0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

Modul ini membahas tentang etika bisnis dan kewirausahaan. Terdapat penjelasan mengenai pengertian etika, etika pemasaran, hak dan kewajiban konsumen dan produsen, serta tindakan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial seperti pemasaran yang berorientasi konsumen dan pemasaran nilai pelanggan. Modul ini juga membahas mengenai etika dan tanggung jawab sosial perusahaan serta pertanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan

Diunggah oleh

maulidabandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

Modul ini membahas tentang etika bisnis dan kewirausahaan. Terdapat penjelasan mengenai pengertian etika, etika pemasaran, hak dan kewajiban konsumen dan produsen, serta tindakan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial seperti pemasaran yang berorientasi konsumen dan pemasaran nilai pelanggan. Modul ini juga membahas mengenai etika dan tanggung jawab sosial perusahaan serta pertanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan

Diunggah oleh

maulidabandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Module 2

Etika Bisnis dan


Kewirausahaan
MAULIDA HIRDIANTI BANDI, SE, MA, AK
Pengertian Etika
Menurut kamus, istilah etika memiliki beragam makna yang berbeda, Salah
satu maknanya adalah: prinsip tingkah laku yang mengatur individu atau
kelompok.
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar
moral masyarakat. Namun yang menjadi fokus utama dalam pembahasan
adalah etika bisnis
Permasalahan-permasalahan dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan
yang muncul dalam perusahaan tertentu
Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan,
praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
ETIKA PEMASARAN

Pemasar yang bertanggungjawab mengetahui bahwa konsumen


menginnginkan dan merespon penawaran pasar yang menciptakan nilai bagi
pembeli dengan tujuan untuk menangkap kembali nilai sebagai imbalannya
kenyataannya tidak semua pemasar mengikuti konsep pemasaran. Beberapa
pemasaran menggunakan praktek pemasaran yang patut dipertanyakan, dan
beberapa tindakan pemasaran yang tampaknya tidak salah nyatanya sangat
memengaruhi masyarakat luas.
Kritikan terhadap Pemasaran
Pemasaran mendapat banyak kritikan. Beberapa kritikan dapat dibenarkan, namun banyak
juga yang tidak diterima. Berikut beberapa kritikan yang terjadi :
Harga Tinggi,
Hal ini terjadi di Amerika, di mana banyak kritik menuduh bahwa sistem pemasaran Amerika
menyebabkan harga barang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor yaitu; biaya
distribusi yang tinggi, biaya iklan dan piomosi yang tinggi, dan mark up secara berlebihan.
Praktek Menyesatkan,
Hal ini berkaitan dengan melakukan praktek menyesatkan yang membuat konsumen
mempercayai bahwa dirinya akan mendapatkan nilai lebih daripada yang biasa mereka
dapatkan. Praktek menyesatkan ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: penetapan harga,
promosi, dan kemasan. Penetapan harga yang mengelabui meliputi pemasangan harga
"pabrik" atau "grosir" yang menipu atau pengurangan harga yang gila-gilaan dari harga
daftar eceran tinggi yang palsu.
Pemaksaan penjualan

Wiraniaga kadang-kadang dituduh melakukan pemaksaan penjualan dalam artian membujuk konsumen untuk membeli
produk atau jasa yang mereka jual. Wiraniaga di latih untuk memberikan presentasi yang lancar dan mudah dimengerti untuk
menarik pembelian. Ada insentif ataupun bonus yang menanti mereka jika mereka mampu menjual dalam jumlah yang besar

Produk yang tidak bermoral, Berbahaya, atau Tidak Aman

Satu keluhan yang sering munculnya adalah kualitas produk yang tidak baik serta pelayanan yang buruk. Keamanan produk
juga termasuk di dalamnya, di mana hal ini telah menjadi masalah. Konsumen yang tidak senang dengan produk perusahaan
bisa menghindari pembelian di masa depan dan memberitahu konsumen lain untuk melakukan hal yang sama.

Pengusangan yang disengaja

Beberapa produsen mengikuti program pengusangan yang disengaja, membuat produk mereka ketinggalan zaman sebelum
kemudian produk itu benar-benar membutuhkan pergantian

Pelayanan buruk kepada konsumen lemah

Sebagai contoh kritikus menyatakan bahwa kaum urban yang miskin sering harus berbelanja di took kecil yang menjual barang-
barang inferior dan mengenakan harga yang tinggi.
HAK DAN KEWAJIBAN KONSUMEN

Yang merupakan hak konsumen yaitu :


