0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan32 halaman

Memahami Quality Function Deployment

Dokumen tersebut membahas tentang Quality Function Deployment (QFD), yang merupakan salah satu alat dalam manajemen mutu untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan fokus pada tahap desain. QFD digunakan untuk menterjemahkan keinginan pelanggan menjadi spesifikasi desain produk melalui House of Quality (HOQ) untuk memastikan produk yang dibuat sesuai harapan pelanggan. Dokumen ini juga men
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan32 halaman

Memahami Quality Function Deployment

Dokumen tersebut membahas tentang Quality Function Deployment (QFD), yang merupakan salah satu alat dalam manajemen mutu untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan fokus pada tahap desain. QFD digunakan untuk menterjemahkan keinginan pelanggan menjadi spesifikasi desain produk melalui House of Quality (HOQ) untuk memastikan produk yang dibuat sesuai harapan pelanggan. Dokumen ini juga men
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAGEMEN KUALITAS

MODUL XII

Quality Function
Deployment
Bandung 2020

1
Pokok Bahasan

1. Apa itu Quality function Deployment - QFD


2. Apa itu House of Quality – HOQ
3. Bagaimana sejarah perkembangan QFD
4. Bagaimana proses deployment sura konsumen menjadi
product design, process design, sampai ke process control di
lantaiproduksi
5. Bagaimana prinsip kerja QFD
6. Apa keputusan dari QFD
7. Bagaimana penentuan prioritas rencana perbaikan

2 2
APA ITU QFD(1)?

 QFD adalah salah alat dalam dalam TQM untuk dapat melakukan
improvement secara continue yang focus pada tahap design
 Sasaran QFD adalah memperbaiki design produk/proses dengan cara
menambahkan customer needs kedalam design agar dapat meningkatkan
kualitas dari aspek kepuasan konsumen
 Dg QFD, bisa ditentukan prioritas perbaikan mana yang didahulukan dan
apa selanjutnya sehingga menjadi satu kesatauan rencana kualitas shg
dapat menjamin perbaikan bisa dilakukan continously.
 QFD menjadi kunci dalam TQM karena melibatkan keinginan konsumen
sejak dini yaitu pada tahap design sebelum masuk tahap produksi
 QFD adalah proses planning yang sistematis untuk mendefinisikan
keinginan konsumen, dan menterjemahkannya kedalam rancangan produk
melebihi keinginan konsumen menggunakan matriks melalui 4 phase.
 Siklus perancangan meliputi : KONSEP - DESIGN – PRODUKSI – DISTRIBUSI 3 3
– LAYANAN PURNA JUAL - RECYCLING
APA ITU QFD(2)?

 Quality Function Deployment, QFD, is a quality


technique which evaluates the ideas of key
stakeholders to produce a product which better
addresses the customers needs.
 Customer requirements are gathered into a visual
document which is evaluated and remodeled during
construction so the important requirements stand out
as the end result.
 “QFD Turning the customer’s desires into
engineering specifications
4
APA ITU QFD(3)?

QFD didefinisikan sbb:

“QFD is a practice for designing your proseses in


response to customer needs. QFD translate what
the customer wants into what organization
produce . It enables an organization to
prioritized customer needs, find inovatove
response to those needs, and improves process to
maximum efectiveness. QFD is a practised that
leads to process improvements that enables an
organization to exceed the expectation of
customer”
5
APA ITU QFD(4)?

Jika diterjemahkan, QFD didefinisikan sebagai:

“QFD adalah cara untuk merancang produk/proses


sebagai respon dari customer needs.
QFD menterjemahkan apa yang diinginkan oleh
konsumen menjadi apa yang akan dibuat oleh
organisasi(produsen). Dengan QFD produsen dapat
menentukan prioritas keinginan konsumen mana yang
harus didahulukan dan apa berikutnya dalam satu
kesatuan rencana kualitas untuk dipenuhi dengan
memperbaiki rancangan produk/proses untuk
memaksimumkan efektivitasnya.
Jadi QFD adalah praktek/cara untuk dapat
memenuhi keinginan konsumen bahkan melebihi
keinginannya”
6
Apa yang diperlukan untuk menjalankan QFD?

