang diterima untuk
suatu pesanan khusus harus dapat menutup...
a. biaya variabel yang berhubungan dengan pesanan khusus.
b. biaya produksi variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan khusus.
c. biaya tambahan variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan khusus.
d. biaya tambahan variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan khusus
ditambah dengan margin kontribusi yang biasanya diperoleh dari pesanan regular.
16. Apabila perusahaan pada posisi kapasitas penuh, harga minimum yang
diterima untuk suatu pesanan khusus harus dapat menutup...
a. biaya variabel yang berhubungan dengan pesanan khusus.
b. biaya produksi variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan
khusus.
c. biaya tambahan variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan
khusus.
d. biaya tambahan variabel dan tetap yang berhubungan dengan pesanan
khusus ditambah dengan margin kontribusi yang hilang dari barang yang
tidak diproduksi.

17. Salah satu faktor kualitatif penting yang perlu dipertimbangkan dalam
hubungannya dengan suatu pesanan khusus adalah...
a. biaya variabel yang berhubungan dengan pesanan khusus.
b. biaya tetap terhindarkan yang berhubungan dengan pesanan khusus.
c. dampak penjualan pesanan khusus terhadap penjualan produk yang dijual
secara regular.
d. pendapatan tambahan dari pesanan khusus.
18. Produk bersama (joint products) adalah...
a. produk-produk yang tidak dapat dibedakan sebelum titik pisah (split-off
point).
b. produk-produk yang dapat dibedakan sebelum titik pisah.
c. produk-produk yang tidak dapat dibedakan setelah titik pisah.
d. produk-produk yang dapat dibedakan selama proses produksi.

[Link] di antara berikut ini yang tidak relevan pada suatu keputusan
untuk menjual suatu produk pada titik pisah atau memproses produk lebih
lanjut dan selanjutnya menjual produk tersebut?
a. Biaya bersama yang dialokasikan kepada produk.
b. Harga jual produk pada saat titik pisah.
c. Biaya pemrosesan tambahan setelah titik pisah.
d. Harga jual produk setelah pemrosesan lebih lanjut.
20. Suatu produk bersama seharusnya diproses setelah titik pisah apabila tambahan
pendapatan dari pemrosesan lebih lanjut melampaui...
a. biaya bersama.
b. alokasi biaya bersama.
c. alokasi biaya bersama dan biaya tambahan pemrosesan lebih lanjut.
d. biaya tambahan pemrosesan lebih lanjut.

21. ______________ adalah saat dimana produk dapat dibedakan setelah melewati proses
bersama.
a. Barang dalam proses c. Titik impas
b. Titik relevan d. Titik pisah

22. Suatu segmen seharusnya tetap dipertahankan apabila...


a. pendapatan segmen melampaui biaya variabel segmen.
b. pendapatan segmen melampaui biaya variabel dan biaya tetap segmen.
c. pendapatan segmen melampaui biaya terhindarkan yang berhubungan dengan segmen.
d. laba operasi segmen adalah positif.
23. Ketika terjadi kelangkaan sumber daya, produk yang seharusnya diproduksi
pertama adalah produk yang memiliki nilai tertinggi dalam hal...
a. margin kontribusi per unit sumber daya langka.
b. harga jual per unit sumber daya langka.
c. permintaan.
d. margin kontribusi per unit produk

24. Kumpulan dari semua solusi yang layak yang dimiliki perusahaan ketika
perusahaan memilih bauran yang optimal adalah...
a. constraint set. c. feasible solution.
b. feasible set of solutions. d. optimal solution.

25. Pilihan solusi terbaik di antara berbagai kemungkinan solusi yang tersedia bagi
perusahaan karena dapat memaksimalkan perolehan margin kontribusi total
adalah...
a. constraint set. c. feasible solution.
b. feasible set of solutions. d. optimal solution.
LATIHAN
• Latihan 10.1
• Berikut ini adalah informasi yang berhubungan dengan
produk yang dihasilkan oleh PT Belina yang memproduksi
sebanyak 15.000 komponen per tahun. Biaya produksi
komponen terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut.
Pertanyaan
a. Apabila diasumsikan bahwa biaya overhead pabrik tetap
mencerminkan biaya fasilitas produksi yang terjadi pada PT Belina.
Fasilitas tersebut tidak dapat digunakan untuk tujuan yang lain.
Pemasok luar telah menawarkan untuk menjual komponen kepada
PT Belina dengan harga sebesar Rp34.000 per unit. Hitunglah
dampak terhadap laba yang akan diterima apabila PT Belina membeli
komponen tersebut dari pemasok luar!
b. Apabila diasumsikan bahwa PT Belina membeli komponen dari
pemasok luar dan PT Belina dapat menyewakan fasilitas produksi
yang menganggur dengan harga Rp40.000.000 per tahun. Pemasok
luar telah menawarkan untuk menjual komponen dengan harga
Rp34.000 per unit. Hitunglah dampaknya terhadap laba yang akan
diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.2
• PT Diana memproduksi 40.000 komponen per tahun. Biaya produksi total
komponen adalah sebagai berikut.