1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa
2. Hak untuk memilh barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut
sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan
3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau
jasa
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan konsumen, dan upaya penyelesaian sengketa
perlindungan konsumen secara patut
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian jika barang dan/atau
jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian dan tidak sebagaimana mestinya.
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan lain.
Kewajiban konsumen, yaitu :
1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian
atau pemanfaatan barang dan/atau jasa demi keamanan dan keselamatan
2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau
jasa.
3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
4. Mengikuti uoaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen
secara patut
HAK DAN KEWAJIBAN
PRODUSEN
Yang merupakan hak produsen atau wirausaha yaitu :
1. Hak menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai
kondisi dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan.
2. Hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang
beritikad tidak baik.
3. Hak utnuk pembelaan diri di dalam penyelesaian hukum sengketa
konsumen.
4. Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa
kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang
diperdagangkan.
5. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Kewajiban produsen atau wirausaha yaitu :
1. Beritikad baik dalam kegiatan usahanya
2. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/ atau jasa serta memberikan penjelasan atas penggunaan, perbaikan, dan
pemeliharaan.
3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan
berdasarkan ketentuan satndar mutu dan/atau jasa yang berlaku.
5. Memeberi kesempatan kepada konsumen utnuk menguji dan/atau mencoba barang
dan/atau jasa yang dibuat dan/atau yang dipergunakan.
6. Memberi kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan,
pemakaian, dan pemanfatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan.
7. Memberi kompensasi ganti rugi dan/atau penggantian bila barang dan/atau jasa yang
diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.
TINDAKAN BISNIS MENUJU PEMASARAN YANG BERTANGGUNG
JAWAB SECARA SOSIAL
Filosofi pemasaran yang tercerahkan menyatakan bahwa pemasaran perusahaan
harus mendukung kinerja jangka panjang sistem pemasaran yang terbaik.
Pemasaran tercerahkan terdiri dari lima prinsip, yaitu :
Pemasaran yang Berorientasi Konsumen
Pemasaran yang berorientasi konsumen berarti bahwa perusahaan harus
memandang dan mengatur kegiatan pemasarannya dari sudut pandang konsumen
Pemasaran Nilai Pelanggan
Menurut prinsip ini, perusahaan harus menempatkan sebagian besar sumber
dayanya untuk berinvestasi dalam pemasaran yang membangun nilai pelanggan.
Pemasaran tercerahkan harus dapat membangun loyalitas dan hubungan
konsumen jangka panjang dengan terus meningkatkan nilai yang diterima
konsumen dari penawaran pasar perusahaan. Melalui penciptaan nilai bagi
konsumen, perusahaan dapat menangkap nilai dari konsumen sebagai imbalannya.
Pemasaran Inovatif
Prinsip pemasaran inovatif mensyaratkan perusahaan terus mencari perbaikan produk dan
pemasaran yang sesungguhnya. Perusahaan yang gagal menemukan cara baru dan cara yang lebih
baik untuk melakukan sesuatu pada akhirnya akan kehilangan pelanggan. Hal ini akan
mengakibatkan beralihnya peianggan Anda ke produk atau jasa pesaing.
Pemasaran Mengemban Misi
Pemasaran mengemban misi berarti perusahaan harus mendefinisikan misinya dalam istilah sosial
yang luas dan bukan dalam istilah produk yang sempit. Jika perusahaan mendefinisikan misi
sosialnya, karyawan akan merasa lebih baik tentang pekerjaan mereka dan mempunyai arah yang
jelas. Merek yang terhubung dengan misi yang luas dapat melayani kepentingan jangka panjang
merek dan konsumen.
Pemasaran Berwawasan Sosial
Perusahaan yang tercerahkan membuat keputusan pemasaran dengan mempertimbangakn
keinginan dan kepentingan konsumen, kebutuhan perusahaan, dan kepentingan jangka panjang
masyarakat. Pemasar yang berorientasi social akan merancang produk yang tidak hanya
menyenangkan tetapi juga bermanfaat bagi konsumen.
ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Etika berarti bagaimana suatu perusahaan/Anda membangun kepercayaan antara anggota
masyarakt dengan perusahaan atau pengusaha.
Di mana setiap pengusaha memiliki tanggung jawab social terhadap lingkungan sekitar.
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bentuk tanggung jawab dari setiap perusahaan
terhadap lingkunagn terutama terhadap kemungkinan kerusakan lingkungan yang semakin parah.
Tanggung jawab social perusahaan oleh sebagian pelaku usaha seringkali dihubungkan dengan
philantrophy. (philantrophy adalah hal cinta sesama manusia, atau kedermawana)n.
Tanggung jawab social memiliki arti yang lebih luas yaitu kewajiban yang mencakup seluruh
komunitas setempat dan masyarakat pada umumnya.

Pelanggaran etika akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut:


Masalah citra public
Tuntutan hokum yang mahal
Tingginya tingkat pencurian oleh karyawan
Pertanyaan yang perlu direnungkan oleh calon wirausaha
(1) Apakah benar ada cara yang instant yang halal untuk menjadi
kaya?
(2) Apa yang dilakukan orang agar ia menjadi kaya?
(3) Apakah dengan kaya otomatis Anda menjadi wirausaha?
(4) Apakah Anda sudah pantas (sudah saatnya) hidup
bergelimang harta?

berusahalah dengan memegang teguh nilai-nilai etika sedari


Anda muda dan jangan berkompromi sekecil apapun.
Bangunlah karakter dan milikilah reputasi
Pertanyaan – pertanyaan itu patut direnungkan karena seseorang
berwirausaha bukan hanya untuk sehari-dua hari, setahun atau dua tahun.
Kewirausahaan adalah sebuah pilihan hidup, yang melekat sepanjang hidup
seseorang. Kalau anda terlalu beremosi, serakah, ingin serba instant, bisa jadi
bukan keberhasilan/ kesejahteraan yang diraih melainkan kebencian, cacian,
peristiwa hukum & penjara.