 QFD memerlukan waktu, effort dan kesabaran.


 QFD memerlukan akses ke stakeholder.
 QFD memerlukan dukungan penuh dari
management.
 Manfaat QFD tidak dapat dirasakan dengan
segera sampai proyek berikutnya dimulai
 Itulahjaminan terjadinya continous
improvement

7
SEJARAH PERKEMBANGAN QFD (1)

 Tahun 1960 Yoji Akao mengembangkan QFD


 Bermula dari perusahaan Kobe Shipyard, lalu
menyebar diseluruh Jepang, baik pada industri
manufaktur maupun jasa
 Dibawa keluar Jepang tahun 1980 melalui Xerox
 Sebelum diadopsi secara luas, QFD telah digunakan
di di Hawlet Packard (manufaktur) dan Rumah sakit
St Clair hospital (jasa)
 Penggunaan QFD terus berkembang sejalan dengan
meningkatnya penggunaan Total Quality
8
SEJARAH PERKEMBANGAN QFD (2)

 1966, QFD digunakan pertama kali di Bridgestone


Tire Corp sebagai alat untuk merancang proses.
 1972, Akao menggunakan QFD untuk merancang
ulang proses
 1972, QFD digunakan di Kobe Shipyards. untuk
merancang Oil Tanker, dipubikasikan tahun1978,
 [Link] pertama QFD dipublikasikan
 1978, buku QFD (bhs Jepang) dipublikasikan.
 Th 1983, artikel QFD berbahasa Inggris
dipublikasikan di North America.
 Akhir tahun 1970-an hampir semua in dustri di
Jepang telang menggunakann QFD
9
HOUSE OF QUALITY-HOQ

 “HOQ,” adalah sebagai alat utama dalam QFD


 Dikembangkan th 1972 di Mitsubishi’s Kobe shipyard.
 HOQ adalah proses untuk merancang produk yang diidasarkan
pada keinginan konsumen dengan mempertimbangkan
kemampuan dan sumber daya yg dimiliki produsen
 HOQ akan mengidentifikasi apa keinginan konsumen
kemudian menterjemahkannnya kedalam satu rencana
peningkatan kualitas dengan menetapkan mana yang akan
didahulukan
 HOQ merupakan peta rencana pengembangan yang dapat
ditelusuri oleh setiap pemangku kepentingan

10
Struktur House of Quality

Importance
Trade-off matrix

3
Technical response

1 4 2

Customer Relationship Competitive


requirements/ matrix assessment
needs

6 Target values
11
11
Empat Phasa QFD

 Ada 4 Phasa dari proses deployment pada QFD


 Phasa 1: Concept Planning
 Phasa 2: Product Design
 Phasa 3: Process Planning
 Phasa 4: Process Control
 Pengumpulan data pada Phasa 1 meliputi informasi terbanyak shg
memerlukan waktu paling lama sehingga phasa 1 menjadi kritis.
Kesalahan informasi pada phasa 1 akan berdampak pada rancangan
phase berikutnya
 Phasa 2,3 dan 4 adalah phasa perancangan produk dan proses yang
diturunkan dari phasa 1

12
Empat Phasa QFD

Product
characteristics
requirements
Customer

Part
A-1 characteristics

characteristics
Product
Process
House A-2 characteristics
of

characteristics
quality
Parts A-3 Operations

Part
deployment

characteristics
Process
Process A-4
planning

Operating
requirements
13
Proses Deploying Customer needs

Technical
Requirements
Customer
Requirements

Product
Requirements
Technical
Requirements
Process
Requirements
Product
Requirements
Control
Requirements
Process
Requirement
s

14
Bagimana QFD bekerja ?

Spesifikasi Rancangan
teknis Perbaikan Tools
Needs
Prosedur
Konsep Design Design Design
lantai
produk Process
Produksi