• Pertanyaan
• a. Apabila diasumsikan bahwa PT Diana membeli komponen tersebut dari
pemasok luar dengan harga Rp4.250 per unit, hitunglah dampaknya
terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan!
• b. Apabila diasumsikan bahwa PT Diana dapat menyewakan fasilitas
produksi yang menganggur seharga Rp15.000.000 per tahun ketika
perusahaan membeli komponen dari pemasok luar, hitunglah dampaknya
terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.3
• PT Elvira memproduksi sebanyak 30.000 unit dengan biaya per unit sebagai berikut.

• Perusahaan memiliki kapasitas produksi sebesar 60.000 unit. Biasanya produk dijual
dengan harga sebesar Rp45.000 per unit. Seorang distributor menawar untuk
membayar sebesar Rp40.000 per unit untuk pemesanan sebanyak 2.000 unit.

• Pertanyaan
• a. Apabila pesanan khusus diterima, hitunglah dampaknya terhadap laba yang akan
diterima oleh perusahaan!
• b. Apabila PT Elvira sudah dalam kapasitas penuh dan pesanan khusus diterima,
maka hitunglah dampaknya terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.4
• PT Gabriela memproduksi suatu produk pada tingkat produksi yang diharapkan
sebesar 66.000 unit dengan biaya per unit sebagai berikut.

• Perusahaan memiliki kapasitas produksi 70.000 unit. Biasanya produk dijual dengan
harga Rp60.000. Seorang distributor menawar untuk membayar Rp55.000 untuk 4.000
unit.
• Pertanyaan
• Apabila pesanan khusus diterima, maka hitunglah dampaknya terhadap laba yang
akan diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.5
• PT Hasana memproduksi suatu produk pada tingkat produksi yang
diharapkan sebesar 56.000 unit dengan biaya per unit sebagai berikut.

• Perusahaan memiliki kapasitas produksi sebesar 60.000 unit. Biasanya


produk dijual dengan harga Rp60.000 per unit.
• Pertanyaan
• Apabila seorang distributor menawar untuk membeli produk sebanyak
3.000 unit dengan harga Rp50.000 per unit, maka hitunglah
dampaknya terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan!
Latihan 10.6
PT Indiana memproduksi dua produk dari suatu proses bersama. Informasi tentang dua produk
bersama tersebut adalah sebagai berikut.

Biaya proses bersama adalah Rp85.000.000


Pertanyaan

a. Produk mana dari produk bersama tersebut yang seharusnya dijual pada saat titik pisah?
b. Produk mana dari produk bersama tersebut yang seharusnya diproses lebih lanjut?
c. Apabila diasumsikan bahwa PT Indiana saat ini menjual kedua produk pada titik pisah dan
perusahaan ingin membuat keputusan yang akan memaksimalkan laba, maka hitunglah
dampaknya terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.7
• Informasi berikut ini adalah tentang tiga produk bersama yang terjadi pada PT
Juliana.

• Biaya proses bersama adalah sebesar Rp120.000.000


• Pertanyaan
• a. Manakah di antara produk bersama tersebut yang seharusnya dijual pada titik
pisah?
• b. Apabila perusahaan saat ini memproses ketiga produk setelah titik pisah, maka
hitunglah laba yang akan diterima oleh perusahaan!
• Latihan 10.8
• Aktivitas operasi PT Katarina dibagi ke dalam divisi meja dan divisi
kursi. Proyeksi untuk tahun yang akan datang adalah sebagai berikut.

• Pertanyaan
• Hitunglah laba operasi PT Katarina secara keseluruhan jika divisi kursi
ditutup!
• Latihan 10.9
• PT Bahagia Mobilindo memproduksi dua produk, yaitu persneling dan kopling.
Margin kontribusi per unit ditunjukkan sebagai berikut.

• Permintaan total untuk persneling adalah 16.000 unit dan kopling adalah 8.000
unit. Jam mesin adalah sumber daya yang langka dan 42.000 jam mesin
tersedia selama tahun tersebut. Persneling memerlukan 6 jam mesin per unit
dan kopling memerlukan 3 jam mesin per unit.
• Pertanyaan
• Hitunglah berapa unit persneling dan kopling yang seharusnya diproduksi oleh
PT Bahagia Mobilindo!
Latihan 10.10
PT Marina memproduksi dua produk dengan menggunakan peralatan
produksi yang sama. Informasi tentang kedua produk tersebut adalah
sebagai berikut.

Pertanyaan
a. Apabila PT Marina hanya dapat memproduksi salah satu di antara kedua
produk pada periode yang akan datang, produk manakah yang seharusnya
diproduksi?
b. Hitunglah berapa unit alpha dan beta yang seharusnya diproduksi oleh PT
Marina!

Anda mungkin juga menyukai