Kewirausahaan yang tidak dilandasi dengan etika yang kuat, juga berpotensi
negatif, beresiko, dan bisa membuat masa depan anda tamat dalam sekejap.
Bagaimana Berbisnis dengan Etis?
Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis. Ini meliputi seluruh aspek dalam
menjalankan usaha. Misalnya dalam aspek produksi berarti kita menghasilkan produksi sesuai
dengan standar kualitas, aman dikonsumsi orang lain, dan memenuhi ketentuan yang
dipersyaratkan oleh hukum maupun pembeli. Jujur berarti terbuka, menyebutkan segala
kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk anda. Jujur dalam berproduksi, memasarkan
dan jujur dalam membayar pajak.
Mentaati tata nilai
Dalam melakukan aktivitas bisnis ada tata nilai yang tidak tertulis yang berlaku universal & harus
kita jalankan.
Misalnya, nilai sama – sama untung(win-win), saling menghormati, memberi tahu, mencegah
kerugian pihak lain, keterbukaan, adil, santun, melayani, dst.
‘Walk the Talk’
Konsisten antara apa yang dilakukan dengan apa yang diucapkan. Anda perlu bekerja keras
untuk menjadi contoh dan menjalankan hal – hal positif yang anda ucapkan.
Pemahaman mengenai Etika dalam
Berbisnis
Usaha yang langgeng adalah usaha yang dijunjung oleh nilai-
nilai etika
Perusahaan yang tumbuh menjadi besar dimulai dari:
◦ orang-orang biasa yang sedari awal memegang teguh nilai-nilai moral
dan etika.
◦ menjaga kepercayaan dan tidak sembarangan dalam berkata-kata,
apalagi dalam bertindak.
◦ bekerja dengan tata nilai, dan merekrut orang dengan melihat nilai-nilai
yang dianutnya. Mereka menanamkan nilai-nilai yang sehat sedari awal.
Apakah Etika?
Suatu pedoman untuk mendapatkan hidup yang bernilai atau bermartabat.
Etika memberikan petunjuk tindakan-tindakan apa yang benar dan apa yang salah.
◦ Menurut The World Book Encyclopedia (2008), etika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang benar
dan salah dengan menggunakan metode “reasoning”, bukan benar-salah menurut kepercayaan atau
tradisi.
Oleh karena itu, selalu ada”reason” (alasan) mengapa kita harus
memegang teguh etika. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan
berikut ini dan lihatlah apa yang Anda akan dapatkan kalau Anda
konsisten menjalankan apa yang Anda katakan (Maxwell, 1982):

Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan Apa Yang Mereka
Kerjakan
 Saya bilang pada  Saya tiba tepat waktu  Mereka datang tepat
karyawan: waktu
“Datanglah ke kantor
tepat waktu.”
 Saya katakan pada  Saya menunjukkan  Mereka akan
karyawan: sikap positif berperilaku positif
“Bersikaplah positif”
 Saya katakan pada  Saya mendahulukan  Mereka
karyawan: konsumen mengutamakan
konsumen
“Utamakan pelanggan”
Sekarang, apa jadinya kalau hal yang saya lakukan berbeda dengan
yang saya ucapkan seperti berikut ini:

Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Apa Yang Mereka
Lakukan Kerjakan
 Saya bilang pada  Saya selalu  Beberapa karyawan
karyawan: terlambat akan tepat waktu
dan yang lainnya
“Datanglah ke kantor tidak.
tepat waktu.”
 Saya katakan pada  Saya  Hanya beberapa
karyawan: menjalankan orang yang positif,
perilaku selebihnya
“Bersikaplah positif” negatif berperilaku negatif.
 Saya katakan pada  Saya  Hanya beberapa
karyawan: mengutamaka orang yang
n diri saya mendahulukan
“Utamakan pelanggan” lebih dulu pelanggan, yang
lainnya tidak.
Tugas 2
1. Kenapa etika menjadi faktor yang cukup berperan dalam keberhasilan dalam
mengembangkan usaha?
2. Bagaimana menurut pendapat anda melihat usaha yang dijalankan dengan
mengesampingkan etika yang mengarah pada tindakan illegal seperti penghindaran pajak
dan pemalsuan laporan keuangan?
3. Kewirausahaan yang tidak dilandasi dengan etika yang kuat, juga berpotensi negatif,
beresiko, dan bisa membuat masa depan anda tamat dalam sekejap. Apakah anda setuju
dengan pendapat ini berikan alasan?

Anda mungkin juga menyukai