Proses Perencanaan Dalam QFD

15
Prinsip Kerja HOQ

 Perhatikan struktur HOQ pada slide 10


 Pada HOQ terdapat 6 bilik yaitu
1. Bilik “Customer requairement/needs”
2. Bilik “Competitive assessment”
3. Bilik “Technical Response”a
4. Bilik “Relationship matrix”
5. Bilik “Trade off matrix” atau “Roof”
6. Bilik “Target value”
 Apa saja yang ada di tiap bilik?
 Lihat slide berikutnya

16
16
Bilik 1 “Customer Requirements”

 BilikCustomer requirement/needs merupakan Representasi


dari “WHAT”-apa keinginan konsumen
 Berisi "Voice of Customer” (VOC)-suara konsumen
 Diperoleh melalui jajak pendapat/survey
 Setiapsuara memiliki “Rank of Importance”. Setiap suara
akan diberi rating (1 sampai 5).
 Ada banyak cara untuk menentukan rating
 Salah
satu cara menentukan rating adalah dengan
menggunakan metoda Analytic Hierarrchy Process (AHP)
17
Bilik 2 “Technical Response”

 Bilik “Technical Respons” akan menterjemahkan “Customer Needs”


kedalam response teknis atau spesifikasi teknis
 Merupakan konversi (How) dari setiap (What) yang didefinisikan
dalam bilik customer needs
 Dibuat oleh team teknis yang mewakili suara engineer/produsen
 Sebaiknya dinyatakan secara kuantitative dan terukur
 Bilik Trade off menggambarkan seberapa kuat hubungan antara
Technical response yang satu dengan Technical response yang lain
yang mungkin terjadi untuk setiap jenis customer needs (bisa positif
bisa negative)
 Digunakan sebagai “trade-offs” jika variabel mempunyai hubungan
negative (Dengan melakukan adjusting terhadap nilai “how
much”.
18
Bilik 4 “Relationship Matrix”

 Menggambarkan kekuatan hubungan antara setiap elemen


“Whats” dalam bilik customer needs dengan setiap
elemen “Hows” dalam bilik Technical Response
 Bisadinyatakan dengan simbol tertentu tapi lebih Sering
dinyatakan dengan bobot angka 1-3-5 agar mudah
dikonversikan kedalam target
 Kekuatan hubungan antara elemen “what” dan
terjemahannya pada technical respon pasti kuat, tapi bisa
jadi elemen tsb juga berkorelasi dengan technical respon
sbg terjemahan dari “what” yang lain

20
Bilik 5. “Competitive Assesment”

 Bilik“Competitive advantage menggambarkan tiap


keinginan sudah dipenuhi dibandingkan dengan yang
sudah dipenuhi oleh perusahaan pesaing
 Perbandingan dinyatakan dengan rating menggunakan
angka 1 sampai 5
 Hasilnya akan menggambarkan posisi perusahaan kita
dalam memenuhi tiap keinginan konsumen pada bilik 1
dibandingkan pesaingnya .
 Identifikasi seberapa jauh perbedaannya akan menjadi
dasar penentuan prioritas yang harus diperbaiki

21
Bilik 6. “Target Values”

 Bilik “Target value“ menyatakan “Tingkat Kepentingan Overall”


 Rating “Tingkat Kepentingan Overall” dihitung sebagai perkalian
antara rating dari setiap “Relationship matriks” yang didefinisikan
pada bilik 3 dengan rating “Tingkat kepentingan konsumen” yang
didefinisikan pada bilik 1.
 Rating “Target value” dihitung untuk setiap kolom technical respons
yang didefinisikan pada bilik 2
 Untuk setiap technical respons, “Target value” diperoleh dgn
menjumlahkan hasi hitung “Tingkat Kepentingan Overall” dalam tiap
kolom technical respon
 Target value digunakan untuk menentukan prioritas “Technical
response” yang mana didahulukan dan mana yang berikutnya 22
Voice of the Designer

