“Sistem Rujukan”
Dosen Pembimbing:
Triveni, [Link]
Di susun oleh :
Viska Febiola
Pengertian Rujukan dan Sistem Rujukan
Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab
timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang
timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit yang lebih
lengkap / rumah sakit) untuk horizontal (dari satu bagian
lain dalam satu unit). (Muchtar, 1977)
Sistem rujukan upaya keselamatan adalah suatu
sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang
memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab
secara timbal-balik atas masalah yang timbul baik secara
vertikal (komunikasi antara unit yang sederajat) maupun
horizontal (komunikasi inti yang lebih tinggi ke unit yang
lebih rendah) ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten,
terjangkau, rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah
administrasi.
Tujuan Rujukan
Menurut Mochtar, 1998 Rujukan mempunyai berbagai
macam tujuan antara lain :
•Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan
sebaik-baiknya
•Menjalin kerja sama dengan cara pengiriman penderita atau
bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang
lebih lengkap fasilitasnya
•Menjalin perubahan pengetahuan dan ketrampilan (transfer of
knowledge & skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat
pendidikan dan daerah perifer.
Jenis Rujukan
• Menurut tata hubungannya, sistem rujukan terdiri dari:
rujukan internal dan rujukan eksternal.
– Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang
terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut.
Misalnya dari jejaring puskesmas (puskesmas
pembantu) ke puskesmas induk.
– Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar
unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik
horizontal (dari puskesmas rawat jalan ke
puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari
puskesmas ke rumah sakit umum daerah).
Menurut lingkup pelayanannya, sistem rujukan terdiri dari:
rujukan medik dan rujukan kesehatan.
•Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya
penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk
pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner, hipertensi,
diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah. Jenis rujukan medik:
– Transfer of patient. Konsultasi penderita untuk keperluan
diagnostik, pengobatan, tindakan operatif dan lain-lain.
– Transfer of specimen. Pengiriman bahan untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap.
•Transfer of knowledge/personel. Pengiriman tenaga yang lebih
kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan pengobatan
setempat. Pengiriman tenaga-tenaga ahli ke daerah untuk memberikan
pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah, konsultasi penderita,
diskusi kasus dan demonstrasi operasi (transfer of knowledge).
• Rujukan Kesehatan adalah hubungan dalam
pengiriman dan pemeriksaan bahan ke fasilitas yang
lebih mampu dan lengkap. Rujukan ini umumnya
berkaitan dengan upaya peningkatan promosi
kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif).
Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke
klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau
pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik
sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja).
Persiapan Rujukan
• Persiapan yang harus diperhatikan dalam melakukan rujukan , disingkat
“BAKSOKU” yang dijabarkan sebagai berikut :
• B (bidang) : pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang
kompeten dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan
• A (alat) : bawa perlengkapan dan bahan – bahan yang diperlukan, seperti spuit,
infus set, tensimeter, dan stetoskop.
• K (keluarga) : beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan alas an
mengapa ia dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus menerima Ibu
(klien) ke tempat rujukan.
• S (surat) : beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien), alasan
rujukan, uraian hasil rujukan, asuhan, atau obat – obat yang telah diterima ibu
(klien)
• O (obat) : bawa obat – obat esensial diperlukan selama perjalanan merujuk.
• K (kendaraan) : siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu
(klien) dalam kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan dalam
waktu cepat
• U (uang) : ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup
untuk membeli obat dan bahan kesehatan yang di perlukan di temapat rujukan
Alur Rujukan
• Dari Kader
– Dapat langsung merujuk ke :
– Puskesmas pembantu
– Pondok bersalin / bidan desa
– Puskesmas / puskesmas rawat inap
– Rumah sakit pemerintah / swasta
• Dari Posyandu
– Dapat langsung merujuk ke :
– Puskesmas pembantu
– Pondok bersalin / bidan desa
– Puskesmas / puskesmas rawat inap
– Rumah sakit pemerintah / swasta
• Dari Puskesmas Pembantu
– Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe
D/C atau rumah sakit swasta.
• Dari Pondok bersalin / Bidan Desa
– Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe
D/C atau rumah sakit swasta.
Mekanisme Rujukan
• Menetukan kegawatdaruratan pada tingkat
kader, bidan desa, pustu dan puskesmas
• Menetukan tempat tujuan rujukan
• Memberikan informasi kepada penderita
dan keluarganya perlu diberikan informasi
tentang perlunya pendeerita segera dirujuk
mendapatkan pertolongan pada fasilitas
pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
• Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang ditunju melalui
telepon atau radio komunikasi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
• Persiapan penderita
– Sebelum dikirim keadaan umum penderita harus diperbaiki terlebih
dahulu. Keadaan umum ini perlu dipertahankan selama dalam
perjalanan, Surat rujukan harus dipersiapkan si=esuai dengan
format rujukan dan seorang bidan harus mendampingi penderita
dalam perjalanan sampai ke tempat rujukan.
• Pengiriman penderita
– Untuk mempercepat sampai ke tujuan, perlu diupayakan
kendaraan/sarana transportasi yang tersedia untuk mengangkut
penderita.
• Tindak lanjut penderita :
– Untuk penderita yang telah dikembalikan dan memerlukan tindak
lanjut, dilakukan tindakan sesuai dengan saran yang diberikan.
– Bagi penderita yang memerlukan tindak lanjut tapi tidak melapor,
maka dilakukan kunjungan rumah.
Upaya Peningkatan Mutu Rujukan
• Meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas dalam
menampung rujukan puskesmas pembantu dan pos kesehatan
lain dari masyarakat.
• Mengadakan pusat rujukan antara lain dengan mengadakan
ruangan tambahan untuk 10 tempat tidur perawatan penderita
gawat darurat di lokasi strategis
• Meningkatkan sarana komunikasi antar unit pelayanan
kesehatan
• Menyediakan Puskesmas keliling di setiap kecamatan dalam
bentuk kendaraan roda 4 atau perahu bermotor yang
dilengkapi alat komunikasi
• Menyediakan sarana pencatatan dan pelaporan bagi sistem,
baik rujukan medik maupun rujukan kesehatan.
• Meningkatkan upaya dana sehat masyarakat untuk
menunjang pelayanan kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Syafrudin & Hamidah, 2009. Kebidanan
Komunitas. Jakarta : EGC
Meilani Niken dkk, 2009. Kebidanan
Komunitas. Yogyakarta : Fitramaya