Voice of the Customer

23
x = Design Trade-offs

24
Benchmarking

25
Reverse Engineering

26
Penjelasan Tiap Bilik HOQ
Bilik 1:
Customer requirement?
Bilik 5:
Competitive assesment Competitive Assessment
Customer Requirements 1 2 3 4 5
Presses quickly 9 B A X
Removes wrinkles 8 AB X
Irons

Doesn’t stick to fabric 6 X BA


well

Provides enough steam 8 AB X


Doesn’t spot fabric 6 X AB
Doesn’t scorch fabric 9 A XB
Heats quickly 6 X B A
Automatic shut-off 3 ABX
safe to use
Easy and

Quick cool-down 3 X A B
Doesn’t break when dropped 5 AB X
Doesn’t burn when touched 5 AB X 27
26
Not too heavy 8 X A B
Bilik 2

Protective cover for soleplate


Time required to reach 450º F
Time to go from 450º to 100º
Relationship Customer requirement

Material used in soleplate

Flow of water from holes


Energy needed to press
dgn Technical Respons

Thickness of soleplate

Automatic shutoff
Number of holes
Size of soleplate
Weight of iron

Size of holes
Customer Requirements
Presses quickly - - + + + -
Removes wrinkles + + + + +
Irons

Doesn’t stick to fabric - + + + +


well

Provides enough steam + + + +


Doesn’t spot fabric + - - -
Doesn’t scorch fabric + + + - +
Heats quickly - - + -
Automatic shut-off +
safe to use
Easy and

Quick cool-down - - + +
Doesn’t break when dropped + + + +
Doesn’t burn when touched + + + +
Not too heavy + - - - + -
28
27
Bilik 2

Bilik 3.
Matriks Trade off
Technical Response

28
Energy needed to press
Weight of iron
-
+

Size of soleplate
Thickness of soleplate
Material used in soleplate
-

Number of holes
+
+

Size of holes
Flow of water from holes
Time required to reach 450º
Time to go from 450º to 100º
Protective cover for soleplate
Automatic shutoff
29
Bilik 4.
Target perbaikan kualitas

Time to go from 450º to 100º


Time required to reach 450º
Material used in soleplate

Flow of water from holes


Energy needed to press

Thickness of soleplate

Protective cover for

Automatic shutoff
Number of holes
Size of soleplate
Weight of iron

Size of holes

soleplate
Units of measure ft-lb lb in. cm ty ea mm oz/s sec sec Y/N Y/N
measures
Objective

Iron A 3 1.4 8x4 2 SS 27 15 0.5 45 500 N Y


Iron B 4 1.2 8x4 1 MG 27 15 0.3 35 350 N Y
Our Iron (X) 2 1.7 9x5 4 T 35 15 0.7 50 600 N Y
Estimated impact 3 4 4 4 5 4 3 2 5 5 3 0
Estimated cost 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 5 2
Targets 1.2 8x5 3 SS 30 30 500
Design changes * * * * * * * 30
29
6. House of Quality-final
Produk: Setrikaan

SS = Silverstone
MG = Mirorrglide
T = Titanium

31
30
Kini jawablah pertanyaan dibawah inin
dengan pemahaman dan bahasa anda sendiri?

1. Apa yang anda ketahui tentang QFD


2. Apa yang membaik dengan digunakannya QFD
3. Apa bedanya QFD dengan FMEA, Taguchi dan SQC
4. Sejak kapan QFD mulai diperkenalkan dan kapan mulai
berkembang
5. Mengapa QFD dikatakan “Customer Focus”
6. Mengapa QFD dikatakan “Documentation Oriented”
7. Apa saja tools yang dapat digunakan untuk menyelesaikan QFD
8. Apa hubungan House of Quality dengan QFD
9. Jelaskan tahapan implentasi QFD
10. Ada 6 bilik dalah HOQ. Apa isi dari setiap bilik
11. Isikan tiap bilik HOQ untuk memperbaiki rancangan produk
“Sepatu”

32
Sekian

Referensi URL Tentang QFD


 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]

Terimakasih
2020
33

Anda mungkin juga menyukai